Minggu, 19 April 2026
Beranda blog Halaman 13953

Sampel Darah Terduga Zika Dikirim ke Jakarta

0

batampos.co.id – Tim medis RSUD Embung Fatimah Batam terus memeriksa secara intensif pasien terduga Zika yang saat ini dirawat di rumah sakit plat merah itu. Meski sudah dua kali menjalani pemeriksaan laboratorium, sampel darah pasien tersebut masih akan dicek kembali di Jakarta.

“Dari dua kali tes di laboratorium hasilnya negatif. Tapi akan dites lagi di Jakarta untuk menjawab keresahan warga Batam akan wabah virus Zika,” kata Kabid Pelayanan Medis RSUD embung Fatimah, drg Sri Widjoyanto, saat jumpa pers di rumah sakit tersebut, Selasa (6/9).

Sri menegaskan, pasien rujukan dari RS Badan Pengusahaan (RSBP) Batam itu masih berstatus terduga (suspect) Zika. Sehingga dia meminta warga Batam tidak panik, karena sejauh ini Batam masih aman dari sebaran virus Zika.

“Seperti yang disampaikan oleh Kadis Kesehatan Porvinsi Kepri dan Batam, belum ada warga yang menderita penyakit itu,” tegas Sri.

Menurut Sri, pasien terduga Zika tersebut memang sempat dicurigai terjangkit virus asal Afrika itu karena suhu tubuhnya terdeteksi tinggi saat melintas di Thermo Scanner Pelabuhan Feri Internasional Batamcenter. Apalagi, wanita 39 tahun ini memang sering keluar masuk Singapura, yang saat ini banyak ditemukan kasus Zika. Namun setelah diobservasi, wanita tersebut negatif Zika.

Dokter spesialis Obstetri dan Ginekologi RSUD Embung Fatimah, dr Yanuarman SpOG, juga menegaskan hal yang sama. Sejauh ini belum ada pasien positif Zika di RSUD.

Dari kiri, Kabid pelayanan medis RSUD, drg Sri Widjoyanto, Dokter spesialis obgin (kandungan) RSUD, dr Yanuarman dan Humas RSUD Embung Fatimah, Nuraini memberikan keterangan pers di RSUD Embung Fatimah Batuaji, Selasa (6/9).  Foto: Dalil Harahap/Batam Pos
Dari kiri, Kabid pelayanan medis RSUD, drg Sri Widjoyanto, Dokter spesialis obgin (kandungan) RSUD, dr Yanuarman dan Humas RSUD Embung Fatimah, Nuraini memberikan keterangan pers di RSUD Embung Fatimah Batuaji, Selasa (6/9).
Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

“Masih sangat aman kok di sini. Dan warga tak perlu khawatir karena virus Zika itu tidak sebahaya penyakit deman berdarah dangue (DBD) kok,” ujar Yanuarman.

Menurut dokter spesialis kandungan itu, virus Zika merupakan jenis penyakit ringan dan tidak terlalu berisiko seperti penyakit lainnya.

“Semua penyakit berbahaya tapi kalau dari level bahaya lebih bahaya DBD malah. Virus Zika ini kalau minum paracetamol saja bisa sembuh kok,” ujarnya.

Namun menurut dia, virus Zika menjadi berbahaya jika menjangkiti ibu hamil. Karena virus ini bisa menyebabkan kelaianan pada janin. Umumnya, bayi yang terjangkit Zika akan lahir dengan kepala kecil atau hidrosefali.

Itupun masih sebatas hipotesa sementara. Karena para ahli belum bisa membuktikan secara medis. Hipotesa ini diambil menyusul banyaknya kasus hidrosefali di Brasil yang kebetulan saat itu sedang banyak kasus Zika. Kemudian para ahli mengaitkan Zika dengan hidrosefali ini.

“Tapi pembuktian secara valid belum ada memang,” ujarnya.

Sementara itu humas RSUD Embung Fatimah, Nuraini, mengatakan pihaknya akan tetap akan menampung semua pasien yang butuh observasi dengan gejala-gejala yang mengindikasi terserang virus Zika.

“Kita punya ruanggan perawatan khusus dan selalu siap untuk menampung semua pasien baik dari luar ataupun rumah sakit lainnya yang terindikasi dengan penyakit ini,” ujar Nuraini.

Untuk pasien yang terindikasi terjangkit virus Zika dan sejenisnya akan ditempatkan ruangan khusus yang dilengkapi kelambu dan perlengkapan medis lainnya.

“Ada dokter spesialisnya juga,” ujar Nuraini.

Terpisah, Ketua DPRD Batam, Nuryanto, meminta Pemko Batam serius dalam mengantisipasi virus Zika. Sebab, selama ini interaksi warga Batam dengan warga Singapura cukup tinggi. Padahal di Singapura sendiri saat ini sudah ada ratusan kasus Zika.

“Pemko Batam dan pihak-pihak terkait harus segera menentukan langkah antisipasi virus ini,” ujar Nuryanto, kemarin (6/9).

Meski sejauh ini belum ada kasus Zika di Batam, Cak Nur meminta Pemko Batam tidak menganggap remeh ancaman penyakit ini. “Pemerintah jangan menganggap sepele. Karena virus melalui nyamuk Aedes Agepty ini sangat berbahaya. Harus ada langkah-langkah teknis dan cepat,” tegasnya.

Langkah teknis ini, kata Cak Nur, bisa dimulai melalui antisipasi dini. Begitu juga dengan gejala-gejala teknis penderita virus harus disosialisasikan, sehingga mereka yang terpapar virus Zika bisa diberi pertolongan secepat mungkin.

DPRD melalui Komisi IV, sebutnya, juga akan segera mengambil langkah dengan memanggil Dinas Kesehatan untuk menjelaskan sejauh mana, dan langkah apa yang sudah diambil Pemko Batam terkait penanganan virus Zika di Batam.

“Kalau detail teknisnya saya tak mungkin juga mengajari. Namun DPRD Batam mendorong agar virus ini diantisipasi serius, cepat, dan tepat,” paparnya.

Hal senada disampaikan anggota DPRD Kepri Dapil Batam, Asmin Patros. Dia berharap  petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) di setiap pelabuhan internasional ditambah untuk memperketat pengawasan dan deteksi dini penyakit Zika.

“Kalau ada yang dicurigai, segera dibawa ke klinik pelabuhan dan selanjutnya dievakuasi ke rumah sakit rujukan,” kata Asmin usai meninjau kesiapan Pelabuhan Feri Internasional Batamcenter dalam mengantisipasi Zika, kemarin.

Namun secara umum, kata Asmin, sejauh ini penanganan dan antisipasi pemerintah sudah cukup baik. Terutama di pelabuhan-pelabuhan internasional.

Sementara itu, para penumpang feri dari Singapura kebanyakan enggan mengisi Kartu Kewaspadaan Kesehatan (Health Alert Card) yang dibagikan oleh petugas KKP. Mereka beralasan sempitnya waktu pengisian membuat mereka tidak mengisi kartu kuning tersebut.

Kepala KKP Kelas I Batam, Anas Maruf, mengatakan pihaknya telah bekerjasama dengan operator kapal. Bahkan pihaknya telah memasang poster di setiap kapal untuk mengefektifkan pengisian kartu kesehatan tersebut.

“Tapi masih banyak yang tak mau mengisi kartu itu,” katanya.

Dia meminta semua penumpang mematuhi dan mau bekerjasama untuk pengisian kartu kesehatan tersebut. Sehingga pemantauan dan pengawasan terhadap penumpang bisa berjalan dengan baik. (rng/eja/cr13/cr17)

Ayo Daftar Batam Pos Fun Walk 2016, Dapatkan Toyota Agya

0
ilustrasi
ilustrasi

batampos.co.id  – Jalan santai dalam rangka hari ulang tahun ke 18 Batam Pos dengan tajuk Batam Pos Fun Walk 2016 akan digelar 9 Oktober mendatang di halaman Graha Pena Batam, Batamcenter. Kegiatan ini menyediakan hadiah utama satu unit mobil Toyota Agya.

Selain itu, ada dua unit motor dan puluhan hadiah menarik lainnya yang akan dibagikan kepada peserta yang beruntung. “Seperti sepeda, kulkas, tv, smartphone, dan masih banyak lagi,” kata Pemimpin Perusahaan Batam Pos, Herman Mangundap.

Dengan membayar Rp 100 ribu, peserta akan mendapatkan snack, kaos, dan kupon undian. “Kesempatan ini terbuka buat umum. Jadi siapa saja bisa ikut dan mengajak keluarga serta kerabat,” ucapnya.

Bagi masyarakat yang ingin mendaftar, bisa langsung ke Graha Pena Batam Lantai II atau menghubungi panitia, Ika 082170212481.

Batam Pos juga mempermudah akses pendaftaran di beberapa mal di Batam. “Informasi dan pendaftaran lebih mudah. Masyarakat Batam tinggal menghubungi nomor telepon yang tertera di koran Batam Pos atau langsung datang ke outlet pendaftaran,” katanya.

Selain jalan santai, acara ini juga akan dimeriahkan berbagai hiburan untuk masyarakat Batam. (cr18)

WN Singapura Tewas di Kosan Lai-Lai Nagoya Batam

0
Mayat WN Singapura dibungkus selimut saat dievakuasi dari kosan lai-Lain Nagoya, Batam, Selasa (6/9/2016). Foto: eggi/batampos.co.id
Mayat WN Singapura dibungkus selimut saat dievakuasi dari kosan lai-Lain Nagoya, Batam, Selasa (6/9/2016). Foto: eggi/batampos.co.id

batampos.co.id – Seorang kakek berusia 67 tahun, Mohamed Isa Bin Omar ditemukan tewas membusuk tanpa mengenakan busana di kamar kosnya di kosan Lai-Lai, Nagoya, Selasa (6/9/2016) sore sekitar pukul 15.00 WIB.

Saat ini polisi belum bisa memastikan penyebab kematian warga negara asing asal Singapura tersebut.

Kanit Reskrim Polsek Batuampar AKP Kahardani mengungkapkan penemuan mayat ini bermula dari pihaknya yang mendapatkan laporan dari pemilik kos-kosan, Armin Wijaya.

Setelah mendapatkan laporan itu, jajaran kepolisian Polsek Batuampar langsung mendatangi lokasi. Setibanya dilokasi, polisi mendapati pintu kamar kos korban dalam keadaan terkunci.

“Saat itu bersama dengan pemilik kos kita dobrak pintunya dan menemukan korban sudah dalam keadaan tergeletak di lantai,” ungkapnya.

Saat ditemukan itu, kondisi mayat sudah dalam keadaan membusuk, tubuh korban juga sudah terlihat membengkak dan lantai kamar kos korban juga terlihat darah yang sudah mengering.

“Saat ini kita belum tau apakah ada tanda kekerasan di tubuh korban, karena dokter belum ada memberikan keterangan. Kalau dilihat dari kondisinya, korban telah meninggal lebih dari 48 jam,” katanya.

Di tempat terpisah, salah seorang resepsionis di kosan tersebut mengungkapkan awal dari pemilik kos yang melapor ke polisi bermula dari salah seorang petugas kebersihan yang mencium bau busuk saat melintas di depan kamar korban.

“Awalnya itu pagi tadi Bobi yang lewat di depan kamarnya mencium bau busuk. Kemudian dia lewat lagi siangnya dan mencium bau itu makin membusuk,” ungkap Linda.

Setelah siangnya Bobi kembali mencium bau itu makin membusuk, Bobi pun merasa curiga dan bercerita kepada Linda dan melaporkannya kepada pemilik kos-kosan.

“Karena merasa curiga kami langsung lapor sama bos dan menghubungi polisi,” pungkasnya.

Sementara itu, sekitar pukul 18.30 WIB mayat Mohamet Isa dibawa dengan menggunakan mobil ambulan RSBK ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk diautopsi. (eggi)

Penipu Ganteng Modus Jual-Beli Tanah Kavling Dibekuk Polisi Bengkong , Korban Lain Diminta Melapor

0
Suhaimi (tengah), diamankan polisi dari Polsek Bengkong atas tuduhan penipuan tanah kavling murah di Bengkong. Foto: eggi/batampos.co.id
Suhaimi (tengah), diamankan polisi dari Polsek Bengkong atas tuduhan penipuan tanah kavling murah di Bengkong. Foto: eggi/batampos.co.id

batampos.co.id – Seorang pria ganteng diamankan jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Bengkong atas tuduhan penipuan atau penggelapan. Pria bernama Suhaimi itu diamankan polisi mendapat laporan dari korbannya, Daniel Efendi.

Dalam laporannya pada hari Rabu (31/8/2016) lalu, Daniel mengaku telah ditipu oleh pria 37 tahun itu dengan modus penjualan tanah kavlingan di kawasan Bengkong.

“Daniel ini awalnya ditawari pelaku tanah murah seharga Rp 10 juta per kavlingnya. Karena murah ia mengambil 20 kapling,” ungkap Kapolsek Bengkong AKP Hendrianto, Selasa (6/9/2016).

Dari 20 kapling itu, total uang yang telah disetorkan oDaniel kepada pelaku sebesar Rp 175 juta sebagai tanda jadi.

“Kemudian saat tanah itu mau diambil dan mau dipakai sama korbannya, pelaku terus beralasan tanah itu masih sengketa keluarga dari bulan Mei lalu,” lanjutnya.

Karena korban merasa ditipu setelah mendapatkan jawaban yang sama terus menerus dari Suhaimi, akhirnya korban melaporkan kasus ini ke Polsek Bengkong atas tuduhan penipuan atau penggelapan.

“Tanah itu ternyata milik ahli waris orang lain. Bukan punya dia tanah itu, dia hanya mengaku saja,” katanya lagi.

Hendrianto mengimbau kepada siapapun yang telah menjadi korban penipuan dari Suhaimi untuk segera melapor ke Mapolsek Bengkong.

“Kepada korban yang belum lapor disegerakan untuk melapor. Saat ini yang baru melapor hanya Daniel,” kata Kapolsek.

Suhaimi yang ditemui di Mapolsek mengaku jumlah tanah kaplingan yang akan ia jual sebanyak 52 kapling.

Hingga saat ini Suhaimi telah menjual tanah tersebut sebanyak 33 kapling dengan harga yang beragam. Dari penjualan tanah ini, total uang yang telah diterima Suhaimi dari korbannya sebanyak Rp 335 juta.

“Ada 52 kapling semuanya. Yang sudah dijual itu sebanyak 33 kapling. Total uang yang saya terima sebesar Rp 335 juta,” ungkap Suhaimi. (eggi)

Banyak Warga Singapura Antusias Salurkan Hewan Kurban di Batam

0

29 - Sapi Jabresbatampos.co.id – Masjid Raya Batam menyediakan 200 ekor kambing dan 10 ekor sapi untuk Hari Raya Idul Adha 1438 H ini. Separuh jumlah itu, kemungkinan besar, dibeli warga Singapura.

“Antusias warga Singapura tinggi. Mereka akan menyalurkan daging kurbannya di sini,” kata Sekretaris Panitia Qurban Masjid Raya Batam, Muhammad Darwis, Senin (5/9).

Dari jumlah tersebut, delapan ekor kambing sudah dipesan sekaligus untuk aqiqah. Panitia akan memasak daging kurban tersebut. Warga Singapura akan menikmati masakan itu bersama panitia di ruang rapat masjid.

“Sebelumnya, kami juga akan membacakan doa selamat,” ujarnya.

Warga Singapura, menurut Darwis, rutin berkurban di Masjid Raya. Tahun lalu, mereka berkurban sebanyak 70 ekor kambing dan dua ekor sapi. Di tahun ini, diharapkan, jumlahnya lebih banyak.

“Silaturahmi Singapura – Batam ini sudah sering terjadi. Selain kurban ini, mereka juga sering menitipkan sedekah untuk masyarakat sini,” tutur Darwis.

Pembeli, kata Darwis bukan hanya dari warga Singapura. Masyarakat Batam juga sudah mulai memesan. Ada yang untuk disembelih di Masjid Raya, ada pula yang dibawa pulang untuk disembelih di masjid dekat rumah.

Selain itu, ada juga yang diamanahkan untuk diantar ke pulau-pulau kecil di sekitar Batam.

“Masjid dan mushala juga banyak yang mengambil hewan kurban dari kami. Karena kami akan memberi cashback untuk operasional masjid atau musala tersebut,” tambahnya.

Memang, kata Darwis lagi, jumlah kambing dan sapi yang disediakan Masjid Raya tahun ini lebih sedikit dibanding tahun lalu. Ini lantaran kondisi ekonomi yang tengah surut.

Namun demikian, mereka optimis, kambing dan sapi tersebut akan habis. Biasanya, penjualan hewan kurban akan mengalami puncaknya di malam takbiran.

“Makanya kami menghimbau pada warga untuk segera mengambil kurbannya sekarang ini. Setiap hari, kami buka hingga pukul 20.00 WIB,” pungkasnya. (ceu)

Komplotan Curanmor ‘Loloskan’ Sepeda Motor Lewat Jembatan Barelang

0
Pelaku curanmor tertunduk sambil memegang motor sat ekspos di Mapolsek Bengkong, Rabu (24/8). F Dalil Harahap/Batam Pos
Pelaku curanmor tertunduk sambil memegang motor sat ekspos di Mapolsek Bengkong. F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Sepeda motor hasil curian yang dijual ke Pulau Situngging, dan Pulau Buluh diketahu melalui pelabuhan tikus di Jambatan IV Barelang. Motor tersebut dijual dengan harga Rp 1-2 juta.

Baca juga:

Mantan Napi Ini Curi Puluhan Motor. Yang Merasa Kehilangan, Bisa Datangi Mapolsek

“Dari pelabuhan tikus itu dibawa ke pulau. Di sana (pulau) ada yang menampung,” ujar Kapolsek Bengkong, AKP Hendrianto, kemarin.

Seperti diketahui Jajaran Polsek Bengkong menangkap tiga tersangka pencurian sepeda motor di kawasan Punggur, Nongsa. Mereka yakni, Andi, Kasta Firmasnyah dan Vardi. Dari tangan tersang, polisi mengamankan 21 unit sepeda motor berbagai jenis.

Hendrianto menjelaskan, usai beraksi pelaku menyembunyikan motor tersebut di kawasan Barelang. Dan pada melam hari melakukan pengiriman ke beberapa pulau.

“Tersangka sendiri merupakan warga Setokok (Jembaran IV Barelang). Pengiriman dilakukan langsung oleh pelaku,” tuturnya.

Hendrianto menegaskan pihaknya masih melakukan pencarian terhadap penadah barang curian tersebut. “Sekarang cuaca masih buruk. Dan tidak memungkinkan menuju pulau,” paparnya.

Sementara itu, pengakuan Firmansyah, dari pencurian itu ia mendapatkan upah Rp 500 ribu. Pria 31 tahun ini juga mengaku merupakan resedivis kasus curanmor dan bebas 4 hari lalu.

“Saya baru bebas. Terpaksa mencuri lagi dan diajak teman,” ujarnya singkat

Seperti diberitakan sebelumnya, Jajaran Polsek Bengkong menangkap komplotan curanmor. Komplotan ini menjual hasil curiannya ke pulau di luar Batam. (opi)

Datang ke Batam untuk nJambret, 20 Hari 32 Kali Beraksi

0

batampos.co.id – Jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Batuampar mengamankan dua orang pelaku pencurian dengan kekerasan (Curas) yang telah melakukan aksinya sebanyak 32 kali selama 20 hari!

Dua orang pelaku yang saat ini diamankan yakni L, 29, sebagai joki dan AT, 19, sebagai eksekutor. Saat ini polisi masih memburu dua orang pelaku lainnya yang masih satu komplotan sama mereka.

Kanit Reskrim Polsek Batuampar, AKP Kahardani mengungkapkan penangkapan terhadap dua orang penjambret ini berawal dari laporan korban Risma S ke Mapolsek Batuampar pada 31 Agustus 2016 sekira pukul 19.00 WIB.

Korban yang pada saat itu yang hendak pulang dari rumah kakaknya yang berada di Taman Baloi Mas tiba-tiba dipepet oleh pelaku saat melintas di samping Polsek Batuampar.

Pelaku yang pada saat itu menarik tas korban secara paksa membuat korban terjatuh dan mengalami luka lecet di tangan sebelah kanan, di kaki kanan dan kiri.

“Saat itu pelakunya memepet korban dari sebelah kanan kemudian pelaku yang dibonceng langsung menarik tas korban yang saat itu diselempangkan di badannya dengan posisi tas berada di depan korban,” ungkap Kahardani, Selasa (6/9).

Setelah melaporkan korban membuat laporan ke Polsek Batuampar, Unit Reskrim Polsek Batuampar langsung melakukan pengejaran terhadap pelaku hingga akhirnya Unit Reskrim Polsek Batuampar mendapatkan informasi bahwa dua orang penjambret ditangkap warga saat melakukan aksinya di kawasan Sei Panas.

Setelah tertangkap oleh warga, dua orang pelaku itu langsung diamankan ke Polsek Bengkong.

“Mendapat laporan itu kami langsung menuju ke Polsek Bengkong dan mencocokkan barang bukti yang masih sama pelaku.

“Saat itu kita lakukan pencocokan dan sama. Lalu pelaku langsung kami bawa ke Polsek,” lanjutnya.

Setelah diamankan di Polsek Batuampar, kepada polisi pelaku mengaku telah melakukan aksinya sebanyak 32 kali selama 20 hari berada di Batam.

“Mereka sebenarnya berempat, yang dua orang masih lari dan statusnya menjadi DPO. Mereka memang sengaja ke Batam untuk menjambret,” terangnya.

Dari penangkapan ini, polisi mengamankan barang bukti berupa satu unit sepeda motor merek Yamaha V Xion warna putih Nopol BP 5196 QF yang digunakan pelaku dalam melakukan aksinya dan beberapa barang berharga korban.

Selain itu, Kahardani menghimbau kepada seluruh masyakat yang pernah menjadi korban penjambretan untuk membuat laporan ke polisi.

“Kepada masyarakat yang jadi korban segera melapor ke polisi,” pungkasnya.

Sementara itu, L mengaku terpaksa melakukan aksi jambret karena belum mendapatkan pekerjaan setelah 19 hari di Batam.

Dalam menjalankan aksinya, L mendapatkan hasil dari sekali melakukan penjambretan sebesar Rp 2 juta.

“Kalau dapatnya beragam Pak, paling besar saya pernah mendapatkan 2 juta uang di dalam dompet korban,” ungkapnya.

Atas perbuatannya, pelaku diancam dengan pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara. (egi)

Jika Tidak Cepat Ditangani, Imigran Gelap Akan Timbulkan Masalah Sosial

0

Ader Humas Pemko Batam untuk Batam Posbatampos.co.id – Ketua DPRD Kota Batam, Nuryanto menilai, banyaknya pencari suaka di Taman Aspirasi, Batamkota akan berdampak kepada masalah sosial.

Apalagi, International Organization for Migration selaku organisasi yang menaungi imigran itu sudah terang-terangan mengaku tak bertanggungjawab lagi.

“Melalui imigrasi, IOM langsung menyurati DPRD. Isinya, imigran di Taman Aspirasi, sudah di luar tanggungjawab IOM,” ujar Nuryanto yang akrab disapa Cak Nur, kemarin.

Menanggapi hal ini, Politisi PDIP tersebut mengaku sudah melayangkan surat ke Pemko Batam untuk segera menggelar rapat dengan SKPD dan pihak-pihak terkait.

“Kita langsung kirim surat ke Pemko, untuk segera dibahas di tingkat daerah. Karena kalau lama dibiarkan akan berdampak ke masalah sosial,” tuturnya.

Masalah sosial yang dimaksud, kata Cak Nur, seperti kekerasan, pencurian serta perbuatan melanggar hukum lainnya.

“Mereka kan perlu makan dan minum. Kalau sudah tak ada lagi yang bertanggungjawab atau membiayai, tak bisa dipungkiri masalah sosial ini akan muncul dengan sendirinya,” sebutnya lagi.

Terkait kelanjutan rekomendasi yang diserahkan DPRD Batam, ia mengaku sudah diterima Walikota Batam Muhamad Rudi.

“Pagi tadi, Senin (5/9) selesai upacara, walikota sudah menyinggung masalah imigrasi gelap ini. Saat itu, ia berjanji akan segera menggelar rapat bersama SKPD di muspida,” pungkasnya.

Diketahui, jumlah pencari suaka di Batam kian bertambah. Selain Hotel Kolekta Batam, Taman Aspirasi, depan Gedung DPRD Batam, juga menjadi rumah dan tempat tinggal imigran dari Timur Tengah tersebut.

Dalam keseharianya, imigran ini tidur di taman dengan mendirikan tenda beralasakan spanduk dan kertas kardus. Bila malam tiba, mereka akan pindah ke parkiran DPRD Batam.

Area lantai DPRD menjadi tempat beristirahat mereka. Puluhan pencari suaka tersebut bukanlah tidak mempunyai identitas jelas.

Mereka sudah dibekali selembar surat dari UNHCR yang berkantor di Jakarta. Akibat tak jelas nasib disana mereka menjadikan Batam sebagai tujuan.

Salah satu imigran mengaku, sudah lebih tiga bulan tinggal di Batam. Mereka berharap pemerintah dan PBB dalam hal ini lembaga yang menangani masalah imigran untuk memberikan bantuan suaka. (rng)

Sektor Wisata Semakin Menjanjikan

0
Warga Tanjungriau, Sekupang mengadakan lomba Perahu Layar yang bertajuk Pesta Anak Pantai seklaigus memeriahkan HUT RI-Ke 71, Minggu (4/9). Selain perahu layar banyak juga perlombaan lainnya yang digelar. F. Dalil Harahap/Batam Pos
Warga Tanjungriau, Sekupang mengadakan lomba Perahu Layar yang bertajuk Pesta Anak Pantai seklaigus memeriahkan HUT RI-Ke 71, Minggu (4/9). Selain perahu layar banyak juga perlombaan lainnya yang digelar. F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Gubernur Nurdin Basirun mengapresiasi kesadaran masyarakat Batam menggelar berbagai iven yang menggugah minat wisatawan untuk hadir. Apalagi, iven yang dijual berbentuk budaya lokal yang sememangnya sudah akrab dengan masyarakat.

Apresiasi itu disampaikan Gubernur pada Pentas Seni dan Malam Penutupan Pesta Anak Pantai, Tanjung Riau, Batam, Ahad (4/9) malam. Menurut Gubernur Nurdin, sektor kepariwisataan semakin menjanjikan. Apalagi Batam sebagai salah satu pintu gerbang masuknya wisatawan mancanegara. Juga tak sedikit wisawan lokal yang berkunjung.

“Semoga ini menjadi iven tahunan. Jual budayanya dengan promosi yang hebat,” kata Nurdin.

Indonesia kini, kata Nurdin, sudah mengedepankan sektor yang terkait kelautan. Untuk itu, momen ini harus dimanfaatkan. “Kalau dulu kita dianggap membelakangi laut, sekarang sudah harus dijadikan sumber utama sektor ekonomi,” kata Nurdin.

Sektor pariwisata dari iven-iven yang berhubungan denga laut memang digarap serius oleh pemerintah. Tahun ini, misalnya, dalam iven Sail Selat Karimata, Negeri Segantang Lada ini mengedepankan Festival Bahari Kepri.

Gubernur mengajak semua masyarakat Kepri ikut menyukseskan iven yang berlangsung 20-30 Oktober 2016 ini.

Dalam Pesta Anak Pantai 2016, sejumlah iven digelar masyarakat Tanjungriau, seperti lomba sampan, speed boat, lomba jong dan lainnya.

Ketua Panitia Pelaksana Solekhan, berterima kasih atas kehadiran Gubernur Nurdin pada malam penutupan Pesta Anak Pantai. “Hilang rasa penat dalam menggelar pesta ini dengan kehadiran Pak Gubernur,” kata Solekhan.

Dalam kesempatan itu, Gubernur menyumbang lima unit sepeda untuk dibagikan dalam doorprize. Lima nomor undian langsung dicabut dan dibagikan Gubernur Nurdin.(bni/bpos)

Izin Domisili Usaha Tetap Dikeluarkan Oleh Kecamatan

0
Bisnis properti di Karimun tumbuh pesat seiring kenaikan investasi. foto:tri haryono/batampos
ilustrasi. foto:tri haryono/batampos

batampos.co.id – Kepala Badan Penanaman Modal (BPM), Gustian Riau mengelak dikaitkan dengan urusan pemberian izin domisili usaha.

Menurutnya izin domisili itu dikeluarkan oleh Kecamatan dimana tempat usaha itu berdiri.

“Urusannya di Kecamatan, bukan wewenang BPM,” ujar Gustian yang dihubungi kemarin siang.

Dikatakannya, izin domisili usaha berpengaruh dengan laporan penanaman modal. Yang mana, izin usaha harus menyertakan izin domisili. Karena itu penting adanya laporan setiap tahun atas izin domisili tersebut.

“Ini untuk mengetahui lokasi usaha tersebut. Apakah usaha pengusaha tersebut masih disana atau tidaknya,”ujar Gustian.

Dilapangan pihaknya sering mendapati tempat usaha yang dilaporkan tidak lagi berada di lokasi. Karena itu, penting rasanya jika laporan domisili usaha setiap tahun.

“Banyak yang kita temui jika tempat usaha yang kita cari tidak disana, ini yang menjadi kekhawatiran,” jelas Gustian lagi.

Apalagi pengurusan izin domisili usaha juga tak terlalu ribet. Karena mereka hanya membawa surat pengantar dari RT dan RW setempat.

“Sudah ada SOPnya, tak susah,” beber Gustian.

Sementara, Wakil Walikota Batam Amsakar Achmad akan membahas keluhan pengusaha dengan internal Pemko Batam. Jika memang hal itu memberatkan, dirinya akan memanggil pihak terkait pemberian izin tersebut.

“Kita bahas internal, prosesnya akan saya pelajari dulu,” jelas Amsakar.

Menurut dia, pada dasarnya domisili usaha itu sangatlah penting untuk mengetahui lokasi pasti usaha tersebut.

“Hakikatnya penting. Sejauh ini saya juga jarang mendengar ada yang terganggu atas izin ini,” pungkas Amsakar. (she)