Sabtu, 18 April 2026
Beranda blog Halaman 13954

Paspor LH Dibuat untuk Kerja di Singapura

0
Paspor dan senapan angin milik LH (24) diamankan Densus 88 dari kediaman kakak LH dan teman LH. Foto: eggi/batampos.co.id
Paspor dan senapan angin milik LH (24) diamankan Densus 88 dari kediaman kakak LH dan teman LH. Foto: eggi/batampos.co.id

batampos.co.id – Hasil pemeriksaan terhadap LH (24), pria yang ditangkap oleh tim Densus 88 Anti Teror Mabes Polri di warnet Matrix Net di Komplek Ruko Pasar Fanindo Batuaji, Sabtu (3/9/2016) siang, karena Densus menduga jaringan teroris KGR, ternyata memiliki paspor dengan tujuan untuk mencari pekerjaan di Singapura.

Kapolda Kepri, Brigjen Sam Budigustian mengungkapkan, rencananya LH akan diberangkatkan ibu dari temannya untuk bekerja sebagai Cleaning Sevice dan penjaga pasar malam.

“Keterangan awal, LH akan berangkat ke Singapura. Dia ke Singapura atas dasar ditawari oleh nang borunya atau ibu dari kawannya sebagai cleaning service dan penjaga pasar malam. Tawaran itu ia terima saat LH berada di medan,” terangnya.

Selain itu, dari pengakuan LH, ia juga mendapat tugas dari ibu temannya untuk mencari 5 orang teman lainnya untuk bekerja di Singapura.

“LH akan diberangkatkan melalui teman nang borunya yang di Batam untuk ke Singapura melalui pelabuhan Batamcenter,” lanjutnya.

Kapolda juga mengungkapkan kedepannya tidak menutup kemungkinan akan ada lagi penangkapan terduga teroris lainnya di Batam.

“Kedudukan LH ini juga sama dengan terduga yang telah ditangkap sebelumnya. Tidak menutup kemungkinan nantinya akan ada yang lainnya,” pungkasnya. (eggi)

Sebulan Baru Bebas Penjara, Pria Ini Kemudian Bunuh Diri

0

tkw-meninggal-ilustrasi-_110911115445-785batampos.co.id – Dedi Faisal, ditemukan tewas di Komplek Jaya Putra Blok C1 nomor 1 atau di Ruko PT.NES Travel, Minggu (4/9) pagi, sekitar pukul 08.30 WIB. Pria 40 tahun ini tewas gantung diri menggunakan seutas kabel antena TV.

Kematian Dedi pertama kali diketahui keponakannya, Ratna Sari. Pagi itu, Ratna hendak membuka kantor, namun tak mendapatkan jawaban dari Dedi. Dedi diketahui menempati kantor travel tersebut.

“Biasanya setiap pagi yang membuka pintu om (Dedi). Pintu terkunci dari dalam, tetapi didobrak beberapa kali tidak ada jawaban,” ujar Sari di Mapolsek Batuampar.

Tak mendapatkan jawaban dari Dedi, Sari langsung menuju Seipanas atau kediaman pamannya, Herizal. Tujuannya mengambil duplikat kunci pintu ruko tersebut.

“Tapi duplikat kuncinya tak ada. Jadi saya balik lagi ke ruko. Ternyata kunci ruko, tergantung di pintu,” terang warga Tiban Indah Permai, Sekupang ini.

Sari menjelaskan ia terpaksa mendobrak pintu ruko untuk mendapatkan kunci. Hingga akhirnya, ia menemukan Dedi tewas tergantung di tengah ruangan.

“Pintunya saya congkel pakai kunci motor. Lalu saat berjalan ke belakang, om sudah tergantung,” jelasnya.

Menurut Sari, pamannya tersebut tak mempunyai masalah maupun riwayat sakit. Namun, sehari sebelum kematiannya, Dedi pamit untuk nongkrong bersama rekannya.

“Om itu orangnya senang-senang saja. Tidak ada masalah,” kata wanita 20 tahun ini.

Dia menjelaskan, pamannya menempati ruko tersebut pada bulan Agustus lalu. Dedi diketahui baru saja bebas dari Lapas Klas IIA Barelang karena tersandung kasus narkotika.

“Hukumannya enam tahun dan baru bebas. Dia sudah cerai dan memiliki tiga anak,” pungkasnya.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Batuampar, AKP Kahardari membenarkan tewasnya Dedi. Dari pemeriksaan sementara, jasad Dedi tak ditemukan tanda kekerasan.

“Dugaan memang bunuh diri dan ditubuhnya tidak ada tanda kekerasan,” tegasnya.

Kahardani menambahkan saat ini jasad Dedi dievakuasi menuju RS Bhayangkara Polda Kepri untuk menjalani autopsi. “Untuk kepastiannya kita tunggu hasil autopsi,” pungkasnya. (opi)

Ini Barang-Barang yang Diamankan Densus 88 dari Pria yang Ditangkap di Batam

0
Kapolda kepri Brigjen Sam Budigusdian menunjukkan kopian paspor LH, pria yang oleh Densus disebut terduga teroris, saat jumpa pers di Mapolda Kepri, Senin (5/9/2016). Foto: eggi/batampos.co.id
Kapolda kepri Brigjen Sam Budigusdian menunjukkan kopian paspor LH, pria yang oleh Densus disebut terduga teroris, saat jumpa pers di Mapolda Kepri, Senin (5/9/2016). Foto: eggi/batampos.co.id

batampos.co.id – Penangkapan seorang pria yang oleh Densus disebut terduga teroris bernama LH (24), mereka mengamankan beberapa barang milik LH.

Antara lain;  satu buah paspor milik LH, dua buku tabungan bank Mandiri, dua ATM mandiri, buku tentang perang akhir jaman, dan satu pucuk senapan angin merek Sharp.

Barang LH tersebut disita dari dua lokasi yang berbeda, yakni dirumah kakak LH dan di rumah teman LH di Perumahan Pesona Indah.

Untuk barang bukti senapan angin tersebut, Kapoda Kepri Brigjen Sam Budigustian menjelaskan senapan angin itu diamankan dari rumah temannya LH.

“Senapan angin ditemukan di rumah kedua yang digeledah. Yakni di rumah teman LH, Rb di Taman Pesona Indah,” ungkapnya, Senin (5/8/2016).

Sam juga mengungkapkan senapan angin itu bentuknya menyerupai senjata api AK 101, tapi bukan senjata api AK 101. “Saat ini tim densus masih melakukan pendalaman terhadap senjata itu,” lanjutnya.

Paspor dan senapan angin milik LH (24) diamankan Densus 88 dari kediaman kakak LH dan teman LH. Foto: eggi/batampos.co.id
Paspor dan senapan angin milik LH (24) diamankan Densus 88 dari kediaman kakak LH dan teman LH. Foto: eggi/batampos.co.id

Sementara itu, Rb yang menyimpan senapan angin milik LH tersebut saat ini juga diperiksa tim densus 88.

“Belum tau apakah Rb memiliki keterkaitan dengan kelompok ini atau tidak,” katanya. (eggi)

Limpahan Kasih Sayang Bisa Hindarkan Anak dari Pacaran Berisiko

0

anakbuayabatampos.co.id – Kasus pencabulan anak seluruhnya dilakukan oleh orang terdekat, seperti keluarga, tetangga, pacar, penjaga kantin sekolah, sopir bis sekolah, guru, hingga kepala sekolah.

Berbagai modus dilakukan para pelaku untuk memuluskan aksinya tersebut.

“Memang pelakunya orang dikenal dan dekat. Setiap hari korban dan pelaku berinteraksi,” kata Erry.

Erry menjabarkan untuk korban berusia 12-17 tahun, pencabulan dilakukan oleh sang pacar. Modus pelaku atau penjahat kelamin dengan memberikan bujukan dan gombalan kepada korban.

Sedangkan untuk usia dini, pelaku mempunyai modus mengiming-ngimingkan korban dengan uang atau jajanan.

“Anak-anak usia dini lebih mudah terbujuk oleh pelaku. Karena dibujuk dengan sejumlah uang,” terangnya.

Dari kasus yang ditangani, kata Erry, kasus pencabulan itu dilatarbelakangi keluarga korban dan lingkungan disekitar. Korban pencabulan ini rata-rata kekurangan kasih sayang dari sang orangtua. Selain itu, faktor lingkungan yang padat.

“Seperti kos-kosan itu sering terjadi pencabulan anak. Karena sang anak bebas bergaul dan kurangnya perhatian orangtua,” tuturnya.

Menurutnya, di Batam sendiri masih banyak lokasi yang dikategorikan tak layak anak. Dalam artian, di lokasi tersebut hak anak-anak terpenuhi dan terlindungi segala bentuk kekerasam, diskriminasi, penelantaran dan perlakuan yang salah.

“Pemukiman padat itu, hak-hak anak jarang terperhatikan. Sehingga anak tidak dalam pengawasan orangtua,” tuturnya.

Namun, Erry menyayangkan pencabulan yang dilakukan oleh guru maupun orang yang berada di lingkungan sekolah. Menurutnya, pihak sekolah harus melakukan upaya pencegahan di intenal maupun memasukkan program pendidikan sesuai Inpres nomor 5 tahun 2014.

“Tetapi sekarang pihak sekolah banyak tertutup dan tidak terbuka. Seharusnya ada program pendidikan masalah seksual, bukan malah melecehkan anak,” tegasnya.

Erry menjelaskan anak di bawah umur yang menjadi korban pelecehan seksual seperi sodomi dan pencabulan, berdampak pada psikologinya. Para korban kemungkinan besar akan melakukan perbuatan yang sama pada saat dewasa.

“Kita (KPPAD Kerpi) pernah temukan kasus, waktu kecil menjadi korban pencabulan. Dan saat besar menjadi pelakunya,” tutupnya.

Hal senada disampaikan Kanit Unit PPA Polresta Barelang, Iptu Herman Kelly. Dia mengatakan kasus pencabulan yabg ditanganinya hampir setiap tahun meningkat. Rata-rata dalam kasus tersebut, terlapor merupakan pacar korban.

“Biasanya baru ketahuan oleh keluarga korban setelah hamil. Lalu keluaga melaporkan kepada kita,” ujanya. (opi)

Korban Pencabulan Meningkat Tiap Tahun, Penjahat Kelamin Miliki Banyak Modus

0

pencabulanbatampos.co.id – Kasus pencabulan anak di bawah umur di Kepri terus meningkat setiap tahunnya. Pada tahun 2012, Komisi Perlindungan dan Pengawasan Anak Daerah (KPPAD) Provinsi Kepri mencatat 35 kasus yang ditangani, tahun 2013 ada 36 kasus, dan tahun 2014 ada 38 kasus.

Sedangkan tahun 2015, KPPAD Kepri mencatat ada 45 kasus dan Triwulan ke II tahun 2016 tercatat 14 kasus. Angka ini diprediksi akan meningkat drastis hingga akhir tahun.

Sementara Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Barelang sepanjang tahun 2015, sudah menangani 16 kasus pencabulan serta pada Triwulan II tahun 2016, menangani 8 kasus pencabulan.

“Pencabulan anak di bawah umur ini setiap tahun mengalami peningkatan. Hingga sekarang belum terlihat penurunan,” ujar Komisioner Komisi Perlindungan dan Pengawasan Anak Daerah (KPPAD) Provinsi Kepri, Erry Syahrial.(opi)

Maling Helm Babak Belur Diamuk Masa

0
Ilustrasi
Ilustrasi

batampos.co.id – Ketenangan warga di perumahan Pandawa Asri, Batuaji terusik, Sabtu (3/9) malam. Tariakan maling dari salah seorang warga membuat suasana perumahan itu jadi riuh.

Warga beramai-ramai mengejar seorang pria yang belakangan diketahui bernama Dedi. Pria 28 tahun itu kepergok mencuri sebuah helm di rumah salah satu warga.

Dedi yang mengaku penghuni kos-kosan di kawasan Jodoh, Batuampar itupun jadi bulan-bulanan warga. Warga yang geram dengan maraknya aksi pencurian belakangan ini memasai Dedi hingga babak belur. Sekujur tubuhnya penuh luka bekas pukulan warga. Bahkan mata dan bibirnya tampak bonyok dan berdarah.

Usai memasainya, Dedi kemudian dibawa ke Mapolsek Batuaji untuk ditindak lanjuti.

Fitra, pemilik helm yang hendak dicuri oleh Dedi menuturkan, Dedi memang sudah mengambil sebuah helm merk Ink miliknya yang diletakan diatas sepeda motor di depan rumahnya.

“Saya tengok dia sudah ambil helm saya, saya dekatin dia malah kabur makanya teriak malinglah,” ujarnya.

Kepada warga yang menangkapnya Dedi sempat mengelak kalau dia mencuri. Dia mengambil helm tersebut karena helmnya juga hilang di lokasi yang sama.

“Tapi anehnya dia tak punya sepeda motor. Katanya dari Jodoh ke sini naik angkot, terus bagaimana bisa hilang helmnya dan kenapa pula mau ambil helm saya,” ujar Fitra.

Saat diamankan di Mapolsek Batuaji, Dedi tampak hanya diam. Dia enggan berkomentar banyak terkait tuduhan tersebut. (eja)

Miris! Kasus Pencabulan Peringkat Kedua Terbanyak Setelah Narkotika di Batam

0

anakbuayabatampos.co.id – Dari awal 2016 hingga awal September ini, tercatat lebih dari 50 kasus yang masuk di Pengadilan Negeri Batam, terkait tindakan asusila dan pelanggaran perlindungan anak.

Melalui data yang dimiliki panitera muda pidana PN Batam yang sebelumnya dijabat oleh Siti Fatimah dan baru berganti dengan Nurlaili, Jumat (2/9) lalu, diketahui ada 39 kasus yang sudah putus, dan 16 kasus masih dalam proses persidangan.

Diakui Siti, bahwa kasus pencabulan ini termasuk perkara yang cukup banyak disidangkan selain perkara narkotika.

“Kasus tindak asusila ini memang banyak yang masuk, umumnya juga terjadi pada anak dibawah umur,” ujar Siti.

Pelaku pelanggaran pasal 81 ayat (2) Undang-undang nomor 35 tahun 2014 atas perubahan Undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, pada dasarnya dipidana dengan pidana penjara paling singkat lima tahun dan paling lama 15 tahun, serta denda paling banyak Rp 5 miliar.

Namun, para jaksa penuntut umum (JPU) PN Batam yang menangani perkara tindak pencabulan ini, umumnya menuntut pelaku pidana (terdakwa) selama sembilan tahun dengan denda Rp 80 juta.

Dari tuntutan itu, majelis hakim akan menjatuhkan vonis yang beragam. Bisa lebih ringan, sama, ataupun lebih berat dari tuntutan JPU.

Seperti kasus pencabulan yang dilakukan Fariz Prayogo terhadap pacarnya yang berusia dibawah umur. Ia dituntut JPU Bani dengan pidana penjara selama sembilan tahun penjara dan denda Rp 80 juta subsider enam bulan kurungan.

Sedangkan majelis hakim yang dipimpin Zulkifli, menjatuhkan vonis lebih ringan yakni tujuh tahun penjara dan denda Rp 80 juta subsider enam bulan kurungan.

Kasus pencabulan lainnya yang belum divonis yakni yang dilakukan terdakwa Asep Yulianto yang mencabuli putri majikannya (dibawah umur) hingga 10 kali. Terhadapnya, JPU juga menuntut pidana selama sembilan tahun penjara dan denda Rp 80 juta subsider enam bulan kurungan. (cr15)

Ayo Hapal Al Quran, Ada Beasiswa dari Pak Gubernur Untuk Hafiz dan Hafizah

0
ilustrasi
ilustrasi

batampos.co.id – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau menyiapkan beasiswa khusus di jenjang perguruan tinggi pada anak-anak Kepri yang beprestasi. Sekaligus memiliki kemampuan menghafal 30 juz Al Quran.

“Ada anak-anak sekarang yang berprestasi dan menghafal 30 juz. Makanya saya berani,” kata Gubernur Kepri, Nurdin Basirun, usai menghadiri pelepasan bayi kembar Rahma-Rahmi di RSAB, Jumat (2/8) lalu.

Saat ini, pemerintah tengah membiayai pendidikan seorang anak Kepri di sebuah perguruan tinggi. Jurusan yang ia ambil jurusan agama.

“Memang, bukan di jurusan kedokteran,” ujarnya.

Nurdin yakin, masih banyak anak Kepri lain yang mampu menghafal 30 juz. Beasiswa ini juga diharapkan menjadi penyemangat anak-anak untuk menghafalkan Al Quran dan berprestasi di sekolahnya.

Dalam kesempatan pelepasan bayi kembar Rahma-Rahmi itu, Nurdin juga berharap bayi tersebut menjadi orang pintar. Ia berpesan pada orang tua si bayi untuk menjadikan anak-anaknya hafizah, orang yang menghafal Al Quran.

“Kalaupun saya bukan Gubernur lagi, siapa tahu saya jadi Menteri. Jadi lebih banyak lagi yang akan mendapat beasiswa ini kan,” tuturnya. (ceu)

Lahan di Batam hanya akan Dialokasikan kepada Pihak yang Mau Kerjasama dengan BP Batam

0
ilustrasi foto: rezza herdiyanto / batampos
ilustrasi
foto: rezza herdiyanto / batampos

batampos.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam memiliki wacana baru dalam mengalokasikan lahan kepada pengusaha maupun investor. Ke depan, lahan di Batam hanya akan dialokasikan kepada pihak yang mau bekerjasama dengan BP Batam.

Deputi III BP Batam, Eko Santoso Budianto, mengatakan nantinya BP Batam akan menerapkan sistem kerjasama dalam pengalokasian lahan. “Sebisa mungkin kami tak akan alokasikan lahan. Kami akan bersihkan, matangin, dan menawarkan kerjasama dengan investor yang mau bangun,” kata Eko, akhir pekan lalu.

Dengan sistem ini, Eko menyebut BP Batam dan pengusaha yang mendapat alokasi lahan akan sama-sama diuntungkan. Sebab dengan sistem kerjasama ini, BP Batam nantinya akan menjadi salah satu pemegang saham pada kawasan yang dibangun di atas lahan yang dialokasikan BP Batam. Misalnya kawasan industri, mal, maupun kawasan pariwisata.

Menurutnya, ini merupakan cita-cita BP Batam sejak lama. Melalui sistem kerjasama ini BP Batam akan ikut menikmati keuntungan dari pembangunan dan pengelolaan sebuah kawasan.

“Kalau gak (begitu), BP Batam dikadalin terus. Mereka (investor) yang untung besar. Jadi kami sebagai Badan Layanan Umum (BLU) juga harus mengusahakan,” katanya.

Selain menerima keuntungan untuk penerimaan negara, sistem ini juga akan mempermudah pengawasan BP Batam terhadap lahan-lahan yang telah dialokasikan kepada investor. Sebab selama ini banyak lahan yang sudah dialokasikan tapi tidak segera dimanfaatka. Bahkan tak jarang yang kemudian diperjualbelikan

“Dengan sistem ini, aset negara yang berada di lahan negara tetap aman dalam jangkauan BP Batam,” katanya.

Sebagian kalangan pengusaha menentang wacana tersebut. Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Real Estate Indonesia (REI) Batam, Djaja Roeslim, meminta BP Batam lebih fokus memperbaiki pelayanan perizinan alokasi lahan, ketimbang membuat kebijakan baru.

“Sekarang lahan saja tak ada beresnya, selalu amburadul, pelayanan dan perizinan lambat. Itu merupakan utangnya BP, lebih baik selesaikan itu dulu,” ungkapnya.

Djaja mengatakan wacana ini masih perlu dikaji ulang. Banyak hal yang harus dipertimbangkan seperti bentuk kerjasamanya, bentuk pengawasan, bagi hasilnya, dan beragam hal lainnya.

“Untuk lahan strategis mungkin oke. Namun jika untuk seluruh Batam nanti ruwet jadinya. Tak semudah yang mereka pikirkan,” kata Djaja.

Sedangkan Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Batam, Oka Simatupang, mencoba bersikap netral menyikapi wacana ini. Namun senada dengan Djaja, dia juga menekankan kepada BP Batam untuk membereskan masalah lahan karena merupakan hal yang fundamental.

Misalnya, kata Oka, terkait percepatan pelayanan perizinan. Dia mengaku mengapresiasi kebijakan Izin Investasi 3 Jam (I23J) dan Kemudahan Investasi Langsung Konstruksi (KILK) yang sudah diluncurkan beberapa waktu lalu. Namun di lapangan, kebijakan ini belum tentu berjalan sesuai keinginan.

“Kami akan memantau apakah nanti berjalan dengan baik atau tidak,” pungkasnya. (leo)

Presiden Jokowi Promosikan Wonderful Indonesia di Tiongkok

0
 Presiden Jokowi saat dialog dengan komunitas WNI di Tiongkok. Foto; kemenpar
Presiden Jokowi saat dialog dengan komunitas WNI di Tiongkok. Foto; kemenpar

batampos.co.id – Presiden Joko Widodo melakukan lawatan ke negeri Tiongkok. Di sana, presiden bertemu dengan  masyarakat Indonesia yang ada di Tiongkok.

Nah, di momen inilah Jokowi kampanye dan mempromosikan wisata Indonesia.
“Ajak mereka menikmati eksotisme alam dan keindahan budaya nusantara,” kata Jokowi.
Penegasan itu disampaikan saat berdialog dengan diaspora di Golden Hall Shanghai Mart, Sabtu, 3 September 2016, salah satu kebiasaan presiden saat kunker ke luar negeri.
Suasana dialog itu berlangsung sangat cair, tidak ada protokoler, tidak kaku, sehingga beberapa mahasiswa, pekerja profesional, dan pengusaha.
Presiden Jokowi sendiri cukup pintar menggunakan ajang dialog itu untuk menggali ide-ide segar, menjaring inspirasi dan mencari solusi atas problematika mendasar yang bisa dibawa ke tanah air. Pariwisata betul-betul menjadi concern orang nomor satu di Indonesia itu
Mengapa? Menpar Arief Yahya menambahkan outbound atau orang Tiongkok yang bepergian ke luar negeri tahun 2015 saja ada 120 juta orang. Yang ke Thailand sudah 8 juta wisman. Ke Korea, Hongkong dan Jepang jumlahnya sangat signifikan. Yang ke Indonesia baru 1%, masih di angka 1,2 juta orang.
Tapi tahun ini, kata Arief Yahya, angka wisman asal Tiongkok mulai meledak dan menggeser Australia di posisi ketiga, setelah Singapore dan Malaysia. Selama ini, turis Tiongkok di bawah angka capaian Negeri Kanguru Australia.
“Sekarang sudah menggeser Australia, termasuk yang ke Pulau Bali, jumlah Wisman Tiongkok lebih besar hingga bulan ke-7 tahun 2016,” ungkap Arief Yahya, Menteri Pariwisata RI.
Di Shanghai, Presiden juga membandingkan dengan Malaysia, yang sudah dikunjungi 24 juta wisatawan mancanegara (wisman) dalam satu tahun. Thailand lebih hebat lagi, didatangi oleh 28 juta wisman. Indonesia tahun 2015 dikunjungi 10,4 juta (wisman) atau naik 10,3% dari tahun sebelumnya. Tapi itupun masih kalau jauh dibandingkan dengan dua negara tetangga itu, Malaysia dan Thailand.
“Padahal tempat yang indah-indah di kita itu banyak sekali. Apa yang keliru? Apa yang salah? Tahun 2019 targetnya harus sudah di atas 20 juta (wisman),” tegas Presiden Jokowi lagi.
Presiden yang hadir bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo menjelaskan bahwa dirinya telah menandatangani kerja sama di bidang pariwisata dengan Presiden Xi Jinping tahun lalu setelah peringatan Konferensi Asia Afrika 2015. Saat itu kedua negara berupaya untuk mendatangkan sepuluh juta wisatawan asal Tiongkok ke Indonesia. Upaya ini telah mulai mendatangkan hasil.
“Manado mulai bulan Juli-Agustus lalu terjadi peningkatan turis hingga 1.000 persen karena ada direct flight dari empat provinsi dan 6 kota di sini (Tiongkok). Sekarang di Manado banyak dibangun restoran, hotel. Banyak sekali. Nanti saya mau lihat perubahan Manado seperti apa,” ungkap presiden, sambil menegaskan bahwa pariwisata itu kuat memberi efek ekonomi ke masyarakat.
Mulai 2016 ini, Menpar Arief Yahya juga rajin ke Tiongkok untuk mengkonkretkan target 20 juta tahun 2019 itu terealisasi dengan baik. Tahun 2016 ini, targetnya 12 juta, sampai bulan Juli masih on track.
“Konsentrasi kami adalah membuat 3A di 10 destinasi prioritas atau 10 Bali Baru dan 3 greater Bali, Jakarta dan Kepri. Atraksi, Amenitas dan Aksesnya. Terutama akses yang konkret membawa wisatawan terbang ke tanah air,” kata Arief Yahya.
Dialog dengan diaspora itu dihadiri sekitar 700-800 warga Indonesia. Ini adalah rangkaian lawatan Presiden Jokowi dalam Pertemuan G-20 di Hangzhou. Dari kota itu, presiden beserta rombongan naik kereta cepat ke Shanghai dan bertemu dengan diaspora.
Presiden Jokowi juga mengamati saat ini pariwisata semakin bergairah. Atmosfer dan suasananya mulai bergerak positif.
“Orang sudah mulai melihat ada prospek. Kita juga sudah mentukan 10 destinasi pariwisata baru. Kita perbaiki produknya, kemasannya, masyarakat disiapkan, infrastuktur dibangun, promosi digencarkan!” kata Presiden Jokowi di hadapan masyarakat Indonesia di Shanghai.
Lebih lanjut Mantan Gubernur DKI ini menceritakan, pertemuannya dengan Jack Ma, pendiri Online Shopping terbesar di dunia, Alibaba.Com.
“Saya kemarin ketemu Jack Ma. Saya minta Alibaba juga mendukung target turis Tiongkok ke Indonesia. Baik dalam bentuk bisnis, pendidikan, penelitian, dan lain-lain. Saya ingin bangsa kita menjadi bangsa pemenang, saya yakin bangsa kita mampu jadi bangsa pemenang,” kata Presiden Jokowi yang juga mantan Walikota Solo ini.
Kepada para Diaspora itu, lagi-lagi Presiden Jokowi mengajak para investor dan pengusaha untuk menanamkan modal ke Indonesia. “Saya mengundang para pengusaha Tiongkok untuk datang ke Indonesia dan melakukan: Investasi, Perdagangan, Turisme,” ajaknya.
10 Destinasi Pariwisata Prioritas dan Bali masuk ke Pidato Presiden Jokowi di “Indonesia Business Forum” yang digelar di Shanghai, 3 Sept 2016 itu. Ke-10 top destinasi yang sering disebut 10 Bali Baru itu antara lain Danau Toba Sumut, Tanjung Kelayang Belitung, Tanjung Lesung Banten, Kepulauan Seribu dan Kota Tua Jakarta, Borobudur Jawa Tengah, Bromo Temgger Semeru Jatim, Mandalika Lombok, Labuan Bajo Komodo NTT, Wakatobi Sultra dan Morotai Maltara. (inf)