Minggu, 3 Mei 2026
Beranda blog Halaman 13924

Penampakan KM Zahro Ekspress yang Terbakar dan Menewaskan 23 Penumpang

0
Polisi dan Tim SAR mengevakuasi korban tewas kapal wisata Zahro Express yang terbakar 1 mil dari pelabuhan Kali Adem Muara Angke Jakarta Utara. Foto: Darren Whiteside/reuters

batampos.co.id – Kebakaran hebat terjadi di awal 2017. Sebuah kapal penumpang antarpulau, KM Zahro Ekspress, yang mengangkut penumpang dari dermaga Muara Angke, Jakarta Utara ke Pulau Tidung, Kepulauan Seribu, terbakar dan meledak, Minggu (1/1/2017). Sedikitnya 23 penumpang tewas, dan 17 lainnya dinyatakan hilang.

Hingga berita ini ditulis, Direktorat Pol Air Polda Metro Jaya dibantu Polres Kepulauan Seribu, BNPB Provinsi DKI Jakarta, dan relawan masih melakukan pencarian terhadap korban hilang. Penyisiran pun dilakukan mulai dari lokasi tempat meledaknya kapal hingga ke 200 meter sekitaran lokasi.

“Kami hanya membantu, penanganan utama dilakukan oleh Direktorat Pol Air. Tapi penyisiran sudah kami lakukan dan kami masih menyelidiki peristiwa itu,” tutur Kapolres Kepulauan Seribu, AKBP Boy Rando, kemarin.

Boy memastikan betul 23 orang tewas dalam kejadian ini. Sebanyak 20 jenazah ditemukan di dalam geladak kapal, mereka diduga kuat tak mampu menyelamatkan diri setelah akses menuju dek kapal melalui tangga terbakar. Sementara tiga jenazah lainnya ditemukan di perairan tak jauh dari lokasi terbakarnya kapal.

Kabidhumas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan untuk penyelidikan ini pihaknya telah mengamankan nakhoda kapal, Muhammad Nali. Nali yang ditemukan ikut terapung bersama dengan penumpang lainnya ditemukan selamat dan terapung di lautan.

“Dit Pol Air masih melakukan penyidikan terhadap nakhoda dan anak buah kapal
(ABK),” ucap Argo.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan tiga korban yang tewas tercatat diketahui bernama Jackson Wilhelmus, 39, General Manager Diskotik X-One, Bogor, Jawa Barat. Masduki, 40, asal Cirebon, Jawa Barat, dan Elly Eliana, 28.

Sementara 20 jenazah lainnya masih dilakukan identifikasi. Sebab, kondisinya sudah hancur terpanggang api, beberapa di antaranya bahkan dengan kondisi mengenaskan dengan luka bakar di atas 90 persen.

Sutopo menjelaskan, api pada kapal tersebut baru selesai dipadamkan sekitar pukul 14.35 WIB. Setelah mengerahkan 12 unit pemadam kebakaran, satu di antaranya boat pemadam milik Kepulauan Seribu.

“Saat ini korban terluka sudah dievakuasi di dua rumah sakit, yakni Atmajaya dan RS Pluit,” tutur Sutopo

Kepala Angkutan Perairan dan Kepelabuhan Dishubtras DKI Jakarta, Syamsudin Daeng, menegaskan Kapal Zahro Express yang terbakar telah mengantongi izin untuk berlayar.

Surat persetujuan berlayar dikeluarkan oleh Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Muara Angke dengan nomor surat J6/KSOP/1/1/2017 dan terbit pada pukul 06.15 WIB.

Dalam surat tersebut, dipastikan kapal tidak melebihi muatan. Sebab kapal berbahan fiber itu mampu mengangkut penumpang hingga 280 orang, sementara jumlah penumpang yang berlayar dari dermaga Kali Adem, Muara Angke, Penjaringan, Jakarta Utara berjumlah 251 orang ditambah awak kapal sebanyak enam orang.

“Jadi totalnya 257 orang,” jelas Syamsudin Daeng.

Meski demikian, dalam penerbitan surat itu, awak kapal Zahro Express hanya mencantumkan 100 penumpang saja, sementara sisanya, 151 orang tidak tercantumkan.

Kapal dinakhodai Muhammad Nali, dengan bantuan Kapten Kapal Motor (KKM), Lahmudin, serta empat awak kabin. Kapal dijadwalkan berangkat sekitar pukul 07.00 WIB pada Minggu (1/1/2017).

Tim SAR gabungan mengevakuasi mayat korban kapal wisata Zahro Express yang Terbakar 1 mil dari pelabuhan Kali Adem Muara Angke Jakarta Utara. Foto: Puguh Sujiatmiko/Jawa Pos

Catatan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI Jakarta, kapal diketahui terbakar pada pukul 08.30 WIB di perairan Kepulauan Seribu, atau dua kilometer dari dermaga Kali Adem, antara Pulau G Reklamasi dan Pulau Bidadari.

“Bagian dalam engine kapal hangus. Kondisi tinggal bagian badan nampak luarnya saja,” tutup Syamsudin.

Sementara itu pengamat Transportasi dari Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Djoko Setiawarno, menegaskan penyelidikan terhadap kasus ini harus dilakukan secara menyeruh. Sebab, Djoko menduga KM Zahro Exspress merupakan kapal ilegal yang bisa keluar masuk pelabuhan resmi di Muara Angke.

“Ini akan ada indikasi penyelewengan. Menteri Perhubungan harus tegas memberikan sanksi. Dishubtrans DKI juga harus mengevaluasi hal ini,” tutur Djoko.

Menurut Djoko kondisi perairan indonesia yang tak stabil menjadi bahaya tersendiri. Sebab, selama ini banyak kejadian hingga menyebabkan orang tewas terjadi di kasus kecelakaan perairan.

Untuk itu, menyikapi agar tak terjadi. Pengawasan terhadap spesifikasi dan umur kapal harus dilakukan oleh pemda setempat maupun kementrian perhubungan, termasuk mensterilisasi dermaga pemberangkatan dari kapal penumpang liar. (gum/jpg)

Jabatan di Pemprov Kepri yang Tak Dilelang

0

batampos.co.id – Susunan perangkat Daerah Kepri mengalami perampingan jumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) termasuk Badan dan Kantor.

Hal ini seperti tertuang dalam Perda Perangkat daerah yang disahkan DPRD dan Pemerintah Provinsi Kepri melalui Surat Keputusan DPRD Nomor: 26 tahun 2016 tentang pengesahan Ranperda pembentukan Perangkat Daerah menjadi Perda dalam Rapat Paripurna DPRD di pusat pemerintahan Dompak.

Jika sebelumnya, jumlah perangkat Daerah Provinsi Kepri berjumlah 44, yang terdiri dari Sekretariat, Dinas, Badan Dan Staf Ahli.

Pada Perda yang baru disahakan jumlah Susunan Prangkat Daerah dirampingkan dengan jumlah 29 Satuan Kerja Perangkat daerah.

Ke ‎29 Satuan Kerja Baru provinsi Kepri itu antara lain, 3 Sekretariat yang terdiri dari Sekretariat Provinsi Kepri, Sekretariat DPRD Kepri, dan Inspektorat, serta 22 Dinas, dan hanya 4  Badan.

Jumlah ini diluar dari Biro dibawah Sekretariat daerah Provinsi Kepri, yang nantinya akan dibentuk dan dibuat berdasarkan Peraturan Gubernur.

Berikut susunan Perangkat Daerah Provinsi Kepri yang akan dibentuk sesuai dengan Perda Perangkat Daerah yang disehakan DPRD Kepri.

Tiga Sekretariat terdiri dari,

  • Sekretariat Daerah Provinsi Kepri, membawahi sejumlah Biro, yang akan dibentuk dengan Peraturan Gubernur.
  • Sekretaris DPRD Kepri (Sekwan),
  • Sekretaris Inspektorat Kepri.

Melihat dari Surat keputusan yang dibuat Pansel JPTP adapun jabatan yang tidak dilelang adalah,

  • Kepala Dinas Pendidikan,
  • Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri,
  • Kepala Dinas Sosial.
  • Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana,
  • Kepala Dinas Tenaga Kerja san Transimigrasi,
  • Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat ‎dan Desa,
  • Kependudukan Dan Pencatatan Sipil,
  • Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan,
  • Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika.
  • Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah,
  • Kepala Dinas Penanaman Modal Dan PTSP,
  • Kepala Dinas Kepemudaan dan Olah Raga,
  • Kepala Dinas Perpusatakaan dan Kearsipan,
  • Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan,
  • Kepala Dinas Pariwisata, dan Kepala Dinas Kebudayaan.
  • Kepala Badan Persencanaan, Penelitian dan Pengembangan,
  • Kepala Badan Kepegawiaan Dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah,
  • Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah. (jpg)

Pemprov Kepri Lelang 16 Jabatan

0

batampos.co.id – Pemerintah Provinsi Kepri akan melelang 16 jabatan untuk mengisi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang baru.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kepri, Arif Fadillah ditunjuk sebagai Ketua Panitia Seleksi (Pansel) Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) oleh Gubernur Kepri, Nurdin Basirun.

“Lelang jabatan yang dilakukan Pemprov Kepri untuk mengisi OPD yang baru merupakan amanat dari Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014, tentang Aparatur Sipil Negara (ASN). Maka dibentuklah Pansel yang diketuai oleh Bapak Sekda,” ujar Plt Kepala Biro Humas dan Protokol Pemprov Kepri, Junaidi menjawab pertanyaan Batam Pos, Minggu (1/1) di Tanjungpinang.

Menurut Junaidi, berdasarkan surat keputusan, Pansel yang sudah dikeluarkan, pendaftaran untuk 16 jabatan sudah dibuka sejak 30 Desember lalu. Adapun batas akhir pendaftarannya adalah pada 7 Januari mendatang. Lelang jabatan yang dibuat adalah untuk menyasar eselon II.a dan II.b.

Disebutkan Junaidi, ke 16 jabatan yang akan dilelang adalah

  1. Asisten Administrasi Umum,
  2. Staf Ahli Bidang Pemerintahan dan Hukum,
  3. Staf Ahli Bidang Sosial Kesejahteraan Rakyat dan Pengembangan SDM,
  4. Kepala Biro Organisasi dan Korpri,
  5. Kepala Biro Administrasi Pembangunan,
  6. Kepala Biro Administrasi Perekonomian,
  7. Kepala Biro Humas, Protokol dan Penghubung.
  8. Kepala Biro Pemerintahan dan Perbatasan,
  9. Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertahanan,
  10. Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman,
  11. Kepala Dinas Perhubungan,
  12. Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral.
  13. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan,
  14. Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Kesehatan Hewan,
  15. Kepala Dinas Pengelola Keuangan dan Aset,
  16. Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Penanggulangan Kebakaran.

“Pendaftaran untuk 16 jabatan tersebut terakhir dibuka pada 7 Januari nanti. Pansel juga sudah membuat persyaratan umum dan persyaratan khusus. Sepanjang memenuhi persyaratan yang ada, TNI/Polri juga bisa ambil bagian,” papar Junaidi.

Dijelaskan Junaidi, bagi pelamar PNS Kabupaten/Kota maupun TNI/Polri melampirkan hasil assesmen yang diselenggarakan oleh instasi masing-masing berdasarkan penilaian assesor yang bersertifikat.

Ditegaskan Junaidi, bagi pelamar TNI/Polri melampirkan surat pimpinan tinggi dari institusinya masing-masing untuk dipekerjakan di Pemprov Kepri.

“Sesuai dengan keputusan Pansel, setiap pelamar dapat mendaftar pada tiga jabatan pimpinan tinggi pratama berdasarkan skala prioritas,” jelas Junaidi.

 

Desa Morosi Mendadak Tiongkok

0
Sejumlah Tenaga Kerja Asing (TKA) berbelanja pada saat jam istirahat di Desa Morosi, Kab. Konawe, Sulawesi Tenggara, Jumat (30/11/2016). / (Foto: Imam Husein/Jawa Pos)

batampos.co.id – UU Ketenagakerjaan di pasal 42 mengatur bahwa tenaga kerja asing (TKA) hanya bisa bekerja di Indonesia sebagai tenaga ahli. Namun, di Desa Morosi, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), buruh kasar pun berasal dari mancanegara. Jumlahnya bahkan ribuan.

Secara kasatmata, begitu banyak TKA yang menjadi buruh di Konawe. Area di sekitar Kawasan Industri Konawe saat sore, ketika jam pulang kerja, serasa satu perkampungan yang berada di Tiongkok. Di warung-warung orang bercakap Mandarin.

Pun demikian halnya di pasar, orang tawar-menawar dalam bahasa Mandarin.

Data yang disebutkan perangkat Desa Morosi, tercatat 1.913 warga negara asing (WNA) yang bekerja di kawasan industri itu. Mayoritas bekerja di proyek smelter nikel PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI). Mereka tinggal di barak penampungan dalam kawasan proyek penanaman modal asing asal Tiongkok tersebut. Sebagai catatan, pembangunan smelter itu menelan dana lebih dari Rp 62 triliun.

“Kalau imigrasi dan ketenagakerjaan mau bekerja sama dengan pihak desa, mereka pasti panen,” kata salah seorang tokoh agama Desa Morosi kepada Jawa Pos (grup batampos.co.id) pada (30/12) lalu.

Memang, bila dikroscek dengan data imigrasi Sulawesi Tenggara, jumlah TKA yang terdaftar sangat sedikit. Catatan pihak imigrasi menunjukkan, hanya 609 WNA yang bekerja di perusahaan tersebut. Sementara itu, pihak dinas ketenagakerjaan dan transmigrasi (disnakertrans) setempat mengatakan, ada 739 TKA yang bekerja di seluruh Sultra. Artinya, ada begitu banyak TKA yang belum terdaftar. Mereka hampir pasti menjadi TKA ilegal.

Para pekerja lokal yang bekerja di proyek smelter tersebut membenarkan kondisi itu. Menurut mereka, TKA yang tercatat secara tertulis menduduki posisi di level atas seperti tenaga ahli (TA). Hal itu sesuai peraturan.

Namun, tenaga kerja level bawah belum pernah dihitung. “Kalau dihitung, jumlahnya pasti ribuan,” ujar M. Fajrian, pekerja lokal. (JPG)

Tukang Ojek Kenakan Kaos Palu Arit di Keramaian

0
Tukang ojek Rud (40) warga RT 23 perumahan Bogenvil, kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi, kenakan kaos berlogo palu arit Sabtu (31/12) malam. / (Foto: Eddy Junaedy/Jambi Independent)

batampos.co.id –  Seorang pria mengenakan kaos oblong warna merah yang di bagian depannya berlogo palu arit berkeliaran di tengah keramaian warga saat acara menyambut tahun baru di daerah lampu merah Simpang Empat Broni, persis di depan museum Provinsi Jambi.

Polisi yang sedari awal sudah curiga, langsung bergerak cepat. Pria berkaos palu arit itu langsung digelandang ke Polsek Telanaipura untuk dimintai keterangan.

Informasi dari kepolisian, pria tersebut berinisial Rud (40) warga Kelurahan Bagan Pete, Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi.

Kepada polisi, Rud mengaku bekerja sebagai tukang ojek. Ia datang ke museum Jambi bersama istri dan kedua anaknya untuk melihat pesta kembang api pergantian tahun baru 2017.

Rud mengaku ingin melihat momen itu bersama keluarganya.

Ia sudah keluar rumah sejak sekitar pukul 21.00wib. Dari rumah, ia mengenakan baju kaos berlogo palu arit tersebut.

Dia tak pernah menyangka kaos yang ia pakai bakal membuatnya berurusan dengan aparat kepolisian.

“Sayo dapat baju ini beli dari tempat Beje,” singkatnya.

Ia mengaku tak tahu menahu soal logo palu arit itu. Ia juga tak pernah tahu bahwa logo tersebut identik dengan PKI yang merupakan organisasi terlarang di Indonesia.

“Sudah duo minggu aku beli bajunyo. Tadinyo nak nengok kembang api, pas dijalan langsung ditangkap dan dibawak ke kantor polisi,” ucapnya heran.

Polisi tak langsung percaya dengan penjelasan Rudiyanto. Polisi masih terus mendalami kasus ini, termasuk ssoal mana kaos berlogo palu arit ini diperoleh.

Melihat warna kaosnya, menunjukkan kaos itu baru. Belum nampak kusam. Polisi dibantu TNI masih melacak apakah orang-orang yang memakai kaos berlogo palu arit ini ada hubungannya dengan jaringan teroris atau tidak.

Ataukah gerakan PKI sudah mulai ada di Provinsi Jambi, polisi dan TNI masih menelusurinya.

Informasi lainnya, Wakapolresta Jambi, AKBP Sri Winugroho dan Dandim 0415/BTH, Letkol Inf Denny Noviandi langsung mendatangi Mapolsek Telanaipura, Sabtu (31/12) malam begitu mendengar kabar ada pria mengenakan kaos PKI.

Dikonfirmasi, Dandim 0415/ Batanghari, Letkol Inf Denny Noviandi mengatakan sudah menerima laporan dari anggotanya terkait hal itu.

Ia pun sudah melihat dan memastikannya langsung ke Polsek Telanaipura. Namun, Dandim mengatakan kasus ini diserahkan penanganannya ke polisi. Alasannya, pelaku merupakan warga sipil yang sudah jadi kewenangan polisi untuk menanganinya.

Namun ia memastikan TNI juga akan ikut mendampingi kepolisian untuk bersama-sama menelusuri peredaran kaos palu arit yang mulai marak itu.

“Intinya, saat ini polisi lah yang memproses pelaku. Karena pelaku merupakan warga sipil. Namun kita juga tetap terus menempel bersama pihak kepolisian untuk mendalami kasusnya,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolsek Telanaipura, Kompol Ahmad Bastari Yusuf mengatakan masih melakukan peneriksaan intensif terhadap pelaku. Ia juga belum bisa berpsekulasi mengenai apakah pelaku merupakan kelompok radikal atau bukan.

“Kita ambil keterangan dulu terhadap pelaku, apakah pelaku kelompok radikal atau bukan. Dan kita dalami apa maksud pelaku menggunakan kaos berlambang komunis tersebut,” katanya.

Polisi dan TNI suda mengecek tempat penjualan baju bekas tersebut. Namun penjual juga tidak mengetahui baju tersebut karena dia belinya langsung dalam bentuk karung. Tapi masih diselidiki dari mana datangnya barang tersebut.

“Menurut keterangan sementara baju dibeli seharga Rp 6 Ribu. Sudah dua kali dipakai. Dia pun mengaku tidak mengetahui bahwa dilarang keras menggunakan baju ataupun barang yang bersimbol palu arit. Katanya baju itu gambarnya bagus makanya dipakainya,”kata salah satu anggota yang minta namanya tak disebutkan.

Untuk diketahui, ini bukan yang pertama ditemukan di Jambi. Sebelumnya, sempat beredar di Medsos soerang pemuda yang sedang naik ojek mengenakan switer merah dengan logo palu arit di bagian belakang.

Foto pria itu langsung menyebar dan menjadi viral di medsos. Belum lama ini, seorang pedagang di pasar angso duo juga kedapatan memakai kaos berlogo palu arit. Pedagang itu langsung di amankan oleh anggota TNI. (zen/mui/jpnn)

Polisi Tanjungpinang Tangkap Pelaku Percobaan Perkosaan dan Pemerasan

0
ilustrasi

batampos.co.id – Jajaran Satreskrim Polres Tanjungpinang, meringkus RA alias KH, 35, pelaku percobaan pemerkosaan dan pemerasan terhadap RK, 20, pada Sabtu (31/12) sore.

Tidak ada perlawan yang dilakukan pelaku saat ditangkap petugas.

Kapolres Tanjungpinang, AKBP Joko Bintoro, melalui Kasat Reskrim AKP Andri Kurniawan, mengatakan penangkapan terhadap pelaku dilakukan pihaknya setelah mendapatkan laporan dari korban. Dari situ pihaknya melakukan penyelidikan hingga akhirnya berhasil membekuk pelaku di Jalan Ganet.

”Kejadiannya pada (18/12) lalu. Saat itu korban sedang bersama temannya AG, berada di bundaran II Dompak sekira pukul 18.20 WIB. Pelaku tiba-tiba datang dan menuduh korban bersama teman prianya tersebut berbuat mesum,”ujar Andri. Minggu (1/1).

Dilanjutkan Andri, selain menuduh berbuat mesum. Pelaku memaksa korban dan teman prianya tersebut untuk menyerahkan KTP dan ponsel. Selain itu, pelaku juga mengancam akan membawa mereka berdua ke Pos untuk diserahkan kepada rekan pelaku supaya dihajar.

”Korban meminta kepada pelaku agar jangan dibawa ke tempat teman-teman pelaku. Karena mereka tidak berbuat sebagaimana yang dituduhkan pelaku. Karena meminta agar tidak dibawa ke Pos, pelaku pun meminta uang kepada korban dan temannya tersebut masing-masing Rp 250 ribu. Namun mereka tidak memberikan uang yang diminta oleh pelaku, karena mereka tidak membawa uang sebanyak yang diminta oleh pelaku,”kata Andri.

Saat itu, sambung Andri, korban pun berusaha melarikan diri dengan sepeda motornya. Tetapi pelaku langsung memegang motor dan menarik korban sehingga korban tidak bisa melarikan diri. Pelaku pun kemudian meminta kunci motor korban dan mengajak korban untuk naik keatas sepeda motor korban dengan alasan untuk membeli makanan ringan dengan meninggalkan teman prianya di bundaran II tersebut.

”Perbuatan percobaan pemerkosaan itu terjadi di semak-semak dekat bawah kantor DPRD Provinsi Kepri.

Pelaku sempat berkata ”Sudah diam, ikuti aja, masih perawan gak, sambil memegang bagian tubuh korban dan sempat ditepis korban. Pelaku juga sempat membuka celananya dan juga celana korban. Ketika ada kesempatan korban langsung melarikan diri dengan motornya dan meninggalkan pelaku di semak-semak itu,”ucapnya.

Dari tangan tersangka, terang Andri, pihaknya berhasil menyita barang bukti satu unit Handpone Samsung Duos warna merah muda dan juga satu unit sepeda motor Honda Beat BP 2635 CT milik pelaku.

”Akibat perbuatannya yang diduga telah melakukan Pencabulan atau Percobaan Perkosaan atau Pemerasan sebagaimana dimaksud dalam pasal pasal 289 K. U. H. Pidana atau pasal 285 K. U. H. Pidana Jo pasal 53 K. U. H. Pidana atau pasal 368 K. U. H. Pidana dengan ancaman hukuman diatas lima tahun,”pungkas Andri. (ias)

Rams dan Rismalen Asal Belanda menjadi Turis Perdana di Bintan pada 2017

0
Wakil Bupati Bintan, Dalmasri Syam memasangkan tanjak kepada Rams Marinus yang dinobatkan sebagai wisatawan perdana Bintan 2017 di Terminal Ferry Bandar Bintan Telani (BBT), Kawasan Pariwisata Lagoi, Kecamatan Teluk Sebong, Minggu (1/1/2017).
Foto: Humas Pemkab Bintan / untuk batampos

batampos.co.id – Pasangan suami istri (Pasutri) asal Belanda (Netherland) Rams Marinus Petrus ,56, dan Vans Rosmalen Anna Petronnela Antony ,55, telah dinobatkan oleh Pemkab Bintan dan Pemprov Kepri serta PT Bintan Resort Cakrawala (BRC) sebagai wisatawan perdana yang menginjakkan kakinya di Kabupaten Bintan, 2017 ini.

Penobatan itu diberikan secara langsung oleh Wakil Bupati Bintan, Dalmasri Syam, Kepala Dispar Kepri, Buralimar, dan GGM PT BRC, Abdul Wahab dengan memasangkan tanjak dan pengalungan bunga di Terminal Ferry Bandar Bintan Telani (BBT), Kawasan Pariwisata Lagoi, Kecamatan Teluk Sebong, Minggu (1/1).

“Ada 81 turis asing yang datang ke Bintan dengan menumpangi Ferry Wan Sendari dari Singapura ke BBT Lagoi. Ketika mereka keluar kita langsung sambut dengan meriah dari memberikan tanjak, mengalungkan bunga serta menyuguhkan tarian-tarian tradisional daerah ini,” ujar GGM PT BRC, Abdul Wahab.

Penyambutan wisatawan perdana ini sudah menjadi tradisi setiap awal tahun di Kabupaten Bintan. Bahkan tradisi ini telah menjadi agenda tetap dalam program kerja Pemkab Bintan dan Pemprov Kepri sedari dulu. Tujuannya, Kata dia, selain untuk melestarikan budaya asli daerah juga untuk memberikan pelayanan terbaik agar wisatawan mancanegara merasakan aman, nyaman dan tenang selama menikmati liburan atau refresing di daerah ini.

PT BRC, Kata dia, mengucapkan terimakasih kepada Pemkab Bintan dan Pemprov Kepri atas kerjasamanya selama ini. Sebab tanpa bantuan dan dukungan dari pemerintah daerah (pemda), Kawasan Pariwisata Lagoi tidak akan bisa maju dan berkembang seperti saat ini.

“Kami ucapkan terimakasih juga buat kepolisian karena telah berusaha keras menjaga keamanan, kenyamanan dan ketenangan di kawasan pariwisata,” katanya.

Besar harapan Wahab kerjasama antara PT BRC dengan semua pihak akan terus terjalin dengan baik kedepannya. Karena dengan jalinan kerjasama inilah Kawasan Pariwisata Lagoi mendapatkan predikat dari negara-negara lain sebagai kawasan wisata paling selamat atau teraman dan ternyaman.

“Walaupun banyak isu-isu negatif berkembang di seluruh dunia, Bintan tetap menjadi wilayah yang teraman dan ternyaman. Buktinya setiap penghujung tahun seluruh wisatawan mancanegara memenuhi seluruh hotel dan resort yang ada di daerah ini,” akunya.

Wakil Bupati Bintan, Dalmasri Syam mengatakan PT BRC merupakan tulang punggung pencari nafkah untuk APBD Bintan. Sebab perusahaan pengembang hotel, resort, dan restoran megah di Kawasan Pariwisata Lagoi telah banyak menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) Bintan setiap tahunnya.

“PT BRC mampu berkontribusi besar kepada Pemkab Bintan sebesar Rp 100 milyar lebih di 2016 lalu. Nominal itu diperoleh mulai dari pajak hotel, restoran, hiburan dan kelistrikan,” ungkapnya.

Semakin tinggi kunjungan wisatawan mancanegara ke Kabupaten Bintan, Kata dia, semakin besarlah PAD yang akan diperoleh. Maka dari itu butuh inovasi-inovasi baru maupun ide cemerlang untuk membuat wisatawan datang ke daerah ini. Caranya dengan memperbanyak serta mengemas event-event olahraga skala internasional yang menarik. Bahkan jika bisa even itu hanya diselenggarakan di Bintan dan belum pernah ada di dunia.

Selain even yang diperbanyak, Kata dia, harus dilakukan pembenahan terhadap kawasan wisata di luar Kawasan Pariwisata Lagoi. Baik itu yang berada di pantai timur maupun pantai utara. Kedua kawasan tersebut harus digencarkan dengan pembangunan resort berskala internasional, wisata rakyat hingga kuliner. Semua itu harus dikemas dengan baik dan jitu tanpa menghilangkan nuansa khas daerah ini.

“Bintan harus menjadi destinasi wisata olahraga berkelas dunia satu-satunya di Indonesia. Namun untuk menggapai keinginan itu, Pemprov Kepri harus berikan dukungan penuh kepada pemerintah dan investor di Bintan,” bebernya.

“Instansi vertikal seperti kepolisian, imigrasi dan beacukai juga miliki tanggungjawab besar. Yaitu berkewajiban menjaga keamanan dan kenyamanan para wisatawan yang berkunjung ke daerah ini,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dispar Bintan, Luki Zaiman Prawira mengatakan kunjungan wisatawan ke Bintan mengalami kenaikan sebesar 14 persen dari 493.495 orang di 2015 menjadi 574.337 orang di 2016.

Nominal itu berasal dari wisatawan asing yang datang di 2015 sebanyak 312.979 orang menurun menjadi 305.474 orang di 2016 sedangkan lokal dari 180.516 orang di 2015 menjadi 268.863 di 2016.

“Mereka masuk melalui empat pelabuhan yaitu Bulang Linggi Tanjunguban, Lobam, BBT Lagoi dan Bintan Lagoon,” sebutnya.

Peningkatan kunjungan wisatawan lokal dan mancanegara ke Bintan, Kata dia, disebabkan dari berbagai faktor. Diantaranya telah diberlakukannya kebijakan bebas visa on arrival dan adanya destinasi wisata baru yaitu Areal Lagoi Bay yang memiliki plaza serta hotel dan resort serta hadirnya Crystal Lagoon Terasure Bay.

Agar kunjungan wisatawan mengalami lonjakan di 2017 ini, lanjutnya, Dispar Bintan bersama Kepri akan memperbanyak penyelenggaraan event-event dari skala internasional maupun tradisional. Direncanakannya untuk tahun ini agenda yang akan ditaja sebanyak 43 even atau hadir 10 even baru dari tahun sebelumnya yang hanya berjumlah 33 event.

“Sebenarnya jumlah turis yang datang ke Bintan lebih dari data yang ada saat ini. Sebab ada yang datang ke Bintan melalui Tanjungpinang tanpa masuk data ke kami,” pungkasnya. (ary)

Indonesia Targetkan Masuk Peringkat 40 Besar untuk Perizinan Terbaik Dunia

0
foto: rezza herdiyanto / batampos

batampos.co.id – Sebagai proyeksi tahun 2017, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) menargetkan Indonesia masuk peringkat 40 besar untuk perizinan terbaik dunia.

“Saat ini Indonesia peringkat 91. Maka Presiden memberikan instruksi untuk segera memperbaiki pelayanan publik,” ujar Menteri Pan-RB, Asman Abnur saat mengunjungi Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Batam Utara, Sabtu (31/1) malam menjelang pergantian tahun.

Kementerian yang dipimpinnya ingin membenahi pelayanan publik yang hingga saat ini masih rawan dengan pungli.”Ekonomi Indonesia mulai tumbuh dengan baik. Sehingga untuk membantu pertumbuhannya, tidak akan ada lagi pungli diluar pungutan resmi,” tambahnya.

Khusus untuk Batam, Kemenpan-RB memprioritaskan penyatuan Badan Penanaman Modal (BPM) Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) antara Pemerintah Kota (Pemko) dan Badan Pengusahaan (BP) Batam.

“Semua akan berada dalam satu atap dengan seragam yang sama. Masalah kewenangan perizinan, diurus di dapur masing-masing,” ungkapnya.

Asman ingin agar publik jangan dibuat sulit lagi karena dualisme ini.”Nanti penyatuan itu akan menjadi model dan merekatkan BP dan Pemko Batam,” jelasnya.

Kemenpan-RB juga saat ini tengah menyusun Peraturan Pemerintah (PP) mengenai wilayah kewenangan dan wilayah kerja antara BP dan Pemko Batam. Dan ditargetkan tahun 2017 ini sudah selesai.

Selain kedua instansi pemerintah tersebut, layanan Samsat dan BPN akan benar-benar online pada tahun ini.

“Layanan Samsat akan pakai drivethrue begitu juga dengna BPN. Sehingga masyarakat lebih mudah dalam mengurus perizinan,”jelasnya.

Dalam kunjungannya ke KPP Pratama Batam Utara, Asman hanya ingin memberikan dukungan mengingat karyawan kantor pajak tersebut masih harus bekerja sampai tengah malam untuk mengurus Tax Amnesty (TA).

“Kantor pajak juga merupakan ujung tombak negara soal pendapatan. Loyalitas mereka harus diberikan apresiasi,” jelasnya sambil menikmati Kebab Turki bersama dengan karyawan kantor pajak.

Asman juga mengungkapkan TA di Indonesia sukses dan hampir mencapai target.(leo)

DJ Bukan Sembarang DJ, Ini DJ Bisa Diorder Lepas Busana

0
ilustrasi

Juliet, DJ cantik ini mengatakan, sejak lama dirinya mencari uang dari kehidupan malam di Jakarta.

Sebelum menjadi topless DJ, dia adalah seorang LC dan stripper di sejumlah kelab di ibu kota. Kemudian, dia bertemu dengan Michael, lalu ditawari untuk diajari menjadi DJ.

“Jadi DJ memang butuh diajari. Kalau masalah topless-nya, nggak usah diajari. Sudah pinter,” seloroh perempuan yang mengaku sebagai single mother itu.

Dia menuturkan, statusnya sebagai ibu satu anak tanpa memiliki suami juga mendorongnya mencari uang dengan gampang dalam jumlah banyak dan cepat. Sebenarnya, itu alasan klise sih dari cewek-cewek yang berkecimpung di dunia malam.

Setahun terakhir, dia menekuni profesi sebagai topless DJ dan mengaku betah. Kemudian, dia pun meninggalkan pekerjaan sebagai LC dan stripper.

Selain memanfaatkan uang untuk membiayai anaknya, dia harus mengalokasikan duitnya untuk perawatan kecantikan dan membeli properti. Misalnya, kostum-kostum unik yang dikenakan saat beraksi.

“Ada macam-macam kostum. Ada superhero, suster seksi, hingga seragam sekolah,” jelas perempuan 27 tahun itu.

Pengeluarannya besar. Pemasukannya juga besar. Dia tidak menyebut secara perinci, tetapi bisa dikalkulasi. Juliet mengakui, dirinya punya sekali jadwal untuk manggung. Dalam sebulan, minimal ada sekali undangan untuk tampil di private party.

Dengan fee Rp 6 juta sekali tampil, dalam sebulan, paling tidak dia tampil lima kali. Jadi, dalam sebulan, dia minimal mengantongi Rp 30 juta. Dengan dipotong fee 10 persen untuk agensi, dia masih bisa dapat Rp 27 juta.

Besarnya duit yang diterima berbanding terbalik dengan musikalitas dangkal. Tidak mengherankan, topless DJ pun dibanjiri cemoohan dari kolega sesama DJ.

Salah satunya, Tenashar, DJ seksi asal Singapura, yang pernah dinobatkan sebagai DJ terbaik nomor 87 di dunia oleh DJ Mag itu merasa topless DJ bisa memperburuk citra DJ perempuan. Menurut dia, sebagai DJ, yang paling penting tetap kemampuan bermusik. Kecantikan dan seksi itu hanya bonus.

“Ya, memang banyak yang bilang saya suka tampil seksi. Tapi, saya nggak mau tampil topless,” tegasnya. “Dikasih uang sedunia pun saya tolak,” tambahnya.

Di sisi lain, pendapat berbeda keluar dari DJ T-Sha. Mantan personel girlband 7icons tersebut menuturkan, itu adalah pilihan masing-masing. Sebab, setiap DJ punya konsep dan pasar berbeda-beda.

“Mereka begitu, saya begini. Semua adalah pilihan masing-masing,” ucap perempuan bernama asli Savitri Listya Widyanti Shaimoery tersebut.

(Tim Jawa Pos/co4/nar/pojoksatu)

Brerr…. Nikmati Sensasi Segar Air Terjun Batu Ampar

0

batampos.co.id – Manfaatkan libur akhir tahun, warga Dabo meramaikan sejumlah kawasan wisata alam yang ada di Kabupaten Lingga antaranya, air terjun Batu Ampar, pemandian air panas, pantai Batu Berdaun dan pantai Indah Sergang.

Bahkan liburan kali ini, warga luar Lingga turut berkunjung menikmati keindahan alam nan asri tersebut.

Salah satu warga Jambi asal Kabupaten Lingga, Bahari, yang telah 30 tahun merantau akhirnya kembali pada tahun ini memboyong seluruh sanak keluarganya untuk menikmati keindahan alam tanah kelahirannya.

“Sudah 30 tahun saya tidak kembali. Sudah banyak perubahan, nampak kawasan wisata lebih diperhatikan,” ujar Bahari ketika ditemui saat di lokasi pemandian air panas, Minggu (1/1) pagi.

Menurut Bahari, Pulau Singkep menyimpan segudang keindahan alam yang dapat bersaing dengan kawasan wisata lainnya di luar Tanah Bunda Melayu ini. Namun Bahari menyarankan agar pemerintah lebih perhatian terhadap lokasi wisata dengan menambah sentuhan unik dan beda sebagai penarik bagi pengunjung dari luar daerah.

Selain itu, Bahari juga memberikan masukan kepada Pemkab Lingga agar lebih membuka akses transportasi menuju ke Kabupaten Lingga agar pengunjung dengan mudah datang. Namun Bahari mengaku telah ada kemajuan terhadap sejumlah kawasan wisata yang ada saat ini.

Selain Bahari, Gusti, warga Sungai Lumpur ini sangat tertarik dengan keindahan alam dan sejuknya air terjun Batu Ampar.

Bersama keluarga, Gusti mengaku sering mengunjungi kawasan tersebut untuk menghabiskan waktu liburan.

“Airnya juga segar, langsung dari pegunungan. Saya suka mandi dan main sama keluarga di sini,” ujar Gusti.

Menurut Gusti, tanah kelahirannya ini memberikan kenikmatan yang baik bagi masyarakat Kabupaten Lingga. Keindahan alam Singkep juga menurut Gusti tidak ada di manapun di luar Kabupaten Lingga.

“Kan lebih baik liburan sambil mengenal alam dari pada ke mal atau perkotaan,” kata Gusti. (wsa)