Senin, 9 Maret 2026
Beranda blog Halaman 13969

BPJS Kesehatan: Tidak Mungkin Pembayaran ke Mitra Seret apalagi Dipersulit

0

bpjskesehatanbatampos.co.id – Keluhan sejumlah rumah sakit di Batam yang mengaku belum dibayar oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan ditanggapi dingin. Pihak BPJS Kesehatan justru mempertanyakan kelengkapan data dan dokumen pengajuan pembayaran dari pihak rumah sakit.

“Pembayaran seret, apalagi sengaja dipersulit, itu tidak mungkin,” kata Kepala Grup Penelitian dan Pengembangan BPJS Kesehatan Pusat, Togar Siallagan, usai rapat evaluasi pelaksanaan Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) di Menteng, Jakarta Pusat, kemarin (10/3).

Togar mengatakan, dalam beberapa kasus, BPJS Kesehatan menunda pembayaran klaim kepada rumah sakit atau instansi mitranya karena beberapa alasan. Namun umumnya dikarenakan masalah ketidaklengkapan data dan dokumen pengajuan pembayaran.

Selain kelengkapan dokumen, BPJS Kesehatan juga melakukan verifikasi terhadap berkas yang diajukan. Hal ini untuk memastikan bahwa tidak ada manipulasi data atau tagihan tidak sesuai dengan tindakan terhadap pasien peserta BPJS Kesehatan.

“Kami harus cek dan kroscek diagnosa pasien karena ada potensi fraud,” katanya.

Togar kembali menegaskan, BPJS Kesehatan tidak mungkin mempersulit proses pembayaran klaim jika dokumen pengajuan lengkap. Kata dia, dalam Undang-Undang nomor 40 tahun 2004 disebutkan, pembayaran klaim maksimal 15 hari setelah berkas dinyatakan lengkap.

“Kalau lebih dari 15 hari BPJS akan didenda 21 persen dari total tagihan, jadi BPJS akan rugi sendiri (jika melanggar),” katanya lagi.

Togar mengakui, saat ini terjadi defisit pada BPJS Kesehatan. Tahun 2014, total penerimaan dari iuran peserta BPJS Kesehatan mencapai Rp 40 triliun lebih. Namun klaim yang harus dibayar mencapai Rp 42 triliun lebih.

Begitu juga dengan 2015, nilai penerimaan lebih kecil dibandingkan klaim yang harus dibayar. Dimana total iuaran peserta sepanjang 2015 hanya Rp 54,021 triliun. Namun BPJS Kesehatan harus mengeluarkan duit sebanyak Rp 56,983 untuk mebayar klaim sepanjang tahun 2015.

“Namun ini tidak ada hubungannya dengan pembayaran kepada mitra. Karena ada dana talangan dari pemerintah,” kata Togar lagi.

Hal senada disampaikan Ahmad Ansyori, Anggota Dewan Jaminan Sosial Nasional. Kata dia, kondisi defisit BPJS Kesehatan ini sama sekali tak berkaitan dengan proses pembayaran klaim. Sebab, hal ini sudah diprediksi sejak awal, sehingga pemerintah menyiapkan dana pendamping.

“Istilah saya bukan defisit, tapi unfunded. Tapi ini predictable unfunded. Jadi ada garansi dari pemerintah,” katanya. (par)

Tabrak Pembatas Jalan, Doni Tewas di Tempat

0
Ilustrasi
Ilustrasi

batampos.co.id – Doni Damanik (31) tewas seketika setelah mengalami kecelakaan tunggal di Jalan RE Martadinata, Sekupang, Kamis (10/3) sekira pukul 03.00 WIB. Korban tewas setelah sepeda motor CB 150 yang dikendarainya menabrak pembatas jalan.

Korban pertama kali ditemukan oleh anggota Polair Polda Kepri. Saat kejadian korban ditemukan sudah tergeletak di pinggir jalan, sedangkan temannya menderita luka di bagian paha langsung dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSBP Batam, Sekupang.

“Semalam kami langsung jemput sama ambulan RSBP ke TKP,” ujar petugas RSBP Batam.

Korban yang beralamat di Perumahan Bukit Indah Batu Aji ini sehari-harinya berprofesi sebagai Anak Buah Kapal (ABK) di Pelabuhan Sekupang.

Sementara itu, tangis haru begitu pecah ketika keluarga korban mulai berdatangan di kamar jenazah.

“Bangun Don, kenapa cepat sekali kau pergi. Mamak masih tunggu kau di kampung,” ujar Chatrine saudara korban dengan terisak-isak.

Menurut rencana jenazah Doni akan dibawa ke kampung halamannya di Lampung Tengah siang ini.

“Kita punya keluarga kebanyakan disana semua. Jadi Doni dimakamkan disana (Lampung Tengah,red) saja,” kata Chatrine

Saat ini motor CB 150 milik korban telah diamankan oleh Satlantas Polresta Barelang. (cr17)

Pasien Stroke Pendarahan Otak Butuh Bantuan

0
Maskur saat menjaga Misti ibunya di RSUD Embung Fatimah, Batu Aji.  Foto: Ist
Maskur saat menjaga Misti ibunya di RSUD Embung Fatimah, Batu Aji.
Foto: Ist

batampos.co.id – Pasien stroke berat dan pendarahan pada otak, Misti, 60, asal Temurejo, Banyuwangi, Jawa Timur kini masih terbaring lemas di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah.

Maskur, putra sulungnya Misti sebernarnya berniat ingin membawa pulang kampung orangtuanya tersebut, namun apa daya ia tidak memiliki uang.

“Jangankan bawa pulang. Untuk berobat di sini saja saya tidak tahu bayar dengan apa,” ujarnya, Kamis (10/3).

Melihat kondisi kesehatan orangtuanya yang terus menurun dan tidak adanya dana untuk menjalani pengobatan lebih lanjut. Maskur berencana akan merawat orangtuanya di kampung halamannya.

“Saya tidak tahu harus bagaimana?,” ujar Maskur sambil meneteskan air mata.

Di rumah sakit tersebut Misti masuk dengan kategori pasien umum, ia dibawa ke rumah sakit pada Rabu (8/3) lalu. Misti sebelumnya bekerja selama dua bulan di Malaysia. Karena sakit kemudian dibawa pulang melalui Batam.

“Sebelum pulang saya minta dibawa ke Jawa saja. Tiba-tiba sudah sampai di Batam,” ujar Misti.

Karena mendapatkan kabar bahwa ibunya sakit dan dirawat di RSUD Embung Fatimah, tanpa pikir panjang Maskur langsung ke Batam. “Saya tidak punya uang. Sehari-hari saya kerja tambal ban Rp 5 ribu sekali tambal. Saya sangat mengharapkan adanya bantuan agar orangtua saya bisa pulang ke kampung halaman dan mendapatkan pengobatan lebih lanjut,” tuturnya.

Sementara itu Humas RSUD Embung Fatimah Nuraini mengatakan, karena pasien mengalami stroke dan pendarahan pada otak, sangat tidak dimungkinkan pasien dipulangkan tanpa adanya pendampingan dokter dan perawat.

“Pihak rumah sakit sudah membantu dan mencoba berkoordinasi dengan pihak Paguyuban Jawa, namun belum ada hasil. Sudah kita sampaikan. Semoga ada pertolongan dari warga Jawa yang ada di Batam,” tutupnya. (cr14)

5 Orang Kepri yang Berpotensi Duduk di BP Batam

0
Ismeth Abdullah, Jon Arizal, John Sulistiawan, Soerya Respationo, Syamsul Bahrum. Foto: istimewa
Ismeth Abdullah, Jon Arizal, John Sulistiawan, Soerya Respationo, Syamsul Bahrum. Foto: istimewa

batampos.co.id – Ketua Dewan Kawasan (DK) Perdagangan dan Pelabuhan Bebas Batam, Darmin Nasution, telah menyerahkan 11 nama yang bakal duduk di unsur pimpinan Badan Pengusahaa (BP) Batam kepada Presiden Joko Widodo, melalui Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Kamis (10/3/2016) malam.

Meski didominasi orang pusat, namun ada beberapa nama orang Kepri yang diusulkan duduk di BP Batam. Namun siapa figurnya, Mendagri masih enggan menyebutkan.

Namun melihat kebutuhan Batam, beberapa nama yang diprediksi bakal masuk ke jajaran elie BP Batam antara lain:

1. Jon Arizal

Jon saat ini duduk sebagai Wakil Kepala BP Batam. Sosok Jon masih dibutuhkan BP Batam. Dia dinilai memiliki pengalaman karena sedari awal ikut membesarkan BP Batam, lalu pernah menjadi pejabat di Pemprov Kepri sebelum kembali ke BP Batam.

Dengan pengalaman itu, Jon diprediksi mampu membangun sinergi antara BP Batam dan Pemprov Kepri. Jon juga memiliki kemampuan berbahasa asing dengan baik dan punya pengalaman mempromosikan BP Batam ke luar negeri.

2. Ismeth Abdullah.

Ismeth punya pengalaman memimpin BP Batam cukup lama. Juga pernah menjadi Gubernur Kepri. Ismeth juga memiliki relasi yang luas dengan berbagai lembaga perekonomian dunia. Bahkan saat ini Ismeth masih menjadi konsultan bagi investor yang akan menamkan modalnya di Kepri.

Ismeth juga memiliki relasi yang baik dengan pemerintah pusat, sehingga mampu membangun komunikasi dengan Dewan Kawasan maupun kementerian terkait lainnya.

Ismeth juga figur yang dikenal baik di masyarakat Kepri. Mengerti betul persoalan di Batam dan persoalan-persoalan investasi. Ia mampu membangun sinergi dengan semua lembaga.

Soal kemampuan berbahasa Asing, Ismeth tak diragukan lagi.

3. John Sulistiawan

John figur yang cocok masuk ke BP Batam. John memiliki relasi yang bagus dengan para investor yang ada di berbagai negara di dunia, khususnya Singapura dan Malaysia. Pengalamannya mengelola kawasan industri Batamindo membuat ia paham pahit, asam, dan manisnya dunia industri.

Soal kemampuan berbahasa asing, John tak diragukan lagi. Ia juga memiliki relasi yang baik dengan para pengusaha kelas kakap di Batam dan di kota lain di Indonesia.

4. Soerya Respationo

Pernah menjadi Ketua DPRD Batam dan DPRD Kepri, serta Wakil Gubernur Kepri. Pengalaman ini membuat Soerya matang dan memahami betul persoalan Kepri, khususnya Batam.

Tak hanya itu, Soerya adalah sosok yang memprakarsai seinergi BP Batam dan Pemko Batam. Sejak masih duduk sebagai Ketua DPRD Batam, Seorya yang menggagas rakor bersama BP dan Pemko Batam untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang selama ini menjadi sengketa BP dan Pemko Batam. Sosok Soerya dibutuhkan BP Batam untuk tetap membangun harmonisasi BP Batam dan Pemko Batam.

Selain itu, Soerya juga dikenal sebagai figur yang mampu mempersatukan dan membangun hubungan baik dengan berbagai elemen di masyarakat, khususnya para penguyuban yang memang tumbuh pesat di Batam karena Batam kota yang penduduknya majemuk.

Soerya juga dinilai bisa membangun sinergi BP Batam, Pemko Batam, Pemprov Kepri dan lembaga lainnya.

5. Syamsul Bahrum

Dia asli didikan Kepri. Dari sisi pendidikan, Syamsul Bahrum adalah Doktor alumni Australia. Kemampuan bahasa asingnya bisa dikatakan nomor wahid dari figur lainnya.

Syamsul juga memiliki pengalaman di bidang investasi. Di Pemko Batam, dia pernah menjabat sebagai Kepala Badan Penanaman Modal Kota Batam. Ia mengerti seluk beluk dan keinginan para investor. Sosok seperti Syamsul dibutuhkan BP Batam.

Nah, adakah satu atau lima nama ini masuk dalam daftar usulan DK ke Presiden Jokowi? Medagri Tjahjo Kumolo enggan mengungkapkannya.

“Tunggu saja, nanti diumumkan. Malam ini (Kamis malam, red) kami menyerahkan nama-nama calon pimpinan BP Batam ke presiden,” ujarnya, usai rapat di Kantor Menko Perekonomian di Jakarta, Kamis (10/3/2016). (nur/ara/jpgrup)

Pembangunan Jalan Layang Batam Dikebut

0
ilustrasi
ilustrasi

batampos.co.id – Batam segera miliki  jalan layang (fly over). Saat ini, pembangunan fisik tengah dikerjakan untuk jalan layang di Simpang Jam.

Kepala Satuan Kerja Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional (Satket P2JN) Provinsi Kepri dari Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Yanto Apul Sirait mengatakan jalan layang dibangun dari arah Batuampar menuju bandara. Pembangunann jalan layang di Simpang Jam dikerjakan mulai 17 Desember 2015.

“Diperkirakan selesai pada 17 November 2017,” katanya kemarin (10/3).

Jalan layang di Simpang Jam dibangun menjadi dua jalur. Masing-masing jalur memiliki lebar 16,1 meter. Sedangkan panjang jalan mencapai 460  meter.

Titik tertinggi jalan layang ialah sekitar 9 meter dari permukaan tanah.

“Anggaran yang digunakan dari Angaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) Kementrian PU sebesar Rp 180 miliar,” papar yanto.

Pembangunan jalan layang diharapkan dapat mengurai kemacetan

Dari hasil kajian timnya, sebut Apul, di Simpang Jam melintas sekitar 272.138 kendaraan dalam sehari. Dengan jumlah ini, memang sudah sepantasnya Simpang Jam memiliki jalan layang. “Tujuannya untuk mengurai kemacetan,” imbuhnya. (leo)

Pimpinan BP Batam Didominasi Orang Pusat

0

bp_batambatampos.co.id – Ketua Dewan Kasawan (DK) Perdagangan Bebas Batam, Darmin Nasution langsung bergerak cepat menyusun nama-nama yang bakal mengisi posisi pimpinan dan para deputi di Badan Pengusahaan (BP) Batam.

Dalam rapat DK di kantor Menko Perekonomian di Jakarta, Kamis (10/3/2016) sudah mengerucut 11 nama yang bakal menempati unsur poisisi pimpinan BP Batam. Nama-nama tersebut langsung diusulkan ke Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk ditetapkan.

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengatakan, nama-nama yang akan menempati unsur pimpinan di BP Batam mayoritas orang-orang dari pemerintah pusat. Namun tetap ada beberapa orang dari daerah yang dinilai memiliki kualifikasi untuk duduk di posisi deputi di BP Batam.

“Namanya ada semua di sini,” kata Tjahjo sambil menunjuk ke ponselnya. Namun ia enggan menyebutkan siapa saja nama yang diusulkan ke presiden tersebut.

Namun, informasi yang diperoleh batampos.co.id, ada beberapa orang yang namanya tak asing lagi di Kepri, khususnya Batam yang bakal masuk jajaran elit pimpinan BP Batam. Sosok tersebut sudah sangat dikenal oleh masyarakat Batam.

“Nanti sajalah, nama-namanya pasti akan diumumkan,” ujar sumber batampos.co.id, usai ikut rapat tersebut.

Mendagri Tjahjo Kumolo juga enggan menyebut nama orang Kepri yang bakal duduk di BP Batam. “Saya mau menghadap ke Presiden ini, menyampaikan nama-nama yang akan duduk di BP Batam untuk ditetapkan, tunggu saja, kalau sudah ditetapkan nanti diumumkan,” kata Tjahjo.

Saat ini, posisi kepala BP Batam masih dipegang oleh Mustofa Widjaja. Ia dibantu sejumlah deputi antara lain, Jon Arizal (wakil kepala BP), I Wayan Subawa (Deputi Perencanaan Pembangunan), Gani Lasya (Deputi administrasi dan umum), Istono (Deputi Sarana dan Usaha), Nur Syafriadi (Deputi pengusahaan lainnya), dan Fitrah Kamaruddin (deputi pelayanan umum). (ara/jpgrup)

Siap-Siap, Senin Depan Ada Sosialisasi Terbaru soal BP Batam

0
Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution. Foto: Ricardo/JPNN.Com
Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution.
Foto: Ricardo/JPNN.Com

batampos.co.id – Menteri Koordinator Perekonomian, Darmin Nasution menyatakan, pemerintah akan memulai langkah baru untuk Batam. Rencananya, kebijakan baru itu akan disosialisasikan pada pekan depan.

“Kita akan sosialisasi dulu. Pada saatnya saya jelaskan. Yang pasti dilakukan, Senin (114/3) sosialisasi,” ujarnya saat ditemui di kantor Kemenko Perekonomian, Kamis (10/3) malam.

Sebelumnya, Darmin pada sore hari tadi memimpin rapat di kantornya untuk membahas masalah Batam. Rapat itu juga dihadiri Sekretaris Kabinet Pramono Anung.

Darmin menambahkan, kini sudah ada keputusan presiden (keppres) tentang dewan kawasan untuk zona perdagangan dan pelabuhan bebas atau free trade zone (FTZ) Batam. “Kepres untuk dewan kawasan sudah,” katanya.

Hanya saja, ia belum mau memberikan penjelasan soal bentuk baru BP Batam atau pun pejabat yang akan memimpin badan yang sebelumnya bernama Otorita Batam itu.
“Jangan ditanya dulu,” katanya.(chi/JPNN/ara)

Pemerintah Pusat Larang BP Batam Keluarkan Kebijakan Baru

0
Gedung BP Batam di Batam Center, Batam.  Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos
Gedung BP Batam di Batam Center, Batam.
Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Pemerintah pusat telah memutuskan untuk mempertahankan keberadaan Badan Pengusahaan (BP) Batam. Namun, badan yang sebelumnya bernama Otorita Batam itu untuk sementara belum dibolehkan mengeluarkan kebijakan karena akan terlebih dulu diaudit.

Rencana audit itu seiring dengan keputusan pemerintah merombak BP Batam. Bahkan pemerintah sudah menyiapkan pejabat yang akan memimpin BP Batam.

Menurut Sekretaris Kabinet Pramono Anung, pada Senin depan (14/3) Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution akan mengumumkan bentuk BP Batam yang baru, sekaligus pejabat yang memimpinnya. “Senin akan diumumkan. Pak Darmin yang akan mengumumkan,” katanya usai rapat di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (10/3)

Pramono menambahkan, presiden telah membentuk Dewan Kawasan Pelabuhan dan Perdagangan Bebas (free trade zone/FTZ). Dewan kawasan yang dipimpin menko perekonomian beranggotakan menteri dalam negeri, Panglima TNI, Kapolri, menteri hukum dan HAM, menteri perdagangan, menteri agraria, sekretaris kabinet, gubernur Kepulauan Riau, serta wali kota dan ketua DPRD Batam.

Total ada 11 pihak yang duduk di dewan kawasan. “Nah dewan kawasan ini nantinya akan membentuk badan pengusahaan,” ucap Pramono.

Pramono menambahkan, nantinya dewan kawasan yang akan membenahi aturan agar Batam lebih menarik bagi investor. Termasuk membenahi hal-hal prinsip yang selama ini menjadi keluhan investor.  “Intinya untuk melakukan pembenahan di Batam,” katanya.

Untuk itu, lanjut Pramono, dewan kawasan juga akan melakukan audit atas BP Batam selama ini. “Kami minta ini (audit, red) karena akan dilakukan pembenahan, supaya sampai proses terakhir transisi peralihan tidak mengambil kebijakan apa pun yang bisa merugikan siapa pun,” paparnya.

Meski demikian Pramono memastikan pembenahan itu juga untuk memastikan investor mendapat perlakuan yang sama, termasuk dalam hal kemudahan berinvestasi. “Dari pembenahan ini akan membuat iklim investasi di Batam menjadi lebih menarik,” katanya.

Karenanya Pramono memastikan tak akan ada pembubaran BP Batam. Dewan kawasan pun hanya akan menyentuh BP Batam dan tidak mengutak-atik kewenangan pemerintah daerah.
“Pemda tetap melakukan kewenangannya. Ini berkaitan dengan BP Batam,” tegasnya.

Bekas sekretaris jenderal PDI Perjuangan itu pun menjamin tidak akan ada perubahan pada para pegawai BP Batam. “Nggak ada pengaruh apa-apa, yang berubah hanya policy-nya,” pungkas Pramono. (chi/ara/jpnn)

Imigrasi Batam Serahkan Proses Hukum Anak Buahnya ke Polisi

0
Kabid Wasdakim Imigrasi Kelas I Batam Rafli. Foto: rri
Kabid Wasdakim Imigrasi Kelas I Batam Rafli. Foto: rri

batampos.co.id – Kepala Bidang Pengawasan dan Penindakan Kantor Imigrasi Kelas I Batam, Rafli, enggan bicara banyak soal keterlibatan anggotanya dalam proses kaburnya Damar Bahadur Chettri alias Sam Chettri, warga negara Singapura, dari tahanan Imigrasi Batam Centre.

“Kami menyerahkan proses hukumnya ke polisi,” ujar Rafli, Kamis (10/3/2016) di lobi Imigrasi.

Namun Rafli membenarkan kalau Zul anak buahnya. Ia mengaku ikut dimintai keterangan penyidik.

“Gua hanya sebatas saksi karena gue atasannya Zul. Kalau elu mau tahu, ke Polres sana aja,” ujarnya.

Zul sendiri saat ini masih menjalani pemeriksaan intensif di Polresta Barelang. Berdasarkan pengakuan Manahar Siagian, calo paspor yang diberi akses oleh Zul untuk membebaskan Damar dengan imbalan (gratifikasi) sebesar 5.000 dolar Singapura.

Damar ditangkap Imigrasi Batam pada 22 Desember 2015 saat akan kembali ke Singapura melalui pelabuhan Ferry International Batam Centre. Ia ditangkap karena imigrasi mengetahui ia memiliki paspor Indonesia, padahal dia warga negara Singapura.

Damar sempat ditahan, namun pada 24 Januari 2016 lalu, Damar berhasil melarikan diri. (eggi/nur)

Baca Juga:
> Petugas Imigrasi yang Bantu WN Singapura Kabur Diperiksa Polisi
> WN Singapura Kabur Setelah Suap Petugas Imigrasi
> Sibuk Urus Pencari Suaka, WN Singapura yang Jadi Tahanan Imigrasi Batam Kabur

WN Singapura yang Kabur dari Tahanan Imigrasi Keluar Batam Lewat Jalur Tikus

0
Damar Chettri alias Sam Chettri. Foto: istimewa
Damar Chettri alias Sam Chettri. Foto: istimewa

batampos.co.id – Damar Chettri alias Sam Chettri, warga negara Singapura yang kabur dari tahanan Imigrasi Batam setelah dibantu Manasar Siagian, calo paspor yang bekerja sama dengan oknum petugas imigrasi, dikabarkan sudah tidak di Batam.

Informasi yang dihimpun batampos.co.id, Damar yang diantar oleh Manasar ke bilangan Nagoya setelah berhasil kabur pada 24 Januari 2016, langsung dijemput teman-temannya sesama WN Singapura.

Dari Nagoya, mereka menemui pihak yang bisa membawa Damar keluar Batam. Damar kemudian dibawa ke salah satu pelabuhan tikus di Kota Batam. Dari pelabuhan tikus itu, Damar menyeberang ke Malaysia menggunakan jasa penyelundup TKI yang sudah sering beroperasi dan tak pernah tersentuh hukum.

Di Malaysia, sudah ada pihak yang membantu Damar kembali ke negaranya, Singapura, lewat jalur darat. Bahkan diperkirakan saat ini Damar sudah berada di negaranya.

Terkait hal ini, Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Yoga Buana Dipta Ilafi, belum bisa memastikan keberadaan Damar. Apakah masih di Batam atau sudah kabur keluar Batam.

Sebelumnya, Kapolresta Barelang Kombes Helmy Santika mengatakan kepada media bahwa Damar memang sudah kabur dari Batam melalui pelabuhan tikus. Helmy bahkan menyebut kalau yang mengatur keberangkatan Damar adalah Manasar.

Helmy bahkan menyebutkan, Manasar membayar uang Rp 70 juta untuk biaya Damar keluar dari Batam melalui pelabuhan tikus tersebut. Uang tersebut diberikan rekan Damar ke Manasar sebelum Damar dikeluarkan.

Total uang yang diberikan rekanan Damar ke Manasar untuk membebaskan dan membawa kabur Damar hingga keluar Batam sebanyak 40 ribu dolar Singapura atau hampir mendekati angka Rp 400 juta.

Sebanyak Rp 100 juta diberikan ke Zul, oknum petugas imigrasi yang bekerja sama untuk mengeluarkan Damar dari tahanan Imigrasi Batam. Sisanya Rp 70 juta untuk biaya pemberangkatan Damar melalui jalur tikus, dan selebihnya untuk Manasar.

Namun saat ekspose di Mapolresta Barelang, Kamis (10/3/2016) sore, Manasar hanya mengakui menerima 20 ribu dolar Singapura. Sebanyak 5.000 dolar diberikan ke oknum imigrasi bernama Zul, selebihnya untuknya. (eggi/nur)

Baca Juga:
> Petugas Imigrasi yang Bantu WN Singapura Kabur Diperiksa Polisi
> Petugas Imigrasi yang Bantu WN Singapura Kabur Diperiksa Polisi
> WN Singapura Kabur Setelah Suap Petugas Imigrasi
> Sibuk Urus Pencari Suaka, WN Singapura yang Jadi Tahanan Imigrasi Batam Kabur