Szzad Hossain Liton (30) dan Noor Jaman (35) dua WNA asal Bangladesh saat melapor ke Polresta Barelang. Foto: Eggi/ batampos.co.id
batampos.co.id – Dua orang warga negara Bangladesh mendatangi ruangan Sentral Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Mapolresta Barelang lantaran ditipu oleh salah seorang agen bernama Md Asiful Haque.
Szzad Hossain Liton (30) dan Noor Jaman (35) sebelumnya dijanjikan oleh agennya untuk bekerja di Malaysia. Keduanya juga harus membayar uang sebesar 5000 USD.
Sebelum menuju Malaysia, mereka diberangkatkan dari Bangladesh menuju Jakarta terlebih dahulu. di Jakarta mereka sempat diinapkan selama 9 hari di apartemen Md Asiful Haque.
“Kami di Jakarta tinggal di apartement opu (agen) selama sembilan hari,” ungkap Szzad Hossain Liton.
lebih lanjut Hossain menjelaskan setelah selama 9 hari di Jakarta, ia lalu berangkat menuju Batam bersama Asiful Haque dan dikenalkan oleh agen tenaga kerja lainnya bernama Selena.
Kepada Selena, Haque meminta tolong untuk memberangkatkan sepuluh orang yang dibawa Haque menuju Malaysia.
“Karena banyak sampai sepuluh orang saya tolak, karena yang kedua ini bersikeras mau berangkat jadi saya tolong untuk berangkat,” ungkap Selena.
Selena mengatakan sebelum Haque kembali pulang ke Jakarta, ia juga meminta kembali uang sebesar 2000 USD kepada dua orang itu.
“Sebelum pulang dia meminta lagi uang sebesar 2000 dollar sama orang ini. Kalau saya tahu ia meminta uang lagi pasti saya larang,” lanjutnya.
Akhirnya Selena membantu kedua orang warga negara Bangladesh ini menuju Malaysia dengan meminta bantuan oknum Imigrasi dan Ditpam dengan membayar uang sejumlah Rp 7,9 juta.
Setelah diberangkatkan, akhirnya dua orang warga negara Bangladesh ini ditolak oleh imigrasi Malaysia karena tidak memiliki visa.
“Sekarang mereka hanya minta uangnya kembali. Saat ini saya masih usahakan uang yang di Imigrasi dan Ditpam dulu agar mereka bisa pulang ke Bangladesh. untuk yang sama agen Jakarta nanti saya akan usahakan juga,” pungkas Selena. (eggi)
Feby Kurnia (pakai jilbab), mahasiswi UGM asal Batam yang dikabarkan hilang. Foto: facebook Feby Kurnia
batampos.co.id – Feby Kurnia, mahasiswi Universitas Gajah Mada (UGM) asal Batam dikabarkan hilang di Yogyakarta, sejak empat hari lalu.
Kabar hilangnya Feby, disebarkan melalui Line dari #solidaritas Mahasiswa Batam Jogya.
Selain itu, kabar ini juga disampaikan oleh guru SMKN1 Batam, Dra Nuraini di dinding Facebook-nya yang ditautkan ke facebook Feby Kurnia seperti yang terlihat di foto.
Informasi yang diperoleh, Feby minta izin keluar rumah pada ibu kosnya pada Kamis (28/4/2016) lalu. Sang ibu kos pun menghizinkan karena selama ini Feby dikenal anak yang tak pernah neko-neko.
Namun, setelah itu, mahasiswi asal Batam ini tidak kembali ke kosan. Ibu kos Feby pun gusar dan mencoba mencari, namun tak ada kabar hingga saat ini.
Saat ini ibu Feby sudah berada di Yogyakarta untuk mencari keberadaan putrinya itu.
Dra Nuraini juga mengabarkan kalau sepeda motor Feby sudah ditemukan di salah satu terminal di Jogja, namun Feby belum ditemukan.
Dari laman facebook-nya, Feby Kurnia diketahui lulusan SMK Negeri I Batam dan kuliah di Universitas Gajah Mada jurusan Geofisika.(eggi/nur)
Pelayanan di konter pendaftaran peserta BPJS Kesehatan. Foto: istimewa
batampos.co.id – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan tidak segan-segan memberikan surat teguran pada fasilitas kesehatan yang membandel. Yakni, mereka yang terus menyalahi aturan kerjasama dengan BPJS Kesehatan.
“Kalau feedback lisan sudah kami berikan dan masih seperti itu, kami akan berikan surat teguran,” kata Kepala Unit Manajemen Pelayanan Kesehatan Primer (Kanit MPKP) BPJS Kesehatan Cabang Utama Batam, Asha Febriyanti.
Sejauh ini, namun demikian, BPJS Kesehatan Cabang Utama Batam belum pernah mengeluarkan surat teguran untuk faskes di tingkat pratama (FKTP). Asha mengatakan, teguran yang disampaikan masih berupa teguran lisan.
Mereka mengkaji berdasarkan laporan-laporan pengaduan masyarakat. Laporan yang masuk ke mereka, biasanya berupa lisan. “Tapi kalau sudah ada pengaduan tertulis, kami akan langsung mendatangi klinik itu,” tutur Asha lagi.
Teguran itu akan langsung diberikan ke manajemen klinik atau ke dokter praktek keluarga. Jika, masalah muncul di puskesmas, BPJS Kesehatan akan melayangkan teguran ke Dinas Kesehatan.
BPJS Kesehatan akan melihat titik mula permasalahannya. Biasanya, masalah-masalah yang muncul di tingkat pratama tidak jauh-jauh dari 155 diagnosa penyakit. Dan hal ini, menurut Asha, hanya soal persepsi masing-masing pihak.
“BPJS sudah membayar hak mereka, kapitasi. Tapi giliran pelayanan kok dirujuk, ya itu akan kami berikan surat teguran,” ujarnya. (ceu/bp)
Marching band SMPN 29 Batam menunjukan aksinya saat mengikuti Batam Street Parade di Dataran Engku Putri Batamcenter, Minggu (1/5). Acara Batam Street parade tersebut diselenggarakan Persatuan Drum Band Indonesia. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos.co.id – Event Batam Street Parade (BSP) 2016 baru saja usai dan ditutup Minggu (1/5/2016) pukul 17.00 WIB di Lapangan Engku Putri. Sebelumnya acara ini juga dibuka oleh Wali Kota Batam, Muhammad Rudi pada pukul 07.30 WIB.
Acara ini dibuka oleh penampian drum band dari Kodim 0136 Batam, beberapa atraksi mereka sempat mengundang tepuk tangan dari peserta dan masyarakat yang hadir dalam acara BSP ini.
Kejuaraan tingkat nasional ini, diikuti oleh 32 unit yang terdiri dari kategori Taman Kanak-Kanak (TK), Junior dan Senior. “Sekolah dan umum dari Batam, Bintan dan Aceh,” ucap Ketua Pelaksana, Badriya.
Dia mengatakan tentu jumlah ini di luar ekspetasi, karena biasanya di kota lain event perdana ini hanya diikuti kurang dari 10 unit. “Kami berharap ada provinsi lain yang akan ikut serta mengingat animo unit luar sangat besar untuk ingin bermain di Batam,” ujarnya.
Ada tiga jenis mata lomba yang digelar, yakni display, drum battle, dan street parade. “Display dan street parade masing-masing mengikuti semua, hanya drum battle yang diikuti oleh 9 unit peserta,” ungkapnya.
Hasil kejuaraan marching band mata lomba display kategori TK juara satu TK Ra Shafa, juara dua TK Al Kaffah dan juara tiga TK Darul Huda. Kategori junior juara satu SD 01 Seibeduk, juara dua SD 06 seibeduk dan juara tiga SD 05 Seibeduk. Kategori Senior yakni juara satu SMP Al- Khautsar, juara dua SMP Al- Zainiyah dan juara tiga SMP 6 Batam.
Mata lomba drum battle diraih oleh Maritim Aceh untuk juara satu, juara berikutnya berurutan SMP Al-Kautsar, SMP 6 Batam, SMP Al-Zainiyah, SMP 29 Batam dan SD Kartini.
Parade street kategori TK dimenangkan oleh juara satu TK Ra Shafa dan mengikuti juara berikutnya secara berurutan TK Al-Huda, TK Aqish, TK Charitas Sukajadi, TK Kartini 2 dan TK Ra Darul Huda. Kategori junior dimenangkan oleh juara satu SD 06 Seibeduk dan mengikuti secara berurutan juara berikutnya SD 01 Seibeduk, SD 05 Seibeduk, SD Kartini Batuampar, SD 02 Batuampar, dan SD 03 Bengkong. Kategori senior juara satu diraih oleh Maritim Bintan Corps dan diikuti oleh juara berikutnya secara berurutan SMP Al-Khautsar, Pariga Genderang, SMP Al-Zainiyah, SMP 44 Batam dan SMP 34 Batam.
Penjurian ini berdasarkan penilaian visual, musik dan general effect. Juri yang hadirpun langsung dari World Association Marching Show Band (WAMSB). “Jadi ini event nasional namun penjuriannya bertaraf Internasional,” ucap Badriya.
Event yang pertama kalinya digelar di Batam ini, dicanangkan akan menjadi agenda tahunan Batam. Terlebih acara ini dimaksudkan sebagai daya tarik wisatawan. “Selain itu memang ini sebagai wadah kegiatan marching band di Batam,” ujarnya.
Sebelumnya acara serupa juga pernah digelar di kota lain, di antaranya Banjarmasin Open Marching Band dan Bogor Street Festival.
“Puncaknya acara Internasional yakni Sandi Nusa Internasional Maching Band Competition. Tahun lalu diikuti oleh lima negara, yakni Indonesia, Malaysia, Filiphina, Thailand dan Kamboja,” papar Kepala Bidang Umum Pengurus Besar Persatuan Drum Band Indonesia (PDBI), Gatut Susanta.
Nantinya, Gatut berharap acara ini akan menjadi pendorong bagi insan marching band tampil di ajang Internasional juga. “Mudah-mudahan banyak juga yang dari Batam tampil di Sandi Nusa Internasional Maching Band Competition,” tambah Ketua Umum Sandinusa itu.
Kegiatan ini, lanjut Gatut merupakan bentuk pembinaan generasi muda dan meningkatkan wisatawan ke Batam. “Oleh karena itu, piala yang diperebutkan itu piala Kementrian Pariwisata,” tutupnya. (cr18/bp)
Sebelum Muktamar Tokoh Umat, HTI Kota Batam juga melakukan sosialisasi pentingnya Syariah Khilafah menuju Islam Rahmatan Lilalamin lewat pawai dari Jodoh ke Nagoya Batam. Foto: dok. HTI
batampos.co.id – Hizbut Tahrir Kota Batam mengadakan acara muktamar tokoh umat, di Hotel Goodway, Minggu (1/5/2016). Acara yang dimulai pukul 8.00 WIB mengundang 400 peserta dari Kota Batam.
“Acara ini selain membangun silaturahim di kalangan tokoh umat, kami juga membahas tentang segala permasalahan yang ada di Indonesia, misalnya masalah sosial seperti kemiskinan, maupun kriminalitas yang kerap terjadi,” ujar Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II, Hizbut Tahrir, Yeni Indriani.
Acara yang berlangsung serentak di 59 kota lain di Indonesia ini, juga menghadirkan beberapa tokoh penting Kota Batam seperti Staf ahli DPRD Kota Batam, Mubaligh Kota Batam, pengurus BMKT, dan tokoh masyarakat lainnya.
“Dalam kesempatan ini, kami juga menyampaikan beberapa materi tentang masalah syariah, khilafah, aqidah, dan kesatuan umat di negara Indonesia,” katanya.
Ia mengatakan khilafah islamiyah merupakan pelindung umat islam dari keterpurukan. Dan pada kegiatan ini merupakan pengingat kepada umat Islam, bahwa mereka punya khilafah, sebelum diruntuhkan oleh negara barat.
“Jadi kegiatan ini menyatukan segala visi dan misi dari dalam Islam, menyatukan umat dari berbagai strata sosial,” ungkapnya. (cr19/bp)
Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Asosiasi Pedagang Kakilima Indonesia (APKLI) Provinsi Kepri, Harsono memberikan pataka kepada ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Pedagang Kakilima Indonesia (APKLI) Kota Batam, Ahmad Arifin saat pelantikan, Sabtu (30/4). Foto: Iman Wachyudi/ Batam Pos
batampos.co.id – Ahmad Arifin, dan kawan-kawan resmi dilantik sebagai Pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Pedagang Kakilima Indonesia (APKLI) Kota Batam untuk periode 2016-2019, Sabtu (30/4) di dekat Pasar Toss 3000 oleh Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Asosiasi Pedagang Kakilima Indonesia (APKLI) Provinsi Kepri, Harsono.
Dalam sambutannya, Ahmad Arifin yang baru saja dilantik mengatakan, sebagai pengurus, ia siap memberdayakan Pedagang Kakilima (PKL) dengan memberikan pelatihan-pelatihan yang bersifat mengembangkan daya jual para pedagang dari segi produk maupun kemasan.
“Kita nantinya akan memberikan pelatihan kepada para pedagang agar terus berinovasi baik dari segi produk maupun kemasan, sehingga nantinya akan dapat bersaing ditengah-tengah produk yang datang dari luar. Dengan demikian para pedagang dapat menopang perekonomian dalam keluarga,” kata Arifin.
Sementara itu Ketua DPW APKLI Provinsi Kepri, Harsono mengatakan, pihaknya akan terus mengupayakan pembangunan kios, bekerjasama dengan Pemrov Kepri dan Pemko Batam.
“Saya akan bicara dengan pemerintah sebagai penguasa wilayah, kita upayakan pembangunan kios yang legal untuk pedagang kaki lima,” ungkap Harsono dalam sambutannya.
Menanggapi tentang penggusuran bagi PKL yang menempati kios-kios ilegal di pinggir-pinggir jalan utama atau di buffer zone, Harsono mengatakan APKLI Kepri siap membantu para pedagang. Pasalnya, PKL membutuhkan solusi seperti pemindahan tempat berjualan (relokasi).
“Kalau tempatnya ilegal dan memang harus digusur, ya silahkan digusur. Namun pemerintah harus cari lahan untuk pindahkan mereka, APKLI siap bangun dengan dana APKLI,” ujar Harsono lagi.
Dengan pemindahan ke lokasi yang resmi dan layak namun tetap ramai, para pelaku usaha kecil itu bisa terus bertahan hidup dari sisi ekonomi.
Meski begitu, Harsono juga meminta pemerintah mengecek lebih detail tentang para pedagang yang menempati kios-kios liar tersebut. Pasalnya, kata dia, beberapa PKL yang sudah memiliki kios relokasi di tempat yang semestinya juga kembali membuka kios tak resmi baru di tempat lain. Bahkan, dia menyambung, ada yang sudah direlokasi dan memiliki kios resmi malah menyewakannya ke orang lain, sedangkan orang tersebut memilih kembali berjualan di lokasi lama.
“Seperti di Jodoh Boulevard itu, banyak yang sudah memiliki kios resmi (relokasi) yang saya bangun, tapi mereka masih tetap kembali berjualan di tempat lama,” katanya.
Selain itu, Harsono juga berjanji akan terus membangun kerjasama dengan sejumlah pihak untuk membantu PKL, salah satunya bekerjasama dengan Bank untuk memudahkan mendapatkan bantuan permodalan.
“Kita juga upayakan permodalan, dengan menggendeng Bank Mandiri, Bank BNI dan Bank Central Kepri dan juga Pegadaian. Dan kami sangat berharap agar bank negara maupun swasta dapat membantu kami dalam mengembangkan usaha kami dengan demikian para pedagang kakilima dapat meningkatkan taraf hidup mereka,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Pasar, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (PMP-KUKM) Kota Batam, Pebrialin dalam sambutannya mengatakan, usaha sebagai PKL menjadi mata pencarian yang banyak digeluti masyarakat. Tercatat lebih dari 25 ribu pedagang kakilima di Batam. Karenanya perlu dilakukan penataan agar terlihat rapi dan tidak semberawut seperti sekarang ini.
“PKL menjadi usaha mikro masyarakat. Tapi harus ditata agar bisa tumbuh bersama. Pemerintah Kota Batam berharap agar nantinya di setiap kecamatan agar ada ruang bagi para pedagang untuk berjualan,” ujar Pebrialin.
Lebih lanjut Pebrialin mengatakan, pihaknya nantinya akan mengajukan lahan kepada BP Batam agar ada ruang bagi para pedagang untuk berjualan sehingga para pedagang dapat berjualan di sana hingga seterusnya tanpa rasa was-was digusur. “Dan tentunya ini juga yang menjadi harapan kita bersama,” kata Febrialin.
Untuk itu, ia mengimbau dengan kepengurusan APKLI di bawah Harsono dan Ahmad Arifin, bisa bersama-sama pemerintah untuk menata PKL. “Bersama kita menata dengan baik. Mencari lokasi yang tepat untuk PKL,” terangnya.
Sementara itu, Silviana Esther Maria, selaku Sekjen DPP APKLI mengatakan, bahwa kedepan dibutuhkan kerja keras bersama untuk melakukan pembinaan, sehingga keberadaan PKL benar-benar berdaya.
Begitu juga amanat dari Presiden APKLI Heru J Juwono yang dibacakan oleh Silviana, bahwa sejarah keberadaan PKL sudah cukup tua, karenanya sudah saatnya menempati posisi yang terbaik secara perlahan.
“Pemda dan pengusaha, mohon memberikan sedikit tempat kepada PKL, agar kehidupan PKL lebih baik. Juga kepada para pedagang marilah kita berdagang dengan tertib. Dan apabila mengatakan pinjaman agar dikembalikan dengan baik agar kedepannya bank menjadi percaya dan kembali memberikan pinjaman modal kepada kita,” ujar Heru dalam amanatnya.
Diakhir acara sebanyak 500 orang para pedagang kakilima menerima kartu BPJS Ketenagakerjaan yang diberikan secara simbolis oleh Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Batam-Nagoya, Ahmad Fathoni, Anggota DPRD Provinsi Kepri, Asmin Patros, Kepala Dinas PMP-KUKM Kota Batam, Pebrialin, Sekjen DPP APKLI, Silviana Esther Maria dan Ketua DPW APKLI Provinsi Kepri, Harsono. (iwa)
Evakuasi jenazah Sandra. foto: rezza h / batam pos
batampos.co.id – Kematian Neltji Trente Zandra Jawar, 38, alias Sandera, warga kaveling Sagulung Baru blok V/97, yang jenazahnya ditemukan membusuk di lahan kosong depan gedung Balai Kesehatan, Marina, Sabtu (30/4/2016) lalu sudah dimakamkan di TPU Seitamiang, Minggu (1/5/2016) siang.
Prosesi pemakaman sendiri dimulai dengan ibadah pengantar jenazah di gereja tempat korban beribadah. “Dari rumah sakit (RSOB) langsung ke gereja. Di gereja kami ibadah sebentar dan langsung ke sini (TPU) untuk dimakamkan,” kata Haintje.
Suasana duka dan haru menyelimuti proses pemakaman jenazah Sandra. Empat anak Sandra dan Yulianti ibu Sandra nyaris pingsan saat jenazah Sandra dimasukan ke liang lahat. “Selamat jalan mama,” kata Adreas putra sulung Zandra yang kini duduk di kelas III SMP.
Semua pelayat turut terlarut dalam kesedihan yang mendalam melihat empat anak Sandra dan Yualianti menangis tersedu-sedu di pinggir makam korban.
“Kita semua harus lebih sabar dengan kenyataan ini,” hibur beberapa pelayat kepada Yuliana dan empat anak korban.
Para pelayat dan keluarga Sandra juga berpesan kepada Andres agar tidak berlarut-larut dalam kesedihan tersebut.
“Dia mau hadapi UN minggu depan, jadi kami berusaha keras agar tetap menghibur dan memberi semangat kepada Andreas agar UN-nya tidak terganggu dengan musibah ini,” ujar Haintje.
Yulianti dan empat anak Zandra saat ini menjadi perhatian dari Haintje sebagai pengganti posisi Zandra. “Ya ma gimana lagi. Ini sudah jalan Tuhan, bagaimanapun anak-anak ini akan terus melanjutkan kehidupannya,” tutur Haintje.
Sementara itu, ayah kandung Andreas dan tiga adik perempuannya di Manado sudah diberi kabar duka tersebut. Namun sang ayah yang sudah memiliki keluarga baru di kampung halaman tidak bisa hadir pada acara pemakaman. “Ayah mereka sudah tahu dan tak bisa hadir,” ujar Haintje. (eja/bp)
Lapas kelas II A Barelang Batam. Foto: Yofi Yuhendri/ Batam Pos
batampos.co.id – Ribuan warga binaan Lembaga Pemasyarakat (Lapas) kelas II A Barelang, Batam mengeluhkan kekurangan ruangan untuk tidur. Pasalnya sejak pemberlakuan peraturan pemerintah (PP) nomor 99 tahun 2012 tentang syarat dan tata cara pelaksanaan hak warga binaan pemasyarakatan, jumlah penghuni lapas semakin meningkat sementara kapasitas lapas yang berada di pinggir jalan Trans Barelang itu tak ditambah.
Dalam satu kamar di lapas yang dipimpin oleh Farhan Hidayat itu ditempati hingga 26 orang. Jumlah tersebut jauh dari jumlah daya tampung ideal yang hanya 7 orang perkamar. Imbasnya konflik sering terjadi di sesama penghuni kamar yang sama. “Napi yang tak bisa melawan terpaksa tidur di toilet. Benar-benar tidak manusiawi sekarang kami. Bayangkan 26 orang tidur dalam ruangan ukuran 4×6. Bagaiman bisa tidur. Duduk saja susah,” kata Ma salah satu penghuni salah satu kamar di blok B kepada koran Batam Pos (grup batampos.co.id) saat acara peringatan hari bakti Lapas ke 25 di dalam lapas Barelang, Sabtu (30/4).
Memang diakui napi kasus narkoba itu Lapas adalah tempat untuk menghukum bagi mereka yang melanggar hukum atau berbuat krimanal, namun itu tak berarti bahwa mereka harus diperlakukan tidak manusiawi seperti itu. “Ini wadah bagi kami untuk merenungkan kesalahan kami dan belajar untuk kembali menjadi orang baik, jangan kami dihukum dengan perlakuan yang tak manusiawi seperti ini. Hukuman yang lain kami tak protes. Tapi tolonglah, ini masalah serius,” kata Ma.
Jika pemerintah tak segera memikirkan masalah over kapasitas tersebut, kata Ma masalah lain bisa saja akan muncul di kemudian hari seperti perikaian antar sesama napi ataupun aksi berontak dari napi sendiri.
“Ya bagaimana lagi, sekarang saja, sudah sering konflik di dalam kamar rebutan tempat untuk tidur. Lama-lama bisa mengamuk semua napi karena tak tahan dengan kondisi seperti itu. Stres dengan hukuman ditambah lagi masalah interen sesama napi, bisa jadi baku bunuh satu sama lain. Itu yang saya pribadi takutkan. Saya sendiri sering mengalah dan tidur di toilet ketimbang harus berantem rebutan tempat untuk tidur,” katanya.
Senada disampaikan Rwh, penghuni kamar di blok C, kapasitas penghuni kamar yang berlebihan sudah menimbulkan konflik antara sesama beberapa penghuni kamar tersebut. “Dua minggu lalu ada yang berantem karena rebutan tempat untuk tidur,” kata Napi kasus pencurian dan kekerasan itu.
Meskipun mereka yang berantem ditempatkan di kamar isolasi, tapi kejadian serupa tidak bisa dicegat karena kondisinya memang tidak memungkinkan untuk hidup akur dalam lapas. Sistem siapa yang kuat dia yang berkuasa akhirnya kembali diterapkan. “Jadi serba salah sekarang. Penjara memang terkurung tapi tidak seharusnya kami diperlakukan seperti ini,” katanya.
Warga binaan mengaku tak menyalahkan pihak Lapas atas kejadian itu sebab pemicu dari ledakan jumlah penghuni lapas itu imbas dari penerapan PP 99 yang memangkas kebijakan pemotongan masa tahanan sebagian warga binaan yang layak mendapat remisi.”Akibat PP 99 itu, jumlah napi yang bebas tak seimbang dengan yang baru masuk. Perbandinganya bisa 1/10. Satu keluar 10 orang masuk. Gimana nggak penuh sementara kapasitas daya tampung tak ditambah. Minggu kemarin saja ada 30 orang masuk yang bebas hanya tiga orang,” ujar Rwh.
Kasi pembinaan dan didik (Binadik) Lapas Barelang Batam Luthfi Maulana, membenarkan adanya over kapasitas di dalam lapas tersebut. Saat ini jumlah napi mencapai angka 1.317 orang dengan perincian 72 wanita dan sisanya adalah pria. Dari total jumlah napi tersebut 71 persen didominasi napi kasus narkoba.
“Idealnya lapas ini hanya mampu tampung 400 an orang. Tapi mau gimana lagi, yang bebas berkurang, yang tambah semakin banyak ya meledaklah jumlahnya,” kata Luthfi.
Semenjak diberlakunya PP 99 tersebut, kata Luthfi memang jumlah napi yang bebas setelah kurang masa remisi berkurang. Jumlah napi yang bebas tak seimbang dengan napi yang baru masuk sehingga terjadi ledakan jumlah napi tersebut. “Ini bukan di sini saja (Lapas Barelang), hampir di seluruh Lapas seIndonesia mengeluhkan hal ini. PP 99 perlu dikaji lagi. Imbasnya cukup besar,” kata Luthfi.
Memang PP 99 tersebut mengatur untuk memperketat pemotongan masa hukuman bagi napi, namun itu tak efektif jika sebagai alasan untuk membuat efek jera bagi mereka yang melanggar hukum. “Sekalipun orang yang melanggar hukum itu dipenjara 10 atau 20 tahun, kalau tak ada niatnya untuk berubah, setelah bebas tetap saja dia kembali berbuat jahat, begitu sebaliknya, jika ada niat dari yang bersangkutan untuk tobat dan merubah diri, penjara setahunpun sudah cukup. Jadi kalau PP 99 itu dianggap langkah yang tepat untuk membuat pelaku kejahatan kapok, itu tidak tepat,” kata Luthfi.
Malah masalah yang akan muncul dengan pemberlakukan PP 99 tersebut. Sebab selain jumlah napi semakin bertambah, konflik-konflik dalam lingkungan lapas semakin berpontesi terjadi.”Belum dari segi anggarannya lagi,” tutur Lutfhi.
Sejauh ini sambung Luthfi memang situasi dalam lapas Barelang masih aman dan bisa terkendali dengan proses pengawasan dan pendekatan yang dilakukan petugas. Namun demikian, pihak lapas sendiri mengaku cukup kuatir dengan kondisi tersebut. Sebab hal-hal yang tak diinginkan bisa saja terjadi jika penghuni semakin hari semakin bertambah tanpa dibarengi dengan peningkatan kapasitas daya tampung dan petugas sipir.”Kalau ini dibiarkan terus, bisa berbahaya,” kata Luthfi.
Untuk itu sesuai harapan warga binaan di sana, Luthfi berharap agar pemerintah kembali merevisi PP 99 tersebut agar gejolak-gejolak kecil yang ada saat ini tidak menjadi masalah yang serius nantinya.”Bagaimanapun mereka (warga binaan) butuh reward. Kalau ada reward berupa remisi, semua napi akan berlomba-lomba untuk berbuat baik agar dapat remisi. Kalau remisi dihilangkan, tak ada alasan lagi bagi mereka untuk berbuat baik dalam lapas,” ujar Luthfi. (eja)
Warga dan pelajar saat naik bus trans Batam tujuan Batamcenter-Batuaji, Kamis (17/3/2016). Foto: Cecep Mulyana/Batam
batampos.co.id – Setelah ada kesepakatan dengan pengusaha jasa angkutan umum serta instansi terkait, mulai selasa (3/5/2016) Pemerintah Kota (Pemko) Batam mengembalikan jadwal Trans Batam seperti biasa.
“Mulai pukul 06.00 WIB hingga Pukul 18.00 WIB,” kata Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Batam, Zulhendri kepada Batam Pos (grup batampos.co.id), Minggu (1/5/2016).
Pihaknya berharap semua pihak mengawal dan menjaga keberlangsungan Trans Batam. “Dari pihak yang berusaha mengambat dan mengganggu kebijakan pemerintah ini,” ungkap Zulhendri.
Sehingga pemerintah dapat melayani masyarakat secara optimal tanpa ada gangguang dari pihak manapun.
“Semua masyarakat bisa menikmati transportasi murah, aman, serta nyaman,” katanya lagi.
Zulhendri menyampaikan, Trans Batam mulai melayani masyarakat sejak tahun 2004 silam dengan status Bus Pilot Project (BPP). Setelah 12 tahun mengaspal, status tersebut belum dicabut pemerintah.
“BPP cukup dua tahun, karena tak ada yang ngurus akhirnya dibiarkan,” katanya.
Selama ini operasional bus plat merah, sambung Zulhendri masih mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Batam. “Selama ini masih disubsidi,” ungkapnya.
Tahun 2017 mendatang Dishub Kota Batam mewacanakan Trans Batam menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Badan atau perusahaan mandiri, mampu membiayai anggaran operasionalnya sendiri, tanpa membebankan APBD Kota Batam lagi.
“Semi profesional, bila pemerintah membantu Rp20 Miliar, kita kembalikan Rp21 Miliar. Minimal Trans Batam bisa Break even point (BEP), tidak untung dan tak rugi,” katanya lagi.
Bila sehat dan terus berkembang, pihaknya akan terus menambah armada, serta memperbanyak trayek angkutan.”Seluruh kawasan bisa terlayani,” harapnya.
Dalam kesempatan itu Zulhendri menyampaikan, sejak beroperasi keberadaannya baru diresmikan Wali Kota Batam, Rudi, Senin (2/5/2016) ini di lapangan Engku Putri Batamcentre. (hgt/bp)
Surya salah satu peserta terlihat serius saat mengikuti lomba mewarnai dalam rangka memperingati Hari Kartini pada acara Auto Show yang diselenggarakan Harian Pagi Batam Pos di Kepri Mall, Minggu (1/5). Foto: Cecep Mulyana/ Batam Pos
batampos.co.id – Harian Batam Pos menyelenggarakan lomba mewarnai di Kepri Mall, (1/5). Ratusan anak TK dan Sekolah Dasar dari berbagai sekolah tersebut terlihat antusias dan asik menikmati perlombaan tersebut.
“Acara ini rangkaian dari pameran Auto Batam, dan sekaligus acara peringatan hari Kartini,” ujar panitia, Herianton, Minggu (1/5).
Menurut Heri, kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan warna kepada peserta, selain itu kegiatan ini juga mengasah kreativitas yang dimiliki oleh anak-anak tersebut.
“Pokoknya kegiatan ini mengembangkan potensi yang ada di setiap anak,” katanya.
Ia menyebutkan, banyak hadiah yang disediakan pihak panitia, untuk para pemenang. Ada trophy, uang tunai, peralatan tulis dan meja belajar. “Kami juga memberikan lucky draw berupa celengen, dengan tujuan agar peserta belajar menabung sejak dini,” ungkapnya.
Sementara itu, peserta lomba, sekaligus pemenang lomba mewarnai kategori A, Chania Azzahra, mengaku senang dan bangga bisa menyingkirkan ratusan peserta lainnya. Ia juga mengaku senang bisa mengikuti perlombaan tersebut.
“Senang dan bangga bisa juara,” ujar Chania dengan wajah malu-malu.
Siswa kelas dua Sekolah Dasar Tarbiyatul Hidayah ini pun mengatakan sejak duduk di bangku TK sudah menyukai kegiatan mewarnai. Dan setiap ada perlombaan mewarnai ia selalu ikut dan selalu berhasil meraih juara.
“Sering dapat juara, mulai dari juara 1 sampai 3, maupun juara harapan,” ujar Ibunya, Ade Handayani. (cr19)