Jumat, 17 April 2026
Beranda blog Halaman 14099

Batam Pos Kembali Gelar Auto Show di Kepri Mall

0
Suasana pameran bertajuk Auto Show  di Keri Mall. Foto: Octo/ Batam Pos
Suasana pameran bertajuk Auto Show di Keri Mall. Foto: Octo/ Batam Pos

batampos.co.id – Batam Pos kembali menggelar pameran otomotif. Pameran bertajuk Auto Show ini merupakan yang ketiga kalinya diadakan. Pameran ini diadakan selama delapan hari, mulai tanggal 30 April sampai 7 Mei 2016 di Kepri Mall.

Pengunjung Kepri Mall terutama pecinta otomotif akan disuguhi beragam pilihan mobil dan motor keluaran terbaru. Manager EO Batam Pos, Mider Sinaga mengatakan, pameran otomotif ini diikuti 22 stand. “Antara lain Ford, Toyota, Datsun, Honda, Mazda, Suzuki dan masih banyak lagi,” ujarnya kepada koran Batam Pos (grup batampos.co.id), Sabtu (30/4).

Selain stand mobil, juga ada stand motor. “Seperti Honda, Suzuki Satria dan Sym,” tutur Mider. Kemudian ada stand untuk pelayanan coating mobil dan penjualan aksesoris mobil. “Seperti Scuto laminating yang melindungi cat mobil maupun motor,” tambahnya.

Seperti pameran pada umumnya, masing-masing stand tentunya mempunyai penawaran yang menarik. “Peserta stand tentunya akan memberikan diskon kepada pengunjung selama pameran Auto Show ini,” pungkas Mider. (cr16)

Sebelum Ditemukan Tewas, Sandra Pergi Mau Pinjam Uang

0
Ilustrasi
Ilustrasi

batampos.co.id – Duka yang mendalam dialami keluarga Yuliana Soputan warga kavling Sagulung Baru (Saguba) blok V/99, kelurahan Seibinti Sagulung. Pasalnya sosok jenazah wanita yang ditemukan membusuk di lahan kosong depan gedung Balai Kesehatan, Marina, Sekupang, kemarin (30/4) tak lain adalah Sandra Jawar anak perempuan dari Yuliana.

Keluarga Yuliana sangat terpukul dengan kenyataan itu. Siang kemarin saat koran Batam Pos (grup mbatampos.co.id) mendatangi rumah duka, Yuliana dan empat orang cucunya anak terlihat shock berat. Mata wanita paruh bayah itu tampak bengkak. Begitu juga dengan Andreas, 15 anak pertama Sandra dan tiga adik perempuannya juga tampak terlarut dalam kesedihan. “Mama pulang ya, jangan tinggalin kami,”kata Andreas dalam tangisan.

Warga pelayat yang sudah berkumpul dalam rumah tersebut pun diselimuti perasaan sedih mendengar tangisan Andreas dan tiga adiknya. Beberapa warga terlihat menitikan air mata mendengar tangisan Yuliana dan empat cucunya. “Yang sabar ya nak, semuanya serahkan kepada yang Maha Kuasa,” ujar beberapa warga pelayat menenangkan Andreas.

Menurut cerita Andreas, putra sulung Sandra, Sandra pergi meninggalkan rumah sejak Senin (25/4) malam lalu. “Kira-kira pukul 23.00 WIB, mama pergi katanya mau jumpa sama orang yang mau pinjamin uang ke mama di daerah Merlion (Marina),” kata Andreas.

Sebelum Sandra pergi, memang diakui Andreas, ponsel mamanya berdering dan sang ibu tampak berbicara mengenai uang pinjaman dengan seorang wanita misterius. “Selesai telepon, mama buru-buru pergi. Katanya harus malam itu jumpain orang yang mau pinjami mama uang itu. Yang nelpon mama itu perempuan. Kata orang itu (penelpon misterius) besok (Selasa 26/4) pagi-pagi dia sudah berangkat ke Malaysia. Jadi mama harus jumpa dia malam itu,” tutur Andreas.

Saat pergi dari rumah, Sandra hanya membawa ponsel. Sandra pergi dengan sepeda motor Suzuki Nex BP 6728 GE warna hijau putih miliknya. “Mama pergi pukul 23.00 WIB. Sejam kemudian karena mama belum pulang juga, oma (Yuliana) telepon mama, tapi nomor hape mama sudah tak aktif lagi,” kata siswi kelas II SMP Tunas Baru itu.

Sejak saat itu, Yuliana dan Andreas mencoba mencari tahu keberadaan Sandra, namun sampai ke esokan harinya, Sandra belum juga pulang. “Karena sudah 24 jam mama tak pulang, Selasa (26/4) malam tante (Agnes Yanti) lapor ke polisi (Polsek Sagulung),” kata Andreas.

Laporan kehilangan orang itu sepertinya tak ditanggapi serius oleh kepolisian sehingga keluarga Sandra mencoba mencari sendiri ke berbagai penjuru kota Batam. “Sudah kami cari kemana-mana, mama tak jumpa juga. Telepon ke kampung (Manado) juga tak ada yang tahu,” kata Andreas.

Kemarin siang saat Andreas sedang belajar di sekolah, mendadak ada panggilan dari pihak guru. “Salah satu guru saya kok nangis saat panggil saya,” ujar Andreas.

Andreas terlukai lemas saat salah satu pamannya dan guru-guru di sekolahnya memberitahukan kabar duka itu. “Mama kenapa meninggal? Mama tidak punya musuh selama ini. Mama pergi hanya mau pinjam uang buat kami,” tutur Andreas.

Selama ini diakui Andreas, Sandra adalah sosok ibu yang baik dan bertanggung jawab. Sandra selalu baik dengan semua orang dan tak punya musuh. Janda empat anak yang sudah lama berpisah dengan suaminya itu sosok pekerja keras yang bisa merawat dan mendidik empat anaknya dengan baik. “Mama kerjanya di toko Furniture, ayah sudah menikah dengan orang lain di kampung. Di sini kami sama mama dan oma,” kata Andreas.

Kematian sang mama, bagi Andreas dan tiga adiknya adalah kenyataan pahit yang harus dihadapi keluarganya. Bagaimana tidak sosok sang tulang punggung keluarga sudah tak ada lagi. Sang ayah telah lama berpisah dan sudah memiliki keluarga baru di kampung halaman. “Sekarang hanya oma yang kami punya,” kata Andreas.

Dengan kejadian tersebut, keluarga besar Yuliana berharap agar pihak kepolisian mengusut tuntas penyebab kematian Sandra sebab kuat dugaan Sandra dibunuh. Sebab sepeda motor dan ponsel yang dibawa Sandra sampai malam kemarin belum juga ketemu.”Motor dan hape mama juga hilang,” kata Andreas. (eja)

Baca juga:

Hilang Lima Hari, Janda Beranak Empat Ditemukan Tewas

Pertamina Imbau Warga Beli Tabung Gas 3 Kg di Pangkalan Resmi

0
Seorang pekerja sedang menurunkan gas saat pendistribusian  ke salah satu agen di kawasan Batam Kota. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos
Seorang pekerja sedang menurunkan gas saat pendistribusian ke salah satu agen di kawasan Batam Kota. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Dinas Perindustrian, Perdagangan (Disperindag) dan ESDM Kota Batam menyatakan telah menerima laporan dari masyarakat tentang adanya tabung gas elpiji 3 kilogram (kg) yang tak sesuai standar. Diduga, tabung-tabung itu diproduksi ulang oleh perusahaan rekanan Pertamina yang dulu mendapatkan tender pengadaan tabung.

“Tapi spek (spesifikasi)-nya sudah tidak sesuai lagi karena ketika kerjasama berakhir, Pertamina tak lagi mengecek tabung yang kemungkinan masih diproduksi itu,” terka Plt Kepala Disperindag Kota Batam, Rudi Sakyakirti terkait tabung-tabung tersebut.

Menurut Kepala Dinas, masyarakat yang melapor mengaku khawatir dengan standar keamanan tabung-tabung tersebut. Mengingat, tabung itu digunakan sebagai wadah gas yang punya potensi ledakan jika terjadi kebocoran dan terpapar api.

“Beberapa ditemukan tidak ada logo SNI (Standar Nasional Indonesia), ada yang bentuk tabungnya tidak presisi dan sebagainya,” sebut Rudi.

Meski begitu, Kepala Dinas mengatakan belum akan mengambil tindakan. Pasalnya, kata dia, pihaknya meyakini tabung-tabung itu akan tersortir ketika akan diisi ulang isi gasnya oleh Pertamina.

“Pasti kalau yang tidak sesuai tersisih,” katanya.

Hal itu, dibenarkan pihak Pertamina. Sales Executive LPG Pertamina Kepri, Kibar Kusumah mengatakan Pertamina selaku pendistribusi elpiji 3 kg ke konsumen telah melakukan serangkaian proses pengecekan kelayakan tabung.

“Mulai dari beratnya sesuai atau tidak, fisiknya tidak bocor, ada logo SNI dan sebagainya,” kata Kibar.

Meski begitu, ia katakan jika perusahaan pelat merah itu menemukan tabung yang tidak memiliki kelengkapan persyaratan dimaksud, maka otomatis tabung tersebut tidak akan diloloskan untuk dijual ke masyarakat.

“(tabung itu) tidak dapat diisi di stasiun pengisian bulk elpiji,” paparnya.

Lebih lanjut, pihak Pertamina juga mengimbau agar konsumen elpiji 3 kg membeli gas tersebut di pangkalan-pangkalan resmi agar tidak mendapati tabung yang tidak sesuai spesifikai.

“Jika ada keluhan terhadap layanan dan produk Pertamina dapat menghubungi kontak Pertamina di nomor telepon 1500000,” kata dia. (rna)

Larangan Acara Perpisahan di Hotel, DPRD Batam Minta Disdik Kaji Ulang

0
Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Batam, Udin P Sihaloho. Foto: Cecep Mulyana/ Batam Pos
Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Batam, Udin P Sihaloho. Foto: Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos.co.id – Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Batam, Udin P Sihaloho meminta Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam mengkaji aturan larangan acara perpisahan di hotel, restoran, serta kawasan wisata. Karena aturan tersebut justru merugikan pelajar serta pengusaha.
“Artinya aturan ini mengharuskan pelajar melakukan perpisahan di sekolah, sementara acara di sekolah lebih mahal ketimbang di hotel atau pun tempat wisata,” tuding Udin, Jumat (29/4).

Iuran Rp100 ribu persiswa lanjut Udin takkan cukup membiayai kebutuhan acara yang dilakukan di sekolah. “Harus menyewa kursi, tenda, soundsystem, serta membeli makanan,” beber anggota Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) ini.

Sedangkan di luar seperti hotel, Rp 100 ribu per orang sudah bisa menikmati seluruh paket, termasuk transportasi antar jemput. “Saya sudah tanyakan di Golden Prawn, Rp 70 ribu termasuk makan, kursi, soundsystem, dan panggung. Rp 30 ribu lagi bisa untuk transportasi,” kata Udin.

Karena itu, Udin meminta pemerintah tak melarang pelajar untuk menggelar perpisahan di luar sekolah. “Dengan catatan, iuran yang dibebankan tak melebihi batas kemampuan orangtua. Yang wajar aja,” bebernya lagi.

Udin menambahkan, aturan tersebut memukul dunia usaha, terutama hotel dan restoran. Biasanya acara perpisahan menjadi ladang mereka untuk mendapatkakan kesempatan, kini tak bisa lagi.

Diketahui, Disdik Kota Batam menyurati seluruh sekolah untuk tidak melaksanakan acara perpisahan di hotel dan tempat wisata. Sesuai dengan Surat edaran yang ditandatangani Kadisdik Kota Batam, Muslim Bidin Nomor 416.1/420: 9 SEKER\IV 2016.

“Konsep awalnya karena kita ingin hemat dan menciptakan keakraban,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Muslim Bidin melalui Kepala Bidang Pendidikan Menengah Disdik Kota Batam, Andi Agung, Kamis (28/4).

Alasan Disdik untuk melarang pelaksanaan di tempat wisata seperti pantai juga demi keselamatan siswa. “Nanti kalau terjadi apa-apa, masalah lagi,” kata dia.

Pihaknya juga menghimbau sekolah untuk memanfaatkan sarana dan prasana yang telah dimiliki oleh masing-masing sekolah. “Kalau acara di sekolah, kan mereka bisa mengenang suasana perpisahan tersebut,” jelasnya.

Dia mengharapkan semua sekolah bisa melaksanakan edaran tersebut. “Kemarin rapat finalisasi UN juga sudah kami ingatkan lagi untuk pelaksanaan perpisahan di sekolah saja,” pungkas Andi. (hgt)

Baca juga:

Disdik Batam Imbau Acara Perpisahan Dilaksanakan di Sekolah

Hilang Lima Hari, Janda Beranak Empat Ditemukan Tewas

0
Ilustrasi
Ilustrasi

batampos.co.id – Dikabarkan menghilang selama 5 hari, akhirnya Sandra (38) ditemukan telah meninggal di Benih Raya Marina, Sekupang dengan kondisi badan yang telah mengeluarkan aroma tidak sedap, Sabtu (30/4).

Salah satu keluarga korban yang dijumpai di Tempat Kejadian Perkara (TKP) menuturkan saat itu Sandra meminta izin untuk pergi menjemput uang di Merlion setelah sebelumnya di telepon oleh seseorang terlebih dahulu.

Sandra yang saat terakhir kali meninggalkan rumahnya yang beralamat di Laguna Raya Blok V no 97, Sagulung, Pergi dari rumah dengan menggunakan sepeda motor matic Suzuki Nex BP 6728 GE bewarna hijau, Senin (25/4) sekira pukul 22.30 WIB.

“Sempat dilarang sama ibu ketika dia mau pergi, namun dia tetap pergi,” ungkap saudara korban Jelmi Sandra.

Jelmi mengungkapkan pihak keluarga sempat mencoba menghubungi janda beranak empat itu pada malam ia meninggalkan rumah. Namun, saat dihubungi handphonenya sudah tidak aktif lagi.

“Karena nomornya gak aktif saat kita hubungi, besoknya kita langsung membuat laporan ke Polsek Sagulung,” terang Jelmi.

Selain membuat laporan kepada pihak kepolisian, Jelmi mengungkapkan keluarga juga sudah berusaha mencari keberadaan korban dengan menghubungi teman terdekat Sandra.

“Kita juga sudah menghubungi teman-temannya, namun dari keterangan temannya menuturkan tidak mengetahui sama sekali,” jelas Jelmi.

Berdasarkan pantauan batampos.co.id, Sandra ditemukan dengan menggunakan baju tidur berwarna pink, dan hanya menggunakan celana dalam. Selain itu, di lokasi kejadian juga ditemukan barang bukti berupa helm, sandal jepit, aqua botol, rokok marlboro, baju, celana, dan jam tangan.

Sementara itu, sepeda motor korban jenis Suzuki Nex tidak ditemukan dilokasi kejadian.

Kasat Reskrim Polresta Barelang Kompol Memo Ardian yang ditemukan di TKP mengatakan pihak saat ini masih menunggu hasil otopsi rumah sakit untuk mengetahui apa penyebab meninggalnya korban.

“Kita tunggu hasil dari rumah sakit dulu,” ungkapnya singkat. (eggi)

Lengan Jalan Simpang Kabil, Tempat Baru Angkot Ngetem

0
Angkutan umum Bimbar dan Carry saat menunggu penumpang di halte depan SP Plaza Sagulung. Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos
Angkutan umum Bimbar dan Carry saat menunggu penumpang di halte depan SP Plaza Sagulung. Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos

batampos.co.id – Angkot ngetem seolah tak terurai di Batam. Belum sempat titik-titik ngetem lama teratasi, titik baru bermunculan.

Misalnya di lengan jalan (arah ke Bandara) Simpang Kabil, di lokasi tersebut jadi primadona angkot yang menuju Nongsa ngetem. Pantauan Batam Pos, kemarin, beberapa angkot terlihat menunggu penumpang di lokasi itu.

Keberadaan angkot itu, kerap menyumbang kemacetan saat jam sibuk. “Ambil sebagian jalan, ya pasti ganggu kendaraan lewat. Coba tengok kalau siang atau sore lah,” ungkap Roni, penambal ban yang tak jauh dari lokasi.

Dikonfirmasi, Kabid Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Dishub Batam, Faisal Riza mengatakan akan langsung mengecek ke lokasi dalam waktu dekat. “Besok atau senin kita suruh anggota ke sana, kita awasi,” katanya.

Dia mengklaim setiap hari pihaknya kerap melakukan pengawasan. “Patroli ada kita tiap hari,” tutup Faisal. (cr13)

Sopir Bus Sekolah Cabuli Murid TK

0
ilustrasi prostitusi
ilustrasi prostitusi

batampos.co.id – Suwitnyo, sopir bus sekolah RS di Batuaji harus mendekam di tahanan Mapolsek Batuaji. Pria 26 tahun itu ditangkap karena diduga mencabuli murid TK di sekolah tempat kerjanya, Senin (18/4) siang lalu.

Suwitnyo biasanya mengantar jemput korban dari rumah ke sekolah dan sebaliknya. Pelaku mencabuli korban saat rekan-rekan korban sudah diantar pulang ke Tanjunguncang.

”Korban ini penumpang terakhir saat korban sendirian dalam bus itulah pelaku mencabuli korban,” kata Kanit Reskrim Polsek Batuaji, Iptu M Said, kemarin (29/4).

Dari pengakuan korban, pelaku mencabuli bocah kecil itu dengan cara memasukan jarinya ke kemaluan korban. Aksi pelaku itu menyebabkan kemaluan korban luka dan berdarah.

”Hasil visum memang luka kemaluan korban,” kata Said.

Meskipun sudah ditetapkan sebagai tersangka, Suwitnyo menyangkal telah mencabuli korban.

”Saya antar yang ke arah Tembesi saja. Saya tak tahu kenapa saya dituduh mencabuli anak itu,” ujar Suwitnyo.

Meskipun Suwitnyo berkelit, polisi tetap menetapkan dia sebagai tersangka. (eja)

Siap-siap, setelah Simpang Frengki, Simpang Kara akan Digusur

0
foto:  Rezza Herdiyanto untuk Batam Pos
foto: Rezza Herdiyanto untuk Batam Pos

batampos.co.id – Tsunami pembongkaran kios liar terus akan bergulir. “Setelah dari sini, kami akan bongkar kios liar di Simpang Kara. Kami sudah berikan surat peringatan ketiga di sana,” kata Hendri, kepala Satpol PP Pemko Batam.

Selain itu, kios liar yang berada di kawasan Puri Industial Park juga menjadi target penertiban berikutnya.

Sebelum dibongkar rupanya, pemilik kios di depan Puri Industrial Park Batam Centre mulai membongkar sendiri kios milik mereka, Jumat (29/4). Kios liar yang berdiri di atas jalur pipa gas PGN ini rencananya baru akan dirobohkan pada pekan depan.

“Kalau mereka (tim) sudah gerak gak bisa kita tahan lagi. Ya sudah bongkar sendiri saja dulu,” kata pria yang enggan disebut namanya, kemarin.

Pria itu dibantu beberapa rekannya melepas spandek, tiang maupun pagar besi yang dianggap berguna.

Namun pemilik kios lain, Agus memilih untuk tetap bertahan hingga ada informasi dari pihak pengelola kios.

“Kata pengelola aman, kalau pengelola bilang tak aman, mau gak mau kita bongkar juga,” kata Agus.

Hal ini juga dilakukan para pemilik dan penyewa kios di Simpang Kara. Alasannya sama, yakni menunggu informasi pengelola.

Sementara para pemilik kios liar di sepanjang Jalan Brigjen Katamso, Batuaji, mengaku optimistis kios mereka tidak akan digusur. Sebab, mereka mengaku telah membayar uang keamanan kepada pihak-pihak tertentu yang menjamin keamanan kios yang berada di atas lahan hijau (buffer zone) itu.

Hendri berjanji akan merobohkan seluruh kios liar tanpa terkecuali.

“Kami harus berlaku adil. Kalau ada yang kami biarkan, maka akan jadi masalah baru,” katanya. (bpos)

Akhir Cerita Kios Liar Simpang Frengki

0
foto:  Rezza Herdiyanto untuk Batam Pos
foto: Rezza Herdiyanto untuk Batam Pos

batampos.co.id – Tim Terpadu Penertiban Kios Liar Kota Batam merobohkan 110 kios liar di sepanjang jalan Simpang Frengki, Batamcentre, Jumat (29/4). Tim ini akan terus bekerja hingga Batam benar-benar bersih dari kios liar pada akhir tahun ini.

Tim terpadu juga akan menggusur kios milik Pemerintah Kota (Pemko) Batam yang berada di depan Mymart, Batamcentre. Kios tersebut digusur untuk kepentingan pelebaran jalan.

“Namun masih menunggu koordinasi dari dinas terkait kapan akan melakukan pelebaran jalan,” tutur Kepala Dinas PMP-UKM Kota Batam, Febrialin, di sela-sela penertiban kios liar di Simpang Frengki, kemarin.

Febrialin mengakui memang kios liar tersebut milik pemerintah yang disewakan dengan ongkos Rp 7.500 per hari yang masuk sebagai retribusi bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Batam.

“Kan itu demi kepentingan pemerintah, dan Pemko Batam ingin melakukan penataan,” jelasnya.

Sedangkan untuk masalah relokasi para pedagang kaki lima atau pemilik kios liar tersebut, Pemko Batam mengaku kesulitan menemukan lahan yang tepat untuk relokasi.

Ia juga mengakui bahwa banyak warga Batam memiliki jiwa wirausaha yang tinggi, terlihat dari banyaknya cara membuka usaha, baik secara legal maupun ilegal.

“Batam itu kota jasa dan perdagangan, namun sayangnya ruang belum diberikan, makanya banyak yang sewa kios liar,” ujarnya.

Ketua Tim Penertiban Kios Liar, Syuzairi, mengatakan tim ini melibatkan 300 personel dari Satpol PP, Polisi, dan TNI. Dia berharap penertiban kios ini mendatangkan efek jera, baik bagi para pengembang maupun warga selaku konsumen.

“Sebelum beli bangunan atau kios lihat dulu legalitasnya. Jangan asal beli, nanti akan rugi sendiri,” katanya.

Syuzairi mengatakan, pihaknya mendata ada 12 titik kios liar yang ada di Kota Batam.

”Sudah tiga (titik) yang kami tertibkan, masih ada sembilan lagi,” ungkapnya.

foto:  Rezza Herdiyanto untuk Batam Pos
foto: Rezza Herdiyanto untuk Batam Pos

Menurutnya, penertiban ini mungkin akan memakan waktu cukup lama. Sebab sebelum tim melakukan eksekusi, pihaknya harus melewati beberapa mekanisme dan prosedur. Seperti surat pemberitahuan dan tahapan sosialisasi lainnya. Namun dia berjanji penertiban ios liar sudah rampung sebelum akhir tahun ini.

“Pak Wali Kota sudah memberikan tenggat waktu ke kami. Dalam enam bulan ini, permasalahan kios liar harus clear,” ucapnya.

Sejauh ini, kata Syuzairi, pemerintah belum menyiapkan solusi bagi para pemilik kios liar yang digusur tersebut. “Belum ada (solusi), tapi kami akan mencari jalan keluar agar pedagang ini dapat berjualan,” katanya.

Penertiban kios liar di Simpang Frengki kemarin berjalan lancar tanpa ada perlawanan dari para pemilik kios. Namun mereka mengaku bingung karena tidak bisa berjualan lagi.

“Kami mau berjualan di mana lagi Pak,” kata seorang penyewa kios.

foto:  Rezza Herdiyanto untuk Batam Pos
foto: Rezza Herdiyanto untuk Batam Pos

Wati, seorang pemilik kios di Simpang Frengki mengaku membeli kios di sana seharga Rp 40 juta. Saat membeli kios tersebut, si penjual menjanjikan kios tersebut tidak akan digusur.

“Kami minta ada tempat untuk berjualan. Tolonglah kami diperhatikan,” katanya.

Pemilik kios lainnya, Marissa, mengaku tidak terima dengan aksi penggusuran kios tersebut. Sebab dia merasa membeli kios tersebut secara legal. Bahkan dia mengaku memiliki sertifikat dan legalitas yang mengatasnamakan Pemko Batam. Kata dia, dalam lembaran yang dia sebut sertifikat itu ada tandatangan atas nama Razaq dan Rizal.

Seorang pemilik kios di Simpang Frengki bahkan berteriak sambil mempertanyakan pengelola kios.

“Siapa pengelola, mana, mana dia. Kita tuntut, katanya aman lima tahun,” teriak wanita itu lantang. (bpos)

Residivis Pencuri Motor Nyaris Dibakar Massa

0
ilustrasi
ilustrasi

batampos.co.id – Pencuri sepeda motor yang tertangkap di Bengkongbaru, Kecamatan Bengkong, Kamis (28/4), nyaris dibakar massa.

Beruntung, polisi segera datang.

Pelaku berinial WS, 29, warga Aviari Batuaji itu diketahui mencoba mencuri motor milik salah seorang warga. Namun naas, aksinya tersebut diketahui pemilik motor. Sebelum tertangkap, ia sempat mencoba kabur dari kejaran warga.

“Di sini sudah sering kehilangan motor. Kalau tak ada polisi sudah kami bakar dia (pelaku-red),” ujar Amir, warga yang diminta menjadi saksi.

Kapolsek Bengkong, AKP Hendrianto yang dikonfirmasi membenarkan penangkapan warga tersebut. Warga meluapkan emosi karena dalam satu bulan ini, sudah ada tiga kali warga yang mengaku kehilangan motor.

“Baru percobaan, kami amankan sebelum warga berbuat anarkis,” ujar Hendrianto, Jumat (29/4).

Pelaku yang sudah babak belur dihajar warga langsung dibawa ke rumah sakit. Dari pengakuan WS, ia sudah dua kali mencuri motor di Bengkongbaru.

“Pelaku merupakan residivis curanmor,” sebut kapolsek.

Awalnya polisi mengamankan Yamaha Mio Sporty warna putih yang merupakan hasil curian pelaku di Bengkongbaru pada 19 April 2016. Lalu, Yamaha Jupiter Z warna merah yang dicuri di Bengkongseken pada tanggal 24 April 2016.

“Saat ditangkap warga, ia mencoba mencuri Yamaha Mio BP 5018 GE di Bengkongbaru. Motor-motor yang dicuri ini dijual kepada salah seorang penadah dengan harga Rp 500 ribu per unitnya,” ujar Hendrianto lagi.

Dari hasil pengembangan, kata Hendrianto, pihaknya kembali menemukan empat motor curian lagi dari tangan pelaku.

“Hari ini kami temukan empat motor lagi. Untuk penadahnya, kita masih buru keberadaannya,” pungkasnya. (rng)