Rabu, 27 Mei 2026
Beranda blog Halaman 14028

Yahoo Migrasi Jadi….

0
Marissa Mayer. Foto: AFP

batampos.co.id – Perusahaan internet besar di dunia, Yahoo terus berusaha bertahan dalam persaingan bisnis internet.

Kabar terakhir Yahoo mengonfirmasi kepala eksekutif mereka, Marissa Mayer telah berhenti dari dewan perusahaan, setelah Yahoo merger dengan Verizon.

Kabar Verizon meminang Yahoo ini sebenarnya sudah berembus sejak tahun lalu. Dan, Senin (9/1) kemarin semuanya terbukti. Yahoo pun diusulkan untuk mengganti nama perusahaannya menjadi Altaba Inc.

Kesepakatan itu terjadi setelah Mayer gagal mewujudkan upaya turnaround yang dimulai setelah kedatangannya pada 2012.

Lima anggota dewan direksi lain juga akan mengundurkan diri setelah kesepakatan tersebut ditutup, termasuk David Filo, pendiri Yahoo; dan Maynard Webb, yang menjadi ketua mesin pencari Internet tersebut.

Dari Wall Street Journal menyebutkan jajaran dewan direksi Yahoo yang tersisa akan mengikuti usulan untuk mengubah nama menjadi Altaba Inc.

Langkah tersebut akan dilakukan beriringan dengan proses perampungan transaksi akuisisi Verizon terhadap Yahoo.

Reuters melansir Yahoo memiliki kesepakatan untuk menjual bisnis inti internetnya yang meliputi periklanan digital, e-mail, dan media asetnya ke Verizon dengan nilai USD 4,8 miliar (sekitar Rp 63,9 triliun).

Yahoo setuju menjual properti web untuk Verizon di tengah kritik terkait dengan peretasan terhadap ratusan juta akun pengguna mesin pencari internet tersebut. (adk/jpnn)

Maukah Engkau Menikah dengan Ku? “Ya” Lalu… Plung….

0

batampos.co.id – Isaiah Adams, pria asal Kanada melamar kekasihnya, Grace, di tempat yang sangat romantis, yakni, di Air Terjun Cunningham, Maryland.

Konon, itulah tempat favorit para pasangan untuk menyematkan cincin pertunangan di jari pacar. Awalnya, semua berjalan sesuai dengan skenario Isaiah.

Ketika dia berlutut sembari menawarkan cincin, Grace langsung berkaca-kaca dan menjawab, ’’Yes.’’ Sayangnya, suasana romantis yang dibangun langsung runtuh.

Tangan Isaiah yang gemetaran (entah karena kedinginan di air terjun atau kaget karena ternyata lamarannya diterima) membuat cincin jatuh. Ke air terjun.

Grace yang awalnya menangis bahagia akhirnya menangis takut. Sorakan sukacita teman-teman mereka juga berubah menjadi teriakan panik.

Salah seorang teman yang awalnya merekam lamaran turun tangan membantu mencari cincin malang tersebut. Namun, setelah sejam mereka berkutat di bawah guyuran air terjun, cincin itu tidak ketemu.

Arus sungai yang kuat menyeretnya entah ke mana.

’’Saya semula bahagia, eh sekarang sedih lagi,’’ kata Grace kepada Inside Edition.

Isaiah jangan ditanya. Bayangkan saja usaha yang sudah dilakukan untuk membeli cincin tunangan yang pasti tidak murah tersebut.

Begitu menjatuhkan cincin, wajahnya langsung memucat dan shock. Dia speechless. Untungnya, cincin hilang tidak berarti pertunangan batal.

Grace berjiwa besar. Dia tetap mau menikah dengan Isaiah. ’’Kami tetap akan melangsungkan pernikahan. Saya optimistis hubungan kami tetap lancar,’’ ujarnya.

Mulai sekarang, Isaiah harus berhati-hati. Jangan sampai dia sudah kehilangan cincin, eh kehilangan calon istri juga. (len/c14/na/sep/JPG)

Presiden AS, Obama Pamitan, Ia Perpesan Jaga Persatuan dan Kesatuan

0
Barack Obama saat berpidato di Chicago, Illinoi, Selasa (10/1). (Nicholas Kamm / AFP)

batampos.co.id – Presiden AS terpilih Donald Trump pada 20 Januari nanti. Presiden Barrack Obama berpamitan kepada seluruh warga Amerika Serikat (AS).

Obama berbicara kepada rakyatnya di Chicago, pada Selasa (10/1) malam waktu AS.

Dalam pidato perpisahan kepada rakyatnya, Obama menegaskan kembali keyakinannya pada kemampuan orang Amerika untuk membawa perubahan positif di negaranya dan mampu mengatasi isu ras, ketimpangan dan suasana politik yang tergerus. Obama menekankan kembali terhadap banyak hal soal isu rasisme dan ancaman terhadap demokrasi.

“Di sinilah saya belajar bahwa perubahan hanya terjadi ketika orang-orang biasa terlibat, dan mereka bekerjasama, dan mereka datang bersama-sama mewujudkan hal itu,” kata Presiden Obama dalam pidatonya dilansir ABC News.

Setelah delapan tahun sebagai Presiden, saya masih percaya bahwa rakyat AS pasti bisa. Itu bukan hanya keyakinan saya. Ini detak jantung warga Amerika,” kata Obama.

“Ini adalah keyakinan bahwa kita semua diciptakan sama, diberkahi oleh dengan hak asasi tertentu, di antaranya hak hidup, hak kebebasan, dan hak mengejar kebahagiaan. Rakyat, melalui instrumen demokrasi kita, dapat membentuk kesatuan yang lebih sempurna,” tegas Obama.

Obama mengkritik elemen masyarakat yang mengancam demokrasi Amerika, termasuk ketimpangan pendapatan, hubungan ras, dan keengganan untuk berkompromi pada ide-ide politik. Meski demikian, Obama mengakui ada kemajuan pada penanganan masalah ras selama satu dekade terakhir.

“Ras tetap menjadi kekuatan ampuh namun sering menjadi isu yang memecah belah dalam masyarakat kita,” jelasnya.

“Jika kita serius menangani masalah ras ke depan, kita harus menjunjung tinggi hukum terhadap diskriminasi dalam masalah pekerjaan, perumahan, pendidikan dan sistem peradilan pidana. Sesuai konstitusi tertinggi. Tapi hukum saja tidak akan cukup. Hati harus berubah,” kata Obama.

Obama menjelaskan ketika kelompok minoritas menyuarakan ketidakpuasan, mereka tidak hanya terlibat dalam rasisme atau meminta kebenaran politik, Mereka mengobarkan protes damai untuk mendapatkan perlakuan yang sama.

Dia juga memperingatkan bahwa ketimpangan mencolok akan merusak ide-ide demokrasi kita. Obama juga mengucapkan banyak terima kasih kepada rakyat AS. Obama mengatakan pidato terakhirnya menjadi kesempatan untuk mengucapkan terima kasih untuk perjalanan luar biasa.

“Dan untuk menawarkan beberapa pemikiran tentang kita, terima kasih,” tutupnya. (ABC/cr1/JPG)

1 Dasawarsa iPhone

0
Berbagai generasi iPhone. Setiap tahunnya, Apple mengeluarkan versi terbaru iPhone (apple.com)

Sepuluh tahun lalu, tepatnya di MacWorld 9 Januari 2007, Steve Jobs berdiri disebuah panggung untuk memperkenalkan ponsel pertama Apple. Diberinama iPhone. Saat itu, dia menjanjikan smartphone-nya bakal menjadi produk yang revolusioner.

Janji itu terbukti. Kini, iPhone menjadi salah satu ponsel paling digemari di dunia. Ucapan Steve Jobs benar, tiga hal pada iPhone benar-benar menjadi pembeda dari ponsel pabrikan lain. ’’iPod dengan layar yang lebih besar dengan touch controls, ponsel yang revolusioner, dan terobosan pada perangkat komunikasi menggunakan internet,’’ katanya saat itu.

Tetapi, semua tentu setuju kalau iPhone lebih dari itu. Sejak awal muncul, iPhone sudah menjadi simbol dari industri teknologi di era modern. Berbagai laporan juga menunjukkan kalau smartphonei berlogo apel keroak itu menjadi produk paling menguntungkan.

Sejak kali pertama muncul, Apple sudah mengeluarkan berbagai varian iPhone. Tercatat, setiap tahun selaluada pembaharuan. Dimulai dari iPhone pada 2007, lantas menjadi iPhone 3G pada 2008, dan berevolusi menjadi iPhone 3Gs pada 2009. Bentuknya lantas berganti drastis ketika memasuki era iPhone 4.

Kini, varian iPhone makin beragam. Layar yang semakin besar, hingga dua kamera pada iPhone 7 plus yang menjanjikan performa lebih untuk memotret. Begitu pentingnya iPhone bagi Apple, CEO Tim Cook masih menjadikan smartphone premiumnya sebagai andalan.
Berbagai generasi iPhone. Setiap tahunnya, Apple mengeluarkan versi terbaru iPhone

’’iPhone menjadi bagian penting bagi pelanggan kami.  Hari ini, lebih dari sebelumnya kami akan terus mendefinisikan ulang cara untuk berkomunikasi, bekerja, dan kehidupan,’’ katanya seperti dikutip dari website Apple. Dia juga memastikan kalau Apple tidak akan berhenti untuk terus berinovasi.

’’iPhone menjadi standar untuk komputasi mobile di decade pertamanya, dan kami baru memulai. Yang terbaik belum keluar,’’ terangnya. Bisa jadi apa yang disampaikan Tim Cook benar. Sebab, saat ini sudah ramai dibahas munculnya iPhone 8 sebagai produk paling gres di 2017.

Banyak spekulasi kalau iPhone di ulang tahunnya yang ke-10 bakal istimewa. Apple fans boy punya banyak keinginan agar iPhone edisi 2017, apakah iPhone 7s atau iPhone 8 memberikan banyak kemajuan produk. Seperti kemampuan wireless charging, dan layar yang lebih baik. (dim)

Orang yang Baru saja Mati, Tidak Pernah Sadar Dirinya sudah Mati

0
Beberapa keluarga yang sedang berduka menyambangi Rumah Duka Marga Tionghoa, Lubukbaja, Senin (9/1). Rumah Duka ini diresmikan sejak 28 November 2000. F.Rezza Herdiyanto/Batam Pos

Merawat jasad kerabat yang meninggal dunia menjadi urusan yang sangat serius di masyarakat Tionghoa. Tata cara dan perlakuan yang tidak benar bagi si jenazah diyakini bisa berdampak buruk untuk keluarga yang ditinggalkan.

“Kepercayaan orang Tionghoa, orang yang baru saja mati itu tidak pernah sadar kalau dirinya sudah mati. Hanya tidur saja,” kata Ketua Himpunan Seni Budaya Suku Tionghoa Indonesia Batam (Hisbutib) Harsono.

Jenazah itu, lanjut Harsono, merasa masih hidup. Ia masih berkelana. Itulah mengapa, selama disemayamkan, jenazah juga disuguhi makanan-makanan seperti layaknya seorang yang hidup.

Makanan-makanan itu terdiri dari ayam, babi, ikan (sam sang), tiga jenis buah -semangka dan nanas, tiga jenis kue, susu, teh, kopi, dan tiga macam sayur kesukaan almarhum semasa masih hidup. Setiap hari, makanan itu harus diganti. Kecuali semangka yang akan dibanting saat jenazah hendak diberangkatkan ke pemakaman.

Selama penyemayaman, jenazah akan disembahyangi. Lamanya penyemayaman tergantung pada kemampuan dan kemauan kerabat yang ditinggalkan. Syaratnya, harus ganjil. Bisa tiga, lima, atau tujuh hari.

Satu hari menjelang hari pemakaman, secara simbolis, keluarga memanggil jenazah untuk mandi. Gayung dan air telah disiapkan. Saat mandi itulah, ia baru akan menyadari ia sudah meninggal. Dan kini berstatus sebagai arwah.

“Saat dia menyiramkan air ke badannya, dia baru sadar kalau dia itu sudah mati. Besoknya baru dimakamkan,” katanya.

Dahulu kala, jenazah biasa disemayamkan di rumah masing-masing. Kini, seiring dengan pertumbuhan penduduk yang kian pesat, proses penyemayaman jenazah dilakukan di rumah duka.

Rumah duka adalah sebuah bangunan yang khusus dibuat sebagai tempat penginapan jenazah sementara. Bangunan tersebut terbagi menjadi beberapa blok. Satu blok untuk satu jenazah.

Batam baru memiliki dua rumah duka. Yang paling ramai dan sering digunakan oleh masyarakat Tionghoa adalah Rumah Duka Marga Tionghoa di Jalan Gajahmada, Baloi Indah. Orang-orang, namun demikian, lebih senang menyebutnya, Rumah Duka Batu Batam.

Rumah Duka itu dibangun oleh Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI). Peresmiannya dilakukan pada 28 November 2000. Sejak saat itu, hingga kini, rumah duka itu memiliki delapan blok.

Lantaran tidak semua masyarakat Tionghoa mengerti tata cara penyemayaman jenazah, di rumah duka itu berjejer sekretariat-sekretariat yayasan yang biasa merawat jenazah. Ada tiga yayasan yang berkantor di rumah duka tersebut. Ketiganya, yakni, Yayasan Vihara Umat Buddha Batam, Yayasan Halim Batam, dan Yayasan Bakti Nusantara.

Pengurus Yayasan Vihara Umat Buddha Batam, Mangka, mengatakan, keluarga yang berduka dapat menghubungi salah satu yayasan tersebut untuk merawat jenazah kerabat mereka. Setiap yayasan memiliki cara yang sama dalam merawat jenazah. Yayasan Vihara Umat Buddha Batam menjadi yayasan yang paling lama berkecimpung dalam hal tersebut.

Mangka menceritakan, usia yayasan itu sudah mencapai 40 tahun. Sebelum ada rumah duka, mereka melayani perawatan jenazah di masing-masing kediaman warga. Peralatan pun hanya disimpan di rumah. Mereka membuka kantor di areal pemakaman Sei Temiang.

“Dari Sei Temiang pindah ke Blok 4 (Baloi). Lalu ke (Pasar) Angkasa (Jalan Duyung, Jodoh). Ketika (rumah duka) ini dibuka, kami pindah ke sini,” ujarnya.

Yayasan Vihara Umat Buddha Batam itu biasa merawat jenazah secara lengkap. Namun, perawatan itu kembali ke keluarga yang berduka. Apakah ingin lengkap atau tidak.

Begitu jenazah sampai di rumah duka, pihak yayasan akan menyediakan satu baskom air dan handuk. Air itu untuk membilas tubuh jenazah. Keluarga dapat mengelap tubuh itu dengan handuk yang dibasahi air. Air itu disimpan untuk kemudian disiram di sekitar makam jenazah tersebut.

Setelah dimandikan, jenazah akan didandani dengan pakaian rapi. Seperti dengan setelan jas atau pakaian adat Tionghoa lama. Tak jarang, jenazah itu juga dipakaikan make up.

“Intinya jadi cantik lagi-lah,” kata pria yang memiliki nama Indonesia Nasor itu.

Barulah kemudian, jenazah itu disembahyangkan. Dalam setiap hari, setiap anggota keluarga wajib minimal melakukan empat kali sembahyang. Pihak yayasan dapat memandu melafalkan doa untuk roh orang yang meninggal tersebut. Masyarakat Tionghoa tidak terlalu familiar dengan doa-doa sembahyang tersebut.

Pihak yayasan juga akan menyediakan segala kebutuhan jenazah dan kerabat. Seperti misalnya, dupa, sajian doa, peti, ataupun baju putih-putih dan pangkat keluarga untuk para kerabat yang ditinggalkan. Makanan untuk disuguhkan ke para pengunjung pun juga dapat disediakan. Apakah itu cemilan atau menu buffet.

“Tapi tergantung keluarga juga. Kalau keluarga mau beli sendiri ya tidak apa-apa,” tuturnya lagi.

Pihak yayasan juga akan memberi tahu pantangan-pantangan atau kewajiban yang harus dilakukan para kerabat yang berduka. Kerabat, kata Akuang, tidak boleh mengenakan pakaian berwarna merah. Mereka wajib mengenakan setelan putih-hitam. Ada juga pernik yang dilekatkan di lengan baju para kerabat itu. Ini yang namanya pangkat keluarga. Seperti misalnya, anak, suami atau istri, atau juga cucu.

“Jadi ketika tamu datang, mereka bisa tahu mana yang anak mana yang cucu,” tambah Akuang.

Satu hal yang harus diperhatikan keluarga dalam masa berduka adalah menghindari makanan-makanan yang memiliki kulit. Seperti misalnya, kerang, kacang tanah, telur, udang, dan kwaci. Sebab, ketika kulit-kulit makanan itu dibuka, mereka percaya, roh almarhum tidak akan tenang.

Selama disemayamkan, jenazah itu harus ditemani keluarga. Sebab, ada hio, lilin, dan lampu minyak yang harus terus dijaga tetap berpendar. Ketiga hal itu tidak boleh padam. Kalau padam, itu pertanda buruk.

“Sebelum hio itu habis, keluarga harus menyambung dengan hio baru,” tuturnya.

Aturan itu berlaku untuk semua jenazah. Baik itu jenazah yang meninggal baik-baik atau meninggal karena kecelakaan. Akuang mengatakan, untuk jenazah yang meninggal karena kecelakaan, pihak yayasan akan melakukan sembahyang tambahan di lokasi kecelakaan.

Kalau lokasi kecelakaan itu di jalan, mereka akan melakukan sembahyang di jalan. Kalau lokasinya di Dam Seiladi, misalnya, mereka juga akan melakukan sembahyang di sana. Mereka akan menggelar prosesi pemanggilan arwah. Arwah itu dipanggil untuk bisa bersatu dengan jasadnya di rumah duka.

“Kalau kejadian dibunuh, seperti yang terjadi di (Perumahan) Taman Kota kemarin, kami juga melakukan sembahyang di rumahnya. Sembahyang itu untuk membersihkan rumah itu,” ujarnya.

Yayasan Vihara Umat Buddha Batam biasa menerima permintaan perawatan jenazah dari keluarga. Namun, tak jarang, mereka juga mendapat panggilan dari polisi. Panggilan itu untuk merawat jenazah-jenazah orang Tionghoa yang tidak diketahui asal-usul dan keluarganya.

Tahun 2016 lalu, yayasan itu melayani hingga 13 mayat tanpa nama. Ini jumlah mayat tanpa nama terbanyak yang mereka layani dalam satu tahun. Untuk kasus-kasus seperti itu, yayasan melakukan perawatan itu secara cuma-cuma.

Mereka akan menjemput jenazah itu dari Ruang Mayat RS Otorita Batam atau RS Bhayangkara. Mereka telah menyiapkan peti mati. Jenazah dimasukkan ke dalam peti dan langsung diantar ke pemakaman untuk dikuburkan. Sembahyang dilakukan di ruang mayat.

“Untuk orang-orang yang tidak mampu pun, kami tidak akan memungut biaya. Kami melakukannya untuk sosial,” jelas Akuang.

Rumah Duka Batu Batam sudah dirasa tidak cukup untuk kondisi saat ini. Pernah, Yayasan Vihara Umat Buddha Batam menerima hingga 11 jenazah. Karena tidak muat, jenazah sampai disemayamkan di kantor yayasan.

“Tapi (rumah duka) ini mau dibesarkan lagi itu di samping,” kata Mangka, Pengurus Yayasan Vihara Umat Buddha Batam, sambil menunjuk areal di samping rumah duka yang ada saat ini.

Di sana, sedang berlangsung pembangunan. Bangunan itu satu tingkat yang panjang. Bangunan itu disekat dengan tiang-tiang. Terhitung lebih dari lima sekat yang ada di sana.

“Rumah duka ini selalu penuh. Kalau bangunan itu sudah jadi, semua akan terlayani,” ujarnya.  (WENNY C PRIHANDINA, Batam)

PS BP Batam Tantang Persib Bandung

0

batampos.co.id – Tim sepakbola nasional asal Bandung, Persib Bandung akan menantang tim PS Badan Pengusahaan (BP) Batam pada laga persahabatan yang akan digelar di Stadion Tumenggung Abdul Jamal, Mukakuning pada 21 Januari nanti. Kick Off akan dimulai pada pukul 19.30 WIB.

Direktur Publikasi dan Humas BP Batam, Purnomo Andiantono mengatakan Batam sangat menantikan kedatangan tim yang dikenal dengan julukan tim Maung Bandung tersebut.

“Kedatangan tim Persib diharapkan dapat memberikan motivasi kepada pemain-pemain bola khususnya usia muda agar semakin semangat berlatih,” tambah Andi.

Euforia sepakbola di nusantara khususnya Batam diharapkan akan semakin meningkat setelah hasil positif yang diperoleh pasca terselenggaranya kongres PSSI di Bandung.

“Kita akan dukung dengan mendukung kegiatan persepakbolaan yang siapa tahu dapat memunculkan bibit-bibit persepakbolaan di Batam di kancah nasional,” jelasnya.

Momen tersebut juga dapat menjadi kesempatan bagi masyarakat Batam untuk dapat melihat langsung tim pemenang Indonesian Super League (ISL) 2014 berlaga.

“Warga Batam sangat jarang mendapatkan hiburan sepakbola kelas atas. Sehingga ini menjadi kesempatan yang nyata,” ungkapnya.

Andi juga menjelaskan tim PS BP Batam diisi oleh karyawan dari unit lahan, bandara, aset dan lainnya.”Dan ada juga pemain yang juga mantan pemain Persebaya,” tutup Andi.(leo)

Polda Kepri Lengkapi Berkas Kasus Tenggelamnya Kapal TKI

0
Tim SAR gabungan menyisir perairan di laut Nongsa untuk mencari TKI yang tenggelam bersama kapalnya. F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Polda Kepri hingga kini masih melengkapi berkas kasus kapal tenggelam yang menangkut sebanyak 98 orang TKI ilegal dari Malaysia ke Batam pada 2 November tahun lalu.

“Belum, kami masih melengkapi berkas,” kata Kasubdit IV, People Smuggling Ditreskrimum Polda Kepri, AKBP Ponco Indriyo, kemarin.

Saat ini disebutkan oleh Ponco, pihaknya masih melengkapi sesuai dengan petunjuk dari kejaksaan. Mengenai masih ada beberapa tersangka yang buron, disebutkan oleh Ponco pihaknya masih mencari keberadaan mereka. Termasuk otak pengiriman TKI ini yang sering disebut “pak lurah” alias Syukriyadi.

Terkait kasus ini pihak Polda Kepri sudah mengamankan tiga orang tersangka yakni Dodi, Ratih dan Patrius. Ketiga orang ini memiliki peranan yang berbeda, Dodi sebagai awak kapal yang membawa puluhan TKI ini dari Malaysia ke Batam. Sementara itu Ratih dan Patrius, sebagai perekrut TKI ini dari kampung halamannya. Terungkapnya peranan dua orang tersebut, didapat dari pengakuan dari Nurhalida yang merupakan korban kapal TKI tenggelam yang selamat.

Ratih dan Patrius dijerat pasal 102 ayat satu huruf A dan B dan Pasal 103 ayat satu huruf F UU RI nomor 39 Tahun 2004 tentang penempatan dan perlindungan tenaga kerja Indonesia di luar negeri dengan ancaman pidana penjara paling singkat dua tahun dan paling lama  10.

Sedangkan  Dodi disangkakan pasal 219 ayat satu dan pasal 323 ayat tiga Undang-Undang RI nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran dan atau pasal 120 Undang-Undang nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian dan atau pasal 359 KUHP. (ska)

KSAL Resmikan Tiga KRI Buatan PT Palindo Marine, Batam

0
Kepala Staf TNI Angkatan Laut(Kasal), Laksamana TNI Ade Supandi menandatangani prasasti peresmian tiga kapal patroli cepat 40 M yaitu KRI Tatihu-853, KRI Layaran-854, dan KRI Madidihang-855 di Dermaga Batuampar, Selasa (10/1). F.Rezza Herdiyanto/Batam Pos

batampos.co.id – Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Ade Supandi meresmikan operasional tiga kapal patroli cepat buatan PT Palindo Marine di Pelabuhan Makobar, Batam, Selasa (10/1). Ketiga kapal tersebut akan digunakan untuk memperkuat satuan kapal patroli (Satrol) TNI AL di wilayah Indonesia timur.

Ketiga kapal patroli cepat (PC) itu masing-masing diberi nama

  • KRI Tatihu 853,
  • KRI Layaran 854,
  • KRI Madidihang-855.

Kapal-kapal tersebut dilengkapi dengan persenjataan canggih seperti senapan mesin kaliber 12,7 mm serta memiliki panjang keseluruhan 45,5 meter dan lebar 7,9 meter, kecepatan maksimal 24 knot, kapasitas bahan bakar 70.000 liter dan ketahanan (endurance) selama enam hari.

“Kita semua patut berbangga. Hari ini putra-putri bangsa bisa membuat kapal secanggih ini,” ujar Ade Supendi, di sela acara peresmian kapal, kemarin.

Ketiga kapal buatan Batam itu juga memiliki kemampuan untuk melaksanakan peperangan anti kapal permukaan, peperangan anti udara, operasi patroli laut, dan operasi Search And Rescue (SAR).

Pengadaan tiga kapal tersebut, kata Ade, merupakan upaya dari TNI AL untuk menambah armada kapal perang sebagai alat utama sistem pertahanan (alutsista) negara. Selama ini, TNI AL memang masih kekurangan armada kapal serupa. Jumlah ideal untuk satu pangkalan utama TNI AL (Lantamal) minimal tiga kapal patroli. Namun karena jumlah secara keseluruhan baru 18 kapal termasuk tiga unit yang baru itu, sehingga kekuatan armada kapal seperti itu masih kurang.

“Ada 14 Lantamal, jadi kalau idealnya tiga unit (untuk satu Lantamal) ya masih banyak kekurangannya. Tapi itu akan diadakan secara bertahap targetnya sampai tahun 2024 nanti,” tuturnya.

Kapal-kapal yang sudah ada juga tidak semua memiliki perlengkapan yang canggih seperti tiga kapal yang baru diproduksi di Batam itu.

“Banyak yang sudah tua jadi mungkin di tahun 2017 ini dianggarkan untuk perbaikan dulu untuk kapal-kapal yang lama itu,” ujarnya.

Menurut Ade, pengadaan dan peningkatan kapal patroli cepat seperti itu memang sangat diperlukan. Sebab Indonesia idominasi wilayah perairan, sehingga perlu ada persiapan alat pertahanan yang memadai agar bisa mengatasi ataupun meminimalisir berbagai bentuk gangguan keamanan. Baik dari dalam negeri sendiri ataupun dari pihak luar, khususnya di wilayah perairan.

Pada kesempatan itu Ade juga memberikan apresiasi kepada pihak PT Palindo Marine yang dinilai sukses membangun kapal perang canggih sesuai keinginan TNI AL.

“Pengerjaannya juga tepat waktu dan kami apresiasi itu,” ujarnya.

Ade berharap agar ke depannya PT Palindo Marine ataupun perusahaan galangan kapal lainnya di Batam tetap menjaga kepercayaan itu dengan mengedepankan profesionalisme kerja untuk tetap menghasilkan kapal-kapal yang berkualitas dan canggih. Khususnya kapal pertahanan milik pemerintah.

Sementara Direktur Utama PT Palindo Marine, Harmanto, dalam sambutannya menuturkan ketiga kapal pesanan TNI AL itu telah dikerjakan dengan baik oleh pihaknya dengan mengutamakan kualitas.

“Kalau kualitas tak perlu diragukan lagi. Pengerjaan kami juga diawasi satuan tugas TNI AL dan biro klasifikasi yang ada,” ujarnya.

Pengerjaan kapal tersebut melalui empat tahap mulai dari desain, pengadaan material, produksi dan pengetesan atau uji coba.

“Semua tahap telah dilalui dengan baik dan hari ini karya putra putri bangsa ini sudah bisa digunakan dan kami sangat hargai itu,” ujarnya.

Dengan selesainya pengerjaan tiga kapal itu, Harmanto berharap agar TNI AL lebih profesional lagi dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagai satuan pengaman negara.

“Kapal ini sudah dilengkapi dengan berbagai teknologi yang dibutuhkan TNI AL jadi semoga TNI AL semakin jaya ke depannya untuk menjaga keamanan di negara yang kita cintai ini,” ujar Harmanto.

Harmanto juga berharap agar ke depannya proyek pengadaan kapal serupa tetap dipercayakan ke PT Palindo Marine.

“Kami bisa dipercaya Pak. Kualitas hasil produksi kami sudah teruji dan tak pernah mengecewakan. Jadi jangan ragu mempercayai kami lagi ke depannya Pak,” harapnya.

Peresmian dan pengukuhan tiga kapal tersebut meliputi penandatanganan Protocol of Delivery dari Direktur PT Palindo Marine Harmanto kepada Kadisadal Laksma TNI Prasetya Nugraha, Kadisadal kepada Aslog Kasal Laksda TNI Mulyadi dan dari Aslog Kasal kepada Pangarmatim Laksda TNI Darwanto, kemudian dilanjutkan dengan penyerahan maket kapal dari Dirut Palindo Marine kepada KSAL.

Tiga kapal perang KRI Tatihu 853, KRI Layaran 854, dan KRI Madidihang-855 hasil karya anak bangsa yang akan menjaga perairan Indonesia bagian timur. F. PT Palindo Marine Shipyard untuk Batam Pos

Nama Tatihu, Layaran, dan Madidihang diambil dari nama-nama ikan yang ada di Indonesia. Ketiganya dikenal sebagai perenang cepat dan gesit di laut. Turut hadir dalam acara peresmian Gubernur Kepri Nurdin Basirun dan Wali Kota Batam, Muhmmad Rudi beserta jajarannya. (eja)

BP Batam Janjikan Perka Tarif UWTO Terbit 23 Januari

0
Ilustrasi properti di Batam.

batampos.co.id – Kepala Kantor Pengelolaan Lahan Badan Pengusahaan (BP) Batam, Imam Bachroni, mengungkapkan Perka BP Batam tentang tarif sewa lahan atau UWTO akan berlaku per 23 Januari mendatang. Dia membenarkan, pihaknya belum bisa menerbitkan Perka tersebut karena masih melakukan perbaikan sistem online.

“Biar semua siap sekali jalan,” ujar Bachroni, Selasa (10/1).

Bachroni menjelaskan, tidak ada kendala yang berarti dalam penyusunan Perka yang baru. Sebab tarif baru hasil revisi sudah memiliki rumusan yang tetap. Sehingga pada dasarnya, BP Batam hanya memindahkan angkanya saja ke dalam Perka.

Namun yang menjadi kendala adalah persiapan layanan sistem online untuk pengurusan perizinan dan dokumen lahan. Hal inilah yang menjadi penyebab hingga saat ini BP Batam belum bisa membuka kembali perizinan alokasi lahan baru dan juga perpanjangan UWTO.

Sedangkan untuk enam perizinan lainnya termasuk pengurusan dokumen Izin Peralihan Hak (IPH), hanya sampai pada tahap verifikasi data. Sementara untuk penerbitan faktur IPH masih menunggu Perka baru pengganti Perka BP Batam Nomor 19 Tahun 2016 keluar.

“Sistem online harus diganti karena masih mengacu pada perka sebelumnya. Kan sekarang sudah baru, jadi semua harus dievaluasi,” ungkapnya.

Mengenai keluhan masyarakat yang tak bisa mengurus IPH karena masih menunggu tarif baru, Bachroni mengatakan BP Batam akan mempermudah urusan masyarakat.

“Jika mendesak, kami bisa terbitkan fakturnya tapi menggunakan tarif lama. Sehingga saran saya, ya tunggu dulu tarif baru dulu,” ungkapnya.

Dilain sisi, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Real Estate Indonesia (REI) Khusus Batam, Djaja Roeslim, mengatakan penundaan pemberlakuan tarif baru UWTO ini berdampak luas. Terutama untuk dunia bisnis di sektor properti. Menurut dia, para pengusaha sama sekali tidak bisa melakukan jual beli properti sejak November 2016 lalu.

“Transaksi properti Batam sudah mati suri,” kata Djaja, Selasa (10/1).

Djaja mengatakan, belum adanya tarif baru sewa lahan (UWTO) ini membuat BP Batam tidak bisa memproses sejumlah dokumen terkait lahan. Salah satunya dokumen Izin Peralihan Hak (IPK). Padahal, IPH merupakan salah satu syarat utama dalam transaksi jual beli properti dengan perbankan.

Bukan hanya rumah atau ruko, proses penjualan properti lain berupa gudang di kawasan industri juga terkendala.

“Kepada BP Batam, tolong jangan cari alasan lagi. Terlihat sangat tidak profesional,” pungkasnya.

Menurut Djaja, BP Batam tidak bisa menggunakan proses perbaikan sistem online sebagai alasan tertundanya pemberlakukan tarif baru sewa lahan. Karena pada dasarnya perbaikan sistem tidak mesti menghambat pelayanan kepada masyarakat.

Sebab sebelumnya BP Batam juga menggunakan sistem manual, bukan sistem online. Sehingga, menurut dia, seharusnya BP Batam segera mengeluarkan Peraturan Kepala (Perka) BP Batam yang baru pengganti Perka Nomor 19 Tahun 2016 tentang Tarif Baru UWTO.

“Perka dan sistem online itu tidak ada hubungannya,” tegas Djaja. (leo)

Istri Fokus Urus Anak, Suami Cemburu, Ujungnya Suami Tak Tegur Istrinya selama 20 Tahun !

0

Otou Yumi benar-benar orang yang bermental baja. Pria asal Jepang itu mendiamkan istrinya selama –coba tebak– dua dekade. Ya, 20 tahun.

Saking lamanya tidak saling bicara, tiga anak pasangan tersebut khawatir. Si bungsu, Yoshiki, meminta bantuan acara televisi untuk menyatukan kembali ayah dan ibunya.

’’Ayahku diam saja saat diajak bicara oleh ibu. Mereka tidak bertengkar, tapi juga tidak ngobrol,’’ ungkap pemuda 18 tahun tersebut kepada Metro.

Di acara televisi itu, Otou baru menjelaskan alasannya mendiamkan sang istri, Katayama.

’’Ketika anak-anak lahir, istriku sangat sibuk mengurus mereka. Aku cemburu, makanya ngambek,’’ katanya.

Otou menyatakan menyesal. Sehari-hari pasangan tersebut menjalani hidup seperti biasa. Makan bareng, tidur bareng, dan di ruang keluarga bareng. Jika Katayama bertanya atau mengajak bicara, Otou menjawab dengan geraman atau dengusan.

Keduanya pun disatukan tim produksi acara tersebut. Otou dan istrinya dipertemukan di taman tempat mereka kali pertama berkencan. Otou gugup luar biasa saat mengajak Katayama mengobrol.

’’Sampai sekarang kamu sudah melewati banyak rintangan. Aku sangat berterima kasih atas semua hal yang kamu lakukan,’’ ucap si bapak.

Kisah Otou dan Katayama Yumi berakhir bahagia. Otou tobat. Dia tidak akan mengulang perbuatan ngambek-nya.

’’Saya janji kami tidak akan saling diam lagi,’’ kata Otou bahagia.

Ada yang mengalami kejadian serupa? Coba cek pasangan masing-masing. Siapa tahu dia jealous lantaran kita mengurus ’’anak’’ lain. (Metro/fam/c15/na)