Minggu, 3 Mei 2026
Beranda blog Halaman 13947

Dukung Timnas pada Perebutan Piala Ajang AFF melalui Nobar di BP Batam

0
BP Batam dan KNPI Kepri mengelar nonton bareng piala AFF di halaman BP Batam, Batam Center, Rabu (14/12).
Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Tim Nasional (Timnas) Indonesia melaju ke babak final Piala AFF melawan Timnas Thailand. Warga Indonesia pun jadi demam bola.

BP Batam tak mau ketinggalan momen tersebut. BP Batam mengadakan nobar timnas di pelataran parkir BP Batam, Rabu (14/12).

Masyarakat Batam pun menyambut antusias acara nobar yang diselenggarakan BP Batam ini. Humas BP Batam, Andi Antono mengatakan BP Batam menyediakan satu layar raksasa berukuran 5 x 4 meter untuk memuaskan pendukung Timnas Indonesia.

“Kita ingin memanfaatkan momen demam Timnas sekaligus ajang silaturahmi dengan warga,” ujar Andi kepada Batam Pos, Rabu (14/12).

Pantauan Batam Pos, warga Batam dari berbagai kalangan beramai-ramai memadati pelataran parkir BP Batam untuk mendukung Timnas Indonesia. “Alhamdulillah, banyak sekali warga Batam yang datang nobar,” kata Andi.

Suasana ramai dan gaduh yang disebabkan teriakan warga hampir terlihat sepanjang jalannya pertandingan.

Pendukung Timnas Indonesia di BP Batam sempat dibuat hening setelah Indonesia tertinggal satu gol berkat gol yang dicetak striker Thailand, Terasil Dangda di babak pertama. Namun saat babak kedua dimulai,  sorakan dan dukungan pendukung Timnas kembali mengalir tak henti-hentinya.

Akhirnya suasana pecah di BP Batam, saat pemain Timnas Indonesia, Rizki Pora menyamakan kedudukan 1-1.

Pendukung Timnas Indonesia terlihat gembira dan melonjak kegirangan. Suasana bertambah ramai dan gaduh usai Pemain Timnas Indonesia, Hansamu Yama mencetak gol kemenangan Timnas Indonesia. Skor 2-1 untuk kemenangan Timnas Indonesia atas Thailand di leg pertama babak final Piala AFF 2016.

Salah satu pendukung Timnas Indonesia, Ali sangat senang dengan kemenangan tim Garuda atas negeri gajah putih ini. “Sudah lama Timnas kita tidak tampil di final Piala AFF,” katanya.

Ia berharap, Timnas Indonesia kembali bermain bagus di leg kedua sehingga bisa menggondol Piala AFF untuk pertama kalinya.

“Semoga Timnas kembali menang di leg kedua,” harap pria asal Batuaji ini.

Sambung Andi, pertandingan leg kedua babak final Piala AFF 2016 yang diselenggarakan pada Sabtu (17/12) mendatang, BP Batam tidak bisa mengadakan nobar lagi.

“Sangat disayangkan kita tidak bisa adakan nobar lagi besok Sabtu karena ada acara perayaan natal untuk karyawan BP Batam,” tuturnya.

Meski begitu, ia berharap Timnas Indonesia kembali menang melawan Thailand di leg kedua sehingga bisa juara Piala AFF.

“Doa dan dukungan tetap mengalir untuk timnas,” pungkas Andi. (cr16)

BPJS Batam Sosialisasi Kesehatan ke Sekolah

0
Siswa SDN 001 Galang berfoto bersama

BPJS Kesehatan Cabang Batam mengadakan program BPJS Tanggap Kesehatan sebagai bagian dari Organization Social Responsibility.

Kamis (8/12/2016) BPJS Kesehatan tandang ke SDN 001 Galang Kelurahan Sembulang.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Batam, Tavip Hermasnyah, langsung hadir pada kesempatan itu. Sebagai tuan rumah perwakilan Kecamatan galang dan Kelurahan Sembulang ikut hadir.

Kegiatan tersebut merupakan bentuk tanggung jawab sosial, komitmen dan kepedulian BPJS Kesehatan, dalam rangka mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pembangunan ekonomi berkelanjutan guna meningkatkan kualitas kehidupan dan lingkungan yang bermanfaat terutama untuk masyarakat yang berada jauh di pelosok kota Batam.

40 orang siswa kelas 1 dan 2 SDN 001 Galang mengikuti penyuluhan kesehatan yang diberikan oleh drg Rahel, dokter gigi praktik di Puskesmas Galang.

Para siswa melakukan sikat gigi bersama, cuci tangan pakai sabun serta mendapatkan bingkisan alat sekolah.

BPJS Kesehatan Cabang Batam pun memberikan Bantuan Fasilitas UKS berupa tempat tidur, dan alat-alat kesehatan lainnya yang diserahkan secara simbolis langsung oleh Kepala BPJS Kesehatan Cabang Batam ke Ibu Machnizar, Kepala SDN 001 Galang.

Bantuan ini diharapkan mampu memelihara dan meningkatkan taraf kesehatan masyarakat, meningkatkan kesadaran bagi setiap orang agar terwujud tingkat kesehatan yang optimal dan mampu menjangkau pelayanan serta kesehatan secara adil khususnya siswa-siswi SDN 001 Galang

Program OSR ini tertuang dalam Pedoman Tata Kelola Yang Baik (Good Governance) BPJS Kesehatan bahwa organisasi mempunyai kewajiban dan tanggung jawab secara hukum, sosial, moral serta etika untuk menghormati kepentingan masyarakat sekitar mengingat keberhasilan organisasi tidak dapat dilepaskan dari hubungan harmonis, dinamis serta saling menguntungkan dari masyarakat. ***

Liburan, Hang Nadim Siap Sambut Kedatangan Wisatawan Ke Batam

0

batampos.co.id – Libur panjang pada akhir tahun, memicu kedatangan wisatawan ke Batam. Namun hal ini sudah diantisipasi oleh pihak Bandara Internasional Hang Nadim Batam. Ribuan masyarakat yang akan datang,maupun pergi dari Batam terakomodir dengan dibukanya sejumlah extra flight oleh beberapa maskapai.
“Akan terjadi lonjakan penumpang yang datang ke Batam pada 27 Desember hingga 6 Januari,” Genaral Manager Umum Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Suwarso pada Batam Pos, Selasa (13/12).
Penumpang yang datang ini diperkirakan pada kisaran 9 ribu orang. Ia mengatakan kenaikan penumpang yang datang ini pada kisaran 18-22 persen.

“Pada hari biasa, pada kisaran 7 ribu orang,” tuturnya.
Mengenai penumpang yang pergi dari Batam, Suwarso memperkirakan lonjakan terjadi pada 25 hingga 30 Desember. Sedangkan untuk jumlah yang pergi, tak jauh beda dengan masyarakat yang datang ke Batam.
Sementara itu harga tiket pada saat libur Natal dan Tahun Baru, tetap merujuk pada peraturan menteri keuangan (PMK) 126. “Tak boleh melewati tarif batas bawah atau atas,” ujar Suwarso.
Saat ditanya Extra Flight, sejauh ini kata Suwarso baru dua maskapai saja yang mengajukan penambahan penerbangan saat libur Natal dan Tahun Baru. “Batik dan Lion saja, selebihnya belum ada,” pungkasnya. (ska)

Polda Kepri Turunkan 3.300 Personel Amankan Natal dan Tahun Baru

0
ilustrasi

batampos.co.id – Polda Kepri turunkan 3.300 personel untuk pengamanan jalannya Natal dan Tahun Baru. Ribuan personel ini akan disebar diseluruh Kepri. Tak hanya dilakukan patroli berkala, akan didirikan juga pos-pos penjagaan di titik-titik yang dianggap rawan.

“2/3 kekuatan Polda yang kami siapkan,” kata Kapolda Kepri Brigjen Pol Sam Budigusdian, Selasa (13/12).

Ia mengatakan mengingat baru saja diamankannya pelaku teroris, membuat pihak kepolisian akan lebih mengetatkan lagi pengawasan. Sebab ia tak mau, ada hal-hal yang tak diinginkan terjadi. Sam juga mengatakan telah menyebarkan polisi-polisi berpakaian preman.

Disinggung mengenai daerah mana saja yang menjadi fokus pengawasan. Sam menyebutkan bandara dan pelabuhan menjadi salah satu tempat yang diawasi secara ketat. Selain itu tempat-tempat ibadah juga akan ditempatkan personel polisi.

“Jumlah personelnya tergantung dengan banyaknya umat di tempat ibadah tersebut. Kalau banyak, personel juga akan lebih banyak,” tuturnya.

Sam menghimbau masyarakat agar tak termakan isu-isu “hoax” dan juga provokasi dari orang-orang tak dikenal. Selain itu ia meminta, bila masyarakat menemukan adanya kejanggalan dilingkunganya, segera melaporkan ke kantor kepolisian terdekat. “Tak usah ragu, laporkan saja. Sebab sekecil apapun informasi sangat berharga bagi kami,” pungkasnya. (ska)

Mako Satpol PP Pindah ke Gedung RSUD Lama

0
Anggota Satpol PP saat membersihkan bangunan bekas rumah sakit umum daerah (RSUD) Batam yang akan dijadikan mako Satpol PP kota Batam di jalan Brigjen Katamso, Sagulung, Selasa (13/12). Foto: Rezza Herdiyanto/Batam Pos

batampos.co.id – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) kota Batam mulai menempati mako baru mereka di gedung lama rumah sakit umum daerah (RSUD) Batam di jalan Brigjen Katamso, Sagulung sejak Selasa (13/12) pagi. Mako lama yang berada di Batamcenter kini sudah kosong dan segala urusan terkait Satpol PP kota Batam kini sudah resmi pindah ke mako baru tersebut.

Kabid penegakan perundang-undangan daerah Satpol PP kota Batam, M Teddy Nuh mengatakan, penempatan mako baru tersebut merupakan upaya dari Pemko Batam untuk memanfaatkan bekas gedung RSUD Batam yang sudah lama terbengkalai. “Lagian mako lama kami selama ini sistem ngontrak jadi daripada gedung ini tak terawat makanya kami pakai saja sebagai mako,” ujar M Teddy, kemarin.

Sejak pagi kemarin, memang kata Teddy, mako Satpol PP kota Batam sudah resmi berpindah ke lokasi yang baru tersebut sehingga dia mengimbau kepada segenap masyarakat kota Batam ataupun instansi dan lembaga lainnya yang ingin berurusan dengan Satpol PP agar mengirim surat atau mendatangi langsung kantor mako yang baru tersebut. “Hari ini kami juga sudah buat surat ke instansi-instansi terkait untuk menyampaikan alamat mako kami yang baru ini,” ujarnya.

Penempatan gedung mako baru itu tutur Teddy memang tak mudah. Sebab kondisi gedung yang selama ini tak terawat dan sudah mulai rusak membutuhkan kerja keras dari anggotanya untuk melakukan perbaikan dan pembersihan.”Ada sekitar enam gedung yang ada tapi yang dipakai baru dua gedung,” ujarnya.

Dua gedung yang dipakai itu merupakan bekas gedung UGD dan ruangan rawat inap anak RSUD sebelumnya. Kondisi kedua gedung itu sudah tertata dengan baik. Anggota Satpol PP beberapa hari belakangan ini sudah melakukan perbaikan dan bersih-bersih sehingga saat ditempati kemarin sudah rapi dan bersih. “Tapi belum semuanya dibersihkan dan diperbaiki, makanya hari ini dan besok masih banyak kerjaan kami untuk membersihkan gedung-gedung ini,” ujar Teddy.

Pantauan di lapangan, siang kemarin, ratusan anggota Satpol PP tampak sibuk dengan kegiatan bersih-bersih. Sebagian ada yang membabat rumput dan semak-semak yang sudah meninggi sebagian lagi sibuk memperbaiki dan mencat gedung yang sudah rusak dan kusam. “Semua gedung harus dibersihkan, makanya masih banyak kerjaan kami ini,” ujar salah satu anggota Satpol PP.

Untuk mako baru tersebut, terang Teddy sedikitnya ada 300 anggota Sat Pol PP yang akan menempati. Gedung itu akan menjadi mako resmi Satpol PP kota Batam kedepannya. “Memang agak jauh dari Pemko tapi ini baik karena kami tak lagi sewa gedung,” ujarnya.

Untuk pengamanan di Pemko Batam sendiri, Satpol PP menempatkan satu pleton anggota secara bergantian setiap harinya. “Satu pleton tetap di sana (kantor Pemko Batam) untuk jaga-jaga dan pengamanan. Karena kalau semua di sini, tiba-tiba ada masalah di sana repot juga. Dari sini ke Batamcenter butuh waktu satu jam juga, makanya satu pleton tetap disiagakan di Pemko,” kata Teddy. (eja)

Pernah Digerebek, Gelper Kembali Beroperasi

0
Beberapa pengunjung tengah menikmati arena permainan di mal STC, Sekupang, Selasa (13/12). (Foto: Yulitavia/Batampos)

batampos.co.id – Sejumlah gelanggang permainan elektronik (gelper) yang pernah digerebek polisi, kini kembali beroperasi. Bahkan gelper-gelper tersebut kembali menyuguhkan mesin ketangkasan yang sama seperti yang disita polisi sebelumnya.

Salah satunya, arena gelper di Komplek Pertokoan (Ruko) Waheng Center, Batuaji yang pernah digerebek polisi, beberapa waktu lalu, kini kembali beroperasi.

Pantauan di lapangan sekilas dari luar lokasi gelper itu tampak seperti warnet. Namun, di dalamnya ada puluhan mesin ketangkasan. Gelper itu juga ketat diawasi penjaga baik di luar ataupun di dalam.

Warga sekitar mengaku cukup terganggu dengan kehadiran arena gelper tersebut. Selain mengganggu ketenangan, warga juga khawatir keberadaan gelper yang terindikasi menggelar praktik perjudian itu meracuni anak-anak sekitarnya.

“Sudah pernah digerebek tapi kok buka lagi. Padahal sudah sering kali dikomplin tapi tak ada tindakan tegas,” ujar Sarmadi, warga Tunas Regency, Sagulung.

Tidak hanya di kawasan Sagulung dan Batuaji, gelper yang berada di pusat perbelanjaan STC Sekupang yang sempat ditutup dan disegel beberapa bulan lalu, kini juga kembali beroperasi.

Berbagai mesin permainan seperti, ding-dong, dan beberapa permainan lain terlihat di lantai dua mal. Beberapa pengunjung juga terlihat tengah menikmati permainan tersebut.

Pada pintu masuk juga tertera tulisan tarif penukaran koin bagi pengunjung yang hendak bermain. Pihak pengelola gelper juga menuliskan beberapa peraturan sebelum memasuki arena seperti, pengunjung dilarang membawa koin dari luar.

Di bagian depan arena, terlihat penjual koin yang siap melayani pengunjung.

Kapolsek Sekupang, Kompol Ferry Aprizon mengatakan keberadaan gelper di STC memiliki izin operasi yang dikeluarkan Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BPM-PTSP) Kota Batam. “Ada izin itu,” jelasnya saat dihubungi Batam Pos, Selasa (13/12).

Dia menambahkan, sebelumnya pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap kelengkapan izin yang dimiliki pengelola gelper tersebut.ÿ”Kita sudah cek dan mereka miliki semua izin,” ujarnya.

Sementara itu, dihubungi terpisah, Kepala BPM-PTSP Kota Batam, Gustian Riau menegaskan akan menutup gelanggang permainan yang terindikasi judi. “Jika memang terbukti judi akan kita tutup,” tegas dia, sore kemarin.

Selama ini, kata dia, pihaknya selalu melakukan pemantauan ke beberapa tempat gelanggang permainan untuk memastikan tidak adanya praktik perjudian. “Kita selalu turun kok, untuk mengecek dan memastikan tidak ada judi,” ujarnya.

Disinggung mengenai arena gelper yang berada di di pusat perbelanjaan STC Sekupang, Gustian menjelaskan arena permainan tersebut memiliki izin dan tidak ada indikasi judi. “Memang punya izin, sejauh ini aman-aman saja, tidak ada indikasi judi di sana. Besok (hari ini, red) saya ceklah,” sebutnya.

Hingga saat ini ada 41 izin tempat gelanggang permainan yang keluarkan BPM-PTSP Kota Batam, tapi ada 9 tidak aktif. “Jadi sekitar 32 masih aktif. Tersebar seluruh Batam,” ungkapnya.

Menanggapi pernyataan Kapoda Kepri, Brigjen Pol Sam Budigusdian terkait perizinan gelper, Gustian mengatakan tidak ada masalah. Pihaknya selalu berkomunikasi dengan kepolisian untuk menertibkan gelper yang terindikasi judi.

“Kita selalu komunikasi, jika memang ada yang judi, ayo lah sama-sama kita tutup saja,” ucapnya. (eja/cr17/cr13/ska)

Disperindag Bantah Gas Bersubsidi Langka

0
Karyawan agen gas elpiji 3 kilogram menurunkan tabung-tabung gas. Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos

batampos.co.id – Kepala Dinas Perindustrian (Disperindag) Kota Batam Zaref Riadi, belum mendapat laporan terkait kelangkaan gas melon di Batam. Menurutnya, keberadaan gas bersubsidi untuk masyarakat kelas menegah ke bawah itu masih mudah didapat di pangkalan.

“Kami tak ada menerima laporan kelangkaan gas,” kata Zaref membantah adanya kelangkaan gas bersubsidi.

Ia juga mempertanyakan lokasi atau daerah-daerah mana saja yang kesulitan mendapatkan gas bersubsidi tersebut. Jika memang ada, pihaknya akan turun langsung ke lapangan untuk mengecek.

“Lokasinya dimana, soalnya hingga kini tak ada laporan. Kalau informasi itu benar, minggu ini kita akan turun,” jelas Zaref.

Dikatakan Zaref, Diperindag sudah memiliki tim sendiri untuk mengecek kelangkaan gas. Yang mana, tim itu juga mengawasi seperti apa pereadaraan gas di Batam.

“Sudah ada tim kami yang mengawasi,” sebut Zaref. (she)

Pemko Batam Rancang APBD Rp 2,5 Triliun

0
ilustrasi

batampos.co.id – Pemerintah Kota (Pemko) Batam mengajukan rancangan anggaran pendapatan dan belanja daerah (RAPBD) 2017 Kota Batam sebesar Rp 2,5 triliun lebih.

Wali Kota Batam Muhammad Rudi mengatakan pihaknya telah menyelesaikan pembahasan RAPBD 2017. Dimana angka Rp 2,5 triliun langsung diajukan ke DPRD Batam.

“Sudah selesai dibahas, kita ajukan Jumat (9/12) Rp 2,5 triliun sekian,” kata Rudi kepada wartawan, kemarin.

Dikatakannya, angka itu didapat setelah melalui rapat dan pertimbangan bersama seluruh SKPD. Meski beberapa waktu lalu, pusat sempat memangkas RAPBD Batam menjadi Rp 2,4 triliun lebih.

“Tak usah ditanya lagi (yang disetujui pusat), yang jelas sudah kami kirim ke DPRD Rp 2,5 triliun sekian,” tegas Rudi.

Menurut dia, prioritas anggaran APBD 2017 adalah di bidang pendidikan. Sekitar 21 persen atau Rp 500 miliar dianggarkan untuk dunia pendidikan di Batam.

“Paling besar di Pendidikan, sekitar Rp 500 miliar lebih,” ujar Rudi.

Rudi mengaku angka itu lebih kecil jika dibandingkan anggaran tahun lalu, yang mana untuk pendidikan dianggarkan 28 persen dari APBD. Namun karena wewenang guru sekolah menegah dan swasta telah berpindah ke Propinsi, anggaran pun dikurangkan.

“Insetiv guru swasta menjadi wewenang propinsi. Jadi berkurang sekitar Rp 100 miliar dibanding tahun lalu,” beber Rudi.

Tak hanya pendidikan, APBD 2017 juga diprioritaskan untuk infrastruktur. Salah satunya untuk perbaikan dan pelebaran jalan di Batam yang ditangani Dinas Pekerjaan Umum (PU) Batam.

“Infrastruktur jalan khusus PU sebesar Rp 320 miliar. Belum untuk infrastruktur yang lain,” sebut Rudi.

Sementara itu, Kadis PU Batam Yumasnur membenarkan anggaran sebesar Rp 320 miliar untuk perbaikan jalan. Anggaran itu lebih besar jika dibandingkan tahun lalu yang hanya Rp 250 miliar.

“Naik sekitar Rp 70 miliar untuk pembangunan jalan,” jelas Yumasnur.

Sebelumnya Pemerintah pusat memangkas Rp 118 miliar Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2017 dari Rp 2,5 triuliun yang diajukan Pemko Batam sebesar .

Alhasil, Pemko Batam harus kembali merombak Kebijakan Umum Anggaran (KUA) Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Kota Batam. Pemangkasan APBD 2017 karena adanya pemotongan dana transfer dari Pemerintah pusat. Sehingga APBD 2017 harus dikurangi dari Rp 2,5 triliun menjadi Rp 2,4 triliun.(she)

Kapolda Kepri: Tentang Gelper Tanya ke Pemko Saja

0
Sejumlah orang asik bermain fisher untuk mendapatkan koin sebanyak-banyaknya di wahan permainan adu ketangkasan (gelper) Dunia Fantasi, Nagoya Hill, Senin (12/12). Wahana permainan ini sempat ditutup namun sekarang mulai beroperasi kembali. F.Rezza Herdiyanto/Batam Pos

batampos.co.id – Kapolda Kepri Brigjen Pol Sam Budigusdian mengatakan pihak kepolisian hanya mendapatkan “sampah” saja dari kegiatan Gelanggang Permainan (gelper).

Seharusnya Pemerintah Kota Batamlah yang mengurus permasalahan ini, karena mereka yang mengeluarkan izin untuk gelper.

“Terlalu banyak kepentingan disini (permasalahan gelper,red), siapa yang mengeluarkan izin. Dialah yang mengurus dan mengawasi,” katanya, Selasa (13/12).

Ia mengatakan seharusnya Pemko Batam tutup saja seluruh gelper yang ada, karena selalu menimbulkan permasalahan. “Pemberi izin yang tutup gelper,” tuturnya.

Sejauh adanya izin dikantongi oleh para pelaku gelper, Sam menyebutkan hal ini secara hukum legal. “Saya kembalikan permasalah ini ke pemerintah kota (Pemko Batam,red)  saja,” ujarnya.

Ia meminta penanganan masalah gelper ini tak ditanyakan ke pihak kepolisian. “Jangan kami lagi, suruh yang lain (Pemko Batam,red) yang tutup,” pungkasnya. (ska)

Oknum Wartawan Terancam Hukuman 9 Tahun Penjara

0
Anggota Dirkrimum Polda Kepri membawa dua oknum wartawan Sugiarto dan Pineop tersangka yang diduga melakukan pemerasan saat ekpos di Mapolda Kepri, Selasa (13/12). Keduanya ditangkap saat melakukan pemerasa terhadap seorang pengusaha Batam.
Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Dua Oknum wartawan, Sugiarto Aritonang dan Pineop Siburian terancam hukuman 9 tahun penjara, akibat melakukan pemerasan pada seorang pengusaha yakni Amat Tantoso. Kedua orang ini memeras, dengan modus menghapus link berita mengenai pelanggaran IMB Hotel Kuning milik Amat Tantoso.

“Keduanya kami kenakan pasal 368 KUHP,” kata Kapolda Kepri Brigjen Pol Sam Budigusdian, Selasa (13/12).

Dalam pasal itu disebutkan, barangsiapa dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, memaksa seorang dengan kekerasan atau ancaman kekerasan untuk memberikan barang sesuatu, yang seluruhnya atau sebagian adalah kepunyaan orang itu atau orang lain, atau supaya membuat hutang maupun menghapuskan piutang, diancam karena pemerasan, dengan pidana penjara maksimum 9 tahun.

“Ini berdasarkan fakta lapangan yang kami temukan,” ungkapnya.

Sam mengatakan berdasarkan pengakuan dari para saksi dan korban, Sugiarto dan Pineop awalnya meminta uang sebanyak Rp 20 juta.

“Untuk menghapus berita di link detiknewsocean.com, dengan alasan biaya operasional kantor,” tuturnya.

Lalu terjadilah transaksi di Warung Kopi Empang Greenland, Batamkota. Saksi Fransisku Nong Bliro dan Wie Liang, yang merupakan perpanjangan tangan dari Amat Tantoso, memberikan uang yang diminta dua orang tersangka tersebut.

“Uang yang diserahkan pada saat transaksi ini sebesar Rp 7 juta,” ucapnya.
Selain uang ini, polisi juga berhasil menyita empat unit telepon genggam, dua stempel bertuliskan redaksi Detiknewsocean dan dua kartu pers.
Sam menyebutkan kasus ini menjadi atensi mereka, ia berharap oknum-oknum wartawan tak berlaku hal seperti ini. Sebab ini mencederai para wartawan yang bekerja sungguh-sungguh demi kemajuan bangsa. (ska)