Rabu, 22 April 2026
Beranda blog Halaman 13939

Jumlah Imigran di Batam Capai 425 Orang

0
Para imigran pencari suaka saat ditampung di Hotel Kolekta, Baloi. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos
Para imigran pencari suaka saat ditampung di Hotel Kolekta, Baloi. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Jumlah imigran yang masuk ke Batam terus bertambah. Hingga saat ini, Kantor Imigrasi Batam mencatat ada 425 imigran dari sejumlah negara berada di Batam.

Mereka tinggal di beberapa tempat yang berbeda. Salah satunya di Taman Aspirasi Batamcenter. Jumlah imigran di taman ini terus bertambah. Pada Juli lalu Imigrasi Batam mencatata ada 11 imigran yang menetap di taman itu. Tapi bulan ini jumlahnya melonjak menjadi 93 orang.

“Beberapa kali lipat naiknya, ini membuat kami was-was,” ujar Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Batam, Agus Widjaja.

Dia menyebut, imigran yang tinggal di Taman Aspirasi tersebut berasal dari sejumlah negara yang tengah berkonflik. Seperti Afganistan, Pakistan, Ethiopia, Somalia, dan Sudan. Mereka terdiri dari 72 orang dewasa dan 21 anak-anak.

Selain di Taman Aspirari, saat ini juga ada 54 imigran yang ditampung di Rudenim Sekupang. Mereka terdiri dari 36 imigran asal Afganistan, 4 orang asal Irak, 2 orang asal Iran, dan 12 orang asal Palestina.

Imigran di Rudenim Sekupang ini terbagi dalam dua kategori. Ada yang sudah mengantongi kartu UNHCR dan terdaftar sebagai pengungsi. Sebagian lainnya belum terdaftar di UNHCR dan dikelompokkan dalam kategori pencari suaka.

“Refugee (pengungsi) 50 orang, pencari suaka empat orang,” ucap Agus.

Agus menambahkan, saat ini juga ada ratusan imigran yang ditampung di Hotel Kolekta, Batam. Mereka terdiri dari 116 warga  Afganistan, 7 orang Yaman, 66 warga Somalia, 5 orang Ethiopia, 77 orang dari Sudan, dan 10 orang dari Pakistan. “Seluruhnya berjumlah 278 orang,” ungkap Agus.

Dari jumlah tersebut, kata Agus, terdapat 50 anak-anak. Agus berharap, semua pihak ikut mengawasi dan mencegah masuknya imigran ke Batam. (ska/ias)

Status Pengungsi Imigran yang Berulah Bisa Dicabut

0
Lima dari 10 imigran diamankan Imigrasi Batam karena diduga melakukan pekerjaan haram, Kamis (8/9/2016). Foto: anggie/batampos
Lima dari 10 imigran diamankan Imigrasi Batam karena diduga melakukan pekerjaan haram, Kamis (8/9/2016). Foto: anggie/batampos

batampos.co.id – Sembilan orang imigran yang dikirim ke Rumah detensi Imigrasi (Rudenim) Tanjungpinang karena diduga terlibat kegiatan prostitusi, berpotensi kehilangan statusnya sebagai pengunghsi.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Batam, Agus Widjaja, mengatakan kesembilan imigran ini terpaksa dipindahkan agar tidak diikuti oleh imigran lain.

Kesembilan imigran yang dikirim ke rudenim Tanjungpinang yakni, MA, 20; AH, 24; NZ, 35; MI, 22; JM, 34; FH, 20; MB, 15; dan MY,15. Sementara satu orang lainnya berasal dari Pakistan bernama M, 26.

Berbeda dengan sembilan rekannya, JS, masih tetap ditahan di Batam. Sebab JS ditengarai memiliki peran sentral dalam kasus prostitusi online yang melibatkan para imigran ini.

“Dia tokoh utamanya, jadi pihak Polresta masih membutuhkan keterangan dari dia,” ucapnya.

Kepala Bidang (Kabid) Penempatan Keamanan Pemulangan (PKPD) Rudenim Tanjungpinang, Irwanto Suhaili, mengatakan dititipkannya kesembilan orang imigran ke Rudenim merupakan perintah Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Ham (Kakanwil Kemenkumham). Karena Kantor Imigrasi Batam tidak bisa menahan mereka dengan durasi yang cukup lama.

“Mereka disini dalam rangka pemeriksaan dan bisa jadi mereka ini dideportasi,” ujar Irwanto.

Dikatakan Irwanto, sembilan imigran tersebut akan ditempatkan di ruangan khusus. Mereka tidak akan dicampur dengan penghuni Rudenim lainnya. “Nanti mereka akan dicek kesehatannya oleh UNHCR dan IOM,” katanya.

Menurut Irwanto, kesembilan imigran tersebut berstatus sebagai pengungsi. Mereka mengantongi kartu refugee dari United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR), organisasi PBB yang khsuus mengurusi masalah pengungsi.

Sebenarnya, kata Irwanto, mereka akan segera diberangkatkan ke negara ketiga. Namun sayangnya, saat ditampung di Hotel Kolekta Batam, mereka terlibat kasus prostitusi online.

“Mereka ini sebenarnya sudah diwanti-wanti agar jangan bikin masalah. Tapi malah bikin masalah. Modusnya ya pura-pura keluar (hotel) kemudian bertransaksi protitusi dan janjian ketemu di suatu tempat. Hingga akhirnya ditangkap oleh Imigrasi Batam,” ucapnya.

Akibat kasus ini, status pengungsi para imigran tersebut bisa dicabut. Sehingga mereka bisa dideportasi ke negara asalnya masing-masing.

“Kalau menurut saya cabut aja statusnya, jangan dikasih lagi. Kemudian dikembalikan ke negara asalnya dan di-blacklist. Agar mereka tidak bisa mencari suaka kembali,” katanya. (ska/ias/bp)

Sembilan Imigran Ganteng Dikirim ke Rudenim Tanjungpinang

0
Imigran yang dikirim ke Rudenim Tanjungpinang, Rabu (28/9/2016). Foto: batampos
Imigran yang dikirim ke Rudenim Tanjungpinang, Rabu (28/9/2016). Foto: batampos

batampos.co.id – Sembilan imigran ganteng asal Afghanistan dan Pakistan yang diduga terlibat jaringan prostitusi di Batam, dikirim ke rumah detensi imigrasi (rudenim) Tanjungpinang, Rabu (28/9/2016) lalu.

Imigrasi Batam berdalih pemindahan ini disebabkan beberapa WNA tersebut sering berbuat ulah. Agus menuturkan mereka berusaha mencari perhatian dan sensasi.

“Salah satunya, mencoba mengelabui petugas dengan pura-pura bunuh diri,” kata Kepala kantor Imigrasi Batam, Agus Widjaja seperti diberitakan koran batampos (batampos.co.id Group) hari ini (29/9/2016).

Karena tak ingin kecolongan dan terjadi hal yang tak diinginkan, Agus memutuskan memindahkannya.

“Kalau di sini, penjaganya kurang. Dan fasilitasnya kurang memadai. Makanya kami pindahkan agar lebih gampang dikontrol,” ungkapnya.

Agus berharap dapat memberikan efek jera. Sehingga membuat para imigran lainnya, tak lagi berbuat makar di Batam.

Di rudenim, sembilan orang tersebut dipisah dengan penghuni lainnya.

Sebab Agus tak ingin mereka memengaruhi penghuni rudenim lainnya. “Mereka akan kami isolasi dulu,” ujarnya.

Saat ini masih ada satu orang WNA, bernama Justin alias Milad menetap di Batam. Sebab Justin ditengarai memiliki peran sentral dalam prostitusi online ini.

“Dia tokoh utamanya, jadi pihak Polresta masih membutuhkan keterangan dari dia (Justin,red),” ucapnya.

Salah satu imigran yang dibawa ke Rudenim Tanjungpinang, MA, menyangkal telah berbuat salah selama ini. Mohsin juga membantah tuduhan bahwa dirinya gigolo.

“Saya atlet karate, dan tak akan pernah menjadi seorang gigolo. Saya tak tahu apa-apa. Sebab tiba-tiba saja mereka sudah menangkap saya dan menuduh berbuat kriminal,” ucapnya dalam bahasa Inggris dari dalam bus detensi di Kantor Imigrasi Batam.

Mereka dikawal 21 petugas imigrasi menggunakan dua bus imigrasi. “Menggunakan (kapal) roro, kami kawal dengan ketat,” tukas Agus. (ska/ray/jpnn)

Kronologi Kapal Patroli Bea Cukai Meledak yang Melukai 4 Petugas

0
Kepala Bea Cukai tipe B Batam, Nugroho Wahyu Widodo memberikan keterangan terkait meledaknya kapal patroli BC yang melukai empat anggotanya. Foto: eggi/batampos.co.id
Kepala Bea Cukai tipe B Batam, Nugroho Wahyu Widodo memberikan keterangan terkait meledaknya kapal patroli BC yang melukai empat anggotanya. Foto: eggi/batampos.co.id

batampos.co.id – Bea Cukai Batam akhirnya menyampaikan kronologi meledaknya kapal patroli milik Bea Cukai dengan nomor lambung 15025, Rabu petang (28/9/2016) yang melukai empat orang petugas Bea Cukai.

Kepala Bea Cukai tipe B Batam, Nugroho Wahyu Widodo mengungkapkan kejadian ini bermula saat kapal patroli 15025 berangkat dari pangkalan sarana operasi Sekupang sekitar pukul 18.30 WIB.

“Sebelum berangkat, telah dilakukan pengecekan kondisi kapal, mulai dari mengisi BBM hingga safety jacket. Semua kondisinya baik dan laik jalan untuk menunjang kegiatan patroli,” ujarnyaa, Kamis (29/9/2016) di kantor BC, Batuampar.

Namun, dalam perjalanan menuju perairan Tanjung Sengkuang sekitar pukul 20.30 WIB, kapal patroli melaju dengan kecepatan rendah yang dikemudikan Muhammad Israni.

“Dalam kecepatan rendah itu, tiba-tiba terjadi ledakan di tangki bahan bakar yang berada di bawah ruang kemudi,” lanjutnya.

Akibat dari ledakan itu, tiga petugas bernama Ahmad Muamal Nasution, Imron Wahyudi, dan Andrie Sudirman yang saat itu berdiri di atas tangki bahan bakar terpental karena ledakan. Tapi ketiganya masih di dalam kapal.

Sementara itu, Muhammad Israni yang duduk diatas kursi kemudi tidak terpental karena posisi duduk di kursi dengan kaki yang agak tinggi dari lantai kapal.

“Melihat situasi dan kondisi yang ada, kemudian keempat ABK segera menyelamatkan diri dengan terjun ke laut dengan kondisi kapal yang sudah terbakar,” katanya.

Pada saat menyelamatkan diri, tiga orang ABK, Muhammad Israni, Ahmad Muamal Nasution, dan Andrie Sudirman melompat ke laut dari sisi kanan kapal.

Sementara, satu orang ABK bernama Imron Wahyudi melompat ke laut dari sisi yang lainnya.

“Setelah melompat ke laut, saudara Muhammad Israni melihat dengan jelas Ahmad Muamal Nasution dan Andrie Sudirman mengapung di dekatnya dengan kondisi terluka. Kemudian Israni mencari keberadaan Imron dengan memanggil-manggil namanya,” katanya lagi.

Melihat rekannya yang mengapung di dekatnya terluka, Israni memutuskan meminta bantuan nelayan dengan berenang ke arah kapal pompong nelayan.

“Setelah bertemu dengan nelayan pompong itu, kemudian mereka menuju ke lokasi Ahmad dan Andrie yang mengapung,” ujarnya.

Ketiga orang lalu diselamatkan nelayan itu ke tepian dan langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Budi Kemuliaan untuk mendapatkan perawatan medis.

Sementara, satu orang petugas Imron Wahyudi yang terpisah dari tiga orang rekan lainnya ditemukan di pantai Nongsa dan diselamatkan oleh warga.

Atas kejadian ini, pengemudi kapal, hanya  Muhammad Israni mengalami luka ringan, sedangkan Ahmad Muamal Nasution mengalami patah tulang kaki kanan dan luka bakar ringan di bagian punggung. Andrie Sudirman mengalami patah tulang engkel ke bawah dan luka bakar ringan.

Sementara, Imron Wahyudi yang diselamatkan oleh warga sekitar pantai Nongsa mengalami patah tulang kaki kanan, kaki kiri, patah tulang lengan kiri, memar dan luka bakar sedang.

“Seluruh awak kapal saat ini dirawat di Rumah Sakit Budi Kemuliaan untuk mendapat pengobatan dan perawatan insentif. Sementara, kapal patroli berhasil dipadamkan dan ditarik ke pantai Tanjung Sengkuang sekitar pukul 24.00 WIB,” pungkasnya.

Sementara itu, untuk penyebab meledaknya kapal patroli ini, Nugroho belum bisa memastikan karena masih di lakukan penyelidikan. (eggi)

Gandeng Tung Desem dan Travelio, Kemenpar Genjot Great Batam

0
Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran Asia Tenggara Kemenpar, Rizki Handayani menggelar acara pertemuan antara motivator Tung Desem Waringin dan Travelio di Raddison Hotel Batam, Selasa lalu. Foto:L kemenpar
Pertemuan antara motivator Tung Desem Waringin, Travelio, dan pelaku pariwisata di Batam dan Bintan yang digagas Kemenpar di Raddison Hotel Batam, Senin (27/9/2016) lalu. Foto:L kemenpar

batampos.co.id – Motivator kaya trik, Tung Desem Waringin tertantang mewujudkan target pariwisata spektakuler 20 juta di tahun 2016. Semakin tinggi proyeksi, justru semakin menaikkan adrenaline tokoh asli Solo ini.

Bersama Kemenpar, Tung Desem mulai menggarap Great Batam yang saat ini menyumbangkan 20 persen wisman ke Tanah Air. Kementerian yang tengah mengembangkan Go Digital Be The Best di bawah komando Arief Yahya itu sengaja menggandeng Travelio dan ahli motivator marketing, Tung Desem.

Bertempat di Radisson Hotel Batam, Senin (27/9/2016) sore, Kemenpar menggelar acara pertemuan antara Tung Desem, Travelio, dan para pelaku industri Pariwisata yakni Hotel, penyewaan Ferry dan pusat perbelanjaan.

”Tujuannya memperbanyak jumlah Hotel yang bisa memberikan komitmen dengan Travelio dan Pak Tung juga akan memberikan motivasi dan mengajarkan kepada mereka bagaimana cara berjualan yang lebih baik sehingga mereka dapat manfaat maksimal dari program ini. Ini program yang harus dimulai dan jalan,” ujar Asisten Deputi Pengembangan Pasar Asia Tenggara Kemenpar, Rizki Handayani.

Rizki mengatakan, bahwa kegiatan promosi  bersama ini merupakan suatu model publik , private, dan partnership yang saling menguntungkan satu sama lain. Kombinasi format promosi yang menggunakan gimik-gimik menarik dengan menggunakan platform  digital.

”Dengan melibatkan semua pihak atau secara pentahelix,” ujar wanita jebolan ITB Bandung itu.

Lebih lanjut Kiki –sapaan Rizki Handayani– mengatakan, Kemenpar sebagai endorser atau penjamin dalam program promosi, Pemerintah Daerah, mengkonsolidasikan industri yang ada di wilayah Batam dan Bintan. Industri pariwisata, jasa angkutan, dan perdagangan, Hotel, Travel, Mall, Ferry, spa atau sebagai penyedia jasa.

”Sementara kami melibatkan Tung Desem Waringin ini berperan sebagai expert pemasaran membantu memberikan capacity building kepada industri untuk promosi dan penjualan Travelio sebagai penyedia platform penjualan dan pemasaran untuk Batam dan Bintan,” katanya.

Kiki menambahkan, semua pihak akan mendapatkan keuntungan di dalam kerjasama ini. ”Kita mencoba memulai cara baru dalam promosi yang sudah berorientasi pada penjualan, tidak lagi branding dan advertising,” tegasnya.

Dalam acara tersebut, Kemenpar dan Tung Desem menjabarkan platform yang akan digunakan untuk promosi Wonderful Indonesia yakni Batam dan Bintan di Singapura dan Malaysia.

Tung Desem dalam sambutannya menjelaskan, secara umum, program yang akan dijalankan yaitu mempromosikan paket menginap dan ferry di Batam dengan harga yang sangat murah ke pasar Singapura dan Malaysia.

Hotel dan Ferry didapatkan secara free dari  industri pariwisata Batam, dipromosikan dengan menggunakan slot iklan yang sudah dimiliki oleh Kemenpar di pasar Malaysia dan Singapura.

”Kita harus berani jualan dan memanfaatkan momentum agar mereka kembali ke Batam dan Bintan, kita sudah siapkan beberapa jurus,” ujarnya.

Dari hasil rapat koordinasi dan pertemuan tersebut,  Tung Desem dan industri pariwisata Batam, telah mendapatkan komitmen dari 15 hotel yang berkomitmen dan ini jumlahnya juga bisa bertambah untuk konsep kegiatan tersebut beserta 2 ferry di Batam.

”Selain itu, Trevellio siap mendukung, karena program ini sejalan dengan Travellio yang juga menyasar pasar Singapura. Saat ini Travellio sudah melakukan kerjasama dengan Bank – Bank di Singapura DBS, UOB, dan diharapkan akan dapat memperkaya program ini. Misalnya diskon 50% lagi pada malam kedua dengan menggunakan kartu kredit DBS dan banyak orang singapura yang melakukan pemesanan melalui Travellio,” ujar Tung Desem.

Tung Desem juga mengatakan bahwa Travellio dapat membatasi IP Address pemesan, hanya untuk IP Address di luar Indonesia, karena sesuai sasaran program ini adalah untuk mendatangkan Wisatawan Mancanegara.

”Ini adalah cara cerdas dan harus segera dimulai,” kata Tung Desem. (inf)

Merasa Terganggu, Pedagang di BMC Tolak Kehadiran Pedagang Rujak

0
Pedagang rujak di kawasan BMC. Foto: Rezza Herdiyanto/ Batam Pos
Pedagang rujak di kawasan BMC. Foto: Rezza Herdiyanto/ Batam Pos

batampos.co.id – Kehadiran pedagang rujak korban penggusuran dari lokasi simpang rujak yang menempati lahan kosong di depan kawasan Batam Motor Center (BMC) terus ditolak oleh warga dan pedagang yang sudah lama menempati kawasan BMC tersebut.

Para pedangan di BMC merasa terganggu, sebab usaha mereka tertutup oleh lapak pedagang rujak tersebut. Warga menilai Pemerintah Kota (Pemko) Batam tidak bijak menyelesaikan persoalan para pedagang rujak itu.

“Ini sama saja mau membunuh kami yang sudah lama ada di sini pak. Bagaimana tidak gara-gara pedagang rujak itu usaha kami jadi tertutup dan sepi,” ujar Afrizal perwakilan pedagang di BMC.

Warga sendiri sudah melakukan upaya protes baik itu kepada pedagang rujak langsung ataupun ke Pemko Batam namun sampai saat ini pedagang rujak tersebut masih tetap bertahan di sana. “Nggak tahu harus gimana lagi,” ujar Afrizal.

Upaya penggusuran pedagang rujak itu dinilai Afrizal tidak menyelesaikan masalah sebab penempatan pedagang rujak dari lokasi penggusuran menimbulkan masalah baru bagi pedagang lainnya di kawasan BMC.

“Sudah sering kami ribut, tapi masih tahan-tahan selama ini. Pemerintah harus cepatlah selesaikan masalah ini agar tidak terjadi keributan nantinya,” ujar Arnold pedagang lainnya.

Sementara itu Arfandi salah seorang pedagang rujak di lokasi tersebut mengaku masih bertahan di sana karena memang belum ada lahan pasti yang ditunjukan pemerintah untuk mereka.

“Pemko sudah janji mau kasih lahan lain tapi belum ada sampai sekarang makanya kami tetap di sini saja dulu. Kalau kami tak boleh jualan di sini kemana lagi kami jualan ,” ujarnya.

Untuk itu baik pedagang yang di kawasan BMC dan sekitarnya ataupun para pedagang rujak berharap agar Pemko Batam secepatnya menentukan lokasi yang tepat untuk pedagang rujak tersebut.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Pasar, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (PMPK-UKM) Kota Batam, Pebrialin saat dikonfirmasi menuturkan persoalan itu akan diselesaikan secepatnya.

“Insha Allah dalam waktu dekat ini akan kami selesaikan. Mereka (pedagang rujak) akan direlokasikan ke tempat yang akan ditentukan,” kata Pebrialin, kemarin (28/9).

Saat ini Pemko Batam bersama tim terpadu kota Batam, kata Febrialin masih terus mencari lokasi yang tepat untuk para pedagang rujak tersebut. “Lahan (relokasi) sedang kami bicarakan. Kalau sudah ada akan langsung dipindahkan ke lokasi baru tersebut,” ujar Pebrialin.

Sebelumnya Kabag Humas Pemko Batam, Ardi Winata juga menyampaikan hal yang sama. Keberadaan pedagang rujak di lokasi yang diprotes itu sifatnya hanya sementara. “Itu hanya sementara. Jadi kami mohon pengertiannya. Kami lagi carikan lokasi yang tepat untuk mereka (pedagang rujak) tapi memang belum dapat yang cocok,” ujar Ardi Winata belum lama ini.

Bagaimanapun kata Ardi, keberadaan para pedagang rujak itu tetap akan dipertahankan sebagai salah satu bagian dari ikon tujuan wisata kuliner di kota Batam. “Mereka akan tetap dipertahankan, cuma memang sekarang belum ada tempat penggantinya jadi sementara di sana dulu sampai kami dapat tempat baru mereka,” ujar Ardi. (eja)

Keroyok dan Palak Warga, Anggota Geng Motor AMC Sagulung Ditangkap Polisi

0
Fr,20, Js,23, Hrl,20 dan Jr,17 empat pemuda warga Seilekop, Sagulung dibekuk anggota Polsek Sagulung, Minggu (11/9) karena melakukan pengeroyokan dan pemalakan. Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos
Fr,20, Js,23, Hrl,20 dan Jr,17 pelaku pengeroyokan dan pemalakan. Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos

batampos.co,.id – Fr,20, Js,23, Hrl,20 dan Jr,17 empat pemuda warga Seilekop, Sagulung dibekuk anggota Polsek Sagulung, Minggu (11/9) dini hari lalu. Keempatnya ditangkap karena mengeroyok Js, salah seorang warga di lokasi tempat tinggal mereka. Akibat pengeroyokan tersebut, korban harus menjalani perawatan di rumah sakit selama empat hari karena mengalami beberapa luka robek di sekujur tubuhnya.

Empat pelaku tersebut adalah kelompok geng motor anak markas community (AMC) yang bermarkas di sekitaran Seilekop. Kelompok geng motor itu ada sekitar 18 orang remaja pria dan perempuan dan rata-rata masih usia sekolah. Ketua kelompok geng motor tersebut adalah Fr. Sementara anggota yang lain masih dalam pengejaran polisi.

Aksi pengeroyokan itu sendiri terjadi saat korban hendak pulang ke rumahnya di Seilekop. Korban saat itu jalan kaki sendirian dan di tengah perjalanan dia hadang oleh kelompok geng motor tersebut. Korban yang merasa tak bersalah mencoba melawan dan apesnya dia malah jadi bahan bulan-bulanan belasan anggota geng motor itu.

“Korban sempat dirawat di rumah sakit tapi sekarang sudah pulih kembali dan mereka (para pelaku) kami tangkap di tempat dan waktu yang berbeda setelah laporan masuk,” kata Kapolsek Sagulung, AKP Hendrianto, kemarin (28/9).

Hasil pengembangan polisi, empat pelaku yang merupakan kelompok geng motor kriminal itu ternyata kerap melakukan aksi pemalakan, begal dan berbuat onar di sekitar wilayah Sagulung. Dan ironisnya beberapa orang dari kelompok geng motor itu itu adalah remaja perempuan yang masih aktif sekolah. “Saat pengeroyokan terjadi ada pelakunya wanita juga dan itu yang masih kami cari,” kata Hendrianto.

Penangkapan empat pelaku geng motor itu bukan hanya tersandung kasus penganiayaan saja, namun juga akan dikaitkan dengan kasus-kasus kriminal lainnya yang kerap dilakukan kompolotan geng motor mereka itu. “Korban sudah banyak dan mungkin tak melapor dan itu yang akan kami kembangkan termasuk pelaku-pelaku lainnya,” tutur Hendrianto.

Untuk kasus penganiayaan mereka dijerat pasal 351 KUHP tentang penganiayaan berat dengan ancaman diatas tujuh tahun. (eja)

GP Ansor Batam Akan Gelar Konfercab 10 Oktober

0

logo-gp-ansor_20150729_174721batampos.co.id – Gerakan Pemuda (GP) Ansor Batam akan mengadakan konfersi cabang (konfercab) yang kelima, yang bertajuk “Merajut kebersamaan untuk memperkokoh gerakan” yang diadakan pukul 08.00-17.00 WIB, di Hotel Harmony One, Batamcenter Minggu (2/10) nanti.

Ketua panita konfercab GP Ansor, Huzeir Zul mengatakan kegiatan konfercab ini akan memilih ketua baru yang sudah berakhir di bulan September ini, oleh Chandra Ibrahim periode 2012-2016.

Dalam kegiatan ini juga akan merumuskan agenda orientasi GP Ansor kedepannya.
“Secara resmi belum ada yang mencalonkan diri tetapi dari pantauan panita ada beberapa nama yang akan maju,” kata Huzeir Zul kepada Batam Pos, Rabu (28/9).

Lebih lanjut, Huzeir mengatakan konfercab ini akan diikuti sekitar 50 orang peserta, dari Pengurusan Anak Cabang (PAC) Batam dan pengurusan ranting GP Ansor. “Kegiatan ini juga disaksikan oleh GP pusat, dan wilayah,” jelasnya.

Huzeir berharap dengan terpilihnya ketua GP Ansor yang baru, semoga Kota Batam semakin lebih baik lagi kedepannya dan tetap meneruskan apa yang seharusnya dilakukan gerakan-gerakan pemuda lainnya.

“Saya berharap GP Ansor tetap eksis dan selalu berkontribusi bagi Kota Batam khususnya,” ujarnya.

Hingga saat ini, kata Huzeir anggota GP Ansor sudah menacapai 1000 orang yang sudah terdaftar di GP Ansor di setiap 12 Kecamatan yang ada di Kota Batam. (cr12)

Investor China Lirik Investasi Infrastruktur di Kepri

0
Konsul Jenderal RRC di Medan Zhu Honghai menyerahkan cinderamata kepada Gubernur Kepri Nurdin Basirun saat jumpa di Swiss Bel Hotel bersama pengusaha Amat Tantoso dan Hengki, Jodoh, Batuampar, Selasa (27/9). Foto: Dalil Harahap/Batam Pos
Konsul Jenderal RRC di Medan Zhu Honghai menyerahkan cinderamata kepada Gubernur Kepri Nurdin Basirun saat bertemu di Swiss Bel Hotel, Jodoh, Batuampar, Selasa (27/9). Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Kepri mendapat perhatian serius dari investor asing khususnya dari Tiongkok. Para pengusaha atau investor asal Tiongkok cukup berminat untuk berinvestasi di Kepri.

Ini disampaikan oleh Konsul Jenderal Republik Rakyat Tiongkok (RRT) di Medan Zhu Honghai kepada Gubernur Kepri Nurdin Basirun pada acara peringatan hari kemerdekaan RRT yang ke 67 dan Asosiasi Pengusaha Asal Tiongkok Kepri Indonesia (APTKI) yang pertama di Swiss Bell, Harbourbay, Batuampar, Selasa (27/9) malam.

Dalam pertemuan tersebut Zhu meyakinkan gubernur bahwa keinginan pengusaha asal Tiongkok untuk berinvestasi di Kepri cukup tinggi. Investasi yang dimaksud bisa dalam bidang industri, pariwisata, perikanan, infrastruktur, kemaritiman dan lain sebagainya.”Indonesia dan China sudah lama menjalin kerja sama yang baik. Dan saya sampaikan bahwa pengusaha atau investor dari sana cukup berminat untuk investasi di Indonesia,” ujarnya.

Kepri diminati oleh pengusaha atau investor asal Tiongkok, sambung Zhu, karena selain memiliki potensi yang cukup bagus, letak geografis kedua negara itu cukup strategis dibandingkan dengan negara-negara tetangga lainnya. “Kalau untuk kerja sama dengan Kepri, tentu memiliki banyak kelebihan. Lokasi yang strategis memudahkan proses angkutan diantara dua negara ini dan ini investasi yang sangat menguntungkan,” kata Zhu.

Zhu menyebutkan, salah satu bidang investasi yang paling diminati oleh pengusaha asal negeri tirai bambu itu adalah infrastruktur. “Infrastruktur itu cukup bagus. Bisa untuk kerja sama untuk pembangunan jembatan, kelistrikan dan lain sebagainya,” katanya.

Ucapannya itu kata Zhu bukan isapan jempol semata sebab saat ini pengusaha atau investor asal Tiongkok juga sudah banyak yang berivestasi di Kepri dan salah satunya adalah ICBC. “Disini punya asosiasi pengusaha asal Tiongkok dan anggotanyan sudah cukup banyak. Ini menujukan selama ini memang sudah ada kerja sama yang baik,” katanya.
Sehingga kedepannya Zhu berharap agar pemerintah Indonesia dan Kepri khususnya lebih meningkatkan lagi rencana kerja sama yang saling menguntungkan itu baik dalam hal memberikan perizinan yang mudah serta jaminan keamanan kepada Investro asal Tiongkok.

Nurdin Basirun menyambut minat investor Tiongkok itu. Itu akan sejalan dengan program pemerintah untuk kembali membangkitkan perokonomian nasional dengan mendatangkan investor asing. “Kita akan dorong agar Kepri ini lebih baik lagi. Itu sangat baik dan Siapa saja silahkan datang untuk berinvestasi,” ujar orang nomor satu di Kepri itu.

Kepri sendiri kata Nurdin saat ini cukup siap dengan kehadiran investor baru. Kesiapan itu mencakupi semua bidang mulai dari prosedur administrasi investasi yang dipermudah ataupun sumber daya yang sudah cukup memadai. “Sudah sangat siap, kapanpun mereka datang kita layani dengan baik,” ujarnya.

Bidang investasi yang ditawarkan juga beragam mulai dari industri, pariwisaaram, perikanan ataupun infrastruktur. “Selain Industri ada pariwisata, perikanan dan infrastruktur. Semua berpontesi dan kita berharap agar mereka benar-benar mau (berinvestasi di Kepri),” ujarnya.

Untuk itu Nurdin juga berharap kepada segenap masyarakat di Kepri agar sama-sama menjaga keamanan dan ketertiban bersama agar investor yang sudah ada atauapun calon investor baru bisa nyaman berinvestasi di Kepri. “Kalau semuanya aman, kemudahan berinvestasi dijamin dengan baik, mereka (investor) akan nyaman dan tentunya ini baik buat kita semua,” pesan Nurdin.

Kegiatan peringatan hari kemerdekaan RRT yang ke 67 dan APTKI yang pertama itu juga dihadiri oleh pengusaha-pengusaha asal Tiongkok yang berinvestasi di Kepri. Total anggota APTKI yang ada saat ini sekitar 200 anggota. (eja/bpos)

Kapolres Barelang Turun Langsung Amankan Demo Buruh Menolak Tax Amnesty

0
Kapolresta Barelang Kombes Helmy Santika (pegang tongkat komando) berbaur dengan buruh yang melakukan aksi demo di depan Kantor Wali Kota Batam, kamis (29/9/2016). Foto: FSPMI PUK Sanmina batam/fb
Kapolresta Barelang Kombes Helmy Santika (pegang tongkat komando) berbaur dengan buruh yang melakukan aksi demo di depan Kantor Wali Kota Batam, kamis (29/9/2016). Foto: FSPMI PUK Sanmina batam/fb

batampos.co.id – Meski aksi demo buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) menggelar aksi damai menolak pemberlakuan tax amnesty di depan kantor Wali Kota dan DPRD Batam, Kamis (29/9/2016), namun polisi tetap mengerahkan sekitar 600 anggotanya untuk mengamankan demo tersebut.

Bahkan, Kapolresta Barelang Kombes Helmy Santika juga tampak turun ikut memimpin pengamanan demo tersebut. Buruh pun bisa menyampaikan aspirasi mereka dengan tertib.

Sebelumnya, Wakapolresta Barelang AKBP Hengki menjelaskan dari 600 personel yang disiagakan, 400 personil dari jajaran Polresta Barelang dan 200 personil dari jajaran Polda Kepri.

“Personil ini tak hanya di lokasi demo di depan kantor Wako Batam, tapi juga disiagakan di beberapa titik kumpul buruh sebelum menuju Engku Putri,” ungkapnya.

Selain itu, Hengki juga mengingatkan sebelum aksi, pihaknya sudah bertemu dengan perwakilan buruh. Dialog ini juga dihadiri oleh Kapolda Kepri Brigjen Sam Budigusdian.

“Intinya, silahkan menyampaikan aspirasi, tetapi jangan sampai melakukan tindakan anarkis dan melanggar hukum,” lanjutnya.

Dalam dialog yang dilakukan pada Selasa (27/9/2016) lalu itu, Kapolda mengingatkan buruh tidak anarkis.

“Kalau ada yang melanggar akan langsung di tindak,” ungkapnya. (nur/eggi)