Minggu, 17 Mei 2026
Beranda blog Halaman 13921

Siap-siap, Tukang Parkir Kerja 24 Jam

0
Juru parkir di Kota Batam sedang memungut retribusi dari pelanggan. (REZZA HERDIYANTO/BATAM POS/

batampos.co.id – DPRD Kota Batam merancang waktu kerja bagi juru parkir (jukir) menjadi 24 jam.

Rencana ini sedang digodok oleh DPRD Kota Batam dalam pembahasan, Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) perubahan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2012, tentang Retribusi Parkir Batam.

Dalam raperda itu disebutkan, Dinas Perhubungan (Dishub) Batam mengusulkan dua alternatif jam kerja Jukir yakni selama 24 jam dan bekerja mulai pukul 06.00-22.00 WIB.

Kadishub Batam, Yusfa Hendri menyambut baik usulan pansus parkir terkait penambahan masa kerja untuk mendapatkan hasil yang lebih maksimal. Waktu penyelengaraan parkir juga belum disepakati.

Dikatakannya, saat ini jadwal kerja pemungutan parkir dimulai pukul 06.00 WIB sampai pukul 20.00 WIB. Kemudian dalam ranperda perubahan parkir ini diusul dua alternatif. Selama 24 jam dan sampai pukul 22.00 WIB.

“Maksud 24 jam supaya tidak ada lagi pihak-pihak yang memungut di luar jam parkir. Dan ini yang belum jelas,” jelasnya.

Menurut dia, di pansus ada beberapa hal lain  yang juga masih dipertanyakan. Terutama mengenai struktur parkir, antara parkir ruang milik jalan, luar milik jalan dan parkir tertentu.

“Parkir tertentu ini misalnya ketika ada acara tahun baru misalnya. Ini potensi yang bisa dilakukan pengelolaan parkir. Karena selama ini kalau tidak dikelola pemerintah, justru menimbulkan persoalan perbutan lahan parkir,” kata Yusfa. (rng/iil/JPG)

Delapan Lubang Jalan Dekat Simpang Taiwan

0
Ilustrasi lubang di jalan. Foto: Dalil harahap/batampos

batampos.co.id – Delapan titik lubang berada di jalan dekat Simpang Taiwan, Nongsa. Jalan berlubang ini membuat masyarakat menjadi was-was. Sebab sudah beberapa kali pengedara motor terjatuh akibat lubang tersebut.

“Dalam beberapa waktu ini, ada beberapa orang yang terjatuh akibat lubang tersebut,” kata Andi salah satu warga yang sering melintasi jalan dari Simpang Taiwan ke Batubesar tersebut, Jumat (20/1).

Ia mengatakan sebelumnya lubang itu tidak terlalu besar, namun karena tidak ada perbaikan dari pemerintah. “Lubangnya tambah besar,” tuturnya.

Kondisi jalan semakin diperparah saat malam hari, karena penerangan yang kurang memadai. Sehingga jalan yang berlubang tersebut sering luput dari pandangan para pengendara.

“Untung saja mereka tidak ngebut, makanya hanya luka-luka saja,” ungkpanya.

Jalan ini pernah diperbaiki oleh Pemko Batam, pada tahun lalu. Dimana pada awal kepemimpinanya, Walikota Batam M Rudi dan Amsakar meninjau jalan ini akibat sering banjir dan lubang jalan yang menganga. Setelah kedatangan kedua pemimpin Kota Batam itu, lubang serta parit disekitar jalan diperbaiki. Namun  tak berapa lama, jalan ini kembali berlubang.

Dari pantauan Batam Pos, delapan titik lubang ini berada di lajur kiri dari arah Simpang Taiwan ke Batubesar. Satu titik jalan berlubang ke titik lainnya berjarak hanya 3 sampai 5 meter saja. Sehingga kebanyakan pengendara memilih lajur kanan, karena di lajur kiri sangat tidak layak untuk lewati kendaraan roda dua maupun roda empat.

Salah satu pengendara motor yang sering melewati jalan itu mengatakan, bahwa dirinya sangat terganggu dengan keberadaan lubang-lubang jalan tersebut.

“Saya dan teman-teman sering lewat sini. Dulu pernah hampir jatuh akibat lubang yang besar itu,” kata pengendara tersebut, sembari menunjuk salah satu lubang.

Rizal penggilan akrab pengendara itu, berharap pemerintah bisa secepatnya turun tangan.

“Sayakan kerja dekat sini, jadi kalau bisa ditambal lah. Kasian juga, kalau orang yang baru lewat jalan ini pada malam hari. Meraka kadang gak tau disini ada lubang,” pungkasnya. (ska)

Harga Cengkih di Anambas Rp60 Ribu Per Kilogram, Merosot

0
foto: batam pos

batampos.co.id – Sejumlah petani cengkih di Anambas saat ini sudah ada yang mulai paanen. Diketahui harga cengkih kering di Anambas tahun ini merosot jauh dari tahun sebelumnya.

Pada tahun 2016 silam, harga cengkih tertinggi mencapai Rp106 ribu perkilo. Namun tahun ini harga cengkih kering hanya berkisar sekitar Rp70 ribu per kg.

Turunnya harga cengkih ini cukup membuat sejumlah pemilik kebun cengkih kuwalahan untuk memanen cengkih karena harus mengeluarkan biaya upah untuk tukang panjat, sementara itu harga jualnya masih rendah.

Kita kuwalahan untuk membayar upah panjat karena harga cengkihnya sudah turun,” ungkap salah satu warga Rintis Awie, kemarin.

Meski demikian ada juga petani yang tidak mempermasalahkan rendahnya harga cengkih. Haris, contohnya. Warga Rekam Desa Tarempa Barat Daya. Meski harga cengkih kering saat ini masih murah, tapi dirinya tetap bisa menyiasati permasalahan ini sehingga panen kali ini tetap menguntungkan baginya. Menurut Haris, supaya tetap dapat untung, maka harus bisa panjat sendiri.

Karena jika pakai upah tukang panjat, akan mengeluarkan biaya yang lumayan besar. “kalau pakai upay panjat, memang banyak biaya, kita kan bisa panjat sendiri,” ungkap Haris.

Lagi pula jika harga cengkih turun, maka dirinya juga bisa menyesuaikan upah panjat yang juga harus diturunkan. Diakuinya tahun sebelumnya, pada saat harga cengkih tembus Rp100 ribu per kg, upah panjat bisa sampai Rp10 ribu per kg.

“Kalau dulu upah panjat bisa sampai Rp10 ribu per kg. Tapi kalau sekarang ini upah panjat diturunkan menjadi Rp60 per kg, karena
menyesuaikan harga cengkih kering,” ungkapnya.

Meski saat ini sedang murah-murahnya harga, tapi dirinya yakin suatau saat harga cengkih akan naik kembali seperti tahun-tahun sebelumnya.

“Kemungkinan bisa naik lagi harganya,” tutupnya. (sya)

3.500 Orang Keluar Batam Lewat Sekupang

0
Calon penumpang kapal fery memadati pelabuhan Domestik Sekupang, kamis (26/1). Kepadatan penumpang karena banyak warga Tionghoa Batam pulang kampung untuk merayakat Imlek. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Sehari pasca Imlek jumlah penumpang yang berangkat dari Pelabuhan Domestik Sekupang masih padat. Diperkirakan jumlah penumpang yang keluar Batam kemarin berkisar sekitar 3500 orang.

Ratusan orang terlihat antre dan berbondong-bondong disekitar Pelabuhan Domestik Sekupang, kemarin siang. Sebagian dari mereka pun rela berdiri karena tidak mendapat tempat duduk di ruang tunggu.

Asna, warga Baloi mengaku baru bisa pulang ke Selat Panjang hari itu karena masih ada pekerjaan. Namun setelah urusan selesai, ia besama suami dan dua anaknya pun memutuskan untuk melihat keluarga di Selat Panjang.

“Setiap Imlek pasti pulang, tahun ini memang agak telat karena ada yang diurus. Kalau untuk balik kesini lagi, belum tahu,” jelas Asna kepada wartawan.

Syahbadar Pelabuhan Domestik Sekupang, Raja Zulkifli mengatakan jumlah penumpang yang berangkat dari sana masih padat. Namun jika dibandingkan hari H (Imlek), jumlah penumpang sudah mengalami sedikit penurunan. Rata-rata tujuan penumpang adalah, Selat Panjang, Tanjungbalai Karimun, Dumai, Moro  dan Tanjung Batu.

“Masih padat untuk keberangkatan, namun sedikit berkurang dibandingkan hari H imlek. Padatnya hanya untuk beberapa daerah, yang mayoritas banyak orang Thionghoanya,” terangnya.

Menurut dia, dari catatan sementara diperkirakan jumlah penumpang yang keluar Batam melalui Pelabuhan Domestik berkisar 3500 orang. Yang sedikit mengalami penurunan dibandingkan hari H sekitar 5000 penumpang.

“Meski padat, tak ada penambahan kapal. Hanya saja setiap kapal yang berangkat penuh. Sore ini saja (kemarin, red), kapal ke Karimun penuh, jumlah penumpang 150 orang,” imbuh Raja

Dikatakannya, arus balik penumpang pasca imlek diperkirakan akan terjadi hari ini. Sebagian armada juga melakukan penambahan jadwal keberangkatan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang.

“Diperkirakan besok (hari ini, red). Soalnya sudah masuk waktu kerja,” sebut Raja. (she)

Transportasi Dari dan Ke Anambas Terhambat

0

batampos.co.id – Anambas krisis transportasi. Jadwal ferry tidak menentu lagi lantaran tidak bisa arungi ombak laut cina selatan.

Sudah dua minggu ini ferry belum ada berlayar ke Anambas.

Sementara itu kapal bukit raya juga dijadwalkan akan docking di Jakarta selama kurang lebih satu bulan. Sehingga sangat mempengaruhi mobilitas warga Anambas. Satu-satunya moda transportasi laut untuk khusus penumpang yakni dengan kapal Sabuk Nusantara. Namun jadwalnya terlalu jarang yakni dua minggu sekali.

“Kapal hendak menjalani docking tahunan. Dijadwalkan pada tanggal 2 Februari hingga tanggal 22 Februari 2017 mendatang,” ujar Hubbul Ichsan perwakilan PT. Pelni di Tarempa Jum’at (27/1).

Ditemui di Pelabuhan Tarempa, pihaknya mengatakan, sebelum menjalani perbaikan di Jakarta, kapal dengan daya tampung mencapai 970 orang penumpang ini, berangkat menuju Natuna dan Pontianak.

Kapal pun kemudian kembali menuju Jakarta untuk selanjutnya menjalani masa perbaikan.

“Jadi, Bukit Raya masih satu kali sandar di Tarempa kemudian menuju Kijang-Blinyu dan Tanjung Priok Jakarta. Informasi terakhir dari pusat, belum ada kapal pengganti selama KM. Bukit Raya menjalani perbaikan,” jelasnya.

Karena jalur laut sudah sulit dilintasi, maka saat ini hanya ada transportasi udara saja yakni dengan pesawat komersil Express Air yang melayani rute Matak -Tanjungpinang PP. Namun itu tidak bisa mengakomodir seluruh warga Anambas karena selain jumlah seatnya yang terbatas, jadwal penerbangan juga hanya dua kali dalam satu minggu yakni Senin dan Sabtu.

“Kalau melihat cuaca seperti ini, banyak warga berpikir dua kali untuk naik pesawat karena kondisi udara juga gelap,” ujar Firman satu diantara warga Tarempa. (sya)

Tahun Ini, Jalan Lingkar Pinang Dibangun

0
ilustrasi

batampos.co.id – Sekretaris Daerah (Sekda) Kepri, TS. Arif Fadillah mengatakan lewat Tahun Anggaran 2017 ini, Pemprov Kepri akan bahu membahu dengan Pemko Tanjungpinang untuk menata Ibu Kota Provinsi Kepri, melalui pembangunan jalan lingkar Tanjungpinang. Detail Engineering Design (DED) sudah disiapkan Pemko Tanjungpinang.

“Kita sudah menyusun rencana-rencana pembangunan strategis melalui APBD 2017 ini. Salah satunya adalah pembangunan awal jalan lingkar Tanjungpinang,” ujar Sekda Arif menjawab pertanyaan Batam Pos, Jumat (27/1) lalu di Dompak, Tanjungpinang.

Menurut Arif, pembangunan jalan lingkar ini adalah upaya untuk menata wajah Ibu Kota Provinsi Kepri, Tanjungpinang. Masih kata Arif, pembangunan strategis tersebut memang membutuhkan pengorbanan anggaran yang cukup besar. Sehingga, tidak mungkin bisa diwujudkan dalam satu tahun anggaran. Sehingga diharapkan menjadi pembangunan berkelanjutan atau boleh dikatakan masuk dalam katergori multi years.

Lebih lanjut, selain untuk mengatasi kemacetan dimasa yang akan datang, jalan lingkar ini juga sebagai bentuk upaya pemerintah dalam mewujudkan penataan kota yang baik. Sehingga bisa lebih memperlancar arus barang dan arus orang. “Ini adalah kerja besar yang harus kita kerjakan secara bersana- sama, serius dan kerja keras,” tegas Sekda.

Dikatakan Sekda, Gubernur sudah menugaskan kepada Pemko Tanjungpinang dan Pemkab  Bintan untuk mengatur proses pembebasan lahan yang akan di bangun jalan lingkar tersebut. Serta memberikan pemahaman kepada masyarakata akan rencana besar ini. Rencana pembangunan jalan lingkar sendiri akan dimulai dari Tanjùng Ayun Sakti (Depan Ramayana,red) atau percis bersinggungán dengan Jembatan 1 Dompak. Kemudian dari sana berlanjut ke daerah Teluk Keriting, Kampung Kolam, Sei Nyirih, Kampung Baru Madong,  Sei Ladi, hingga ke  KM 14 tepatnya belakang bandara.

Sedangkan wilayah Kabupaten Bintan sendiri dimulai dengan Simpang Desa Tembeling dan kembali ke Sei Nyirih. Total jalan yang akan dibangun di wilayah Tanjungpinang sepanjang 36.13 KM, sedangkan wilayah Bintan sepanjang 12.95 KM. Dijelaskan Sekda, beberapa didalam pembangunan jalan lingkar ini juga ada sejumlah jembatan.

“Khusus untuk pembangunan Jembatan di jalan lingkar ini nanti, kita berharap ada sentuhan dari Pemerintah Pusat. Semangatnya tetap akan kita mulai pergerakannya tahun ini,” jelas Mantan Sekda Karimun tersebut.

Ditambahkan Arif, selain pembangunan jalan lingkar, Pemprov Kepri juga melalukan pembangunan strategis lainnya di Tanjungpinang. Yakni pelabuhan konekting Pelantar I dan II juga di mulai tahun ini. Selain adalah penataan Pulau Dompak yang juga merupakan bagian dari Tanjungpinang. Karena sudah selayaknya, Pusat Pemerintahan Provinsi Kepri dirancang dengan elegan.

“Pulau Dompak dirancang bukan hanya sebagai pusat pemerintahan saja. Kedepan akan dipadukan sebagai kawasan bisnis dan pariwisata yang menjanjikan di Tanjungpinang ini,” tutup Arif Fadillah.(jpg)

Tradisi Melepas Burung Pipit saat Imlek

0

batampos.co.id – Beragam tradisi khas dilakukan warga Thionghoa ketika merayakan tahun baru Imlek. Mulai dari pasang lampion, bagi-bagi angpao, jeruk hingga berbagi kue keranjang. Namun ada satu tradisi yang tidak kalah pentingnya yakni melepaskan burung pipit saat imlek. Seperti dilakukan sejumlah warga Thionghoa Tanjungbatu di vihara Dharma Shanty, Sabtu (28/1) lalu.

Melepas burung pipit dilakukan warga Thionghoa setelah melaksanakan sembahyang di vihara Dharma Shanty. Selesai melakukan sembahyang, beberapa orang membeli burung pipit pada pedagang burung yang mangkal di depan vihara. Selanjutnya burung pipit dilepaskan sambil berdoa agar pada tahun baru diberikan keberuntungan dan membuang sial seiring dengan terbangnya burung ke udara.

Onga mengaku tradisi melepas burung pipit sebagai ritual melepas hewan ke alam liar dipercaya memberi pengaruh pada keberuntungan dan kehidupan. Selain itu dengan terbangnya burung pipit, untuk membuang sial dan menjauhkan bencana yang mengakibatkan kesialan dirinya maupun keluarga.

“Melepas burung pipit memiliki makna agar membuang sial dan menjauhkan dari bencana yang mengakibatkan kesialan untuk saya dan keluarga. Sekaligus pada tahun baru imlek mendapatkan keberuntungan, rezeki melimpah dan diberi kesehatan,” terang Onga.

Sementara Azri, pedagang burung pipit mengaku dirinya datang dari Kota Palembang. Hampir setiap tahun saat perayaan Imlek, Azri berdagang burung di depan vihara Dharma Shanty. Berjualan burung hanya kerjaan musiman, keseharian Azri sebagai petani di kampungnya.

Azri  menyebutkan burung pipit yang ia bawa sebanyak 1.000 ekor, dan dijual seharga Rp5 ribu per ekor.

“Berjualan burung pipit saat Imlek, sedikit memberikan keuntungan untuk menghidupi kerluarga,” terangnya. (ims)

Cinta Ditolak, Cincin Dilelang

0
ilustrasi

batampos.co.id – Kelvin Acutt, pria asal New Zealand itu tetap gembira meski lamarannya terhadap sang kekasih tidak diterima.

Daripada ngenes, dia mengambil keputusan yang cerdas. Melelang cincin lamaran di situs Trade Me. Supaya calon pembeli tertarik, Acutt menceritakan riwayat si cincin. Dia menjelaskan, dirinya dan sang kekasih –yang kini sudah jadi mantan– berpacaran selama dua tahun. Keduanya lantas menjalani hubungan jarak jauh alias LDR karena Acutt mendaftar sebagai tentara. Setelah pendidikan dasar selesai, dia popped the question.

”Aku beli cincin yang harganya lebih mengerikan dari muka ayam,” tulisnya.

Acutt tidak bohong. Cincin bermata berlian itu dia beli dengan harga GBP 3.468 alias Rp 58,1 juta.

Sayang, impian Acutt berakhir menyesakkan. Setelah dua minggu menunggu jawaban, lamaran dia ditolak mentah-mentah.

”Jadilah aku sekarang punya cincin cantik tanpa pemilik. Sebenarnya aku dapat tawaran menikah dari beberapa teman cewekku, tapi aku curiga mereka cuma ngiler melihat cincin itu,” ucapnya.

Acutt melelang cincin itu dari harga GBP 1.500 (Rp 25,1 juta). Jika duit calon pelelang tidak cukup, Acutt menyediakan opsi lain.

”Kalau kalian merasa sebagai perempuan menarik yang suka aktivitas outdoor dan punya ukuran jari yang pas dengan cincin ini, kalian juga bisa mengontakku kok,” tulisnya. Hm, masih hunting juga rupanya. (Mirror/fam/c11/na)

Kejati Tepis Kasus Dugaan Korupsi BPN jalan di Tempat yang Benar …

0

batampos.co.id – Asisten Tindak pidana khusus (Aspidsus) Kejati Kepri, Ferytas, mengatakan kasus dugaan korupsi BPN Batam yang merugikan negara Rp 1, 5 miliar terkesan melambat bukan berarti jalan di tempat. Namun, hal itu karena belum semua petunjuk Jaksa dipenuhi penyidik Polda Kepri.

“Tidak ada kepentingan apa pun untuk menggantung perkara itu. Kami mau berkualitas dan memenuhi rasa keadilan tidak terpengaruh kepada desakan siapa pun,”ujar Ferytas, Jumat (27/1)

Dikatakan Ferytas, pihaknya akan mengadakan gelar perkara gabungan antara Kejaksaan dan penyidik Polda Kepri yang menangani perkara tersebut sebagai solusi demi kualitas penanganan perkara.

“Jadi bukan hanya semata-mata mematuhi mekanisme yang ada saja. Untuk apa cepat penanganannya tapi menzalimi orang oleh suatu penelitian yang tidak cermat dan analisa yang dipaksakan,”kata Ferytas.

Sementara itu sebelumnya, Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Saptono Erlangga Wakitoroso menyebutkan, penyidik Ditreskrimsus Polda Kepri belum mendapat jawaban dari pihak Kejati Kepri, setelah berkas dikirim 40 hari yang lalu.

“Sesuai KUHP, berkas P19 yang dikirimkan (penyidik) mendapat jawaban setelah 14 hari. Namun, hingga kini belum ada jawaban,”ujar Erlangga.

Erlangga mengaku heran, kenapa belum ada jawaban terkait kasus ini. Disebutkan oleh mantan Wadirshabara Polda Kepri ini, bahwa semua permintaan kejaksaan sudah dipenuhi. Perbaikan dan juga petunjuk kejaksaan dikerjakan oleh penyidik.

“Namun belum ada jawaban,” tuturnya.

Erlangga mengatakan sesuai dengan hukum acara, setelah 14 hari belum ada jawaban dari pihak kejaksaan. Polisi sudah bisa melangsungkan pengiriman berkas dan tersangka ke kejaksaan. Agar kasus ini segera memasuki persidangan.

“Sudah bisa langsung tahap II, tapi kami tak ingin melangkahi pihak kejaksaan. Hingga kini masih menunggu jawaban dari sana (kejaksaan,red),” tuturnya.

Diketahui, kasus dugaan korupsi BPN Kota Batam ini, menyeret Kepala Seksi Hak Tanah dan Pendaftaran Bambang Supriyadi sebagai tersangka utamanya. Walau uang negara ini sudah dikembalikan oleh Bambang pada tahun lalu, tapi kepolisian tetap melanjutkan penyidikan kasus ini.

Sebelumnya, Ditreskrimsus Polda Kepri Kombes Pol Budi Suryanto, kasus ini bermula dari  PT Karimun Pinang Jaya memenangkan tanah hasil lelang di Pengadilan Negeri Batam seluas 12,5 haktare di daerah Batamcenter. Nilai lelang tanah itu Rp 31 miliar.

Setelah memenangkan lelang tersebut, PT Karimun Pinang Jaya kemudian mengurus sertifikatnya ke BPN Batam. Sesuai dengan aturan dan perhitungan yang berlaku, maka PT Karimun Pinang Jaya menyetor uang BPHTB sebesar Rp 1,5 miliar.

“Dan biaya itu, yang kami duga tak disetorkan (ke negara,red),” ucapnya.(ias)

Warga Ramai Padati Penagi, Menyaksikan Tahun Baru Imlek

0
Ilustrasi perayaan Imlek Tahun Ayam Api. F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Suasana pelantar Penagi tidak seperti biasanya. Kampung tua yang menjadi pusat perbelanjaan di Ranai pada tahun 80 an ini ramai dikunjungi warga, Jumat (27/1) malam.

Hampir setiap sudut ruas jalan dan rumah warga di pelantar Penagi diterangi lampion. Antraksi barongsai pun ditampilkan, menyambut tahun baru imlek 2568 di Kelenteng Puk Tec Chi Penagi.

Menyambut tahun baru imlek di Ranai, ternyata tidak terlepas dari kebersamaan dan saling menghargai meski berbeda agama. Di Penagi yang kini ditempati warga antar keturunan tionghua dan melayu sudah menjalin keharmonisan kekeluargaan dan beragama sejak lama. Bahkan sudah terdapat perkawinan berbeda suku di Penagi.

“Setiap acara imlek, kami sangat menghormati. Dan itu sudah sejak kelenteng ini diberdirì di Penagi, warga muslim disini juga ikut merayakan,” ujar seorang imam Surau di Penagi.

Ah Fang, warga Tionghua di Ranai mengaku, kerukunan beragama di Penagi selama ini terus berjalan berdampingan. Dengan tahun baru 2568 ini diharapkan tidak terjadi pertikayan. Negara semakin maju, khususnya Kabupaten Natuna.

“Tahun ayam api ini semua harapnnya semua lebih baik, Natuna berkembang maju dan semakin baik.  Usaha berjalan lancar dan tidak ada pertikayan,” harap Ah Fang.

Menyambut tahun baru imlek di Kelenteng di Penagi tidak hanya pertunjukan Barongsai, beberapa dupa ukuran besar juga disiapkan. Ratusan warga keturuan Tionghua terus menerus melakukan doa bersama di Kelenteng.(arn)

Play sound