Rabu, 22 April 2026
Beranda blog Halaman 14159

Rudi Pecat Anak Kepala Dinas Tata Kota Batam

0
Daftar THL 2016 yang Sk-mnya diduga dimanipulasi Distako Batam. Foto: youtuber
Daftar THL 2016 yang Sk-mnya diduga dimanipulasi Distako Batam. Foto: youtuber

batampos.co.id – Tak hanya memecat Bobi Rian, tenaga harian lepas (THL) di Dinas Tata Kota Batam karena mengungguh video tentang diskriminasi THL lama dan permainan penerimaan THL baru di Distako, Wali Kota Batam Rudi juga memecat seluruh THL baru yang masuk di Distako Batam tahun 2016.

Keputusan itu diambil Rudi usai menggelar rapat tertutup dengan pejabat Distako Batam dan pihak terkait lainnya di kantor Pemko Batam, Senin sore (11/4/2016).

Rapat tersebut tindaklanjut dari surat Bobi Cs dan video bobi di Youtube berjudul: “kelicikan dan kebusukan pejabat dinas tatakota batam”.

“Mereka belum menandatangani kontrak kerja dari Badan Kepegawaian Daerah,” ujar Rudi.

Daftar THL 2016 yang Sk-mnya diduga dimanipulasi Distako Batam. Foto: youtube
Daftar THL 2016 yang Sk-mnya diduga dimanipulasi Distako Batam. Foto: youtube

Rudi menyebut, keputusannya memecat Bobi dan THL baru yang ia bongkar di videonya di Youtube dan menyebar secara viral ke jejaring sosial, adalah keputusan berat.

“Namun harus dilakukan untuk menyelesaikan kasus ini,” kata Rudi.

Ya, dari 20 lebih THL baru di Distako Batam, ada nama Muhammad Bayu Pratama, anak Kepala Distako Batam Asril. Juga ada nama Andi Hilda Rosalind, anak Sekretaris Distako Ruslan, dan anak pejabat lainnya.

“Anak siapapun saya pecat, emang gue pikirin,” tegas Rudi.

Bobi menyebut, kontrak kerja THL baru dengan Distako Batam itu dimanipulasi dengan cara menyebut tahun masuk 2014, sehingga terkesan THL lama.

Di Pemko Batam sendiri, ada sekitar 7.000-an honorer atau THL. Ada yang direkrut melalui sepengetahuan BKD sehingga SK-nya diteken BKD (Badan Kepegawaian Daerah), ada juga kontrak kerja dibuat oleh masing-masing satuan kerja perangkat daerah (SKPD) seperti dinas, badan, di lingkungan Pemko Batam. (bp/nur)

Baca Juga:
> Unggah Video Kelicikan Pejabat Distako Batam, Bobi Malah Dipecat
> THL Distako Batam Bobi Rian Juga Vokalis Band Kufaku, Cantiknya Bule di Video Klipnya
> Wawako Batam: Tak Mungkin Anak Ini (Bobi) Bohong
> Ada Anak Kepala Dinas dan Sekretaris di THL Baru Distako Batam
> 10 Tahun Kerja di Distako, 11 Tahun Pendidikan hingga S2, Dikasi SK Satpam Rusunawa, Ape Gune?
> Pak Wali, Ini Video Protes Pegawai Harian Lepas Dinas Tata Kota Batam.
> Lebih 20 THL Baru di Distako Batam SK-nya Dimanipulasi

Unggah Video Kelicikan Pejabat Distako Batam, Bobi Malah Dipecat

0
Bobi Rian, THL Distako Batam. Foto: youtube
Bobi Rian, THL Distako Batam. Foto: youtube

batampos.co.id – Keberanian Bobi Rian, tenaga lepas harian (THL) mengunggah video berisi kisah perlakuan buruk THL lama dan permainan penerimaan THL baru oleh pejabat Dinas Tata Kota Batam ke Youtube, ternyata bukan hanya membuat pejabat Distako gerah, tapi juga Wali Kota Batam, Rudi.

Setelah melakukan rapat tertutup dengan para pihak, termasuk Kepala Dinas Tata Kota Batam Asril, bersama jajarannya, Rudi akhirnya memutuskan memecat Bobi. Rudi menilai sikap Bobi itu tidak terpuji.

“Video yang di-upload Bobi merupakan sikap kurang ajar,” ujar Rudi, Senin sore (11/4/2016).

Setelah melihat video Bobi dan menganalisanya, Rudi menganggap Bobi terkesan menantang dan menghina Pemerintah Kota Batam.

Rudi menilai, pemecatan tersebut sudah berdasarkan aturan yang ada. “Kalau mau nangis, nangislah di depan saya,” kata Bobi.

Ya, Bobi memang melayangkan surat keberatan kepada Wali Kota Batam atas perlakukan buruk yang Bobi dan THL lama lainnya rasakan di Distako. Juga membongkar permainan kotor penerimaan THL baru di dinas tersebut.

Bobi menyebut ada lebih 20-an THL baru yang diterima Asril tahun 2016 ini, padahal Rudi sendiri melarang menerima THL baru. Supaya terkesan THL lama, Bobi mengungkap kalau kontrak kerja  THL baru dimanipulasi dengan membuat tahun masuk 2014.

Dari lebih dari 20-an THL baru itu, ada nama anak Kepala Dinas Tata Kota, anak Sekretaris Tata Kota, kerabat beberapa pejabat lainnya.

Kehadiran lebih dari 20 THL baru itu membuat Bobi Cs terdepak. Mereka dipaksa menjadi satpam di Rusunawa milik Pemko Batam. Padahal, Bobi sudah 10 tahun menjadi THL. Latarbelakang pendidikan Bobi juga terbilang tinggi, strata 2 (S2) Magister Science (Msi).

“Sepuluha tahun kerje, 11 tahun pendidikan sampai S2, disuruh jadi petugas keamanan alias Stapam di rusunawa, ape gune,” ujar Bobi di cuplikan video itu.

Surat keberatan yang diteken Bobi dan tiga rekannya itu, juga dibacakan langsung oleh Bobi di video berjudul: “kelicikan dan kebusukan pejabat dinas tatakota batam”.

Secara detail dan runut vokalis Band Kufaku itu membacakan kronologi perlakuan tidak adil yang mereka terima, dan manipulasi penerimaan THL di Distako Batam dengan gaya teatrikal dan dialek melayu.

Bobi tentu sudah mempertimbangkan konsekwensi keberaniaanya itu. Memang di video itu harapan Bobi tidak banyak, hanya meminta Wali Kota Batam menindaklanjuti laporannya. Termasuk dugaan manipulasi penerimaan THL baru.

“Kita tengok… kalau tidak ditindaklanjuti… kita gas lagi,” ujar Bobi di cuplikan video itu. Bravo Bobi! (bp/nur)

Baca Juga:
> THL Distako Batam Bobi Rian Juga Vokalis Band Kufaku, Cantiknya Bule di Video Klipnya
> Wawako Batam: Tak Mungkin Anak Ini (Bobi) Bohong
> Ada Anak Kepala Dinas dan Sekretaris di THL Baru Distako Batam
> 10 Tahun Kerja di Distako, 11 Tahun Pendidikan hingga S2, Dikasi SK Satpam Rusunawa, Ape Gune?
> Pak Wali, Ini Video Protes Pegawai Harian Lepas Dinas Tata Kota Batam.
> Lebih 20 THL Baru di Distako Batam SK-nya Dimanipulasi

Great Spirit Menteri Pariwisata Arief Yahya di Jatinangor

0
Menteri Pariwisata, Arief Yahya.Foto" istimewa
Menteri Pariwisata, Arief Yahya.Foto” istimewa

batampos.co.id – Arief Yahya bukan menteri biasa. Selain mengerti bisnis, juga seorang inspirator.

Arif Yahya sering muncul di acara Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan (Diklatpim). Bahkan, Diklatpim yang digelar tingkat II Angkatan XLII Kelas D, di Jatinangor, Sumedang, Jumat (8/4/2016) lalu, mendatangkan Arief Yahya.

Sebanyak 60 peserta di Auditorium Graha Giri Wisesa PKP II A I LAN itu pun khusuk mendengarkan paparan Mantan Dirut PT Telkom Indonesia yang sukses membuat laba BUMN itu naik double. Apa resepnya? Bagaimana pengalamannya? Bisakah itu diimplementasi di non telco company.

“Elemen dasarnya sama, yang pernah saya bukukan dalam ‘Great Spirit Grand Strategi’, dua hal yang saling melengkapi. Keduanya tidak bisa dipisahkan, tidak bisa dikesampingkan. Kunci sukses seorang pemimpin adalah harmonisasi spirit dan strategi itu. Dalam filosofi Tiongkok, ada yin dan yang. Di dalam putih ada hitam, di dalam hitam ada putih,” jelas Arief Yahya, yang tahun 2013 dinobatkan sebagai Marketeer of the Year oleh MarkPlus itu.

Spirit itu, kata dia, menyangkut heart (hati), soft aspect dari sebuah organisasi serta karakter sebagai hasil dari olah ruh dan olah rasa. Spirit berkait dengan semangat tinggi yang terbentuk oleh keyakinan dasar (basic belief), nilai-nilai (core values) dan perilaku (common behavior) yang utama dan mulia.

Sedangkan Strategi menyangkut head (pikiran), hard aspect dari sebuah organisasi serta kompetensi sebagai hasil olah rasio dan olah raga. Strategi berkaitan dengan visi, strategi, model bisnis, atau eksekusi excellent yang terbangun dari hasil analisis dan daya pikir yang mumpuni. Spirit merupakan hasil dari “leading people” dan strategi merupakan hasil dari “managing business.”

“Perpaduan yang solid antara heart dan head, hati dan pikiran, dada dan kepala, itulah yang dibungkus dalam judul Great Spirit dan Grand Strategy. Konsep itu menjadi keunggulan bersaing atau competitive advantage, yang sulit terkalahkan, bahkan sulit ditiru oleh para pesaingnya. Saya sering menyebut inilah the unusual way to win bagi Telkom kala itu,” ungkap dia.

Arief Yahya tidak bermaksud men-Telkom-kan peserta diklat itu. Juga tidak ingin menggiring pada prinsip-prinsip korporasi yang tidak mudah diterapkan oleh para calon pemimpin institusi negara itu. Dia hanya menyampaikan konsep ideal spirit orang bekerja, dan membangun strategi masa depan. Apakah itu bisa diterapkan di semua level? Bisa dijalankan di semua instansi?

Prinsipnya sama. Arief Yahya menawarkan perspektif baru yang orisinil mengenai rahasia suksesnya memimpin korporasi besar seperti Telkom Indonesia.

Ada tiga pilar konsep penopang sukses yang harus berkesinambungan, yakni Corporate Philosophy, Leadership Architecture dan Corporate Culture. Itu adalah senjata pamungkas bagi pemimpin paripurna dalam membawa organisasi menuju sukses jangka panjang selama puluhan bahkan ratusan tahun.

“Semangat atau spirit itu jauh lebih hebat dari strategi. Semangat yang tinggi akan mencari jalannya sendiri untuk sukses,” kata-kata Arief Yahya yang sering disampaikan saat memotivasi orang.

Memang, semangat saja tidak cukup, tetapi tanpa semangat seperti menegakkan benang basah. Ibarat menyalakan api di ruang kedap udara. Kalaupun sukses, itu seribu banding satu, dan karena factor-faktor non teknis yang tidak bisa ditularkan.

Lulusan ITB Bandung, Surrey University Inggris dan Program Doktor Unpad Bandung ini ingin sharing kepada calon-calon pimpinan itu soal filosofi corporate yang menjadi kekuatan Telkom. Itu harus dimulai dari sosok sang pemimpin, atau leader-nya. Berangkat dari yang paling tinggi, leadership philosophy to be The Best Harmony and Strategy.

Baru masuk ke Leadership Principles to be The Star, prinsip-prinsip pemimpin untuk tampil sebagai bintang. Caranya, lead by heart, managed by the head. Memimpin dengan hati, mengelola dengan akal sehat. “Nah, setelah itu Leadership Practices to be the Winner, harus memenangkan persaingan, memenangkan pertandingan,” kata Arief Yahya.

Cara ini sedikit demi sedikit sudah dia lakukan di Kemenpar, bagaimana merencanakan sebuah kemenangan. Karena tidak ada kemenangan yang datang tanpa perencanaan. Bagaimana cara menjadi pemenang?

“Itu ada rumusnya juga, saya biasa menggunakan IFA –Imagine, Focus, Action–,” kata dia.

Itulah rahasia, mengapa branding Wonderful Indonesia dengan cepat melesat dari yang semula tidak punya peringkat di World Economic Forum, langsung naik menjadi papan 47, mengalahkan Thailand (83) dan Malaysia (94).

Sepanjang 2015, Arief Yahya sudah memenangi 10 : 2 dari Malaysia dalam persaingan yang dilakukan oleh lembaga resmi dunia. Dia menambahkan bahwa menjadi yang terbaik pun perlu direncanakan. Working Spirit untuk menjadi Always The Best merupakan interseksi antara Imagine, Focus and Action (IFA) itu.

“Imagine” itu bukan “Vision” dan tidak juga “mimpi”, karena imajinasi lebih hebat daripada visi dan mimpi.

Visi itu melihat dengan sadar sehingga sangat terbatas. Mimpi itu melihat tidak terbatas, tapi tidak sadar. Imajinasi itu melihat tidak terbatas dan sadar. Imajinasi menggambarkan desirability (keinginan) bukan hanya feasibility (kebiasaan). Jadi start from desirability atau start from imagination lalu fokus kemudian bertindak. Hanya visi dan aksilah yang bisa mengubah dunia. Dengan visi yang besar akan menghasilkan aksi besar.

Mengikuti paparan Menpar Arief Yahya kali ini memang cukup “berat.” Materi yang disampaikan itu seperti sedang mendesain konsep yang berada di awang-awang. Tetapi, Arief Yahya mempermudah membayangkan itu semua dengan menggambarkan konstruksi bangunan, yang ada pilar-pilar, atap dan lantai dasarnya.

“Apa yang saya sampaikan ini masih aktual, original, dan bisa dipelajari di buku Great Spirit Grand Strategy itu,” katanya.

Buku yang dicetak oleh Penerbit Gramedia Pustaka Utama itu bersampul warna merah putih, karena memang didedikasikan untuk calon-calon pemimpin bangsa ini. Buku ini dicetak tahun 2013, dengan 304 halaman, dengan kata pengantar ditulis Dahlan Iskan. Buku ini bergenre manajemen, yang kontennya menawarkan perspektif rahasia sukses organisasi via harmonisasi spirit and strategi. Ini buku kedua yang ditulis Arief Yahya, setelah “Paradox Marketing” Unusual Way to Win: Product-Price-Promo-Place, yang juga original. (inf)

Venue Olahraga di Sumatera Selatan Lebih Lengkap

0
Jakabaring Sport City, Palembang, Sumatera Selatan. Foto: antara/istimewa
Jakabaring Sport City, Palembang, Sumatera Selatan. Foto: antara/istimewa/kemenpar

batampos.co.id -Salah satu syarat untuk dinobatkan sebagai kota rujukan pariwisata olahraga adalah memiliki venue (sarana olah raga) yang lengkap.

Nah, di Sumatera Selatan, venue olahraga lengkap. Wajar Alex Noerdin pede alias percaya diri. Dia pernah menjadi “Bandung Bondowoso” yang membangun venue SEA Games ke-26 tahun 2011 dalam waktu yang super cepat. Tidak sampai semalam jadi, seperti legenda Roro Jonggrang Prambanan yang minta 1000 candi dalam semalam. Tapi, hampir semua orang pernah meragukan, “Apa mungkin? Bawa ajian dari mana lagi?”

Tak hanya itu, Gubernur Sumsel Alex Noerdin ini sukses menyulap Jakabaring Sport City yang sebelumnya berlumpur, banjir, dan sering dicap sebagai “tempat jin buang anak.”

Dalam hitungan bulan, rawa berair cokelat, mirip kubangan besar dan sarang buaya itu sudah berubah bentuk menjadi venues berbagai cabang olahraga dengan standar internasional.

Ada aquatic swimming pool –yang terbaik di Indonesia–, tenis court, stadion sepak bola, arena water sport, semua siap pakai.

Olympic Council of Asia (OCA), lembaga yang memverifikasi vanue datang ke Palembang dan merekomendasi ok, lolos menjadi tuan rumah penyelenggaraan SEA Games.

Jika melihat timeline, semua pihak sudah geleng-geleng kepala, hampir tidak masuk akal, memobilisasi bahan dan alat, ke lokasi itu saja sudah memakan waktu.

Dalam hal infrastruktur, Gubernur Alex punya pengalaman. Karena itu, jika diserahkan ke Sumsel, orang yakin MotoGP akan punya sirkuit sendiri.

“Terima kasih atas kepercayaan Pak Menteri Pariwisata Arief Yahya, Sumsel menjadi model sport tourism nasional,” kata Alex Noerdin.

Reputasi membuat even olahraga internasional, memang tidak perlu diragukan lagi. Sebenarnya itu adalah komitmen Alex Noerdin tahun 2011 lalu sudah mencanangkan Sumsel sebagai pusatnya event olahraga nasional.

“Triboatton tahun 2016 ini adalah kali ke lima, digelar 11-15 Mei di 4 kabupaten 1 kota, dibagi dalam 5 etape, dengan panjang lintasan 523 kilometer. Dari tahun ke tahun pelaksanaannya semakin berkualitas, semakin bagus dan makin terekspose,” ucap Gubernur Alex Noerdin.

Triboatton itu adalah gabungan tiga cabang olahraga air, rafting atau arung jeram, kayak, traditional boat. Yang sering menjadi masalah dalam Triboatton adalah air sungai Musi. Di musim hujan, airnya berlimpah, bahkan terlalu deras. Sebaliknya di musim kemarau, debit airnya menyusut.

“Celakanya sekarang ini tidak jelas, kapan musim hujan, kapan juga kemaraunya? Musim hujan jarang kena hujan, musim kemarau sering kehujanan?” keluh Alex yang membuat audience terpingkal-pingkal.

Tetapi ada hikmahnya dari problem musim itu, bahwa kawasan hutan yang menjadi water catching area, harus terjaga bagus. Harus tetap lestari, agar fungsinya sebagai penangkap air dari hujan tetap baik.

Air tidak lari terlalu cepat ke sungai, sehingga membawa top soil yang berwarna cokelat. Erosi yang berkepanjangan akan merusak struktur humus, dan membuat kesuburan tanah tererosi juga.

“Karena itu, baik di hulu maupun di hilir, harus menjaga alam dan lingkungan,” jelas Alex yang dalam kariernya pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Selatan (1998).

Tentu, problem itu berbeda dengan Tour de Singkarak, Tour de Bintan, International Tour de Ijen Banyuwangi, Tour de Flores, yang saat ini mengangkat nama Indonesia di olahraga sepeda. Alex menjelaskan hampir setiap bulan di Palembang, Sumsel selalu kedatangan wisman, dari event olahraga, atau sport tourism.

“15 April nanti juga ada Beach Volley se Asia Pacific. Bulan Mei juga ada Asia Junior Swimming Competition yang diikuti 19 negara. Kami rajin menggelar sport event,” jelas Alex.

Bagaimana dengan persiapan ASIAN Games 2018? “Kalau kami, besok pagi digelar ASIAN Games saja, kami siap! Kami paling siap. Asal jangan hari ini, karena hari ini ada Launching International Musi Triboatton 2016,” kelakar Alex dalam sesi press conference.

Pihaknya siap menjadikan Sumsel sebagai “rajanya” event internasional berbasis olahraga. “Kami atas nama 8,4 juta rakyat Sumsel mengucapkan terima kasih atas kepercayaan ini,” tegas Alex.

Di sini ada banyak bupati, terutama yang Februari 2016 lalu baru dilantik. Mereka semangat-semangat, termasuk untuk menjadikan pariwisata sebagai leading sector untuk membangun kawasan.

“Maklum, mereka ini bupati-bupati baru, masih semangat. Lagi senang-senangnya jadi bupati,” ujar Alex Noerdin yang lagi-lagi membuat gelak tawa.

Sebenarnya, kata Alex, Sumsel masih menyimpan satu event lagi yang seru berbasis religi. Mirip dengan halal area, halal destination. Ada Ka’bah ukuran original, tempat Sa’I dengan panjang 450 meter sesuai aslinya di Makkah. Termasuk mock up pesawat untuk haji pertama di dunia, yang ukurannya sama, termasuk fasilitas yang nantinya ada di dalamnya. Ini untuk wisata manasik dan pengetahuan tentang haji dan umrah.

“Jadi semua orang jika ingin merasakan sensasi sesuai ukuran yang sebenarnya, silakan datang ke Palembang,” ungkap dia.

“Ada banyak destinasi bagi Sumsel. Ada banyak pilihan, mau sport tourism, MICE, dan pengembangan kawasan destinasi lain. Silakan Bapak Menteri Pariwisata untuk memilih, mana yang cocok untuk dijadikan daya tarik buat wisatawan mancanegara? Harapan kami sih, dipilih semua!” ucap Gubernur yang sekali lagi mengagetkan audience dan tidak bisa menahan tawa.

Bagaimana dengan persiapan teknis di lapangan? International Musi Triboatton 2016 ini? “Semua sudah ready. Kami tinggal menunggu hari saja,” tambah Irene Camelyn Sinaga, Kadispar Sumsel yang mendampingi Gubernur Alex Noerdin dan beberapa bupati di Sumsel. (inf)

Sumatera Selatan Jadi Model Pengembangan Sport Tourism

0
Launching Internasional Musi Triboatton 2016 yang akan berlangsung dari tanggal 11-15 Mei mendatang. Foto: dok rri/istimewa
Launching Internasional Musi Triboatton 2016 yang akan berlangsung dari tanggal 11-15 Mei mendatang. Foto: dok rri/istimewa

batampos.co.id – Sumatera Selatan, Bumi Sriwijaya, beruntung memiliki Gubernur Alex Noerdin. Visi dan misinya mejadikan Sumsel sebagai kota pusat olahraga mendapat apresiasi dari Menteri Pariwisata (Mempar) Arief Yahya. Banyak kegiatan olahraga skala nasional dan internsaional digelar di sana.

Tahun 2016 ini saja, Sumsel menggelar International Musi Triboatton (IMT) yang dilaunching  di Balairung, Gedung Sapta Pesona, Kemenpar, Jakarta, Kamis, 7 April 2016 malam. IMT 2016 ini akan berlangsung 11-15 Mei 2016 mendatang,

Malam itu terlihat jelas spirit Sumsel untuk menjadikan provinsinya sebagai jagonya sport tourism. Olahraga didesain sedemikian rupa untuk mendatangkan wisatawan baik mancanegara maupun nusantara.

Karena itulah Menpar Arief Yahya menetapkan Sumatera Selatan sebagai Model Nasional Pengembangan Sport Tourism Indonesia.

“Saya agak lama mengutak-atik dan menganalisa Sumsel dari teropong pariwisata. Di mana keunggulan kompetitif Sumsel ditarungkan dengan destinasi yang lain. Saya simulasi, Musi versus Danau Toba. Hasilnya draw, tidak ada deferensiasi, artinya Musi tidak akan bisa mengalahkan Danau Toba, kalau ada wisatawan yang harus memilih satu dari dua destinasi itu!” jelas Arief Yahya yang ahli menciptakan portofolio bisnis itu.

Lalu masuk ke konsep 3A, Atraksi, Akses, dan Amenitas. Mantan Dirut PT Telkom inipun membedah A yang pertama, Atraksi.

“Dari sisi cultural (budaya), Sumsel sangat kuat. Produk budaya nomor satu adalah kuliner, dan Sumsel punya empek-empek yang sudah mendunia. Lalu fashion, kain songket jumputan yang ditampilkan di acara launching itu keren, ringan, anak-anak muda pasti suka dan tidak meninggalkan unsur budaya songketnya,” sebut Arief yang nilainya cukup kuat.

Dari sisi nature (alam), lanjut dia, Sumsel punya Sungai Musi, sungai terpanjang di Pulau Sumatera, 750 kilometer, dikenal sebagai alat transportasi sejak zaman Sriwijaya. Kerajaan yang punya historis panjang dan pernah menjadi yang terbesar di Nusantara.

Kemudian ada Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS), Danau Ranau, dataran tinggi Pagaralam, dan lainnya. Nilainya cukup kuat juga.

Dari sisi man made (wisata buatan), ada MICE – Meetings, Incentives, Conferences and Exhibitions, ada Theme Park seperti Ancol, dan Sport Tourism.

“MICE, pilihan orang ke Bali, Jakarta, Jogjakarta, dan Bandung. Theme Park, saya kira sulit mengalahkan Ancol Jakarta. Yang paling bisa unggul adalah Sport Tourism. Belum ada yang menyaingi kalau sport tourism,” jelas Arief Yahya yang pernah dinobatkan sebagai Marketeer of The Year 2013 itu.

Kalau sudah tahu posisi kekuatannya, maka A (atraksi) sudah ada yang bisa dijagokan. Sisanya, A (akses) dan A (amenitas), itu bisa dikeroyok bersama-sama.

“Saya ajarin bagaimana membangun KEK –kawasan ekonomi khusus—Pariwisata. Untuk menjamin amenitasnya level dunia, sehingga orang berkunjung ke Palembang dan Sumsel itu mendapatkan apa yang mereka cari. Dari hotel, restoran, café, golf course, transportasi lokal, dan semua yang dibutuhkan oleh wisatawan untuk nyaman di destinasi Sumsel itu,” kata dia.

Masih ada satu poin lagi yang membuat Arief Yahya ikut pede, menjadikan Sumsel sebagai model sport tourism itu. Yakni CEO Commitment, atau perhatian dan komitmen gubernur dan kepala daerah lainnya sangat tinggi.

“Terus teras, saya melihat sosok Gubernur Alex Noerdin ini sangat pede, karena itu saya juga ikut pede. Beliau sudah membuktikan di banyak event olahraga internasional, Sumsel bisa menghandle dengan baik. Dan itu dilakukan terus secara konsisten,” paparnya.

International Musi Triboatton 2016 ini bisa dijadikan event perdana untuk mensupport Sumsel sebagai event Sport Tourism. Karena itu, Menpar meminta agar ini dikemas dengan baik, dipromosikan dengan optimal, sekaligus road to ASIAN Games 2018.

“Buat 10 event menuju Asian Games 2018 itu, dan terus dipromosikan,” sebut Arief Yahya.

Sumsel juga sudah mempersiapkan diri menjadi tuan rumah MotoGP 2018, yang pernah dihitung plus minusnya oleh Menpar Arief Yahya. Semua MotoGP bakal dilangsungkan di Sentul, tetapi karena lahannya milik private sector, banyak potensi menimbulkan masalah di kemudian hari. Karena pemerintah akan menginjeksi pembangunan infrastruktur. Sumsel menawarkan diri, dengan lahan baru yang dijamin Gubernur Alex clear and clean.

“Saya sudah ketemu Dorna pemilik MotoGP dan sudah salaman di sini, Kantor Kemenpar. Saya sudah hitung, total valuenya Rp 3 T, dengan asumsi penonton 120 ribu, spendingnya USD 1.000 biar aman (dari standar UNWTO USD 1.200 per visit), dan USD 1 sama dengan Rp 13.000. Maka direct impact-nya Rp 1,3T, jika dibulatkan ke bawah Rp 1T. Yang besar justru media value-nya, yang untuk ukuran sport tourism yang sudah mapan, perbandingannya 1/3 : 2/3,” kata dia.

Dari hitungan sederhana itu, maka media valuenya Rp 2 T, ditambah dengan direct impact Rp 1T, totalnya Rp 3T. Mengapa media value-nya tinggi? MotoGP itu diliput oleh 62 global TV broadcaster, disebar di 207 negara secara live.

“Anda bisa bayangkan, empek-empek akan sangat terkenal di dunia, kain songket jumputan akan ngetop, dan potensi wisata di sekitar Sumsel ikut terdongkrak,” ungkap pria asal Banyuwangi Jawa Timur itu.

Gubernur Alex Noerdin tampak serius memperhatikan hitungan dan logika berpikir korporasi ala Menpar Arief Yahya. Sepertinya pria asli Palembang yang lahir 9 September 1950 dan sudah periode kedua menjabat sebagai Gubernur Sumsel itu cukup terinspirasi oleh cara menetapkan provinsinya agar juara dan punya daya saing yang kuat.

“Memang orang akan berpikir, mana yang harus didahulukan? Seperti ayam dan telur? Kemenpar akan membantu menjadi pemantik, dengan mempromosikan event-event internasional, dari International Musi Triboatton 2016 ini,” sebut Arief Yahya. (inf)

Hatanto: Saya Janji KEK Akan Memberikan Manfaat Yang Besar Untuk Batam

0
kepala BP Batam Hatanto. Foto: Iman W./batampos.co.id
kepala BP Batam Hatanto. Foto: Iman W./batampos.co.id

batampos.co.id – Ketua BP Batam, Hatanto mengatakan saat ini peralihan antara Free Trade Zone (FTZ) ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) belum terlihat prestasinya. Maka dari itu, untuk saat ini menjadi tantangan buat pimpinan baru BP Batam kedepannya.

“Saya akui, FTZ ke KEK belum ada prestasinya yang terlihat. Maka dari itu, akan menjadi suatu tantangan bagi tim baru ini,” ungkapnya, Senin (11/4).

Adapun perintah dari pemerintah kepada pimpinan BP Batam yang baru sendiri seperti yang dipaparkan dalam konferensi pers oleh Hatanto adalah bagaimana tim yang baru saja ditunjuk pada 5 April lalu membangun KEK ini sukses kedepannya di Kota Batam.

“Perintah dari pusat sudah jelas, mereka meminta kepada tim baru ini untuk menjalankan KEK di Batam ini agar menghasilkan suatu prestasi untuk kedepannya,” jelas Hatanto.

Hartanto berjanji, dalam prakteknya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) tidak hanya sekedar nama. namun ia dan seluruh pegawai BP Batam akan berusaha dengan keras untuk memberikan manfaat yang besar untuk Batam kedepannya.

“Saya janji kek ini nantinya akan memberikan manfaat yang besar untuk Batam. Mari bantu kami untuk bersama-sama berusaha dengan keras unutk memberikan manfaat yang besar untuk Batam kedepannya,” kata Hatanto. (eggi)

Baca juga:

> Hatanto: Tak Ada Pengalihan Aset dan Pegawai ke Pemko Batam

> Ketersedian Air di Batam Jadi Prioritas Pimpinan BP Batam Yang Baru

>Hatanto: UWTO Tidak Akan Dihapus

> PBB Itu Pajak Kenikmatan, UWTO ialah Pengakuan Hak Menguasai Tanah
> UWTO Bakal Dihapus, Status Lahan Pemukiman Penduduk Menjadi Hak Milik
> UWTO Bakal Dihapus, Menteri ATR/BPN: Tak Boleh Ada Dua Pungutan
> HPL Diambil Alih DK Batam, Lahan Mangkrak Disita
> Badan Pengusahaan Batam Berubah Jadi Badan Pengelola Batam
> Ini Kriteria Pimpinan BP Batam yang Diminta Jokowi
> Personel BP Batam Bakal Tak Ada dari Kepri
> Negara Lain Belajar dari Batam, Sukses, Eh, Batam Malah Tertinggal
> Audit BP Batam Harus Menyeluruh, Jika Tidak KPK Masuk
> Ketua DK Pastikan Pimpinan BP Batam Orang-Orang Profesional
> Ketahuilah, Indonesia Tertinggal dari Vietnam
> Mendagri Janjikan Perubahan ke KEK untuk Kesejahteraan Masyarakat Batam

Seluruh Rempang Galang Bakal Jadi Zona KEK

0
kepala BP Batam Hatanto. Foto: Iman W./batampos.co.id
kepala BP Batam Hatanto. Foto: Iman W./batampos.co.id

batampos.co.id – Kepala BP Batam Hatanto mengatakan, pihaknya akan melakukan audit lahan guna mengetahui lahan mana saja yang belum dialihkan ke pihak ketiga. Juga untuk mengetahui lahan yang sudah dialokasikan tapi belum dimanfaatkan.

“Kita juga akan mengkaji potensi maritim kita,” ujar Hatanto, saat jumpa pers di Bida Mareketing BP Batam, Senin (11/4/2016).

Hatanto mengatakan, Batam memiliki keterbatasan lahan, sehingga sangat penting mengetahui mana-mana saja lahan yang belum dialokasikan, mana lahan tidur (tidak dimanfaatkan), dan lainnya.

Soal zona KEK, Hatanto belum menjabarkan secara detail. Tapi keterbatasan lahan di Batam mendorong pembangunan ke arah Rempang dan Galang. Tidak menutup kemungkinan seluruh Rempang dan Galang menjadi zone KEK.

“Kita audit dulu, baru bisa dipetakan. Tiga bulan ke depan mudah-mudahan sudah selesai,” ujarnya.

Soal fasilitas, tergantung dari keputusan pemerintah. Jika pemerintah menghendaki zona KEK diberikan fasilitas a,b,c,d, dan seterusnya, BP Batam siap melaksanakannya.

Begitupun jika pemerintah menghendaki zona di luar KEK tetap dipertahankan sebagaimana yang dinikmati masyarakat Batam saat ini, maka juga akan dipertahankan.

“Tergantung keputusan pemerintah lah,” katanya.

“Apa yang akan dilakukan, arahnya kemana, kita kaji  lebih dalam dulu.”

Yang pasti, kata Hatanto, keberadaan BP Batam bertujuan untuk memajukan Batam menjadi lebih maju lagi. (iwa/eggi/nur)

Baca Juga:
> Hatanto: Tak Ada Pengalihan Aset dan Pegawai ke Pemko Batam> Hatanto: UWTO Tidak Akan Dihapus
> Selain Zona KEK, Wilayah Batam Kewenangan Pemko
> PBB Itu Pajak Kenikmatan, UWTO ialah Pengakuan Hak Menguasai Tanah
> UWTO Bakal Dihapus, Status Lahan Pemukiman Penduduk Menjadi Hak Milik
> UWTO Bakal Dihapus, Menteri ATR/BPN: Tak Boleh Ada Dua Pungutan
> HPL Diambil Alih DK Batam, Lahan Mangkrak Disita
> Badan Pengusahaan Batam Berubah Jadi Badan Pengelola Batam
> Ini Kriteria Pimpinan BP Batam yang Diminta Jokowi
> Personel BP Batam Bakal Tak Ada dari Kepri
> Negara Lain Belajar dari Batam, Sukses, Eh, Batam Malah Tertinggal
> Audit BP Batam Harus Menyeluruh, Jika Tidak KPK Masuk
> Ketua DK Pastikan Pimpinan BP Batam Orang-Orang Profesional
> Ketahuilah, Indonesia Tertinggal dari Vietnam
> Mendagri Janjikan Perubahan ke KEK untuk Kesejahteraan Masyarakat Batam

Ketersedian Air di Batam Jadi Prioritas Pimpinan BP Batam Yang Baru

0
kepala BP Batam Hatanto. Foto: Iman W./batampos.co.id
kepala BP Batam Hatanto. Foto: Iman W./batampos.co.id

batampos.co.id – Ketersediaan air di Kota Batam akan menjadi prioritas pimpinan BP Batam yang baru guna menarik investor ke Batam nantinya.

Saat ini Batam hanya mengandalkan air hujan untuk kebutuhan dan perindustrian.

“ketersediaan air pastinya harus selalu kita jaga. Karena dari ketersediaan air sendiri nantinya pasti akan menarik investor untuk berinvestasi di Kota Batam,” ungkap Kepala BP Batam, Hatanto saat menggelar konferensi pers di gedung Marketing Center, Senin (11/4).

Hatanto mengatakan saat ini Batam hanya mengandalkan jumlah debit air yang ditampung dari air hujan di beberapa waduk. Untuk mengatasinya, saat ini BP Batam telah menyiapkan dua waduk baru serta melakukan pembaruan terhadap bendungan yang telah ada.

“Dua bendungan baru di Duriangkang serta di Tembesi, sekaligus kita juga melakukan renovasi terhadap bendungan yang telah ada. Agar daya tampung nantinya akan kembali seperti semula,” pungkasnya. (eggi)

Baca Juga:
> Seluruh Rempang Galang Bakal Jadi Zona KEK
> Hatanto: Tak Ada Pengalihan Aset dan Pegawai ke Pemko Batam> Hatanto: UWTO Tidak Akan Dihapus
> Selain Zona KEK, Wilayah Batam Kewenangan Pemko
> PBB Itu Pajak Kenikmatan, UWTO ialah Pengakuan Hak Menguasai Tanah
> UWTO Bakal Dihapus, Status Lahan Pemukiman Penduduk Menjadi Hak Milik
> UWTO Bakal Dihapus, Menteri ATR/BPN: Tak Boleh Ada Dua Pungutan
> HPL Diambil Alih DK Batam, Lahan Mangkrak Disita
> Badan Pengusahaan Batam Berubah Jadi Badan Pengelola Batam
> Ini Kriteria Pimpinan BP Batam yang Diminta Jokowi
> Personel BP Batam Bakal Tak Ada dari Kepri
> Negara Lain Belajar dari Batam, Sukses, Eh, Batam Malah Tertinggal
> Audit BP Batam Harus Menyeluruh, Jika Tidak KPK Masuk
> Ketua DK Pastikan Pimpinan BP Batam Orang-Orang Profesional
> Ketahuilah, Indonesia Tertinggal dari Vietnam
> Mendagri Janjikan Perubahan ke KEK untuk Kesejahteraan Masyarakat Batam

 

Hatanto: Tak Ada Pengalihan Aset dan Pegawai ke Pemko Batam

0
kepala BP Batam Hatanto. Foto: Iman W./batampos.co.id
kepala BP Batam Hatanto. Foto: Iman W./batampos.co.id

batampos.co.id – Pegawai Badan Pengusahaan (BP) Batam bisa bernafas lega. Kepoala BP Batam yang baru, Hatanto menegaskan tidaka akan ada pengalihan aset maupun pegawai dari BP Batam ke Pemko Batam.

“Untuk aset maupun pegawai di BP Batam itu tidak akan ada tarik menarik, supaya tidak mempengeruhi kinerja BP Batam,” ujar Hatanto saat jumpa pers di Bida Marketing BP Batam, Senin (11/4/2016).

Hatanto menegaskan, kalau terjadi tarik menarik aset dan pegawai, maka justeru akan memicu kegaduhan. “Ngapain kami ada di sini kalau aset dan pegawai mau ditarik (ke pemko, red),” tegas Hatanto.

Untuk itu, ia meminta pegawai BP Batam tidak terpancing dengan isu-isu yang belum tentu benar. Hatanto bahkan meminta pegawai BP Batam tetap kompak dan bekerja sunguh-sungguh untuk memajukan Batam.

Soal rencana audit sumber daya manusia (SDM) di internal BP Batam, salah satu tujuannya untuk mengetahui kekuatan SDM BP Batam dan juga untuk menguatkan organisasi BP Batam.

“Mari kita bersatu,” pinta Hatanto.

Sebelumnya, anggota Dewanm Kawasan (DK) yang juga Wali Kota Batam, Rudi, mengatakan setelah KEK Batam berjalan, bakal ada pengalihan sejumlah aset dan pegawai ke Pemko Batam. Pihaknya siap menampung limpahan pegawai tersebut.  (iwa/eggi/nur)

Baca Juga:
> Hatanto: UWTO Tidak Akan Dihapus
> Selain Zona KEK, Wilayah Batam Kewenangan Pemko
> PBB Itu Pajak Kenikmatan, UWTO ialah Pengakuan Hak Menguasai Tanah
> UWTO Bakal Dihapus, Status Lahan Pemukiman Penduduk Menjadi Hak Milik
> UWTO Bakal Dihapus, Menteri ATR/BPN: Tak Boleh Ada Dua Pungutan
> HPL Diambil Alih DK Batam, Lahan Mangkrak Disita
> Badan Pengusahaan Batam Berubah Jadi Badan Pengelola Batam
> Ini Kriteria Pimpinan BP Batam yang Diminta Jokowi
> Personel BP Batam Bakal Tak Ada dari Kepri
> Negara Lain Belajar dari Batam, Sukses, Eh, Batam Malah Tertinggal
> Audit BP Batam Harus Menyeluruh, Jika Tidak KPK Masuk
> Ketua DK Pastikan Pimpinan BP Batam Orang-Orang Profesional
> Ketahuilah, Indonesia Tertinggal dari Vietnam
> Mendagri Janjikan Perubahan ke KEK untuk Kesejahteraan Masyarakat Batam

Hatanto: UWTO Tidak Akan Dihapus

0
Kepala BP Batam Hatanto (tiga dari kiri) bersama wakil BP dan para deputi BP Batam yang baru memberikan keterangan pers di Bida Marketing BP Batam, Senin (11/4/2016). Foto: iman W/batampos.co.id
Kepala BP Batam Hatanto (tengah) bersama wakil BP dan para deputi BP Batam yang baru memberikan keterangan pers di Bida Marketing BP Batam, Senin (11/4/2016). Foto: iman W/batampos.co.id

batampos.co.id – Kepala BP Batam yang baru Hatanto menegaskan, pihaknya tidak akan menghapus uang wajib tahunan otorita (UWTO). Bahkan, pembahasan teknis mengenai hal tersebut belum pernah ada.

“UWTO tak bakalan dihapus, kalau ada yang bilang itu dihapus itu tidak benar,” tegas Hatanto saat jumpa pers di Bida Marketing BP Batam, Senin (11/4/2016) sore. Ia didampingi wakil dan seluruh Deputi di BP Batam.

Hatanto menambahkan, jika UWTO dihapus, keberadaan BP Batam menjadi tidak ada gunanya. “Kalau UWTO dihapus untuk apa kami ada di sini,” ujar Hatanto.

Sebelumnya, Menteri ATR/BPN Ferry Mursyidan Baldan saat sosialisasi Pembangunan Pulau Batam di Swiuss Belhotel Harbour Bay Maret lalu mengatakan, tidak boleh ada dua (UWTO dan PBB) pungutan di Batam.

“Nanti yang berada di luar zona KEK, UWTO-nya bakal dihapus,” ujar Ferry.

Lahan-lahan di luar zona KEK juga bakal diatur oleh Pemko Batam. Sementara yang berada di zona KEK tetap dalam wilayah kerja BP Batam.

Kendati begitu, soal pengalokasian lahan, kewenangannya ada di Dewan Kawasan Batam. (iwa/eggi/nur)

Baca Juga:
> PBB Itu Pajak Kenikmatan, UWTO ialah Pengakuan Hak Menguasai Tanah
> UWTO Bakal Dihapus, Status Lahan Pemukiman Penduduk Menjadi Hak Milik
> UWTO Bakal Dihapus, Menteri ATR/BPN: Tak Boleh Ada Dua Pungutan
> HPL Diambil Alih DK Batam, Lahan Mangkrak Disita
> Badan Pengusahaan Batam Berubah Jadi Badan Pengelola Batam
> Ini Kriteria Pimpinan BP Batam yang Diminta Jokowi
> Personel BP Batam Bakal Tak Ada dari Kepri
> Negara Lain Belajar dari Batam, Sukses, Eh, Batam Malah Tertinggal
> Audit BP Batam Harus Menyeluruh, Jika Tidak KPK Masuk
> Ketua DK Pastikan Pimpinan BP Batam Orang-Orang Profesional
> Ketahuilah, Indonesia Tertinggal dari Vietnam
> Mendagri Janjikan Perubahan ke KEK untuk Kesejahteraan Masyarakat Batam