Jumat, 17 April 2026
Beranda blog Halaman 13956

Tinggal Menghitung Hari, Gaji Guru Honor Komite Dibayarkan

0
Kabag Humas Pemko Batam, Ardiwinata. Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos
Kabag Humas Pemko Batam, Ardiwinata. Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos

batampos.co.id – Lama tak ada kejelasan, akhirnya gaji honorer komite SMA dan SMK Negeri di Batam akhirnya dibayarkan. Pembayaran gaji telah diusulkan kepada bagian keuangan Pemko Batam. Saat ini, tinggal menunggu pembayarannya saja.

Humas Pemko Batam Ardiwinata mengatakan rekomendasi dari DPRD Batam terkait gaji guru honor komite sudah diterima. Pihaknya juga sudah selesai melakukan verifikasi terhadap SMA dan SMK Negeri yang telah mengajukan tenaga honorer tersebut.

“Untuk penggajian masih dalam proses kontrak kerja, mungkin 2 atau 3 hari ini sudah cair,” kata Ardi, kemarin.

Diuraikan Ardi, data guru honorer komite ini berjumlah 567 orang, terdiri dari guru honor, tata usaha dan penjaga sekolah.

Untuk detailnya, guru honor komite SMA Negeri berjumlah 204 orang, SMK Negeri 172 orang. Total keseluruhan 376 orang.

Sedangkan data Tata Usaha honor komite untuk SMA Negeri sebanyak 51 orang dan SMK Negeri berjumlah 70 orang.

Data penjaga honor komite SMA Negeri berjumlah 46 orang, sedangkan SMK Negeri sebanyak 24 orang dan total keseluruhan 70 orang.

“Totalnya keseluruhan ada 567 tenaga honorer,” pungkasnya.

Di tempat terpisah, Ketua DPRD Batam, Nuryanto menegaskan, selagi dibutuhkan, pemerintah wajib membayarkan gaji tenaga honorer.

“Namanya orang kerja, harus wajib dibayar. Dan kita pun (DPRD) harus menganggarkan,” tegas Cak Nur, sapanya.

Menurutnya, terkait gaji honorer komite SMA/SMK Negeri dan gaji 13 atau THR untuk Tenaga Harian Lepas Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) sebelumnya tidak dianggarkan di APBD 2016. Namun demikian, baru dianggarkan di APBD-Perubahan tahun 2016.

“Makanya untuk guru honor komite kita sudah rekomendasikan untuk segera membayar gaji mereka menggunakan anggaran yang ada. Nanti pada APBD-Perubahan baru kita revisi. Ini kan hanya masalah teknis saja,” pungkasnya. (rng)

Tersangka Percobaan Pembunuhan Pacar Didampingi Psikolog Anak

0
Ilustrasi pelaku pembunuhan telah ditahan. Foto: Pixabay
Ilustrasi pelaku pembunuhan telah ditahan. Foto: Pixabay

batampos.co.id – Dua tersangka dibawah umur Mda, 17 dan Na, 16, akan diserahkan Polsek Nongsa pada Selasa (30/8) ke kejaksaan, terkait kasus percobaan pembunuhan terhadap Da,17.

Mda selaku pelaku utama, masih ditahan di sel Polsek Nongsa. Sementara itu Na, menjadi tahanan luar.

“Na karena hanya menyaksikan dan ikut mengangkat tubuh korban (Pacara Mda, Da,red) dan tak melakukan pemukulahan. Makanya bisa jadi tahanan luar, sedangkan Mda yang terlibat langsung terpaksa mendekam di sel Polsek Nongsa,” kata Kapolsek Nongsa S Dalimunthe pada Batam Pos, kemarin.

Ia mengatakan walaupun pihaknya mengkedapankan proses diversi, kasus ini tetap berjalan. Dalimunthe menuturkan berkas kedua tersangka tersebut, digesa polisi agar cepat selesai. Mengingat kedua pelaku masih dibawah umur.

“P21nya sudah, kami cepatin saja prosesnya,” ungkapnya.

Selama proses pemeriksaan kata Dalimunthe, kedua tersangka di dampingi dari pihak Bapas dan psikologi anak. Hal ini sesuai dengan aturan peradilan anak.

“Seluruhnya, ada pihak Bapas,”tegasnya.

Kasus ini cukup mendapat perhatian berbagai pihak. Mda selaku pelaku utama, berniat mengahabisi pacaranya Da. karena tengah mengandung anak hasil hubungan terlarang yang mereka lakukan.

Mda yang awalnya hanya ingin membunuh janin tak berdosa tersebut, menjadi kalap. Akibat berbagai cara yang ia tempuh bersama Da untuk mengugurkan jani berumur 3 bulan tersebut, tak membuahkan hasil.

Sehingga remaja yang sekolah di salah satu SMK Negeri di Nongsa tersebut. Akhirnya memilih cara terakhir, untuk membukam sang bayi dan ibunya.

Dengan memukul kepala Da dengan batu berulang kali, Mda berharap semua masalah ini selesai. Oleh sebab itu ia, telah mempersiapkan kuburan sedalam setengah meter untuk kekasihnya.

Tapi ternyata Da dengan cerdik menipu Mda, dengan berpura-pura tak sadarkan diri. Sehingga begitu ada kesempatan, Da memilih kabur dan berteriak minta tolong.

Sementara itu Na, pelaku kedua atas kasus ini. Menurut Dalimunthe hanya berada di tempat dan waktu yang salah.

“Mungkin ia tak tahu menahu, tapi karena berada di sana. Makanya diproses juga,” ucapnya.

Mda pada beberapa waktu lalu diwawancara, menyatakan menyesal atas perbuatannya. “Saya menyesal, melakukan itu karena takut, ujarnya sembari tertunduk. (ska)

Kader Demokrat Pertanyakan Etika Politik Rudi yang Loncat ke Nasdem

0
Wakil Ketua II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DPRD Kepri, Husnizar Hood yang berasal dari Partai Demokrat. foto:dok
Wakil Ketua II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DPRD Kepri, Husnizar Hood yang berasal dari Partai Demokrat. foto:dok

batampos.co.id -Diusung Partai Demokrat pada Pilwako 2015 lalu, Rudi sukses melenggang menjadi Wali Kota Batam. Namun belum setahun menjabat, Rudi menceraikan Demokrat dan memilih loncat ke Partai Nasdem.

BACA: Ini Alasan Rudi Loncat Partai dari Demokrat ke Nasdem

Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Demokrat Provinsi Kepulauan Riau memang tidak mau pusing dengan keputusan Rudi menyeberang ke Nasdem. Hanya saja, kader Demokrat mempertanyakan etika politik Rudi.

“Seharusnya ada komunikasi terlebih dahulu dengan kader Demokrat sebelum ia mengambil keputusan itu,” ujar Sekretaris DPD Demokrat Kepri, Husnizar Hood, seperti diberitakan koran Batam Pos (grup batampos.co.id), Selasa (30/8/2016).

Tidak ada angin. Tidak ada ribut. Tiba-tiba hujan. Begini bahasa Husnizar menjelaskan perpindahan Rudi dari partai bentukan Susilo Bambang Yudhoyono ini ke partai bentukan Surya Paloh.

“Tapi ini hanya soal etika saja. Apalagi di negeri Melayu, yang mengajarkan kita harus datang nampak hidung, pulang nampak punggung,” kata Husnizar.

Baca Juga: Dari Demokrat Rudi Loncat ke Nasdem

Akan tetapi Husnizar mengaku tidak terlalu kaget dengan sikap politik Rudi itu. “Karena gejalanya sudah kami baca juga. Dulu Pak Rudi juga bukan kader Partai Demokrat,” katanya.

Perpindahan kader partai politik ke partai lain, sambung Husnizar, memang sebuah dinamika politik. Sehingga tidak ada rasa-rasanya sampai terpikir oleh jajaran DPD Demokrat Kepri, bahwasanya mereka sedang digembosi atau mengalami kerugian atas hengkangnya Rudi.

“Dalam berpartai dan berpolitik itu tergantung keteguhan hati pribadi masing-masing. Istiqomahnya kader untuk mengabdi dan membesarkan partai. Jangankan partai, agama saja orang pindah, suami-isteri saja berpaling cinta. Kata orang Melayu, anak sungai lagi berubah, ini kan pula hati orang,” kata pria yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua II DPRD Kepri ini.

Soal perpecahan dalam lingkaran internal, Husnizar juga menampiknya. “DPP memang melakukan pembenahan se-Indonesia,” katanya.

Namun tetap saja keputusan Rudi mesti dikonsultasikan ke DPP Demokrat. Husnizar menyergah, bukan sebagai sebuah penyesalan atau kerugian atas hengkangnya Rudi, melainkan untuk melanjutkan kaderisasi dan kegayengan DPC Demokrat Batam.

“Saya pikir akan ada Plt yang bisa ditunjuk. Bisa dari DPP atau DPD. Lihat saja nanti,” katanya. (muf)

Waspadai Penyebaran Virus Zika , Pemeriksaan Turis Singapura Diperketat

0
Waspadai virus Zika
Waspadai virus Zika

batampos.co.id – Maraknya kasus zika di Singapura membuat Pemerintah Provinsi Kepri dan Pemko Batam waspada. Pemeriksaan kesehatan turis asing, terutama dari Singapura dan Malaysia, yang masuk ke Kepri diperketat sejak tiba di pelabuhan.

Seperti yang dilakukan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) di Pelabuhan Sri Bintan Pura Tanjungpinang. Mulai pagi ini (30/8), setiap penumpang kapal feri dari Singapura diwajibkan mengisi kartu kewaspadaan kesehatan (health alert card).

Kepala Seksi Pengendalian Karantina dan Surveillance di Pelabuhan Sri Bintan Pura, Jufrihadi, menjelaskan teknis pengisian kartu berwarna kuning ini sudah bisa dilakukan sejak penumpang masih berada dalam kapal.

“Mekanismenya, kapten kapal melalui ABK-nya membagikan kartu ini kepada para penumpang. Lalu mereka diminta mengisi data diri dan keterangan asal daerah,” terang Jufrihadi, Senin (29/8).

Bukan hanya itu, dalam kartu tersebut penumpang juga diminta turut menyertakan segala jenis keluhan kesehatan yang mungkin saja dialaminya ketika berada di luar negeri.

“Ada satu lembar yang dapat diparuh lembarnya. Satu lembar untuk Kantor Karantina Kesehatan, dan selembar lagi dapat disimpan oleh penumpang yang bersangkutan,” terangnya lagi.

Hal semacam ini bukannya tanpa manfaat. Lebih lanjut Jufrihadi menjelaskan, lembar yang tersimpan tersebut dapat diberikan kepada rumah sakit atau puskesmas jika nantinya dalam seminggu kemudian dirasakan gangguan kesehatan yang menjurus kepada indikasi infeksi virus zika.

Tidak hanya mengisi kartu kewaspadaan kesehatan, setiap turis asal Singapura juga diwajibkan melalui pemeriksaan dengan mesin pemindai panas tubuh (thermo-scan) di Pelabuhan Sri Bintan Pura. Ketika ada penumpang kedapatan bersuhu badan lebih dari 38 derajat celcius, teknologi tersebut bakal memberikan tanda.

Sehingga penumpang tersebut akan diwawancarai mengenai tempat tinggal dan juga rekam jejak perjalanan pada beberapa hari belakangan. Setelahnya akan diidentifikasi oleh dokter pelabuhan.

“Jika mengarah pada kecurigaan zika, selanjutnya penumpang tersebut akan dibawa ke rumah sakit rujukan untuk mendapatkan perawatan,” ujar Jufrihadi.

Pencegahan serupa juga dilakukan oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Batam. Pemeriksaan dan pengawasan turis asing yang masuk ke Batam akan diperketat.

“Pastinya kita akan perketat pengawasan di pelabuhan,” kata Kepala KKP Kelas I Batam, Anas Maruf, Senin (29/8).

Mengingat Batam sangat dekat dengan Singapura, pihaknya juga memastikan setiap yang masuk ke Batam harus melalui alat pemantau suhu badan. Selain itu, KKP juga menyediakan ruangan pemerikasaan hingga karantina sementara di setiap pelabuhan.

“Jika ada terduga yang dicurigai akan langsung kita berikan tindakan,” ujarnya.

Dia juga mengimbau bagi masyarakat Batam yang baru saja berkunjung ke Singapura untuk lebih waspada. Jika merasakan beberapa gejala seperti demam tinggi, muncul ruam, dan sebagainya, hendaknya segera memeriksakan kesehatan ke puskesmas terdekat.

“Suhu di atas 38 derajat harus segera memerikasakan diri,” ujarnya.

Kepala Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Candra Rizal, membenarkan Pemko Batam meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran virus zika. Mengingat jarak Batam dan Singapura yang begitu dekat. Sebab saat ini, sedikitnya ada 41 warga di Singapura yang terjangkit virus ini.

“Kami menyiapkan thermal scanner (pendeteksi suhu tubuh, red),” kata Candra, kemarin.

Alat pendeteksi suhu tubuh itu akan dipasang di pintu-pintu masuk tujuh pelabuhan dan bandara di Batam. Seperti di Pelabuhan Feri Internasional Batam Centre, Pelabuhan Sekupang, Pelabuhan Nongsapura, dan Pelabuhan Harbour Bay.

Alat itu akan mendeteksi suhu tubuh setiap orang yang melewati pintu masuk. Pemilik suhu tubuh di atas 38 derajat akan diperiksa secara intensif.

“Kalau tidak ada apa-apa, ya sudah. Kalau akut, akan dirujuk ke rumah sakit terdekat,” ujarnya.

Pemko juga akan menyiagakan tim medis di pelabuhan-pelabuhan tersebut. Serta menyiapkan klinik. Sejauh ini, menurut Candra, situasi di Batam masih kondusif.

“Belum ada (yang terinfeksi). Itu tadi bentuk antisipasi kami,” ujarnya.

Hari ini, Pemerintah Provinsi akan menggelar rapat bersama kantor pelabuhan kabupaten/kota se-Kepulauan Riau di Kantor Pelabuhan Batam di Batuampar. Rapat itu akan membahas tindakan-tindakan preventif agar virus zika tersebut tidak masuk ke wilayah Kepri.

“Kami juga berupaya mengedukasi masyarakat agar tahu virus ini. Sehingga masyarakat juga bersiaga,” ujar Candra lagi.

Untuk diketahui, infeksi virus Zika terjadi melalui perantara gigitan nyamuk Aedes, terutama spesies Aedes aegypti. Virus Zika yang telah menginfeksi manusia dapat menimbulkan beberapa gejala, seperti demam, nyeri sendi, konjungtivitis (mata merah), dan ruam. Gejala-gejala penyakit Zika dapat menyerupai gejala penyakit dengue dan chikungunya, serta dapat berlangsung beberapa hari hingga satu minggu.

Virus Zika pertama ditemukan pada seekor monyet resus di hutan Zika, Uganda, pada tahun 1947. Virus Zika kemudian ditemukan kembali pada nyamuk spesies Aedes Africanus di hutan yang sama pada tahun 1948 dan pada manusia di Nigeria pada tahun 1954.

Virus zika menjadi penyakit endemis dan mulai menyebar ke luar Afrika dan Asia pada tahun 2007 di wilayah Pasifik Selatan. Pada Mei 2015, virus ini kembali merebak di Brazil. Penyebaran virus ini terus terjadi pada Januari 2016 di Amerika Utara, Amerika Selatan, Karibia, Afrika, dan Samoa (Oceania). Di Indonesia sendiri, telah ditemukan virus zika di Jambi pada tahun 2015.

Virus zika sifatnya yang menular juga dapat menjangkit ibu hamil kepada bayinya selama masa kehamilan, masa inkubasi, selama dua sampai tujuh hari setelah digigit nyamuk yang terinfeksi.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri, Tjetjep Yudiana membenarkan penjelasan tersebut. Karena itu, satu hal yang paling mendasar yang bisa dilakukan adalah memberantas persebaran nyamuk sebagai pembawa virus zika.

Kata dia, yang paling mendasar ialah gerakan masyarakat untuk melakukan 3M (menguras, menutup, mengubur). Sebab bagaimanapun juga, virus zika ini tidak akan menjangkiti manusia jika tidak ditularkan oleh nyamuk Aedes Aigypti.

“(Gerakan) 3M ini sangat penting,” tegas Tjetjep.

Prinsip pencegahan penyebaran virus zika, sambung Tjetjep, nyaris sama halnya dengan antisipasi pada wabah demam berdarah dengue (DBD). Hanya saja, virus zika yang menjangkiti ibu hamil bisa berdampak amat buruk lantaran dapat menyebabkan cacat otak si janin.

“Ini yang menyebabkan kepalanya mengecil. Itu yang membedakan zika dan DBD,” terangnya.

Gejala umumnya pun nyaris sama. Bisa ditandai dengan kepala dan punggung yang berkelanjutan. Lalu rasa nyeri di belakang mata. Kemudian menurunnya stamina seseorang yang bikin mudah lelah. Umumnya gejala ini bersifat ringan dan bisa berlangsung hingga seminggu lamanya.

Karena belum ada vaksin atau obat tertentu yang dapat menyembuhkan virus zika, Tjetjep mengajak seluruh warga Kepri berpola hidup sehat. Dengan istirahat yang cukup dan minum yang cukup untuk mencegah dehidrasi.

Rencananya, Dinas Kesehatan Kepri bakal memimpin rapat koordinasi bersama dengan dinas kesehatan yang ada di tujuh kabupaten/kota. Rapat ini juga bakal ikut mengundang perwakilan dari pengelola pintu-pintu masuk internasional yang ada.

“Sekaligus ingin melakukan sosialisasi terus-menerus agar masyarakat lebih banyak tahu tentang zika. Untuk itu, kami bahkan telah mengimbau melalui selebaran-selebaran yang edar juga di puskesmas dan klinik,” terang Tjetjep.

Sementara berdasarkan penelusuran Batam Pos di sejumlah rumah sakit, sejauh ini belum ditemukan kasus zika di Batam maupun Kepri. Meski begitu, masyarakat tetap diminta waspada.

“Belum ada sama sekali. Mudah-mudahan tetap tak ada. Karena bagaimanapun itu termasuk penyakit yang berbahaya juga,” ujar Nuarini, Humas RSUD Embung Fatimah Batam, kemarin.

Meski belum ada kasus zika, Nuraini mengatakan pihaknya sudah menyiapkan berbagai peralatan medis jika kelak ada pasien yang terjangkit zika. “Ada kok penanganan medisnya. Cuma sekarang belum ada pasien jadi memang tak ada penanganan untuk jenis penyakit itu dan tentu kita semua berharap agar virus itu tak menjangkiti ke masyarakat kita,” tuturnya. (aya/ceu/eja/cr17)

Menyaksikan Persidangan Anggota Brimob yang Didakwa Terlibat Pembunuhan

0
Para Saksi sedang diambil sumpah. foto: cecep mulyana / batampos
Para Saksi sedang diambil sumpah.
foto: cecep mulyana / batampos

batampos.co.id – Di Pujasera Golden Land, Batam Center, Brigadir Eko Dilona bersama lima rekannya sesama anggota Brigade Mobile (Brimob) Polda Kepri, duduk meriung di sebuah meja. Tegukan minuman beralkohol menyelingi obrolan hangat malam itu.

Hari berganti selepas tengah malam, para pengayom masyarakat yang semestinya sudah berada di mes mereka sebelum pukul 21.00 itu, belum juga beranjak pulang. Brigadir Eko mendadak kebelet buang air. Ia melangkah menuju toilet. Di sana, ia berpapasan dengan seorang warga bernama Hendra. Pengaruh alkohol yang sudah memenuhi syaraf di kepala, membuat ia mudah tersulut emosi. Perkelahian pecah. Entah apa sebabnya.

“Kami tidak mengetahui pasti kejadian di dalam toilet seperti apa. Tapi menurut cerita terdakwa, ia dengan saksi Hendra berkelahi,” ujar Okky, salah satu teman Brigadir Eko seperti ditulis koran Batam Pos.

Hal itu disampaikan Okky dalam sidang di Pengadilan Negeri Batam, Senin (29/8).  Okky bersaksi untuk Eko yang duduk sebagai terdakwa pembunuhan. Selain Okky, saksi lain adalah M Yani, Erik, Arif, dan Hengki. Semuanya adalah teman Eko yang ikut berkumpul malam itu.

“Kedengaran ribut dari luar. Hendra lalu lari keluar, terdakwa juga mengejar Hendra dengan pelipis mata yang berdarah,” kata Okky menceritakan kejadian pada tanggal 2 April 2016 itu.

Pengejaran berlangsung sampai ke halte dekat perumahan Plamo Garden. Terdakwa Brigadir Eko bersama saksi M Yani, Erik, dan Arif mengejar Hendra. “Sampai di Plamo, Hendra kami amankan. Tiba-tiba Anwar datang,” saksi Erik.

Saat itu, Anwar Bapa Lego, seorang warga yang kebetulan ada di sana, menghampiri dengan maksud agar Eko membawa Hendra ke pos polisi terdekat. Namun, Brigadir Eko tanpa pikir panjang langsung mengeluarkan pisau lipat yang dikantonginya, dan menggorok leher Anwar. Belum cukup sampai di situ, ia juga menikam saksi Hendra di bagian dada dan perut, tapi Hendra berhasil melarikan diri.

Rekan-rekan terdakwa yang berada di lokasi kejadian berdalih dengan mengatakan tidak mengetahui aksi pembunuhan itu. “Kami membelakangi, jadi tidak kelihatan,” ujar Erik.

Seusai kejadian, terdakwa bersama rekan-rekannya kembali ke Markas Brimob, tanpa mempedulikan jasad Anwar yang tergeletak di pinggir jalan. Saksi dari petugas keamanan Golden Land dan warga sekitarlah yang mengurus jasad Anwar hingga pihak keluarga korban melaporkan terdakwa ke polisi.

Persidangan yang dipimpin Hakim Tiwik, didampingi Hakim Endi dan Egi, dijaga ketat oleh puluhan petugas kepolisian. Pasalnya, pihak keluarga korban yang cukup terpukul dengan aksi pembunuhan terhadap Anwar Bapa Lego, terlihat penuh amarah dalam menghadiri persidangan terdakwa Eko Dilona.

Didampingi dua penasehat hukum (PH) dari Polda Kepri, terdakwa dengan santai bercengkerama dengan PH saat persidangan berlangsung. (cr15)

Ini Alasan Rudi Loncat Partai dari Demokrat ke Nasdem

0

rudi-se-3-f-cecep-mulyana1111-imagebatampos.co.id – Alasan Rudi loncat partai dari Demokrat ke Partai Nasdem akhirnya terkuak. Wali Kota Batam itu ternyata merasa tidak dihargai oleh PD karena sudah lima bulan terpilih sebagai Ketua DPC PD Batam, namun tak kunjung dilantik.

Hal ini diungkapkan Rudi saat pamitan dengan kader PD di kantor DPC Demokrat Batam, Senin (29/8/2016).

“Iya, Pak Rudi merasa tak dihargai di Demokrat, makanya beliau pindah,” kata salah satu pengurus DPC Demokrat Batam seperti diberitakan koran Batam Pos, Selasa (30/8/2016).

Baca Juga: Dari Demokrat Rudi Loncat ke Nasdem

Situasi ini ditangkap Partai Nasdem yang langsung menawarkan Rudi posisi Sekretaris Wilayah Kepri. Bahkan Rudi langsung mengantongi SK kepengurusan DPW Nasdem Kepri.

Rudi yang dihubungi koran Batam Pos (grup batampos.co.id) tadi malam enggan berkomentar banyak.

“Saya silent ajalah” ujarnya.

Kepindahan Rudi ke Nasdem memang mengejutkan. Pasalnya, dia terpilih sebagai Ketua DPC Demokrat lima bulan lalu.

Selain itu, Rudi melenggang ke Pilwako beberapa waktu lalu lewat bendera Demokrat plus beberapa koalisi partai hingga duduk di kursi Wali Kota Batam, mengalahkan rivalnya Ria Saptarika.

Namun setelah terpilih dan duduk sebagai orang nomor satu di Batam, Rudi memilih loncat partai, meninggalkan Demokrat. (spt/koran bp)

 

Situs Dikloning, Ki Rogo Sejati Akan Lapor Polisi

0
Ki Rogo Sejati. Foto: Ist
Ki Rogo Sejati. Foto: Ist

batampos.co.id – Ki Rogo Sejati, paranormal kondang Batam marah besar, pasalnya situs pribadi miliknya www.kirogosejatinews.blogspot.com, www.rogosejati.blogspot.com dan www.ikatanparanormalnusantara.blogspot.com dikloning dan isi dengan hal-hal yang tidak benar serta melanggar etika.

“Ada tebak togelnya, ada pesugihan, ada juga uang ghoib. Saya tak pernah membuka konsultasi dan praktik hal-hal seperti itu! Ini jelas sudah merusak nama baik saya,” ungkap Ki Rogo saat ditemui posmetro.co (grup batampos.co.id) di padepokannya di Perumahan Taman Bintang Permai No. 25 Seipanas, Batam.

Untuk hal ini, Ki Rogo mengaku telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian namun belum secara resmi melaporkan.

“Saya sudah koordinasi dengan Kompol Didik Erfianto, mantan Kasat Reskrim Polresta Barelang. Tapi sekarang beliau sedang pendidikan,” ungkap Ki Rogo.

Dijelaskannya dari hasil pelacakan melalui teknologi internet, diketahui nomor telepon orang yang telah mengkloning situs miliknya itu berada di Makasar, Sulawesi.

“Itu masalahnya, menurut Pak Didik, daerah tersebut memang terkenal banyak sindikat penipuan dengan modus IT,” timpalnya.
Kendati demikian Ki Rogo tak patah arang, ia segera akan melaporkan kasus pencemaran nama baik ini ke pihak kepolisian.

“Karena ini pencemaran nama baik secara online, maka saya akan melaporkan ke Mabes Polri,” jelasnya.

Kepada seluruh masyarakat dan relasi-relasinya, Ki Rogo Sejati mengimbau agar tidak tertipu dengan situs yang mengatasnamakan Ki Rogo Sejati, karena Ki Rogo tidak pernah membuka konsultasi untuk nomor togel, gandakan uang, pelet, godham, teluh apalagi santet.

“Saya ini praktik pengobatan, menyelesaikan permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat. Bukan membuat masalah,” tegasnya.

Ki Rogo juga mengatakan bahwa uang ghoib atau praktik penggandaan uang tersebut tidak benar, kalau ada paranormal yang katanya bisa melakukan hal itu, kita harus mewaspadainya, karena lazimnya akan berakhir pada praktik penipuan.

“Sudah banyak terjadi, kalau memang benar bisa, pasti sudah banyak paranormal yang kaya raya, bisa bisa tak ada orang miskin di Indonesia,” tutup Presiden Ikatan Paranormal Nusantara ini. (mb1)

Pencuri dan Penadah Sepeda Motor Dibekuk

0
Dua anak muda yang terlibat kasus Curanmor dibekuk. Foto: eggi/batampos.co.id
Dua anak muda yang terlibat kasus Curanmor dibekuk. Foto: eggi/batampos.co.id

batampos.co.id – Dua orang pelaku pencurian sepeda motor (Curanmor) dan satu orang penadah berhasil diringkus jajaran Sat Reskrim Polresta Barelang saat melakukan transaksi di MKGR Batuaji pada Minggu (28/8).

Kedua pelaku yakni Andi (31) dan Renol Siamipar (28) serta seorang penadah bernama Janstep Siagian (32).

Kanit Jatanras Iptu Afuza Edmond mengungkapkan penangkapan ini berawal dari penangkapan yang dilakukan terhadap Janstep saat melakukan transaksi pembelian sepeda motor dengan Unit Buser Polresta Barelang dengan harga Rp 1 juta.

“Penangkapan terhadap para pelaku ini dilakukan setelah pertama kali kita tangkap penadahnya di MKGR Batuaji,” ungkap Afuza Edmond saat melakukan ekpose di halaman Mapolresta Barelang, Senin (29/8/2016).

Setelah tertangkapnya Janstep, kemudian polisi meminta keterangan dari Janstep bahwa sepeda motor hasil curian tersebut didapatkannya dari Andi (31) dan Renol Siamipar (28).

“Setelah mendapat informasi itu, kita kemudian langsung melakukan penangkapan di Top 100 Tembesi, Batuaji dan Kosan Windsor,” lanjut Afuza.

Dalam penangkapan ini, polisi terpaksa melumpuhkan pelaku Andi karena melakukan perlawanan saat dilakukan penangkapan.

“Salah seorang pelaku melakukan perlawanan, kemudian kita berikan tembakan peringatan sebanyak 3 kali. Tetapi pelaku tetap mencoba melakukan perlawanan sehingga kita terpaksa melakukan tembakan ke kaki pelaku,” terang Afuza.

Dari tangan pelaku polisi berhasil mengamankan satu unit barang bukti berupa sepeda motor jenis Yamaha Mio J warna hitam yang dicuri pelaku di Komplek Cik Puan Ruko Blok I nomor 21, Sei Panas.

“Pelaku pencurian kita jerat dengan pasal 363 KUHP dengan ancaman 5 tahun penjara. Sedangkan penadah kita kenakan pasal 480 KUHP dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara,” pungkas Afuza. (eggi)

Begal Teman Mabuk, 6 Pria Diamankan Polisi

0
Bandit jalanan yang berhasil dibekuk jajaran kepolisian Polresta Barelang diperlihatkan ke media, Senin (29/8/2016). Foto: eggi/batampos.co.id/batampos.co.id
Bandit jalanan yang berhasil dibekuk jajaran kepolisian Polresta Barelang diperlihatkan ke media, Senin (29/8/2016). Foto: eggi/batampos.co.id/batampos.co.id

batampos.co.id – Satuan Reskrim Polresta Barelang dan Unit Reskrim Kepolisian Sektor (Polsek) Nongsa berhasil menangkap beberapa pelaku tindak pidana pencurian dengan kekerasan (Curas) yang meresahkan warga.

Tak tanggung-tanggung, enam orang komplotan ini dibekuk polisi dalam kasus begal yang terjadi di Jalan Raya Depan Perumahan Buana Vista.

Mereka ditangkap polisi di 4 TKP yang berbeda pada Jumat (26/8/2016) lalu. Antara lain di Ruko Nadim Raya, Rumah Makan Kopitiam, Kosan Tunas, dan Patako.

Lima dari enam pelaku begal yang berhasil dibekuk polisi merupakan anak masih dibawah umur. Mereka adalah IK (13), AM (14), AS (14), RS (16), YO (16) dan Ketuanya Andry Glorfan (18).

Saat dilakukan penangkapan, ketua dari komplotan ini Andry Glorfan terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas oleh polisi karena berusaha melakukan perlawanan saat mau dilakukan penangkapan.

Kasat Reskrim Polresta Barelang Kompol Memo Ardian mengungkapkan penangkapan ini berawal dari korban yang melakukan pesta miras dengan pelaku pada Kamis (27/8/2016) sekira pukul 00.15 WIB.

“Awalnya korban ini kenal dengan pelaku, karena pelaku ini hobi di warnet dan jalanan, kemudian korban mengajak pelaku untuk minum minuman keras,” ungkap Memo.

Saat sedang asik pesta minum-minuman keras, tiba-tiba korban melakukan pelecehan terhadap salah seorang pelaku, sehingga rekan pelaku lainnya merasa tidak terima hingga akhirnya melakukan pengeroyokan terhadap korban.

“Karena merasa diperlakukan tidak senonoh, kemudian korban di keroyok dan ditusuk dengan botol sama pelaku. Sepeda motor dan hape korban diambil untuk dijual sama pelaku,” lanjut Memo.

Setelah mendapat pengeroyokan dan luka akibat tusukan dari botol minuman keras, korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Santa Elisabet akibat luka bacok dibagian pipi sebelah kiri dan memar di bagian tengkuk.

“Akibat kejadian ini, korban kehilangan sepeda motor dan satu unit hape merek Xiomi miliknya. Saat ini kondisi korban di Rumah Sakit Elisabeth sudah membaik dan telah sadar,” terangnya.

Sementara itu dari pengakuan Andry Glorfan nekat melakukan pengeroyokan lantaran korban menawarkan tambahan minuman keras dengan catatan mereka mau membuka baju.

“Dia menawarkan, mau nambah minum lagi gak? Kami jawab sama-sama, ia mau. Terus dia minta kami buka baju, tapi nolak,” ungkapnya.

Selain itu Andry juga mengaku, telah melakukan pencurian sebanyak dua kali dengan TKP di sebuah sekolah dan rumah tetangganya sendiri.

“Sudah dua kali mencuri. Uangnya saya gunakan untuk jajan,” lanjutnya lagi. (eggi)

Kompak Dari Awal, Yakin Dapat Bonus Tambahan

0
Aheng (lima dari kanan) foto bersama dengan keluarga dan Kepala Divisi Pengembangan dan Pengawasan Kredit BPR Sejahtera Batam, Nilawati (pertama dari kanan) usai menyelesaikan tantangan Family Shopping di JC Supermarket Batam City Square (BCS) Mall, Sabtu (27/8). Foto: Dea Permatasari.
Aheng (lima dari kanan) foto bersama dengan keluarga dan Kepala Divisi Pengembangan dan Pengawasan Kredit BPR Sejahtera Batam, Nilawati (pertama dari kanan) usai menyelesaikan tantangan Family Shopping di JC Supermarket Batam City Square (BCS) Mall, Sabtu (27/8). Foto: Dea Permatasari.

Berkat kekompakan bersama membuat peserta Batam Pos Family Shopping kali ini berhasil meraih bonus tambahan belanja gratis dengan mudah.

CHOKY DYSANTO NAINGGOLAN, Lubukbaja

Dari awal dimulainya tantangan, Aheng, 40, dan keluarga sudah menunjukkan kekompakan bersama dengan semangat yang kuat ingin menyelesaikan tantangan untuk mendapatkan bonus tambahan. Apalagi setelah mengetahui waktu yang dimiliki cukup lama, yakni delapan menit dalam tantangan Familly Shopping yang digelar bersama BPR Sejahtera Batam.

Acara yang digelar secara rutin ini merupakan impian semua pelanggan setia Batam Pos dan juga nasabah BPR Sejahtera Batam. Dan pada akhir pekan lalu, Aheng menjadi peserta beruntung yang mendapat kesempatan berbelanja gratis di JC Supermarket Batam City Square (BCS) Mall, Sabtu (27/8) lalu.

Warga Perumahan RoyaL Grande tahap 1C/1 ini merupakan pelanggan Batam Pos sejak tahun 2006 silam. Dalam tantangan kali ini peserta didampingi oleh istri tercinta, Ely, 38, dan ketiga anaknya, Stella Bernessa, 10, Stephan Yen, 8, dan Stanly Cleon Yen,3. Mereka mendapat uang tunai senilai Rp 500 ribu untuk dibelanjakan selama Familly Shopping.

Begitu bunyi penanda tantangan dimulai, Aheng, dan keluarganya serentak langsung berlari menuju lorong area supermarket, dan berpencar di lokasi lorong tersebut untuk mengambil aneka produk kebutuhan sehari-hari, mulai dari makanan, minuman, sabun, shampo, sikat gigi, dan lainnya. Lalu balik kembali dan memasukkan semua barang tersebut ke dalam trolly.

Tanpa ragu dan sangat cepat keluarga ini terus melakukan hal yang sama secara berulang-ulang dengan mengelilingi semua lorong. Walaupun lelah kerena terus berlari, namun tak menghentikan semangat untuk menyelesaikan tantangan. Dengan waktu yang tersisa tiga menit lagi membuat keluarga ini beralih ingin mengambil bonus tambahan di area makanan kacang garuda, sesuai dengan arahan yang diberikan oleh panitia. Serentak keluarga ini langsung mengacak seluruh produk tersebut mulai dari atas sampai bagian bawah, dan akhirnya menemukan bonus tambahan di bagian belakang salah satu produk kacang garuda, lalu waktu yang tersisa pun selesai.

Semua barang belanjaan langsung dihitung dengan total Rp 891.800, melebihi dari jumlah keseluruhan yang diberikan oleh panitia, yakni Rp 750 ribu. Sesuai dengan ketentuan dari panitia Family Shopping, apabila belanjaan melebihi dari jumlah uang yang diberikan, maka sisanya akan dibayarkan langsung oleh peserta.

Tak hanya itu, peserta Family Shopping yang beruntung kali ini juga mendapatkan tabungan sebesar Rp 250 ribu, dari BPR Sejahtera Batam.

Selain peserta Family Shopping, juga dipilih pengunjung beruntung yang sedang berbelanja di JC Supermarket BCS Mall, mereka berhak mendapatkan voucher belanja gratis sebesar Rp 225 ribu untuk dua orang pemenang.

Edisi minggu ini Rosyelisa Mamanua, warga Tiban McDermoot 2 Blok J nomor 7, berhak mendapatkan voucher belanja Rp 125 ribu, dan, Mustika warga Perumahan Permata Regency, Blok F nomor 3, Baloi, juga berhak mendapatkan voucher belanja Rp 100 ribu.

Jadi, bagi anda yang belum menjadi pelanggan Batam Pos atau nasabah BPR Sejahtera Batam, buruan agar bisa menjadi peserta Family Shopping seperti keluarga Aheng.***