Kamis, 23 April 2026
Beranda blog Halaman 14065

LAZ Masjid Jabal Arafah Bagikan Sembako Gratis Untuk Kaum Dhuafa dan Lansia

0
Pengurus Lembaga Amil Zakat (LAZ) Masjid Jabal Arafah saat membagikan sembako gratis kepada warga Kampung Tua Batu Besar. Foto: Ist
Pengurus Lembaga Amil Zakat (LAZ) Masjid Jabal Arafah saat membagikan sembako gratis kepada warga Kampung Tua Batu Besar. Foto: Ist

batampos.co.id – Lembaga Amil Zakat (LAZ) Masjid Jabal Arafah melakukan kegiatan program Sembako Gratis Batam Peduli pada Minggu (5/6) lalu, sehari jelang Ramadan 1437 H.

Pemberian 120 paket sembako gratis ini, dilaksanakan di tiga kampung tua, yaitu 60 paket untuk warga Kampung Tua Batu Besar Kampung Tengah dan sekitarnya, 50 paket untuk Kampung Tua Tanjung Riau kawasan industri dan 10 paket untuk warga di Kampung Tua Seitering. Total donasi yang disalurkan dalam bentuk sembako gratis adalah Rp 12 juta.

Penyerahan secara simbolis dilakukan di Mushalla Baitul Jannah Kampung Tua Batu Besar didahului acara makan bersama dengan perangkat RT/RW setempat. Program pembagian sembako gratis jelang Ramadan ini sudah dijalankan LAZ Masjid Jabal Arafah dalam dua tahun ini dengan spirit untuk berbagi kegembiraan bersama kaum dhuafa menjelang datangnya bulan suci Ramadan.

“Sudah menjadi komitmen pengurus LAZ Masjid Jabal Arafah untuk meringankan dan berbagi keceriaan, kegembiraan bersama warga dhuafa, lansia, maupun jompo dalam menyambut kedatangan bulan suci Ramadhan 1437 H, yaitu melalui pembagian sembako gratis ini,” ujar Bendahara LAZ Masjid Jabal Arafah, Sudyanto SE.

Ditambahkan Nur Ali Novia, Sekretaris LAZ Jabal Arafah, selain kegiatan pembagian sembako gratis, selama bulan Ramadan ini, LAZ Jabal Arafah juga telah menyediakan konter penerimaan zakat fitrah di beberapa titik yang tersebar di seluruh kota Batam untuk memudahkan para donatur membayarkan zakat fitrahnya.

Diantaranya, sebut Ali berada di Kantor Badan Pengusahaan Batam (Otorita Batam), RSUD Embung Fatimah, RS Harapan Bunda, Nagoya Hill Mall, Avava Mall, BCS Mall, Top 100 Penuin, Ramayana, Kepri Mall, Khazanah Plaza, Fanindo Batu Aji, Plaza Botania, Pelabuhan Nongsa Pura dan Panbil Mall.

Tahun lalu LAZ Masjid Jabal Arafah menyalurkan zakat fitrah sebesar Rp 184 juta dengan potensi penerimaan zakat fitrah di 9 titik selain di masjid Jabal Arafah.

“Untuk tahun ini kami targetkan ada peningkatan penerimaan zakat fitrah melalui LAZ Jabal Arafah. Kami berdoa supaya target penyaluran zakat fitrah mencapai Rp 400 juta,” kata Ali.

Pihaknya terus berupaya melakukan pendataan bagi para penerima zakat. LAZ Masjid Jabal Arafah juga menerima permohonan para penerima zakat. Namun tetap akan dilakukan survei terlebih dulu.

Ali juga mengucapkan rasa terimakasihnya mewakili pengurus LAZ Jabal Arafah kepada para donatur yang telah mengamanahkan donasi zakat, infak dan sedekahnya ke LAZ Masjid Jabal Arafah sehingga semakin besar dirasakan manfaatnya bagi umat.

“Kami juga membuka pintu dan berbagi kepedulian di bulan mulia ini untuk ikut serta berbagi dan berdonasi,” katanya. (umy)

Gubernur: Putra-Putri Hakka Harus Pegang Teguh 4 Pilar Kebangsaan

0
Gubernur Kepri Nurdin Basirun membuka konfrensi Putra Putri Hakka Indonesia, Kamis (9/6). foto:humas pemprov
Gubernur Kepri Nurdin Basirun membuka konfrensi Putra Putri Hakka Indonesia, Kamis (9/6). foto:humas pemprov

batampos.co.id – Gubernur Kepulauan Riau, Nurdin Basirun meminta para putra-putri Hakka untuk memegang teguh 4 pilar kebangsaan dalam berkegiatan, baik dalam bisa organisasi maupun dalam bidang usaha.

Hal itu disampaikan Nurdin sebelum membuka secara resmi Konferensi Putra-Putri Hakka Indonesia ke-3, Kamis (9/6) di Hotel Swissbell, Batam.

“Kita sudah mempunyai landasan berbangsa dan bernegara, hal itu saja yang dihayati dan dilaksanakan oleh Putra-Putri Hakka. Yakni 4 pilar Kebangsaan: Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinika Tunggal Ika. Empat pilar ini harus dipertahankan dengan cara mengisi peradaban.
Tidak sulit sebenarnya kalau memang berniat memegang teguh keempat pilar kebangsaan tadi,” ungkap Nurdin.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua Hakka Pusat Edi Kusuma, Pembina Hakka Provinsi Kepri Abidin Hasibuan, Ketua Hakka Kepri Bobby Jayanto, Ketua Hakka Batam Hox Sin, dan Danlantamal.

Nurdin yakin dengan memegang teguh 4 Pilar Kebangaan sebagai genarasi penerus Putra-Putri Hakka bisa menghadapi berbagaman terhadap Indonesia mulai maupun Kepri, dari perubahan politik, meningkatnya harga barang kebutuhan hingga lunturnya nilai kebangsaan.

“Saya punya harapan besar pada Putra-Putri Hakka dalam membangun negeri ini. Karena perubahan besar itu dimulai oleh generasi muda, termasuk sejarah bangsa ini. Maka itu pegang 4 pilar kebangsaan serta pupuk terus kebersamaan. Karena itu modal dasar dalam membangun Kepri. Lihat dan pelajarilah, potensi apa saja yang bisa digarap untuk Kepri lebih baik ke depan,” pinta Nurdin.

Nurdin juga menjamin, sebagai pemerintah, dirinya siap bekerjasama dan menjaga kebersamaan dengan suku apa saja asal untuk kemajuan Kepulauan Riau. Apalagi dengan etnis Thionghoa yang dikenal Nurdin mempunyai etos kerja tinggi, kejujuran, dan kerja keras.

“Hakka wajib menolong dan membantu Saya dalam membangun Kepri ini. Persaingan sangat ketat kalau tidak ada kebersamaan antara Pemerintah dan masyarakat, dipastikan tidak akan bisa memanfaaatkan potensi daerah dengan baik. Tidak akan ada kemajuan daerah tersebut,” jelas Nurdin.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua Hakka Pusat, Edi Kusuma mengatakan Konferensi Putra-Putri Hakka dilaksanakan untuk menjaga kebersamaan dan memberikan kontribusi untuk Hakka dan Indonesia, termasuk untuk daerah dimana ada organisasi Hakka berdiri.

Edi juga menyampaikan beberapa rencana Hakka untuk generasi mudanya, diantaranya akan ada Duta Hakka untuk berkeliling Indonesia melihat potensi ekonomi dan budaya untuk kemudian dijadikan peluang usaha.

“Tidak itu saja, kami juga punya rencana untuk membuka kesempatan kepada Putra-Putri Hakka untuk mengajarkan Bahasa Indonesia kepada anggota Hakka yang belum menguasai Bahasa Indonesia,” katanya.

Sementara itu, Ketua Hakka Provinsi Kepri, Bobby Jayanto mengatakan sangat optimis pada Putra-Putri Hakka untuk memberikan kontribusi bagi Kepri. Menurutnya, hal itu sudah terbukti selama ini, yakni salah satunya terpilihnya Ketua DPRD dari Hakka, yang pertama di Kepri dan juga Indonesia.

“Apalagi kalau kebersamaan makin diperkuat. Saya yakin kita semakin bisa memajukan daerah di mana kita berada,” tegasnya.

Konferensi Putra-Putri Hakka dihadiri 35 daerah dari 56 Kabupaten/Kota. Saat ini tercatat ada sekitar 8 juta etnis Tionghoa yang tergabung dalam Hakka.(jpg/bpos)

Pesawat TNI Tergelincir Berhasil Dievakuasi, Penerbangan di Hang Nadim Kembali Normal

0
Pesawat TNI yang tergelincir di Bandara Hang Nadim Batam, Jumat (10/6/2016) pagi berhasil dievakuasi. Penerbangan di Hang Nadim kembali normal. Foto: Agus Siswanto/detikcom
Pesawat TNI yang tergelincir di Bandara Hang Nadim Batam, Jumat (10/6/2016) pagi berhasil dievakuasi. Penerbangan di Hang Nadim kembali normal. Foto: Agus Siswanto/detikcom

batampos.co.id – Pesawat TNI AL jenis Casa U-621 tergelincir keluar landasan saat mendarat di Bandara Hang Nadim, Jumat pagi (10/6/2016).

Pesawat tersebut terbang dari Tanjungpinang tujuan Batam. Akibat insiden ini, sejumlah penerbangan di hang Nadim tertunda.

Namun, penundaan penerbangan itu hanya berlangsung beberapa saat, karena pesawat TNI yang tergelincir keluar landasan dengan cepat dapat ditarik ke area parkir pesawat.

“Delay-nya sekitar 1 jam,” ujar Manajer Lion Air Batam, M Zaine Bire, kepada wartawan.

Pihak Bandara Hang Nadim juga mengakui ada beberapa penerbangan tertunda baik terbang maupun mendarat karena insiden pesawat TNI AL tergelincir keluar landasan. Namun tidak berlangsung lama.

“Salah satunya pesawat Garuda yang sempat tak bisa terbang,” ujar Kabid Komersil di Bandara Hang Nadim Batam, Dendi Gustinandar.

Dendi merinci pesawat yang sempat delay, yakni:

  1. GA 151 BTH JKT 07.05
  2. GA 152/153 JKT BTH JKT O8.00/08.30
  3. GA 270 MES BTH TKG 08.55/09.30
  4. JT 970 MES BTH SUB 08.20/09.00
  5. JT 232 PDG BTH JOG 08.55/09.40
  6. JT 279 JOG.BTH SRG 09.00/09.45
  7. JT 246/237 PLM BTH PKU 08.30/10.00
  8. QG 840/841 JKT BTH JKT 08.10/08.40
  9. QG 921/920 SUB BTH SUB 08.30/09.05

Setelah pukul 09.20 WIB, kata Dendi, penerbangan kembali berjalan normal.

Belum diketahui secara pasti penyebab pesawat TNI AL itu tergelincir, namun diduga akibat landasan yang licin setelah diguyur hujan. (eggi/nur/kon1)

Dikucurkan Rp 66 Miliar, Baru Rp 7 Miliar Dana Bansos Diselidik, Sisanya Menyusul

0
Ilustrasi korupsi dana bantuan sosial (Bansos). Sumber: rmol
Ilustrasi korupsi dana bantuan sosial (Bansos). Sumber: rmol

batampos.co.id – Wakil Kepala Kejati (Wakajati) Kepri, Asri Agung Putra menjelaskan, pengusutan kasus dugaan korupsi dana bansos dan hibah Pemko Batam akan terus berlanjut.

Baca Juga: Calon Tersangka Baru Kasus Bansos dari Disdik dan Biro Kesra Batam

Sebab dari Rp 66 miliar anggarannya, baru sekitar Rp 7 miliar yang masuk proses penyidikan. Yakni di organisasi Persatuan Sepakbola (PS) Batam.

Seperti diketahui, Kejati telah menetapkan tiga tersangka dalam kasus ini yang terlibat dalam penyaluran dana bansos dan hibah untuk PS Batam. Ketiganya adalah mantan Ketua PS Batam Aris Hardy Halim, mantan Bendahara PS Batam Rustam Sinaga, dan mantan Kabag Keuangan Pemko Batam, Khairullah.

”Masih ada sekitar Rp 59 milliar lagi, dana itu dikucurkan melalui beberapa SKPD,” kata dia.

Selain disalurkan untuk insentif guru TPQ dan PS Batam, Rp 66 miliar dana bansos dan hibah Pemko Batam juga dikucurkan ke beberapa pihak lainnya. Mulai dari instansi semi pemerintahan, instansi vertikal, dan kelompok masyarakat berbentuk organisasi.

“Ada juga yang disalurkan ke masyarakat perorangan,” katanya.

Rahmat merinci, Rp 66 miliar dana bansos dan hibah itu sebanyak:

  1. Rp 11,2 milliar lebih dihibahkan ke instansi vertikal,
  2. Rp 3,2 milliar lebih dihibahkan ke organisasi semi pemerintahan, s
  3. Rp 15,6 milliar lebih dihibahkan ke sekolah-sekolah swasta di Batam.
  4. Rp 22, 6 milliar lebih dihibahkan ke kelompok masyarakat berbentuk organisasi dan sebanyak Rp 14,8 milliar lebih dihibahkan ke masyarakat perorangan. (ias/bp)

Baca Juga:
> Disebut Terlibat Korupsi Bansos, Agussahiman: Saya Siap Diperiksa
> Kejati Tetapkan 3 Tersangka Kasus Korupsi Bansos Batam

Calon Tersangka Baru Kasus Bansos dari Disdik dan Biro Kesra Batam

0
Ilustrasi korupsi dana bantuan sosial (Bansos). Sumber: rmol
Ilustrasi korupsi dana bantuan sosial (Bansos). Sumber: rmol

batampos.co.id – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepri berjanji akan  mengumumkan tersangka baru kasus dugaan korupsi dana bansos dan hibah Pemko Batam, pekan depan.

Meski tak merinci identitasnya, Kejati mengisyaratkan calon tersangka baru itu berasal dari internal Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam dan Biro Kesra Pemko Batam.

Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Kepri, N Rahmat, mengatakan Disdik Batam dan Biro Kesra memegang peran penting dalam penyaluran dana hibah untuk membayar insentif guru Taman Pendidikan Alquran (TPQ) di Batam.

“Disdik dan Biro Kesra juga yang menentukan nama-nama guru TPQ yang menerima dana hibah,” kata Rahmat, Kamis (9/6/2016).

Namun menurut Rahmat, dari Rp 66 miliar dana hibah pada tahun anggaran 2011 tidak semuanya bisa dipertanggungjawabkan. Bahkan ada dana hibah yang digunakan untuk membangun taman.

Rahmat mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan pemeriksaan kepada pihak-pihak terkait untuk melengkapi berkas penyidikan.

“Kalau tidak Senin, ya Selasa pekan depan sudah penetapan tersangka,” katanya.

Ketika ditanya siapa saja pejabat di Disdik Kota Batam dan Biro Kesra Pemko Batam yang berpotensi menjadi tersangka, Rahmat enggan berkomentar. Dia hanya menyebut, dalam kasus ini pimpinan di kedua instansi tersebut merupakan orang yang paling bertanggungjawab.

“Pastinya proses penyidikan akan mengerucut kepada pejabat tinggi yang paling bertanggungjawab,” ujar Rahmat. (ias/bp)

Baca Juga:
> Disebut Terlibat Korupsi Bansos, Agussahiman: Saya Siap Diperiksa
> Kejati Tetapkan 3 Tersangka Kasus Korupsi Bansos Batam

Polsek Bandara Hang Nadim Amankan Pembuang Janin

0

polisihangnadimbatampos.co.id – Pelaku pembuang janin, berhasil dibekuk oleh Polsek Bandara pada Jumat (10/6) pukul 18.00. Pelaku ternyata ada pekerja disalah satu rumah makan di kawasan Bandara Internasional Hang Nadim. Sw, 33 nekat membuang janin hasil hubungan gelapnya dengan kekasihnya akibat takut ketahuan oleh keluarganya.

“Sudah kami amankan,” kata Kapolsek Bandara Iptu Thomas CH, Jumat (10/6).

Ia mengatakan penangkapan terhadap pembuang janin berusia 4 bulan tersebut. Merupakan buah hasil penyelidikan polisi terhadap para saksi dan juga pemeriksaan CCTV. Sw yang diketahui tinggal didaerah Botania, mengaborsi janin tersebut di rumahnya tersebut.

“Pengakuan dia pukul 12 malam,” ungkap Thomas.

Aborsi yang dipilih Sw dengan meminum minuman bersoda dicampur. Sehingga membuat perutnya menjadi mulas. Dan janin tersebut luruh saat Sw di kamar mandi.

“Pengakuan tersangka, dia sudah biasa minum-minuman seperti itu. Tapi kami tak percaya begitu saja,” ujarnya.

“Kami sedang lakukan pemeriksaan lebih lanjut,” lanjutnya.

Dari penuturan Sw ke pihak kepolisian. Setelah janin itu keluar, Sw membersihkannnya. Lalu dimasukan ke kantong plastik. Dengan niat untuk membuangnya. Namun hingga pagi, Sw tak jua membuang orok tersebut.

Hingga Sw berangkat bekerja pada pagi harinya.

Orok tersebut juga dibawanya, dengan dimasukan ke dalam tasnya. Sesampai di Bandara, Sw menuju ke toilet.

“Tersangka meletekan janin itu di wastafel,” tutur Thomas.

Setelah membuang janin yang tak berdosa tersebut. Sw dengan wajah tanpa dosa, membuka warung nasi tempat dirinya bekerja.

“Kami mengamankan Sw, saat sedang bekerja,” ucap Thomas.

“Sabtu (11/6) tersangka akan kami antarkan ke Polresta Barelang, untuk penyelidikan lebih lanjut,” pungkasnya. (ska)

Polresta Barelang Razia DVD Porno

0

stop_watching_porn1-1024x10241

batampos.co.id – Sat Reskrim Polresta Barelang melakukan pemeriksaan ke distributor DVD di kawasan Nagoya. Dalam pemeriksaan tersebut tak satupun ditemukan adanya DVD porno.

“Sudah kita lakukan pemeriksaan ke distributornya. Tapi nihil,” ujar Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Memo Ardian.

Menurutnya, perencanaan pemeriksaan tersebut sudah bocor. Dimana pihaknya sebelumnya mengamankan para pedagang video porno tersebut.

“Kemungkinan sudah bocor. Karena saat digeledah sama sekali tidak ditemukan,” tuturnya.

Memo menegaskan pihaknya akan terus menindak para pedagang video tersebut. Termasuk mengincar distributornya.

“Kita masih incar distributornya. Dan menelusuri keterangan para pedagangnya,” paparnya.

Hal senada disampaikan, Wakasat Polresta Barelang, AKP Aryo Prasetyo. Dia mengaku saat ini banyak kasus pelecehan seksual disebabkan peredaran video porno.

“Saat ini banyak ditemukan kasus pelecehan seksual. Dan rata-rata dipengaruhi video porno ini,” terangnya.

Sebelumnya, Sat Reskrim Polresta Barelang menyita 305 keping DVD video porno dari 3 lokasi di Bengkong, Seibeduk dan Batuaji. Selain DVD tersebut, polisi mengamankan 3 pedagang, yakni Rn, Dg serta Zu.

DVD tersebut dengan harga Rp 10-15 ribu per kepingnya. Dari penjualan tersebut ia mendapat keuntungan Rp 5 ribu. (opi)

Pengucuran Dana ke TPQ Berpotensi Rugikan Negara Rp 6 Miliar, Bakal Ada Tersangka

0
Ilustrasi korupsi dana bantuan sosial (Bansos). Sumber: rmol
Ilustrasi korupsi dana bantuan sosial (Bansos). Sumber: rmol

batampos.co.id – Dugaan korupsi dana bantuan sosial (bansos) Pemko Batam untuk membayar insentif guru TPQ senilai Rp 6 miliar berpotensi menyebabkan kerugian negara. Dinas Pendidikan (Disdik) dan Biro Kesra Kota Batam disebut sebagai instansi yang paling berperan dalam pengucuran dana ke masing-masing TPQ.

Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Kepri, N Rahmat mengatakan, Biro Kesra dan Disdik Kota Batam, dua instansi yang paling berperan dalam menentukan nama-nama guru TPQ yang dapat menerima dana hibah. Dalam prosesnya, laporan pertanggungjawaban kedua instansi itu tidak sesuai dengan pelaksanaan sebenarnya. Bahkan, di Disdik kota Batam juga ditemukan penggunaan dana hibah untuk pembangunan salah satu taman.

”Untuk melengkapi proses penyidikan, kalau tidak hari Senin atau Selasa minggu depan penetapan tersangkanya. Dana hibah yang digunakan untuk insentif guru TPQ, tentu lebih banyak pihak-pihak yang ditetapkan sebagai tersangka. Dari total dana hibah yang dianggarkan Rp 66 miliar, pastinya proses penyidikan akan mengerucut kepada pejabat tinggi yang paling bertangungjawab,” ujar Rahmat.

Dikatakan Rahmat, proses penyidikan dugaan penyelewengan dana hibah yang dianggarkan Pemko Batam tahun 2011 senilai Rp 66 milliar lebih, tidak akan berhenti pada pengucuran dana hibah ke PS Batam dan insentif guru TPQ. Dari kedua bidang yang sudah masuk tahap penyidikan, baru hanya kurang lebih Rp 7 milliar dari total keseluruhannya Rp 66 milliar lebih.

”Masih ada sekitar Rp 59 milliar lagi, dana itu dikucurkan melalui beberapa SKPD. Dalam proses penyelidikan dan penyidikan, dana hibah itu dikucurkan ke beberapa instansi semi pemerintahan, instansi vertikal, kelompok masyarakat berbentuk organisasi dan masyarakat perorangan,” sebut Rahmat.

Seperti diketahui sebelumnya, tim penyidik Kejati Kepri menemukan rincian dana hibah yang dikucurkan melalui beberapa SKPD. Sebanyak Rp 11,2 miliar lebih dihibahkan ke instansi vertikal, sebanyak Rp 3,2 miliar lebih dihibahkan ke organisasi semi pemerintahan, sebanyak Rp 15,6 miliar lebih dihibahkan ke sekolah-sekolah swasta di Batam, sebanyak Rp 22, 6 miliar lebih dihibahkan ke kelompok masyarakat berbentuk organisasi, dan sebanyak Rp 14,8 miliar lebih dihibahkan ke masyarakat perorangan.(ias/bpos)

Desperindag Temukan Kecurangan di Beberapa SPBU

0
Desperindag Sidak Kepatutan Uji Tera SPBU
Desperindag Sidak Kepatutan Uji Tera SPBU

batampos.co.id – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Desperindag) Kota Batam, melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) di Satasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Seitemiang untuk mengawasi pengisian bahan bakar minyak, Kamis (9/6).

Sidak kepatutan uji tera tersebut dilakukan bersama dengan tim Unit Pelaksanaan Teknis Daerah (UPTD) Metrologi, petugas yang melakukan sidak langsung meminta petugas SPBU untuk mengukur takaran BBM dengan alat ukur bejana dengan standar kapasitas 20 liter.

Kepala Desperindag Kota Batam, Rudi Sakyakirti, mengatakan saat melakukan sidak, pihaknya menemukan batas kesalahan tidak wajar yakni ± 250 ML per 20 liter. “Sebulan lalu SPBU Sitemiang ini sudah dilakukan penyegelan, karena toleransi sudah terlalu jauh,” ujar Rudi kepada Batam Pos, kemarin.

Rudi yang dijumpai saat sidak mengatakan, sesuai batas kesalahan yang diijinkan yakni ± 100 ML sama dengan ± 0,5 persen dari 20 liter yang diuji, jika melewati berarti harus dilakukan tera ulang.

“Bersama Metrologi kita melakukan penera ulang terhadap SPBU supaya harus kembali sesui batas tolerasi yang telah ditentukan,” kata Rudi.

Tujuan dari sidak ini untuk menindak kecurangan agar masyarakat tidak lagi dirugikan oleh pengusaha. “Kegiatan ini dilakukan disemua SPBU yang ada di Kota Batam,” ungkapnya.

Rudi berpesan, kepada masyarakat jika menemukan hal yang mencurigakan segera lapor ke Disperindag. Sementara itu kepada pihak pegusaha sendiri terus menjaga kepercayaan masyarakat dan tetap selalu memperbaiki jika mengalami kesalahan.

Kasi Pengawasan Metrologi dan Perlindungan Konsumen, Desperindag, Yuniarti mengatakan jika terjadi kesalahan seharusnya pihak SPBU segera melapor kepada Desperindag apa bila peralatan melenceng dari yang diijinkan agar segera dilakukan layanan tera ulang.

“Untuk saat ini kita beri surat teguran kepelaku usaha karena terjadi kelalaian pada tingkat pengawasnya,” ujar Yuniarti.

Jika pelanggaran itu terus dilakukan pihak pengusaha bisa dijerat dengan UU nomor 2 tahun1981 tentang metrologi legal dan UU nomor 8 tahun1999, tentang perlindungan konsumen, bisa dihukum secara pidana dan perdata. (cr14)

Saksi Akui Adanya Penyiksaan Kepada Wardiaman

0

 

Sidang Wardiaman
Sidang Wardiaman

batampos.co.id – Terdakwa Wardiaman Zebua menjalani sidang beragendakan mendengar keterangan saksi meringankan (a de charge), atau saksi yang dihadirkan Penasehat Hukum (PH) terdakwa, Kamis (9/6) di Pengadilan Negeri Batam.

Dua orang saksi, yaitu Wawan dan Okiman, yang mengaku sebagai orang satu kampung dengan terdakwa, tidak dapat mematahkan dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) terkait keterangan yang diberikan. Melainkan, keduanya hanya menerangkan tentang penganiayaan yang dialami terdakwa saat diinterogasi pihak penyidik.

“Saya mendapat kabar dari kakak terdakwa, bahwa adiknya mengalami penyiksaan pihak kepolisian. Saya dan rekan-rekan langsung menuju Polresta Barelang untuk memastikan keadaan tersebut,” jelas saksi Wawan.

Ia menambahkan, sebelumnya ia tidak pernah bertemu Wardiaman. “Karena satu kampung, kita peduli dengan kondisi saudara kita, walaupun saya belum pernah bertemu sebelumnya,” ujarnya.

Saat tiba di Polresta Barelang, Wawan bersama rekan yang ikut serta tak langsung berjumpa Wardiaman. Hingga malam, barulah pemeriksaan Wardiaman selesai dan berjumpa dengan Wawan dan rekannya itu.

“Saya bersumpah bang, saya tidak melakukan hal yang dituduhkan kepada saya,” ucap Wawan mencontohkan bahasa Wardiaman yang terucap saat itu.

Lanjutnya, Wardiaman juga bercerita kalau dirinya disiksa dan diancam untuk mengaku telah membunuh Nia. “Dia disentrum hingga ada bekas luka dibagian perutnya, kemaluannya pun diremas, bahkan diancam ditembak mati,” terang Wawan lagi.

Mendapat penjelasan itu, Wawan bersama rekannya membawa Wardiaman untuk visum ke RS Budi Kemuliaan. Hasilnya, memang terdapat tanda kekerasan. Kemudian, mereka membawa pernyataan sumpah dari Wardiaman di hadapan pendeta dan hasil visum tersebut ke Polda untuk meminta perlindungan.

“Melalui Ditkrimum, kami mengajukan data-data yang dibawa itu. Dan pihak Polda menyatakan permohonan maafnya kepada Wardiaman atas penganiayaan yang dilakukan dan akan menindak lanjuti penyidik yang melakukan hal tersebut kepada Wardiaman,” paparnya.

Keterangan yang sama juga terungkap dari saksi Okiman yang ikut serta bersama Wawan ke Polresta Barelang dan ke Polda. “Intinya Wardiaman berulang kali bersumpah bahwa dia tidak melakukan pembunuhan terhadap Nia,” sebut saksi Okiman.

Terdakwa Wardiaman, kemudian membenarkan keseluruhan pernyataan kedua saksi. “Semua yang diterangkan benar yang mulia,” kata Wardiaman yang didampingi PH-nya.

Atas penjabaran saksi-saksi, JPU Bani I Ginting yang bertindak sendiri di sidang itu (tanpa didampingi JPU Rumondang), tak melontarkan pertanyaan mendalam kepada kedua saksi, karena keterangan tidak berkaitan dengan isi dakwaan.

Hakim Ketua Zulkifli, didampingi Hakim Anggota Hera Polosia dan Iman Budi Putra Noor, kembali menunda sidang hingga Selasa (14/6). Agenda masih dalam menghadirkan saksi meringankan dari PH terdakwa. (cr15)