Rabu, 29 April 2026
Beranda blog Halaman 14024

Warga Keluhkan Mahalnya Parkir dan Kurangnya Keamanan di Jembatan Barelang

0
Jembatan Barelang. Foto: yusuf hidayat/batampos
Jembatan Barelang. Foto: yusuf hidayat/batampos

batampos.co.id – Pungutan biaya parkir di Jembatan I Barelang Batam dikeluhkan pengunjung.

Selain kemahalan, pungutan biaya parkir itu juga dianggap tidak bermanfaat baik untuk kepentingan peningkatan pengamanan ataupun perawatan Jembatan itu sendiri.

Tarif parkir yang diterapkan oleh petugas parkir di sana Rp 5 ribu untuk kendaraan roda dua dan Rp 10 ribu untuk kendaraan roda empat.

Tarif tersebut dikenakan kepada kendaraan yang parkir di pinggir jalan dan di lokasi parkir Dendang Melayu yang dibangun oleh Pemko Batam.

Sementara untuk kendaraan roda dua yang masuk dan parkir di bawa Jembatan I juga dikenakan biaya sebesar Rp 10 ribu persepeda motor.

Warga dan pengunjung Jembatan yang menjadi ikon kota Batam itu mempertanyakan legalitas pemungutan biaya parkir tersebut sebab tarif parkir yang diterapkan diluar batas kewajaran.

“Biaya parkir mahal kali, tapi kondisi jembatan tak ada perubahan. Masih banyak korban bunuh diri di sini. Kemana anggaran dan biaya parkir itu kalau fasilitas pengaman jembatan begini-begini saja” ujar Hasanudin, salah satu pengunjung.

Menurutnya dengan penarikan biaya parkir tersebut, sudah seharuslah lingkungan jembatan itu diperhatikan untuk segi keamananya.

Sebab belakangan ini memang kerap terjadi aksi bunuh diri atau korban yang terjatuh dari jembatan tersebut.

“Kalau fasilitas dan pengamanan terus ditingkatkan masih bisa dimaklumilah. Ini cuman ambil uangnya saja, sementara fasilitas dan keamanan jembatan begini-begini saja. Kemana uang pungutan itu perginya?” ujar Hasanudin.

Hal senada disampaikan oleh Gery warga lainnya yang menginginkan adanya pembatas yang aman di pinggir jembatan agar bisa mencegah hal-hal yang tidak diinginkan baik itu niat bunuh diri atau terjatuh secara tak sengaja dari lokasi jembatan tersebut.

“Seharusnya ada pembatas yang tak bisa orang lewat ke bibir jembatan. Kalau hanya besa pembatas yang ada masih bisa orang lewat,” ujarnya.

Selain itu juga perlu ada penempatan petugas keamanan yang rutin memantau pengunjung di jembatan tersebut agar hal-hal yang tidak diinginkan bisa dicegat.

“Kalau ada petugas minimal bisa tegur jika ada orang mau bunuh diri atau lompat,” tutur Gery.

Selama ini sudah kerap terjadi aksi bunuh diri di lokasi jembatan tersebut namun sampai saat ini belum ada upaya peningkatan pengamanan diatas badan jembatan tersebut. Badan jembatan hanya diberi pembatas besi biasa sehingga mempermudah niat orang yang ingin mengakhiri hidupnya dari atas jembatan itu.

“Kalau lah tarif parkir ini dikelola dengan baik pasti ada solusi untuk meminimalisir aksi bunuh diri dan menambah biaya perawatan jembatan ini. Jangan hanya tahu pungut biaya parkir tapi sumbangsih untuk jembatan ini tak ada,” ujar Ibrahim pengunjung lainnya.

Informasi yang disampaikan warga dan petugas di sekitar lokasi jembatan tersebut, dalam setahun bisa mencapai angka 15-20 orang yang tewas karena nekat meloncat dari Jembatan tersebut.

“Angkat rata-ratanya kisaran 15 orang tapi ada juga yang sampai 20 orang pertahun,” ujar Aweng warga yang berdiam di bawa Jembatan I Barelang.

Tahun 2016 ini saja sudah empat nyawa yang melayang di lokasi Jembatan itu. “Beberapa bulan lalu ada cewek loncat meninggal. Terus ibu dan anak itu meninggal juga dan yang terakhir kemarin itulah cewek rambut pirang tewas juga,” kata Aweng.

Keluhan dan kejadian itu sudah berulang kali disampaikan ke pemerintah terkait namun sampai saat ini belum ada upaya apapun untuk meminimalisir niat warga yang bunuh diri dari atas Jembatan tersebut. (eja)

Simak, Ini Dia Daftar 6 Sekolah Yang Akan Mendapatkan RKB

0
Siswa mengikuti Ujian Nasional di SMPN 7 Tanjungpinang, Senin (9/5). F.Yusnadi/Batam Pos
Ilustrasi F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Sebanyak enam Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Batam menerima bantuan pembangunan ruang kelas baru (RKB) yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2016.

“Alhamdulillah tahun ini kita dapat 20 ruang kelas baru dari APBN,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Muslim Bidin, Jumat (26/8).

Keenam sekolah yang menerima bantuan diantaranya, SMKN1 Batam 3 kelas, SMKN3 empat kelas, SMKN4 empat kelas, SMKN5 empat kelas, SMKN6 dua kelas, dan SMKN7 tiga kelas.

“Pembangunan sekolah tengah berjalan,” ujarnya.

Muslim menambahkan, untuk pembangunan sekolah diarahkan kepada masing-masing sekolah. Disinggung mengenai besar dana yang digunakan untuk pembangunan sekolah tersebut, dia menyebutkan langsung diserahkan ke sekolah yang bersangkutan,” jelasnya.

Untuk tahun ini, Muslim menjelaskan tidak ada pembangunan sekolah yang dilakukan di tingkat SMK. “Tidak ada bangun (sekolah), jadi senang bisa dapat RKB ini,” sebutnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMKN7, Nursyabani mengatakan sudah menerima informasi terkait bantuan RKB dari pusat. “Alhamdulillah sudah dengar, tapi belum bisa bangun karena dananya belum cair,”kata dia.

Dia berharap pembangunan bisa segera dilakukan. “Semoga secepatnyalah,” tukasnya.(cr17)

Warga Kampung Tua Tuntut Kembalikan Lahan

0
Demo Kampung Tua
Demo Kampung Tua

batampos.co.id – Ratusan warga Kampung Tua Seranggong gelar aksi demo di depan kantor Badan Pengusahaan (BP) Batam, Jumat (26/8) pagi.

Dalam tuntutannya, massa menuntut BP Batam mencabut alokasi lahan pengusaha yang dinilai tidak memberi sumbangsih untuk masyarakat tempatan, apalagi hingga melibatkan aparat TNI.

“Baru semalam juga ada oknum TNI yang melakukan intimidasi,” kata Perwakilan Massa, Arba Udin kepada pewarta Jumat (26/8), usai mediasi dengan pihak BP Batam.

Dalam surat yang ditandatangani Massa dan BP Batam, warga Seranggong meminta kampung tua itu dikembalikan ke masyarakat.

“Kembalikan kampong tua kami yang telah diambil perusahaan tanpa sedikitpun ganti rugi terhadap kami,” isi salah satu permintaan warga.

Arban Udin mengungkapkan kini kampung tersebut sudah masuk sebagai salah satu dari 37 titik kampung tua.

“Di kampung Seranggong ada makam keramat, pohon-pohon tua dan masyarakat sudah tinggal sejak lama. Jadi, itulah yang menjadi usulan dan sudah masuk 37 titik kampung tua di Batam,” katanya.

Perwakilan massa diterima diterima staff Humas BP Batam, Imam Bachroni, selaku Kepala Kantor Lahan BP Batam tidak bisa hadir karena ada urusan lain.

“Surat ini kami terima, dengan menggunakan nota dinas kami akan sampaikan kepada pimpinan dengan tembusan ke bagian lahan,” pungkasnya. (cr13)

Permintaan Hewan Kurban Menurun dari Tahun Lalu

0
ilustrasi
ilustrasi

batampos.co.id – Menjelang perayaan Idul Adha 12 September 2016 permintaan hewan kurban seperti sapi di Komplek Perternakan Seitemiang (KPS), tahun ini berkurang dibandingkan tahun lalau.

Jumat (26/8) permintaan baru hanya hanya 70 persen.

“Biasanya ramai ini agak berkurang. Biasanya satu bulan sebelum lebaran sudah ramai pembeli,” ujar Ketua Asosiasi Pedang Hewan Ternak Kota Batam, Sumardi kepada koran Batam Pos (grup batampos.co.id).

Sumardi mengatakan, sesuai data yang dimiliki, saat ini sapi yang sudah masuk ke Batam sebanyak 1564 ekor. Tahun lalu jumlah sapi yang masuk sebanyak 2400.

Jika permintaan pesanan dari konsumen bertambah mereka akan menambah pesanan sapi sama seperi tahun lalu.

“Para petani masih ragu saat ini untuk mendatangkan sapi, jadi proses pengiriman secara bertahan saja sesuai pesanan,” kata Sumardi.

Menurutnya, berkurangnya pesanan hewan kurban tahun ini karena perekonomian masyarakat mulai goyang banyaknya perusahaan yang sudah tutup. Akibatnya daya beli dari masyarakat menjadi lemah.

“Biasanya pesana sudah bisa mencapai 90 persen,” ungkap Sumardi.

Di KPS Seitemiang sapi yang datang tergantung masing-masing kandang dari anggota sesuai permintaan.

“Milik saya sendiri sebanyak 154 ekor yang sudah masuk. Masuknya bertahap 59 ekor, 50 ekor dan 60 ekor,” ucap Sumardi.

Penjaga kandang sapi Yono mengatakan, saat ini memang para konsumen mulai berdatangan untuk memesan sapi. Puncaknya akan terjadi satu Minggu sebelum hari raya kurban.

“Memang kita rasakan tahun ini berkurang dari pada tahun lalu,” kata Yono.

Sementara itu, jenis sapi yang disediakan ada tiga, yakni sapi Bali dijual dari harga Rp 18.5 juta sampai Rp 25 juta, sapi Metal dijual Rp 30 juta sampai Rp50 juta dan sapi blasteran dijual Rp 18 juta sampai Rp25 juta.

“Sapi didatangkan dari Lampung, Jawa dan Bali,” ungkap Yono. (cr14)

Pasutri Bandar Narkoba Terancam Hukuman Mati

0
Narkoba jenis sabu. Ilustrasi foto dokumen jpnn
Narkoba jenis sabu. Ilustrasi foto dokumen jpnn

batampos.co.id – Aj dan Ys terancam hukuman mati, atas perbuatan mereka mengedarkan sabu di Batam dan Palembang. Pasutri yang diamankan secara terpisah ini, merupakan pemilik sabu seberat 4.2 kg yang diamankan BNNP Kepri pada 28 Juli lalu.

“Awalnya kami mengamankan empat orang bulan lalu, dari pengakuan mereka pasutri tersebut merupakan bos jaringan ini. Tapi kedua pasutri ini sudah kabur duluan,” kata Kabid Brantas BNNP kepri Bubung Pramiadi, kemarin.

Cukup lama kedua orang ini bersembunyi dari pengintaian BNNP Kepri. Akhirnya pada pada Jumat (19/8) lalu, atas kerja sama BNNP Kepri dengan instansi yang terkait di Riau.

Berhasil mengamankan Ys di Bagan Siapiapi, Riau. “Saat itu Ys sedang bersembunyi di rumah yang terletak di Gang Bersaudara Jalan Pahlawan, Baganhulu, Bagan siapiapi,” ujar Bubung.

Pada hari yang sama BNNP Kepri mengintrogasi Ys. Wanita muda ini mengakui suaminya sedang tak bersamanya. Dari pengakuan wanita penyuka motor sport ini, diketahui alamat Aj. Rabu (24/8)) BNNP Kepri bergerak ke daerah Talangubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir Provinsi Sumatraselatan, disana Aj ditangkap tanpa perlawanan.

“Tempat penangkapan Aj dan Ys, kami tak temukan adanya narkoba,” ungkap Bubung.

Sesampai di Batam, kata Bubung pihaknya mengeledah rumah Ys yang terletak di Royal Grande. Disana tak juga ditemukan narkoba, petugas hanya menemukan tiga motor sport yang nilainya ratusan juta rupiah dan satu motor bebek. “Rumahnya kontrak, tempat Ys berdiam. Kasus ini sedang kami dalami, dan kembangkan,” pungkasnya. (ska)

BNN Temukan 25 Ribu Butir Ekstasi Tak Bertuan

0
Ekpos Narkoba
Ekpos Narkoba

batampos.co.id – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kepri mengamankan 25 ribu ekstasi tak bertuan pada Kamis (18/8) lalu. Narkoba ini ditemukan di salah satu hotel kawasan Jodoh, didalam sebuah mobil jenis Minibus merah.

“Cukup lama kami mengintai, tapi tak ada satupun orang yang mengambil narkoba tersebut,” kata Kepala BNNP Kepri Benny Setiawan pada Batam Pos (grup batampos.co.id).

Informasi adanya narkoba ini, disebutkan oleh Benny berdasarkan dari informan BNNP Kepri. Akan terjadi transaksi narkoba di pakiran hotel kawasan Jodoh. Informan tersebut menyebutkan, barang haram itu diletakan dalam sebuah mobil. Dan nantinya akan ada yang mengambil narkoba tersebut.

Tapi setelah berapa lama pengintaian yang dilakukan pihak BNNP Kepri. Tak ada satupun yang masuk ke dalam mobil, dan mengambil puluhan ribu butir ekstasi tersebut.

“Ada beberapa orang yang mendekati mobil dan kami curigai. Tapi tak masuk mengambil barang itu,” ungkap Benny.

Ia menduga gerakan BNNP Kepri sudah diketahui oleh para bandar ekstasi ini. Sehingga mereka membatalkan untuk mengambil barang haram tersebut.

“Oleh karena itu petugas, amankan saja barang bukti dan membawanya ke kantor BNNP Kepri,” ucapnya.

Saat ini pihak BNNP Kepri sedang melakukan penyelidikan lebih mendalam. Untuk mengungkap pemilik Narkotika Golongan I itu.

“Sedang kami telusuri,” tuturnya.(ska)

Jangan Ditiru! Begini Hasilnya Bawa Mobil Sambil Mabuk

0
Mobil Avanza Dengan Plat Nomor BP 1015 SA Terbalik Rawa-Rawa Di Kelurahan Sambau, Nongsa pada Kamis (25/8) Pukul 20.20. F. Ist
Mobil Avanza Dengan Plat Nomor BP 1015 SA Terbalik Rawa-Rawa Di Kelurahan Sambau, Nongsa pada Kamis (25/8) Pukul 20.20. F. Ist

batampos.co.id – Sebuah Avanza putih dengan plat nomor BP 1015 SA terbalik di rawa-rawa Kelurahan Sambau, Nongsa. Dari pengakuan saksi mata, Soleh menuturkan bahwa mobil ini terbalik akibat mengemudi ugal-ugalan dari arah Batubesar menuju ke Nongsa pada Kamis (25/8) pukul 22.20.

“Tak ada lawan, kecelakaan sendiri. Setelah kecelakaan, korbannya memilih pergi saat dijemput Avanza hitam,” katanya saat ditemui Batam Pos, kemarin.

Ia mengatakan mobil tersebut melaju cukup kencang, dan diduga akibat pengemudi tak bisa mengendalikan laju Avanza tersebut. Hingga akhirnya keluar dari jalan dan terbalik saat menerjang rawa-rawa yang berjarak hanya enam meter saja dari jalan raya.

Ke empat orang yang ada didalam mobil, kata Soleh hanya mengalami luka-luka lecet. “Mereka keluar dari mobil, lalu berjalan ke arah jalan raya. Tak berapa lama ada yang menjemput lalu pergi,” tuturnya.

Dari informasi didapat, sopir mobil ini sedang dalam keadaan mabuk. Mobil ini diderak pihak kepolisian pada Jumat (26/8) pukul 06.30, dan dibawa ke Polresta Barelang untuk penyelidikan lebih lanjut. (ska)

Johana Diduga Bunuh Diri

0
Mayat perempuan penuh luka bakar ditemukan di Mobil KIA Sportage di samping Ruko CNN Kabil, Kamis petang (25/8/2016). Foto: arios sudung/facebook
Mayat perempuan penuh luka bakar ditemukan di Mobil KIA Sportage di samping Ruko CNN Kabil, Kamis petang (25/8/2016). Foto: arios sudung/facebook

batampos.co.id – Polresta Barelang dan Polsek Nongsa melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) pada Jumat (26/8) di Ruko Citra Nusa Niaga (CNN), Kabil dan Mapolsek Nongsa.

Olah TKP dimaksud untuk mendapatkan bukti tambahan dan juga penjelasan mengenai beberapa hal yang terasa ganjil.

Korban diketahui pernah sempat masuk rumah sakit pada Selasa (23/8), akibat mengkonsumsi obat berlebihan.

Lalu keluar rumah sakit sehari setelahnya. Pada Kamis (25/8) siang, pamit pada suaminya untuk pergi belanja ke Top 100.

“Tapi entah kenapa, ada Ruko CNN. Tapi sebelum meninggal, saksi mata mengatakan bahwa korban terlebih dahulu membeli satu botol minyak tanah di salah satu toko di kawasan tersebut,” kata Kasat Reskrim Polresta Barelang Kompol Memo Ardian pada Batam Pos (grup batampos.co.id).

Dan pengakuan para saksi lainnya, tak melihat korban bersama orang lain di mobil tersebut.

“Korban diduga hanya sendiri, hal ini didapat dari keterangan tiga saksi yang kami minta keterangan,” ucapnya.

Mengenai apakah korban sengaja membakar dirinya atau dibakar, Memo mengatakan bahwa hal ini masih dalam penyelidikan pihaknya.

Sebab masih ada beberapa fakta-fakta lain masih dipelajari pihak kepolisian. “Sedang kami dalami, jadi belum tau,” ungkapnya.

Kematian korban, kata Memo bukanlah akibat luka bakar. Tapi karena kehabisan oksigen. Ia juga menyebutkan tak ada satupun barang-barang korban yang hilang, tabungan, cincin, uang dan handphone korban semuanya lengkap. “Tak ada, masih ada semua barang korban,” tegas Memo.

Dari penelusuran Batam Pos, korban sebelumnya melakukan aktivitas penyetoran di salah satu Bank Swasta pada pukul 12.30. Dan setelah, korban sempat menghubungi suaminya melalui handphone berwarna hitam. Setelah itu entah kenapa, korban sudah berada di Ruko Kawasan Kabil pada pukul 16.30. Mobil Kia Putih dengan kaca berwana gelap tersebut, parkir disamping sebuah ruko.

Cukup lama mobil tersebut parkir, lalu korban keluar menuju ke salah satu Ruko yang menjual alat-alat kebutuhan rumah tangga. Disana Joana membeli satu botol minyak tanah seharga Rp 20 ribu. Lalu berjalan kembali ke arah mobilnya.

Sebelum korban masuk dalam mobilnya, sempat ditegur oleh salah satu saksi. Tapi korban hanya tersenyum, dan berjalan ke dalam mobilnya yang terparkir di samping sebuah Ruko. Mobil tersebut tak beranjak hingga akhirnya ditemukan oleh sekuriti Ruko CNN dalam kondisi terpanggang.

Pantauan Batam Pos kondisi mobil korban, bagian kursinya terbakar. Langit-langit mobil juga terbakar, sementara itu ada bagian mobil yang meleleh. Sementara itu kaca mobil menjadi buram, akibat adanya kebakaran tersebut. (ska)

Hari Ini, Alumni Polbat Gelar Kongres Pemilihan Ketum Baru

0

batampos.co.id – Ikatan Alumni Politeknik Negeri Batam (IA Polbat) akan menggelar pemilihan ketua umum (ketum) baru untuk periode 2016-2019. Pemilihan tersebut akan berlangsung melalui Kongres IA Polbat ke-2 Tahun 2016 di Auditorium Politenik Negeri Batam, Sabtu (27/8). Ketua Panitia, Fendi Hidayat mengatakan kongres akan diselaraskan dengan reuni yang akan dimulai pada pukul 09.00 WIB.

“Kegiatan ini terbuka untuk Alumni Politeknik Negeri Batam yang jumlahnya telah mencapai sekitar 3.400 alumni,” ujarnya.

Fendi mengungkapkan rencananya pemilihan ketua umum baru akan dilaksanakan dalam satu hari sekaligus bersamaan dengan pengajuan kandidat dan penyampaian visi misi.

“Hingga saat ini sudah ada 4 kandidat kuat yang akan maju. Keempat kandidat itu berasal dari jurusan dan angkatan yang berbeda-beda,” ungkapnya.

Keempat kandidat itu yakni

  1. Suprapto (Informatika 2004) yang berprofesi sebagai pengusaha,
  2. Yusli Fadly (Elektro 2005) yang berkarir di perusahaan swasta,
  3. Indra Setiadi (Elektro 2006) PNS Pemko Batam
  4. Andres Putranta Sitepu (Akuntansi 2006) PNS Pemprov Kepri.

Namun Fendi mengatakan peluang untuk maju sebagai kandidat lainnya masih terbuka pada saat kongres berlangsung. Ia berharap melalui Kongres ini alumni Politeknik Negeri Batam akan mampu memberikan kontribusi terhadap perkembangan kampus dan daerah.

“Kami ingin menguatkan silaturahim di antara alumni. Dengan keberadaan alumni yang saat ini sudah tersebar dimana-mana, kami yakin alumni politeknik negeri batam akan dapat memberikan kontribusi terhadap kemajuan daerah, khususnya Batam ke depan,” harapnya. (ceu)

ATB Batam Cabut Sambungan Ilegal yang Dijaga Preman

0
foto: rezza herdiyanto / batampos
foto: rezza herdiyanto / batampos

batampos.co.id – PT. Adhya Tirta Batam (ATB) melakukan pemutusan sambungan air ilegal di komplek ruko Windsor Square Blok B atau lebih tepatnya di depan ramayana Jodoh pada Jumat (26/8) siang.

Tatot Tri Parijanto, Ketua tim pemutusan sambungan air ilegal mengungkapkan, ATB pertama kali mengetahui adanya sambungan ilegal ini berdasarkan adanya laporan masyarakat.

“Pertama kali itu kita mendapatkan laporan dalam minggu ini, kemudian kami langsung melakukan pengecekan dan ternyata benar adanya sambungan ilegal di sini,” ujar Tatot saat ditemui di lokasi pemutusan.

Tatot mengungkapkan, ada sekitar 6 ruko yang melakukan penyambungan ilegal dari 15 ruko yang berada di komplek pertokoan tersebut.

Dalam pengamatan tim di lapangan, hanya ada satu sambungan dari pipa ATB secara langsung dan kemudian di paralel, sehingga satu sambungan air mengaliri ke enam ruko tersebut.

Sambungan ilegal pipa ATB disambung dari pipa 4 inch ke pipa 2 inch dengan pipa PE.

Untuk pelaku penyambungan sendiri nantinya Tatot akan memberikan laporan pemutusan terlebih dahulu kepada bagian legal ATB. Karena menurutnya, yang berwenang dalam membuat laporan ke polisi adalah bagian legal ATB.

“Selama ini pemutusan di kios-kios kita selalu lapor ke polisi. Untuk yang di sini, saat ini belum. Nanti akan kami laporkan ke bagian legal terlebih dahulu, apakah nanti akan di laporkan atau tidak itu bagian legal,” ujarnya.

Penertiban di komplek ruko Windsor Square tersebut merupakan kali kedua tim pemutusan sambungan air ilegal ATB mendatangi lokasi tersebut. Sebelumnya, tim pemutusan sambungan air ilegal telah mendatangi komplek ruko Windsor, namun mereka gagal melakukan pemutusan karena dihadang oleh sejumlah preman.

“Kemarin pihak kami datang ke sini tapi dihadang, kemudian kami kembali datang sini dengan bantuan pihak Polsek dan Polresta,” jelasnya.

Sementara itu, dari pengakuan salah seorang yang tinggal di komplek ruko tersebut, ia telah tinggal di ruko itu sejak dua tahun yang lalu.

“Ruko ini saya numpang. Dari pada tidak terpakai, saya tinggal di sini dan saya bersihkan ruko ini. Untuk penyambungannya saya kurang tahu, karena sejak pertama di sini air sudah masuk,” ungkap Robert, warga yang tingga di sana.

Robert mengungkapkan, penghuni ruko yang memakai air dari sambungan ilegal itu dikenai biaya beragam. Mulai dari Rp 200.000 hingga Rp 500.000 per bulan.

“Setiap tanggal 5 mereka datang sebanyak dua sampai tiga orang untuk menagih. Tiap bulannya ada yang bayar 500 ribu, ada 300 ribu dan ada yang 200 ribu. Tapi pas kejadian seperti ini nomor hape mereka tidak aktif semua,” lanjutnya.

Ia tak menjelaskan siapa “mereka” yang ia maksud.

Robert juga mengatakan dirinya pernah mengajukan perrmohonan kepada pihak ATB untuk dilakukan penyambungan secara resmi dari pihak ATB. Namun, permohonannya ditolak.

“Pernah mengajukan ke ATB tapi di tolak sama ATB. Karena kami di sini cuma numpang aja, tidak ada surat-surat kepemilikan ruko,” terangnya. (egi)