Selasa, 12 Mei 2026
Beranda blog Halaman 14053

Pencungkil Jok Motor Nyaris Diamuk Massa

0

Curanmorbatampos.co.id – Susandi warga Sagulung tertangkap basah membobol jok sepeda motor pengunjung pasar di lokasi parkir pasar Sagulung, Selasa (27/9) pagi sekitar pukul 07.30 WIB.

Pria 23 tahun itu nyaris diamuk massa namun beruntung saat ketahuan aksi pembobolan itu, petugas keamanan pasar cepat mengamankan Susandi ke pos sekuriti.

“Nyaris saja tadi. Kalau kami biarkan sudah babak belur dia. Orang pasar semua keluar dan mengamuk tadi,” kata Renda, salah satu petugas keamanan pasar tersebut, kemarin.

Susandi kata Renda, membobol sepeda motor milik Zulfan salah satu tukang ojek yang berada di dalam pasar tersebut.

Zulfan sendiri saat itu baru saja mengambil uang sewa bulanan dari salah satu langganan ojeknya sebesar Rp 500 ribu. Uang tersebut diletakan Zulfan di jok sepeda motor Honda Supra X miliknya.

“Mungkin pelaku ini sudah incar dia saat masukan duit itu ke jok motor,” ujar Renda.

Saat parkir di lokasi parkiran pasar untuk menunggu pelangggan, tiba-tiba sepeda motor Zulfan didekati pelaku dan tanpa ragu-ragu pelaku langsung menarik dan memasukan tangannya ke dalam jok sepeda motor Zulfan.

“Saat dia berhasil ambil uang itu, korban langsung tariak maling,” ujar Renda.

Tariakan Zulfan itu langsung direspon oleh petugas keamanan pasar dan warga sekitar. Susandi pun tak bisa kabur dan langsung diamankan petugas keamanan pasar.

Sebagian besar warga di dalam pasar itu juga sudah keluar dan hendak memassai Susandi, namun tak dizinkan petugas keamanan setempat.

“Takut kenapa-kenapa pak kalau sempat diamuk massa. Makanya kami langsung telepon polisi,” kata Renda.

Pihak kepolisian Sagulung yang merespon laporan itu langsung amankan pelaku ke Mapolsek Sagulung.

Warga mengaku bersyukur atas tertangkapnya Susandi itu. Sebab warga yakin bahwa Susandi memang spesialis pencungkil jok motor yang sudah banyak makan korban di komplek pasar.

“Pasti dia juga yang congkel jok motor ibu-ibu kemarin itu. Ciri-cirinya sama seperti dia itu,” tutur Lina salah seorang warga.

Renda juga membenarkan, jika aksi pencungkilan jok sepeda motor sudah sering terjadi di komplek pasar itu, namun baru kali tertangkap.

“Iya seminggu yang lalu, ibu-ibu korbannya. Sama juga, jok motor dibobol dan uang ibu itupun hilang,” tutur Renda. (eja/koran bp)

Polsek Batuaji Amankan Enam Sepeda Motor Tak Bertuan, Motor Kamu?!

0
ilustrasi
ilustrasi

batampos.co.id – Sebanyak enam unit sepeda motor tak bertuan diamankan oleh Polsek Batuaji.

Enam sepeda motor dari berbagai merk itu diamankan saat polisi membubarkan kelompok remaja bermotor yang nongkrong hingga larut malam di sejumlah titik lokasi di Sabtu (24/9) malam lalu.

Kapolsek Batuaji Kompol Sujoko mengatakan, sepeda motor yang diamankan itu karena ditinggal begitu saja oleh pemiliknya.

“Saat operasi kelompok remaja itu kabur sepeda motornya ditinggal. Ada enam unit,” kata Sujoko.

Kelompok remaja itu terindikasi sebagai kelompok geng motor yang meresahkan warga selama ini sehingga saat didatangi polisi mereka kocar kacir melarikan diri.

“Ada yang diamankan dari Tanjunguncang, belakang Mitra Mall dan di Fanindo,” tambah kanit reskrim Polsek Batuaji AKP M Said.

Enam unit sepeda motor tersebut masih diamankan di Mapolsek Batuaji untuk menunggu pemiliknya datang ambil.

“Kalau dokumennya lengkap ya silahkan ambil,” kata Said.

Dalam razia cipkon tersebut, selain membubarkan kelompok remaja yang nongkrong hingga larut malam, polisi juga membubarkan sejumlah pasangan muda mudi yang nongkrong hingga larut malam.

“Operasi ini rutin setiap malam minggu untuk menjamin keamanan warga,” ujar Said. (eja)

Pemko Batam Minta Aset BP Batam Tapi Tak Serius, Ini Buktinya

0
Kantor Wali Kota Batam dan Engku Putri, DPRD Batam, dan Masjid Raya batam yang selama ini aset BP Batam bakal diserahkan ke Pemko Batam. Foto: dok humas Pemko Batam/istimewa
Kantor Wali Kota Batam dan Engku Putri, DPRD Batam, dan Masjid Raya batam yang selama ini aset BP Batam bakal diserahkan ke Pemko Batam. Foto: dok humas Pemko Batam/istimewa

batampos.co.id -Pemerontah Kota Batam selalu berkoar kalau sejumlah aset Badan Pengusahaan (BP) Batam yang dimintanya tak direspon BP Batam. Padahal, paling tidak ada enam aset BP Batam yang sudah disetujui dialihkan ke Pemko Batam, namun kini Pemko Batam sendiri yang tak serius.

Buktinya, hingga saat ini Pemko Batam belum membentuk tim pengalihan aset, padahal tim itu dibutuhkan untuk mengalihkan aset-aset BP yang diminta Pemko Batam.

“Kepala BP Batam, Hatanto Reksodipoetro sudah setuju. Sekarang karena Pemko Batam yang meminta, mereka harus membentuk tim pengalihan aset. Kami siap membantu jika diminta,” ungkap Kasubdit Humas BP Batam, Ferdiana Sumiartoni, Selasa (27/9/2016) di kantornya.

Menurutnya, hanya dengan pernyataan dari Kepala BP Batam saja tidak cukup untuk menjadi pedoman. Karena harus ada langkah nyata dari Pemko Batam untuk menyeriusi hal ini.

“Hanya sekadar pernyataan saja tak berlaku, harus diikuti dengan proses,” imbuhnya.

Tim pengalihan aset ini akan menginventaris nilai aset yang akan dialihkan kepemilikannya dan mengurus proses administrasinya. Setelah prosesnya selesai, maka bisa melayangkan surat permohonan pengalihan aset kepada Kementerian Keuangan untuk meminta persetujuannya, baru aset-aset tersebut resmi menjadi milik Pemko Batam.

Ada enam aset yang akan dialihkan yakni TPA Telaga Punggur, Masjid Agung Batamcentre, Masjid Baiturrahman Sekupang, Pasar Induk Jodoh, Kantor Walikota Batam, dan Kantor DPRD Batam.

Persetujuan dari BP Batam sebenarnya sudah keluar sejak rapat Dewan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas pada 2 Juni lalu. BP Batam setuju untuk menghibahkan enam aset penting tersebut kepada Pemko Batam.

Karena tak kunjung diurus, sejumlah aset saat ini berada dalam kondisi yang menyedihkan, contohnya Pasar Induk Jodoh. Kondisinya sangat memprihatinkan, tidak tertata rapi, dan kotor. (leo)

Rekrut Calon TKI dari Akun Facebook, Tekong Minta Uang untuk Sewa Hotel

0
social_network_crimes
ilustrasi

batampos.co.id – Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Barelang menangkap dua calo tenaga kerja ilegal (TKI), Selasa (20/9). Kedua pelaku adalah Winanto Wijaya serta Widya Yuni Sartika.

Baca juga:

Perekrut TKI Ilegal Dibekuk Polisi

Kedua pelaku merekrut calon TKI dari akun Facebook bernama “Winanto Wijaya”. Dalam akun itu, pelaku memposting perekrutan tenaga kerja di Malaysia sebagai buruh pabrik.

“Dari temuan dan informasi masyarakat kita bersama unit intel mendatangi lokasi penampungan TKI itu,” ujar Kanit PPA Polresta Barelang, Iptu Herman Kelly, kemarin.

Kelly menjelaskan dari lokasi penampungan TKI di Kavling Pelita 6 nomor 42, Lubukbaja itu pihaknya mengamankan 3 calon TKI. Ketiganya berasal dari Medan, Karimun, serta Batam.

“Mereka baru datang ke lokasi penampungan. Dan rencananya diberangkatkan keesokan harinya,” tuturnya.

Dari pemeriksaan calon TKI tersebut, mereka diminta uang Rp 1,3 juta perorangnya. Uang tersebut digunakan pelaku untuk biaya hotel dan transportasi.

“Seluruh korbannya sudah kita mintai keterangan dan dipulangkan ke tempat asalnya,” kata Kelly.

Kelly menegaskan pihaknya masih melakukan pengejaran terhadap wanita berinisial M. Wanita ini diduga sebagai tekong  calon TKI tersebut.

“Saat kita mendatangi lokasi, penyalurnya ini tidak berada di lokasi dan masih kia lakukan pengejaran,” pungkasnya.

Sementara itu dari pengakuan Widya, ia terpaksa menekuni pekerjaan sebagai calo TKI tersebut karena himpitan ekonomi. Ia mengaku baru pertama kali merekrut para TKI tersebut.

“Saya tidak punya pekerjaan tetap. Dan diajak oleh Winanto untuk bekerja,” aku janda beranak satu ini.

Atas perbuatannya, kedua pelaku dijerat Pasal 102 UU RI nomor 39 tahun 2004 tentang penempatan TKI di luar negeri dengan ancaman hukuman penjara 10 tahun dan denda maksimal 15 Milyar. (opi)

Hindari Motor, Mobil Suzuki Swift Terjun ke Jurang

0
Suzuki Swift BP 1737 JA yang terjun ke jurang parkiran Planet Holiday menggunakan derek, Batuampar, Selasa (27/9). Dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa. Foto: Dalil Harahap/Batam Pos
Suzuki Swift BP 1737 JA yang terjun ke jurang parkiran Planet Holiday dievakuasi menggunakan derek, Selasa (27/9/2016) siang. Dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa. Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Mobil Suzuki Swift warna putih BP 1737 JA mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Prambanan, Batuampar, Selasa (27/9/2016) siang. Mobil yang dikemudikan oleh seorang wanita ini terjun ke jurang Dibelakang Hotel Planet Holiday persis di samping Swiss Bel In Hotel.

Informasi yang didapatkan, sebelum terjun, pengemudi mobil ini banting stir ke arah kanan jalan atau tepatnya disamping Hotel Swiss Bel In. Diduga, pengendara ini menghindari sepeda motor yang melaju dari arah berlawanan.

“Tadi sempat mendengar suara rem dengan keras. Lalu tiba-tiba ada mobil yang terjun,” ujar Meldi salah seorang saksi mata di lokasi.

Menurutnya, pengendara wanita tersebut melaju dengan kecepatan tinggi. Sehingga hilang kendali dan banting stir ke arah tebing bukit.

“Setelah rem mendadak langsung banting stir. Tapi sopirnya selamat,” terangnya.

Hal senada disampaikan Haryanto, sekuriti Hotel Swiss Bel Inn. Usai jatuh dari tebing, pengendara wanita tersebut keluar dari mobil dalam keadaan terluka. Sementara mobil ringsek di bagian depan.

“Tadi sopirnya dibantu warga juga dan dibawa ke rumah sakit,” tuturnya.

Sementara itu, Kanit Laka-lantas Polresta Barelang, AKP Arman membenarkan adanya kecelakaan ini. Dia mengatakan korban sudah menjalani pengobatan dan mobil saat ini telah diambil pemiliknya.

“Korban tak apa-apa. Karena kecelakaan tidak serius dan tidak ada korban tadi mobilnya langsung dibawa pemilik,” pungkasnya. (opi)

Puluhan Pelajar Terjaring Sidak Warnet Pada Jam Sekolah

0
Warnet menjadi fokus perhatian Pemko Batam. foto: shinta / batampos
Warnet menjadi fokus perhatian Pemko Batam.
foto: shinta / batampos

batampos.co.id – Camat Sekupang, Zurniati bersama Satuan Polisi pamong Praja (Satpol PP) Kecamatan Sekuapng melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke beberapa warung internet (Warnet) yang berada di daerah Tibanindah, Sekupang, Selasa (27/9).

Sidak yang dimulai pukul 10.00 WIB ini berhasil menjaring puluhan pelajar dan anak putus sekolah. selain itu hampir semua warnet tidak memiliki izin, mulai dari domisili hingga usaha. Dari empat warnet tiga diantaranya berada berdekatan dengan SMPN 25 Batam.

“Hampir semua tidak berizin, dan lokasinya sangat dekat dengan sekolah,” kata dia.

Pihaknya bahkan meminta satu warnet yang berada di Perumahan Tiban Indah Permai untuk menutup usahanya karena tidak mendirikan warnet di lingkungan perumahan warga.

“Kita terpaksa tutup dulu, karena ini di lingkungan perumahan,” ujarnya.

Perempuan yang pernah menjabat sebagai Sekretaris Camat Lubukbaja ini juga memanggil guru dari pelajar berasal. Setelah diberikan pengarahan pelajar disuruh kembali ke rumah masing-masing. Dia juga menyayangkan sikap anak-anak pecandu gim sekarang ini. Kebanyakan dari mereka bersikap cuek dan acuh tak acuh saat petugas datang.

“Ditanya tapi kami dicueki, segitukah dampak gim bagi perkembangan otak mereka, termasuk norma,” sebutnya sambil geleng-geleng kepala.

Kedepannya kegiatan ini akan terus dilanjutkan, demi menertipkan anak-anak dari pengaruh bermain warnet saat jam sekolah.

Febri, salah seorang pelajar yang Sekolah Menengah Pertama (SMP) negeri beralasan masuk siang, oleh karena itu dia memilih untuk bermain gim di warnet.

“Saya masuk siang Bu,” ujarnya.(cr17)

Batam Didorong Jadi Kawasan Aerotropolis

0
Pelabuhan Citranusa Kabil, Batam. Foto: www.scnport.com
Pelabuhan Citranusa Kabil, Batam. Foto: www.scnport.com

batampos.co.id – Kota Batam didorong menjadi kawasan aerotropolis (aero-metropolis). Tujuannya demi percepatan investasi yang bisa memberi nilai lebih untuk Batam.

Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad mengatakan rencana itu disampaikan Menteri Koordinator Kemaritiman RI, Luhut Panjaitan dalam rapat khusus beberapa waktu lalu.

Rapat rencana itu juga dihadiri Kepala BP Batam, Hatanto, Menteri Perhubungan, Gubernur Kepri, Nurdin Basirun, pengelola Kabil Industrial Park, Kris Wiluan, putra mantan Presiden BJ Habibie, Ilham Habibie, Menteri Perhubungan dan lainnya.

“Batam direncanakan sebagai kawasan baru yang mengintegrasikan bandar udara, pelabuhan laut dan kawasan industri, guna percepatan investasi,” kata Amsakar, kemarin.

Menurut dia, kawasan strategis seperti bandara, Kabil industrial park dan pelabuhan terintegrasi, akan mempercepat perekonomian. Model itu disebutkan sama dengan konsep Amsterdam, Belanda. Nantinya akan memiliki hotel, restoran, kawasan industri, bandara dan pelabuhan.

“Itu konsep yang luar biasa. Itu model Batam untuk wilayah starategis,” terang Amsakar.

Namun Amsakar sempat menyampaikan jika rencana itu diterapkan di Nongsa akan terkendala lahan penduduk. Sebab daerah tersebut sangat padat dengan pemukiman, apalagi ada juga kampung tua.

“Ini menjadi tidak sederhana, karena ada penduduk. Padahal pelabuhan kan dengan bandara di situ sebenarnya tinggal dibelah saja wilayahnya,” jelasnya.

Meski begitu, diakui Amsakar Pemko Batam siap dengan rencana menjadi Batam kawasan aerotropolis. Nantinya akan disiapkan tim teknis untuk memulai rencana itu.

“Tapi belum diplot mulainya tahun berapa,” ujar Amsakar.

Namun ia berharap, sebelum merealisasikan rencana tersebut, idealnya Batam dijadikan kawasan ekonomi khusus (KEK). Nantinya, kendalinya bukan di Pemko Batam tapi BP Batam.

“Bandara tidak dibawah Pemko, pelabuhan dan kawasan industrial kabil. Tapi kita siap mendukung,” pungkas Amsakar. (she)

Ini Penyebab Jalan di Batam Mudah Rusak

0
Lubang di jalan Kerapu ini mengancam keselamatan pengendara. Foto: Dalil harahap/batampos
Lubang di jalan Kerapu ini mengancam keselamatan pengendara. Foto: Dalil harahap/batampos

batampos.co.id – Batam hingga kini tak memiliki kelas-kelas jalan. Sehingga seluruh kendaraan jenis apa pun, bisa berlalu lalang di jalan kelas rendah maupun tinggi. Hal ini membuat jalan yang ada di Batam, sangat rentan rusak dan tak bertahan lama.

“Beda dengan daerah Jawa, ada batasannya,” kata pengamat jalan, Januarto dari Universitas Batam (Uniba) kepada koran Batam Pos (grup batampos.co.id), Selasa (27/9/2016).

Batasan yang dimaksud yakni ada kategori yang dibuat pemerintah daerah. Dimana ada jalan yang khusus hanya boleh dilewati kendaraan ringan, sedang, dan berat.

“Kalau di Jawa, jalan yang kategori rendah, hanya diboleh dilewati kendaraan ringan. Tapi kalau disini kita liat, tak ada batasan,” ucapnya.

Jalan di Batam yang kualitas rendah, bisa dilalui kendaraan kelas berat. “Kadang ini membuat jalan cepat ambrol (rusak,red),” ujarnya.

Penyebab lainnya, jalan di Kota Batam juga cepat hancur karena drainase yang kurang baik. Pada saat hujan, jalan-jalan gampang tergenang air.

“Padahal jalan dengan menggunakan sistem print aspal, sangat rentan akan genangan air,” tuturnya.

Bila terjadi terus menerus, kata Dosen Uniba ini, jalan yang dapat dipergunakan dalam hitungan tahun, bisa jadi hanya hitungan bulan sudah sudah rusak.

“Apalagi itu dilalui truk-truk putih (lori pembawa tanah reklamasi,red) yang sering kita lihat,” ungkapnya.

Seberapa baik jalanan di Batam? Menurut Januarto jalan di Batam, masih kalah dibandingkan di daerah Jawa.

Jalan di Jawa dibuat dengan menggunakan pondasi batu besar. Lalu diratakan, setelah itu ditambah dengan batu ukuran sedang. Dan kembali diratakan. Setelah itu jalan tersebut ditaburi batu-batu krikil. “Setelah itu baru di-print aspal,” tuturnya.

Sementara itu jalan di Batam, hanya diberi timbunan tanah bauksit lalu diratakan. Setelah itu dilapisi batu krikil, dan langsung di-print aspal.

“Kenapa tak menggunakan batu, karena kondisi sumber daya alam. Disini tak banyak memiliki batu-batu besar, yang banyak ditemukan di Jawa,” terangnya.

Dengan grade jalan tak sebaik di daerah Jawa, ditambah sering dilalui kendaraan kelas berat. “Plus drainase yang tak baik, jalan di Batam cepat sekali hancurnya,” ucapnya.

Tak memiliki bebatuan, sebagai pondasi jalan. Batam masih memiliki opsi, kata Januarto memiliki jalanan yang kuat.

“Jalan dengan rangka besi, lalu di beton. Mungkin sudah melihat di beberapa jalanan Batam,” ungkapnya.

Jalan dengan menggunakan rangka besi serta dicor beton, menurut alumni teknik sipil Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta tersebut sangat kuat dan tahan. “Tapi kekurangnya ada, tak semulus jalan aspal,” imbuhnya.

Mengenai biaya, kata Januarto jalan dengan menggunakan rangka besi ini jauh lebih mahal dibandingkan jalan aspal.

“Bisa dua atau tiga kali biaya pembuatan jalan aspal,” ungkapnya.

“Tapi kalau soal daya tahan dan kekuatan, paling baik jalan ini (jalan menggunakan rangka besi,red),” pungkasnya. (ska/bp)

Disduk Pemko Batam Anggarkan Rp200 Juta untuk Kartu Identitas Anak

0
ilustrasi
ilustrasi

batampos.co.id – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disduk-capil) mengganggrkan dana sebesar Rp200 juta untuk pengadaan blanko Kartu Identitas Anak (KIA) pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2017.

“Tahun depan kita coba untuk 30 ribu anak usia 0-17 tahun kurang satu hari,” kata Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Mardanis, Senin (26/9).

Data Disduk-capil menyebutkan sedikitnya ada 200 ribu warga Batam yang berusia 0-17 tahun kurang satu hari. Nantinya KIA akan dibagi menjadi dua, yang pertama usia 0-5 tahun dan 5- 17 tahun kurang satu hari.

“Yang sudah sekolah pendataan akan bekerjasama dengan pihak sekolah, sedangkan yang belum bisa melalui RT hingga kelurahan,” jelasnya.

KIA sendiri memiliki manfaat yang besar, menurutnya data pada kartu bisa memberikan kemudahan dalam pengurusan beberapa keperluan anak seperti ketika dia berobat, membuat tabungan, sekolah dan lainnya.

Batam sudah siap untuk menjalankan KIA, karena pemcapaian pembuatan Akta lahir anak sudah mencapai 75 persen dari sebelumnya hanya 68 persen.

“Makanya kita siap menjalankan tahun depan, karena capaian Akta lahir kita terus naik,” kata dia.

Sebelumnya Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) telah meresmikan peluncuran perdan KIA di Gorontalo. Kartu ini diharapkan bisa memberikan kemudahan dan anak-anak merasa bangga menjadi warga negara Indonesia. (cr17)

Mayat Tanpa Identitas Ditemukan di Nongsa

0
Warga mengevakuasi mayat pria dari laut Nongsa, Selasa (27/9/2016) petang. Foto: abg/posmetro
Warga mengevakuasi mayat pria dari laut Nongsa, Selasa (27/9/2016) petang. Foto: abg/posmetro

batampos.co.id – Sesosok mayat berjenis kelamin laki-laki ditemukan mengambang di tengah tengah laut, Nongsa, tepatnya di perairan Teluk Mata Ikan, Selasa (27/9/2016) petang.

Mayat laki-laki yang mengenakan celana jens panjang warna gelap dan memakai baju lengan panjang warna hitam itu awalnya dikira warga boneka.

“Iya benar, laporan dari warga, kami beserta tim langsung ke TKP (Tempat Kejadian Perkara),” ujar Kapolsek Nongsa Kompol Dalimunte.

Dijelaskan Dalimunte, awalnya mayat ditemukan oleh Samsul Alang sekitar pukul 17.15 WIB. Pada saat itu Samsul  berniat mencari ikan di tengah laut. Baru saja perahu pancung berjalan kurang lebih 500 meter, mata Samsul tertuju pada sebuah benda yang dikira boneka. Karena penasaran Samsul mendekati benda tersebut. Ternyata sesosok mayat dalam kondisi  terapung dan tengkurap yang Samsul temukan.

Usai memastikan bahwa yang dijumpai itu mayat, Samsul menghubungi rekannya Sarkawi dan Almuhadi untuk segera meminta bantuan.

Akhirnya Sarkawi dan Almuhado memutuskan untuk menuju TKP, membantu membawa mayat ke pinggir pantai.

Mayat korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk dilakukan visum. Untuk sementara identitas belum diketahui. (abg/posmetro)