Sabtu, 18 April 2026
Beranda blog Halaman 13955

Virus Zika Landa Singapura, Pariwisata Kepri Ikut Terkena Dampak

0
Alat monitor suhu tubuh (Thermal Meter) penumpang dari Singapore dan Malaysia yang terpasang di sejumlah pelabuhan di Batam yang merupakan upaya dari Kementrian Kesehatan Indonesia terhadap virus Zika, Pelabuhan Internasional Batamcenter, Rabu (31/8). F.Rezza Herdiyanto/Batam Pos
Alat monitor suhu tubuh (Thermal Meter) penumpang dari Singapore dan Malaysia yang terpasang di sejumlah pelabuhan di Batam yang merupakan upaya dari Kementrian Kesehatan Indonesia terhadap virus Zika, Pelabuhan Internasional Batamcenter, Rabu (31/8). F.Rezza Herdiyanto/Batam Pos

batampos.co.id – Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Kepri, Guntur Sakti mengatakan virus zika yang mulai merebak di Singapura memberikan dampak bagi dunia pariwisata Provinsi Kepri. Apalagi ditambah sejumlah negara-negara di Asia sudah mengeluarkan travel warning ke Singapura.

“Boleh dikatakan, sekarang ini pariwisata Provinsi Kepri sedang terguncang, karena ditemukannya banyak kasus zika di Singapura,” ujar Guntur Sakti menjawab pertanyaan wartawan, Kamis (1/9)

Menurut Guntur, Singapura menjadi pintu masuknya wisatawan mancana negara ke Provinsi Kepri. Tentu dengan menurunnya jumlah wisman ke Singapura, akan mempengaruhi jumlah wisman yang datang ke Kepri. Disebutkannya sejumlah negara yang sudah mengeluarkan travel warning diantaranya adalah Australia, Taiwan, dan Korea.

“Padahal negara-negara tersebut merupakan potensial marketnya Kepri. Apalagi belum adanya direct flight dari negara-negara tersebut ke Kepri,” jelas Guntur.

Masih kata Guntur, Indonesia juga sudah mengeluarkan travel advisor atau peringatan bagi warga negara Indonesia yang ingin berwisata ke Singapura. Gangguan yang disebabkan oleh virus akan menyebabkan Kepri menjadi defisit wisman. Di Batam kata Guntur, ada travel agen dari Korea yang memang menjadi penyuplai masuknya wisman Korea ke Kepri.

“Mereka juga mengeluh dengan kejadian ini. Padahal sudah banyak yang melakukan order untuk ke Kepri. Karena virus zika sedang melanda Singapura, rencana tersebut terpaksa ditunda,”jelasnya lagi.

Ditambahkan Guntur, sekitar 90 persen masuknya wisman ke Kepri memang lewat Singapura. Guntur berharap Singapura bisa segera mengatasi persoalan yang ada. Karena eskalasi wisman datang ke Kepri meningkat, apabila perkembangan kasus zika di Singapura menurun. Begitu juga sebaliknya.

“Kita berharap eskalasi tidak terlalu lama atau panjang. Mudah-mudah normal secepatnya. Sehingga defisit Wisman ke Kepri tidak berkepanjangan juga,” tutup Guntur.(jpg/bpos)

Terlibat Kasus, Maradona Ditangkap di Batam

0
Maradona dan rekannya Iwan (pakai sebo) ditangkap jajaran Polsek Batuampar atas kasus pencurian kendaran bermotor. Maradona mantan Polisi yang pernah bertugas di Polda Kepri. Foto: eggi/batampos.co.id
Maradona dan rekannya Iwan (pakai sebo) ditangkap jajaran Polsek Batuampar atas kasus pencurian kendaran bermotor. Maradona mantan Polisi yang pernah bertugas di Polda Kepri. Foto: eggi/batampos.co.id

batampos.co.id – Maradona, residivis kasus kepemilikan senjata api dan mantan anggota polisi yang terakhir berdinas di Polda Kepri ditangkap jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Batuampar.

Mantan polisi yang bernama lengkap Endra Maradona ditangkap karena mencuri sepeda motor jenis Satria FU milik Maitris Hengki Putra di Simpang DAM. Dalam beraksi, ia dibantu rekannya, Iwan.

Kanit Reskrim Polsek Batuampar, AKP Kahardani mengungkapkan awal mula tertangkapnya dua pelaku pencurian sepeda motor ini setelah mendapatkan informasi dari masyarakat yang merasa curiga adanya penjualan sepeda motor dengan harga yang tidak wajar.

“Awalnya kita mendapatkan info masyarakat bahwa ada yang menjual motor dengan harga yang tidak wajar. Setelah mendapatkan info itu kita langsung melakukan penyelidikan,” ungkapnya.

Setelah penyelidikan, ternyata informasi tentang adanya penjualan sepeda motor dengan harga tidak wajar tersebut, polisi langsung menangkap salah seorang pelaku, Iwan.

Dari penangkapan Iwan, polisi kemudian melakukan pengembangan dan diketahui bahwa sepeda motor hasil curian itu dicurinya bersama Maradona.

Mendapatkan informasi dari Iwan, unit buser Polsek Batuampar langsung bergerak dan berhasil menangkap Maradona di kawasan Batuaji.

“Saat di amankan, sepeda motor ini warnanya telah dirubah oleh pelaku. Yang awalnya berwarna merah, kini telah diganti dengan warna putih,” katanya.

Sementara itu, Maradona mengaku dipecat dari anggota polisi pada tahun 2013 lalu dengan pangkat Briptu karena disersi. Ia juga mengaku jika sejak dipecat tidak pernah bekerja sama sekali.

“Saya melakukannya karena pengaruh lingkungan. Terakhir dinas polda pangkat terakhir briptu, sejak berhenti dari polisi belum pernah kerja. Uangnya hasil penjualan dibagi-bagi untuk kebutuhan,” katanya. (eggi)

Haafizah Adzroo dan Safira Aryanti Octaviana, masih Belia tapi Sudah Jadi Pelatih Karate

0

batampos.co.id – Masih belia namun jangan remehkan kemampuan mereka dalam hal karate.

Beli Sabu Diberi Tawas, Pemuda Ini Sekarat Ditusuk Pembeli

0
Korban penusukan saat dirawat di RSUD Embung Fatimah. Foto: istimewa/FB/WB
Korban penusukan saat dirawat di RSUD Embung Fatimah. Foto: istimewa/FB/WB

batampos.co.id – Tak terima dengan sabu yang di belinya digantikan dengan tawas, salah seorang pemuda nekat menusuk pengedar sabu di depan Top 100 Tembesi, Kamis (1/9/2016) malam.

Kapolsek Sagulung, AKP Hendrianto mengungkapkan, kejadian bermula saat pelaku membeli  paket sabu dengan RN.

Setelah menerima paket dari RN, pelaku pun memakai sabu tersebut. Namun pelaku merasa curiga karena sabu menghitam saat ia bakar.

“Saat pelaku memakai sabu itu baru diketahui bahwa itu bukan sabu karena saat dibakar menghitam,” ungkap Hendrianto, Jumat (2/9/2016).

Tidak terima karena sabu yang dibelinya diganti dengan tawas, pelaku kemudian berniat mencari RN. Ia kemudian bertemu dengan RN di Top 100 Tembesi.

Karena kesal, pelaku menusuk RN menggunakan pisau dapur yang telah dipersiapkannya dari rumah.

“Pelaku menusuk korban di bagian dada kanan, pipi kanan, dan perut,”  kata Kapolsek.

Saat ini korban telah dirawat secara intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah atas luka tusukan yang diterimanya.

Sementara itu, Hendrianto mengungkapkan saat ini jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Sagulung masih melakukan pengejaran terhadap pelaku yang identitasnya telah dikantongi. (eggi)

Oknum Polisi Dituding Larikan Mobil Leasing

0

mobilbatampos.co.id – Seorang perwira polisi yang bertugas di Mapolresta Bintan dilaporkan atas kasus penggelapan mobil di Mapolresta Barelang. Polisi berinisial AKP Sj tersebut dilaporkan telah menggelapkan mobil dari leasing.

Sjmenggelapkan mobil Avanza Veloz hitam bernomor plat BP 1062 HM. Mobil tersebut dicicil seharga Rp 4,8 juta per bulan dan telah menunggak selama enam bulan lalu.

“Kami sudah menemui dia (Sj). Tetapi tidak ada itikad baik dari dia untuk mengembalikan mobil,” ujar Imelda Fransiska, legal Oto Finance di Mapolresta Barelang.

Menurutnya, selama mediasi yang dibantu Wakapolresta Bintan, Sj menolak mengembalikan mobil tersebut. Bahkan, dia mengancam petugas leasing yang hendak menarik mobil.

“Kami masih sering nagih (cicilan). Tetapi dia malah mengancam-ngancam. Sampai mediasi tidak ada kesepakatan,” terangnya.

Imel menjelaskan untuk mengelabui petugas leasing, Sj mengganti plat nomor mobil dengan nomor B 1717 TRI.

“Kita juga sudah datangi rumahnya. Tetapi sama sekali tidak ada orang,” tuturnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Memo Ardian membenarkan adanya laporan penggelapan mobil tersebut. Dia mengaku masih meminta keterangan terlapor.

“Laporannya sudah diterima. Kasusnya masih lidik,” tutupnya. (opi)

Sistem Drainase Batam Masih Buruk

0
Tumpukan sampah di drainase Jalan Letjen Soeprapto, Kibing. Foto: Ahmad Yani/ Batam Pos
Tumpukan sampah di drainase Jalan Letjen Soeprapto, Kibing. Foto: Ahmad Yani/ Batam Pos

batampos.co.id – Tak bisa dipungkiri, setiap kali diguyur hujan, Batam akan tergenang banjir. Hal ini disebabkan karena tidak terintegrasinya pembangunan drainase.

Begitupun dengan pola penanganan dan pengawasan pihak terkait yang dinilai masih lemah.

“Analisa mengenai sistem drainase perkotaan yang terintegrasi dengan baik ini yang belum ada di Batam,” ujar Ketua Komisi III DPRD Batam Djoko Mulyono, kemarin.

Level-level drainase harus disesuaikan dengan kebutuhan dan jumlah debit air.

“Kan harus tahu, dengan curah hujan segini, batas maksimalnya berapa. Sehingga tak ada lagi masalah banjir,” tutur politisi Golkar tersebut.

Dan yang kedua, kata Djoko, masalah perizinan yang berkaitan dengan pemotongan lahan cut and fill. Apabila tidak diimbangi dengan sarana drainase yang memadai, sehingga pada saat lahan itu dipotong, median lahan tak bisa menyerap resapan air hujan.

‘Makanya ketika drainase tak mampu menampung imbasnya banjir,” tuturnya.

Ia juga menghimbau masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya. Tidak jarang di parit ditemukan bantal, kasur dan lain sebagainya sehingga menyebabkan parit tersumbat.

“Kalau sudah tersumbat, pas diguyur hujan kan akhirnya banjir,” sebutnya.

Anggota Komisi III, Sugito mengaku, Pemerintah Kota (Pemko) Batam tak perlu belajar jauh-jauh ke luar negeri untuk mengatasi banjir. Di kawasan Batamindo, sejak drainase dibangun sampai sekarang tak pernah dilanda banjir.

“Makanya disana sistem drainasenya sudah terintegrasi,” pungkasnya. (rng)

Ruas Jalan di Batam Diperlebar, Total Panjangnya Sampai 34 Kilometer

0
Kemacetan terjadi di Sei Panas pada jam-jam sibuk. Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos
Kemacetan terjadi di Sei Panas pada jam-jam sibuk. Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos

batampos.co.id – Pemerintah Kota Batam telah menargetkan pembangunan jalan di sembilan Kecamatan dengan total panjang hampir 34 kilomter. Hingga saat ini, progres pengerjaan tahun 2016 itu telah berjalan 30 persen.

Humas Pemko Batam Ardi Winata mengatakan proyek pembangunan jalan yang dikerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Batam menyasar sembilan Kecamatan, dengan total panjang jalan 33.843 meter.

Sembilan kecamatan itu adalah Bengkong, Lubukbaja, Sekupang, Batuaji, Sagulung, Seibeduk, Nongsa, Batamkota dan Galang. Jalan-jalan tersebut nantinya akan lebih luas karena diperbagus dan diperlebar.

“Ada 9 Kecamatan infrastruktur jalan yang akan dibenahi tahun ini. Semuanya akan diperlebar dengan total hampir 34 kilometer,” kata Ardi di Kantor Pemko Batam, kemarin.

Dikatakannya, jalan-jalan tersebut tak hanya lebih lebar, namun juga memiliki pedestrian untuk pejalan kaki. Dinas PU juga melakukan pembangunan dan perbaikan empat jembatan di tiga lokasi, yakni dua di kawasan Bengkong, satu bulang dan satunya lagi di Belakangpadang.

“Untuk jembatan ada di 3 Kecamatan, tapi 4 pengerjaan,” kata Ardi lagi.

Menurut dia, saat ini semua proyek sudah selesai lelang dan dalam tahap pengerjaan. Sebagian ruas jalan di beberapa Kecamatan ada yang sudah hampir selesai, seperti jalan di sekitar Nagoya.

“Yang lainnya masih on progress. Namun secara keseluruhan progresnya sudah 30 persen,” jelas Ardi.

Disinggung mengenai anggaran, Ardi mengaku belum mendapat angka pasti dari Dinas PU. Namun diperkirakan untuk pembangunan jalan itu bisa mendekati angka ratusan miliar.

“Belum mendapat data anggaran. Namun dipastikan anggaran untuk perbaikan ini sangat besar karena di sembilan Kecamatan,” sebut Ardi lagi. (she)

Pemerintah Mesti Tiru Filipina Dalam Hal Perlindungan TKI

0
ilustrasi
ilustrasi

batampos.co.id – Ketua Komisi I DPRD Kota Batam Nyangnyang Haris Pratamura mengatakan, sesuai Undang-undang Nomor 37 Tahun 1999 tentang Hubungan Luar Negeri Pasal 19 memuat, kewajiban Perwakilan Indonesia di luar negeri untuk memberikan pengayoman, perlindungan serta bantuan hukum bagi WNI yang ada di luar negeri.

“Makanya setiap kali ada TKI yang bermasalah di luar negeri, kami minta Depnaker melalui atau kerjasama dengan kementrian luar negeri untuk segera memberi pengayoman bagi mereka,” kata Nyangnyang, Kamis (1/9).

Menurut dia, kementerian luar negeri harus memiliki komitmen yang tinggi untuk melaksanakan hal tersebut, dengan menempatkan isu perlindungan WNI di luar negeri sebagai salah satu isu prioritas.

“Mereka datang ke sana untuk merubah hidup dan juga pahlawan devisa negara,” sebut Nyangnyang.

Dalam memberikan pengayoman, lanjutnya, kementerian luar negeri juga harus mengedepankan tiga pendekatan utama di dalam pelayanan dan perlindungan WNI.

Meliputi, pencegahan (prevention), deteksi dini (early detection) dan perlindungan secara cepat dan tepat (immediate response).

“Tujuan untuk menekan terjadinya jumlah kasus-kasus yang menimpa WNI di luar negeri,” sambungnya.

Pemerintah melalui kementrian luar negeri, sebut politisi Gerindra tersebut juga harus lebih interaktif dengan para TKI di luar negeri.

“Kita harus meniru di Banglades dan Filipina, 25 persen tenaga kerja di Timur Tengah adalah orang Filipina. Bagaimana negara melindungi tenaga kerja mereka,” pungkasnya. (rng)

Peralihan Cuaca, Batam Masih Akan Diguyur Hujan

0
Kondisi awan yang menghitam di Kawasan Batamcenter yang dilihat dari Jalan  Abulyatama, Batamcenter, Kamis (1/9). F.Rezza Herdiyanto/Batam Pos
Kondisi awan yang menghitam di Kawasan Batamcenter yang dilihat dari Jalan Abulyatama, Batamcenter, Kamis (1/9). F.Rezza Herdiyanto/Batam Pos

batampos.co.id – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) stasiun Hang Nadim Batam, Philip Mustamu mengatakan, Batam kembali masuk dalam masa penghujan dengan intensitas cukup tinggi.

“Sekarang masa banyak hujan. Tidak heran Batam dalam beberapa hari ini hampir setiap hari diguyur hujan,” ujar Philip, kemarin.

Ia menjelaskan, curah hujan yang terjadi diakibatkan bawaan angin yang berhembus dari arah Selatan.

“Bagian Selatan Indonesia umumnya adalah lautan luas, sehingga uap air yang dibawa angin dan mengarah ke Kepri khususnya Batam, mengakibatkan turunnya hujan dengan intensitas cukup besar,” paparnya.

Dalam beberapa hari kedepan, lanjut Philip, Batam juga wilayah Kepri lainnya masih akan mengalami hujan sedang hingga hujan lebat yang disertai kilat dan petir.

Namun, disamping itu, Philip juga menuturkan bahwa cuaca Batam sedang tidak tentu arah alias dalam masa peralihan cuaca.

“Ini sudah merupakan fenomena alam. Kadang selesai hujan lebat, bisa disusul dengan panasnya terik matahari yang menyengat,” sebutnya.

Untuk itu ia turut menghimbau masyarakat Batam agar waspada terhadap peralihan cuaca ini.

“Masa peralihan cuaca umumnya rawan penyakit. Orang mudah terserang demam. Kesehatan harus benar-benar dijaga agar tidak mengganggu aktifitas sehari-hari,” tutup Philip. (cr15)

Pengakuan Penumpang Batam ke Singapura tentang Isu Zika, Santai Aja

0
Alat monitor suhu tubuh (Thermal Meter) penumpang dari Singapore dan Malaysia yang terpasang di sejumlah pelabuhan di Batam yang merupakan upaya dari Kementrian Kesehatan Indonesia terhadap virus Zika, Pelabuhan Internasional Batamcenter, Rabu (31/8). F.Rezza Herdiyanto/Batam Pos
Alat monitor suhu tubuh (Thermal Meter) penumpang dari Singapore dan Malaysia yang terpasang di sejumlah pelabuhan di Batam yang merupakan upaya dari Kementrian Kesehatan Indonesia terhadap virus Zika, Pelabuhan Internasional Batamcenter, Rabu (31/8). F.Rezza Herdiyanto/Batam Pos

batampos.co.id – Di Indonesia dan Batam khususnya isu zika begitu mengemuka. Pemerintah Indonesia begitu waspada, eh, pemerintah Singapura justru lebih santai menghadapi kasus Zika ini. Mereka bahkan tidak melakukan pemeriksaan terhadap para penumpang feri yang hendak berlayar keluar Singapura, khususnya Batam.

“Saya baru tahu tadi ketika dibagikan kartu itu,” kata Lona saat ditemui di lobi  kedatangan Pelabuhan Feri Internasional Batamcenter, kemarin.

Wanita yang baru saja datang dari Singapura itu mengatakan, kondisi di Singapura normal-normal saja. Begitupun kondisi di pelabuhan. Ia tak mendapatkan pemeriksaan apapun ketika hendak pergi ke Batam.

“Di sini saja yang seperti ini. Ada-ada saja,” ujarnya.

Sama halnya dengan Lona, Deni juga mengaku tidak khawatir dengan virus tersebut. Ia tidak merasakan ada perbedaan di Singapura. “Tidak ada pemeriksaan apapun di sana. Seperti biasa saja,” ujar pria yang bekerja di Singapura tersebut.

Penumpang asal Singapura, Marvel, namun demikian, merasa wajar dengan pemeriksaan tersebut. Ia pernah mendapatkan pemeriksaan serupa ketika virus Mars merebak. Hal tersebut tidak menghalanginya untuk bepergian.

“Saya tidak tahu apa yang mereka (petugas kesehatan) katakan. Tapi saya tahu apa yang mereka lakukan. Silakan saja,” ujarnya dalam bahasa Inggris. (ceu/she/cr13)