Sabtu, 9 Mei 2026
Beranda blog Halaman 14056

Kasus Anak Terus Meningkat, Pemerintah Harus Gesa Pembentukan KPPAD Batam

0
(ilustrasi: jawapos)
(ilustrasi: jawapos)

batampos.co.id – Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Provinsi Kepri tengah menggesa pembentukan KPPAD Batam.

Apalagi jumlah kekerasan anak di Batam terus meningkat setiap tahunnya. Bahkan setengah dari kasus kejahatan anak di Kepri terkonsetrasidi Batam.

Komisioner KPPAD Kepri Erry Syahrial mengatakan hingga kini pihaknya tengah menyusun pembentukan KPPAD di Batam.

Hal itu sesuai dengan amanat Perda perlindungan anak di Kota Batam yang baru disahkan beberapa bulan lalu. Dimana pemerintah daerah harus membentuk KPPAD sebagai lembaga yang mengawali jalannya Perda perlindungan anak.

“Amanat dari Perda pelindungan anak di Batam, pemerintah daerah harus membentuk KPPAD sendiri. Untuk mengawal jalannya Perda,” ujar Erry di kantor Walikota Batam.

Menurut dia, di Batam kasus kejahatan pada anak sangat menonjol dibandingkan daerah Kepri lainnya. Diduga itu terjadi karena Batam merupakan daerah urban sekaligus daerah tujuan transit.

“Batam rentan pelanggaran hak anak, sehinggal kasusnya menonjol dibandingkan daerah lainnya. Perbandingan 50 persen untuk Batam,” sebut Erry.

Tak hanya itu, lanjut Erry, belakangan di Batam juga sering terdengar kasus traficking, exploitasi seksual hingga exploitasi pariwisata. Sehingga dengan adanya KPPAD di Batam bisa mengurangi angka kejahatan pada anak dan mengawasi lebih baik lagi.

“Harapan kami KPPAD ini dapat terbentuk 2017 nanti, sehingga pengawasan anak bisa lebih baik,” sebutnya.

Ia juga berharap seluruh stakeholder dapat mendorong percepatan KPPAD Batam. Kedepannya juga ada seleksi untuk komisioner KPPAD Batam.

“Tinggal perwakonya saja. Untuk seleksi komisioner masih belum. KPPAD Batam nantinya juga akan berkoordinasi dengan KPPAD Kepri,” pungkas Erry. (she/koran bp)

Kemenkominfo Bangun BTS di Anambas untuk Buka Akses Komunikasi

0
ilustrasi
ilustrasi

batampos.co.id – Kabupaten Kepulauan Anambas tampaknya sudah masuk daftar perhatian Pemerintah Pusat. Melalui Kemenkominfo, Pemerintah Pusat akan membangun tower Base Transceiver Station untuk kelancaran komunikasi di Anambas.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Kepulauan Anambas Ody Karyadi, mengatakan, pihak Telkomsel sudah melakukan survey ke beberapa desa untuk dibangun tower dan saat ini akan digesa untuk seluruh desa di Kabupaten Kepulauan Anambas.

Ody mengakui, Telkomsel telah bekerjasama dengan Kementrian Kominfo untuk menjalankan program Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo.

“Kemarin (Rabu 14/09) Telkomsel datang meminta blank spot area (daerah yang belum terakses) untuk menyurvei titik-titik yang layak dibangun BTS,” ungkap Ody kepada wartawan Kamis (15/9).

Sesuai arahan Presiden Jokowi, Anambas dan Natuna diprioritaskan agar semua bisa terakses. Semua tower dari pemda akan diambil alih oleh Telkomsel untuk di upgrade lagi agar kapasitasnya semakin maksimal.

Titik-titik dimana didirikannya satu unit tower BTS tergantung hasil survey, dengan kuota pengguna berkisar 300 kepala keluarga (KK). Pihaknya juga telah mendorong Telkomsel agar 52 desa yang ada di Anambas dibangun BTS.

“Kita sudah dorong Telkomsel untuk membangun BTS di seluruh desa di Anambas ini, tetapi syaratnya penduduk di desa itu harus ada 300 KK. Untuk kapasitas akan ditingkatkan secara menyeluruh 3G,” terangnya.

Ody menjelaskan, Anambas tidak hanya mendapat pembangunan BTS, Kemenkominfo juga menyalurkan paket internet untuk sekolah yang berada di Kabupaten Kepulauan Anambas.

“Kita juga dapat bantuan 19 titik paket internet untuk sekolah, saat ini Kemen Kominfo lagi mengerjakan itu. Ini harus kita
apresiasi, karena wilayah Kepri ini, hanya Anambas yang dapat program itu. Jika semua sudah kelar, kita akan teleconference dengan guru-guru. Kami juga sudah beroordinasi dengan Dinas Pendidikan dan pihak kecamatan agar pembangunan paket internet itu difasilitasi,” tegasnya.

Tidak terpungkiri, Anambas merupakan Pulau Terluar dan Terdepan Bagian Barat wilayah Indonesia. Beberapa aksespun masih terbatas dan sulit dirasakan oleh masyarakat. (sya/bpos)

Lokalisasi Ini Sudah Beroperasi Selama 17 Tahun, Sewa Kamar Cuma Rp 10 Ribu

0
Copyright:Rezza Herdiyanto
Copyright:Rezza Herdiyanto

batampos.co.id – Lokalisasi di Ruko Maritim, Jodoh atau yang dikenal dengan lokalisasi belakang BCA sudah beroperasi sejak tahun 1999. Di lokasi tersebut diperkirakan terdapat puluhan PSK.

Anton, salah seorang pengunjung mengaku sering mendatangi lokalisasi tersebut. Ia memboking wanita dengan tarif Rp 70-100 ribu.

“Harga tergantung permintaan si cewek. Tapi bisa ditawar juga,” ujar Anton di kawasan lokalisasi.

Dia mengaku setiap malamnya para PSK itu menjajakan diri di depan ruko dan memanggil setiap pengunjung yang melintas. Biasanya, pekerja ini ramai pada malam Minggu.

“Malam Minggu ramai. Kadang ada yang baru juga,” terangnya.

Sementara itu, dari pengakuan As, salah seorang PSK yang diamankan mengaku sudah melakoni pekerjaan tersebut selama sebulan. Ia menyewa kamar dengan harga Rp 10 ribu per pelanggan.

“Bayarnya (sewa tempat) sama orang di sana (oknum preman). Kalau ada pelanggan baru bayar,” ujarnya.

Menurutnya, setiap wanita bebas mencari pelanggan di lokasi tersebut. Termasuk menginap atau ngekos.

“Bebas aja. Tapi sebelum petugas datang, sudah banyak yang pergi,” paparnya.

Camat Batuampar, Leo Putra mengaku tak mengetahui pemilik maupun pengelola ruko tersebut. Hanya saja, praktik prostitusi di lokasi itu sudah berlangsung selama 17 tahun.

“Sudah sangat lama prostitusi di sana (belakang BCA). Siapa yang punya juga tidak tau,” ujarnya.

Menurutnya, beberapa tahun belakangan ruko itu Terbengkalai. Sehingga dimanfaatkan sejumlah oknum untuk mengutip bayaran dari para PSK.

“Karena terbengkalai dimanfaatkan (praktik prostitusi). Dan dibuat skat-skat,” pungkasnya. (opi/koran bp)

Lokalisasi Jodoh Dirobohkan Tim Gabungan

0
Copyright:Rezza Herdiyanto
Copyright:Rezza Herdiyanto

batampos.co.id – Tim gabungan yang terdiri dari polisi, TNI dan Satpol PP menertibkan lokalisasi di Ruko Maritim Jodoh atau yang dikenal dengan lokalisasi belakang BCA, Rabu (14/9) malam.

Di lokasi, petugas membongkar ruko yang dijadikan kamar bagi para pekerja seks komersial (PSK) untuk melayani pelanggannya.

Selain membongkar kamar, petugas mengamankan barang bukti berupa belasan kasur. Sayangnya, tim hanya mengamankan 5 PSK dan 3 pria hidung belang.

Pantauan Batam Pos, dalam penertiban itu, tak satupun PSK yang terlihat menjajakan diri di lokasi. Hanya ditemukan ratusan alat kontrasepsi di tempat sampah. Padahal, setiap hari para wanita tersebut kerap “mangkal” di jalan maupun di depan ruko.

“Lokasi ini diduga digunakan untuk tempat prostitusi terselubung,” ujar Wakapolresta Barelang, AKBP Hengki di lokasi.

Hengki menjelaskan dalam penertiban itu pihaknya membongkar 5 ruko yang diduga dijadikan kamar untuk PSK. Di dalam ruko itu disekat menggunakan triplek.

“Kita bongkar kamar-kamar kecil yang diskat tersebut. Agar paraktek ini tidak terulang lagi,” tegasnya.

Dia menegaskan pihaknya masih melakukan penyelidikan terhadap pengelola dan pemilik bangunan tersebut. Diduga, oknum ini mendapatkan bayaran dari para PSK.

“Pemiliknya masih kita dalami. Kita koordinasi melalui camat dan lurah dalam izin mendirikan bangunan itu,” terangnya.

Seperti diketahui, kawasan lokalisasi Jodoh kerap terjadi tindakan kriminitas seperti penikaman dan pembunuhan. Bahkan, setiap malamnya lokasi tersebut dijadikan tongkrongan sejumlah preman

Selain itu, di kawasan Jodoh banyak ditemukan pedagang kaki lima (PKL) yang menjual minuman keras (miras). Minuman ini dijual secara bebas.

“Penertiban ini akan berlanjut. Dan ini sebagai bentuk antisipasi kita terhadap aksi kriminalitas dan penjualan miras,” tutur Hengki.

Dia menegaskan untuk mengantisipasi kembalinya praktik prostitusi tersebut, pihaknya akan meningkatkan patroli. Dia juga menghimbau kepada masyarakat sekitar untuk menjaga keamanan.

“Peran masyarakat sangat penting untuk menjaga kemanan. Jika ada hal yang mencurigakan langsung laporkan ke kita,” katanya.

Lebih lanjut, kata Hengki, seluruh barang bukti dan orang yang diamankan akan di data di Mako Satpol PP. “Jika ke depannya masih ditemukan, orang ini akan kita amankan,” tegasnya. (opi/koran bp)

Musim Pancaroba, Hasil Tangkapan Nelayan Berkurang

0
Nelayan. foto:dok
Nelayan. foto:dok

batampos.co.id – Pergantian musim yang sedang terjadi membuat hasil tangkapan nelayan pesisir Kabupaten Lingga berkurang. Angin ribut yang selalu terjadi, membuat nelayan enggan turun melaut.

Informasi yang diperoleh koran Batam Pos, sejak sepekan terakhir, cuaca di Lingga tak menentu. Dipenghujung angin laut musim selatan, selalu terjadi angin ribut dari arah mata angin barat.

Salah seorang nelayan tradisonal di Desa Batu Belubang, Juy mengatakan kondisi musim pancaroba yang sedang terjadi membuat hasil tangkapan nelayan drastis menurun. “Bulan-bulan ini, hasil kita menurun sekali. Apalagi musim yang sekarang tidak menentu. Di laut, bisa saja tiba-tiba turun ribut,” ungkapnya, Kamis (15/9).

Akibatnya, aktivitas nelayan tradisonal yang menggunakan sampan dan pompong kecil terganggu. Meski Desa Batu Belubang, Senayang, Lingga, terkenal sebagai surganya ikan dari hasil bubu (perangkap ikan), tetapi sejak sebulan terakhir cuaca yang tidak menentu dikatakan Juy hasil nelayan hanya sedikit jika dibandingkan musim-musim sebelumnya.

“Biasanya setelah musim selatan ini, akan berganti hulu barat. Harusnya, bulan-bulan ini sudah bagus,” ungkap Juy yang sudah terbiasa menggunakan pengetahuan tradisional masyarakat pesisir Lingga.

Sementara itu, Stasiun Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dabo Singkep, merilis perkiraan cuaca dalam akun facebooknya mengatakan perkiraan cuaca tanggal 15 September 2016 sampai 16 September 2016, perairan Lingga berada pada arah angin Tenggara dan Selatan dengan kecepatan angin 5-27 Km/jam dengan cuaca hujan ringan. Sementara gelombang pada tinggi 0,1 meter hingga 0,7 meter dengan arus permukaan 5-25 cm/detik. (mhb/bpos)

Wajah 4 Begal yang Dibekuk Polisi di Batam, 7 Masih Buron

0
Inilah wajah empat dari 11 komplotan begal yang berhasil diamankan oleh Buser Polsek Batam Kota, Kamis (15/9/2016) dini hari dari berbagai lokasi di Batam. Foto: istimewa
Inilah wajah empat dari 11 komplotan begal yang berhasil diamankan oleh Buser Polsek Batam Kota, Kamis (15/9/2016) dini hari dari berbagai lokasi di Batam. Foto: istimewa

batampos.co.id – Jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Batamkota berhasil mengamankan empat orang pelaku tindak pidana pencurian dengan kekerasan (Curas) alias begal pada Kamis (15/9/2016) pukul 02.00 WIB dini hari.

Satu dari empat orang pelaku ini masih dibawah. Dia adalah MF (15), sisanya sudah dewasa, masing-masing Amran Pasaribu (19), Baltazar Lando Domaking (19) dan Aditya Damara alias Adit (20).

Peran masing-masing pelaku yang diamankan ini berbeda-beda. Amran berperan membawa pedang dan memukul korban dengan pedangi, lalu mengambil barang milik korban.

Sementara ketiga pelaku MF, Baltazar, dan Adit berperan memukul korbannya hingga tak berdaya.

Saat ini jajaran Polsek Batamkota masih terus melakukan pengejaran terhadap tujuh orang pelaku lainnya.

“Mereka sebelas orang, yang sisanya sebanyak tujuh orang masih dalam pengejaran atau DPO,” ungkap Kapolsek Batamkota Kompol Arwin, Jumat (16/9/2016).

Arwin menjelaskan kronologi penangkapan ini bermula dari pihaknya mendapatkan dua laporan polisi dalam waktu satu hari yang masing-masing terjadi di jalan raya depan Hotel 01 sekitar pukul 02.30 WIB dan di pasar Mega Legenda sekitar pukul 02.15 WIB.

Setelah pihaknya mendapatkan laporan tersebut, unit buser Polsek Batamkota langsung melakukan penyelidikan, hingga akhirnya mendapatkan informasi bahwa salah satu pelaku begal berada di daerah Bengkong.

“Kita dapat informasi dari masyarakat, bahwa salah satu pelaku berada di Bengkong. Kemudian dilakukan penyelidikan dan berhasil menangkap Amran,” katanya.

Setelah berhasil melakukan penangkapan terhadap Amran, kemudian unit buser langsung melakukan pengembangan terhadap Amran, hingga akhirnya kembali mengamankan Adit yang saat itu berada di warnet.

“Setelah mengamankan dua pelaku ini, kita mendaptkan keterangan bahwa salah satu tersangka yang saat itu berada di Mediterania juga ikut melakukan aksinya, langsung ditangkap dan terakhir kita tangkap MF,” lanjutnya.

Pada saat melakukan penangkapan, buser Polsek Batamkota terpaksa menembak kaki Amran, karena mencoba melarikan diri pada saat ditangkap.

Selain mengamankan tersangka, polisi juga mengamankan barang bukti berupa:

  1. Satu unit sepeda motor Yamaha Vega BP 2192 DO,
  2. Sebilah pedang,
  3. Satu buah tongkat pemukul bisball,
  4. Empat unit handphone berbagai merek, dan
  5. satu unit tablet merek Asus warna putih.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat pasal 170 tentang kejahatan ketertiban umum dan pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan, diancam pidana selama sembilan tahun.

“Langkah selanjutnya, kita akan melakukan koordinasi dengan pihak Bapas dikarenakan salah satu tersangka masih dibawah umur dan melakukan pencarian dan penangkapan terhadap tersangka yang masih DPO,” pungkasnya. (egg)

Soal Perawatan Jalan dan Jembatan BP Batam Gandeng Kementerian PUPR

0
Kepala BP Batam Hatanto Reksodipoetro (kanan) berjabat tangan dengan Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR Hadianto W. Husaini di Nongsa Point Marina (NPM) Resort, Kamis (15/9).
Kepala BP Batam Hatanto Reksodipoetro (kanan) berjabat tangan dengan Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR Hadianto W. Husaini di Nongsa Point Marina (NPM) Resort, Kamis (15/9).

Kepala BP Batam Hatanto Reksodipoetro dengan Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR Hadianto W. Husaini menandatangai nota kesepahaman terkait penggunaan, pemeliharaan, pembangunan aset jalan nasional dan jembatan Barelang. MoU antara keduanya ditandatangani di Nongsa Point Marina (NPM) Resort, Kamis (15/9).

“MoU ini adalah bagian dari upaya pencapain hasil dan target baru Batam. Kami ingin terus meningkatkan kualitas Batam agar menjadi kawasan berdaya saing di antara kawasan sejenis di kawasan asia pasifik,” ujar Hatanto Reksodipoetro.

Kualitas dan pertumbuhan jalan di Batam menjadi salah satu prioritas BP Batam. Karena salah satu aset yang dianggap mampu mendukung pertumbuhan investasi di Batam adalah jalan, terutama yang menuju ke pelabuhan.

BP Batam memprediksi, arus lalu lintas menuju Pelabuhan akan semakin tinggi setiap tahunnya. Karena itu, volume penggunaan jalan nasional yang menuju pelabuhan penyeberangan juga akan meningkat seiring dengan kebutuhan jasa pelabuhan.

“Progres pertumbuhan Batam sangat tinggi. Karena itu selama beberapa tahun kedepan jalan akan menjadi prioritas tinggi,” ungkapnya.

Melihat potensi kebutuhan tersebut, BP Batam menargetkan pertumbuhan jalan sebesar 25 persen. Dia berharap dengan MoU tersebut, target tersebut bsia dikejar. Dengan demikian, Batam akan mampu menjadi kawasan yang berdaya saing.

“Perlu adanya relevansi upaya yang dilakukan untuk menjadikan Batam menjadi kawasan berdaya saing tinggi,” imbuhnya.

Dia juga berharap, kerjasama antara BP Batam dan Kemen PU-Pera tak hanya sebatas jalan. Dia juga akan mencanangkan kerjasama untuk  membangun rumah rakyat diatas lahan yang akan disediakan BP Batam. Rencananya rumah rakyat ayng dibangun adalah hunian vertikal.

“Kedepan paradigma pembangunan perumahan akan secara vertikal demi mendukung nawacita pemerintah pust untuk kesejahteraan rakyat,” paparnya.

Sementara itu Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR Hadianto W. Husaini mengatakan bahwa MoU ini adalah bentuk realisasi gotong royong sebagai ujung tombak menghadapi daya saing di kawasan asia pasifik.

“Memang langkah baiknya adalah mempererat hubungan antara kementrian dengan BP Batam,” ujarnya.

Kementerian PU-Pera sangat antusias untuk membantu BP Batam meningkatkan kapasitas Batam dalam rangka peningkatan daya saing kawasan. Salah satunya adalah dengan membangun infrastruktur modern, seperti kelistrikan, pelabuhan dan jalan.

Kementerian PU-Pera memiliki badan pengembangan infrastruktur wilayah. Badan tersebut bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan nilai tambah Batam. Dukungan juga diberikan dengan membangun flyover di simpang jam dan kedepan flyover Simpang Kabil

“Yang penting, untuk meningkatkan daya saing Batam, perlu sinergitas antara Pemerintah Daerah  dan BP Batam, terutama untuk saling pembangunan,” tuturnya.

Angkut Pelajar Pulang-Pergi, Isi Pompong Kerap Lebihi Kapasitas

0
Orangtua Cemas Isi Pompong Melebihi Kapasitas
Orangtua Cemas Isi Pompong Melebihi Kapasitas

batampos.co.id – Orangtua pelajar warga Kampung Tua Tiang Wangkang yang terletak pada pada bagian selatan pulau Batam, kerap merasa cemas dengan anak mereka.

Pasalnya pompong tumpangan sekolah melebihi kapasitas. Akibatnya anak-anak kerap bersempitan di dalam pompong.

Pompong yang dimiliki warga Tiang Wangkang berukuran 7 GT. idealnya para penumpang sebanyak 80 orang. Pada kenyataanya pompong tersebut terpaksa ditumpangi lebih dari 100 orang.

“Pompong hanya satu milik sekolah SDN 09 Pulau Panjang. Pompong sudah digunakan dua tahun, dibeli seken dan sudah tiga kali diganti,” Ujar Silas tekong pompong warga Kampung Tua Tiang Wangkang, kepada Batam Pos, Kamis (15/9).

Menurutnya, armada (pompong, red) antar jemput anak sekolah seharusnya dua, selain bisa utuk menguragi beban muatan, juga untuk cadangan jika terjadi kerusakan pada kapal satunya lagi.

“Pernah tidak sekolah sebulan karena pompong rusak,” ungkap Silas.

Selain itu, para pelajar juga kerap tidak masuk sekolah apa bila ketinggalan pompong.

“Pompong satu, berangkat pukul 07.30 WIB, yang telat tidak dapat sekolah lagi,” kata Silas.

Lanjut Silas, apa lagi kalau sudah cuaca buruk, yakni hujan pompong sedikit lama berangkat karena gelombang ombak kencang.

“Tenda sudah koyak, pompong sudah lama, jadi tidak berani berlayar,” ucap Silas.

Warga mengaku sangat berharap kepada pemerintah agar dapat memberikan armada untuk warga Tiang Wangkang agar akses menuju sekolah dan akases berpergian warga hinterland bisa menjadi normal. (cr14)

Tiga Tersangka Penyaluran Dana Bansos Batam Diperiksa Kembali

0
Rustam Sinaga, pengurus PS Batam usai dimintai keterangan penyidik Kejati Kepri terkait dana Bansos Batam. Foto: osias/batampos
Rustam Sinaga, pengurus PS Batam usai dimintai keterangan penyidik Kejati Kepri terkait dana Bansos Batam. Foto: osias/batampos

batampos.co.id – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepri melakukan pemeriksaan tambahan kepada tiga orang tersangka dugaan kasus korupsi dana Bansos Pemko Batam tahun anggaran 2011-2012, Kamis (15/9). Mereka dari pihak penyalur insentif guru Taman Pendidikan Quran.

Ketiga tersangka yang diperiksa yakni Junaidi, yang saat itu menjabat sebagai Sekretaris Bappeda Pemko Batam. Kemudian, Jamiat, Ketua Badan Musyawarah Guru (BMG)TPQ Kota Batam. Selanjutnya ada Abdul Samad, mantan Kasubbag Kesra Pemko Batam.

Asisten tindak pidana khusus (Aspidsus) Kejati Kepri, N Rahmat, mengatakan pemeriksaan kembali terhadap para tersangka tersebut dilakukan pihaknya guna melengkapi berkas berita acara pemeriksaan.

“Iya untuk melengkapi berkas saja. Sama yang dari PS Batam juga sebelumnya sudah kami lakukan pemeriksaan tambahan,” ujar Rahmat.

Dikatakan Rahmat, nantinya setelah berkas berita acara pemeriksaan (BAP) lengkap, para tersangka akan di limpahkan ke Jaksa Penuntutan untuk diteliti kembali sebelum akhirnya dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor untuk disidangkan.

“Yang saat ini kami sedang bekerja. Jika selesai secepatnya akan kami limpahkan ke Pengadilan untuk disidangkan,” kata Rahmat.

Terpisah, kuasa hukum tiga tersangka penyalur insentif guru TPQ dari kasus Bansos Batam, Syam Daeng Rani, membenarkan kliennya diperiksa kembali oleh tim penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Kepri.

“Iya klien kami hanya menjelaskan harta kekayaan yang diminta kepada penyidik. Biasalah hanya pemeriksaan tambahan saja,” ucap Daeng singkat.(ias/bpos)

Selundupkan Sembako dari Luar, TNI AL Tangkap Kapal di Pulau Galang

0
Personil Lantamal IV Tanjungpinang memeriksa barang muatan kapal KM Sinar Baru yang Diamankan karena membawa sembako Ilegal. Foto: Dispen Lantamal IV untuk Batam Pos.
Personil Lantamal IV Tanjungpinang memeriksa barang muatan kapal KM Sinar Baru yang Diamankan karena membawa sembako Ilegal. Foto: Dispen Lantamal IV untuk Batam Pos.

batampos.co.id – Tim Western Fleet Quick Response (WFQR) Lantamal IV Tanjungpinang, kembali menggagalkan upaya penyelundupan sembako ilegal yang di muat oleh kapal KM Sinar Baru, pada Rabu (14/9), sekitar pukul 22.40 WIB, di perairan Tanjung Koko, Pulau Galang.

KM Sinar Baru GT 15 berlayar dari Pelabuhan Hasim jembatan Enam dengan tujuan Dabo Singkep. Kapal tersebut diketahui milik pengusaha berinisial MS, yang dinahkodai E dengan ABK sebanyak empat orang.

Dari hasil pemeriksaan kapal tersebut bermuatan minuman beralkohol produksi Singapura sebanyak 2.300 kaleng, minuman beralkohol produksi Malaysia sebanyak 1.400 kaleng, Susu kental produksi Malaysia, tabung gas LPG 12 Kg sebanyak 100 tabung, beras 120 karung, rokok tanpa cukai sebanyak 11 bal, makanan ringan berbagai merek produksi Malaysia sebanyak 30 dus, menggoreng isi 4,8 liter sebanyak 700 jerigen. Dari pengakuan nahkoda, barang muatan adalah milik AY.

“KM Sinar Baru yang kami tangkap kemarin malam tersebut merupakan target operasi dari tim WFQR Lantamal IV, dan diduga ada sindikat penyelundupan sembako dari luar negeri yang menggunakan kapal dengan GT besar kemudian dipindahkan ke kapal-kapal dengan GT lebih kecil di tengah laut untuk selanjutnya akan didistribusikan melalui pelabuhan tikus yang ada di wilayah Kepri,” ujar Komandan Lantamal IV Tanjungpinang, Laksamana Pertama TNI S Irawan.

Dikatakan Irawan, modus yang digunakan mereka adalah dengan memodifikasi kapal-kapal penangkap ikan untuk mengangkut sembako ilegal. Selain itu untuk mengelabui petugas, mereka mengemas minuman beralkohol dengan kardus makan ringan. Namun dengan kejelian tim WFQR di lapangan dapat mengungkap dan menangkap pelaku berikut barang bukti tindak kejahatan tersebut.

“Kami akan terus mendalami dan mengembangkan hasil operasi ini, tim WFQR Lantamal IV tidak akan pernah berhenti memburu para pelaku kejahatan di perairan Kepri baik yang terlibat tindak kejahatan illegal fishing, perompakan, penyelundupan TKI, penyelundupan sembako, peredaran narkoba dan berbagai tindak kejahatan lainnya,” tegas Danlantamal IV.

Selain bermuatan sembako ilegal, KM Sinar Baru, jelas Danlantamal, juga tidak dilengkapi dengan Surat Perintah Berlayar (SPB), daftar ABK serta daftar manifest barang yang di muat juga tidak ada. Ditambahkannya, setelah dilakukan pendataan terhadap muatan kapal dengan di saksikan oleh kru kapal dan demi keamanan. Barang muatan kapal tersebut di pindahkan dari kapal ke gudang Mako Lantamal IV Tanjungpinang.

“Guna pengembangan dan proses hukum lebih lanjut, KM Sinar Baru beserta seluruh ABK dibawah pengawalan tim WFQR Lantamal IV dibawa dan diamankan di dermaga Yos Sudarso Mako Lantamal IV,”pungkas Irawan.(ias/bpos)