Selasa, 12 Mei 2026
Beranda blog Halaman 14054

Ketemu Jalan Berlubang, Laporkan ke Pemko Batam

0
Lubang di jalan Kerapu ini mengancam keselamatan pengendara. Foto: Dalil harahap/batampos
Lubang di jalan Kerapu ini mengancam keselamatan pengendara. Foto: Dalil harahap/batampos

batampos.co.id – Pemerintah Kota (Pemko) Batam tengah giat memperbaiki dan memperlebar beberapa titik jalan di Batam. Meski begitu, hingga kini jumlah jalan berlubang di Kota Batam masih banyak.

Jalan berlubang ini diantaranya bisa terlihat di jalan kawasan Bengkong. Beberapa ruas jalan tampak berlubang bahkan ukurannya cukup besar. Para pengendara terutama roda dua pun harus awas menghindari lubang agar tak hilang kendala.

Kondisi yang sama juga bisa dilihat dari jalan Simpang Kalista hingga Simpang Frengki Batamkota. Beberapa ruas jalan umum itu masih terlihat dihias lubang.

Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad mengatakan saat ini Pemko Batam tengah fokus untuk memperbaiki infrastruktur hingga jalan di Batam. Beberapa wilayah seperti Nagoya, Jodoh dan Batamcenter sedang tahap pelebaran dan perbaikan yang hampir selesai.

“Rencana pembangunan kami adalah perbaikan infrastruktur Kota Batam. Dan ini yang kini tengah kita lakukan,” terang Amsakar di Batamcenter.

Dikatakan Amsakar, ia sempat mendengar adanya beberapa ruas jalan yang berlubang. Namun hal itu sudah diatasi sementara dengan menambal lubang.

“Kami sudah perintahkan Dinas Pekerjaan umum (PU) Kota Batam untuk menambal jalan yang berlubang dan itu sudah dilakukan,” jelas Amsakar.

Menurut dia, perbaikan infrastruktur termasuk perioritas dari rencana kerjanya bersama Walikota Batam Muhammad Rudi selama lima tahun kedepan. Namun, perbaikan itu tak bisa dilakukan secara langsung melainkan bertahap. Apalagi anggaran untuk perbaikan infrastruktur dan jalan di Batam sangatlah besar.

“Kalau masih ada jalan berlubang, silahkan lapor ke kita (Pemko). Kita akan segera perbaiki,” pungkas Amsakar. (she/bp)

Penyelundupan di Batam Meningkat Drastis, Berikut Modus-modus Yang Sering Digunakan

0
MV Tourmaline yang diduga melakukan transaksi bahan bakar minyak (BBM) jenis solar secara ilegal di perairan Tanjungpinggir Batam, Kamis (14/4). foto:ist
ilustrasi. foto:ist

batampos.co.id – Kantor Pelayanan Utama (KPU) Bea dan Cukai (BC) Tipe B Batam mencatat peningkatan drastis pada kasus penyelundupan. Hingga pertengahan bulan September 2016, BC telah menindak 241 kasus penyelundupan.

Padahal tahun 2015, BC hanya menindak 182 kasus penyelundupan. Diantaranya, penyelundupan handphone, beras, gula, minuman mengandung etil alkohol (MMEA), serta narkotika.

Kepala Seksi Penindakan KPU BC Batam, Slamet Pramono mengatakan meningkatnya kasus penyelundupan ini disebabkan murahnya harga barang. Selain itu adanya keterbatasan kuota barang.

“Handphone dan laptop harganya jauh murah di Batam dan yang paling sering kita temukan (tangkap). Sehingga menjadi daya tarik penyelundup,” ujar Slamet.

Slamet menjelaskan mayoritas transaksi penyelundupan ini dilakukan di wilayah perairan OPL (out of port limit). Modusnya yaitu penyelundupan dilakukan pukul 00.00-04.00 WIB antara ship to ship (kapal ke kapal) untuk barang seperti beras, dan gula.

Sedangkan, modus penyelundupan handphone serta narkotika mayoritas dilakukan antara kapal menuju speedboat. “Pada saat penyelundupan itu, untuk mengelabui petugas seluruh lampu kapal dimatikan,” terangnya.

Menurutnya, para penyelundup tersebut memiliki alat khusus untuk mendeteksi keberadaan petugas. Ditambah dengan speedboat dengan kecepatan tinggi.

“Penyelundup itu juga memiliki pelacak dan dengan kecepatan tinggi. Jika mereka mendeteksi ada petugas, mereka memilih jalur lain,” tuturnya.

Dia menambahkan dari ratusan kasus yang ditangani, seluruh nahkoda maupun anak buah kapal (ABK) tak mengakui pemilik barang ilegal tersebut.

“Mereka (nahkoda) pasang badan. Dan kasusnya selalu kita proses,” tuturnya.

Slamet mengatakan dalam penindakan kasus penyelundupan ini, pihaknya terkendala jumlah personil dan alat patroli. Dimana, BC hanya memiliki 35 petugas penindakan serta 3 kapal patroli.

“Sementara jalur maupun lokasinya (pelabuhan tikus) sangat banyak. Jadi pengawasan jadi minim,” keluhnya.

Sementara itu, Komandan Pangkalan Utama TNI AL (Danlantamal) IV Lajaamana Pertama (P) TNI, S. Irawan mengaku geram dengan ulah para pelaku penyelundupan. Sebab, dalam sebulan terakhir pihaknya telah menindak 7 penyelundupan di perairan Kepri.

Para tersangka yang ditangkap tersebut kerap memberikan perlawanan kepada petugas. Seperti melarikan diri dan membuang barang bukti ke laut.

“Saya sudah instruksikan, kalau kejahatan di laut dan kekerasan di laut akan tembak di tempat,” tegas Irawan di Mako Lanal Batam, Batuampar, pekan lalu.

Dia menegaskan kepada seluruh pelaku yang berniat melancarkan aksi penyelundupan untuk menghentikan niatnya. Sebab, pihaknya sudah menjaga ketat seluruh jalur penyelundupan tersebut.

“Saya menghimbau pelaku kejahatan untuk menghentikan niatnya,” katanya.

Irawan mengatakan pemberantasan penyelundupan tersebut merupakan atensi utama Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL). Sebab, Kepri yang berbatasan dengan negara tetangga menjadi lokasi utama tujuan barang selundupan.

“Kita bersama stackholder lainnya sudah kompak untuk memberantas penyelundupan ini. Jadi jangan coba-coba,” tegasnya lagi. (opi/koran bp)

Tanpa Claim Tag, Penumpang Malaysia Bisa Dengan Mudahnya Hindari Tuduhan Membawa Narkoba

0
baggage-claim-tag
ilustrtasi

batampos.co.id – Sepanjang tahun 2016, KPU BC Tipe B Batam mencatat telah menindak 55 kasus narkotika dengan barang bukti 12.577 gram sabu, 2160 butir ekstasi, serta 549 butir happy five. Penyelundupan terbanyak melalui pelabuhan Internasional Batamcntre dengan jumlah 45 kasus.

Selanjutnya, penyelundupan melalu Pelabuhan Internasional Harbour Bay 1 kasus dan penyelundupan melalui Bandara Internasional Hang Nadim Batam 9 kasus.

Kepala Seksi Penindakan KPU BC Batam, Slamet Pramono mengatakan penyelundupan narkotika pada tahun 2016 meningkat drastis. Dimana pada tahun 2015, pihaknya hanya menangani 27 kasus.

“Penyelundupan narkotika salah satu menjadi perhatian utama kita. Karena peningkatannya sangat drastis,” ujar Slamet.

Menurutnya, mudahnya penyelundupan narkotika melalui Malaysia karena bagasi penumpang dari negara tersebut tanpa claim tag. Sehingga setiap penumpang dari pelabuhan negara Malaysia bebas membawa barang apapun.

“Jadi tidak adanya claim tag itu memudahkan mereka (penumpang) menitip barang dan jika tertangkap bisa tidak mengakuinya,” tuturnya.

Selain itu, sambung Slamet, modus lainnya dengan memanfaatkan kapal nelayan. Para bandar narkotika bersama nelayan tersebut bertransaksi di wilayah perairan OPL (out of port limit).

“Mereka (nelayan) dimanfaatkan dengan upah yang tinggi. Jadi rata-rata penyelundup itu tanpa rasa menyesal jika ditangkap,” terangnya.

Slamet mengaku pihaknya memilki kendala dalam penindakan penyelundupan melalui pelabuhan resmi. Kendala tersebut diantaranya, penumpang keberatan jika sepatunya dilepas dan diperiksa ke dalam mesin x-ray. Selain itu, penumpang menolak pemeriksaan paspor dan pemeriksaan tubuh secara mendalam.

“Kendala kita juga pada area pelayaran dan dermaga sangat mudah jika diakses oleh umum. Dan setiap harinya rata-rata petugas kita mengawasi 1500 penumpang,” paparnya.

Hal senada juga disampaikan Kasi Penindakan dan Penyidik (P2) KPU Bea dan Cukai Tipe B Batam, Nurhayen. Dia mengatakan dari beberapa kasus yang ditindak, penyelundupan narkotika memanfaatkan kapal nelayan.

“Dari perairan OPL, sang nelayan membawa ke pelabuhan tikus. Sedangkan pelabuhan tikus sangat dan jalurnya sangat banyak. Jadi tidak terpantau satu-persatu,” terangnya.

Menurut Nurhayen, pihaknya kesulitan memberantas penyelundupan narkotika melalui kapal nelayan tersebut. Sebab, di perairan Kepri terdapat ratusan kapal nelayan yang melintas.

“Tak mungkin dilakukan pemeriksaan di tengah laut. Ini yang menjadi kendala kita,” terangnya. (opi/koran bp)

Maling Punya Selera, Hisap Rokok di Rumah yang Dimalingi

0

malingbatampos.co.id – Aksi pembobolan rumah semakin merajalelah di Batuaji. Dalam sehari sampai dua rumah disantrongi maling.

Kejadian terakhir di rumah kontrakan Tika di perumahan Senawangi, Batuaji, Minggu (25/9) pagi sekitar pukul 09.00 WIB. Rumah kediaman wanita 23 tahun itu dibobol dan uang tunai sebesar Rp 4,3 juta miliknya raib digasak maling.

Aksi pembobolan rumah itu terjadi saat Tika sedang ibadah di Gereja. Saat pembobolan terjadi di rumah itu memang ada dua penghuni wanita rekan Tika yang lain. Namun kedua rekannya itu mengaku tak tahu sama sekali kalau kamar Tika dibobol maling.

“Kami ada enam orang di rumah itu. Empat termasuk saya memang keluar pagi tadi, sementara dua teman kami memang ada di rumah itu,” katanya.

Maling diduga masuk membobol kamar kontrakan itu saat dua penghuni rumah masih terlelap tidur. Maling masuk lewat pintu depan yang dalam kondisi tak terkunci kemudian merusak pintu kamar Tika.

“Pulang gereja tengok sudah berantakan kamar saya. Dompet saya berisikan uang Rp 4,3 juta serta KTP dan ATM sudah tak ada lagi,” ujar Tika.

Pelaku diduga cukup lama berada di dalam kamarnya itu sebab dalam kamar Tika itu ditemukan puntung rokok yang diduga milik pelaku. “Masih sempat merokok pula dia di kamar saya, ada puntung rokoknya pak,” kata Tika.

Tidak terima dengan kejadian itu Tika melaporkan ke Mapolsek Batuaji.

Malam sebelumnya, pembobolan juga terjadi di salah satu rumah di perumahan Pandawa, Batuaji sekitar pukul 18.00 WIB. Di rumah kontrakan Feny itu maling berhasil membawa kabur satu unit laptop, kamera dan sejumlah uang tunai milik wanita 24 tahun itu.

“Lagi keluar kami, pulang rumah sudah dibobol orang,” katanya.

Kasus tersebut juga sudah dilaporkan ke Mapolsek Batuaji dengan harapan pihak kepolisian bisa menangkap para pelaku maling yang sudah semakin merajalela tersebut. (eja/koran bp)

Geng Motor Ngamuk, Hanya Gara-gara Korban Balas Ejek

0
Ilustrasi
Ilustrasi

batampos.co.id – Lima orang remaja yang merupakan anggota kelompok geng motor kriminal dibekuk oleh Polsek Sagulung. Mereka dibekuk karena menganiaya Yohanes Sianturi, 25 warga Seilekop, Sagulung belum lama ini.

Kelima pelaku penganiayaan itu masih mendekam di sel tahanan mapolsek Sagulung untuk mempertanggung jawabkan perbuatan mereka itu.

Kanit Reskrim Polsek Sagulung Ipda Elwin membenarkan penangkapan lima pelaku pengeroyokan itu. Mereka ditangkap beberapa saat setelah korban membuat laporan resmi ke Mapolsek Sagulung. “Seminggu yang lalu kejadiannya dan lima tersangka sudah kami amankan,” ujar Elwin.

Kelima tersangka itu diakui Elwin juga merupakan anggota geng motor yang kerap meresahkan masyarakat Batam selama ini.

“Masih banyak komplotan mereka dan masih kami kejar,” ujarnya.

Sementara Yohanes sendiri sempat dirawat di rumah sakit akibat diserang secara babibuta oleh kelompok geng motor itu.

Aksi pengeroyokan sendiri menurut cerita Sandi kakak Yohanes terjadi saat Yohanes sedang menerima telepon di depan kedai kopi dekat tempat tinggalnya. “Malam minggu waktu itu sekitar pukul 02.00 WIB (dini hari),” ujar Sandi.

Saat Yohanes berada di luar kedai kopi, tiba-tiba di jalan depan kedai kopi itu lewat kelompok remaja bersepeda motor. “Ada sekitar 30 motor mereka ada yang bonceng tiga juga,” kata Sandi.

Melihat Yohanes sendirian di pinggir jalan itu, kelompok remaja bersepeda motor itu lantas mengeluarkan kata-kata kotor ke Yohanes dan Yohanes pun membalas ucapan serupa. “Karena adek ini balas maki, mereka semua turun dan langsung mengeroyok adek saya ini,” ujarnya.

Akibat pengeroyokan itu Yohanes sempat kritis karena penuh luka memar disekujur tubuhnya. “Habis wajah adek saya. Banyak yang luka dan bengkak badannya,” kata Sandi.

Usai mengeroyok korban, para pelaku langsung kabur ke arah jalan raya.

Aksi bringas kelompok remaja bersepada motor itu bukan yang pertama kali. Menurut Sandi di sekitar lokasi tempat tinggal mereka itu hampir setiap malam ada saja warga yang jadi korban keganasan kelompok remaja bersepeda motor itu.

“Ada yang malak, nyenggol orang dan pokoknya ada-ada saja ulah mereka. Kalau ditegur melawan mereka,” ujarnya.

Untuk itu dengan kejadian tersebut, Sandi sangat berharap agar pihak kepolisian setempat lebih memperhatikan lagi masalah tersebut.

“Kalau bisa patroli sampai ke pemukiman juga pak. Kalau hanya dijalan raya patrolinya, mereka (kelompok geng motor) main ke perumahan seperti ini,” ujarnya.(eja/koran bp)

Tingkatkan Profesionalisme, Wartawan Wajib Ikut Sertifikasi

0
Side profile of a journalist typing on a typewriter
ilustrasi f. huffingtonpost

batampos.co.id – Ketua Bidang Pendidikan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Marah Sakti Siregar menyatakan, setiap wartawan wajib mengikuti sertifikasi. Hal ini untuk meningkatkan kualitas dan profesionalisme wartawan.

“Setiap anggota PWI wajib memiliki sertifikasi uji kompetensi wartawan (UKW) yang dikeluarkan dewan pers,” ujar Marah, saat penutupan Safari Jurnalistik dan UKW ke-6 di Kantor Pemuda dan Olahraga Batam, kemarin.

Menurutnya, inti dari sertifikasi adalah untuk meningkatkan kesadaran akan hukum dan etika jurnalistik. Banyak wartawan yang sudah bekerja di lapangan belum tersertifikasi dan hanya mengandalkan kemampuan dan skilnya saja.

“Kompetensi bagian dari pendidikan wartawan. Bahkan UKW juga menghindarkan penyalahgunaan profes,” kata Marah.

Ia menambahkan, sebanyak 10 ribuan dari 15 ribuan anggota PWI, sampai saat ini belum memiliki sertifikasi UKW yang dikeluarkan dewan pers. “Yang dinyatakan kompeten baru sekitar 5.800’an wartawan,” sebutnya lagi.

Ke depan, lanjutnya, seluruh anggota PWI ke depan wajib memiliki sertifikasi untuk melakukan tugas jurnalistik. Dalam menciptakan wartawan yang kompeten, PWI Pusat ke depan akan memperbanyak kegiatan ujian kompetensi ini.

“Begitu juga PWI daerah kita harapkan semakin memperbanyak kegiatan UKW ini. Menciptakan wartawan yang kompeten dan berbobot,” pungkasnya. (rng/koran bp)

Ckckck..Baru Seminggu Menumpang Di Rumah Orang, Pria Ini Sudah Cabuli Anak Tetangga

0
Ilustrasi
Ilustrasi

batampos.co.id – Diduga telah mencabuli anak berusia delapan tahun bernama BL warga Perumahan Mangsang Permai, RS akhirnya diseret ke kantor Polisi untuk bertanggung jawab, Minggu (25/9).

Sebelum diserahkan ke polisi, Pria berusia 29 tahun itu juga sempat diarak dan berkali-kali mendapatkan pukulan dari warga setempat karena kesal atas perbuatan yang dilakukannya.

Menurut informasi yang didapatkan Batam Pos (grup batampos.co.id), perbuatan pencabulan tersebut terjadi pada, Kamis (22/9) pagi. Saat itu BL sedang bermain bersama teman-teman sebayanya di jalan komplek perumahan Mangsang Permai di Blok M, dari halaman rumah, RS memperhatikan bocah delapan tahun tersebut.

RS mengaku memanggil BL yang masih duduk di bangku sekolah dasar kelas tiga itu diajak masuk ke dalam rumah. Rumah yang ditempati RS milik rekannya yang tidak jauh dari rumah korban. RS langsung memanfaat kondisi rumah yang masih kosong. “Saya pangku BL dan cium pipinya,” ungakap RS.

Perbuatan biadap itu baru diketahui orangtua korban pada, Sabtu (24/9) saat BL menceritakan kepada orang tuanya. Mendapati cerita itu dari anaknya, sontak ibu korban terkejut, ternyata pria yang melakukan perbuatan itu ternyata baru satu minggu menumpang di rumah tetangganya yang tidak jauh dari rumahnya.

Ibu korban langsung mendatangi rumah tempat RS tinggal. “Dari semalam kami cari-cari dia (RS), tapi dia tidak ada,” ujar paman korban yang enggan namanya dikorankan, saat berada di Mapolsek Seibeduk, Minggu kemarin.

Mendapati informasi bahwa RS sudah pulang, keluarga korban bersama warga ramai-ramai mendatangi RS dan kemudian mengarak keliling perumahan.

“RS sempat membantah telah melakukan perbuatan itu. Tidak ada warga yang percaya,” ungkapnya.

Sementara itu, Kapolsek Seibeduk, AKP Suwitnyo saat dikonfirmasi membenarkan adanya laporan tersebut, RS telah diamankan. “Laporannya sudah kita terima dan warga mengantarkan terduga pelaku ke Polsek. Ini baru dugaan,” kata Suwitnyo.

Suwitnyo mengatakan, di rumah tempat kejadian tersebut RS hanya menumpang tinggal. Saat mengajak BL masuk ke dalam rumah, RS tidak membujuk dengan korban dengan apapun. “Saya sudah tanya kepada korban dan terduga pelaku. Saat ini kita masih melakukan pemeriksaan terhadap korban,” jelas Kapolsek. (cr14/koran bp)

Warnet Bandel Buka Sampai Pagi Ditutup Paksa Tim Gabungan

0
Tim gabungan Kelurahan Belian, Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas), dan Bintara Pembina Desa (Babinsa) melakukan razia warnet dikawasan Botania Batamkota, Sabtu (24/9/2016). Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos
Tim gabungan Kelurahan Belian, Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas), dan Bintara Pembina Desa (Babinsa) melakukan razia warnet dikawasan Botania Batamkota, Sabtu (24/9/2016). Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Tim gabungan Kelurahan Belian, Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas), dan Bintara Pembina Desa (Babinsa) menutup paksa sejumlah warnet di kawasan Kelurahan Belian, Minggu (25/9/2016) dini hari.

Warnet-warnet tersebut ditutup lantaran melanggar Peraturan Wali Kota (Perwako) nomor 3 tahun 2015 tentang waktu operasional warnet.

“Ketentuannya, di hari biasa, batas buka warnet sampai pukul 21.00 WIB. Sementara di hari Sabtu dan Minggu, batas bukanya sampai pukul 22.00 WIB,” kata Lurah Belian, Aditya Guntur.

Beberapa warnet yang ditutup paksa, antara lain, Warnet Monaco di Ruko Pesona Niaga, Zon.net di Botania, Game City dan Revo Net di Batamcentre. Mereka buka hingga tengah malam bahkan berlanjut sampai pagi.

Untuk mengelabui petugas, warnet-warnet tersebut menutup pintunya rapat-rapat. Dari depan, warnet-warnet tersebut seolah-olah tutup. Namun, banyak motor di parkir di halaman warnet tersebut.

Ketika pintu dibuka, benar saja, warnet tersebut dipenuhi remaja. Sebagian besar masih di bawah umur. Mereka masih bersekolah. Dua di antaranya, putus sekolah.

Mereka sedang asyik bermain game komputer. Seorang remaja ditemukan tengah mengakses internet sambil menenggak minuman keras. Botol minuman keras berada di samping layar komputernya.

“Kami amankan anak-anak itu dan mereka dipulangkan setelah mendapat arahan dari Ketua RW setempat,” ujarnya.

Sementara bagi pengelola warnet, tim meminta mereka menulis surat pernyataan untuk tidak mengulangi hal tersebut dan mematuhi Perwako. Tim juga meminta mereka datang ke Kelurahan Belian, hari ini, Senin (26/9/2016) untuk menunjukkan izin usaha mereka.

Aditya mengatakan, pihaknya akan melaporkan warnet-warnet tersebut ke Badan Komunikasi dan Informasi Batam. Bakominfo diharapkan segera menindaklanjuti dengan surat peringatan.

“Tugas kami hanya melaporkan dan kami akan terus memantau warnet-warnet tersebut,” ujarnya.

Razia tim gabungan ini merupakan kali kedua di pekan ini. Sebelumnya, mereka menggelar razia serupa, Selasa (20/9/2016). Dalam operasi tersebut, mereka menemukan anak-anak di bawah umur sedang bermain di dalam warnet.

Lebih mengejutkan, mereka juga menemukan segerombolan anak sedang duduk-duduk di depan ruko kosong di kawasan Botania 1. Anak-anak yang berusia di bawah 16 tahun itu berkumpul sambil menenggak minuman keras.

“Ada sembilan orang yang kami amankan saat itu. Dua di antaranya perempuan,” ujarnya.

Operasi itu berawal dari laporan masyarakat tentang pelajar yang masih berkeliaran di atas pukul 22.00 WIB. Mereka berkumpul di warnet dan seringkali menimbulkan keributan.

“Keamanan di Belian menjadi fokus utama. Kami dari tiga pilar, yaitu pemerintah, Babinsa dan Bhabinkabtim as turun langsung menelusuri apa yang disampaikan masyarakat, ternyata benar adanya,” pungkasnya. (ceu/bp)

Tertipu Undian Berhadiah Mobil Mercedez, Uang Rp 38,5 Juta Raib

0
contoh kupon penipuan. Foto: istimewa
contoh kupon penipuan. Foto: istimewa

batampos.co.id – Watini, 29, warga Kavling Bukit Kemboja Blok N Nomor 156, mengaku tertipu dengan undian berhadiah dari salah satu produk Kopi. Atas kejadian itu uang sebesar Rp 38,5 Juta milinya raib.

Istri dari Surkarni ini tak banyak berbuat apa-apa, ia hanya bisa melapangkan hati dan menenangkan diri setelah kejadian yang menimpa keluarganya.

Watini menceritakan, kejadian itu terjadi pada, Sabtu (16/9/2016) Pukul 09.00 WIB, ketika itu suaminya menemukan lipatan kecil di dekat pintu rumahnya. Karena penasaran lipatan itu pun dibuka. Ternyata setelah dibaca isi di dalamnya adalah sebuah kupon undian berhadiah dari sebauh produk kopi.

“Hadiah yang tertera dalam kupon tersebut adalah, mendapat satu unit mobi Marcedes Benz C – Class,” ujar Watini, Sabtu (24/9/2016).

Dari dalam kupon tersebut tertera sebuah nomor. Watini pun langsung mencoba menghubungi nomor tersebut.

“Awalanya telepon nggak diangkat, lalau beberapa waktu kita ditelepon balik,” ungkap Watini.

Setelah itu, Watini pun diminta untuk mengirimkan uang kepada orang yang mengaku pihak pengundian hadian.

“Katanya kalau mau mobil harus kirim uang untuk balik nama kendaraan, karena mau dikirim ke Batam” ucapnya.

Merasa yakin, watini pun pergi melakukan transaksi uang melalui ATM BRI, Kantor Pos, dan Bank BTN dengan jumlah pengiriman sebesar Rp 38,5 juta.

“Enam kali transfer lewat ATM BRI dua kali, lewat Kantor Pos satu kali dan lewat Bank BTN tiga kali,” kata Watini.

Proses pengiriman dilakukannya sebanyak enak kali dalam dua hari. “Sabtu (16/9) pertama transper Rp 4,7 juta, kedua Rp 5 juta, ketiga Rp 5 juta, keempat Rp 7,8 juta. Senin (18/9/2016). Minggu (18/9/2016)  Rp 5 juta, dan kedua Rp 10 juta,” tutur Watini.

Proses pengiriman uang tersebut berakhir ketika, Watini merasa ada hal yang aneh ia pun langsung berlari ke kantor polisi untuk melaporkan kejadian itu.

“Dia minta uang lagi Rp 4 juta, katanya sudah di bandara Hang Nadim mobilnya, saat saya minta lihat melalui foto dia nggak mau kasih,” terangnya.

Ibu dua anak ini tidak menduga ternyata ia sudah ditipu dan sudah terjadi kepada keluarganya. Padahal keluarganya tidak pernah menipu orang lain.

“Kita selalu baik kepada orang, malah kita yang dapat musibah seperti ini,” kata  Watini.

Kini Watini dan keluargnya tidak memiliki uang sepersenpun atas kejaidn yang menimpa mereka. Uang dan emas miliknya sudah digadai untuk mentranspernya. “Sudah lenyap semuanya,” punkasnya.

Watini berharap kejaian itu bisa menjadi pelajaran bagi keluarganya, kedepan tidak terjadi lagi. “Jangan samapi orang lain bernasib sama dengan kami,” harap Watini. (cr14)

Batam Butuh 33 Puskesmas Baru

0
Puskesmas Keliling milik Dinas Kesehatan Kota Batam siap memberikan layanan kepadamasyarakat yang membutuhkan layaknya Puskesmas umumnya. Foto:  yulitavita/batampos
Batam masih kekurangan 33 Puskesmas, untuk sementara mengatasi kekurangan itu, kini Dinkes Batam dilengkapi Puskesmas Keliling yang siap memberikan layanan kepadamasyarakat yang membutuhkan layaknya Puskesmas umumnya. Foto: yulitavita/batampos

batampos.co.id – Dinas Kesehatan Kota Batam menyatakan saat ini Batam masih butuh puluhan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas). Pasalnya pertambahan penduduk yang tidak sedikit membuat puskesmas yang ada sekarang kewalahan melayani pasien berobat.

“Sekarang kita yang ready baru 17 puskesmas, masih sangat kurang,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Chandra Rizal, Sabtu (23/9/2016).

Idealnya dengan jumlah penduduk yang mencapai 1,2 juta jiwa, seharusnya Batam memiliki 40 lebih Puskesmas.

“Harusnya satu puskesmas itu diperuntukkan bagi 30 ribu penduduk, nah kenyataannya lebih. Misalnya di Batuaji dan Sagulung yang merupakan penduduk terpadat,” sebutnya.

Jumlah Puskesmas yang ada sekarang menurutnya belum maksimal untuk melayani pasien di tingkat pertama. Puskesmas sebagai ujung tombak memiliki fungsi yang sangat dibutuhkan pasien.

“Pelayanan berjenjang, jadi sudah pasti pasien berobat ke Puskesmas dulu, baru dirujuk ke rumah sakit, makanya keberadaan Puskesmas sangat penting,” jelasnya.

Beruntungnya, pemerintah terbantu dengan adanya mobil ambulan keliling yang bisa membantu Puskesmas tetap. Dikatakan dia, saat ini pemerintah baru saja membeli empat mobil ambulan yang akan diberikan kepada empat Puskesmas seperti, Rempangcate, Sekupang, Bulang dan Sagulung.

Untuk tahun ini pemerintah tengah membangun dua puskesmas baru yang berada di Rempangcate dan Kampungjabi, Nongsa. Dia berharap Desember nanti bisa selesai dan difungsikan.

Dia menambahkan pemerintah akan terus melakukan pembangunan puskesmas asalkan lahan yang dibutuhkan tersedia.

“Soal anggaran kita selalu siap, tinggal masalah ketersediaan lahan saja lagi,” pungkasnya.

Ketua komisi IV DPRD Kota Batam Riki Indrakari mengakui Batam kekurangan puskesmas. “Kita memang kekurangan puskesmas. Tetapi yang perlu diperhatikan adalah sebarannya, bukan pada jumlahnya,” katanya.

Menurut Riki, penambahan Puskesmas harus diutamakan di daerah pesisir adn hinterland. Sedangkan di mainland hanya perlu dilakukan peningkatan kualitas pelayanan saja.

“Misalnya di Sekupang ada dua puskesmas berdekatan. Padahal di mainland ini sangat banyak klinik kesehatan yang bisa digunakan warga,” katanya.

Ia mendorong agar pelayanan puskesmas khususnya di pesisir dan hinterland bisa setara dengan pelayanan di rumah sakit tipe B. Di mana selain rawat inap, dokter yang tugas di sana tidak hanya dokter umum saja.

“Kita mendorong agar ada di sana dokter bedah dan dokter spesialis lain. Tetapi ini belum bisa dalam waktu dekat,” katanya.

Anggota fraksi PKS itu berharap agar dinas kesehatan memberikan layanan maksimal di puskesmas. “Jangan sampai ada yang berobat tengah malam tetapi tidak dilayani. Harus siaga 24 jam,” katanya. (cr17)