Rabu, 29 April 2026
Beranda blog Halaman 14023

Impian Gubernur, Kepri Punya Pelabuhan Kelas Dunia

0
Gubernur Kepri, Nurdin Basirun, saat bertemu dengan Menko Maritim, Luhut Binsar Panjaitan di VIP Bandara Hang Nadim, Batam, Sabtu (27/8) lalu. foto:humas pemprov
Gubernur Kepri, Nurdin Basirun, saat bertemu dengan Menko Maritim, Luhut Binsar Panjaitan di VIP Bandara Hang Nadim, Batam, Sabtu (27/8) lalu. foto:humas pemprov

batampos.co.id – Gubernur Kepri, Nurdin Basirun bermimpi Kepri punya pelabuhan kelas dunia. Untuk mewujudkan mimpi tersebut, Gubernur minta bantuan Menteri Koordinator (Menko) Maritim. Keinginan tersebut disampaikan Nurdin saat pertemuan dengan Menko Maritim, Luhut Binsar Panjaitan di VIP Bandara Hang Nadim, Batam, Sabtu (27/8) lalu.

“Kepri harus siap untuk menjadi salah satu titik untuk pelabuhan dunia. Karena puluhan ribu kapal melintasi Selat Melaka sepanjang tahun,” ujar Nurdin.

Menurut orang nomor satu Kepri tersebut, salah satu titik pelabuhan bertaraf dunia itu nantinya akan dibangun di Karimun. Karena itu, dalam kesempatan ke Karimun, Nurdin menegaskan Pelabuhan di wilayah-wilayah Kepri harus segera dibangun dan dikembangkan karena arus barang tergantung dari cepat atau lambatnya proses bongkar muat dipelabuhan.

“Kondisi tersebut yang mempengaruhi daripada harga di pasaran. Kami berharap seluruh stake holder mendukung program pembangunan pelabuhan ini dikarenakan sangat banyak manfaat yang akan didapat,” jelas Nurdin.

Masih kata Nurdin, saat ini pemerintah sedang gencar-gencarnya melakukan pembangunan infrastruktur untuk mendukung Indonesi menuju Poros Maritim Dunia. “Kepri merasa bangga karena salah satu tempat yang dilirik Pemerintah Pusat untuk mendukung program tersebut. Apalagi Kepri merupakan jalur pelayaran internasional terpadat yakni sekitar 94 ribu kapal yang lalu lalang di Selat Malaka,” jelasnya lagi.

Dikatakannya juga, kalau pelabuhan-pelabuhan itu sudah representatif, akan memberikan dampak ekonomi yang bagus bagi daerah. Pelabuhan-pelabuhan itu ikut menunjang investasi dan kepariwisataan. Lebih lanjut katanya, pihaknya juga diminta untuk mengawal agar investasi yang masuk di Kepri tidak mengalami hambatan. Apalagi hambatan perizinan, yang prosesnya berlangsung di daerah.

Pesan itu disampaikan Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan dalam perbincangan dengan Gubernur Nurdin di VIP Bandara Hang Nadim, Batam akhir pekan lalu. Menurut Nurdin, pejabat harus melayani. “Tak ada urusan perizinan diperlambat dan dibuat lambat,” kata Nurdin. Yang tak mau melayani, harus segera diganti,” tutup Nurdin.(jpg)

Cegah Virus Zika, Dinkes Pasang Termos Scan di Seluruh Pelabuhan di Batam

0
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri, Tjetjep Yudiana, SKM, M.Kes (pegang mic) didampingi Kadinskes Batam Drg Chandra Rizal (dua dari kanan) sosialisasi bahaya virus zika di Kantor Kesehatan Pelabuhan Batuampar, Selasa (30/8/2016). Foto: eggi/batampos.co.id
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri, Tjetjep Yudiana, SKM, M.Kes (pegang mic) didampingi Kadinskes Batam Drg Chandra Rizal (dua dari kanan) sosialisasi bahaya virus zika di Kantor Kesehatan Pelabuhan Batuampar, Selasa (30/8/2016). Foto: eggi/batampos.co.id

batampos.co.id – Dinas Kesehatan Provinsi Kepri memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk mewaspadai penularan virus zika yang penularannya melalui nyamuk Aedes Aegypti.

Dalam sosialisasi yang dilakukan di Kantor Dinas Kesehatan Pelabuhan Kelas I Batam ini disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri, Tjetjep Yudiana, SKM, M.Kes.

“Langkah yang akan dilakukan dalam waktu dekat adalah menghimbau kepada kepala puskesmas, camat, dan lurah sampai RT/RW, untuk melakukan sosialisasi 3M serentak secara massal kepada masyarakat,” ungkapnya, Senin (30/8/2016).

Tjetjep mengungkapkan jika dalam penyebaran virus zika ini merupakan sebagai suatu penyakit yang menular. Untuk itu, ia mensosialisasikan tentang apa itu virus Zika, seperti apa virusnya, cara penularannya, siapa yang beresiko dan gejala yang ditimbulkannya.

“Virus Zika memiliki kesamaan dengan virus dengue (DBD), berasal dari kelompok nyamuk,” katanya.

Dijelaskannya, cara penularan virus tersebut melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti.

“Nyamuk ini aktif pada jam 6 pagi sampai jam 9 pagi. Kemudian sore mulai dari jam 3 sampai jam 6 sore. Yang dikawatirkan virus ini menyerang ibu mengandung. Karena efeknya, bayi akan mengalami peradangan otak,” katanya lagi.

Dijelaskannya, untuk Gejala yang ditimbulkan oleh inveksi dari virus Zika yakni Demam tinggi di atas 38 derjat, Mata merah, Ada ruam, tanda sakit kepala, pegal, dan radang.

Meski saat ini belum ada laporan yang masuk terkait adanya masyarakat yang terinveksi dari virus Zika, dinas kesehatan akan melakukan pencegahan di setiap pintu masuk ke Batam.

“Kita akan fokus pada wilayah yang terindikasi, kita akan melakukan upaya pencegahan. Kalau ada penumpang yg terindikasi, akan dilakukan perawatan sampai menunggu hasil laboratorium,” terangnya.

Adapun pencegahan yang dilakukan Dinas Kesehatan Provinsi Kepri dalam mencegah masuknya virus Zika ini ialah dengan memasang termos scan di setiap pelabuhan.

“Kita memasang termos scan di setiap pelabuhan, sampai sekarang belum ada. Jika nantinya ada penumpang yang memiliki gejala Zika, kita akan mengambil darahnya untuk dilakukan pemeriksaan, dan dalam waktu 2×24 jam, baru akan keluar hasilnya apakah positif Zika atau tidak,” pungkasnya. (eggi)

Belasan Pengendara Motor Tergelincir Karena Ceceran Tanah Proyek Reklamasi

0
Pengendara motor melintas di simpang sekolah Global Indo Asia, Batamcentre, Senin (29/8). Pengendara banyak yang terjatuh akibat tanah berjatuhan dari truk pengangkut tanah akibat licin yang disiram. F. Dalil Harahap/Batam Pos
Pengendara motor melintas di simpang sekolah Global Indo Asia, Batamcentre, Senin (29/8). Pengendara banyak yang terjatuh akibat tanah berjatuhan dari truk pengangkut tanah akibat licin yang disiram. F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Ceceran tanah proyek reklamasi yang jatuh berserakan di jalan Ahmad Yani (depan Politeknik Batam) memakan korban. Belasan pengendara motor terjatuh akibat licinnya jalan yang dipenuhi tanah bercampur dengan air.

Salah satu korban, Intan, 27, mengalami luka terkilir di kaki bagian kanan. Ia mengatakan kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 08.30 WIB, saat ia hendak mau berangkat ke tempat kerja di daerah Batam Center.

“Pas lewat disitu jalannya licin, bercampur dengan tanah dan air, jadi jatuh. Kaki langsung tertimpa sama motor. Warga sekitar langsung bantu,” ujarnya kepada Batam Pos, Senin (29/8).

Wanita yang mengunakan jilbab ini menuturkan maraknya pengangkut tanah proyek reklamasi ini sangat membahayakan keselamatan pengendara yang melintasi jalan Batamcenter.

“Truk pengangkut tanah ini semaunya saja lewat dijalan raya. Apa tidak ada larangan bagi mereka, apalagi yang membawa tanah, namun bagian atas truk tidak ditutupi,” jelasnya sambil terlihat kesal.

Ia berharap pemerintah harus tegas menindak pelaku pengangkut tanah tersebut, sesuai dengan dengan peraturan yang berlaku.

“Pemerintah harus lebih jeli melihat kondisi ini. Jangan biarkan ada korban lagi, cukup saya dan belasan warga yang jatuh tadi saja yang jadi korban. Apalagi sampai memakan korban jiwa,” terangnya.

Sementara itu, Benny, 29, salah satu security di salah satu Perusahaan swasta di Batamcenter, juga mengalami hal yang sama. Ia mengalami luka dibagian tangan kanan akibat jatuh dari medan jalan yang licin, karena tanah yang berserak di jalan tersebut.

“Memang gak punya otak yang jatuhkan tanah di jalan seperti ini. Apa dia gak pikir ini sangat berbahaya, Bahkan bisa memakan korban jiwa,” ujarnya dengan ekspresi wajah yang sangat kesal.

Ia berharap pemerintah kota Batam bisa tegas menindak pengangkut tanah sembarangan di jalan, sebab sangat berbahaya bagi pengendara motor, apalagi debu dari tanah itu bisa membahayakan kesehatan.

“Harapannya Pemerintah harus betul-betul serius memandang permasalahan ini, tidak boleh dianggap sepele, karena ini menyangkut keselamatan nyawa orang lain,” imbuhnya. (cr20)

Pecandu Semakin Sadar, Jumlah Pasien Napza di RSUD Embung Fatimah Meningkat 75 Persen

0

rehabilitasi-1024x480 (1)batampos.co.id – Melalui pelayanan Narkoba Pisikotropika Zat Adiktif (Napza) di Rumah Sakit Umum Daerah Embung Fatimah (RSUD EF), saat ini jumlah angka kunjungan Pasien Napza meningkat sebanyak 75 persen.

Dibandingkan tahun lalu, sejak berdiri di RSUD pada 2014. Awalnya jumlah kunjugan pasien hanya sebanyak 25 orang.

“Berarti tingkat kesadaran masyarakat sudah tumbuh untuk hidup sehat,” ujar Koordinator PTRM dan Napza RSUD EF, dr Zalmah, Senin (29/8).

Pelayanan Napza ini hanya satu-satunya di Kepri dan Riau berada di RSUD Batam. Napza ini untuk pasien yang memiliki ketergantungan atas obat-obat terlarang, seperti kecanduan sabu-sabu, ektasi, alkohol dan obat penenang lainnya.

“Di RSUD untuk pasien melakukan pemeriksan tidak dikenakan biaya apapun baik konsling, trapi dan tes urine.” ucap Zalmah.

Lanjut Zalmah, selain pelayanan Napsa di RSUD juga ada pelayanan Progran Terapi Rumah Metadon (PTRM) untuk kasus Heroin (putaw) sudah ada sejak 2010.

Untuk kasus Metadon jumlah kunjungan pasiennya hanya sebanyak 25 persen se Kepri itu dihitung dari jumlah kunjungan awal.

“Ada yang meninggal dan ada yang pindah barang Narkoba lain. Karena barang (Heroin) susah di cari di Batam saat ini,” ungkap Zalmah.

Kata Zalmah, hal itu dikarenakan banyak pengguna narkoba sudah tidak malu lagi untuk datang kunsultasi. “Pasien Metadon beda pemeriksaanya,” pungkasnya.

Untuk pecandu bisa rawat jalan. Jika tingkat kecanduannya berat dianggap oleh dokter harus dirawat inap dirujuk dan di rehab Badan Narkotikan Nasional (BNN).(cr14)

Kejadian di Toilet Berujung Pembunuhan

0
Sidang Pembunuhan
Sidang Pembunuhan

batampos.co.id – Anggota brigade mobile (Brimob) Polda Kepri, Eko Dilona jalani persidangan sebagai terdakwa dalam perkara pembunuhan, Senin (29/8) di ruang sidang utama Pengadilan Negeri Batam.

Sidang beragendakan pemeriksaan saksi itu, menghadirkan lima orang saksi yang merupakan rekan-rekan seprofesi dengan terdakwa saat peristiwa pembunuhan terjadi terhadap alm.Anwar Bapa Lego alias Bem, (2/4) lalu.

Saksi Okky, M.Yani, Erik, Arif dan Hengki, bersama terdakwa berkumpul bersama di pujasera Golden Land Batamcenter untuk makan dan menikmati beberapa minuman beralkohol.

Mirisnya, para satuan Brimob yang masih tinggal dilingkungan Asrama atau Mess ini, berani melanggar peraturan untuk keluar area Mess lewat dari pukul 21.00 WIB (batas waktu kunci Mess).

Kejadian pun bermula saat terdakwa ke toilet pujasera Golden Land, sekira pukul 01.20 WIB. Akibat pengaruh minuman alkohol yang diminumnya, terdakwa mudah tersulut emosi.

“Kami (saksi,red) tidak mengetahui pasti kejadian di dalam toilet seperti apa. Tapi menurut cerita terdakwa, ia dengan saksi Hendra (warga umum) berkelahi,” ujar saksi Okky.

Lanjut saksi, Hendra seolah-olah menghalangi terdakwa untuk masuk ke ruang toilet, lalu terdakwa emosi dan terjadi perkelahian.

“Kedengaran ribut dari luar. Hendra lari keluar, terdakwa juga mengejar Hendra dengan pelipis mata yang berdarah,” katanya.

Hingga aksi kejar-mengejar pun berlangsung sampai ke halte dekat perumahan Plamo Garden. Terdakwa bersama saksi M.Yani, Erik dan Arif mengejar saksi Hendra.

“Sampai di Plamo, Hendra kami amankan. Tiba-tiba Anwar datang,” sambung saksi Erik.

Saat itu, Anwar menghampiri dengan maksud agar terdakwa membawa saksi Hendra ke pos polisi sekitar. Namun, terdakwa tanpa pikir panjang langsung mengeluarkan pisau lipat yang dikantonginya, dan menggorok leher Anwar.

Belum cukup sampai disitu, terdakwa juga menikam saksi Hendra dibagian dada dan perut, tapi Hendra berhasil melarikan diri kembali.

Sementara, rekan-rekan terdakwa yang berada di lokasi kejadian berdalih dengan mengatakan tidak mengetahui aksi pembunuhan itu. “Kami membelakangi, jadi tidak kelihatan,” sebut Erik.

Seusai kejadian terdakwa bersama rekan-rekannya itu kembali ke Markas Brimob, tanpa mempedulikan jasad Anwar yang tergeletak di pinggir jalan. Saksi dari security Golden Land dan warga sekitar lah, yang mengurus jasad Anwar hingga pihak keluarga korban melaporkan terdakwa ke polisi.

Persidangan yang dipimpin Hakim Tiwik, didampingi Hakim Endi dan Egi, turut dijaga ketat oleh puluhan petugas kepolisian. Pasalnya, pihak keluarga korban yang cukup terpukul dengan aksi pembunuhan terhadap Anwar Bapa Lego, terlihat penuh amarah dalam menghadiri persidangan terdakwa Eka Dilona.

Namun begitu, terdakwa dengan gestur dan raut wajahnya yang terlihat menunjukkan seperti orang tak bersalah. Tidak tampak pias penyesalan. Didampingi dua penasehat hukum (PH) dari Polda Kepri, terdakwa dengan santai bercengkrama dengan PH saat persidangan berlangsung. (cr15)

Ribuan Pencaker Kembali Padati Batamido

0
Suasana di Pujasera Batamindo Ribuan para pencaker mencari kerja, F-Ahmad Yani/ Batam Pos
Suasana di Pujasera Batamindo Ribuan para pencaker mencari kerja, F-Ahmad Yani/ Batam Pos

batampos.co.id – Lokasi Pujasera Batamindo selalu dipadati pencari kerja (pencaker). Senin (29/8) pukul 10.00 WIB. Ratusan pencaker kembali berdesakan untuk bisa mengikuti seleksi berkas di PT Schneider Electric Manufacturing.

Meski banyak yang gagal seleksi berkas lamaran mereka mengaku masih tetap semangat untuk berusahan agar bisa diterima di perusahan yang ada di Batam.

Seorang pencaker, Yulin mengatakan pada saat mengikuti seleksi di PT Schneider dirinya gagal lantaran tinggi badan tidak mencukupi persyaratan yang ada.

“Tinggi saya hanya 150 yang dipinta 153 jadi gagal seleksi,” ujar Yuli kepada Batam Pos (grup batampos.co.id).

Meski gagal, kata wanita asal Medan ini ia tetap semangat dan terus berusaha untuk mencari pekerjaan yang bisa menerimanya. “Belum mau pulang kampung sebelum dapat kerja,” ungkap Yuli.

Selama tiga minggu di Batam, dirinya baru memasukkan lamaran tiga kali, sampai saat ini belum juga ada yang memanggil.

“Perusahaan di Batamcenter dua saya masuk lamaran, dan di Batamindo satu,” kata Yuli.

Di Batam Yuli mengaku untuk sementara menumpang di rumah kakaknya Punggur.

Sementara itu, Aida juga bernasib sama belum juga beruntung pada penyeleksian berkas oleh petugas dari PT Schneider.

“Padahal tinggi saya cukup 156 tapi kataya kurang tinggi. Nggak ngerti apa yang kurang persyaratannya,” kata Aida asal Medan.

Selama di Batam dirinya setiap hari datang ke Batamindo, selain hari Sabtu dan Minggu. “Pukul 08.00 WIB sudah lihat lowongan,” imbunya.

Salah satu petugas perekrutan dari PT Schneider yang enggan namanya disebutkan mengatakan, untuk penerimaan kali ini pihaknya hanya membuka 50 orang hanya untuk perempuan akan ditempatkan sebagai operator.

“Rencananya akan dibuka lagi, tapi belum tahu kapan,” ujarnya.

Dia mengatakan untuk persyaratan bagi pelamar, seperti biasa, yakni KTP, SIM, SKCK, KK, Kartu Kuning, Surat berbadan sehat dari dokter, tinggi minimal 153. “Kalau tidak lengkap berarti gagal seleksi awal,” tutupnya. (cr14)

Karyawan PT Angkasa Engineers Demo, Tuntut Pesangon Sesuai Anjuran Disnaker

0
Karyawan PT Angkasa Engineers Indonesia demo menuntut pembayaran pesangon sesuai anjuran Disnaker Kota Batam di Komplek Industri Tunas Batam Centre, Senin (29/8). Foto: Anwar Saleh/ Batam Pos
Karyawan PT Angkasa Engineers Indonesia demo menuntut pembayaran pesangon sesuai anjuran Disnaker Kota Batam di Komplek Industri Tunas Batam Centre, Senin (29/8). Foto: Anwar Saleh/ Batam Pos

batampos.co.id – Belasan karyawan PT Angkasa Engineers Indonesia yang bergerak di bidang electric instument dan perbaikan mesin kapal maupun migas menuntut perusahaan membayar pesangon sesuai anjuran Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Batam. Demo dilakukan di pintu masuk Tunas Industri Batam Centre, Senin (29/8) pagi.

Sesuai anjuran Disnaker Nomor B.0870/TK-4/PHK/VII/2016 tertanggal 15 Agustus 2016 yang menjadi inti tuntutan karyawan tersebut, bahwa pihak PT Angkasa Engineers Indonesia agar membayarkan pesangon kepada pekerja yang mendapat pemutusan hubungan kerja (PHK).

Koordinator Demo, Tunas Nasution yang dulunya Chief Security PT Angkasa Engineers Indonesia menyebutkan, pihak Disnaker telah melakukan empat kali mediasi memanggil pihak perusahaan untuk melakukan pembayaran. Tapi, pihak perusahaan tak ada tanggapan sehingga pihaknya melakukan aksi demo.

“Ini soal perut, aksi kami damai bukan anarkis. Kecuali kalau kami dipancing, kami anarkis. Kami ingin pihak perusahaan agar membayar hak kami sesuai peraturan dan yang dianjurkan Disnaker Batam,” orasi Tunas.

Wartawan yang meliput aksi demo tersebut, berusaha melakukan konfirmasi ke manajemen PT Angkasa Engineers Indonesia yang berkantor di Blok 2-V Tunas Industri, mendapat hambatan dari pihak sekuriti yang berjaga di pagar perusahaan tersebut.

“Tolong pak sampaikan ke manajemen, bos atau humas kami mau konfirmasi. Bukan mau demo biar beritanya berimbang,” kata Mohan, salah satu wartawan tv nasional.

Tapi, jawaban dari Bobi salah satu sekuriti yang bertugas di sana dan kawan-kawan bahwa pihak manajemen tak ada di tempat untuk memberikan keterangan. “Kami mengerti seandainya kami seperti itu juga, kasihan. Tapi, tak ada manajemen yang mau memberikan keterangan,” ujar Bobi memberikan pengertian.

Tak lama berselang, pengelola Tunas Industri melakukan mediasi mempertemukan perwakilan karyawan dan manajemen. Wartawan yang mencoba melakukan konfirmasi hasil pertemuan tersebut, tak diperkenankan.

“Nanti saja pak setelah hasil pertemuan kami sampaikan ke wartawan,” ujar Dodi, salah satu perwakilan karyawan yang ikut dalam demo tersebut.

Setelah menunggu sekian lama, namun hasil pertemuan tersebut tak membuahkan hasil yang mengenakkan bagi karyawan.

“Pihak perusahaan yang dihadirkan bukan pengambil keputusan, sehingga belum ada cerita pembayaran pesangon. Kami akan lanjutkan demo ini sampai tuntutan kami dikabulkan,” ujar Tunas. (ash)

Korban Kekerasan Seksual Diinapkan di Panti Asuhan

0
Ilustrasi
Ilustrasi

batampos.co.id – M Syaltut yang juga Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kepulauan Riau, mengatakan, saat ini Mb mendapatkan perlindungan khusus. Korban kekerasan seksual ayah tiri itu kini diinapkan di sebuah panti asuhan.

Baca juga:

Gemar Nonton Video Porno, Ayah Ini Cabuli Anak Tiri Selama 4 Tahun

“Ia juga mengaku sudah siap masuk sekolah lagi,” ujarnya.

Disampaikan Syaltut, Mb sudah setuju membawa kasus ini ke pengadilan. Meskipun pelakunya adalah ayahnya sendiri, Muktar.

“Dalam kasus ini, kami diuntungkan karena si anak sangat terbuka,” imbuh Syaltut.

Syaltut mengatakan, secepatnya, Mb harus mendapat terapi pemulihan mental. Kepercayaan-dirinya harus segera dikembalikan. Keluarga dapat melakukannya dengan menggali potensi dan bakatnya.

Jati dirinya harus dikembangkan. Sehingga ia dapat beraktualisasi dan bersosialisasi dengan lingkungan sekitar. Ini penting untuk masa depannya kelak.

“Dengan pendekatan pembelajaran dan keagamaan, kejadian serupa dapat diantisipasi. Tentu kita tidak ingin kejadian ini membekas,” tuturnya. (ceu)

Orang Tua Harus Lebih Waspadai Predator Seksual dengan Faktor Situasional

0
Ilustrasi korban perkosaan. Foto: istimewah
Ilustrasi korban perkosaan. Foto: istimewa

batampos.co.id – Kekerasan seksual terhadap anak-anak kini semakin marak dilakukan orang-orang terdekat. Menurut Psikolog M Syaltut, kondisi ini dipicu faktor situasional. Orang-oang terdekat akan mendekat bila melihat kesempatan.

“Berbeda dengan orang jauh yang biasanya sudah memiliki rencana untuk memancing korbannya,” ujar Syaltut.

Orang-orang terdekat tahu betul kebiasaan-kebiasaan si anak. Ketika situasi memungkinkan, kapan saja, ia dapat melakukan aksi bejatnya. Apalagi jika sudah terdorong hasrat.

Ambil contoh, kasus yang menimpa Mb. Bocah berusia 10 tahun itu digauli ayah tirinya, Muktar. Muktar mengaku tergoda setelah menonton video porno. Keadaan saat itu juga mendukung. Istrinya, ibu kandung Mb, tidak ada di rumah karena bekerja.

“Pengaruh pornografi, gampangnya mengakses video porno di internet, itu jadi salah satu faktor eksternal. Kalau faktor eksternal itu begitu kuat, ya sudahlah,” katanya lagi.

Pelaku orang terdekat akan dengan mudah membujuk korbannya. Sebab, si korban dipastikan akan susah menolak. Jikapun menolak, si pelaku akan membujuknya dengan iming-iming permen atau pulsa internet. Gaya hidup saat ini memungkinkan hal tersebut.

“Seperti kasus yang terjadi di (Tanjung)pinang. Dia cuma dikasih pulsa untuk internetan sudah mau,” ujar Syaltut.

Menurut Syaltut, orang terdekat seharusnya menjadi benteng utama anak-anak dari predator seksual. Namun, jika kemudian justru orang terdekat yang menjadi predator, orang terdekat lainnya harus lebih ketat mengawasi.

Pengawasan itu berlangsung mulai dari penampilan anak. Para orang tua harus memperhatikan pakaian anak. Misalnya, dengan memberikan celana legging untuk dikenakan di dalam rok sekolah.

Selain itu, pengawasan juga dilakukan untuk penggunaan internet. Jangan sampai anak-anak dapat mengakses pornografi.

“Mengantisipasi itu harus secara keseluruhan. Sebab, kasus-kasus itu ada karena orang tua abai terhadap hal-hal tersebut,” katanya.(ceu)

Warga Sekupang Keluhkan Sampah Tak Diangkut Dua Pekan

0
Sampah terlihat menumpuk di perumahan Bida Asri I, Batamcenter. Foto: Anggie/ Batam Pos
Ilustrasi sampah menumpuk. Foto: Anggie/ Batam Pos

batampos.co.id – Warga Perumahan Taman Sari, Sekupang mengeluhkan kinerja petugas Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Batam. Sebab, sampah di perumahan tersebut telah menumpuk selama dua pekan.

Selain menimbulkan bau busuk, sampah ini telah menimbulkan ulat. Bahkan, warga menolak membayar iuran sampah.

“Kami tidak akan bayar iuran sampah. Maunya uang, tapi kerja tak mau,” celetuk Yesi salah seorang warga.

Menurutnya, sampah tersebut sudah tak diangkut selama dua pekan. Sehingga menganggu kenyamanan warga.

“Mau lewat di depan rumah saja malas. Bau busuk udah menyebar,” keluhnya.

Hal senada disampaikan warga lainnya, Yani. Menurutnya permasalahan penumpukan sampah sudah hal biasa di perumahan tersebut.

“Kalau tak mau angkut, biar kami yang kerja. Jangan didiamkan seperti ini dan tak diangkut berminggu-minggu,” tegasnya.

Dia berharap petugas DKP segera mengangkut sampah yang sudah menumpuk tersebut. Sebelum, warga terjaring penyakit akibat pemukiman yang kumuh.

“Lama-lama tentunya kami yang sakit. Udara tidak sehat dan anak-anak main di luar rumah jadi tidak bisa,” tutupnya. (opi)