Jumat, 17 April 2026
Beranda blog Halaman 13957

Murni Bunuh Diri, Jenazah Johana Dikremasi, Sempat Setor Uang Rp 154 Juta ke Rekening Suaminya

0
Johana Angguat, perempuan yang ditemukan tewas dengan kondisi luka bakar di mobil mewahnya dan ditemukan warga di samping Ruko CNN, Kabil, Kamis petang (25/8/2016). Foto: istimewa/facebook
Johana Angguat, perempuan yang ditemukan tewas dengan kondisi luka bakar di mobil mewahnya dan ditemukan warga di samping Ruko CNN, Kabil, Kamis petang (25/8/2016). Foto: istimewa/facebook

batampos.co.id -Jenazah Johana Angguat dikremasi di rumah duka Batu Batam, Senin (29/8/2016). Polisi juga sudah menyimpulkan kalau Johana tewas bunuh diri di dalam mobil mewahnya dan ditemukan warga dalam kondisi gosong di dekat Ruko CNN Kabil, Kamis (25/8/2016) lalu.

Kasat Reskrim Polresta Barelang Kompol Memo Ardian mengungkapkan,  sebelum ditemukan tewas di dalam mobilnya, Johana sempat menyetorkan uang sebesar Rp 154 Juta ke rekening suaminya Suntiong alias Ationg.

“Sekitar jam 9 pagi, korban diketahui sempat menyetorkan uang dua kali, yang pertama nilainya 100 juta dan yang kedua senilai 54 juta di bank UOB Batamcenter. Sorenya ditemukan tewas di mobilnya di dekat Ruko CNN Kabil,” ungkap Memo, Senin (29/8/2016).

Soal penyebab kematian Johana murni bunuh diri, Memo mengatakan kesimpulan itu diambil dari hasil penyelidikan jajaran Sat Reskrim Polresta Barelang bersama jajaran unit reskrim Polsek Nongsa.

“Korban meninggal akibat bunuh diri. Kondisi jok mobil dan plafon mobil terbakar. Saat ini kita belum mengetahui kenapa korban nekat mengakhiri hidupnya,” lanjut Memo.

Sebelumnya Memo telah mengungkapkan Johana tewas akibat kehabisan oksigen karena terlalu banyak menghirup asap di dalam mobilnya.

Mayat perempuan dengan kondisi tubuh melepuh ditemukan dalam mobil KIA Sportage di dekat Ruko CNN Kabil, Kamis petang (25/8/2016). Foto: istimewa/FB
Mayat perempuan dengan kondisi tubuh melepuh ditemukan dalam mobil KIA Sportage di dekat Ruko CNN Kabil, Kamis petang (25/8/2016). Foto: istimewa/FB

“Dari hasil autopsi yang dilakukan, dokter menyimpulkan korban meningga akibat kehabisan oksigen. Di saluran pernapasan korban tampak menghitam,” pungkas Memo. (eggi)

BP Batam Dorong Semua Kawasan Industri Berstatus OVNI

0

BPbatam logo banner4batampos.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam mendorong semua kawasan industri di Batam menjadi Objek Vital Nasional Sektor Industri (OVNI).

Direktur Promosi dan Humas BP Batam, Purnomo Andi Antono mengungkapkan baru tiga kawasan industri dari 24 kawasan industri yang sudah mendapat sertivikasi OVNI di Batam, diantaranya, Batamindo Investment Cakrawala, Panbil Industrial Estate, serta Kawasan Industri Terpadu Kabil.

“Yang di Batam baru tiga kawasan ini,” kata Andi.

Dengan mendapat status OVNI, kawasan industri semakin aman karena akan mendapat pengamanan dari aparat sehingga tercipta iklim usaha industri yang kondusif.

“Kalau punya OVNI, karena objek vital tentunya dapat penjagaan ketat kepolisian,” ungkapnya.

Pihaknya mendorong akan semakin banyak kawasan industri mengurus OVNI, dia berharap kawasan industri dapat ikut aktif untuk mendapat fasilitas tersebut.

“Mereka bisa mengajukan, tinggal manajemen kawasannya musti mau ngurus. Kita dorong semua jadi OVNI, tapi manajemen kawasan juga harus aktif,” pungkasnya.

Ketiga kawasan tersebut mendapat serifikat OVNI berdasarkan Surat Keputusan Menteri Perindustrian no 466/M-IND/KEP/8/2014 yang dipayungi oleh Keputusan Presiden Nomor 63 tahun 2004 tentang Objek Vital Nasional. (cr13)

Mau Sukses Ngelamar? Matangkan Diri Dulu Ya

0
Seribuan pencari kerja memadati Job fair yang digelar LP3I Kepri dan Batam Pos di Gedung Sumatera Promotion Centre, selam dua hari 27-28 Agustus 2016. Bursa kerja untuk Batam itu berhasil mengumpukan 900 pelamar di Batam. Foto: Immanuel Sebayang/ Batam Pos.
Seribuan pencari kerja memadati Job fair yang digelar LP3I Kepri dan Batam Pos di Gedung Sumatera Promotion Centre, selam dua hari 27-28 Agustus 2016. Bursa kerja untuk Batam itu berhasil mengumpukan 900 pelamar di Batam. Foto: Immanuel Sebayang/ Batam Pos.

batampos.co.id – Dalam kegiatan LP3I Kepri Job Fair Batam yang telah berlangsung selama dua hari yakni, 27-28 Agustus 2016 di Gedung Sumatera Promotion Centre (SPC), memberikan banyak kesan bagi ribuan para pelamar yang mengunjungi kegiatan tersebut.

Pelamar tidak hanya sekedar mengantar lamaran ke stand-stand perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja, tetapi penyelenggara acara yaitu LP3I yang bekerjasama dengan harian Batam Pos, sudah mempersiapkan talk show bermutu yang mampu memotivasi para pelamar.

Seperti yang dipaparkan pembicara dari Tanjungpinang, Reyco Siahaan, Minggu (28/8). Selaku trainer dan praktisi pendidikan, Reyco memberikan kiat-kiat agar pelamar bisa matang sebelum melamar kerja.

“Artinya, pelamar harus siap dari segala aspek penunjang sebagai layaknya seorang pelamar,” ujar Reyco.

Dijelaskannya, kebanyakan pelamar terhipnotis dengan budaya yang terburu-buru.

“Ada buka lowongan, masukin berkas tanpa tahu jelas perusahaan itu seperti apa,” lanjutnya.

Hingga saat wawancara, kendala pun bermunculan.

“Ketika ditanya pewawancara, langsung blank. Salah tingkah, sehingga wawancara tidak berjalan lancar,” sebut Reyco.

Hal inilah yang membuat para pelamar cukup terketuk untuk merubah cara dan sikap, agar sebelum melamar kerja bisa dengan penuh persiapan.

“Talk show-nya sangat membantu. Karena apa yang dipaparkan, keseluruhannya menyangkut dengan apa yang harus dibekali oleh setiap pelamar,” ujar salah satu pelamar kerja yang mengunjungi LP3I Kepri Job Fair Batam, Anggun.

Dari 25 perusahaan yang ikut dalam LP3I Kepri Job Fair Batam, diantaranya adalah perusahaan waralaba dan jasa berbasis massa seperti, Alfamart, Wak Jek, Mitra 10, dan Tempo Group.

Alfamart menjadi salah satu stand yang cukup ramai dikunjungi pelamar. Diakui tim recruitment Alfamart, Lora, lamaran yang masuk rata-rata tamatan SMA dengan mengambil posisi sebagai crew.

“Kita lakukan dua tahap tes yaitu kualifikasi berkas dan wawancara, jika memenuhi smua kriteria langsung diterima untuk bekerja dan ditempatkan untuk Alfamart area Batam,” terangnya.

Sementara dari stand perumahan Ciputra Group mengalami kesulitan untuk mendapatkan tenaga kerja posisi psikologi dan teknik sipil.

“Justru yang lebih banyak pilih jadi marketing, dari 100 pelamar yang sudah masuk. Jika memang sulit didapatkan di Batam, biasanya kami langsung rekrut dari Jakarta,” ujar HRD Ciputra, Gea.

Branch Manager LP3I Kepri Psianti Salwa Fitri menambahkan, kegiatan job fair ini diwacanakan akan menjadi agenda tahunan LP3I bersama Batam Pos.

“Sesuai konsep LP3I yang tepat dan cepat kerja, kami harus bisa sebagai fasilitator antara perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja dengan para pencari kerja,” tuturnya.

Dengan kata lain, LP3I harus tetap menjaga hubungan baik dengan banyak perusahaan, untuk membantu mengurangi jumlah pengangguran yang terbilang cukup tinggi di Batam.

“Diharapkan pelamar kerja juga bisa meningkatkan potensi diri dalam hal keahlian, penampilan juga kemampuan berkomunikasi yang baik, agar mempermudah mendapatkan pekerjaan yang diinginkan,” pungkas Psianti. (cr15)

Tahun 2017, Sagulung Bebas Banjir

0

rudi-se-3-f-cecep-mulyana1111-imagebatampos.co.id – Pembangunan di pusat perekonomian Batam, Jodoh-Nagoya, tak berarti mengesampingkan daerah lainnya.

Hal ini disampaikan Walikota Batam, Muhammad Rudi saat menghadiri acara HUT RI tingkat Kecamatan Sagulung di Perumahan Nusa Batam, Sabtu (27/8).

“Saya dan Pak Amsakar (Wakil Walikota) ingin perekonomian Batam berkembang. Maka kami bangun dari Nagoya dulu. Tapi bukan berarti Sagulung diabaikan. Bapak Ibu tak usah khawatir,” tutur Rudi.

Salah satu rencana pembangunan yang akan dilakukan di Kawasan Sagulung yaitu penanganan banjir. Pemerintah Kota Batam, kata Rudi, sedang menyiapkan desain besar pembuatan saluran air atau drainase.

Namun pembangunan akan dilaksanakan secara bertahap.

“2017 kita akan gali manual ke laut. Supaya tidak banjir. Untuk itu, kalau misalnya ada yang menyentuh lahan Bapak Ibu, saya minta berikan saja lah,” ujarnya.

Rudi mengatakan pembangunan yang dilakukan Pemko Batam saat ini adalah untuk masyarakat Batam semuanya. Oleh karena itu, bulan November mendatang Pemko akan menggelar kegiatan yang melibatkan masyarakat banyak.

xKegiatan berupa jalan sehat yang dipusatkan di Nagoya ini digelar dalam rangkaian Car Free Day.

“Kami mengundang Bapak Ibu semua untuk hadir di acara jalan santai November nanti. Hadiahnya satu unit mobil Avanza, sedang dipesan. Dan ada beberapa motor. Kupon akan kami buat sebanyak-banyaknya. Acara dibuat di jalan yang baru dilebarkan di Nagoya. Supaya masyarakat Batam merasa memiliki jalan baru ini. Bisa kita nikmati tanpa ada kendaraan yang lewat,” kata Rudi.(mta)

Nelayan Keluhkan Tambang Pasir di Tanjunguncang

0
Salah satu lokasi tambang pasir di Singkep Barat. foto:rpg
ilustrasi. foto:rpg

batampos.co.id – Nelayan dan warga di RW 22 kelurahan Tanjunguncang, Batuaji mengeluhkan aktifitas tambang pasir di perairan dekat kawasan galangan kapal PT Graha Trisaka Indutri (GTI).

Pasalnya kegiatan yang sudah berlangsung hampir setahun belakangan ini dianggap telah merusak ekosistem laut di sekitar serta mengganggu kesehatan warga yang berdiam di sekitar lokasi kawasan industri tersebut.

Warga di sana yang sebagian besarnya adalah nelayan mengaku hasil tangkapan mereka menurun drastis semenjak adanya kegiatan pengambilan pasir di lokasi tersebut.

“Lautnya jadi keruh. Ikan pada minggat semua. Padahal nelayan di sini biasanya melaut di sekitar periaran itu karena memang perlangkapan alat tangkap masih tradisional dan tak bisa jauh-jauh berlayar,” ujar Ilham, salah satu warga di RT 05/RW 22 di dekat kawasan Industri GTI, kemarin.

Ketua RW 22, kelurahan Tanjunguncang Sofian menuturkan, selain menyebabkan hasil tangkapan nelayan terganggu, kegiatan tambang pasir laut itu juga menyebabkan lingkungan sekitar jadi tak sehat.

Itu karena pasir dan tanah hasil kerokan dari laut ditumpuk begitu saja di dalam kawasan perusahaan sehingga debunya berterbangan ke lingkungan tempat tinggal warga.

“Debunya beda dengan debu jalan raya. Debunya membuat banyak warga yang batuk-batuk atau gangguan pernapasan,” ujar Sofian, kemarin (28/3).

Sofian menyebutkan aktifitas yang diprotes warga itu sudah dicroscek bersama perangkat RT dan tokoh masyarakat di sana dan memang benar ditemui adanya kegiatan penyedotan pasir dari dalam laut itu.

“Kami punya foto-fotonya dan memang masuknya ke dalam kawasan PT GTI ada tumpukan pasir juga di sana,” kata Sofian.

Warga sudah melakukan aksi protes sampai mengirim surat protes ke pihak perusahaan GTI namun tak ada tanggapan apapun dari pihak perusahaan.

Untuk itu warga berharap agar pemerintah kota Batam dalam hal ini Badan Pengendalian dampak lingkungan daerah (Bapedalda) turun mengecek keluhan warga tersebut sehingga persoalan yang terjadi di lingkungan sekitar tidak lebih meluas lagi.

Sementara itu manajemen PT Aik Terra Batam selaku subcon PT GTI yang menangani aktifitas yang dikeluhkan warga membenarkan memang ada kegiatan pengerukan laut di depan kawasan PT GTI sebagai langkah untuk pendalaman alur laut.

Pengerukan itu untuk pendalaman alur laut agar aktifitas kapal di kawasan galangan kapal itu berjalan lancar.

“Tapi kami tekankan tidak ada dampaknya bagi nelayan atau warga sekitar,” ujarnya Komisaris PT Aik Terra Batam Feni saat dikonfirmasi wartawan via telepon, kemarin.

Bahkan Feni juga menyebutkan memang ada kegiatan penimbunan pasir untuk dijual di wilayah Batam namun itu semua diakuinya legal sebab ada perizinan dari instansi pemerintah terkait.

“Semua izin kami punya kok. Mulai dari walikota sampai gubernur,” ujarnya.

Sehingga Feni menilai keluhan warga itu berlebihan dan tidak tepat, sebab apa yang dikerjakan dan dilakukan perusahaan mereka sudah sesuai prosedur yang ada. (eja)

Lihat Nih, Rahma-Rahmi Makin Sehat Usai Operasi Pemisahan

0
Foto: Cyntia Latuma/RSAB
Foto: Cyntia Latuma/RSAB

Dua bayi kembar siam Nur Rahma Fairuz Maknuniyyah dan Nur Rahmi Fahira Nahlannisa (Rahma-Rahmi) kondisinya makin sehat usai operasi pemisahan Minggu (14/8/2016) lalu. Kini Rahma-Rahmi telah dipindahkan dari ruang Pediatric Intensive Care Unit (PICU) ke ruang perawatan Peristi di Rumah Sakit Awal Bros (RSAB). Ruang itu sebelumnya mereka gunakan sebelum operasi pemisahan. Foto dimabil 23 Agustus 2016.

Akibat Sampah Menumpuk, Jalan ke SDN 012 Bengkong Terganggu

0
Sampah Menumpuk, Akses Menuju SDN 012 Bengkong Terganggu
Sampah Menumpuk, Akses Menuju SDN 012 Bengkong Terganggu

batampos.co.id – Akibat volume sampah yang semakin hari semakin menumpuk jarang diangkut sehingga berbau busuk, akhirnya membuat akses menuju jalan ke SDN 012 Bengkong terganggu.

Selain akses menuju sekolah, jalan tersebut juga merupakan jalan menuju Puskes Mas Tanjungbuntung dan kantor Lurah Tanjungbuntung.

Lokasi sampah tersebut berada sepanjang ruas jalan dari Golden Prawn, Tanjungbuntung menuju Bengkong. Karena volumenya sudah bertumpuk sampah yang ada akhirnya memakan badan jalan.

Parahnya keberadaan sampah terasebut sudah berbau busuk dan sebagiannya sudah dibakar untuk mengurangi tumpukan yang berlebihan.

Keberadaan sampah di lokasi itu, diakui warga sudah terjadi berbulan-bulan hingga saat ini keberadaan sampah juga belum diangkut petugas kebersihan.

“Nggak pernah dibersihkan,” ujar Leni warga Tanjungbuntung kepada Batam Pos, Minggu (28/8).

Dilokasi itu memang kerap dijadikan tempat pembuangan sampah oleh warga sekitar, padahal ditempat itu bukan tempat pembungan sampah dan tidak ada bin kontainernya.

“Sudah kebiasaan padahal ada larangan,” ungkap Leni.

Akibatnya, kata Leni sampah yang sudah berbau busuk itu membuat akses menuju sekolah bagi anak-anak dan orangtua terganggu. “Takut menimbulkan penyakit,” ucap Leni.

Meski demikian, Leni berharap kepada pemerintah Kota Batam dan kepada instansi terkait segera mengambil tindakan agar tidak ada lagi warga yang seenaknya membuang sampah dilokasi tersebut. (cr14)

Walikota: Lelang Lahan Harus Jelas

0
Walikota Batam MUhammad Rudi saat memimpin rapat SKPD, belum lama ini. foto:cecep mulyana/batampos
foto:cecep mulyana/batampos

batampos.co.id – Wali Kota Batam Muhammad Rudi menilai Badan Penguasaan (BP) Batam kerap mengeluarkan pengalokasian lahan (PL) secara asal-asalan.

Hal itu terbukti dari banyaknya pihak yang memiliki row jalan dan diperkuat dengan PL oleh BP Batam.

“Row jalan yang dikasih dijual, dan saat ada yang mengajukan IMB (izin mendirikan bangunan) kita kasih tahu kalau itu row jalan, dan tak bisa dibangun. Siapa yang mengalokasikan lahan itu, ya BP,”kata Rudi.

Dikatakannya, fungsi IMB adalah mengontrol pembangunan dan pemberian lahan di Kota Batam. Sehingga jika BP keliru dalam memberikan lahan, Pemko tak akan memberikan IMB.

“Banyak pihak yang kita suruh balik ke Otorita (BP) . Mereka mau melakukan pembangunan, padahal kita mau melakukan pelebaran jalan,” jelas Rudi.

Saat ini pihaknya tengah fokus memperbaiki seluruh infrastruktur jalan di Batam. Yang mana seluruh jalan di Batam akan diperlebar. Tak hanya itu, seluruh jalan juga wajib memiliki pedistrian atau tempat pejalan kaki.

“Siapa yang memiliki lahan di row jalan siap-siap kita tertibkan. Dan kita berharap BP tak asal memberi lahan lagi,” ujar Rudi.

Menurut dia, selama ini permasalahan pembangunan di Kota Batam adalah lahan. Sebab banyak lahan yang diberikan secara asal-asalan sehingga membuat Kota Batam sembraut.

Begitu juga dengan titik banjir yang semakin banyak karena alokasi lahan dari BP. Dimana pihak pengembang melakukan pembangunan tanpa membuat drainase yang memadai.

“Permasalahan utama itu adalah lahan. Kalau pengalokasian jelas dan sesuai perencanaan, Batam tak akan begini. Titik banjir di Batam juga tak akan bertambah,” sebut Rudi.

Untuk itu, kedepannya Rudi berharap BP Batam bisa berkomitmen untuk melelang lahan secara terbuka dan jelas. Sehingga bisa disinkronkan dengan pembangunan.

“Jika lelang bagus dan terbuka. Saya yakin perencanaan Kota Batam akan sampai. 10 tahun kemudian Batam akan berubah lebih baik,” tegas Rudi.(she)

Walikota Janji Akan Usut Kisruh Penerimaan PTT Satpol PP

0
Walikota Batam MUhammad Rudi saat memimpin rapat SKPD, belum lama ini. foto:cecep mulyana/batampos
Walikota Batam MUhammad Rudi  foto:cecep mulyana/batampos

batampos.co.id – Ratusan anggota PTT Satpol PP meminta pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus penipuan yang telah dialami mereka.

Baca juga:

Tertipu, Wanita Ini Diminta 30 Juta Untuk Masuk Satpol PP

Pasalnya, selama 2 tahun bekerja mereka belum mendapatkan kejelasan status maupun gaji.

Sebelumnya mereka rela membayar uang Rp 20-30 juta untuk menjadi anggota Satpol PP. Namun, kenyaataannya uang yang mereka setorkan kepada oknum dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) raib.

Informasi yang didapatkan, penerimaan PTT Satpol PP ini dimanfaakan sejumlah LSM, dan pejabat. Dalam penerimaan itu, mereka mendapatkan uang Rp 20-30 juta per anggota.

“Saya bayar kepada LSM. Saat ini orangnya sudah kabur, malah rumahnya dijual,” ujar salah mantan anggota Satpol PP yang enggan menyebutkan namanya.

Dia menyebutkan anggota LSM tersebut sudah menerima lebih dari 5 orang. Namun, dengan kisruh ini, anggota LSM tersebut kabur.

“Ya saya minta polisi mencari dan mengembalikan uang yang sudah saya berikan,” terang wanita ini.

Dia mengaku bersama anggota LSM tersebut membuat kesepakatan di atas surat dan disaksikan orangtuanya. Surat tersebut berbunyi perjanjian bahwa ia akan diterima sebagai anggota Satpol PP.

“Di surat itu ada materai dan saksi juga. Sekarang kemana mau dicari orangnya,” paparnya.

Hal senada disampaikan anggota lainnya, Betty Habsari salah seorang pelapor mengaku masuk Sat Pol PP sejak tahun 2014 atau pada gelombang ke 3. Ia masuk bersama 800 orang lainnya.

Untuk menjadi anggota Satpol PP ia menyetor uang Rp 62 juta kepada seorang oknum anggota Satpol PP. Namun, hingga sekarang ia tak pernah menerima gaji.

“Kami sama sekali tidak pernah menerima gaji sampai sekarang,” ujarnya.

Sebelumnya, Wali Kota Batam, Rudi mengaku akan membantu pihak kepolisian untuk menuntaskan dan menegakkan hukum dalam kisruh penerimaan PTT Satpol PP.

“Hukum harus ditegakkan. Kalau ada indikasi, ada bukti, laporkan saja. Biar kita tahu siapa di belakang (permainan) ini sebenarnya,” ujar Rudi.

Dia menegaskan akan mengumpulkan data-data penerimaan PTT Satpol PP tersebut.

“Supaya jelas siapa dibalik semua ini, kita akan panggil kepala-kepala dinas dan badannya,” tegas Rudi.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Memo Ardian membenarkan adanya laporan mantan PTT Satpol PP tersebut. Ia menyebutkan akan mengusut laporan korban.

Kasat Pol PP Kota Batam, Hendri mengaku tidak pernah menerima 800 orang tersebut. Menurutnya, ia tak pernah berjanji maupun merekrut para PTT itu.

“Mereka masuk dari mana? Bukan dari saya. Saya juga minta polisi mengusut tuntas laporan itu,” tegasnya.(opi)

2 Pencuri Motor Tertangkap Basah Sedang Transaksi Jual-beli

0

Curanmorbatampos.co.id – Satreskrim Polresta Barelang menangkap AP dan SG pencuri kendaraan bermotor (curanmor) di Perumahan MKGR Batuaji, Minggu (28/8) siang.

Ke duanya diamankan saat hendak transaksi motor hasil curian.

Dari tangan pelaku polisi mengamankan satu unit sepeda motor Yamaha Mio J. Pelaku hendak menjual motor tersebut dengan harga Rp 1,5 juta.

“Mereka (AP dan SG) pemetik. Kasusnya masih pengembangan,” ujar salah seorang buser Polresta Barelang.

Informasi yang didapatkan, kedua pelaku beraksi di kawasan Batuaji. Dan motor hasil curian tersebut hendak dijual ke kawasan Bengkong.

“Pengakuannya mau dijual ke Bengkong. Dan ini masih kita lakukan penyelidikan,” tegasnya.

Pantauan Batam Pos ke dua pelaku masih diamankan di ruang unit buser Polresta Barelang. Saat ini polisi tengah melakukan pengejaran terhadap rekan pelaku.

Informasi yang didapatkan, pelaku memiliki kelompok curanmor di Batam. Mereka beraksi di wilayah Batuji, Batamcentre dan Bengkong.

Dari pengakuan AP, ia tak mengetahui motor yang dijual hasil curian. “Saya tak tau (motor curian). Cuma mau jual saja,” ujarnya di hadapan polisi. (opi)