Rabu, 29 April 2026
Beranda blog Halaman 13929

Korlantas Polri Luncurkan Sistem Tilang Elektronik

0
foto: fajar.co.id

batampos.co.id – Korps Lalu Lintas Kepolisian Republik Indonesia (Korlantas Polri) akan meluncurkan sistem tilang (bukti pelanggaran) elektronik secara serentak di seluruh Indonesia pada hari ini, 16 Desember 2016. Peluncuran tilang-e ini nantinya akan dilakukan melalui video converence di Polda Kepri.

Kasat Lantas Polresta Barelang Kompol Andar Sibarani mengatakan, hadirnya sistem tilang online ini akan menggantikan sistem tilang manual yang selama ini terlalu banyak proses dan memakan waktu yang lama hingga menunggu jadwal persidangan.

Adapun sistem kerja tilang-e ini nantinya, setiap petugas kepolisian yang memiliki ponsel berbasis android akan mendownload aplikasi tilang-e terlebih dahulu. Setelah itu, petugas nantinya dapat secara langsung mengisi data pelanggar lalu lintas melalui ponselnya.

“Sebagai contohnya, si kena A ditilang. Kemudian, petugas akan mengisi data-data pelanggar lalu lintas. Nanti besaran denda langsung muncul di dalam aplikasi itu,” ujarnya kemarin.

Lebih lanjut Andar menjelaskan, pelanggar lalu lintas yang kena tilang nantinya akan langsung melakukan pembayaran denda tilang secara langsung ke Bank, sesuai dengan jumlah nominal yang tertera di dalam aplikasi tilang tersebut.

“Barang bukti pelanggar nantinya akan kita sita, setelah itu kendaraan di bawa ke kantor. Kemudian dia bayar tilang di BRI, dan bukti pembayaran di bawa ke polres, baru kendaraan di kembalikan,” jelasnya. (cr1)

8 Jenazah Korban Skytruck Dipulangkan

0
Potongan tubuh korban Pesawat Skytruck milik Polri berhasil dievakuasi tim SAR gabungan setelah melakukan penyelaman di lokasi jatuhnya pesawat tersebut, Minggu (11/12/2016). Foto: istimewa/polri

batampos.co.id – 8 jenazah korban pesawat Skytruck M28 yang telah teridentifikasi dipulangkan Kamis (15/12).

Sementara 5 korban lainnya, hingga kini masih belum ditemukan. Namun, pencarian terhadap korban yang belum ditemukan, sudah dihentikan.

“Hingga Kamis (15/12), kami berhasil mengidentifikasi dua korban lagi yakni Kompol Anumerta  Budi Waluyo dan Brigadir Polisi Anumerta  Andi Junaedi,” kata Kapolda Kepri Brigjen Pol Sam Budigusdian.

Data pembanding untuk pengidentifikasian DNA, berdasarkan pada anak kandung korban.

Sementara itu lima bagian tubuh yang sebelumnya, tak diketahui siapa pemiliknya. Sam mengungkapkan lima bagian tubuh itu milik dari tiga orang yang sudah teridentifikasi sebelumnya.

“Kami mengira itu milik korban lainnya, ternyata milik korban yang telah teridentifikasi atas nama Ajun Inspektur Polisi Dua Anumerta Erwin, Komisaris polisi Anumerta  Safran, dan Brigadir Polisi Kepala Anumera Joko Sungatno.

“Body Part I/LNG/007 cocok dengan Erwin, body part I/lng/005 cocok Safran, dan tiga body part lainnya cocok dengan Joko Sungatno,” ujarnya.

Sam mengatakan para korban yang akan dipulangkan pada hari ini (15/12), telah diberikan kenaikan pangkat satu tingkat.

“Sudah digelari dengan tanda anumerta,” tuturnya.

Selain lima orang diatas, korban yang akan dipulangkan yakni Brigadir Polisi Kepala Anumerta Suwarno, Brigadir Polisi Satu Eri Dwi Perdana dan Komisaris Polisi Anumerta Abdul Munir.

“Sementara yang belum ditemukan yakni Kompol Anumerta Tonce A Manao, Kompol Anumerta Eka Barokah, Brigadir Polisi Kepala Anumerta Joko Sujarwo, Brogadir Polisi Anumerta Zahroni dan Brigadir Polisi Satu Rizal Ilmi,” tuturnya.

Walau operasi SAR sudah dihentikan. Sam mengatakan operasi DVI masih berlanjut, tanpa batas waktu. Sebab bila suatu saat ditemukan bagian tubuh dari korban pesawat nahas tersebut. Pihak kepolisian akan tetap melakukan proses identifikasi. (ska/ray/jpnn)

Hang Nadim Dapat Pesan Ada Bom di Pesawat, Rupanya …

0
Sebuah pesawat pembawa bom dalam simulasi keadaan darurat keamanan di Bandara Hang Nadim Batam, Kepri.
Foto: cecep mulyana / batampos

batampos.co.id – Kamis (15/12) pukul 10.10, Petugas Bandara Internasional Hang Nadim Batam menerima pesan ada bom yang diletakan dalam pesawat Jakarta tujuan Batam, padahal Pesawat tersebut sudah terbang selama 31 menit. Ah,… rupanya ini hanya simulasi.

Pada simulasi itu petugas yang mendapatkan ancaman kemudian melapor ke Manager Kargo. Dari Manager Kargo pesan ini diteruskan, hingga akhirnya diterima instansi-instansi yang berwenang.

General Manager Hang Nadim Batam Suwarso, melaporkan hal ini ke Dirjen Perhubungan Udara dan menginformasikan ancaman ini ke ATC.

Pihak ATC melakukan pemantauan gerak gerik pesawat yang diduga membawa bom tersebut. Tak berapa lama sekitar pukul 10.21, pilot pesawat diminta tetap untuk tetap terbang sesuai rute yang telah ditentukan.

Sementara itu pihak Hang Nadim bersama dengan stakeholder lainnya melakukan rapat kecil di ruang EOC bandara.

“Ini merupakan bagian dari adegan simulasi keadaan darurat keamanan sesuai dengan APM 127/2015 paling tidak dua tahun sekali,” kata Plh Direktur Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Suwarso di Batam kepada koran Batam Pos.

Suwarso menyebutkan seluruh unit yang ikut dalam penanganan bom, sudah harus bersiaga. Pukul 10.50 GM Air Nav membunyikan sirine, untuk menandakan unit pemadam kebakaran untuk bersiap diposisi masing-masing.

Selang berapa lama, pesawat terlihat mendarat. Segera unit khsusus mengawal pesawat hingga ke tempat parkir yang telah ditentukan. Bandara ditutup sementara waktu dengan mengeluarkan NOTAM (Notice To Airmen).

Tim medis segera mendekati pesawat, dan membawa penumpang yang shock serta sakit. TNI AU, Polisi dan Avsec memastikan pesawat dalam keadaan kosong.

Setelah itu tim gegana Polda Kepri diperintahkan turun mencari bom yang berada dalam pesawat. Pemeriksaan pesawat selesai dilakukan pada pukul 11.26, tas yang diduga berisi bom diamankan. Bom tersebut dibawa keluar dengan menggunakan kendaraan anti bamb tank.

Pukul 11.45 komandan gegana melaporkan, bahwa bom sudah ditemukan dan dibawa keluar dari pesawat. Dan pesawat sudah dapat dioperasikan. Setelah seluruh bandara dianggap bersih dari gangguan. Bandara Internasional Hang Nadim dioperasikan kembali.

“Begitulah rangkaian pengamanan bila terjadi hal-hal yang tak diinginkan di bandara,” ucap Suwarso.

Ia mengatakan dalam simulasi ini melibatkan lebih kurang 100 personel. Simulasi ini membuat pihak bandara menjadi lebih mengerti prosedur penanganan bom. Tak hanya itu saja, ada beberapa masukan setelah simulasi ini.

“Penambahan CCTV dan petugas dilapangan bila terjadi kejadian sebenarnya. (ska)

Bacaan Wajib ASN Pemko Batam; Tak Ada Lagi Honor Kegiatan, Duitnya untuk Bangun Jalan

0
ilustrasi

batampos.co.id –  “Setiap kegiatan harus ada tanda tangan saya. Dan jika saya lihat ada honor pada kegiatan itu akan langsung saya coret,” kata Wali Kota Batam Muhammad Rudi di kantor Walikota Batam kepada koran Batam Pos.

Itulah pesan untuk seluruh pegawai Pemko Batam.

Dikatakannya, pada saat pemberian proposal oleh setiap dinas, dirinya akan membaca baik-baik seperti apa anggaran yang dipakai. Jika terdapat daftar honor pada kegiatan, ia tak akan tanda tangan proposal tersebut dan meminta agar proposal kegiatan itu diperbaiki.

“Saya tak akan tandatangan SK itu, mereka harus memperbaikinnya,” jelas Rudi.

Menurut dia, honorarium untuk panitia yang melaksanakan kegiatan itu telah dialihkan ke sektor lain. Seperti Dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk perbaikan infrastruktur di Batam.

“Sudah saya alihkan ke yang lain. Anggaran PU sampai Rp 320 miliar. Sebelumnya mana sampai segitu,” jelas Rudi.

Rudi menekankan dirinya masih fokus untuk mempebaiki kondisi Batam. Dimulai dengan perbaikan infrastruktur seperti pelebaran dan perbaikan jalan.

“Kami lakukan bertahap. Yang pasti saya ingin Kota Batam lebih tertata dan tidak macet,” sebut Rudi. (she/jpnn)

Atasi Kemacetan, Satpol PP Bantu Tertibkan Lalu Lintas

0
Ilustrasi

batampos.co.id – Anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol) PP kota Batam, bantu menertibkan dan mengatur arus lalu lintas kendaraan di depan Mako Satpol PP di Jalan Brigjend Katamso, Rabu (14/12). Kegiatan ini dilakukan guna mengatasi kemacetan dan mengantisipasi tingkat kecelakaan yang sering terjadi di wilayah tersebut.

“Kita akan rutin mengatur arus lalu lintas di sini. Bahkan kita juga tidak segan-segan memberikan teguran kepada pengendara yang melawan arah dari jalurnya,” ujar Wakil Komandan Kompi Satpol PP, Raja Zulkarnaen, di Batuaji.

Menurutnya kondisi itu menjadi penyebab utama terjadinya kemacetan dan kecelakaan lalu lintas di lokasi tersebut.

“Jalan di depan ini memang sudah menjadi langganan kecelakaan. Mulai dari luka ringan sampai tewas di tempat pun sudah pernah terjadi,” sebutnya.

Lebih lanjut pria berbadan tegap ini menjelaskan kegiatan tersebut merupakan kegiatan awal mereka dalam menempati mako baru mereka di gedung lama rumah sakit umum daerah (RSUD) Batam, sejak Selasa (13/12) pagi.

“Agar pengendara di sini lebih tertib dalam berlalu lintas. Jalan di Batuaji ini kan sangat luas, dengan kegiatan ini secara tidak langsung kita juga membantu tugas polisi dalam mengatur lalu lintas di simpul-simpul kemacetan. Dan kegiatan ini akan kami gelar secara rutin dan bergantian,” terangnya.

Pantauan Batam Pos di lapangan, terlihat enam anggota Satpol PP sedang mengatur arus lalu lintas dan pengendalian kendaraan terhadap dua jalur, baik itu di jalur pinggir, dan di jalur tengah. (cr20)

Baca juga:

Mako Satpol PP Pindah ke Gedung RSUD Lama

Pemko Batam Ajukan Tambahan Rumah Pangan Kita

0
foto: merahputih.com

batampos.co.id – Pemerintah Kota Batam mengajukan tambahan Rumah Pangan Kita ke Badan Urusan Logistik (Bulog). Sebab saat ini di Batam hanya terdapat 80 Rumah Pangan Kita, yang seharusnya bisa menjadi 1000 rumah.

Asisten Ekonomi Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Batam, Gintoyono Batong mengatakan Rumah Pangan Kita adalah program kerja sama antara Bulog dan masyarakat. Warga yang menjadi agen RPK akan mendapatkan suplai kebutuhan pangan berupa beras, gula pasir, minyak goreng, dan tepung. Program RPK merupakan salah satu wujud dari upaya Bulog untuk menstabilkan harga pangan dan juga merupakan perwujudan fungsi Bulog untuk menyediakan bahan pangan yang terjangkau.

Masyarakat bisa menjadi perpanjangan tangan Bulog dalam penyaluran kebutuhan pokok seperti beras.

“Dengan uang Rp 5 juta, datang ke Bulog, daftarkan diri. Nanti diganti dengan beras, gula, minyak. Tapi untuk pertama ini beras dulu. Ke depan gula, minyak, dan katanya juga bawang,” katanya di Batamcenter.

Dikatakannya, Pemko Batam telah mengusulkan agar setiap RW bisa memiliki satu Rumah Pangan Kita. Hal itu dilakukan agar bisa mempermudah masyarakat mendapatkan beras bulog.

“Kalau diperkirakan bisa sampai 1000 Rumah Pangan Kita di Batam nantinya,” ujar Gintoyono.

Menurut dia, pendaftaran untuk Rumah Pangan Kita tidaklah sulit. Cukup dengan surat keterangan domisili dari kelurahan. Dan perlu menyiapkan ruang kosong di rumah, misalnya garasi.

Setelah mendaftar, warga akan diberi banner sebagai penanda Rumah Pangan Kita. Beras premium dari Bulog ini bisa dijual warga dengan harga di bawah pasar.

“Di pasaran harga beras premium itu Rp 13 ribu, di Bulog Rp 9700. Nanti Bulog tentukan batas harga jualnya, misal sekilo Rp 10 ribu. Jadi itu juga untuk mengendalikan harga di pasaran,” sebut Gintoyono. (she)

 

Pemko Batam Siapkan Rp 500 Juta untuk Tim Saber, DPRD Beri Apresiasi

0

batampos.co.id – Tim satuan tugas (Satgas) sapu bersih (Saber) punggutan liar Batam resmi dikukuhkan di lantai 4 Kantor Walikota Batam, kemarin siang. Anggota tim ini terdiri dari beberapa FKPD, diantaranya Pemko Batam, Kejari Batam, Polresta Barelang, Danlanal dan lainnya. Pemko Batam pun telah menyiapkan anggaran Rp 500 juta untuk biaya operasional tim saber.

Wali Kota Batam Muhammad Rudi mengatakan tim Saber Pungli Batam beranggotakan dari seluruh unsur pelayanan milik pemerintah. Karena itu, ia berharap tim ini bisa bekerja dengan baik hingga bisa membenahi semua pelayanan hingga bebas dari pungli.

“Tim ini terbentuk atas perintah dan kemauan semua. Tujuan tak lain agar semuanya bersih. Jadi semua yang menyalahi aturan harus dibina,” kata Rudi usai mengukuhkan tim Saber Batam.

Dikatakannya, tim Saber Pungli Batam harus bisa membina petugas atau PNS yang melenceng atau melakukan pungli. Dalam tahap awal mungkin bisa dilakukan pembinaan, yang jika tetap melanggar bisa ditindak tegas.

“Jika tak mau dibina, ya dibinasakan saja. Tapi intinya tim ini dibentuk untuk pencegahan,” tegas Rudi.

Menurut dia, Pemko Batam juga telah menyiapkan anggaran sekitar Rp 500 juta untuk tim saber pungli Batam, Anggaran itu nantinya digunakan untuk biaya operasional  tim saber selama setahun.

“Tak ada double gaji. Itu kan hanya biaya operasional selama setahun. Dan itu termasuk jumlah yang kecil, karena tim saber beranggotakan lebih dari 30 orang,” jelas Rudi.

Sementara Ketua tim Saber Pungli Batam, Waka Polres Barelang AKBP Hengky mengatakan tim saber pungli Batam terbagi dalam 4 satgas. Unit pertama bekerja dibagian intelejen, unit kedua lebih kepencegahan dan sosialisasi serta himbauan. Sedangkan unit ketiga untuk penindakaan.

“Unit keempat adalah yustisi sebagaimana tugas pokok yang berkaitan dengan hukum. Namun tim ini lebih bersifat ke pembinaan,” sebut Hengky.

Tim bentukan Pemko Batam ini diharapkan bekerja sungguh-sungguh sesuai dengan tujuan pembentukan awal.

“Pelayanan umum masyarakat harus diutamakan. Karena setiap pelayanan publik, masyarakat yang dirugikan. Saya harap pembentukan ini tidak hanya formalitas,” ujar Musofa, anggota Komisi I DPRD Batam, Rabu (14/12).

Ia mencontohkan, pelayanan yang seharusnya selesai satu hari menjadi satu minggu. Ataupun yang satu minggu menjadi dua minggu. Namun ketika ada sesuatu yang dibawa atau diamplopkan, prosesnya bisa langsung cepat.

“Ini kan namanya juga pungli,” tuturnya.

Begitu juga, kata Musofa, membersihkan pungli kecil namun bila dikumpulkan akan menjadi sangat besar. Semisal pungli parkir, baik yang ditunggani oleh oknum tertentu, baik pemko maupun non pemko. Dimana menarik retribusi parkir pada titik-titik lokasi umum tanpa masuk ke retribusi daerah (Pendapatan Asli Daerah) Batam.

Begitu juga mereka mengambil struk parkir di dishub dan bagi pegawai dishub mendapatkan kontribusi dari uang parkir tersebut sehingga ada timbal balik, pemberi karcis dengan mereka yang menarik parkir di jalan.

“Dia kecil, kalau dikumpulkan bisa jadi ratusan juta. Ini yang seharusnya ditindak,” tegas Musofa.

Harmidi, anggota Komisi I lain menilai, pembentukan tim saber pungli ini hanya sebatas formalitas saja. Menurutnya, tak mungkin instansi pemerintah menangkap orangnya sendiri, kalau dalam tim saber tersebut masih diisi oleh orang-orang pemerintahan itu sendiri.

“Formalitas saja itu,” tuturnya.

Ia mengaku, sudah beberapa kali melaporkan ke kadishub Batam, Zulhendri terkait pungli parkir di kedai kopi 283 depan Hotel Kaliban Batamcentre. Dalam sehari, satu titik parkir disana bisa meraup retribusi parkir Rp 300 ribu, dan bahkan, Zulhenri sendiri membenarkan keberadaan juru parkir disana ilegal, alias tak terdaftar.

“Saya laporkan, dan dia (Zulhendri) akui tak berizin. Tak ada kartu tanda parkir, baju parkir, nomor punggung saya tanya, jawab dia iya, iya saja. Sudah kelihatan sekali dia pelihara preman,” ucap Harmidi.

Ia menambahkan, ketikan tim ini sudah berjalan, apakah berani walikota menangkap kepala dinasnya sendiri.

“Makanya saya bilang hanya formalitas saja. Ini baru satu belum lagi, masalah pajak online, pejabat dispenda mengancam seorang pengusaha roti untuk membayar pajaknya hingga ratusan juta,” tutur politi Gerindra itu.

Di tempat yang sama, Ketua Komisi I DPRD Batam, Nyanyang Haris Pratamura mengapresiasi tim saber pungli. Ia berharap dikukuhkannya tim ini bisa emberikan kenyamanan terhadap masyarakat dalam menikmati pelayanan publik.

“Kita sama-sama awasi. Tindak tegas birokrasi yang membuat lambatnya izin dan pelayanan publik,” ujarnya.

Menurutnya, dalam pembentukan tim ini, DPRD bertugas mengawasi. Ia berharap, jangan sampai fungsi pengawasan tidak berjalan. Sebagaimana diketahui rencana pengawasan memerlukan biaya, timnya siapa saja dan harus ada perencanaan. “Jangan sampai seperti halnya kasus satpol pp, untuk isnpeksi saja tak bisa karena tak ada biaya, apalagi ini bikin tim,” kata Nyanyang.

Ia meminta pemko lebih tegas. Lakukalah apa yang bisa dilakukan. Jangan sampai dibentuknya tim saber pungli tak berjalan dan melayani masyarakat. “Pelaksanaannya butuh biaya. Walikota mengajukan ke DPRD, mustahil tim akan berjalan dan bekerja tanpa ada anggaran,” ucap Nyanyang di ruangannya. (rng/she)

Komisi II DPRD Batam Menilai Pengawasan Disperindag masih Lemah

0
Gas melon 3 kg. Foto: riaupos/jpgrup

batampos.co.id – Kelangkaan gas elpiji tiga kilogram atau lebih dikenal dengan gas melon, mulai berdampak pada kehidupan masyarakat. Selain susah didapatkan, harga gas melon ini mengalami kenaikan di luar dari yang sudah ditetapkan Pertamina.

Legislator Komisi II DPRD Batam yang membawahi bidang ekonomi mengatakan, pengawasan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam terkait gas elpiji tiga kilogram tidak berjalan maksimal. Masalah ini terus bergulir dari bulan ke bulan, meski sudah beberapa kali disampaikan pada Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi II DPRD Batam dengan Disperindag.

“Pengawasan disperindag baru dilakukan setelah ada laporan dari masyarakat. Ketika ada laporan lagi mereka baru bergerak. Kalau cara kerjanya begini jelas tak akan menyelesaikan masalah,” ujar Aman, anggota Komisi II DPRD Batam, Rabu (14/12).

Seharusnya, kata Aman, pengawasan ini sudah dilakukan jauh-jauh hari sebelum adanya keluhan dari masyarakat. Dan ketika ada oknum yang bermain, disperindag bisa lebih proaktif memberikan penindakan dengan bekerjasama dengan pihak berwajib. “Disperindag kan tugasnya hanya mengawasi bukan menindak, makanya bekerjasama dengan pihak yang berwajib,” terang Aman.

Ia menilai, bila pengawasan dan penindakan ini tetap tak diotimalkan, tak dipungkiri kelangkaan gas tiga kilogram akan tetap berulang. Apalagi tidak ada efek jera bagi pelaku yang bermain. Sementara masyarakat sendiri menjerit akibat sudahnya mendapatkan gas elpiji. Meski dapat pun, mereka harus membeli gas elpiji dengan harga yang jauh lebih tinggi.

Dikatakan Aman, seharusnya disperindag bisa belajar dari persoalan yang lalu, sehingga masalah ini tidak terus terjadi. Kelangkaan terjadi pada titik distribusi akhir. Pertamina menyalurkan ke agen, dan agen menjual ke pengecer.

“Toh sudah ada tim pengawas disperindag. Tugas mereka mengawasi. Gas elpiji yang disalurkan Pertamina ke agen, seharusnya dijual langsung ke masyarakat, bukan ke pengecer dan dijual ke masyarakat dengan harga tinggi. Pengawasan ini yang sampain saat ini masih lemah oleh disperindag,” tegas Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut.

Ketua Komisi II DPRD Batam Yudi Kurnain mengaku menerima keluhan masyarakat Batuaji dan Sagulung terkait kelangkaan gas elpiji tiga kilogram ini. Ia mengaku sudah turun langsung, dan memang ditemukan beberapa lokasi gas elpijinya kosong.

“Memang saya dapat aspirasi dari masyarakat, ada kelangkaan. Siapa yang bertanggungjawab dan apa kendalanya sudah saya tanya langsung ke pertamina dan alhamdulilah mereka sudah turun langsung untuk mengecek,” ujar Yudi.

Menurut Yudi, dari pertamina sendiri mengaku tidak ada mengurangi kuota gas elpiji tiga kilogram kepada para agen. Untuk itulah ia meminta agar disperindag juga turun langsung mengecek dan mengawasi kelangkaan gas elpiji di daerah tersebut.

“Kita lihat dua atau tiga hari ini. Kalau tetap tak teratasi, kita akan panggil disperindag,” tegasnya. (rng)

Pajak Gelper hanya Rp 2 Miliar

0
Sejumlah orang asik bermain fisher untuk mendapatkan koin sebanyak-banyaknya di wahan permainan adu ketangkasan (gelper) Dunia Fantasi, Nagoya Hill, Senin (12/12). Wahana permainan ini sempat ditutup namun sekarang mulai beroperasi kembali. F.Rezza Herdiyanto/Batam Pos

batampos.co.id – Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemko Batam dari sektor pajak hiburan dinilai masih rendah. Tahun 2016 ini saja misalnya, pajak hiburan yang masuk ke PAD Batam hanya sebesar Rp 20.645.400.000.

“Untuk realisasi penerimaan APBD sendiri hingga akhir September 2016 masih berkisar 71,87 persen atau diangka Rp 14.838.762.234,20,” ujar Anggota Komisi II, Aman beberapa waktu lalu.

Pajak hiburan ini terdiri dari beberapa bagian, yakni pajak bisokop, pertunjukan film dan sebagainya dengan target PAD sebesar Rp 4.050.000.000, pajak diskotik, PUB, cafe, lounge, KTV dan sejenisnya sebesar Rp 9.356.000.000, sedangkan pajak ketangkasan elektronik (gelper) sebesar Rp 2.090.400.000.

“Pajak gelper dan bilyar digabung dan berada pada angka Rp 2,09 miliar,” kata Aman.

Pajak hiburan panti pijat, mandi uap dan sejenisnya, sebesar Rp 5.049.000.000 sedangkan pajak hiburan isedentil berada di angka Rp 100 juta. “Untuk reasliasinya, kelima sektor pajak hiburan ini, sampai akhir September masih berada diangka 52 sampai 100 persen,” pungkasnya. (rng)

Kecamatan di Batam Layani Empat Pelayanan Online

0

batampos.co.id – Camat Sekupang, Muhammad Arman mengatakan pihaknya tengah bersiap untuk menerapkan pelayanan online untuk memberikan kemudahan terhadap layanan kepada masyarakat.

“Kemarin kami sudah rapat bersama dengan pimpinan terkait penerapan sistem online 2017 nanti,” kata dia pada koran Batam Pos, Rabu (14/12)

Menurutnya, sebagai salah satu ujung tombak pelayanan publik, tidak dipungkiri rawan terhadap tindakan pungutan liar atau pungli.

“Beberapa pelimpahan yang berada di tingkat kecamatan sangat berpotensi untuk terjadi tindakan pungli, seperti pengurusan KTP, surat domisili usaha, dan pelayanan lainnya. Sistem ini akan mengawal segala bentuk pelayanan, sehingga tidak ada lagi praktik pungli,” jelas pria yang baru dilantik, Rabu (7/12) lalu ini.

Ke depan ada empat pelayanan yang akan dibuka dan dilayani online seperti, pengurusan kartu pencari kerja atau AK1, surat domisili, KTP, dan surat pengantar SKCK. Sistem nanti akan memudahkan masyarakat mengakses layanan hanya dari telepon seluler.

“Jadi tidak harus menunggu lama, dari rumah atau tempat kerja mereka bisa langsung akses dan memilih jenis pelayanan. Mereka datang ke kantor semua sudah diproses, dan tinggal ambil. Ini akan mempersingkat waktu pelayanan,” beber mantan Sekretaris Camat (Sekcam) tersebut.

Pada kesempatan terpisah Camat Sagulung, Reza Khadafi mengatkan tengah mempersiapkan pelayanan online yang memberikan kemudahan terhadap layanan masyarakat.

“Sekarang kami masih tahap percobaan, karena tidak semua masyarakat yang tahu cara memakai smartphone,” ujar Reza, Rabu (14/12).

Dia mengatakan untuk layanan online ini yang sedang ia kenalkan baru dua pelayanan saja yakni pengurusan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SCKC) dan perizinan domisili usaha. Rencananya layanan ini akan diterapkan tahun depan.

“Setiap masyarakat yang datang sudah kami informasikan mengenai layanan online ini,” kata Reza.

Dikatakan Reza, layanan online ini sangatlah berguna bagi masyarakat, karena  mempermudah antrian, menghemat waktu, menghemat biaya, sehingga di rumah pun masyarakat sudah bisa langsung mengakses serta memilih jenis layanan yang dibutuhkan.

“Harapan saya, ke depannya masyarakat bisa memahami dan peka dengan adanya layanan online ini, mereka tidak memanfaatkan orang lain dalam hal pengurusan, sehingga praktik yang tidak diinginkan bisa terhindar,” katanya.

Sementara itu, Sekcam Batuaji, Friedkalter mengatakan pihak mereka juga sedang masa persiapan dengan terbaru ini.

“Layanan onlinenya sedang dipersiapkan, untuk lauchingnya sesegera mungkin, dan kami akan informasikan secepatnya,” jelasnya.

Sebelumnya, Wali Kota Batam, Muhammad Rudi menjanjikan pelayanan publik berbasis online. Selain memudahkan, perizinan online ini bisa memangkas waktu pelayanan kepada masyarakat.(cr17/cr19)