Rabu, 13 Mei 2026
Beranda blog Halaman 14048

Ini Saran Apindo Batam Soal Pengurusan Pengajuan Lahan

0
Ketua Apindo Kepri, Cahya. Foto: yusuf hidayat/batampos
Ketua Apindo Kepri, Cahya. Foto: yusuf hidayat/batampos

batampos.co.id – Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kepri mengapresiasi upaya BP Batam membenahi sistem pelayanan perizinan menjadi lebih baik. Termasuk upaya BP Batam memberikan pelayanan berbasis online.

Namun, Apindo menyarankan BP Batam tetap memberikan layanan optimal sembari menunggu selesainya proses pembenahan. Termasuk pelayanan pengajuan lahan di BP Batam.

“Kepala BP perlu turun tangan sendiri untuk memastikan semua berjalan lancar,” kata Ketua Apindo Kepri, Cahya, Rabu (5/10/2016), seperti diberitakian koran Batam Pos, Kamis (6/10/2016).

Menurut Cahya, pelaku usaha di Batam seperti pengembang (developer) tak bisa juga berkontribusi bagi pembangunan Batam dan Kepri, sehingga aspirasinya perlu didengar juga.

Sebagai pengembang, lanjut Cahya, lahan merupakan materi pokok untuk dibangun dan dijual ke konsumen. Dia juga menepis jika ada kekhawatiran lahan di Batam akan cepat habis jika terus dialokasikan bagi pengembang.

“Kalau habis kita buka Batam kedua, ketiga dan seterusnya. Ingat, Kepri punya 1.700-an pulau, dibangun ratusan tahun juga tidak akan habis,” katanya.

Adapun jika pengusaha mendapat cadangan lahan (bank land) di Batam, hal itu dinilai sesuatu yang wajar dan harus dimaklumi. “Karena bukan berarti lahan kosong itu kami telantarkan,” ujarnya.

Jika transaksi penjualan properti berjalan, Cahya menyebut tak hanya kalangan pengusaha yang untung, namun juga berimbas terhadap pemasukan daerah.

“Pemerintah kan juga mendapat pajak dari jual beli lahan tersebut berupa Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) dan Pajak Penghasilan (PPh). Saya kira semuanya harus dibuat fleksibel,” paparnya. (rna)

Sakit Tak Kunjung Sembuh, Sri Nekat Gantung Diri

0
Ilustrasi
Ilustrasi

batampos.co.id – Sri Maryana, warga Perumahan Putri Indah Blok B nomor 96 ditemukan tewas di kediamannya, Rabu (5/10) pagi. Wanita 48 tahun ini tewas gantung diri menggunakan sehelai selendang di tiang jemuran yang berada di belakang rumah.

Tewasnya Sri pertama kali diketahui anaknya. Diduga, Sri nekat mengakhiri hidupnya karena penyakit yang diderita.

Kanit Reskrim Polsek Batamkota, Ipda Ikhtiar Nazara mengatakan dari pemeriksaan awal pada tubuh Sri tak ditemukan tanda kekerasan. Sehingga, dugaan Sri tewa murni karena gantung diri.

“Dari tubuh korban tak ada tanda kekerasan. Tapi jasad dibawa ke rumah sakit untuk di visum,” ujar Ikhtiar.

Dari keterangan anak Sri, ia sempat berkomunikasi dengan ibunya sekitar pukul 01.00 WIB. Saat itu, Sri tengah tertidur di ruangan tamu.

“Anaknya membangunkan ibunya untuk pundak ke kamar. Itu terakhir korban berkomunikasi dengan anaknya,” terang Ikhtiar.

Dari pemeriksaan saksi dan anak korban, sambung Ikhtiar, Sri sudah lama mengkonsumsi obat tidur. “Keterangan anaknya dia (Sri) sudah lama sakit,” tuturnya.

Ikhtiar menambahkan pihaknya belum bisa memintai keterangan anak Sri secara keseluruhan. Sebab, saksi tersebut masih mengalami trauma.

“Saksi masih trauma. Dan belum disimpulkan korban menderita penyakit apa,” pungkasnya. (opi)

BP Batam Publis Perizinan yang Rampung di Portal Batam Single Window

0
Tampilan baru portal Batam Single Window (BSW). Foto: psc/batam,pos.co.id
Tampilan baru portal Batam Single Window (BSW). Foto: psc/batam,pos.co.id

batampos.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam akan mempublikasikan nama-nama pemohon yang perizinan lahannya sudah selesai di portal Batam Single Window (BSW), Kamis hari ini (6/10/2016).

Tujuannya adalah untuk menegaskan kepada masyarakat bahwa BP Batam berniat untuk memperbaiki tata kelola perizinan lahan di Batam.

“Iya, besok (hari ini, 6/10), kami akan publikasikan nama-nama pemohon yang izinnya sudah selesai di website kami,” ungkap Anggota 3/Deputi Bidang Pengusahaan Sarana Usaha BP Batam, Eko Santoso Budianto, Rabu (5/10/2016).

Nama-nama pemohon yang izinnya sudah selesai ini bisa dicek di website BSW yang beralamat di “www.bsw.go.id”. Pengunjung tinggal mengeceknya di form BP Batam bagian lahan.

Dengan kata lain, proses perizinan yang bisa dicek antara lain penerbitan dokumen rekomendasi, dokumen legalisir, dokumen Izin Peralihan Hak (IPH), dokumen balik nama Penetapan Lokasi (PL), dokumen endorse UWTO dan dokumen Surat Perjanjian (SPJ) dan Surat Keputusan (Skep) tetap berjalan.

Eko kemudian menampilkan infogram terakhir mengenai data dari enam perizinan yang tetap berjalan hingga saat ini. Untuk dokumen rekomendasi ada total 1.023 berkas yang masuk, 990 sudah siap dan 33 sedang proses. Kemudian ada 1.095 dokumen legalisir, semuanya sudah selesai diproses.

Sedangkan dokumen endorse UWTO, ada 1.104 berkas yang masuk, 1.086 sudah selesai dan 18 dalam proses. Untuk dokumen balik nama PL, ada 3.672 berkas masuk, 3.567 sudah selesai dan 105 berkas sedang proses.

Selanjutnya, untuk dokumen pengganti yang hilang, ada 149 total berkas yang masuk, 129 sudah selesai dan 20 tengah proses. Dan untuk dokumen IPH, ada 10.859 berkas, 10.586 sudah selesai dan 273 tengah proses.

“Sedangkan dua perizinan yang belum bisa dilihat adalah proses permohonan alokasi lahan baru dan perpanjangan UWTO karena masih menunggu terbitnya Peraturan Menteri Keuangan (PMK) mengenai tarif UWTO yang baru,” jelasnya. (leo)

Pekerja Asing di Batam 2.914 Orang, Mayoritas WN India

0
ilustrasi
ilustrasi

batampos.co.id – Kantor Imigrasi Klas I khusus Batam, mencatat ada sebanyak 2.914 orang warga negara asing (WNA) yang bekerja di Batam.

Perhitungan ini berdasarkan permintaan izin tinggal, yang dimohonkan oleh WNA. Dari data yang dimiliki imigrasi, ribuan WNA itu berasal dari 64 negera.

“Kami memiliki data WNA yang kerja di Batam, sedangkan yang WNI yang bekerja ke luar negeri tak ada. Sebab jarang yang jujur atau mengakui saat pembuatan paspor akan bekerja ke luar negeri,” kata Kepala Kantor Imigrasi Klas I khusus Batam, Agus Widjaja saat ditemui Batam Pos, Rabu (5/10/2016) di ruangannya.

Imigrasi hanya mengurus paspor, sementara izin kerja luar negeri dari Kementrian Tenaga Kerja. Biasanya dari kementrian membekali para pencari kerja ke luar negeri dengan KTKLN (Kartu Tenaga Kerja Luar Negeri).

Tapi di Batam, jarang yang menyertakan kartu ini untuk pengurusan paspor. Sehingga membuat pihak imigrasi tak bisa mengidentifikasi, yang menyeberang ke luar negeri tujuan melancong atau bekerja.

“Jarang yang jujur, tapi biasanya bakal ketahuan saat kami profilling atau interview,” ujarnya.

Kebanyakan masyarakat yang tak ingin mengungkapkan dirinya akan bekerja di luar negeri, selalu akan menjadi tenaga kerja illegal.

Mengenai keberadaan tenaga kerja asing, Agus memaparkan bahwa WNA perempuan berjumlah 352 orang. Sedangkan WNA laki-laki 2562 orang.

Ada lima besar WNA  yang paling banyak menetap dan bekerja di Batam:

  1. WNA asal India ada sebanyak 575 orang (475 laki-laki dan 100 perempuan).
  2. WNA asal Singapura 378 orang (349 laki-laki dan 29 perempuan).
  3. WNA asal Filiphina ada 375 orang (Laki-laki 312 orang, perempuan 63 orang).
  4. WNA asal China sebanyak 298 orang (273 laki-laki dan 35 perempuan).
  5. WNA asal Malaysia sebanyak 292 orang (276 laki-laki, 16 perempuan).
  6. WNA asal Inggris ada 39 orang.
  7. WNA asal Amerika Serikat 57 orang.
  8. WNA asal Rusia 21 orang.

Pengurusan izin kerja dan tinggal, kata Agus bisa dilakukan dua cara. Dimana si pemberi kerja, mengurus semua dokumen sebelum pekerja asing datang ke Batam.

Cara kedua, pekerja asing  datang ke Batam dengan izin pelancong. Tapi sebelum izin kerja, pekerja asing tak diperbolehkan kerja.

Bila ada temuan pelanggaran imigrasi, seperti pekerja asing bekerja tanpa dokumen lengkap. Maka pihak imigrasi bisa mendeportasi pekerja tersebut.

“Kami juga bisa melakukan Pro Justice. Pekerja asing ilegal, akan disidang di peradilan Indonesia,” ucapnya.

Agus mengungkapkan untuk izin bekerja dan tinggal, maksimal diberikan selama dua tahun. Bila izin tersebut habis, WNA bersangkutan harus kembali ke negara asal.

“Bila ingin bekerja lagi di Indonesia, harus kembali mengurus izin lagi,” ungkapnya.

Saat ini kata Agus, banyak kemudahan di dapat WNA mengurus ijin bekerja di Indonesia. “Sekarang pengurusan izin kerja tak ditentukan pihak imigrasi. WNA bisa meminta izin kerja untuk berapa hari, bulan atau tahun. Untuk satu hari pun bisa,” ujarnya. (ska/bp)

Dua Bulan 11 Kali Beraksi, Dua Jambret Ini Akhirnya Ditembak

0
Anggota Polsek Lubukbaja menggiring Romi Marpaung, 26, dan Berkat Siarit, 22, pelaku jambret di terowongan Pelita saat ekpos di Mapolsek Lubukbaja, Rabu (5/10/2016). Foto: Dalil Harahap/Batam Pos
Anggota Polsek Lubukbaja menggiring Romi Marpaung, 26, dan Berkat Siarit, 22, pelaku jambret di terowongan Pelita saat ekpos di Mapolsek Lubukbaja, Rabu (5/10/2016). Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Jambret ini terbilang produktif. Namun langkahnya kini terhenti setelah jajaran Polsek Lubukbaja meringkus mereka, yakni Romi Marpaung, 26, dan Berkat Sirait, 22, Selasa (4/10/20167) lalu.

Keduanya tertangkap tangan tengah beraksi di jalan Bunga Raya atau tepatnya di depan Batam City Square (BCS) Mall.

Dari tangan pelaku, polisi mengamankan barang bukti berupa satu unit sepeda motor Suzuki Satria FU dan tas. Selain itu, 4 unit ponsel dan kartu identitas korban.

Kapolsek Lubukbaja, AKP I Putu Bayu Pati mengatakan penangkapan pelaku berdasarkan laporan korban pada Rabu (28/9/2016) pagi. Korban pasangan suami istri (pasutri) Rudi dan Lisda dijambret pelaku di terowongan Pelita.

“Dari laporan itu, kita langsung melakukan penyelidikan. Dan kita dapati identitas pelaku,” ujar Putu di Mapolsek Lubukbaja, Rabu (5/10/2016).

Putu menambahkan sebelum melakukan penangkapan, pihaknya membuntuti pelaku. Namun, saat ditangkap, pelaku berusaha kabur sehingga dilumpuhkan dengan tembakan ke bagian kaki.

“Pelaku berusaha kabur dan melakukan perlawanan. Keduanya terpaksa kita tembak,” katanya.

Pelaku punya peran berbeda dalam kejahatan itu. Romi bertugas sebagai joki atau membawa sepeda motor, dan Berkat sebagai eksekutor atau penarik tas korban. Bahkan, Romi sudah masuk daftar pencarian orang (DPO) dalam kasus jambret sejak tahun 2014.

“Dia (Romi) sudah lama DPO. Karena dalam menjambret, dia kerap melukai korbannya,” ujanya.

Sementara dari pengakuan Romi, ia sudah menjambret selama dua tahun dan beraksi di wilayah Batamcenter dan Lubukbaja. Terhitung, dalam dua bulan lalu ia sudah beraksi selama 11 kali.

“Karena tidak ada kerjaan, makanya menjambret. Biasanya setelah menjambret barangnya dijual dan sembunyi,” ujar warga Kavling Mangsang, Seibeduk ini.

Dia mengaku sengaja memutari jalanan di Batam untuk mencari target khususnya pengendara sepeda motor wanita. “Kalau rasanya mudah tas diambil, langsung sepeda motornya dipepet dan ditarik,” tuturnya.

Hal senada dikatakan Berkat. Ia mengaku sengaja menjambret untuk memenuhi biaya kebutuhan sehari-hari. “Uang pas-pasan. Kalau hasil jambret, ditawar ke orang,” pungkasnya. (opi)

Blanko Habis, 20 Ribu Berkas E-KTP di Batam Tak Bisa Diproses

0
Seorang wanita cantik melakukan perekaman E-KTP. Foto: istimewa
Seorang wanita cantik melakukan perekaman E-KTP. Foto: istimewa

batampos.co.id – Masyarakat Batam yang sedang mengurus KTP elektronik (e-KTP) diminta bersabar hingga November 2016 nanti. Pasalnya, berkas pemohonan E-KTP yang diajukan belum bisa diproses akibat ketiadaan blanko saat ini.

“Iya memang habis, warga harap sabar, karena masih dalam proses lelang di Kementrian Dalam Negeri,” ujar Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Pemko Bata, Mardanis, Rabu (5/10/2016).

Dia mengatakan pihaknya baru bisa melakukan percetakan hingga tanggal 21 Agustus 2016. Saat ini pengajuan yang masuk mencapai lebih dari 20 ribu.

“Yang telah mengajukan sebelum tanggal 21 Agustus 2016 e-KTPnya sudah bisa diambil di kecamatan masing-masing,” jelasnya.

Sebagai pengganti e-KTP, pihaknya telah mengintruksikan kepada seluruh kecamatan untuk mengeluarkan surat keterangan pengganti e-KTP. Nantinya surat tersebut berfungsi untuk menggantikan fungsi e-KTP.

“Surat berisikan keterangan e-KTP yang bersangkutan sedang diproses,” ujarnya.

Sementara itu, Camat Sekupang, Zurniati mengatakan petugas pelayanan umum tetap menerima pengajuan, namun masyarakat diminta bersabar karena kekosongan blanko yang terjadi saat ini.

“Kami tetap terima, tapi petugas sudah menjelaskan kalau blanko kosong, jadi belum tau kapan e-KTPnya selesai,” kata dia.

Menurutnya selain permasalahan blanko, beberapa kali jaringan merupakan sarana pendukung yang sering mengalami masalah.

“Iya terkendala disana (jaringan, red) karena gangguan memang dari pusat, masyarakat yang datang terpaksa pulang dan tidak jadi merekam,” ucapnya. (cr17)

Tanjungpinang dan Lingga Peroleh Hibah Beras dari Bea Cukai

0
Kepala KPU BC Batam, Nugroho Wahyu Widodo bersama Walikota Tanjungpinang, Lis Darmansah foto: dalil harahap / batampos
Kepala KPU BC Batam, Nugroho Wahyu Widodo bersama Walikota Tanjungpinang, Lis Darmansah
foto: dalil harahap / batampos

batampos.co.id – Kantor Pelayanan Utama (KPU) Bea Cukai (BC), Tipe B Batam menghibahkan puluhan ton beras dan gula ke Pemerintah Kota Tanjungpinang dan ke Pemerintah Kabupaten Lingga, Rabu (5/10) siang. Penyerahan ini diserahkan secara simbolis oleh Kepala KPU BC Batam, Nugroho Wahyu Widodo kepada Walikota Tanjungpinang, Lis Darmansyah.

Dalam penyerahan ini, Pemko Tanjungpinang menerima 24 ton beras, 25 ton gula serta 23 ton bawang. Sedangkan, Pemerintah Kabupaten Lingga menerima 23 ton gula dan 9 ton beras.

Kepala KPU BC Batam, Nugroho Wahyu Widodo mengatakan penghibahan tersebut sesuai Intruksi Presiden Joko Widodo. Barang hibahan tersebut merupakan hasil penindakan pihaknya sejak bukan Februari lalu.

“Barang hibahan ini beralih status dari BMN (barang milik negara) ke barang hibah kepada masyarakat,” ujar Nugroho.

Nugroho menjelaskan seluruh barang hibahan itu sudah melalui pemeriksaan loleh tim karantina. Sehingga dikategorikan layak untuk dikonsumsimasyarakat. “Semuanya gratis dan tak dikenakan biaya,” terangnya.

Nugroho mengaku penghibahan itu bertujuan mensejahterakan masyarakat dengan sasaran masyarakat kurang mampu. Selain itu, pihaknya berkomitmen untuk menjaga kemanan, khususnya dari penyelundupan barang larangan.

“Kepada masyarakat, kami juga berharap kerja samanya. Apapun informasi tentang penyelundupan bisa diberikan,” tuturnya.

Selain di Tanjungpinang dan Lingga, sambung Nugroho, ke depannya pihaknya akan berkoordinasi dengan Pemko Batam. Termasuk menghibahkan barang penindakan tersebut ke sejumlah panti asuhan.

“Untuk di Batam tinggal koordinasi saja. Dalam waktu dekat kami akan hibahkan ke panti asuhan,” pungkasnya.

Sementara itu, Walikota Tanjungpinang, Lis Darmansyah mengaku senang dengan pengibahan yang diterima pihaknya. Nantinya, puluhan ton beras dan gula tersebut akan didistribusikan ke 9.749 kepala keluarga (KK) di Tanjungpinang.

“Kita sudah mendata siapa yang membutuhkan barang ini. Dan ini (penghibahan) sesuai permintaan kita,” ujarnya.

Menurut Lis, selain membantu dan mensejahterakan masyarakat, penghibahan tersebut membantu menekan harga pasar.

“Ini bukan hanya bermanfaat kepada masyarakat tetapi mempengaruhi harga pasar,” pungkasnya. (opi)

Gagal Layani Masyarakat, Disduk Pecat Petugas Pengawas KTP Sekupang

0
Seorang wanita cantik melakukan perekaman E-KTP. Foto: istimewa
Seorang wanita cantik melakukan perekaman E-KTP. Foto: istimewa

batampos.co.id – Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Batam, Mardanis memberhentikan pengawas pembuatan e-KTP yang bertugas di kantor Kecamatan Sekupang, langkah ini diambil karena pengawas gagal melayani masyarakat.

“Di kecamatan lain sudah cetak hingga 8 September, ini Sekupang baru tanggal 26 agustus,” kata Mardanis Selasa (4/10).

Padahal menurut Mardanis setiap kecamatan telah diberikan peralatan juga perlengkapan yang sama juga jumlah blangko yang sama setiap penyaluran. “Setelah dievaluasi ternyata pengawasnya lambat masuk kantor juga tidak ada manajemen,” paparnya.

Selain Sekupang, Mardanis juga memberikan peringatan pada petugas di kantor Kecamatan Sagulung. Kesalahan masih sama, yakni kurang serius melayani masyarakat.

“Dua (kecamatan) ini saja, yang lain normal-normal saja,” terangnya.

Ditanya soal banyak keluhan masyarakat tentang lamanya proses pembuatan e-KTP, dia mengungkapkan ini terjadi diluar dari kehendak Disdukcapil Batam.

Menurut dia setidaknya ada dua persoalan yang pernah di hadapi dalam proses pembuatan e KTP, ini tidak hanya berlaku di Batam namun di seluruh Indonesia.

“Blangko pernah kosong 40 hari dan jaringan putus lima hari, itu artinya 45 hari kerja terganggu,” katanya.

Dia menuturkan selama kekosongan dan terganggunya sistem tersebut ada 30 ribu KTP yang ditunda pencetakannya. “Tiga minggu yang lalu saya ajukan 30 ribu, yang dikasih cuma 15 ribu, artinya baru separuh dan dicetak September ini, ini masalahnya,” pungkasnya. (cr13/bpos)

Tim Forensik Medan Olah TKP Kebakaran Hotel Planet Holiday Batam

0
Suasana olah tempat kejadian perkara (TKP) salah satu ruang karaoke Hotel Planet Holiday Batam yang terbakar akhir pekan lalu. Foto: istimewa/batampos.co.id
Suasana olah tempat kejadian perkara (TKP) salah satu ruang karaoke Hotel Planet Holiday Batam yang terbakar akhir pekan lalu. Foto: istimewa/batampos.co.id

batampos.co.id – Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Medan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk memastikan penyebab kebakaran di ruangan karoke VIP Hotel Planet Holiday.

“Olah TKP sudah kemarin sore (4/10/2016). Tinggal menunggu hasil pemeriksaan dari Tim Labfor Medan,” ujar Kanit Reskrim Polsek Batuampar AKP Kahardani, Rabu (5/10/2016).

Dugaan awal terjadinya kebakaran ini dikarena korsleting listrik yang berasal dari VIP karoke ruang 12.

“Itu dugaan awal, tapi pastinya kita tunggu hasil dari tim labfor,” lanjutnya.

Kebakaran di salah satu ruang karoke tersebut terjadi pada Minggu (2/10/2016) malam sekitar pukul 22.00 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Akibat kebakaran itu, kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.

Saat itu, api membakar salah satu ruangan karoke VIP 12. Api baru dapat dipadamkankan setelah tiga belas unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan. (eggi)

Menpan-RB Asman Abnur Janji Urai Keruwetan Hubungan Pemko dan BP Batam

0
Wakil Ketua Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Asman Abnur. foto:net
Wakil Ketua Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Asman Abnur. foto:net

batampos.co.id – Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB), Asman Abnur menaruh perhatian besar dalam upaya menyelesaikan dualisme kepemimpinan di Batam, yakni Badan Pengusaha (BP) Batam dan Pemerintah Kota (Pemko) Batam.

“Kemenpan-RB saat ini sedang berusaha membuat rumusan mengenai tata kelola, tata layanan, tata perizinan, dan tata kerja Pemko dan BP Batam,” katanya Senin (3/10/2016).

Menurt Asman hal ini sangat penting karena selama ini dualisme sangat mengganggu harmonisasi pembangunan di Kota Batam.

“Soalnya ini terkait tentang investasi, layanan publik, dan internal kedua institusi,” jelasnya.

Untuk itu, Asman telah mengundang Pemko Batam dan BP Batam untuk berdiskusi soal rumusan tata kerja kedua institusi ini.

“Desain bentuk layanan publik antara kedua lembaga ini lebih baik satu pintu saja. Dan kedepannya tidak boleh dikelola secara konvensional, harus mengacu pada pola-pola modern berbasis informasi dan teknologi (IT),” ungkapnya.

Terkait kewenangan antara dua lembaga, Kemenpan-RB juga akan mengkaji struktur organisasi seperti apa yang paling tepat diterapkan untuk Pemko Batam maupun BP Batam.

“Ini tidak berat, cuma permasalahan tujuan saja yang harus diselaraskan,” katanya.

Kepala BP Batam, Hatanto Reksodipoetro menjelaskan konsep program yang dijalankan dimasa kepemimpinannya sudah sejalan dengan apa yang diinginkan oleh Menteri PANRB yakni berbasis elektronik atau digital seperti pelayanan izin investasi 3 jam (i23j), infomasi elektronik data lahan dan pengelolaan sistem jasa kepelabuhan.

Menurut Hatanto, ada tiga alasan utama yang menyebabkan BP Batam merasa perlu untuk memperbaiki dan mereformasi tugas dan wewenang BP Batam.

Pertama, banyaknya investasi di Batam namun target Penerimaan Pajak Bukan Pajak (PNBP) belum optimal.

Kedua, potensi Batam sebagai kawasan khusus strategis. Dan Ketiga adalah adanya sengketa wilayah di Laut China Selatan dimana Batam sebagai daerah pertahanan perbatasan.

“Kami sudah laporkan harapan-harapan kami dan menteri juga sudah beri perhatian. Tugas kami sekarang adalah membangun aset-aset untuk jadi lebih baik lagi, dan kami harapkan sinergi dari pemko Batam,” tutupnya. (leo/bp)