Minggu, 17 Mei 2026
Beranda blog Halaman 14044

Dokter Kandungan Urus Industri dan Perdagangan

0
Amsakar melantik delapan PNS Eselon III dan IV, Kamis (17/11/2016). Foto: batampos
Amsakar melantik delapan PNS Eselon III dan IV, Kamis (17/11/2016). Foto: batampos

batampos.co.id – Pelantikan eselon III dan IV pegawai negeri sipil (PNS) Pemerintah Kota (Pemko) Batam terkesan dipaksakan beberapa waktu lalu.

Dr Didi SpOG diberi jabatan sebagai Kabid Perindustrian Disperindag Kota Batam. Padahal sebelumnya, pejabat eselon III ini adalah dokter spesialis kandungan rumah sakit umum daerah (RSUD) Embung Fatimah, Batam.

Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad pun enggan menanggapi jika pelantikan itu disebut asal. Sebab, penunjukan PNS yang dilantik sudah dipertimbangkan.

“Itu sudah dipertimbangkan,” kata Amsakar di Batamcenter, Minggu (20/11/2016).

Menurut dia, jabatan di Pemko Batam sudah melalui penilaian dan pertimbangan oleh Tim Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat).

Sebelumnya, Amsakar melantik delapan PNS eselon III dan IV Pemko Batam, Kamis (17/11). Delapan pejabat yang dilantik itu yakni Hasyimah, istri anggota DPR RI Nyat Kadir sebagai Sekretaris Dinas Pendidikan, dr Didi SpOG sebagai Kabid Perindustrian Disperindag Batam, Tuti Darmayanti sebagai Kabid Perencanaan Ekonomi Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah.

Kemudian Nurbaiti sebagai Kasubbid Kependudukan pemerintahan dan aparatur badan perencanaan pembangunan daerah, Cahaya Murni sebagai Kasi Perencanaan dan jasa kontruksi Dinas Tata Kota, Rahmad Hidayat sebagai Kasi Bangunan Dinas Tata Kota, Yulhendri Mubarak sebagai Kasubbid Tata Pertanian dan Kelautan Badan Perencanaan Pembangunaan Daerah dan yang terakhir Muhammad Riagung Ridho sebagai Kasubbid Tata Ruang Distako Batam. (she/bp)

Simpan Motor Curian di Warnet, Pria Ini Ditangkap Polisi

0
Ilustrasi
Ilustrasi

batampos.co.id – Jajaran Polsek Batamkota menangkap Remon Efendi Habeahan, warga Kampung Air. Pria 25 tahun ini terlibat kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor).

Dari tangan Remon, polisi mengamankan dua unit sepeda motor, yakni Honda Beat dan Suzuki Satria FU. Motor ini dicuri pelaku di Perumahan Kembang Sari, Batamkota pada 13 November 2016.

Kapolsek Batamkota, Kompol Arwin mengatakan penangkapan pelaku dilakukan pada Kamis (17/11/2016). Pelaku diketahui membawa dan menyembunyikan motor curian tersebut di salah satu warnet kawasan Botania.

“Dari penyelidikan, kita tangkap pelaku di warnet. Motor tersebut juga berada di warnet,” ujar Arwin.

Arwin menambahkan dalam aksinya pelaku sengaja mengelilingi perumahan. Kemudian mengincar motor yang diparkir di depan rumah, dan membobol kunci kontak menggunakan kunci “T”.

“Pelaku berpura-pura jalan. Sampai di dalam perumahan dia mengincar motor yang diparkir depan rumah,” terang Arwin.

Arwin menegaskan masih mengembangkan keterlibatan Remon dalam kasus curanmor. Dugaan, pelaku merupakan spesialis pencuri motor yang beraksi di wilayah hukum Batamkota. “Kita sedang melakukan pencarian barang bukti juga,” tegasnya.

Dari pengakuan pelaku, ia sudah beraksi sebanyak dua kali. Remon diketahui pernah mencuri sepeda motor di terowongan Pelita.

“Pengakuannya baru dua kali. Yang pertama dilakukan saat korban lengah, dan membawa kabur motor milik korban,” papar Arwin.

Atas perbuatannya pelaku, dikenakan pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara. (opi/bp)

Truk Pengangkut Tanah Wajib Gunakan Terpal

0
Truk pengangkut tanah saat melintas di Jalan Raya Engku Putri Batamcentre tanpa menggunakan penutup. Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos
Truk pengangkut tanah saat melintas di Jalan Raya Engku Putri Batamcentre tanpa menggunakan penutup. Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos

batampos.co.id – Sejumlah sopir truk pengangkut tanah tetap melanggar aturan pemakaian terpal. Hal ini masih menimbulkan keresahan oleh pengendara, bahkan warga di kawasan Bengkong dan Batuampar.

Selain tidak menggunakan terpal penutup, sopir truk ini ugal-ugalan dan terlibat kecelakaan. Hingga menimbulkan korban jiwa.

Kasat Lantas Polresta Barelang, Kompol Andar Sibarani mengatakan pihaknya sudah membahas permasalahan ini bersama pihak pemerintah. Dia menegaskan akan menindak seluruh sopir angkot yang melanggar termasuk meminta BP Batam mencabut izin cut and fill tersebut.

“Kita terus menindak bagi yang melanggar. Dalam pembicaraan dengan Pemerintah, jika tetap melanggar izinnya (Cut and Fill) bisa dicabut,” ujar Andar, Minggu (20/11/2016) siang.

Andar menjelaskan dalam penertiban aktivitas truk pengangkut tanah ini sudah dibentuk tim terpadu. Tim ini bertugas memantau pergerakan truk dan menindaknya di jalanan.

“Sudah dibentuk tim terpadu. Jadi tim ini yang akan mengurus Cut and Fill dan masalah pengangkutannya,” terang Andar.

Menurutnya, pihaknya sudah melakukan sosialisasi kepada seluruh sopir truk tersebut untuk menggunakan terpal. Sebab, tanah yang diangkut dapat menganggu keindahan dan ketertiban di jalan.

“Himbauan terus kita sampaikan. Konsekuensinya, bagi yang melanggar pastinya ada tindakan tegas,” paparnya

Aktivitas truk pengangkut tanah tanpa menggunakan terpal ini menjadi keluhan bagi masyarakat. Tanah yang diangkut kerap berceceran, bahkan pada saat hujan, jalanan menjadi berlumpur.

“Kalau siang memang kadang ada menggunakan terpal (truk). Tapi pada malam hari bebas saja,” ujar Artha, warga Bengkong Harapan.

Menurutnya, selain tanpa menggunakan terpal, sopir truk melaju dengan ugal-ugalan. “Sampai nabrak orang hingga tewas. Kalau bisa polisi hentikan truk itu,” paparnya. (opi/bp)

BPKP Dukung PLN Batam Lakukan Penyesuaian Tarif

0
Sejumlah teknisi menggesa pembangunan travo Gardu Induk (GI) Air Raja di PLTD Air Raja Tanjungpinang, Senin (25/7). Foto:Yusnadi/Batam Pos
Sejumlah teknisi menggesa pembangunan travo Gardu Induk (GI) Air Raja di PLTD Air Raja Tanjungpinang, Senin (25/7). Foto:Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Melihat kondisi keuangan PT Pelayanan Listrik Nasional (PLN) Batam yang terus memburuk dalam dua tahun terakhir, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Kepri mendukung pada PT Pelayanan Listrik Nasional (PLN) Batam untuk menyesuaikan tarif.

“Kalau tak ada penyesuaian, kinerja perusahaan (PLN Batam) akan terganggu,” kata Kepala BPKP Kepri, Panijo kepada Batam Pos belum lama ini.

Menurut Panijo, kondisi keuangan PLN diketahuinya saat presentase awal November 2016 lalu. “Presentase tersebut tindak lanjut atas pertemuan di Pemprov Kepri,” bebernya lagi.

Hasil auditor publik sekelas Price Waterhouse Coopers (PWC) menyebutkan, keuangan PLN Batam minus Rp26 Miliar tidak perlu diragukan lagi. Meskipun BPKP belum melakukan audit.

“Bila pemerintah meminta kita melakukan audit untuk second opnion, kita siap,” ungkapnya lagi.

Dalam kesempatan itu, pihak BPKP diberikan gambaran tentang kondisi keuangan PLN Batam.

“PLN harus melakukan penyesuaian, pandangan kami ini dituangkan dalam notulen rapat,” bebernya lagi.

Bila tidak ada penyesuaian tarif, anak perusahaan PLN Persero akan terus merugi.
Jika terus dibiarkan, bukan tidak mungkin bernasib seperti saudaranya di PLN Tarakan.

“Karenanya, kami memaklumi keinginan PLN Batam,” kata mantan Kepala BPKP Provinsi Riau ini.

Seperti Tarakan, pengelolaan listrik di sana sudah diambil alih PLN Persero. “Bila hal ini terjadi di Batam, pengelolaannya tidak mandiri dan dinamis seperti sekarang ini,” ungkapnya lagi.

Karena, seluruh kebijakan PLN Persero lanjut Panijo akan bergantung kepada pemerintah pusat.

“Dikit-dikit nunggu pusat, permasalahan di daerah takan bisa diselesaikan di daerah seperti saat ini,” katanya.

Karenanya, Panijo berharap penyesuaian tarif listrik dapat segera direalisasikan. Sehingga kehandalan listrik di Batam tidak terganggu. Apalagi penyesuaian tarif yang diminta PLN Batam tak melebihi tarif yang diterapkan PLN persero. Penyesuaian yang diajukan sesuai dengan Biaya Pokok Produksi (BPP) bright PLN Batam.

Terkait adanya tudingan PLN tidak mau membuka laporan keuangan, pihaknya tidak mengalami itu. Sebaliknya, lembaga yang di pimpinnya itu mendapatkan penjelasan secara gamblang. “Mungkin pihak terkait saja yang diberikan,” ungkapnya.

Karena anak perusahaan tersebut dibatasi oleh UU Perseroan Terbatas (PT), dimana laporan keuangannya tidak bisa diberikan sembarangan. “Karena mereka (PLN) bukan perusahaan publik,” ungkapnya.

PLN Batam sambung Panijo juga berbeda dengan Perusda dan BUMN,  bila mereka mengalami kerugian bisa disuntik dari APBD atau APBN. “PLN Batam tidak ada subsidi,” ungkapnya.

Sekretaris Perusahaan (Sekper) PLN Batam, Samsul Bahri. Foto: istimewa
Sekretaris Perusahaan (Sekper) PLN Batam, Samsul Bahri. Foto: istimewa

Terpisah, Sekretaris Perusahaan (Sekper) PLN Batam, Samsul Bahri menyebutkan, akibat menjual listrik di bawah BPP keuangan PLN Batam kian memburuk. Keuntungan yang sebelumnya didapat untuk investasi terus tergerus untuk membeli bahan baku primer yang harus dikeluarkan sebesar 6 juta US Dolar atau sekitar Rp70 miliar perbulan. Angka itu, di luar gaji serta operasional PLN Batam. Penghematan PLN Batam di segala sektor tak membantu keuangan secara signifikan.

Bila tak disikapi dengan bijak, di khawatirkan mengganggu keandalan listrik bright PLN Batam. “Kalau tak ada uang (untuk beli bahan baku), mesin tak bisa beroperasi. Ada pembangkit juga sama aja bohong,” bebernya.

Karenanya, pria asli tempatan ini mengharapkan DPRD serta instansi terkait memahami PLN Batam yang berada dalam kondisi yang kurang menguntungkan. Secepatnya merealisasikan penyesuaian tarif listrik yang diajukan PLN, agar pasokan listrik tetap terjamin.

“Ini untuk kepentingan hajat hidup orang banyak, kita berikan untuk kepentingan masyarakat,” beber pria yang lahir di Batu Besar, Nongsa ini.

Menurutnya, berbicara listrik bukan hanya hari ini, tapi jangka panjang. Bisa berinvestasi serta menjawab pertumbuhan pelanggan, sehingga seluruh masyarakat di Kepri bisa merasakan kehandalan listrik Batam.

Menurutnya, PLN Batam bukan hanya melayani Kota Batam, namun sudah masuk ke Pulau-Pulau. Seprti belakang padang, serta berencana mengembangkan listrik di Pulau Rempang dan Galang.

Begitupun wilayah Tanjungpinang dan Bintan, daerah yang seharusnya nya menjadi wilayah kerja Persero sudah dihandle oleh PLN Batam. Kini daerah yang listriknya sering byarpet tersebt sudah mulai berangsur membaik.

Daftar tunggu pelanggan sudah bisa diselesaikan oleh bright PLN Batam. Pasca interkoneksi listrik Batam Bintan, pertumbuhan Pelanggan bertambah pesat. Dalam sebulan, beban listrik di Tanjungpinang dan Bintan bertambah 25 Mega Watt, dari 40 MW menjadi 65 MW. (hgt/bp)

Banjir Tak Teratasi, Warga Tagih Janji Wali Kota Batam

0
Ini bukan kolam renang atau arena off road, tapi ini jalan utama di Batam yang setiap hujan selalu banjir. Foto: cecep mulyana/batampos
Ini bukan kolam renang atau arena off road, tapi ini jalan utama di Batam yang setiap hujan selalu banjir. Foto: cecep mulyana/batampos

batampos.co.id – Warga di wilayah Batuaji dan Sagulung menagih janji Wali Kota Batam Muhammad Rudi dan Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad yang saat kampanye berjanji akan membereskan persoalan banjir di kota ini.

Diketahui bahwa sampai saat ini persoalan banjir belum bisa diatasi secara baik. Setiap kali hujan, Batam selalu dikepung banjir.

Di wilayah Batuaji dan Sagulung, lokasi langganan langganan banjir hampir terjadi di seluruh tempat. Pemukiman ataupun jalan raya umumnya selalu terendam banjir jika hujan turun. Banjir yang terjadi karena sistem drainase yang buruk.

Drainase utama sudah tak berfungsi normal karena tidak ada upaya perawatan yang rutin. Saluran drainase umumnya sudah rusak dan tersumbat sampah dan tanah. Air yang mengalir dari pemukiman warga meluber ke badan jalan ataupun pemukiman warga yang lebih rendah.

Kondisi ini diperparah lagi dengan alur drainase yang tak tentu arah. Saluran drainase umumnya tak terarah, sehingga aliran air tak pasti mengalir dan bermuara kemana. Pembangunan perumahan ataupun bangunan lain juga banyak yang tidak memperhitungkan ketinggian lahan yang dibangun, sehingga saat hujan genangan air tidak mengalir lokasi yang seharusnya.

“Benar-benar kacau, sistem drainase di wilayah ini. Drainase utama ada, cuman tersumbat dan tak terurus, begitu juga dengan perumahan banyak yang memiliki saluran drainase utama bahkan ada yang lebih rendah posisi perumahan dari saluran drainase utama. Jadi memang sangat kacau makanya tak heran kalau setiap hujan selalu banjir begini,” ujar Hendrayana, warga di Perumahan Puskopkar, Batuaji, Minggu (20/11/2016).

Dengan adanya kenyataan itu, warga kembali mempertanyakan realisasi janji Rudi dan Amskar untuk mengatasi persoalan banjir tersebut saat kampanye sebelum pemilihan kepala daerah beberapa waktu lalu.

“Kemarin saat kampanye katanya persoalan banjir ini jadi prioritas utama, tapi kenapa sampai sekarang kok masih banjir terus,” ujar Hendrayana.

Camat Batuaji Rinaldi M Pane sebelumnya mengakui hal itu. Wilayah Batuaji memang masih sangat rawan dengan banjir. Hampir semua kelurahan baik itu dalam perumahan ataupun jalan utama memang selalu terendam banjir.

“Persoalannya memang karena saluran drainase yang kurang berfungsi maksimal,”ujar Rinaldi.

Persoalan tersebut sudah disampaikan ke pemko Batam agar ditindak lanjuti.

Kabag Humas Pemko Batam Ardi Winata sebelumnya mengatakan keluhan masyarakat terhadap banjir itu sudah mulai direspon oleh Pemko Batam. Respon tersebut berupa upaya normalisasi sejumlah drainase oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) kota Batam serta menggalangkan kegiatan gotong royong membersihkan drainase secara rutin setiap hari Sabtu.

“Untuk normalisasi memang sudah ada, memang belum dilakukan secara serentak di semua titik, tapi target memang seluruh wilayah rawan banjir di Batam. Normalisasi itu akan dilakukan secara bertahap,” ujar Ardi, belum lama ini. (eja/bp)

Korban Tabrak Lari Tewas Mengenaskan

0
Anggota Satlantas Polresta Barelang mengevakuasi motor Ivan Rahmat Suhendra, 31 korban tabrak lari yang mengakibatkan tewas ditempat depan Perumahan Yose Sade, jalan Brigjen Katamso, Tanjunguncang, Batuaji, Minggu (20/11/2016). Foto: Dalil Harahap/Batam Pos
Anggota Satlantas Polresta Barelang mengevakuasi motor Ivan Rahmat Suhendra, 31 korban tabrak lari yang mengakibatkan tewas ditempat depan Perumahan Yose Sade, jalan Brigjen Katamso, Tanjunguncang, Batuaji, Minggu (20/11/2016). Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Kecelakaan maut kembali terjadi di jalan Brigjen Katamso, Tanjunguncang, Batuaji, Minggu (20/11/2016).

Ivan Rahmat Suhendra, pengendara sepeda motor Jupiter MX BP 5175 JF tewas mengenaskan setelah menjadi korban tabrak lari di jalan raya depan Perumahan Jose Sade, Tanjunguncang, sekira pukul 07.00 WIB.

Pria 31 tahun itu sempat dilarikan ke instalasi gawat darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah Batam di Batuaji, namun nyawanya tak tertolong sebab kepalanya remuk akibat tabrakan tersebut.

Kecelakaan ini tak diketahui secara pasti sebab tak ada saksi mata yang melihat langsung di TKP. Namun hasil olah TKP polisi dan keterangan warga yang berada di sekitar lokasi diduga kuat Ivan menjadi korban tabrak lari saat sepeda motornya melaju dari arah simpang Basecamp ke arah kawasan galangan kapal di Tanjunguncang.

“Kemungkinan ada dua, dia senggolan dengan motor yang lawan arus terus disambar truk atau kesenggol dengan sepeda motor lain yang jalan berbarengan terus disambar truk,” kata salah seorang anggota polisi di lokasi kejadian.

Dugaan itu berdasarkan situasi di lokasi kejadian, yang mana posisi lokasi kejadian persis di depan gerbang keluar sebuah kawasan Industri yang kemungkinan besar adanya upaya lawan arus dari pekerja atau warga lain yang keluar dari lokasi industri itu.

“Bisa jadi ada orang (mengendarai sepeda motor) yang keluar dari perusahana itu, malas mau mutar di U Turn di depan terpaksa lawan arus, atau juga mungkin sama-sama melaju dari sana terus kesenggol dan disambar truk lagi,” kata Polisi tersebut.

Menurut saksi lainnya, kecelakaan itu diprediksi melibatkan tiga kendaraan. Mulanya korban bersenggolan dengan sepeda motor lainnya kemudian dia terjatuh dan disambar truk lainnya.

“Ada pecahan bodi sepeda motor Mio di tempat tabrakan itu. Senggolan atau tabrakan dulu dengan Mio itu baru disambar truk dia,” duga Antonius warga di lokasi kejadian.

Warga ataupun Polisi tak memastikan kendaraan lain yang terlibat kecelakaan dengan pengendara naas itu sebab setelah tabrakan yang didapati warga dan saksi mata hanya korban yang sudah sekarat bersama sepeda motornya yang rusak berat.

“Tak ada yang lihat, makanya tak tahu pasti, bagaimana ataupun sepeda motor atau truk mana yang tabraknya,” kata Antonius lagi.

Korban saat ditolong warga, kata Antonius sudah tak bergerak lagi. Kepala Ivan terlihat remuk dan berdarah. Warga yang membawanya ke RSUD ternyata tak bisa menolong. Ivan diduga sudah langsung meninggal saat kecelakaan terjadi.

Dokter residen forensik IGD RSUD Embung Fatimah Batam dr Agung menuturkan korban tiba di RSUD sudah dalam keadaan tak bernyawa. “Ada banyak luka di sekujur tubuhnya. Cuman yang berisiko (meninggal) tengkorak kepalanya pecah,” kata Agung. (eja/bp)

Beginilah Wajah Kota Batam Saat Hujan Turun

0
Sejumlah pengendara sepeda motor terpaksa mendorong motornya yang mogok akibat terendam genangan air dijalan Fisabillah Batamcenter, Minggu (20/11/2016). Genangan tersebut karena debit air hujan yang tinggi. Sementara drainase kecil sehingga tidak dapat menampung air hujan. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos
Sejumlah pengendara sepeda motor terpaksa mendorong motornya yang mogok akibat terendam genangan air dijalan Fisabillah Batamcenter, Minggu (20/11/2016). Genangan tersebut karena debit air hujan yang tinggi. Sementara drainase kecil sehingga tidak dapat menampung air hujan. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Sudah berkali-kali berganti walikota, namun persoalan banjir di Kota Batam belum juga usai. Belum lagi jalan berlubangnya yang terus bertambah.

Bahkan kini terbilang makin parah. Titik genangan air hujan yang lebih jamak disebut warga banjir makin banyak. Hujan deras sebentar saja, sejumlah ruas jalan dan perumahan bak sungai.

Lihatlah saat hujan deras kembali mengguyur Batam, Minggu (20/11/2016), membuat banjir kembali terjadi di beberapa ruas jalan di kota industri ini.

Seperti yang terjadi di ruas jalan Raja Haji Fisabilillah Batamcenter. Di lokasi ini, air bahkan menutupi dan melintasi median jalan. Kendaraan banyak yang takut menerobos banjir, keadaan ini membuat kemacetan hingga air surut.

“Waduh, mogok motorku,” keluh seorang pengendara.

Hal serupa juga terjadi di ruas jalan Dang Merdu. Tidak sedikit pemotor mendorong kendaraannya karena mogok, usai memaksakan diri menerobos banjir.

“Tak usah lewat bang, lumayan dalam nanti motornya mogok,” saran pemotor Agus sembari mendorong motornya yang mogok.

Banjir setinggi satu meter, juga memaksa sebagian pengendara berbalik arah dan memilih jalan lain. Di lokasi ini, banjir terjadi lantaran saluran air ke parit utama terlalu kecil dan tak menampung debit air yang cukup besar.

Jalan Gurindam juga tak luput diterjang banjir, air di jalan ini bahkan bermuara di Taman Kolam Batamcenter.

Sementara itu, upaya normalisasi saluran air (drainase) yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Batam di sepanjang ruas Jalan R Suprapto, Sabtu (19/11/2016) lalu, juga belum berbuah hasil. Pasalnya di lokasi itu banjir masih terjadi.

Titik banjir di sepanjang jalan tersebut terdapat di depan Perumahan Nusa Batam, Perumahan Buana Raya (simpang RSUD EF), di Komplek Perumahan Pasar Melayu (di depan Ruko Waheng Center), dan di depan SPBU Simpang Basecamp.

Ketingian air di tempat tersebut beragam dari mulai 10-70 centi meter. Akibatnya aktivitas warga dan pengguna jalan menjadi terganggu. Bahkan puluhan rumah di komplek Pasar melayu pun ikut terendam. “Lebih dari 10 rumah terendam,” kata Sigit warga Pasar Melayu.

Sigit mengatakan, jika hujan turun dengan intensitas tinggi. Tidak butuh waktu lama kurang dari satu jam, rumah warga menjadi terendam banjir dengan ketinggian mencapai 7 cm.

“Kalau nggak kerja bisa jaga barang. Kalau waktu kerja susah basah bisa basah semuanya,” kata Sigit.

Awal menempati rumah di tempat tersebut sejak 2007, banjir belum begitu parah hanya sebatas mata kaki. Kini banjir bisa mencapai 70 cm. “Kejadian itu mulai terjadi 2010 lalu,” ungkapnya.

Sementara itu, Rozi warga Buana Raya mengatakan, memang jalan di depan Perumahan mereka kerap terendam banjir ketika hujan. “Air berasa dari luapan drainase,” kata Rozi.

Meski begitu, kata Rozi upaya normalisasi dengan cara goro telah dilakukan pemerintah. Namun belum juga bisa teratasi permasalahan banjir. “Sabtu (kamarin) ada goro bersihkan drainase,” tuturnya.

Penyebab banjir di lokasi tersebut berasal dari luapan air dari saluran air yang tidak mampu lagi menampung banyaknya debit air yang masuk kesaluran air, sehingga mengakibatkan luapan hingga ke badan jalan. (cr13/cr14)

REI Batam Minta Penundaan Perizinan Lahan Maksimal Sepekan

0
Ketua Real Estate Indonesia (REI) Khusus Batam, Djaja Roeslim.  Foto: Fitri Hardiyanti/ Untuk Batam Pos
Ketua Real Estate Indonesia (REI) Khusus Batam, Djaja Roeslim. Foto: Fitri Hardiyanti/ Untuk Batam Pos

batampos.co.id – Penghentian sementara perizinan lahan di Badan Pengusahaan (BP) Batam dinilai akan mengganggu sejumlah sektor usaha. Namun industri properti merupakan sektor yang paling dirugikan oleh kebijakan ini.

“Kondisi ini pastinya akan mengganggu sektor properti,” Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Real Estate Indonesia (REI) Batam, Djaja Roeslim, Minggu (20/11/2016).

Menurut Djaja, penghentian sementara atau penundaan perizinan lahan otomatis akan menyebabkan pengurusan izin peralihan hak (IPH) terhenti. Penjualan properti pun ikut berhenti. Saat ini, izin peralihan hak menjadi satu dari delapan perizinan yang pelayanannya dihentikan sementara.

Untuk itu, Djaja berharap penundaan pelayanan perizinan tersebut tidak berlangsung dalam waktu lama. Pelayanan harus segera berjalan normal kembali dalam waktu kurang dari satu minggu.

“Sesegera mungkin jangan lebih dari satu minggu karena penundaan ini sudah berjalan hampir satu minggu,” tutur Djaja Roeslim.

IPH termasuk pelayanan perizinan yang terjadi setiap hari. Dalam satu hari, kata Djaja, terjadi setidaknya 50 pengurusan IPH. Penundaan akan membuat transaksi tersebut menumpuk.

Selain pengurusan IPH, pelayanan perizinan lain yang ditunda sementara itu, yakni, pengajuan alokasi lahan baru, perpanjangan uang wajib tahunan otorita (UWTO), pengukuran alokasi lahan, dan revisi gambar penetapan lokasi. Serta rekomendasi hak atas tanah, penggantian dokumen, juga pelayanan pecah dan penetapan gabungan lahan.

Kebijakan menunda pelayanan itu muncul menyusul terbitnya surat edaran dari Ketua Tim Teknik Dewan Kawasan (DK). Surat yang ditanda-tangani Ketua Tim Teknis DK Lukita Dinarsyah Tuwo itu mengatakan bahwa DK akan melakukan kajian terhadap uang wajib tahunan. Meliputi di dalamnya, besaran, struktur penggunaan, dan cakupan wilayah. Sembari menunggu kajian itu selesai, BP Batam diminta untuk menunda Peraturan Kepala BP Batam nomor 19.

Besaran uang wajib tahunan, menurut Djaja, sangat berpengaruh terhadap harga rumah. Semakin tinggi tarif uang wajib tahunan maka harga rumah pun akan semakin naik.

“Kalau UWTO naik, pasti akan berpengaruh ke harga jual,” tuturnya.

Sementara praktisi hukum di Batam, Markus Gunawan, menilai selain berimbas pada sektor ekonomi, penundaan perizinan lahan juga berdampak pada sisi hukum.

“Secara ekonomi, dalam hal transaksi properti jadi tidak berjalan. Sementara dari sisi hukum, masyarakat tidak mendapat kepastian hukum sampai kapan penundaan pelayanan ini dilakukan,” ujar Markus.

Sebab dalam surat edaran DK, tidak disebutkan sampai kapan kajian tentang tarif UWTO akan dilakukan. “Kalau tidak ada ketentuan waktunya, berarti landasannya tidak jelas. Sama saja kepastian hukum tidak ada,” papar Markus.

Hal ini tentu menjadi kekhawatiran tersendir bagi kalangan pengusaha. Terutama pengusaha sektor properti. Padahal ada puluhan bisnis turunan dari industri properti ini. Jika sektor properti terganggu, makan akan ada puluhan bisnis turunannya yang akan terdampak.

“Jika semakin lama penundaan ini, maka ditakutkan investor pun beralih haluan,” pungkasnya. (ceu/cr15)

BPKP Dukung Penyesuaian Tarif PLN Batam

0
Ilustrasi
Ilustrasi

batampos.co.id – Melihat kondisi keuangan PT Pelayanan Listrik Nasional (PLN) Batam yang terus memburuk selama dua tahun terakhir. Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Kepri mendukung penyesuian tarif PLN Batam setara nasional.

“Kalau tak ada penyesuaian, perusahaan (PLN Batam) akan terganggu,” kata Kepala BPKP Kepri, Panijo, belum lama ini.

Menurut Panijo, kondisi keuangan PLN diketahuinya saat presentase awal November 2016 lalu.

“Presentase tersebut tindak lanjut atas pertemuan di Pemprov Kepri,” bebernya lagi.

Hasil auditor publik sekelas Price Waterhouse Coopers (PWC) menyebutkan, keuangan PLN Batam minus Rp26 Miliar tidak perlu diragukan lagi. Meskipun BPKP belum melakukan audit.

“Bila pemerintah meminta kita melakukan audit untuk second opnion, kita siap,” ungkapnya lagi.

Dalam kesempatan itu, pihak BPKP diberikan gambaran tentang kondisi keuangan PLN Batam.

“PLN harus melakukan penyesuaian, pandangan kami ini dituangkan dalam notulen rapat,” bebernya lagi.

Bila tidak ada penyesuaian tarif, anak perusahaan PLN Persero akan terus merugi.
Jika terus dibiarkan, bukan tidak mungkin bernasib seperti saudaranya di PLN Tarakan.

“Karenanya, kami memaklumi keinginan PLN Batam,” kata mantan Kepala BPKP Provinsi Riau ini.

Seperti Tarakan, pengelolaan listrik di sana sudah diambil alih PLN Persero.

“Bila hal ini terjadi di Batam, pengelolaannya tidak mandiri dan dinamis seperti sekarang ini,” ungkapnya lagi.

Karena, seluruh kebijakan PLN Persero lanjut Panijo akan bergantung kepada pemerintah pusat.

“Dikit-dikit nunggu pusat, permasalahan di daerah takan bisa diselesaikan di daerah seperti saat ini,” katanya.

Karenanya, Panijo berharap penyesuaian tarif listrik dapat segera direalisasikan. Sehingga kehandalan listrik di Batam tidak terganggu. Apalagi penyesuaian tarif yang diminta PLN Batam tak melebihi tarif yang diterapkan PLN persero. Penyesuaian yang diajukan sesuai dengan Biaya Pokok Produksi (BPP) PLN Batam.

Terkait adanya tudingan PLN tidak mau membuka laporan keuangan, pihaknya tidak mengalami itu. Sebaliknya, lembaga yang di pimpinnya itu mendapatkan penjelasan secara gamblang.

“Mungkin pihak terkait saja yang diberikan,” ungkapnya.

Karena anak perusahaan tersebut dibatasi oleh UU Perseroan Terbatas (PT), dimana laporan keuangannya tidak bisa diberikan sembarangan.

“Karena mereka (PLN) bukan perusahaan publik,” ungkapnya.

PLN Batam sambung Panijo juga berbeda dengan Perusda dan BUMN,  bila mereka mengalami kerugian bisa disuntik dari APBD atau APBN.

“PLN Batam tidak ada subsidi,” ungkapnya.

Terpisah, Sekretaris Perusahaan (Sekper) PLN Batam, Samsul Bahri menyebutkan, akibat menjual listrik di bawah BPP keuangan PLN Batam kian memburuk. Keuntungan yang sebelumnya didapat untuk investasi terus tergerus untuk membeli bahan baku primer yang harus dikeluarkan sebesar 6 juta US Dolar atau sekitar Rp70 miliar per bulan. Angka itu, di luar gaji serta operasional PLN Batam. Penghematan PLN Batam di segala sektor tak membantu keuangan secara signifikan.

Bila tak disikapi dengan bijak, di khawatirkan mengganggu keandalan listrik bright PLN Batam.

“Kalau tak ada uang (untuk beli bahan baku), mesin tak bisa beroperasi. Ada pembangkit juga sama aja bohong,” bebernya.

Karenanya, pria asli tempatan ini mengharapkan DPRD serta instansi terkait memahami PLN Batam yang berada dalam kondisi yang kurang menguntungkan. Secepatnya merealisasikan penyesuaian tarif listrik yang diajukan PLN, agar pasokan listrik tetap terjamin.

“Ini untuk kepentingan hajat hidup orang banyak, kita berikan untuk kepentingan masyarakat,” beber pria yang lahir di Batu Besar, Nongsa ini.

Menurutnya, berbicara listrik bukan hanya hari ini, tapi jangka panjang. Bisa berinvestasi serta menjawab pertumbuhan pelanggan, sehingga seluruh masyarakat di Kepri bisa merasakan kehandalan listrik Batam. Menurutnya, PLN Batam bukan hanya melayani Kota Batam, namun sudah masuk ke Pulau-Pulau. Seprti belakang padang, serta berencana mengembangkan listrik di Pulau Rempang dan Galang.

Begitupun wilayah Tanjungpinang dan Bintan, daerah yang seharusnya nya menjadi wilayah kerja Persero sudah dihandle oleh PLN Batam. Kini daerah yang listriknya sering byarpet tersebt sudah mulai berangsur membaik. Daftar tunggu pelanggan sudah bisa diselesaikan oleh PLN Batam. Pasca interkoneksi listrik Batam Bintan, pertumbuhan Pelanggan bertambah pesat. Dalam sebulan, beban listrik di Tanjungpinang dan Bintan bertambah 25 Mega Watt, dari 40 MW menjadi 65 MW. (hgt)

Jasa Raharja Kepri Buka Pos Pelayanan Kesehatan Gratis

0
foto: jckalsel.id
foto: jckalsel.id

batampos.co.id – PT Jasa Raharja (Persero) Kantor Cabang Kepulauan Riau membuka pos kesehatan gratis untuk kru angkutan umum di sejumlah lokasi keramaian. Seperti di Pelabuhan Punggur, Pelabuhan Sekupang, dan titik-titik keramaian lainnya.

“Ini supaya kondisi kesehatan para kru itu tetap terjaga dengan baik. Kalau kondisi baik, kecelakaan tidak akan terjadi,” kata Kepala Jasa Raharja Kantor Cabang Kepri, Haryo Pamungkas, beberapa waktu lalu.

Pos kesehatan itu beroperasi tiga kali dalam satu minggu. Mereka akan berkeliling di tiap titik lokasi keramaian tersebut.

Jasa Raharja bekerja sama dengan Kepolisian Daerah Kepri Bidang Kedokteran dan Kesehatan untuk mewujudkan pos pelayanan kesehatan ini. Para dokter dari Bid Dokkes Polda Kepri akan memeriksa kesehatan para kru angkutan umum.

Pemeriksaan itu meliputi, pemeriksaan darah, tekanan darah, dan tes alkohol. Para kru yang memiliki gangguan kesehatan akan mendapatkan obat dari tim dokter.

“Jadi kami tidak hanya memeriksa. Tetapi juga mengobati kalau memang hasil pemeriksaan tidak bagus,” tuturnya.

Pos pelayanan kesehatan gratis ini termasuk upaya pencegahan terjadinya kecelakaan lalu lintas. Selain pos itu, Jasa Raharja juga berusaha mencegah kecelakaan dengan memasang papan rambu-rambu peringatan di titik-titik rawan kecelakaan. Pemasangan rambu-rambu itu bekerja-sama dengan Dinas Perhubungan dan Polda Kepri.

Jasa Raharja juga mengedukasi para pemuda untuk tertib berlalu lintas. Pemuda dalam rentang usia 20 tahun hingga 45 tahun rentan sebagai korban lalu lintas.

“Kami pernah melakukan dialog publik di Batamindo tentang tertib belalu lintas. Juga dialog publik dan safety riding di Kampus Politeknik Negeri Batam,” tuturnya. (ceu)

Play sound