Willian, Cesc Fabregas dan Diego Costa merayakan gol dan assist mereka kalah membekuk Stoke City di laga ke-19 Liga Inggris, Sabtu (31/12/2016). Foto: @premierleague/twitter
batampos.co.id – Chelsea kembali menunjukkan dominasinya di Premier League alias Liga Inggris. Anak asuh Antonio Conte itu mampu menang 4-2 kala menjamu Stoke City, Sabtu (31/12/2016) malam WIB.
Kemenangan ini makin mengokohkan posisi Chelsea sebagai pemuncak klasemen sementara Liga Inggris dengan 49 poin dari 19 laga.
Tak hanya itu, kemenangan ini membuat The Blues – julukan Chelsea, berhasil menyamai rekor 13 kemenangan beruntun di pentas Premier League dalam satu musim kompetisi milik Arsenal.
Arsenal sendiri menorehkan rekor tersebut pada 2001-2002 dan kini mampu disamai oleh Chelsea pada 2016-2017.
Menariknya, 13 kemenangan beruntun Chelsea pada musim ini dilakukan usai kalah 0-3 di kandang Arsenal. Kekalahan tersebut menjadi pemicu The Blues untuk bangkit dan meraih rekor gemilang.
Menjamu Stoke, The Blues unggul lebih dahulu lewat sundulan Gary Cahill usai menerima umpan dari Cesc Fabregas pada menit 34.
Stoke mampu menyamakan kedudukan pada menit ke-46 lewat eks defender FC Porto, Bruno Martins Indi.
Pada babak kedua, Willian membawa Chelsea unggul 2-1 setelah memanfaatkan assist dari Eden Hazard. Namun, Peter Crouch berhasil membawa Stoke kembali menyamakan skor menjadi 2-2 pada menit 64.
Hanya saja, selang satu menit, Willian membawa Chelsea kembali unggul pada menit 65. Dia memanfaatkan assist dari Fabregas.
Berkat dua assists pada laga ini, playmaker asal Spanyol itu menjadi pemain ke-4 yang bisa mencetak 100 assist atau lebih di Premier League. Dia berada di bawah Ryan Giggs (162), Frank Lampard (102), dan Wayne Rooney (101).
Lima menit jelang bubaran, Diego Costa memastikan kemenangan Chelsea menjadi 4-2.
Dengan pencapaian fenomenal ini, Chelsea memastikan diri sebagai juara paruh musim. Manajer Antonio Conte membuktikan diri layak menukangi The Blues meski ini merupakan musim pertamanya berkiprah di Premier League. (epr/JPG)
batampos.co.id – Kehadiran Master Limbad menjadi daya tarik tersendiri bagi warga Lombok Tengah yang merayakan pergantian tahun di Lapangan Bundar Praya, Sabtu (31/12/2016).
Ya, Limbad melakukan aksi menegangkan dengan gantung diri 17 jam dan bakar diri. Setelah itu, ia akan menarik tronton.
Namun, apa daya, sang Master ternyata manusia biasa yang punya kelemahan. Ia pingsan usai melakukan aksi gantung diri 17 jam. Karenanya, pesulap yang selalu tampil bisu di TV itu batal melakukan atraksi kedua, yakni menarik tronton.
Limbad akhirnya hanya melakukan aksi bakar diri pada saat pergantian tahun 2017 selama dua jam.
Bupati Lombok Tengah, Moh Suhaili membenarkan Limbad batal melakukan atraksi tarik tronton karena kesehatannya menurun usai gantung diri di lapangan.
Suhaili mengatakan, seharusnya Limbad melakukan atraksi tarik tronton usai gantung diri, tetapi pihak dokter dan Managemen Limbad menyarankan agar atrkasi itu tidak dilalukan.
Sebab tekanan darah Limbad sempat turun.
https://www.youtube.com/watch?v=WsiFgiZMdqA
“Limbad berjanji akan tetap hibur masyarakat. Jadi aksi bakar diri dan juga makan cabai sebanyak dua kilogram tetap dilakukan,” imbuhnya.
Namun, kabar Limbad pingsan usai atraksi gantung diri di Lombok Tengah menjadi perbincangan di media sosial.
Akun gosip artis mengabarkan, Limbad pingsan usai atraksi gantung diri. Akun itu juga mengunggah foto Limbad sedang terbaring dan menjalani perawatan medis.(one/ps)
Bupati Klaten Sri Hartini (berompi oranye) saat digiring ke mobil tahanan KPK, Sabtu (31/12) malam. Foto: Ricardo/JPNN.Com
batampos.co.id – Terbiasa tertib administrasi ternyata sangat membantu kerja Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengusut siapa saja yang terlibat suap lelang jabatan di Pemda Klaten. Sang Bupati, Sri Hartini ternyata mencatat dengan rapi setiap uang yang diduga hasil dagang jabatan.
Dari catatan itu pula diketahui bahwa kepala daerah kader PDI Perjuangan tersebut tidak hanya menerima dari satu pemberi suap.
“Ada bukti catatan keuangan dari mana pemberian itu berasal,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Sabtu (31/12/2016).
Bukti catatan itu sudah disita penyidik KPK saat menangkap Sri di rumah dinas bupati Klaten, Jumat (30/12/2016).
Selain pemberi, KPK juga menduga kemungkinan ada penerima lain selain Sri. Sebab, melihat konstruksi pasal yang dijeratkan, terbuka kemungkinan ada pihak-pihak lain yang menerima.
Karenanya Wakil Ketua KPK Laode M Syarif menegaskan, pihaknya saat ini masih memerlukan keterangan pihak-pihak lain. “Jadi, penyidik masih membutuhkan keterangan dari pihak lain untuk mengetahui jaringan bekerja,” katanya/
Seperti diketahui, Sri dan anak buahnya Suramlan, Sabtu (31/12/2016) ditetapkan sebagai tersangka suap terkait mutasi dan promosi jabatan. Keduanya terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK, Jumat (30/12).
Sri sebagai penerima suap disangka melanggar pasal 12 ayat 1 huruf a atau b atau pasal 11 Undang-undang Pemberantasan Korupsi juncto pasal 55 ayat 1 kesatu KUHP juncto pasal 65 ayat 1 KUHP. Sedangkan Suramlan yang juga salah satu kepala seksi di Dinas Pendidikan Klaten disangka sebagai pemberi disangka melanggar pasal 5 ayat 1 huruf a dan b atau pasal 13 UU Tipikor.
Sri dijebloskan ke Rutan Klas I Jakarta Timur cabang KPK. Sedangkan Suramlan ditahan di Rutan Klas I Jaktim cabang KPK di Pomdam Jaya, Guntur, Jakarta Selatan.(boy/jpnn)
Penyidik KPK menunjukkan uang tunai dalam kardus saat diamankan petugas KPK sebagai bukti dugaan korupsi Bupati Klaten Sri Hartini. Foto: Miftahul Hayat/Jawa Pos
batampos.co.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membeberkan barang bukti yang mereka dapat saat operasi tangkap tangan (OTT) Bupati Klaten, Jateng, Sri Hartini. Antara lain, uang dua kardus yang diduga hasil lelang jabatan.
Sang bupati kini ditahan KPK. Kasusnya makin menguatkan kecenderungan perilaku koruptif politik dinasti. Sri ibarat mewarisi takhta suaminya, Haryanto Wibowo, yang menjadi bupati Klaten periode 2000–2005.
Sebelumnya, Sri menjadi wakil bupati, mendampingi Bupati Sunarna yang menjabat untuk periode kedua pada 2010–2015.
Saat ini istri Sunarna, Sri Mulyani, menjadi wakil Sri Hartini sampai 2021. Praktis, dalam kurun 2000–2021, Klaten silih berganti di bawah kendali pasutri Haryanto Wibowo-Sri Hartini dan Sunarna-Sri Mulyani.
’’Kondisi seperti ini biasanya sangat rentan terhadap praktik-praktik korupsi,’’ ujar Wakil Ketua KPK Laode di Jakarta, Sabtu (31/12/2016).
Haryanto pernah ditetapkan sebagai tersangka korupsi oleh Polwil Surakarta pada 2005. Dia terbelit kasus pengadaan buku paket tahun pelajaran 2003–2004 senilai Rp 4,7 miliar dan uang perjalanan dinas ke luar negeri.
Sementara itu, Sri ditetapkan sebagai tersangka penerima suap dalam kasus promosi dan mutasi jabatan. Penyuapnya adalah Kepala Seksi SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Klaten Suramlan.
’’Ini kasus yang signifikan bagi KPK. Kasus pertama yang berkaitan dengan dagang jabatan,’’ kata Laode.
Enam orang lain yang dibawa ke kantor KPK pada Jumat malam (30/12/2016) masih berstatus saksi. Yakni, tiga PNS (Nina Puspitarini, Bambang Teguh, dan Slamet), seorang pegawai honorer (Panca Wardhana), serta dua swasta (Sukarno dan Sunarso).
Tersangka sangat mungkin bertambah. KPK sudah mengantongi barang bukti berupa buku catatan berisi daftar penyetor uang suap yang mereka sebut sebagai uang syukuran itu.
’’Buku penerimaan uang dari tangan NP (Nina Puspitarini),’’ ujar Laode. Yang menerima lebih dari 20 orang.
Penyuap memberikan uang sesuai dengan eselon atau jabatan yang dikehendaki. Angkanya mulai ratusan juta hingga puluhan juta untuk satu jabatan.
Barang bukti uang yang disita adalah Rp 2 miliar, USD 5.700, dan SGD 2.035. ’’Kalau eselonnya tinggi bisa Rp 100 juta. Kalau eselon bawah bisa puluhan, tidak selalu Rp 50 juta,’’ ungkap Laode.
Juru Bicara KPK Febri Diansyah menuturkan, ada orang lain yang diduga menerima dan terlibat uang suap.
’’Misalnya, A menerima melalui B atau C. Kemungkinan tersangka bertambah tergantung di proses penyidikan,’’ ujar dia.
Penangkapan Sri itu menjadi catatan penutup tahun KPK. Dalam kurun 2016, komisi antirasuah telah melakukan 17 kali operasi tangkap tangan (OTT).
Empat orang di antaranya kepala daerah. Yakni, Bupati Subang Ojang Sohandi pada April, Bupati Banyuasin Yan Anton Ferdian (September), Wali Kota Cimahi Atty Suharti (Desember), dan Bupati Klaten Sri Hartini.
Wali Kota Atty dan Bupati Sri termasuk kategori politik dinasti. Suami Atty, Itoc Tocija, adalah mantan wali kota. Dia juga ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK.
Peneliti Divisi Korupsi Politik ICW Donald Fariz menuturkan, politik dinasti memang cenderung koruptif.
Sebab, untuk melanggengkan kuasa, diperlukan biaya yang besar guna merawat jaringan yang telah terbentuk.
Misalnya, organisasi masyarakat, keluarga, hingga partai politik. ’’Simpul-simpul itu butuh biaya besar untuk maintenance,’’ katanya.
Calon kepala daerah dari politik dinasti bisa saja sudah tenar karena keluarganya menjabat. Tapi, sistem politik di Indonesia masih pragmatis.
Belum secara substansi mengandalkan kapabilitas calon. ’’Secara prosedur, politik memang jalan. Tapi, substansinya tidak,’’ ujar Donald. (jun/c19/ca/jpnn)
Kapolda Kepri Irjen Sam Budigusdian. Foto: Cecep Mulyana/Batampos
batampos.co.id – Sebanyak 372 anggota polisi dari Polda Kepri naik pangkat.Upacara kenaikan pangkat itu dipimpin langsung oleh Kapolda Kepri Irjen Pol Sam Budigusdian, Jumat (30/12/2016) pukul 16.00 WIB.
Dari 372 orang itu, 26 di antaranya perwira menangah, 24 perwira pertama, dan 234 bintara.
“Jadilah polisi yang berbakti pada bangsa dan negara,” kata Irjen Pol Sam Budigusdian.
Ia meminta kepada perwira yang naik pangkat, untuk terus belajar. Sam mengatakan kepada perwira yang lebih senior di Polda Kepri, agar bisa terus mendidik, melatih, membimbing, memberikan pengalaman dan meningkatkan kemampuan para perwira yang baru.
“Agar mereka cakap dan berhasil dalam mengembang tugas-tugas yang diberikan,” tuturnya.
Sam menyebutkan kenaikan pangkat ini ada konsekuensi besar yang menanti. Karena semakin tinggi pangkat seseorang,semakin besar dan berat pula tanggung jawab yang yang harus dipikulnya.
Tanda pangkat yang disandang merupakan simbol kualitas kemampuan, yang menuntut adanya sikap mental, tingkah laku dan perubahan pola pikir.
Saat ini perkembangan situasi Kamtibmas di wilayah Polda Kepulauan Riau, khususnya terkait dengan pelaksanaan Operasi Lilin Seligi 2016 dirasakan cukup kondusif. Penciptaan situasi tersebut tentunya tidak lepas dari upaya-upaya yang telah dilakukan pihak kepolisian.
“Ke depan tetap lakukan kegiatan yang bersifat pre-emtive, preventif, dan represif,” ungkapnya.
Dengan hasil yang ada saat ini, Sam menyebutkan jangan lekas berpuas diri. Sebab masih ada tantangan tugas akan semakin berat dan kompleks.
“Tahanlah terhadap godaan dalam perjalanan karier, dan senantiasa dekatlah dengan Tuhan,” ujannya.
Beberapa perwira menangah yang mengalami kenaikan pangkat yakni Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Erlangg sebelumnya berpangkat Ajun Komisaris Besar Polisi. Kabid Propam Kombes Pol Naek Pamen Simanjuntak yang sebelumnya juga berpangkat AKBP. Lalu Kabidkum Polda Kepri Kombes Pol Toto Wibowo yang sebelumnya berpangkat AKBP. (ska)
Kepala Dinas Perhubungan Kota Batam, Yusfa Hendri. Foto: Iman Wachyudi/ batampos.co.id
batampos.co.id – Setelah dilantik menjadi Kepala Dinas Perhubungan Kota Batam, Jumat (30/12/2016) lalu, Yusfa Hendri langsung menyiapkan sejumlah trobosan. Salah satunya, pendaftaran uji KIR kendaraan akan menggunakan sistem online.
Menurutnya, dengan sistem online masyarakat tak akan antre lama, pemilik kendaraan hanya akan mendaftar secara online, setelahnya mereka bisa beraktivitas seperti biasa hingga ada informasi dari Dishub tentang waktu uji kir.
“Mereka cukup datang sesuai dengan waktu uji kir. Ini efisien, masyarakat tak seharusnya seharian di Dishub untuk menunggu,” kata Yusfa, Sabtu (31/12/2016) siang.
Dengan pemberlakuan sistem online ini, lanjut dia, dipastikan akan meminimalisir face to face antara petugas dan pemilik kendaraan, sehingga akan memperkecil kemungkinan ada pungutan liar.
“Hasilnya (uji kir) pun nanti. Dengan ini (sistem online) nggak ada kongkalikong dengan petugas yang ingin bermain,” ucapnya.
Sistem online juga bakal meningkatkan transparansi layanan karena bisa diakses masyarakat. Dengan demikian, jika ada kendaraan tak lolos uji akan diketahui kelayakan kendaraan.
“Tidak layak memalui KIR itu, kalau ada yang kurang kita suruh perbaiki dulu, sampai dinyatakan lulus,” katanya.
Selain itu, pihaknya juga akan menyegerakan akan memasang atribut jalan menyusul ada beberapa jalan yang sudah diperlebar sebelumnya.
“Seperti Rambu, Marka dan lain-lain. ini harus jadi perhartian kita ke depan, agar takl macet,” ucapnya.
Dia mengaku pemasangan rambu memang tak berpengaruh jika tidak diikuti dengan kesadaran masyarakat. Apalagi sesuai dengan undang-undang angkutan jalan, pihaknya tak punya hak menindak jika tak bersama kepolisian.
Untuk itu, selain upaya penyadaran dilakukan Dishub, dia meminta masyarakat terutama pengendara baik angkutan umum maupun pribadi juga tingkatkan kesadaran.
“Memang tak mudah dilakukan, makanya perlu dukungan semua pihak. Apalagi Batam ini kota modern, gerbangnya Indonesia karena dekat dengan Singapura juga Malaysia, kalau semrawut kan malu kita semua,” paparnya.
Dia mengungkapkan salah satu upaya penataan adalah yang harus diatur ke depan yakni membagi wilayah operasi angkutan umum, ada angkutan yang beroperasi di jalan utama juga ada yang hanya menjadi feeder.
“Menumpuk di jalan umum akan sebabkan macet, ini yang jadi PR Batam ke depan, tak hanya PR Dishub,” pungkasnya. (cr13)
Wisatawan dan warga Batam berfoto dengan latar belakang Jembatan Barelang saat menikmati liburan. Foto: Cecep Mulyana/ Batam Pos
batampos.co.id – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Batam menetapkan tauhn 2017 Batam menjadi tahun Pariwisata. Pihaknya telah menyampaikan rancangan program strategis pariwisata Batam kepada Pemerintah Kota Batam, BP Batam, Dinas Pariwisata Kepri, Kementerian Pariwisata, Badam Promosi Pariwisata Indonesia (BPPI) dan seluruh asosiasi dunia usaha di Batam.
“Sektor pariwisata merupakan sektor unggulan di Batam, setelah industri manufaktur, galangan kapal atau shipyard dan offshore, perdagangan dan jasa IT,” ujar Ketua Kadin Batam, Jadi Rajagukguk, Sabtu (31/12/2016).
Menurut Jadi, pemerintah daerah harus fokus dalam pengembangan sektor pariwisata yg selama ini belum dikembangkan dengan maksimal.
“Kita semua harus berbenah diri, mulai dari pengusaha khususnua yang bergerak sektor pariwisata. Selain pengembangan dan pembangunan sarana dan prasarana, juga pengembangan tempat-tempat rekreasi menjadi destinasi objek wisata,” ungkapnya.
Salah satu pilihan menarik adalah pengembangan Wisata olahraga harus dikembangkan. Batam memiliki gelangang olahraga Temenggung Abdul Jamal yang merupakan aset BP Batam. Stadion tersebut bisa menjadi venue untuk acara-acara olahraga baik tingkat nasional maupun internasional.
“Bisa buat kompetisi bola antar klub, basket dan buluh tangkis antar negara Asia Tenggara termasuk event-event golf, balap sepeda diadakan di Batam,” katanya lagi.
Selain itu ditambah munculnya fasilitas hotel baru seperti Best Western Primier di Panbil menambah fasilitis penunjang kegiatan pariwisata berbasis MICE (meeting, incentive, converence and exhibition).
“Batam merukan salah satu dari enam belas kota MICE unggulan di Indonesia,” tambahnya.
Kadin Batam dalam waktu dekat akan mengumpulkan semua asosiasi pengusaha pariwisata dalam rapat koordinasi untuk pembentukan Badam Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Kota Batam sesuai dengan UU No10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan yang kemudian akan diusulkan ke Pemerintah Kota Batam dan BP Batam.
Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) ini bertugas membantu pemerintah untuk melakukan promosi dan menarik wisatawan asing dan nusantara ke Batam.
“Kita minta juga kepada BP Batam agar core business nya bisa beralih kepada sektor pariwisata, investor yang masuk ke Batam diusahakan di sektor pariwisata,” tutupnya.
Senada dengan Jadi, Pemerintah Kota (Pemko) Batam melalui Kepala Bagian (Kabag) Humas, Ardiwinata mengungkapkan tahun 2017 menjadi momentum yang tepat untuk menggalakkan dunia pariwisata di Batam.
“Pada 2016, jumlah wisatawan yang berkunjung ke Batam mencapai 1,6 juta jiwa dan itu melebihi ekspektasi. Sehingga pada tahun 2017, Pemko Batam akan berupaya untuk bersinergi dengan stakeholder lainnya bangun pariwisata Batam” tambanhnya.
Menurut Ardi, keberhasilan Batam tersebut tidak lepas dari peran event-event yang digelar pada akhir tahun.”Banyak yang melakukan pemesanan baik hotel maupun resort untuk menghabiskan malam natal dan tahun baru di Batam. (leo)
Bambang Tri Mulyono, penulis buku Jokowi Undercover. Foto: facebook
batampos.co.id – Nama Bambang Tri Mulyono menjadi pembicaraan hangat beberapa hari terakhir. Namanya tiba-tiba mencuat ke permukaan setelah menerbitkan buku Jokowi Undercover. Banyak sisi negatif presiden ketujuh Indonesia itu diungkap di buku itu.
Tak hanya menulis buku, Bambang Tri juga aktif menyuarakan isi bukunya tersebut di media sosial. Terutama Facebook. Status-status yang ditulisnya terbilang berani dan menantang.
Status-statusnya tidak hanya ditujukan kepada Joko Widodo (Jokowi), tapi juga instansi lain seperti Polri. Bambang Tri juga menegaskan siap menghadapi segala risiko. Termasuk dipenjara dan diseret ke meja hijau.
Dalam sebuah video yang diunggah 23 Desember 2016, Bambang Tri menyebut langkahnya itu sebagai aksi bela negara.
”Saya tidak rela lembaga kepresidenan dilecehkan seseorang yang memalsukan daftar riwayat hidupnya,” kata Bambang Tri dalam video berdurasi 1 menit 29 detik tersebut.
Siapa sebenarnya Bambang Tri? Pekan lalu Jawa Pos (grup batampos.co.id) sempat mendatangi tempat tinggalnya di Dusun Jambangan, Desa Sukorejo, Kecamatan Tunjungan, Blora, Jawa Tengah. Dua kali ke sana. Sayang, Bambang Tri tidak ada di kediamannya. Para tetangga menyebutnya sedang ke luar kota.
”Orangnya ke Purwokerto. Liburan ke kampung istrinya,” ujar salah seorang tetangganya. ”Mungkin orangnya mau memanfaatkan liburan sekolah ini. Sebab, perginya bersama istri dan dua anaknya,” tambah tetangga Bambang Tri lainnya.
Jawa Pos sempat berusaha mengontaknya. Tapi, telepon dan pesan singkat yang dikirim ke nomor handphone tidak berbalas. Radar Bojonegoro (Jawa Pos Group) melakukan hal serupa. Hasilnya sama, tidak direspons.
Nomor handphone itu didapat dari statusnya di Facebook. Bambang Tri memang sempat mengunggah nomor teleponnya ke media sosial. Alasannya, sebagai bentuk jaga-jaga kalau ada apa-apa dengan dirinya.
Saat Jawa Pos bertandang ke tempat tinggalnya, didapatkan fakta bahwa Bambang Tri ternyata berasal dari keluarga cukup terpandang. Dia merupakan adik Bambang Sadono, anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dan ketua Badan Pengkajian MPR.
Bambang Sadono juga tercatat sebagai mantan wakil ketua DPRD Jawa Tengah dan politikus Partai Golkar. ”Bambang Sadono kan tinggal di Jakarta. Jadi, rumah yang ini ditempati Bambang Tri,” terang seorang tetangga Bambang Tri.
Bangunan tempat tinggal Bambang Sadono yang dihuni Bambang Tri itu berdiri di atas tanah yang cukup luas. Di bagian depan ada pendapa. Sedangkan tempat tinggalnya berada di belakang pendapa. Lokasinya memanjang. Dari timur ke barat.
”Di pendapa ini sering diadakan pertemuan. Juga pengajian,” ungkap lelaki yang mengantar Jawa Pos ke tempat tinggal Bambang Tri.
Pernyataan itu dibenarkan para tetangga. Di bagian depan rumah tertera papan nama sebuah organisasi keagamaan. ”Hampir semua orang Blora kenal rumah Pak DPR (Bambang Sadono, Red) ini,” ucapnya.
Meski mengenal Bambang Sadono sebagai anggota dewan, para tetangga tidak terlalu tahu aktivitas Bambang Tri. Mereka hanya mengetahui bahwa di rumah tersebut sering diadakan pertemuan.
”Yang kami tahu kegiatannya itu mencari berita,” ujar para tetangga.
Mereka pun tak pernah tahu Bambang Tri menerbitkan buku. Termasuk buku Jokowi Undercover. Bisa dimaklumi. Sebab, tempat tinggal Bambang Tri tergolong pedesaan. Orang-orang lebih banyak beraktivitas di sawah dan ladang.
Identitas Bambang Tri sedikit terang ketika Jawa Pos menyambangi Perpustakaan PATABA. Perpustakaan itu berdiri di rumah masa kecil sastrawan Pramoedya Ananta Toer yang dikelola Soesilo Toer, yang letaknya memang tidak terlalu jauh dari rumah Bambang Tri. Soesilo menyebut Bambang Tri sebagai sufirizik. Apa itu? ”Ngakunya sufi, tapi masih suka mencari rezeki,” kelakar adik kandung Pramoedya tersebut.
Soesilo mengungkapkan, beberapa waktu lalu Bambang Tri sempat mampir ke PATABA. Kepada Soesilo, Bambang Tri menyampaikan sebuah permintaan. ”Dia meminta saya menjadi saksi meringankan kalau disidang,” ujarnya.
Pria 79 tahun itu sempat tersinggung. Sebab, dia tidak mengerti apa yang dikerjakan Bambang Tri, tahu-tahu diminta menjadi saksi. Saat disinggung soal buku Jokowi Undercover, Soesilo juga tidak mengerti sama sekali. Selain belum pernah membacanya, tahu sampul bukunya saja tidak. Soesilo menduga Bambang Tri memiliki afiliasi politik yang berbeda dengan Jokowi.
Dugaan tersebut didasarkan pada arah pembicaraan Bambang Tri saat bertamu ke PATABA. Soesilo tidak memungkiri bahwa Bambang Tri beberapa kali datang ke PATABA. Bahkan, dia pernah datang dengan anaknya.
”Bukunya itu hanya cari sensasi. Saya juga sempat bilang ke dia, kalau dia minta saya jadi saksi, artinya dia itu punya salah. Kalau tidak salah, ngapain harus membawa saksi,” ujar Soesilo.
Salah satu status Bambang Tri di Facebooknya.
Kepolisian Blora sudah cukup lama mengamati Bambang Tri. Polisi mengidentifikasi dia sebagai pria yang vokal. Karena itu, polisi tidak terlalu heran begitu mendapat kabar bahwa Bambang Tri membuat buku cukup berani.
”Yang bersangkutan kini sudah diamankan Bareskrim Mabes Polri. Dia dijemput dari rumahnya kemarin (Jumat, 30/12, Red),” kata Kapolres Blora AKBP Surisman.
Sebelum dibawa ke Jakarta, Bambang Tri disebut menjalani pemeriksaan di Mapolsek Tunjungan, Blora.
”Setelah itu langsung dibawa ke Jakarta oleh tim Bareskrim. Penanganan kasusnya memang dilakukan langsung oleh Bareskrim,” terang alumnus Akpol 1997 itu.
Bambang Sadono, kakak Bambang Tri mengaku tidak tahu apa motif adiknya menulis buku Jokowi Undercover. Apalagi dia juga belum membaca buku tersebut. Tapi, pekerjaan Bambang Tri memang penulis buku.
”Dia itu penulis buku. Saya pernah lihat bukunya yang lain,” ujarnya. (MIFTAHUL FAHAMSYAH/JPG)
batampos.co.id – Minggu (1/1/2017) sekira pukul 01:15 dini hari waktu Istambul, Turki, pria bersenjata menembak mati seorang polisi yang berjaga di gerbang klub malam Reina.
Demikian keterangan Gubernur Istanbul, Vasip Sahin, seperti dilansir CNN.com
“Pria itu masuk ke klub lalu menembaki orang tak berdosa yang tenagh merayakan pergantian tahun,” imbuh Sahin. “Dia benar-benar berdarah dingin.”
Menteri Dalam Negeri Turki, Suleyman Soylu mengatakan total korban tewas sudah mencapai 39 orang. Sebanyak 16 orang di antaranya warga asing. Sejauh ini, 21 orang berhasil diketahui identitasnya. 69 korban selamat saat ini sedang dirawat di rumah sakit.
Peristiwa teror itu dimulai ketika dua orang melepaskan tembakan secara membabi buta ke arah orang-orang yang sedang merayakan malam pergantian tahun di klub malam Reina di Istanbul, Turki, pada Minggu dini hari, 1 Januari 2017.
Pelaku yang berpakaian Sinterklas masuk ke dalam klub yang berada di Distrik Ortakoy di Istanbul dan menembak secara acak kepada pengunjung yang berjumlah sekitar 500-600 tersebut.
Stasiun televisi CNN Turki melaporkan bahwa saat kejadian pukul 01:15 waktu setempat beberapa orang menceburkan diri ke Selat Bosphorus untuk menyelamatkan diri dan kemudian diselamatkan oleh polisi. Hingga saat ini polisi masih terus berupaya menangkap pelaku yang berhasil melarikan diri.
Reina adalah salah satu klub malam terkenal Istanbul yang populer di kalangan warga lokal mau pun turis.
Kementerian Luar Negeri Indonesia menyakinkan tidak ada WNI yang menjadi korban dalam aksi teror tersebut. (cnn/rapler)
Bambang Tri Mulyono, penulis buku Jokowi Undercover. Foto: facebook
batampos.co.id – Bambang Tri Mulyono, penulis buku Jokowi Undercover ditangkap Bareskrim Mabes Polri, Jumat (30/12/2016) lalu dan kini telah diterbangkan ke Jakarta untuk proses lebih lanjut.
Sebelumnya Bambang Tri sempat dilaporkan atas pencemaran nama baik oleh Michael Bimo karena di dalam bukunya Bambang Tri menyebut Presiden Joko Widodo bersama dengan Michael Bimo sama-sama bergaris keturunan Partai Komunis Indonesia.
Lina Novita selaku kuasa hukum dari Michael Bimo membenarkan penangkapan ini.
“Iya sudah ditangkap, dan dibawa ke Jakarta menggunakan pesawat,” kata dia saat dikonfirmasi JawaPos.com (grup batampos.co.id), Sabtu (31/12/2016).
Menurut dia, Bambang Tri telah menjalani pemeriksaan oleh polisi sejak Kamis (29/12/2016) siang, Bambang dibawa ke Polsek Tunjungan. Pemeriksaan ketika itu berlangsung hingga malam hari.
Lalu di hari Jumat (30/12/2016), BambangTri yang juga mantan jurnalis ini kembali diperiksa oleh polisi. “Siang itu juga tim Bareskrim membawa dia ke Polda Jawa Tengah, lalu malamnya terbang ke Jakarta,” terangnya.
Dia berharap dengan tertangkapnya Bambang Tri ini bisa mempercepat proses hukum dan Bambang segera diadili.
Selain itu, hal ini kata dia bisa menjadi pembelajaran bagi orang lain agar tidak bisa sembarangan dalam menulis buku.
Sementara itu, Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Agus Andrianto saat dikonformasi membenarkan penangkapan itu. “Benar Bambang Tri sudah dibawa tadi malam (Jumat, 30/12),” kata Agus.
Lina mengatakan, buku Jokowi Undercover itu tebalnya sekitar 400 lembar. Isinya kebanyakan mengupas kehidupan Jokowi. Nah, di salah satu bagian buku itu, ibu Jokowi dikaitkan dengan komunis. Dan dikaitkan juga seibu dengan Michael. Sehingga ibu Jokowi dan ibu Michael adalah sama-sama komunis.
“Dikaitkan dengan komunis, PKI, faktanya, orangtua Michael ini seorang pegawai negeri sipil kemudian, kakeknya dimakamkan di makam pahlawan,” ucap Lina, Senin (26/12/2016).
Lalu kata dia, di bagian buku juga memuat gambar di mana ibu Michael dikaitkan dengan Jokowi dan Michael. “Gambar buku itu ada tulisan, ‘berdasarkan genetik hidung, ini mirip dengan PKI’, dan seolah data itu benar,” beber dia.
Sebelumnya, Lina Novita menerangkan adapun pasal yang disangkakan adalah Pasal 310 dan Pasal 311 tentang pencemaran nama baik. Laporan dilakukan pada 24 Desember 2016, dengan nomor laporan teregister: LP/1272/XII/2016, Bareskrim, 24 Desember 2016.
Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Rikwanto menerangkan, banyak alasan dari Polri menangkap Bambang Tri.
Meski diketahui, dia telah dilaporkan oleh Michael Bimo atas tuduhan pencemaran nama baik di salah satu bagian bukunya setebal 400 halaman itu.
“Pelaku tidak memiliki dokumen pendukung sama sekali terkait tuduhan pemalsuan data Bapak Jokowi saat pengajuan sebagai capres di KPU Pusat,” beber dia, Sabtu (31/12/2016).
Kemudian, tuduhan dan sangkaan yang dimuat di buku dan di media sosial adalah sangkaan pribadi dari pelaku.
Rikwanto juga menerangkan, analisa fotometrik yang diungkapkan pelaku tidak didasari keahlian apapun, namun hanya persepsi dan perkiraan pribadi dari tersangka.
“Motif tersangka sebagai penulis hanya didasarkan atas keinginan untuk membuat buku yang menarik perhatian masyarakat,” tambahnya.
Lebih lanjut mantan Kapolres Klaten ini menerangkan, pelaku telah menyebarkan kebencian pada keturunan PKI yang tidak tahu menahu tentang peristiwa G 30 S PKI Madiun 1948 dan 1965.
“Pelaku juga menyebarkan kebencian kepada masyarakat yang bekerja di dunia pers terkait statement BTM pada halaman 105 yang menyatakan bahwa Jkw-Jk adalah pemimpin yang muncul dari dan dengan keberhasilan media massa melakukan kebohongan kepada rakyat,” sambung dia.
Terakhir kata Rikwanto, pelaku menyebut bahwa Desa Giriroto, Boyolali adalah basis PKI terkuat di Indonesia. Padahal nyatanya, pada tahun 1966 PKI telah dibubarkan.
Kepada pelaku disangkakan Pasal 16 UU nomor 40 tahun 2008 tentang diskriminasi ras dan etnis dan Pasal 28 ayat 2 UU ITE.
Sebagai tindak lanjut, pelaku kini harus mendekam di jeruji besi Polda Metro Jaya. Lalu penyidik bakal meminta keterangan saksi ahli ITE, ahli bahasa, sejarah, sosiologi dan ahli pidana.
“Barang bukti yang kami amankan adalah komputer, telepon genggam tersangka, flashdisk, buku Jokowi Undercover, dokumen data Jokowi saat mendaftar di KPU Pusat dan pemeriksaan Labfor Bareskrim,” tukas dia.
Sementara itu, Bambang Tri sendiri belum meberikan keterangan terkait penangkapan dirinya. Dia hanya menjawab melalui akun facebooknya.
“Saya sehat walafiat berkat doa anda semua. Saya akan hadapi dan hormati Michael Bimo di pengadilan,” ucap dia. (elf/JPG)