Sabtu, 7 Maret 2026
Beranda blog Halaman 13964

Hari Ini, Kepala Kejari Batam Resmi Diganti

0

12910batampos.co.id – Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam akan mengalami pergantian pucuk pimpinan. Muhammad Mikroj yang sebelumnya menjabat Kabag TU Jaksa Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung akan mengganti Yusron sebagai Kepala Kejari Batam.

Serah terima jabatan akan dilakukan di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Tanjung Pinang, hari ini Kamis sekitar pukul 09.00 WIB. ”Saya dimutasi ke tempat baru sebagai Aspidum (Asisten Pidana Umum) Kejati Sumsel. Saya sudah dilantik di sana tanggal 2 Maret lalu, SK-nya 11 Februari,” kata Yusron, Selasa (8/3).

Selama menjabat sejak Agustus 2013 hingga Februari 2016 ini, Yusron mengaku salah satu kasus yang terkesan yakni penanganan kasus korupsi pengadaan pembangkit listrik dan lampu runway Bandara Hang Nadim, yang merugikan negara sebesar Rp 5,6 miliar.

”Yang terkesan masalah bandara-lah, kerugian negara besar sekitar Rp 5 miliar. Terkesannya, disamping kerugian negara dikembalikan, denda dan biaya perkara sudah dibayarkan,” ujarnya.

Yusron mengaku masih banyak kasus yang harus diselesaikan, hingga kini Kejari Batam melalui Pidana Khusus (Pidsus) masih melakukan penyelidikan dan pemeriksaan atas dugaan korupsi RSUD Embung Fatimah dan DKP Batam.

Untuk itu, dia menegaskan kasus-kasus tersebut akan tetap dilanjutkan walau ada pergantian pimpinan. ”Tidak ada yang dihentikan, semuanya akan tetap lanjut,” katanya.

Tak hanya itu, lanjut Yusron, kasus lain seperti kasus pembunuhan yang menimpa siswa SMA N 1 Batam, Dian Milenia Trisna Afiefa telah dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Batam. ”Tinggal menunggu sidangnya saja,” ujarnya. (cr13)

DPRD Minta Kejati Usus Tuntas Dugaan Korupsi Dana Bansos Pemko Batam

0

korupsi-bansos-640x386batampos.co.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Batam, mendesak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepri tidak berhenti mengusut kasus dugaan korupsi dana bantuan sosial (bansos) di Pemerintah Kota (Pemko) Batam tahun 2011-2012. Apalagi, awalnya terus digembar-geborkan, tapi sekarang kasus ini terkesan mandek.

”Kami meminta Kejaksaan secepatnya memproses dan memberitahukan perkembangannya kepada publik,” kata Anggota Komisi III DPRD Kota Batam, Muhammad Jefri Simanjuntak, kemarin.

Jefri mengharapkan Korps Adhyaksa itu, tidak berhenti pada beberapa tersangka yang hingga kini belum juga diungkap identitasnya. ”Saya yakin pelakunya lebih dari dua orang,” sebut nya.

Menurutnya, jaksa minimal bisa menetapkan sepuluh orang tersangka dalam kasus bansos ini. Sebab, dari empat Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), yakni Dinas PMP-KUM, Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, Sekretariat Daerah, serta Kantor Pemuda dan Olahraga masing-masing bisa terungkap dua tersangka. ”Pemberi dan penerima,” ujarnya.

Dia menilai masing-masing SKPD itu memiliki cara sendiri dalam menyalurkan dana bansos. Dana tersebut banyak disalahgunakan untuk kepentingan dan keuntungan pribadi ataupun kelompok.

Sebelumnya, Kejati Kepri telah menetapkan dua tersangka kasus dugaan korupsi bansos Pemko Batam itu. Kedua tersangka berperan sebagai penyalur dan pembagi. Hanya saja, Kejati belum mempublikasikan identitas kedua tersangka tersebut.

”Kami menetapkan dua tersangka karena penyidik sudah menemukan alat bukti dan perbuatan melawan hukum yang menimbulkan kerugian negara dari penyaluran dana bantuan sosial di Pemko Batam,” ujar Asisten Tindak Pidana Umum (Aspidum) Kejati Kepri, M Rahmad, Selasa (1/3) lalu.

Meski belum menyebutkan namanya, namun Rahmad memastikan kalau keduanya sangat layak ditetapkan sebagai tersangka. Sembari menunggu hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Kepri, Rahmad mengatakan pihaknya masih akan memeriksa sejumlah saksi kunci. Antara lain mantan Wali Kota Batam Ahmad Dahlan dan Plt Wali Kota Batam Agussahiman.

Sejumlah pejabat juga sudah diperiksa Kejati. Antara lain Kepala Dinas Pendidikan Muslim Bidin, Kadis PMK UKM Pebrialin, Inspektorat Heriman, sejumlah pihak di Dinas Sosial, serta sejumlah pihak terkait lainnya. Dugaan korupsi bansos yang ditelisik Kejati ini adalah anggaran tahun 2011 senilai Rp 66 miliar yang tersebar di beberapa SKPD.

Dana ini disalurkan ke berbagai pihak, antara lain Pemerintah Pusat Instansi Vertikal Rp 11,2 miliar, Organisasi Semi Pemerintah Rp 3,2 miliar, dana BOS ke sekolah swasta Rp 15,6 miliar, kelompok masyarakat Rp 21,6 miliar dan perorangan Rp 14,8 miliar. Total keseluruhan Rp 66,5 miliar. Sistem penyaluran dana ini dengan mekanisme LS ditransfer dari kas daerah Kota Batam ke rekening penerima hibah. (hgt)

Baca juga:

Diduga Banyak Dikorupsi, Pemko Batam Tetap Anggarkan Rp 4 M untuk Bansos

Plh Wali Kota Batam Siap Diperiksa Kejati Terkait Bansos

Penyalur dan Pembagi Dana Bansos Batam Tersangka

Kejati Periksa Pejabat Pemko, Terkait Dugaan Korupsi Dana Bansos

MR X Tewas Bersimbah Darah di Bengkong Garama Ternyata Warga Jodoh, Bernama Budi

0
Kapolsek Bengkong, AKP Syamsurizal. Foto: Johannes Saragih
Kapolsek Bengkong, AKP Syamsurizal.
Foto: Johannes Saragih

batampos.co.id – Mayat berjenis kelamin laki-laki yang ditemukan tergeletak di pinggir jalan Citra Buana II, Bengkong Garama sudah terindetifikasi. Mayat itu diketahui bernama Budi, warga Jodoh. ”Identitasnya sudah diketahui. Dan kita langsung menyelidiki siapa pelakunya,” ujar Kapolsek Bengkong, AKP Syamsurizal, Rabu (9/3) siang.

Dia mengatakan jasad pria asal Nias itu, masih berada di Rumah Sakit Otorita Batam (RSOB-BP Batam). Sementara beberapa keluarga korban dari kampung halaman akan dimintai keterangan pada hari ini. ”Keluarganya akan datang untuk mengambil jasad korban, sekaligus akan kita mintai keterangan,” jelasnya.

Syamsurizal menjelaskan hingga saat ini pihaknya sudah memeriksa beberapa saksi, seperti Sekuriti Citra Buana II, Antonius Sihaan. Ditambah dengan pemilik motor yang dikendarai korban. Selain itu, beberapa barang bukti, yakni sepeda motor Supra Fit BP 6984 DM, tas, dan pakaian korban.

”Ada beberapa saksi yang dimintai keterangan. Motornya itu pinjam dan anggota sudah langsung di lapangan,” terangnya.
Syamsurizal juga menegaskan belum bisa menyimpulkan motif pembunuhan pria yang memiliki tato di tangan kiri itu. ”Motifnya belum diketahui. Tetapi barang-barang tidak ada yang hilang,” sebutnya.

Hal senada disampaikan Kapolresta Barelang, Kombes Pol Helmy Santika. Menurutnya, terkuaknya identitas korban akan mempermudah proses penyelidikan terhadap pelaku pembunuhan tersebut.

”Identitas itu akan memberi petunjuk bagi kita untuk mengetahui pelakunya,” ujar Helmy.

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang pria ditemukan tewas bersimbah darah di kawasan Bengkong Garama, Minggu (6/3) sekitar pukul 03.00 WIB. Pria yang diperkirakan berusia 30 tahun itu, berlumuran darah. Sepeda motor Honda Supra Fit yang dikendarainya berada tak jauh dari jasadnya. (opi)

Baca juga: Pria Bertato Kupu-Kup Ditemukan Jadi Mayat di Bengkong Garama

Lagi, Sabu dari Malaysia Masuk ke Batam

0
ilustrasi
ilustrasi

batampos.co.id – FL, penumpang Kapal Ferry Mirangga Alpha dari Stulang Laut Malaysia, tertangkap membawa lima bungkus narkoba yang diduga jenis sabu di Pelabuhan Ferry Internasional Batam Center, Rabu (8/3).

Penangkapan FL bermula dari kecurigaan petugas Bea dan Cukai (BC) ketika tersangka melewati pemeriksaan mesin x-ray. Tas sandang warna merah hitam yang dibawa pelaku dimasukkan ke dalam mesin x-ray.

“Dari layar monitor, petugas melihat dua barang yang mencurigakan,” ujar Kepala Seksi Penindakan Bea dan Cukai (BC) Tipe B Batam, Slamet Riyadi, Rabu (9/3).

Petugas selanjutnya memanggil FL dan melakukan pemeriksaan badan. Lagi-lagi dari dalam celana pria ini, petugas Bea Cukai kembali menemukan tiga bungkus yang diduga sabu yang disimpan di celana dalam.

“Total ada lima bungkus sabu seberat 211 gram,” ujar Slamet.

Usai pemeriksaan, pria yang mengaku sebagai warga Batam langsung digiring ke kantor Bea dan Cukai Batu Ampar dan kemudian diserahkan ke pihak Sat Res Narkoba Polresta Barelang untuk penyidikan lebih lanjut.

Kasat Narkoba Polresta Barelang Kompol Suhardi Heri saat dihubungi koran Batam Pos membenarkan penangkapan sabu tersebut. Menurutnya, satu orang tersangka pemilik barang haram tersebut telah diamankan.

“Masih penyelidikan,” ujar Suhardi singkat. (rng)

Gaji untuk Honorer Pemko Batam sudah Ada, tapi…

0

rupiah-640x404batampos.co.id – Pemko Batam melalui Kabag Humas, Ardiwinata, mengatakan gaji seluruh tenaga kontrak sudah dialokasikan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2016.

“Anggarannya sudah ada, dari kegiatan SKPD masing-masing,” kata Ardiwinata.

Namun anggaran tersebut belum bisa direalisasikan, karena verifikasi belum rampung. Tiga bulan terakhir, tenaga kontrak belum menerima gaji.

“Verifikasi masih berlangsung,” bebernya.

Ketua DPRD Kota Batam, Nuryanto mengatakan, gaji ribuan tenaga kontrak sudah dianggarkan melalui APBD 2016. Harusnya pemerintah segera merealisasikannya anggaran yang sudah disepakati Pemko dan DPRD Kota Batam itu.

“Kasian orang bekerja tak dibayar,” kata Nuryanto.

Bila pemerintah takut, bisa berkonsultasi dengan BPK, Kejaksaan, serta pihak kepolsian. Sehingga yakin tak melanggar ketentuan dan aturan yang berlaku.

“Minggu ini harus ada jawaban,” pinta Nuryanto. (hgt)

Walikota Terpilih Janji Bereskan Lios Liar

0
Pengendara sepeda motor melintas di depan kios liar di Simpang Kara, Batam Centre. Pemerintah Kota (Pemko) Batam dan Badan Pengusaha (BP) Batam gagal menertibkan kios liar. Makin hari, kios liar semakin menjamur. Foto: Dalil Harahap/Batam Pos
Pengendara sepeda motor melintas di depan kios liar di Simpang Kara, Batam Centre. Pemerintah Kota (Pemko) Batam dan Badan Pengusaha (BP) Batam gagal menertibkan kios liar. Makin hari, kios liar semakin menjamur.
Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Wali Kota Batam terpilih HM Rudi ikut Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan di Kecamatan Batamkota, Selasa (8/3) malam.

Pada kesempatan itu ia minta warga tak lagi bangun kios liar dan rumah liar.

Kedua hal itu akan segera diselesaikan. Ia berniat, berdiskusi dengan seluruh pemilik kios liar.

Permasalahan rumah liar, menurutnya, akan diselesaikan dengan rumah susun. Pemerintah akan menggunakan lahan fasilitas umum dari developer untuk membangun rusun.

“Nanti Kepala Seksi Ketentraman dan Ketertiban yang akan tertibkan. Kami berikan satu mobil dengan Sapol PP-nya,” katanya.

Ia pun mengatakan pembangunan ke depan mengutamakan pembangunan infrastruktur.

Rencana pembangunan infrastruktur itu, di antaranya, jalan menuju Bandara Hang Nadim dan jembatan yang menghubungkan Kecamatan Batamkota dan Kecamatan Nongsa. Selain itu, jalan-jalan lingkungan juga akan diperbaiki.

“Jadi nanti masyarakat Batam Kota tidak lagi protes macet. Kalau macet, lewat jalan lain ini,” ujarnya lagi. (ceu)

Rampas Handphone Sepasang Kekasih, Pelaku Jadi Amukan Warga

0
Kapolsek Lubuk Baja,  Kompol Dewa menunjukan RM dan pistol yang digunakan RM untuk mencuri. Foto: Johannes Saragih/ Batam Pos
Kapolsek Lubuk Baja, Kompol Dewa menunjukan RM dan pistol yang digunakan RM untuk mencuri.
Foto: Johannes Saragih/ Batam Pos

batampos.co.id – Seorang dari dua orang pelaku tindak pidana pencurian dengan kekerasan dihajar oleh warga karena kedapatan saat merampas dua unit handphone korban saat makan di Puja Bahari, Rabu (9/3).

Kejadian itu bermula saat pelaku berinisial RM (28) bersama temannya IW (DPO) melakukan perampasan terhadap dua unit handphone milik sepasang kekasih yang diletakkan di atas meja makan.

“Pada saat itu, pelaku tanpa turun dari motor langsung menyambar dua unit hp milik korban yang sedang makan, lalu dengan sigap pula korban langsung menarik baju pelaku hingga terjatuh,” ungkap Kapolsek Lubuk Baja, Kompol I Dewa Nyoman ASN.

Karena melihat temannya terjatuh, kemudian IW (DPO) turun dari sepeda motor dan meneggertak warga yang ingin memukul RM dengan menodongkan senjata rakitan yang telah mereka persiapkan sebelumnya.

Ketika saat memetik senjata tidak terjadi ledakan, korban langsung menyerang RM dan mengejar IW. Beruntung, IW dapat kabur, sedangkan RM yang tak sempat kabur jadi amukan warga sekitar.

Dalam pengakuannya, RM mengatakan terpaksa melakukan tindakan pencurian tersebut, “Saya terpaksa, karena selama ini dia yang menanggung biaya hidup dan kos saya,” ungkap RM saat ditemui di Mapolsek Lubuk Baja.

Lebih lanjut RM merasa tidak enak dan diancam oleh IW jika tidak menuruti perintah IW, “Saya diancamnya kalo tidak mau. Ancamannya dia itu dengan cara mencekek leher saya,” lanjut RM.

Seperti diketahui, RM merupakan residivis dalam kasus yang sama. RM sebelumnya merupakan tahanan dari Polsek Batam Kota.

“Ia kita jerat dengan pasal 365 KUHP, tentang pencurian dan kekerasan. Ancamannya 7 tahun penjara,” ujar Dewa. (eggi)

Masyarakat Muslim Batam Pilih Salat Khusuf

0
Suasana sebelum salat khusuf (gerhana) di Masjid Raya Batam Centre, Rabu (9/3/2016). Foto: muhammad nur/batampos.co.id
Suasana sebelum salat khusuf (gerhana) di Masjid Raya Batam Centre, Rabu (9/3/2016). Foto: muhammad nur/batampos.co.id

batampos.co.id – Gerhana Matahari Total (GMT) dirayakan dengan penuh sukacita di berbagai wilayah di Indonesia, khususnya 12 provinsi yang dilalui gerhana tersebut. Berbagai acara digelar, termasuk menghadirkan sejumlah artis ternama.

Namun masyarakat Batam yang juga bisa menyaksikan gerhana matahari meski tidak total, lebih memilih melaksanakan salat khusuf (salat gerhana) ketimbang menghabiskan waktu untuk mengintip tertutupnya matahari oleh bulan. Hampir semua masjid di Kota Batam melaksanakan salat khusuf.

Di Masjid Raya Batam, masyarakat berbondong-bondong datang sejak matahari belum tampak di ufuk timur. Lantunan ayat-ayat suci Alquran terdengar dari pengeras suara masjid tersebut.

Sekitar pukul 06.15, matahari muncul dengan jelas. Masyarakat yang hendak salat khusuf memang sempat melihat gerhana matahari dari pelataran timur Masjid Raya. Namun saat jarum jam sudah menunjukkan pukul 06.30, jamaah memilih masuk ke dalam masjid, berzikir memuji kebesaran Allah.

Salat khusuf digelar tepat pukul 07.00. Ustaz Alwi Husein menjadi imam, sedangkan khutbah disampaikan oleh imam masjid raya lainnya, ustaz Ridho Amir.

Ridho mengatakan, gerhana matahari juga pernah terjadi di saat Nabi Muhammad masih hidup. Kala itu di Madinah. Saat gerhana matahari terjadi, hari itu putra Nabi Muhammad wafat.

Saat itu, warga Madinah menduga gerhana matahari terjadi karena meninggalnya anak Rasulullah. Namun dengan tegas Rasulullah membantah bahwa tidak ada kaitan gerhana yang terjadi dengan meninggalnya putranya.

Gerhana Matahari murni bukti kekuasaan dan kebesaran Allah yang telah menciptakan jagad raya ini yang beredar sesuai orbit yang telah ditetapkan oleh Allah, sebagaimana dijelaskan di dalam Alquran.

“Jadi kalau ada yang bilang gerhana matahari terjadi karena ditelan raksasa sehingga harus membunyikan sesuatu untuk mengusir sang raksasa, itu semua mitos,” ujar Ridho.

Rasulullah, kata Ridho, selain menganjurkan umat Islam melaksanakan salat khusuf, juga menganjurkan memperbanyak zikir, memuji kebesaran Allah. (nur)

Antusiasme Pewarta Foto Kepri Memotret Gerhana Matahari

0
Gerhana matahari di foto dari Bandara Internasional Hang Nadim, Batam. Foto: Agus Bagjana/ JPNN
Gerhana matahari di foto dari Bandara Internasional Hang Nadim, Batam.
Foto: Agus Bagjana/ JPNN

batampos.co.id – Gerhana matahari sebagian terlihat di Batam. Meski sempat ditutup awan beberapa saat, akhirnya bulan yang berbentuk piringan hitam mulai menutupi matahari pada pukul 06.36 hingga pukul 08.35 WIB.

Beberapa fotografer dari Pewarta Foto Indonesia (PFI) Kepri yang ingin mengabadikan momen langka ini pun langsung menuju Pulau Putri sekitar Pukul 04.00 WIB, Rabu (9/3).

“Kita memilih pulau putri karena tempatnya terbuka, sehingga saat gerhana berlangsung kita dapat mengambil gambarnya dengan jelas,” ungkap Ketua Pewarta Foto Indonesia (PFI) Kepri, Tommy.

Lebih lanjut Tomi mengatakan puncak dari gerhana matahari sebagian di Batam muncul pada Pukul 07.25 WIB. Saat mencapai puncaknya langit di pulau putri terlihat cerah. Meskipun awan tipis masih sesekali menutupi matahari.

“Untuk memotret gerhana matahari kami pun sudah mempersiapkan kaca film untuk menutupi lensa kamera, menyesuaikan besaran kaca film, yang akan ditempel pada lensa kamera. Biar cahaya mataharinya nggak terlalu bias. Kalau yang ini dilapisi dengan kaca yang lebih gelap lagi,” kata Tommy sambil menunjukkan lensa Canon EF 200-400mm miliknya.

Lain pula dengan Agus Bagjana, salah satu anggota PFI Kepri ini malah memilih motret gerhana matahari di Bandara Hang Nadim, katanya, motret di tempat tersebut viewnya lebih bagus. “Saya lihat viewnya disini juga bagus makanya saya memilih motret disini. Kalau kawan-kawan PFI lainnya ke Pulau Putri, tadi mau ikut tapi udah nggak sempat,” kata Agus

Sementara itu, di beberapa tempat di Kota Batam dilaksanakan juga salat gerhana yang diantaranya di gelar di Masjid Baiturahman Sekupang dan Masjid Raya Batam Centre. (eggi)

Bakar Ogoh-Ogoh Sebelum Nyepi

0
Arak-arakan di Pura Agung Amerta Bhuana, Sekupang, Selasa (8/3/2016). Ogoh-ogoh yang menjadi simbol kekuatan negatif diarak sebelum dilakukan prosesi pembakaran. Foto:Rezza Herdiyanto untuk Batam Pos.
Arak-arakan di Pura Agung Amerta Bhuana, Sekupang, Selasa (8/3/2016). Ogoh-ogoh yang menjadi simbol kekuatan negatif diarak sebelum dilakukan prosesi pembakaran. Foto:Rezza Herdiyanto untuk Batam Pos.

batampos.co.id – Umat Hindu yang ada di Kota Batam, Rabu (9/3/2016) hari ini merayakan nyepi bersamaan dengan gerhana matahari.

Sehari sebelum nyepi, tepatnya Selasa (8/3/2016) kemarin, ratusan umat Hindu di Batam mengawali perayaan Hari Raya Nyepi dengan menggelar upacara Tawur Agung Kesanga di halaman Pura Agung Amertha Bhuana, Seiladi. Upacara ini merupakan bentuk penyucian dunia dan raga dari berbagai perbuatan dosa.

Upacara yang dimulai sejak pukul 15.00 WIB ini diawali dengan doa. Suasana khusuk begitu terasa ketika upacara dimulai. Dengan mengangkat tangan keatas, ratusan umat larut dalam doa yang dipimpin langsung oleh Ketut Jro Mangku Putu Satria Yasa dan Jro Mangku Arif.

Doa dan upacara Tawur Kesangan ini bertujuan untuk menyucikan alam semesta beserta isinya, meningkatkan hubungan dan keharmonisan antara sesama manusia, manusia dengan lingkungannya serta manusia dengan Tuhan (Tri Hita Karana).

Selanjutnya, dengan diiringi musik khas Bali (gong bleganjur), ratusan umat Hindu mengarak ogoh-ogoh dari halaman Pura Agung Amertha Bhuana menuju simpang lampu merah Baloi lalu kembali lagi ke pura. Upacara diakhiri dengan membakar ogoh-ogoh disaksikan umat Hindu dan warga.

“Ogoh-ogoh merupakan simbol kejahatan, dengan dibakarnya ogoh-ogoh memiliki makna menghilangkan sifat negatif agar menjadi sesuatu yang benar,” kata Pinandita Pura Agung Amertha Bhuana, Jro Mangku Putu Satria Yasa.

Putu mengharapkan dengan perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1938 ini, semua yang ada di bumi dalam keadaan damai, sehat, dan sejahtera.

Pantauan koran Batam Pos (grup batampos.co.id) di lokasi, arak-arakan ogoh-ogoh sempat menyebabkan kemacetan lalu lintas. Namun ada beberapa pengendara yang sengaja melambatkan laju kendaraannya atau bahkan menepi untuk menyaksikan pembakaran ogoh-ogoh, kemarin.

Sementara itu Kapolsek Sekupang, Kompol Ferry Aprizon mengatakan untuk pengamanan acara ini, pihaknya bekerjasama dengan Polresta Barelang.

“Kami turunkan sebanyak 30 personel, untuk mengatur lalu lintas kita juga dibantu oleh Satlantas Polresta Barelang,” kata Ferry. (cr17/bp/jpgrup)