batampos.co.id – Sejak 1 April hingga 13 April 2016, Unit Laka Lantas Polresta Barelang telah mecatat 25 kasus kecelakaan di jalan raya. Dalam 25 kecelakaan tersebut, diantaranya 5 orang meninggal dunia, 15 orang mengalami luka berat, dan 20 orang mengalami luka ringan.
“Ada peningkatan kasus laka lantas pada bulan ini, total kerugiannya mencapai 131 Juta,” ungkap Kanit Laka Lantas Polresta Barelang, Iptu Arman, Kamis (14/4).
Arman menjelaskan tingginya angka kecelakaan lalu lintas tersebut di sebabkan oleh faktor human error atau kesalahan dari manusianya sendiri.
“Untuk faktor utamanya human error,” pungkasnya singkat.
Kejadian terbaru terkait laka lantas yang mengakibatkan korban meninggal dunia terjadi di penurunan Bukit Daeng dari arah Batam Center menuju Tanjunguncang, Rabu (13/4).
Akibat dari kejadian ini, pengemudi sepeda motor yang belum diketahui identitasnya itu meninggal ditempat setelah terlindas mobil crane yang dikemudikan Beni.
Saat ini jenazah korban masih berada di RSUD Embung Fatimah. (eggi)
Mobil dan motor di depan BCS Mall parkir di bahu jalan sehingga membuat jalan kerap macet. Foto: Dalil Harahap/Batam Pos
batampos.co.id – Parkir liar masih menjamur di sejumlah ruas jalan di Batam. Nyaris di setiap sudut Kota, dimana ada keramaian pasti ada juru parkir. Kondisi ini menambah kemacetan dan kesemrawutan. Belum lagi ulah para juru parkir liar yang membiarkan kendaraan parkir berjejer di pinggir jalan dan kerap menjadi penyebab terjadinya kecelakaan.
Parkir liar tumbuh subur di sepanjang jalan depan Mega Mall. Padahal jelas, ada rambu larangan parkir. Begitu pun di jalan raya depan May Mart Batamcenter serta di depan BCS Mall, Baloi. Setiap harinya di lokasi ini selalu dipenuhi jejeran kendaraan roda dua maupun empat parkir. Pemilik kendaraan tampak tak peduli dengan keberadaan rambu-rambu.
Mirisnya, petugas parkir di lokasi mengaku sebagai petugas resmi yang dipekerjakan oleh Pemko Batam. Itu ditunjukkan mereka dengan menggunakan seragam warna orange lengkap dengan atribut layaknya petugas parkir resmi. “Kita di sini ada izin bos. Bukan asal-asalan tempat parkir,” ujar salah seorang juru parkir di depan Bank Mandiri Batamcenter.
Jawaban yang diberikan juru parkir tersebut terlihat asal-asalan. Pasalnya, di lokasi tersebut ada rambu-rambu yang menyebutkan larangan parkir. Pengendara motor melihat ada tukang parkir itu, tentunya seolah-olah jalan ini lokasi parkir umum. “Kalau mau jelas ke pengelola saja. Sama kayak parkir lain motor Rp 1.000 dan mobil Rp 2.000,” lanjutnya.
Permandangan serupa juga terlihat di bundaran depan gedung Otorita Batam atau tepatnya di depan Kantor Pos, Batamcentre. Di sepanjang jalan ini, juga ada larangan parkir dan dijaga oleh beberapa orang juru parkir “Ada tukang parkirnya, berarti boleh dong parkir di sini,” ujar Heni, salah seorang pengendara mobil yang tengah parkir di depan Bank Mandiri.
Anton, warga sekitar May Mart Batamcenter mengaku, permasalahan ini terjadi akibat pembiaran dan tak adanya tindakan tegas dari dinas terkait. Selain menimbulkan kemacetan, ia mengaku keberadaan parkir ini membuat waktunya terbuang.
“Harusnya ada tindakan tegas dari pemerintah. Masak jalan raya dijadikan area parkir,” keluhnya.
Sementara itu, Kabid Lalulintas dan Angkutan umum Dishub Batam Faisal Riza yang dihubungi belum bisa memberikan keterangan terkait parkir liar tersebut. Beberapa kali dihubungi, ia tidak mengangkat sambungan ponselnya. (rng)
Sopir Bus Trans batam saa demo di depan kantor Wali Kota batam, Kamis (14/4/2016). Foto: cecep mulyana/batampos
batampos.co.id – Jika sebelumnya ratusan sopir angkutan kota (angkot) demo menolak pembukaan rute baru bus Trans Batam, kini giliran sopir bus Trans Batam yang demo. Mereka menuntut perlindungan dari Pemko Batam karena mereka kerap mendapat intimidasi dari sopir angkot lainnya.
“Tolong jaga keselamatan kami dari intimidasi, kami ini melayani masyarakat,” teriak para sopir di depan kantor Pemko Batam, Kamis (14/4/2016).
ya, sopir bus Trans Batam belakangan ini memang sering mendapat teror dari sejumlah orang yang mengaku sopir angkutan umum (angkot). Mereka mengancam hingga menghadang bus Trans Batam di tengah jalan. Akibatnya, para sopir Trans Batam ini, tidak bisa bekerja dengan tenang karena takut.
Ilham, salah satu sopir bus Trans Batam yang melayani trayek Batamcenter-Batuaji, mengaku menerima ancaman dan bus yang kendarainya dihadang di tengah jalan dari orang yang mengaku sopir angkot.
”Salah satu di antara mereka mengenakan penutup wajah dan membawa besi,” ungkapnya kepada koran Batam Pos (grup batampos.co.id) dalam perjalanan Batamcenter-Batuaji, Jumat (25/3/2016) lalu.
Menurutnya, perlakuan yang diterimanya itu, setelah terjadi unjuk rasa yang dilakukan ratusan sopir angkot yang mendesak pengurangan jam operasional bus Trans Batam, beberapa waktu lalu.
Dia menuturkan peristiwa tersebut terjadi ketika dia berangkat dari halte Mega Mall, Rabu (24/3/2016) lalu sekitar pukul 17.20 WIB.
”Saat bus berada di Simpang Kara atau depan Duta Mas, tiba-tiba ada lima orang yang mengaku sopir angkot menghadang bus Trans Batam di tengah jalan,” ungkapnya.
Mereka mengancam agar bus Trans Batam rute Batamcenter-Batuaji tidak beroperasi pukul 17.00 WIB. ”Saya sendiri bingung dan takut, apalagi penumpang. Saat itu, ada sekitar 20 penumpang yang saya angkut,” ujar Ilham, kala itu. (nur/cr16/rng)
Wali Kota Batam Muhammad Rudi. Foto: Cecep Mulyana/ Batam Pos
batampos.co.id – Wali Kota Batam, Muhammad Rudi menyatakan telah mengintruksikan pada Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Batam agar mencairkan gaji para pegawai honorer di dinasnya masing-masing.
“Saya sudah perintahkan untuk dibayar,” ujar Rudi saat dijumpai di Planet Holiday Hotel Jodoh, Rabu (13/4).
Namun, yang terjadi di lapangan belum sesuai dengan instruksi Wali Kota Batam itu. Pasalnya, masih ada beberapa dinas yang belum membayar gaji tenaga honorer.
Sayangnya, Rudi mengaku belum mengetahui jika ternyata di lapangan masih ada SKPD yang belum membayar upah para pegawai kontrak tersebut. “Memang ada yang belum?” Rudi balik bertanya.
Beberapa dinas yang tercatat belum mencairkan gaji pegawai honorernya antara lain Dinas Sosial dan Pemakaman, serta Badan Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Batam.
Salah seorang pegawai honorer di Kominfo, sebut saja A, mengaku belum menerima gaji sejak bulan Januari lalu. “Belum, tak tahu kapan,” kata A, kemarin.
Ia juga mengaku tak tahu apakah pencairan gaji itu akan diakumulasi (rapel) sejak Januari lalu atau hanya dibayarkan sekali untuk bulan terakhir saja. “Belum tahu,” katanya lagi.
Terpisah, Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat Pemko Batam, Syahir tak mau berkomentar terkait pembayaran gaji tersebut. Ia juga tak menjawab ketika ditanya terkait hasil verifikasi terhadap pegawai honorer di lingkungan Pemko Batam. “Tanya ke Pak Wali saja,” katanya. (rna)
batampos.co.id – Nasib guru honorer di Batam sangat memprihatinkan. Bukan hanya pembayaran gajinya yang sering terlambat. Juga karena nilainya sangat jauh di bawah UMK. Ada yang digaji hanya Rp 500 ribu sebulan.
NS, seorang guru di sekolah negeri di Batamcenter mengaku sudah mengajar di sekolah itu hampir dua tahun. Selama itu juga gajinya hanya Rp 500 ribu. Alasan dari pihak sekolah, gajinya adalah dari dana BOS.
“Saya sudah dua tahun di sini. Katanya gajinya hanya seperti itu, terpaksa saya terima, mau tidak mau. Dari pada saya tidak kerja,” katanya.
Kata NS, nilai itu masih sangat jauh dari kata layak. Tetapi mau bagaimana lagi, ia punya keluarga yang harus dibutuhi. Terpaksa ia mengajar les di rumahnya untuk menambah penghasilannya.
“Tidak cukup sama sekali. Apalagi pembayarannya sering terlambat,” katanya.
Menurut NS, ia sudah beberapa kali meminta kepada pihak sekolah untuk menambah gajinya. Tetapi pihak sekolah memintanya untuk menanyakannya ke dinas pendidikan.
“Sudah saya minta ke pihak sekolah. Tetapi katanya itu ke dinas. Tidak tahu kejelasannya seperti apa,” katanya.
Udin P Sihaloho, Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Batam mengatakan masalah penggajian di dinas pendidikan ini perlu dipertanyakan. Menurutnya, masih banyak guru honorer yang digaji di bawah UMK. Apalagi ada istilah guru komite, meski menurutnya, ini termasuk aneh.
“Di daerah lain mana ada istilah guru komite. Hanya di Batam yang ada itu,” katanya.
Dan menurutnya, harusnya gaji honorer itu paling tidak setara UMK. “Masa gaji hanya mengandalkan dana BOS. Mana cukup dari BOS. Ini harus menjadi perhatian serius,” katanya. (ian)
Ketua Tim Penggerak PKK Kota Batam, Marlin Agustina Rudi (tengah) bersama Ketua Ikatan Wanita Bank (Iwaba) Kepri, Sandra Riana Gusti (kanan) berbagi ilmu memasak pada acara pertemuan Iwaba sekaligus peringatan Hari Kartini di Gedung BI Perwakilan Kepri, Rabu (13/4). Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos.co.id – Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kepri, Gusti Raizal Eka Putra akan mendorong program-program Ikatan Wanita Bank (IWABA) yang produktif untuk masyarakat. Sebab, peranan organisasi wanita cukup diperlukan untuk membantu menekan inflasi.
Gusti mencontohkan, untuk menekan inflasi pada komoditi tertentu seperti harga cabai yang kerap melambung di Batam. ”Jika saja setiap rumah ada hidropnik dengan lima polibag saja, itu bagus. Tentu ini dibutuhkan peran organisasi wanita untuk mensosialisasikannya ke ibu-ibu,” ujarnya di acara pertemuan rutin bulanan IWABA di gedung serbaguna lantai III Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kepri, Rabu (13/4).
Selain itu, lanjut Gusti, dia juga mendorong organisasi kewanitaan untuk sosialisasikan kepada masyarakat agar lebih dekat dengan lembaga keuangan. ”Sehingga budaya menabung tumbuh di tengah masayarakat,” jelasnya.
Ketua IWABA Kepri, Sandra Riana Gusti mengatakan kali ini acara digandeng dengan peringatan hari Kartini. Adapun tema yang diusung yakni ”Dengan Semangat Kartini, Kita Tingkatkan Kemandirian Guna Mendukung Pembangunan Bangsa”.
”Ini reminder, kita jangan sampai lupa peranan Kartini. Beliau salah satu pejuang tentang penyetaraan laki-laki dan perempuan,” ungkapnya.
Selama ini kata Sandra, Iwaba telah banyak melakukan program, baik untuk internal Iwaba maupun kegiatan sosial untuk masyarakat. ”Seperti baksos, kita kerap gelar jelang bulan puasa. Tahun kemarin di salah satu sekolah di Tanjunguban,” katanya.
Sandra menyadari banyak sekali organisasi kewanitaan di Batam. Dengan demikian dia berharap organisasi kewanitaan dapat bersinergi ikut serta dalam pembangunan. ”Setiap orang maupun organisasi punya kemampuan, kenapa tidak kita gabungkan kemampuan-kemampuan itu,” ungkapnya.
Turut hadir dalam acara tersebut Ketua tim penggerak PKK Kota Batam Marlin Agustina Rudi ditemani wakilnya Erlita Sari Amsakar. Dalam kesempatan itu, Marlin Agustina berbagi ilmu memasak dengan langsung mempraktikannya di hadapan peserta. (cr13)
batampos.co.id – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepri terus menelisik dugaan penyelewengan dana bantuan sosial (bansos) Kota Batam tahun anggaran 2011-2012.
Setelah menetapkan dua tersangka, Kejati kini fokus menyelidiki dugaan korupsi dana bansos di Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Batam.
Kasi Penyidikan (Kasidik) Tipidsus Kejati Kepri, Zainur Arifin Syah, mengatakan dugaan penyelewengan dana bansos di Bakesbangpol Batam ini terjadi pada anggaran insentif guru Taman Pendidikan Alquran (TPQ).
“Ada dugaaan, guru TPQ yang jumlahnya ribuan itu menerima insentif lebih sedikit dari yang seharusnya. Atau bahkan tidak menerima sama sekali,” kata Zainur, Rabu (13/4/2016).
Dijelaskan Zainur, setiap guru TPQ harusnya menerima insentif Rp 150 ribu setiap bulannya. Sehingga dalam setahun, setiap guru akan menerima dana insentif sebesar Rp 1,8 juta.
“Total dana bansosnya tinggal dikalikan saja. Kalau dikali 1.000 orang saja nilainya sudah mencapai Rp 18 miliar,” terang Zainur.
Untuk itulah, Kejati Kepri memanggil ribuan guru TPQ dari 12 kecamatan se-Kota Batam untuk diperiksa sebagai saksi. Pemeriksaan ini sudah dimulai sejak pekan lalu di kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam.
Karena banyaknya guru TPQ tersebut, tim penyidik Kejati Kepri terpaksa melakukan pemeriksaan secara maraton. Setiap hari, satu penyidik memeriksa 300 guru TPQ. Bahkan Kejati Kepri memperpanjang waktu pemeriksaan, dari awalnya hanya sepekan menjadi dua pekan.
“Pemeriksaan mungkin akan berlangsung hingga Rabu (20/4/2016) depan. Karena jumlah gurunya banyak, makanya jadwal pemeriksaan kita tambah,” ujar Zainur.
Zainur mengakui, besar kemungkinan akan ada tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi dana bansos senilai Rp 66 miliar itu. Namun dia enggan menyebut, dari pihak mana calon tersangka baru yang kini tengah dibidik tim penyidik Kejati Kepri itu.
“Jadi jangan berasumsi dulu. Siapapun bisa jadi tersangka,” tegas Zainur.
Ditanya soal hasil sementara pemeriksaan ribuan guru TPQ se-Kota Batam, Zainur mengaku timnya sudah menemukan beberapa bukti baru yang mengarah pada calon tersangka. “Namun kami belum bisa sampaikan. Ini masih jadi bahan diskusi kami (penyidik),” katanya.
Zainur juga belum bisa menyimpulkan estimasi kerugian negara dari penyaluran dana insentif guru TPQ di Bakesbangpol Kota Batam itu. Lagipula, pemeriksaan saksi masih berlangsung dan akan terus berlanjut hingga pekan depan.
”Dari alat bukti dan keterangan saksi-saksi, nanti akan kami bawa ke auditor untuk mengetahui kerugiaannya,” katanya. (ias/she/bpos)
Warga Batam saat menumpang bus Trans Batam tujuan Batam Kota-Batu Aji, Kamis (17/3) lalu. Foto: Cecep Mulyana/ Batam Pos
batampos.co.id – Dinas Perhubungan (Dishub) Batam harapkan polisi tindak tegas penampar kernet Trans Batam koridor Batamcenter-Tanjung Uncang, Sandro Pahala Parhusip beberapa waktu lalu.
“Kalau dibiarkan ini tak bagus, kami harap ada tindakan yang tegas,” kata Kepala UPT Trans Batam, Abdul Madian, kemarin (13/4).
Informasi yang didapatnya, kasus tersebut tiga hari yang lalu baru masuk ke unit II Polresta Barelang. “Prosesnya sampai mana kami belum tahu,” tambah Madian.
Kini korban, kata Madian, sudah kembali masuk kerja setelah istirahat tiga hari setelah kejadian yang juga melukai tangan korban tersebut.
Menurut Madian, pihaknya berharap tindakan tegas atas pelaku insiden tersebut agar ada efek jera. “Apalagi sampai mengancam penumpang,” katanya.
Seperti diberitakan sebelumnya, kernet Trans Batam koridor Batamcenter-Tanjung Uncang, Sandro Pahala Parhusip ditampar pipi bagian kiri.
Kejadian tersebut terjadi di halte samping masjid Raya Batam oleh salah satu diantara sekelompok orang yang menghadang Bus Trans Batam. Ironisnya aksi tersebut dilakukan di depan para penumpang yang didominasi perempuan.
Penganiayaan sempat dihadang penumpang, namun penumpang yang didominasi perempuan tak berhasil meredam aksi pelaku. Akibat kejadian tersebut salah satu penumpang juga menyampaikan keluhan ke Wali Kota Batam, Rudi via SMS. (cr13)
Ketua Koordinator Kegiatan Kesejahteraan Sosial (KKKS), Sri Soedarsono dan Rekaveni Soerya bersama anggota lainnya meniup lilin ulang tahun bersama-sama di aula RSBK, Batuampar, Rabu (13/4). Foto: Rezza Herdiyanto/ Untuk Batam Pos
batampos.co.id – Koordinator Kegiatan Kesejahteraan Sosial (KKKS) genap berumur 30 tahun, Rabu (6/4). KKKS dengan jiwa dan semangat kerelawanan akan meningkatkan pengabdian untuk kesejahteraan sosial.
Bertempat di aula serbaguna Rumah Sakit Budi Kemuliaan (RSBK), perayaan HUT KKKS ini dihadiri perwakilan wali kota Batam, Pemko Batam, Dinas Sosial, Yayasan dan Organisasi terkait kesejahteraan sosial.
Ketua KKKS Batam, Sri Soedarsono hadir dan acara ini. Dalam sambutannya, ia menyampaikan perlunya meningkatkan kegiatan sosial. ”Jiwa kerelawanan dan kemanusiaan harus terus kita pupuk untuk meningkatkan kesejahteraan bersama,” ucap Bu Dar, sapaan akrabnya.
Diskusi Panel lebih mendominasi acara ini. Dihadiri tiga nara sumber yakni, Suranto selaku pakar bidang sosial, Rahman Usman bidang CSR, dan Yosa Trisna Dwipayana selaku staf bagian anggaran keuangan Pemko Batam.
Suranto menyampaikan pada 2025 masalah kesejahteraan sosial harus turun 25 persen. ”Selama ini sudah berjalan tapi belum terkoordinir secara rapi, inilah fungsi KKKS,” ucapnya.
Salah satu program kesejahteraan sosial adalah CSR. CSR merupakan kewajiban perusahaan untuk menyisihkan dua persen dari penghasilannya untuk kegiatan sosial. ”Ketentuan hukumnya ada, tapi ini juga menyangkut moral perusahaan,” kata Rahman.
Sekadar informasi, kematian Rachel Carson dijadikan hari lahirnya CSR. Rachel meninggal dunia 22 April 1970 akibat kanker, karena makan ikan dari sungai yang dipenuhi limbah pestisida.
Penanganan masalah kesejahteraan sosial tidak lagi tanggung jawab Pemerintah, namun juga masyarakat dan perusahaan. Akhir acara, HUT KKKS diakhiri dengan pemotongan tumpeng, sebagai tanda syukur. (cr18)
Kanit Reskrim Polsek Sagulung, Iwan Nopriawan memberikan sembako kepada Rusmala Dewi disaksikan Rustam Efendi (tiga dari kiri) dan Isfandir Hutasoit (dua dari kiri), Rabu (14/3). Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos
batampos.co.id – Mahasiswa semester VI Fakultas Hukum Universitas Riau Kepulauan (Unrika) yang berkampus di Batamcenter bersama jajaran Polsek Sagulung yang dipimpin langsung Kanit Reskrim Ipda Iwan Nopriawan menggelar bakti sosial, Rabu (13/04).
Bakti sosial dengan membagikan sembako di Panti Asuhan Insanul Madani, Kavling Nato, Kelurahan Sungai Langkai, dan Panti Asuhan Elzion Grace di Kavling Abadi Jaya Blok C2 No.19-20,RT-001 dan RW-03, Sagulung. Bantuan berupa 100 karung beras, puluhan kotak mi instan, dan makanan siap saji.
Kegiatan ini dampingi dekan, dosen Fakultas Hukum Unrika serta anggota Polsek Sagulung. Dekan Fakultas Hukum Unrika, Rustam Efendi menyebutkan bantuan ini sebagai wujud Tri Dharma Perguruan Tinggi. Bantuan sekaligus rangkaian dies natalis ke-7 Fakultas Hukum Unrika yang akan digelar Mei mendatang. ”Bantuan ini akan rutin dilakukan ke sejumlah tempat panti asuhan dan rumah singgah di Batam,” paparnya.
Donatur sekaligus dosen Fakultas Hukum Unrika, Isfandir mengatakan kegiatan sosial ini harus dilanjutkan untuk membantu anak-anak kurang mampu. Dia meminta para donatur meluangkan waktu berbagi kasih pada anak-anak panti asuhan di kota ini. ”Rencananya dalam waktu dekat ini, para mahasiswa kita akan membagikan obat-obatan pada setiap panti asuhan,” ujarnya.
Rusmala Dewi sebagai penanggung jawab Insanul Madani mengaku terharu dengan kedatangan mahasiswa, dosen, personel Polsek Sagulung. ”Kami bersyukur atas bantuan ini,” ujarnya. (ali)