Selasa, 7 April 2026
Beranda blog Halaman 14091

Rakornas SMK Pariwisata Diadakan di Batam

0

batampos.co.id – Kementrian Pariwisata menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Pariwisata se-Indonesia di Hotel Harmoni One Center Batam, Provinsi Kepulauan Riau, 30 Maret 206 hingga 1 April 2016.

Rakornas kali ini mengangkat tema Peningkatan Kualitas dan Daya Saing lulusan SMK Pariwisata di era Masyarakat Ekonomi ASEAN.

Deputi Bidang Pengembangan Kelembagaan Kepariwisataan (Deputi BPKK) Kemenpar, Ahman Sya mengatakan inti dari rakornas ini membahas komitmen para stakeholder khususnya lembaga pendidikan, dalam mencetak SDM pariwisata berkualitas agar mampu bersaing di pasar kerja era pemberlakuan Masyarakat Ekonomi ASEAN.

“Intinya menyamakan persepsi, menyatukan agenda dan menyelaraskan program. Makanya seluruh SMK sekitar 400 peserta dari perwakilan SMK Pariwisata seluruh Indonesia kami kumpulkan di sini,” tegas Ahman.

Kemenpar berkomitmen meningkatkan kualitas dan daya saing SDM pariwisata yang tahun ini diwujudkan dalam program kegiatan antara lain seperti memfasilitasi kegiatan sertifikasi bagi 35 ribu tenaga kerja sektor pariwisata.

“Angka ini mengalami kenaikan 100 persen dari target tahun 2015 yang lalu sebanyak 17.500 tenaga kerja,” kata Ahman Sya.

Selain itu, Kemenpar akan memfasilitasi pendirian Lembaga Sertifikasi Profesi bidang pariwisata di 34 provinsi serta pelatihan dasar pariwisata untuk 17.600 orang di seluruh Indonesia. Upaya tersebut dilakukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan bagi wisatawan.

Tahun ini, Kemenpar mentargetkan kedatangan 12 juta wisatawan mancanegara dan 260 juta pergerakan wisatawan nusantara di Tanah Air.

“Pelatihan dasar pariwisata antara lain berupa pemberian pemahaman dan pelatihan penerapan Sapta Pesona yakni meliputi keamanan, ketertiban, kebersihan, kenyamanan, keindahan, keramahtamahan, dan kenangan SDM untuk menciptakan pelayanan prima bagi wisatawan,” paparnya.

Menurut Ahman, pada tahun 2015 daya saing SDM pariwisata Indonesia di tingkat ASEAN masih berada diranking lima di bawah Singapura, Thailand, Malaysia, dan Filipina, sedangkan di tingkat dunia berada dirangking 53 dari 141 negara atau jauh tertinggal dari Singapura diranking tiga dan Filipina diranking 42 dunia.

Agar dapat berada di posisi terbaik, Kemenpar akan meningkatkan daya saing, sejumlah kelemahan di sektor SDM pariwisata nantinya yang akan menjadi fokus pemerintah, terutama dalam hal penguasaan bahasa Inggris.

“SDM pariwisata kita masih lemah dalam tiga hal yakni, penguasaan bahasa asing terutama Inggris, teknologi informasi, maupun manajerial. Itu untuk meningkatkan kualitas SDM pariwisata kita, tiga hal ini menjadi fokus perhatian,” kata dia.

Rakornas diharapkan menjadi komitmen bersama antara pemerintah dan stakeholder khususnya bidang pendidikan untuk mendukung program penciptaan SDM pariwisata berkualitas agar dapat memenangkan persaingan.

Tenaga kerja pariwisata Indonesia diharapkan akan mudah mengisi peluang kerja di sektor pariwisata khususnya untuk 38 job titles yang telah disepakati bersama dalam Mutual Recognation Arrangement Masyarakat Ekonomi ASEAN.

Saat ini pemerintah telah menetapkan sektor pariwisata sebagai leading sector karena industri jasa ini menghasilkan devisa dan menciptakan lapangan kerja yang besar.

Tahun ini target pariwisata mendatangkan 12 juta wisman dan 260 juta pergerakan wisnus serta akan menghasilkan devisa sebesar Rp 172,8 triliun dan menyerapkan 11,7 juta tenaga kerja.

Melalui Rakornas SMK Pariwisata, imbuh Ahman, akan menjadi komitmen bersama antara pemerintah dan stakeholder khususnya bidang pendidikan untuk mendukung program penciptaan SDM pariwisata berkualitas agar dapat memenangkan persaingan.(ray/jpnn)

Pengusaha Batam Tak Keberatan Harus Bayar THR untuk Karyawan meski Baru Kerja selama 1 Bulan

0

batampos.co.id – Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) No. 6 Tahun 2016 tentang Tunjangan Hari Raya (THR) Keagamaan Bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan, menyebut pekerja dengan masa kerja minimal satu bulan kini berhak mendapatkan THR. Padahal, dalam aturan sebelumnya yakni Permenaker No 4 Tahun 1994, dinyatakan pembagian THR diberikan kepada pekerja dengan masa kerja minimal 3 bulan. Adapun, besaran THR yang diberikan bagi pekerja yang baru bekerja selama satu bulan dihitung secara proporsional sesuai dengan masa kerja.

Menyikapi aturan itu, kalangan pengusaha di Batam menyatakan tak keberatan mengikuti regulasi yang diteken pada 8 Maret lalu itu.

Salah seorang pengusaha Batam, Amat Tantoso mengatakan tak mempermasalahkan pembayaran THR bagi pekerja yang baru bekerja selama satu bulan. Pasalnya, aturan itu telah dibuat oleh pemerintah dan mesti ditaati.

“Apa yang diterapkan oleh pemerintah kami ikuti saja,” kata Amat Tantoso saat dijumpai di kantor Lembaga Adat Melayu (LAM) Batamcenter, Jumat (1/4).

Meski begitu, Amat katakan kebijakan itu bakal dibahas lebih lanjut di kalangan pengusaha sehingga bisa lebih dipahami.

“Kami tak keberatan, nanti dibahas di kalangan pengusaha,” katanya.

Terpisah, Ketua Asosiasi Pengusaha (Apindo) Kepri, Cahya juga menyatakan sepakat dengan regulasi yang merupakan turunan dari Peraturan Pemerintah No 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan tersebut.

“Tidak masalah, sebenarnya itu peraturan lama, sekarang dipertegas saja,” ujar Cahya, kemarin.

Menurut dia, sebelum adanya regulasi tersebut beberapa pengusaha berpegang pada aturan yang menyebut sebelum memasuki masa kerja tiga bulan, kalangan pengusaha tidak diwajibkan membayar THR. Melainkan, kata Cahya, hanya dianjurkan.

“Kalau sekarang diwajibkan, itu cukup beralasan dan tidak jadi masalah, kami bisa menerima,” kata dia.

Sementara itu, Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Batam, Jadi Rajagukguk juga menyatakan tak keberatan dengan regulasi yang dibuat oleh Menteri Tenaga Kerja, Hanif Dhakiri tersebut. Pasalnya, kata dia, aturan itu diyakini bertujuan baik, antara lain untuk membantu kalangan pekerja meskipun yang baru bekerja sekalipun agar dapat merayakan hari besar keagamaannya.

“Yang penting pemberian THR itu dihitung proporsional sesuai masa kerjanya,” ujar Jadi.

Terlebih, sambung dia, pemberian THR juga hanya berlaku untuk periode tertentu saja.

“Hanya setahun sekali, saya pikir tidak masalah,” katanya. (rna)

DPRD Kepri Usulkan Jalan Soekarno-Hatta Dioverlay

0
Anggota DPRD Kepri asal Dapil Karimun, meninjau jalan Soekarno Hatta yang akan diusulkan peremajaan jalan tahun 2017 mendatang.foto:tri haryono/batampos
Anggota DPRD Kepri asal Dapil Karimun, meninjau jalan Soekarno Hatta yang akan diusulkan peremajaan jalan tahun 2017 mendatang.foto:tri haryono/batampos

batampos.co.id – Lima anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepri, selama dua hari melakukan reses di Kabupaten Karimun. Dari hasil reses tersebut, telah diputuskan akan memprioritaskan pembangunan infrastruktur jalan, khususnya jalan menuju kantor pemerintahan dan instansi vertikal.

”Jalan Soekarno Hatta atau Jalan Poros, kita usulkan untuk diaspal atau overlay jalan. Sebab, sejak dibangun belasan tahun lalu tidak pernah dilakuka peremajaan jalan. Anda bisa lihat sendiri, banyak yang rusak itupun tambal sulam di beberapa titik saja,” kata anggota DPRD Kepri Rocky Marciano Bawole saat meninjau jalan poros di depan RSUD Karimun, Kamis (31/3).

Selain itu, jalan di sekitar Kecamatan Tebing juga banyak yang rusak dan sudah masuk dalam daftar yang akan diaspal dengan menggunakan anggaran APBD Provinsi Kepri tahun 2017 mendatang. Dengan demikian, jalan provinsi yang ada di Kabupaten Karimun nantinya sudah bagus dan dapat dimanfaatkan untuk beraktivitas masyarakat.

”Sama juga di Kecamatan Tebing, banyak yang tambal sulam. Ini sudah prioritas kita bersama, nantinya dari simpang RSUD Karimun sampai stadion Badang Perkasa langsung dapat bertemu dengan jalan di Kecamatan Tebing,” tambah ketua rombongan reses Ing Iskandarsyah. (tri/bpos)

Besok, BMTI dan Paguyuban Se kota Batam Gelar Donor Darah di Mega Mall

0
Para pengurus organisasi dan paguyuban Se kota Batam berfoto bersama. Foto: Iman Wachyudi/ batampos.co.id
Para pengurus organisasi dan paguyuban Se kota Batam berfoto bersama. Foto: Iman Wachyudi/ batampos.co.id

batampos.co.id – Barisan Muda Tionghoa Indonesia (BMTI) bersama organisasi dan paguyuban Se kota Batam akan mengadakan aksi sosial donor darah, Sabtu (2/4) di pintu barat Mega Mall, Batamcentre.

Donor darah ini dilakukan guna memenuhi kebutuhan darah Palang Merah Indonesia Batam. Kegiatan yang bertema ‘Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Darah’ ini rencananya akan dimulai pukul 11.00 WIB dan menargetkan 150 kantong darah.

Ketua BMTI Joni Angkadjaya mengatakan, kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk penggalangan darah untuk kemanusiaan dan terbuka untuk umum.

“Sejauh ini kita selalu berkoordinasi dengan PMI Kota Batam untuk mengetahui ketersediaan darah, dan diketahui kebutuhan darah untuk Kota Batam cukup banyak. Mulai dari proses persalinan, kecelakaan hingga pemenuhan kebutuhan untuk kasus penyakit spesifik yang membutuhkan darah,” kata Joni di Hotel Nagoya Mansion, Lubukbaja. Jumat (1/4).

Selain donor darah, Joni juga mengatakan bahwa BMTI bersama organisasi dan paguyuban Se kota Batam telah merancang beberapa kegiatan lain seperti, baksos, pagelaran seni budaya, pemberian beasiswa kepada siswa kurang mampu dan lainnya.

“Dari pertemuan ini kami juga sudah mengagendakan beberapa kegiatan untuk kami laksanakan bersama-sama seperti baksos juga pemberian beasiswa kepada siswa kurang mampu,” katanya.

Sementara itu, Syafii Rangkuti dari Pergerakan Pewarta Publik Wajah Batam (P4-WB) mengatakan, dengan berkumpulnya organisasi dan paguyuban Se kota Batam akan menjadi kekuatan yang lebih besar dan sebagai langkah awal untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang lebih besar lagi.

“Dengan bersatunya organisasi dan paguyuban Se kota Batam maka kegiatan-kegiatan yang lebih besar untuk kepentingan masyarakat banyak tidaklah mustahil untuk dilakukan,” katanya. (iwa)

Sidak, Awe Kecewa Temukan Banyak Kantor Kosong

0
Bupati Lingga, Alias Wello. foto:hasbi/batampos
Bupati Lingga, Alias Wello. foto:hasbi/batampos

batampos.co.id – Salah satu poin penting dalam 100 hari kerja Bupati Linnga Alias Wello atau Awe ialah meningkatkan pelayanan dan kedisiplinan PNS dijajaran Pemkab Lingga. Namun setelah satu bulan lebih menjabat, PNS maupun PTT Lingga masih saja membolos saat jam kerja. Melihat gelagat tak sehat tersebut, Awe melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke kantor-kantor yang membuatnya kecewa, Kamis (31/3).

Bupati yang terkenal gesit dan tepat waktu ini mula-mula meninjau ruang-ruang di kantor bupati dan Satuan Perangkat Daerah (Setda) Kabupaten Lingga. Jaraknya hanya beberapa langkah dari ruang kerjanya. Ruang-ruang kosong, hanya jajaran kursi dan meja tanpa manusia yang ia temukan. Sementara sejumlah ruang seperti bagian Hukum, bagian Agraria, Bagian Pemerintahan masih terkunci meski jam telah menunjukkan pukul 14.00 WIB. Diruang lainnya, bidang Ekonomi, bidang pembangunan hanya terdapat 1 sampai 3 orang PNS saja.

“Ini baru lima jengkal dari mata, sudah tidak yang datang kerja,” kesal Awe yang baru pulang dari Pulau Berhala menemani kunjungan kerja (Kunker) Wagub Kepri, Nurdin Basirun .

Setelah melakukan sidak di kantor Setda, Awe kemudian meluncur ke kantor Dinas Pertambangan dan Energi (Distamen) Lingga. Kantor dinas ini mendapat sorotan tajam dari Awe. Pasalnya, dari 39 tenaga PNS dan PTT yang ditempatkan di sana, hanya 4 orang saja yang ada. Ruang kadis, dan bidang-bidang lainnya kosong.

“Catat namanya yang hadir. Kalian lihat sendirikan, inilah yang membuat saya kecewa,” kata Awe.

Jika kedisiplinan pegawai terus seperti ini, singgung Awe bagaimana bisa memberikan pelayanan kepada masyarakat. Kedisiplian, kata Awe adalah kunci utama menata pemerintahan yang lebih baik.

“Kecewa saya. Macam mana melayani masyarakat. Kalau kita sendiri tidak disiplin. Dari jam 13.00 WIB sampai jam 14.00 WIB kita tunggu, tidak ada juga yang datang,” kata Awe.

Melihat kondisi ini, pada Senin (4/4), Awe akan kenakan sanksi tegas kepada pelanggar disiplin. Ia akan memanggil langsung kepala dinas terkait. Selain itu, Awe juga menyorot soal taman kantor Distamben yang tidak terurus. Lalang tumbuh liar, bak kantor tak berpenghuni sebut Awe.

“Kita akan panggil kadisnya masalah disiplin ini. Kantornya juga seperti tak terurus. Meski banyak kegiatan, bukan berarti saya lupa meninjau masalah klasik ini,” tutur Awe.

Sebelum kembali ke Gedung Daerah, Awe sempat sambangi kantor Bappeda Lingga. Di sana Awe bertemu langsung M Ishak dan pegawai sedang sibuk-sibuknya. Para pegawai ramai yang hadir. “Ini bagus. Berkurang sedikit tensi saya,” canda Awe kepada M Ishak. (mhb/bpos)

Kapolresta Barelang Akan Panggil Pemilik Gelper dan BPM PTSP Batam

0
Kapolresta Barelang, Kombes Pol Helmy Santika. Foto: Cecep Mulyana/ Batam Pos
Kapolresta Barelang, Kombes Pol Helmy Santika. Foto: Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos.co.id – Kapolresta Barelang, Kombes Pol Helmy Santika akan memanggil para pihak terkait untuk proses penyelesaian penutupan Gelanggang Permainan (Gelper) pada Kamis (24/3) lalu.

“Ada beberapa yang sudah kita hubungi untuk mempercepat penyelesaiannya, namun ada juga yang sudah dihubungi tapi tak aktif,” ungkap Helmy saat dijumpai diruang kerjanya, Jumat (1/4).

Adapun para pihak yang dimaksud Helmy sendiri, mulai dari pemilik hingga pihak yang memberikan izin yang dalam hal ini Badan Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BPM PTSP).

“Untuk pemerintah yang dalam hal ini BPM PTSP kemungkinan minggu depan,” lanjutnya.

Sebelumnya diberitakan, polisi menutup seluruh Gelper yang ada di Kota Batam sebagai bentuk respon dari keluhan masyarakat yang disinyalir ada tindakan perjudian di arena Gelper dan penyalahgunaan izin yang dikeluarkan BPM PTSP.

“Langkah selanjutnya kita akan melakukan pendalaman. Apakah benar terdapat pelanggaran izin yang dikeluarkan oleh BPM PTSP. Kalau nantinya tidak terdapat pelanggaran izin kita kembalikan ke pemerintah,” pungkas Helmy. (eggi)

Baca juga:

> Kemenag Dukung Pemerintah Tertibkan Gelper

> Oknum DPRD Batam Dituding Jadi Calo Perizinan Gelper
> Izin Gelper Bukan untuk Judi
> Polisi Kesulitan Jerat Pejudi Gelper
> Siap-siap, Kapolda Bidik Gelper di Tanjungpinang
> Gelper Dunia Fantasi 2 di Nagoya Hill Masih Beroperasi
> Kapolda Kepri Instruksikan Tutup Semua Gelper di Batam
> 78 Orang Terjaring dalam Penggerebekan Gelper di Komplek Windsor
> Kapolres, BPM-PTSP dan Dinas Pariwisata Kota Batam Rapat Koordinasi Soal Gelper
> Warga Resah, Gelper Masuk ke Pemukiman

20 Regu Voli Berlaga di IPBC Cup IV

0
ilustrasi
ilustrasi

batampos.co.id – Sebanyak 20 regu voli putra-putri siap menunjukkan yang terbaik pada kompetisi bertajuk Ikatan Pemuda Bukit Cermin (IPBC) Cup IV, mulai Sabtu (2/4) esok pagi di lapangan voli Bukit Cermin, Tanjungpinang. Selama 13 hari ke depan, seluruh regu bakal berjibaku guna menjadi yang terbaik pada kompetisi rutin tahunan ini.

Ketua Panitia Pelaksana, Irwan mengatakan, ajang olahraga ini merupakan cara pemuda yang tergabung dalam IPBC merayakan hari jadinya keempat. “Ini cara positif dan bisa dinikmati oleh banyak pihak,” kata Irwan, kemarin.

Selain dilaksanakan rutin setiap tahun, ajang IPBC Cup ini juga menyajikan hadiah uang pembinaan puluhan juta rupiah. Untuk tahun ini, panitia telah menyiapkan hadiah total senilai Rp 24 juta. “Itu belum termasuk dengan piala tetap dan bergilir yang bisa diperebutkan,” ungkap Irwan.

Ditambahkan Irwan, dari 20 regu yang bakal berlaga, 12 di antaranya adalah tim voli putra dan delapan sisanya adalah tim voli putri. Seluruhnya berasal dari Tanjungpinang, Bintan, Anambas, dan Batam. Tingginya antusiasme ini membuat Irwan meyakini bahwa potensi atlet voli Kepulauan Riau masih-masih sangat tinggi. “Mungkin belum terdata saja,” ungkapnya.

Karena itulah, Irwan mengharapkan gelaran IPBC Cup IV dapat mnelahirkan atlet-atlet voli muda yang ke depannya bisa menorehkan prestasi di bidang olahraga. Dukungan pemerintah daerah, kata dia, juga adalah hal mutlak. “Bagaimana pun, pemerintah mesti memberi perhatian terhadap perkembangan kemajuan olahraga di Kepri. Ajang IPBC Cup ini hanya memberikan laluan bermain saja,” pungkas Irwan. (aya/bpos)

Danlanud Ranai Ajak Warga Peduli Lingkungan

0
Danlanud Ranai Kolonel Pnb Nurtantio Affan menyerahkan alat kebersihan kepada warga Kampung Penagi bersempena HUT ke-70 TNI AU di Lanud Ranai, Kamis (31/3). foto:aulia rahman/batampos
Danlanud Ranai Kolonel Pnb Nurtantio Affan menyerahkan alat kebersihan kepada warga Kampung Penagi bersempena HUT ke-70 TNI AU di Lanud Ranai, Kamis (31/3). foto:aulia rahman/batampos

batampos.co.id – Komandan Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Ranai Kolonel Pnb Nurtantio Affan, mengatakan, untuk mewujudkan kemanunggalan TNI dengan rakyat, Lanud Ranai mengadakan Karya Bhakti bersama masyarakat Kampung Penagi, Kamis (31/3).

Seluruh anggota Lanud bersama puluhan warga di Kampung Penagi membersihkan lingkungan di sekitar pantai. Karya Bhakti tersebut juga melaksanakan pengecetan rambu marka jalan karena Kampung Penagi yang mayoritas bekerja sebagai nelayan, lokasinya berbatasan dengan Lanud Ranai.

”Karya bhakti ini sekaligus rangkaian kegiatan memperingatai Hari Ulang Tahun (HUT) ke-70 TNI AU,” ujar Nurtantio di Lanud Ranai, Kamis (31/3).

Sasaran dalam kegiatan Karya Bhakti ini, kata Danlanud, adalah masyarakat sekitar Lanud Ranai dengan tujuan membawa ekses positif dengan cara menyentuh langsung ke masyarakat dan dapat dirasakan manfaatnya khususnya bagi masyarakat Kampung Penagi.

”Karya Bhakti merupakan kegiatan rutin dalam rangka memperingati HUT TNI. Kami juga mengajak warga peduli kebersihan lingkungan,” ungkap Danlanud.

Sementara itu, Ketua RT 01 Kampung Penagi, Joni, mengaku, kegiatan seperti ini merupakan satu budaya yang patut diteruskan. Bergotong royong dan peduli terhadap lingkungan.

”Kegiatan bersama Lanud ini mampu mendorong masyarakat untuk mau kerja bakti. Kalau saya yang mengajak, agak susah mau kerja bakti,” ungkap Joni. (arn/bpos)

Muslim Bidin Optimis Peserta UN di Batam Lulus 100 Persen

0
Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Muslim Bidin.  FOTO: Johannes Saragih / Batam Pos
Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Muslim Bidin.
FOTO: Johannes Saragih / Batam Pos

batampos.co.id – Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Muslim Bidin yakin seluruh peserta ujian nasional (UN) di semua jenjang pendidikan di Batam bisa lulus 100 persen pada ujian nasional (UN) yang akan digelar beberapa hari ke depan.

“Tidak hanya sekedar lulus saja tetapi juga dapat bersaing untuk melanjutkan ke universitas-universitas ternama yang ada,” kata di acara zikir dan doa bersama siswa SMA/MA sebelum menghadapi UN di Masjid Raya Batamcentre, Kamis (31/3/2016).

Wakil Walikota Batam Amsakar Achmad yang hadir di acara itu juga optimis. “Mudah-mudahan sesuai target, lulus 100 persen,” kata Amsakar.

Ia sempat memberi motivasi pada ribuan siswa yang hadir. Menurut Amsakar generasi sekarang sangat rentan dengan perubahan dan suka atau ingin mencari hal yang baru.

“Jika tidak ada timbulnya kesadaran diri dan pantauan maupun dukungan dari orang tua maka, dengan mudahnya generasi sekarang menjadi rusak,” katanya kepada ratusan pelajar yang memenuhi ruang utama Mesjid Raya Batamcentre.

Persoalan belajar adalah tekat dan keinginan untuk memperkuat dan memperkokoh diri dalam menghadapi ujian.

Jadilah generasi yang membanggakan yang hormat kepada orang lain dan guru.”Berbuat baiklah kepada semua orang dan siapkan mental dan fisik ananda, tidak ada kata menyerah,” jelasnya. (leo)

Penanganan Sampah Diserahkan Kecamatan

0
Tumpukan sampah dipinggir jalan Bengkongsadai. Foto: Johannes Saragih/ Batam Pos
Tumpukan sampah dipinggir jalan Bengkongsadai. Foto: Johannes Saragih/ Batam Pos

batampos.co.id – Pemerintah Kota (Pemko) Batam secara resmi memperbantukan pengelolaan sampah yang selama ini hanya ditangani oleh Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Batam ke masing-masing kecamatan.

Penyerahan wewenang untuk membantu mengelola sampah di wilayah kecamatan yang tak terjangkau oleh DKP itu akan ditandai dengan penyerahan kendaraan angkutan sampah dari Pemko Batam ke masing-masing kecamatan di Lapangan Engku Putri, Jumat (1/4/2016).

“Total ada 60 mobil pick up dan 22 becak motor yang akan diserahkan ke sembilan kecamatan di Batam,” ujar Kepala Bagian (Kabag) Humas Pemko Batam.

Meski kendaraan angkut itu diserahkan ke kecamatan, Ardi katakan tenaga yang akan menangani sampah-sampah di sembilan kecamatan itu tetap berasal dari DKP.

Lebih lanjut, Ardi juga jelaskan proses memperbantukan penanganan sampah ke kecamatan itu bertujuan untuk memberdayakan fungsi kecamatan untuk melayani masyarakat.

“Kita ingin memperpendek rentang kendali, sehingga yang tidak terjangkau oleh DKP akan dibantu layani oleh kecamatan,” papar Ardi.

Disinggung beberapa kecamatan yang penanganan sampahnya dikuasakan pada pihak ketiga seperti di Kecamatan Bengkong, Batuampar dan Lubukbaja, Ardi katakan tak akan ada benturan penanganan sampah antara kecamatan dengan pihak ketiga tersebut.

“Karena kan yang ditangani kecamatan itu yang tak terjangkau oleh rekanan DKP tersebut,” jelasnya. (rna/bp)