batampos.co.id – Jajaran Polresta Barelang melakukan ekpose terkait penangkapan ratusan sepatu bermerek Nike dan Converse tiruan di BCS Mall dan Panbil Mall beberapa waktu yang lalu.
Dari hasil pengembangan pihak kepolisian, diketahui sepatu tersebut di datangkan dari Jawa Barat. “Pengakuan dari pemilik toko, mereka mengambil barang dari Jawa Barat,” ungkap Kanit V Reskrim Polresta Barelang, AKP Retno Ariani, Senin (18/4).
Lebih lanjut Retno mengatakan modal dari pedagang yang mendatangkan sepatu tiruan tersebut berkisar Rp 50 ribu hingga Rp 100 ribu untuk setiap pasang sepatu palsu tersebut.
“Mereka menjualnya dengan harga yang sangat jauh dari harga aslinya. Dipasaran mereka bisa menjual sepasang sepatu itu dengan harga Rp 300 hingga Rp 400 ribu,” pungkas Retno.
Sebelumnya diberitakan Sat Reskrim Polresta Barelang menggerebek toko-toko sepatu yang berada di BCS Mall dan Panbil Mall. Adapun penggerebekan ini berdasarkan laporan dari Gregorius yang merupakan pihak Legal Converse dan Nike di Indonesia.
Dari hasil penggerebekan ini, didapatkan 251 pasang sepatu Nike dari Toko Step yang terletak di BCS Mall. Sedangkan di Panbil Mall, didapatkan 197 pasang sepatu merek Converse dan 29 pasang sepatu merek Nike.
“Atas perbuatannya, mereka dikenakan Pasal 94 ayat 1 UU No 15 tahun 2001 tentang merek, dengan hukuman 1 tahun penjara dan denda Rp 200 juta,” pungkas Retno. (eggi)
Dua orang warga Batam berfoto mengambil latar belakang Welcome To Batam yang terpampang di Bukit Clara Batamkota. Foto: Cecep Mulyana/ Batam Pos
batampos.co.id – Mengantisipasi aksi pemalakan yang kerap terjadi di lokasi Icon ‘Welcome To Batam’ di Bukit Clara Batamcentre, Polresta Barelang akan mengerahkan Tim Buru Sergap (Buser).
“Ini sudah sangat meresahkan masyarakat. bahkan korbannya merupakan turis asing. Kita akan mengerahkan Tim Buru Sergap (Buser) di lokasi tersebut. Tim ini bertugas untuk menindak para pelaku pemalakan di lokasi tersebut,” kata Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Memo Ardian. Senin (18/4)
“Sudah saya sampaikan kepada anggota. Mulai sekarang lokasi itu akan diawasi Buser,” ujar Memo di Mapolresta Barelang, Senin (18/4) siang.
Selain mengerahkan tim buser, lanjut Memo, Kapolresta Barelang, Kombes Pol Helmy Santika juga akan mengerahkan anggota Sat Sabhara Polresta Barelang untuk berpatroli di lokasi tersebut.
“Anggota Sabhara juga diminta untuk berpatroli di lokasi itu. Agar tidak terjadi lagi penodongan dan pemalakan,” tegas Memo.
Terkait identitas pelaku pemalakan terhadap dua turis asal Singapura tersebut, Memo mengaku sudah mengantongi identitas beberapa orang pria yang kerap memalak di lokasi tersebut.
“Sudah ada beberapa orang yang kita tandai. Lagi kita lakukan pengintaian,” tuturnya.
Dia juga mengimbau kepada masyarakat Batam ataupun pengunjung untuk sama-sama menjaga kemanan di lokasi tersebut maupun di Batam.
“Itu kan icon Batam, jadi mari bersama-sama menjaga keamanan. Dan untuk pelakunya akan kita tindak tegas,” tutupnya. (eggi)
Dato Nazri Kamal Al Bentan (ketiga dari kanan) bersama pengurus Persatuan Kebajikan Zuriat Keturunan Pusaka Bentan Malaysia di depan Gedung LAM Megat Seri Rama Kijang Bintan
batampos.co.id – Persatuan Kebajikan Zuriat Keturunan Pusaka Bentan Malaysia berkunjung ke Batam dan Bintan, Sabtu (9/4) lalu.
Dato Nazri Kamal Al Bentan, presiden dan pengagas Persatuan Kebajikan Zuriat Keturunan Pusaka Bentan Malaysia ini menyebut kunjungan itu sebagai ajang silaturahmi.
”Kami ingin menjalin silaturahim dan akan terus menghidupkan budaya di negeri serumpun,” kata Dato Nazri yang juga merupakan Zuriat Laksamana Megat Seri Rama.
Rombongan yang terdiri dari pengurus Persatuan, Rumpun Melayu juga dari Radio Negerifm berencana melakukan kerjasama dengan Pemerintah Provinsi Kepri, Pemko Batam dan juga RRI Batam.
” Sampai saat ini, Persatuan Bentan Malaysia sudah banyak mengadakan kegiatan-kegiatan. Baik itu berbentuk amal dan juga kebudayaan. Kami juga ingin melakukan bersama pemerintah Provinsi Kepri ” kata Dato Nazri.
Kunjungan kemarin sungguh berkesan. Di Batam, kata Dato Nazri, mereka mendapat jemputan istimewa dari Yusfa Hendri, Kepala Dinas Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Batam.
” Kami turut menghadiri Parade Tari Daerah di Nagoya City Walk. Artis dari Negeri Sembilan juga memberikan persembahan bersama grup musik Fasola dan Ica. Lalu Mac, artis Singapura juga tampil,” katanya lagi.
Setelah itu, kata Dato, rombongan menuju studio RRI Batam di kampus politeknik.
Keesokan harinya, kunjungan berlanjut ke kota gurindam Tanjungpinang.
” Karena Kepri tengah berduka cita atas berpulangnya Ayah Kita Drs. H. Muhammad Sani. Kami mendatangi rumah almarhum di jl. Cempedak untuk takziah dan selanjutnya ziarah ke Taman Makam Pahlawan,” tutur Dato.
Pada kesempatan itu juga, Dato Nazri membawa rombongan ke Kijang Bintan untuk mengunjungi pengurus LAM Megat Seri Rama di Bintan. Sekaligus mengunjungi Gedung LAM Megat Seri Rama Kijang Bintan.
”Laksamana Megat Seri Rama adalah moyang atau leluhur saya, ” kata Dato Nazri Kamal Al Bentan.
Tak cukup sampai disitu rombongan melanjutkan perjalanan ke Pulau Penyengat dan petang hari kembali ke Batam.
Masih dalam rangka Kunjungan Serumpun, pada hari Senin tgl 11 April 2016, rombongan diterima dengan sangat baik oleh Pemerintah Kota Batam dan diadakan penyambutan di ruang pertemuan walikota dan wakil walikota Batam.
Pada saat itu bertepatan dengan Pelantikan ketua PKK kota Batam, rombongan diterima oleh Dato H. Muhammad Syahir Ibrahim, Kepala BKD kota Batam yang juga wakil ketua LAM Batam .
Syahrir menyampaikan salam dari Dato Setia Amanah H. Muhammad Rudi, Walikota Batam.
” Insya Allah masih banyak program-program yang akan melibatkan Persatuan Bentan Malaysia. Kita akan bersama bergandeng tangan untuk semua niat baik ini,” katanya.
Hadir pada kesempatan itu Yanto yang mewakili Kepala Disduk Kota, Kadispenda diwakili Muslim dan Camat Nongsa diwakili M. Zen serta Kadis Pariwisata Yusfa Hendri dan Samson Rambah Pasir.
Rangkaian perjalanan kunjungan serumpun berakhir dan rombongan kembali ke Malaysia. (agn)
Mark Thang dan Samantha Moberg, sepasang WN Singapura yang menjadi korban pemerasan di Kaki Bukit Clara Batam Centre, Minggu (17/4/2016) siang, membuat laporan di Mapolsek Batam Kota. Foto: Dalil Harahap/batampos
batampos.co.id – Mark Tang (26) dan Samantha Moberg (27), dua Warga Negara Singapura yang menjadi korban pemalakan di Bukit Clara, Minggu (17/4/2016) siang memilih membatalkan laporanya.
Alasannya, klduanya tidak ingin repot bolak balik saat proses penyidikan nantinya, saat pelaku ditangkap.
Meski begitu, Kapolresta Barelang Kombes Helmy Santika tetap meminta jajarannya mengejar dan menangkap pelaku karena sudah mencoreng nama baik pariwisata Batam.
Apalagi kejadian tersebut terjadi di kaki bukit ikon Kota Batam, saat kedua WN Singapura ini mengambil gambar mereka dengan latarbelakang tulisan “Welcome to Batam”.
Lebih-lebih kejadian itu tak jauh dari Mapolsek Batam Kota, sehingga jika polisi tak berhasil membekuk pelaku, akan menimbulkan kesan kalau Batam tidak aman buat para pelancong.
“Kasus yang Bukit Clara itu LP nya tidak ada. Namun, perintah dari bapak Kapolres di kawasan Bukit Clara supaya untuk tetap diproses,” ungkap Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Memo Ardian, Senin (18/4/2016).
Lebih lanjut Memo mengatakan saat ini pihaknya telah melakukan koordinasi dengan unit Sabhara untuk selalu melakukan patroli di Bukit Clara.
“Kita sudah koordinasi kepada unit Sabhara untuk lakukan patroli di sana (Bukit Clara),” pungkas Memo. (eggi)
Sendy memperagakan cara mencuri motor di Mapolresta Barelang, Senin (18/4/2016). Foto: eggi/batampos.co.id
batampos.co.id – Sendy Novriadi Wijaya, pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang ditembak tim buser Polresta Barelang ternyata telah beraksi di 9 tempat. Pencuri motor berusia 24 tahun ini ditangkap Rabu 16 April 2016 lalu di Simpang Dam Mukakuning.
“Sebelumnya pada tanggal 26 Juni 2015 Unit Buser melakukan penangkapan terhadap terduga pelaku, namun Terduga Pelaku saat itu berhasil melarikan diri,” ungkap Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Memo Ardian, Senin (18/4/2016).
Kemudian Memo menjelaskan penangkapan selanjutnya berawal adanya informasi dari masyarakat, bahwa pelaku berada di Simpang Dam Mukakuning.
“Saat dilakukan penangkapan Terduga Pelaku mencoba melawan dan berusaha melarikan diri sehingga dilakukan tembakan peringatan peringatan sebanyak 3 kali dan dilakukan tindakan tegas dengan menembak betis Terduga Pelaku,” lanjutnya lagi.
Sementara itu, Sendy menjelaskan ia hanya sebagai eksekutor dalam pencurian sepeda motor. Sedangkan yang bertugas untuk menjual sepeda motor hasil curian tersebut teman Sendy yang bernama Acil.
“Kawan yang jualnya. Hasilnya kami bagi 30 banding 70. Saya hanya dapat 30 dari hasil penjualan,” ungkapnya. (eggi)
Satpol PP membagikan surat peringatan ketiga kepada pemilik kios liar di Simpang Kara, senin (18/4).
batampos.co.id – Tim Terpadu Pengawasan dan Penertiban terhadap Pelanggaran Peraturan Daerah memerintahkan kepada pemilik kios liar di Simpang Kara untuk meninggalkan kios liar yang selama ini mereka tempati terhitung tanggal 18 s/d 19 April.
Perintah itu disampaikan Ketua Tim Terpadu Drs M Syuzairi MSi melalui surat yang ditujukan kepada pemilik kios liar di Simpang Kara, Kelurahan Taman Baloi.
Surat ini ialah surat peringatan ketiga. Surat peringatan kedua tertanggal 4 April 2016, surat peringatan pertama tertanggal 22 Januari 2016.
Nah, apabila pemilik kios tak juga pindak secara sukarela, dalam surat itu dijelaskan, Tim Terpadu akan melakukan pengosongan dan pembongkaran bangunan tanpa memberitahu terlebih dahulu.
Meski ada penegasan seperti itu, pada surat yang tanpa logo Pemko Batam itu tiada disebut bilamana Tim Terpadu akan membongkarpaksa bangunan liar itu.
Surat peringatan ketiga ini tertanggal 15 April 2016, dengan nomor surat 04/TIM-TPD/IV/2016.
Untuk lebih detil silakan membaca surat yang diedarkan di bawah artikel ini.
batampos.co.id mendapati surat ini disebarkan oleh Satpol PP pada Senin (18/4) siang. Akankah pemilik kios membongkar? Kita tunggu. (ptt)
batampos.co.id – Politeknik Negeri Batam dan PT Pertamina menyerahkan bantuan peralatan pengelasan teralis kepada lima warga Perumahan Arira, Jumat (15/4). Peralatan itu menjadi bekal bagi kelimanya untuk membuka usaha pengelasan.
“Ini bentuk program pengabdian Politeknik Batam sekaligus program Tanggung Jawab Sosial (CSR) PT Pertamina kepada masyarakat,” kata Ketua Panitia, M Hasan Albana, usai menyerahkan bantuan.
Total, ada 22 jenis peralatan pengelasan yang diberikan. Semuanya masih baru. Kelima warga tersebut membentuk satu kelompok dan mendirikan usaha pengelasan.
Pelatihan diberikan selama empat hari, terhitung dari Senin (11/4) lalu. Kelimanya mendapat materi dasar pengelasan sekaligus kewirausahaan. Termasuk di dalamnya, manajemen pembukuan usaha. Sebab, usaha ini milik bersama.
“Kalau tidak ada pembagian yang jelas, pasti ada masalah. Jadi kemarin sudah disepakati juga berapa persen bagian untuk masing-masing,” tambah Dosen Teknik Mesin Politeknik Negeri Batam tersebut.
Koordinator Peserta Pelatihan, Yusril, berniat tidak menyia-nyiakan pelatihan yang ia dapatkan dari Politeknik Negeri Batam tersebut. Karena, menurutnya, pelatihan itu memang bermanfaat. Dengan pelatihan itu, ia bisa mengenal segala macam peralatan mengelas yang ternyata tidak sedikit.
“Ada juga anggota yang awalnya tidak bisa mengelas tapi sekarang, selesai pelatihan, jadi bisa mengelas,” ujar Yusril mewakili anggota kelompoknya.
Kerjasama Politeknik Negeri Batam dan PT Pertamina ini perdana dilakukan. Namun, bukan tidak mungkin, kerjasama ini akan berulang kembali. Perwakilan PT Pertamina, M Amri – dari Depot Pengisian Pertamina Utama Hang Nadim, menyatakan, kerjasama ini akan berlanjut apabila kegiatan perdana ini sukses.
“Semoga pelatihan yang diberikan bermanfaat dan usaha pengelasan itu tetap ada,” tuturnya dalam kesempatan yang sama.
Sementara itu, Lurah Batubesar Nur Amri merasa bangga dengan kelima anggota warga Perumahan Arira tersebut. Sejak pelatihan sampai kegiatan puncak, kelima warganya itu tidak pernah absen. Ia berharap, mereka dapat menjadi pionir bagi masyarakat lainnya.
“Jangan bosan-bosan mengucurkan CSR-nya, Pak Amri. Karena kegiatan ini bisa meningkatkan ekonomi di Kelurahan Batubesar,” katanya. (ceu)
Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Pemuda Pancasila (PP) Kecamatan Lubukbaja, Darwin Sijabat (tengah pakai baret) bersama pengurus PAC PP Lubukbaja. Foto: Iman Wachyudi/ batampos.co.id
batampos.co.id – Darwin Sijabat resmi menjabat Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Pemuda Pancasila (PP) Kecamatan Lubukbaja usai dilantik di Hotel 89, Baloi, Lubukbaja, Sabtu (16/4).
Pelantikan itu sendiri dilakukan Ketua Majelis Pimpinan Cabang (MPC) PP Kota Batam, Syafrizal Ganti Sitorus. Hadir di acara itu perwakilan MPW PP Kepri, Marzuki, dan ratusan personel PAC PP Lubukbaja.
”Di periode 2015-2018 ini mari terus kita berupaya untuk menjadikan PP semakin dekat dengan masyarakat, melakukan kegiatan-kegiatan sosial untuk kepentingan masyarakat banyak. Mendukung program-program pemerintah dengan memberikan kontribusi yang baik untuk kota ini,” papar Darwin usai pelantikan.
Darwin menambahkan, saat ini PP sudah menjadi organisasi masyarakat (ormas) dan bukan lagi sebagai organisasi kepemudaan (OKP). Dengan posisi ini, PP jelas-jelas harus menyatu dengan masyarakat, bekerja untuk masyarakat, dan semuanya untuk kepentingan masyarakat.
“Mari kita tanamkan rasa kebersamaan, saling kompak dan mengisi satu sama lain. Jangan tanamkan perbedaan, PP ini satu yaitu kebersamaan. Saya minta untuk seluruh kader PP jangan jangan bertindak anarkis, jangan pungli dan jauhi narkoba, karena narkoba merupakan bentuk penjajahan saat ini. Mari kita lakukan kegiatan-kegitan positif agar PP ini dicintai masyarakat,” tegas pria yang sudah empat periode memimpin PAC PP Lubukbaja itu.
Tak hanya itu kata Darwin, dia meminta agar seluruh pengurus dan anggota PP Lubukbaja untuk lebih memahami lagi AD/ ART PP. Dengan demikian, fungsi dan tugas personel PP akan semakin jelas dan dirasakan oleh organisasi dan masyarakat. PP ke depan juga akan meningkatkan konsolidasi baik di internal dan ekternal. Ini penting dilakukan agar PP semakin besar dan mendapat tempat di hati masyarakat.
Ke depan sebut Darwin, PP akan melanjutkan program sosial yang pernah dilakukan seperti donor darah, gotong royong, membantu anak yatim piatu dan jompo, serta lainnya. Semua itu lakukan sebagai bentuk nyata pengabdian PP Lubukbaja kepada masyarakat. Dalam program sosial itu, semua personel PP Lubukbaja turun dan berpartisipasi. Semangat, kerja sama, dan kekompakan PP Lubukbaja telah dirasakan masyarakat dan itu akan ditingkatkan kualitas dan kuantitasnya. (sta/iwa)
Pelajar saat menumpang Bus Trans Batam tujuan Batamcenter-Batuaji. Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos
batampos.co.id – Perum Damri Batam, kembali mendapat bantuan empat unit bus Damri dari Kementrian Perhubungan (Kemenhub) RI. Empat bus tersebut rencananya akan melayani tiga trayek perintis yang ada di Tanjungpinang dan Batam.
Staff operasional Perum Damri Batam, Surung Togi Pakpahan mengatakan, Tiga trayek perintis tersebut adalah Tanjungpinang-Tanjung Uban sebanyak dua unit, Tanjungpinang- Tanjung Berakit dan Jodoh (Batam)- Sijantung (Galang) masing-masing satu unit.
Penambahan armada angkutan Damri ini merupakan kebijakan dari Kemehub untuk memaksimalkan pelayanan transpostasi darat di Batam dan Tanjungpinang.
“Belum maksimal pelayanan Damri di Kepri, makanya ada penambahan empat bus ini,” kata Surung.
Khusus kota Batam, selama ini Perum Damri hanya mampu melayani empat koridor yakni Bandara-Batuaji sebanyak tiga unit, Bandara-Jodoh, Sekitaran kota (Bus kota) dan Jodoh- Sembulang masing-masing dua unit.
“Dari koridor yang ada ini belum semuanya terakomodir, makanya untuk Batam dengan tambahan armada ini, kami buka lagi jalur perintis Jodoh-Sijantung,” ujar Surung.
Begitu juga dengan Tanjungpinang, pengoperasian Damri belum begitu maksimal sehingga Damri membuka dua trayek perintis dengan tiga unit bus.
Saat ini bus-bus tersebut masih dalam proses pengurusan administrasi di Dinas Perhubungan dan dalam waktu dekat ini akan segara diserahterima untuk dioperasikan. (eja/bpos)
Ketua DPRD Batam Nuryanto memimpin rapat di gedung DPRD Batam beberapa waktu lalu. Foto: cecep mulyana/batampos.co.id
batampos.co.id – Mulai Senin (18/4/2016) hari ini, DPRD Kota Batam memulai masa reses. Mereka akan turun menyerap aspirasi masyarakat di masing-masing daerah pemilihan (Dapil) mereka.
Para anggota dewan tersebut dibekali uang rakyat sebesar Rp 8,1 miliar. Masing-masing anggota dewan mendapat jatah Rp 54 juta.
Sekretaris DPRD Kota Batam, Marzuki menjelaskan, dana reses itu harus dipergunakan untuk membiayai empat komponen, yakni sewa gedung, sewa sound system, sewa kursi dan untuk biaya konsumsi. “Itu ketentuannya,” Marzuki.
Konsumsi reses diangarkan Rp33.750.000, sewa kursi Rp3.750.000, sound system Rp4.500.000, serta sewa tenda Rp12 juta. “Di luar itu, DPRD harus merogoh kocek sendiri,” kata Marzuki.
Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Reses di Sekretariat DPRD Kota Batam, Agus Saidi menyampaikan, dalam setahun DPRD melakukan tiga kali reses. Tahun ini, Sekretariat DPRD Kota Batam mengalokasikan Rp8,1 miliar, atau Rp2,7 Miliar sekali reses.
Agus menyampaikan, dana reses DPRD terus meningkat dari tahun ketahun. Tahun 2014 hanya Rp3 Miliar, atau Rp22,3 Juta perorang. Tahun 2015 anggaran reses DPRD naik menjadi Rp4,5 Miliar, atau Rp30 juta perorang. Tahun 2016 dinaikan lagi menjadi Rp8,1 Miliar atau 54 juta perorang.
“Manfaatkan dana dan waktu yang diberikan, sesuai dengan ketentuan dan aturan yang berlaku,” kata Ketua DPRD Kota Batam, Nuryanto, kepada anggotanya.
Nuryanto meminta anggota DPRD Kota Batam, langsung turun ke lapangan, tidak berkelompok, sesuai dengan jumlah konstituen yang ditentukan. Membuka ruang komunikasi dengan masyarakat.
“Sekali dua kali boleh berkelompok. Personal juga harus,” kata politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) ini.
Pihaknya juga meminta semua pihak mengawasi program DPRD Kota Batam. Dipastikan, mereka turun ke tengah-tengah masyarakat, tidak menggunakan fasilitas pemerintah, serta menyalahgunakan anggaran.
“Reses ini bukan kewajiban, tapi kebutuhan. Mudah-mudahan ada efeknya,” harap Nuryanto.
Namun, kebiasaan sejumlah anggota dewan, mereka lebih memilih turun kolektif dan menggunakan fasilitas negara. Padahal idealnya dilakukan sendiri, sesuai dengan alokasi yang diberikan.
Sebagian anggota DPRD menganggap, jatah sekali reses Rp54 Juta masih kurang. Tidak cukup membiayai seluruh kegiatan.
“Apalagi turun sendiri, tekor (anggarannya). Turun ke masyarakat, kadang meminta sumbangan,” kata anggota Komisi II DPRD Kota Batam, Aman.
Mengimbanginya, wakil rakyat sering menggelar reses kolektif sesama daerah pemilihan (dapil) lintas komisi. Selain bisa menjawab persoalan yang dihadapi masyarakat, anggaran juga lebih efisien.
“Pertanyaan masyarakat terjawab sempurna, sesuai bidang komisinya. Kalau sesuai bidangnya tak ragu menjawab,” katanya lagi.
Makin banyak anggota reses, makin banyak konstituen yang diundang. Kebutuhn konsumsi, serta sarana dan prasarananya lebih banyak.
“Bisa bareng-bareng sumbangan untuk masyarakat,” ungkapnya.
Reses kolektif sambung Aman tidak dilarang. Asalkan DPRD melakukan fungsinya, menampung, dan mengawal aspirasi masyarakat, agar bisa terealisasi dalam program pembangunan.
“Reses bisa dilakukan sendiri atau kelompok,” kata politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.
Ketua Komisi II DPRD Kota Batam, Yudi Kurnain mengatakan, teknis pelaksananan reses bisa dilakukan dengan cara masing-masing. Baik itu kolektif, atau dilakukan sendiri.
“Aturannya sudah ada, anggarannya sudah ada, caranya silahkan masing-masing. Adminitsrasinya urusan mereka,” kata Yudi.
Jangan sampai, anggaran sudah disediakan, diambil serta tidak dilaksanakan.”Ini yang salah,” tutup politikus berambut gondrong ini. (hgt)