Maman menunjukkan bekas luka bacok yang dilakukan oleh Sugianto alias Tesi. Foto: Eggi/ batampos.co.id
batampos.co.id – Sugianto alias Tesi pelaku pembunuhan terhadap Yuyun dan pembacokan terhadap Maman yang menyebabkan Maman kritis menolak BAP yang telah dibuat polisi sebelumnya.
Sugianto membantah telah melakukan pembunuhan dan pembacokan terhadap Yuyun dan Maman tersebut. Ia mengaku saat itu, setelah melakukan persetubuhan dengan Yuyun dia pergi meninggalkan Yuyun dalam keadaan sehat.
Penolakan Sugianto itu terdapat pada adegan ke delapan, pelaku menolak melanjutkan rekonstruksi. Sehingga rekonstruksi dilanjutkan dengan peran pengganti.
“Kita sudah limpahkan ke kejaksaan. Berkas sudah p21 nanti pembuktian di pengadilan. Selain itu kita juga sudah memberikan bukti otentik,” ungkap Kapolsek Lubuk Baja, AKP I Putu Bayu Pati, Rabu (20/4).
Sementara itu, Maman yang merupakan adik Yuyun dan korban dari Sugianto turut hadir dalam rekonstruksi itu. Dengan menggunakan baju kaos abu-abu, bekas luka dibagian kepala dan jari yang putus masih terlihat.
Melihat pelaku yang menolak BAP yang dibuat oleh polisi dan melakukan rekonstruksi tidak sesuai dengan yang terjadi pada malam itu sempat membuat Maman meradang. “Bukan kayak gitu kejadiannya,” ungkap Maman membantah.
Sebelumnya diberitakan bahwa Sugianto alias Tesi melakukan pembunuhan terhadap Yuyun dan melukai Maman hingga kondisinya kritis di Kampung Dalam Baloi Indah Blok C no 06, Kecamatan Lubuk Baja, Rabu (2/3) lalu, sekira pukul 04.30 WIB. (eggi)
Anggota Polsek Lubukbaja saat menggelar rekonstruksi pembunuhan Yuyun Suminar yang dilakukan oleh Sugianto alias Tesi. Foto: Eggi/ batampos.co.id
batampos.co.id – Jajaran Kepolisian Sektor Lubuk Baja menggelar rekonstruksi terhadap pembunuhan Yuyun Suminar dan adiknya Maman pada Rabu 2 Maret 2016 lalu. Dalam rekonstruksi ini ada 11 adegan yang harus diperagakan oleh pelaku Sugianto alias Tesi.
Tidak ada temuan baru dalam rekonstruksi ini. Adapun adegan yang membuat Yuyun tewas terdapat pada adegan ke 8, yang mana saat itu Tesi mengambil pisau yang teletak di atas kulkas dan langsung menghujamnya ke sekujur tubuh Yuyun.
“Ada 11 adegan yang kita peragakan pada hari ini. Adapun adegan pembacokan terhadap Yuyun terdapat di adegan ke 8,” ungkap Kapolsek Lubuk Baja, I Putu Bayu Pati, Rabu (20/4).
Atas perbuatannya, pelaku diancam dengan pasal 338 Jo 340 Jo 351 KUHP dengan ancaman hukuman panjara seumur hidup.
Sebelumnya diberitakan bahwa Sugianto alias Tesi melakukan pembunuhan terhadap Yuyun dan melukai Maman hingga kondisinya kritis.
Pada saat itu sekitar jam dua belas malam pelaku Sugianto berangkat dari kos temannya di Komplek Ruko Rafflesia menuju ke rumah korban di Kampung Dalam.
Di rumah korban, pelaku sempat mengobrol hingga akhirnya pertikaian mereka di mulai. Sekitar jam tiga ada cekcok antara pelaku dengan korban, karena pelaku kesal dengan omongan korban yang mengatakan pelaku tidak normal.
Kemudian korban tetap ngoceh dengan mengatakan pelaku yang nggak-nggak dengan posisi korban saat itu berada di bawah dan memegang kakinya pelaku.
Karena kesal, Saat itu juga pelaku langsung mengambil pisau yang terletak di atas kulkas dan menggorok korban di bagian leher kemudian menusuk lagi di bagian punggung.
Setelah itu Maman keluar dari kamar mendengar suara ribut-ribut dan melihat pelaku sedang memegang pisau. Kemudian karena pelaku merasa panik melihat Maman, pelaku pun langsung menusuk Maman di bagian kepala.
Pelaku pun keluar dari rumah korban setelah menusuk Maman untuk membuang pisau yang di gunakan pelaku sekitar 20 meter dari rumah korban. Setelah itu, pelaku kembali lagi ke rumah korban untuk mengambil sepeda motornya.
Lalu pelaku pun pergi ke Baloi untuk menjemput temannya atas nama Rian dan sempat mencuci tangannya di rumah kontrakan Rian. Setelah itu pelaku pulang ke rumahnya di Komplek Ruko Rafflesia. (eggi)
PT BIC selaku pengelola kawasan industri Batamindo di Mukakuning bekerjasama dengan Polda Kepri mensosialisasikan bahaya narkoba yang ditujukan bagi para pekerja di kawasan tersebut, Selasa (19/4). Foto: Ist
batampos.co.id – PT Batamindo Investment Cakrawala (BIC) selaku pengelola kawasan industri Batamindo di Mukakuning bekerjasama dengan Polda Kepri mensosialisasikan bahaya narkoba yang ditujukan bagi para pekerja di kawasan tersebut, Selasa (19/4).
BIC juga memasang spanduk bertuliskan Kawasan Bebas Narkoba yang disertai ajakan untuk menjauhi narkoba yang dipasang di tujuh gerbang masuk ke dalam kawasan. Dengan kampanye semacam itu, diharapkan kalangan pekerja baik itu karyawan, staf maupun manager dari pelbagai perusahaan di dalam kawasan Batamindo terbebas dari narkoba.
“Kalau pekerja bebas narkoba, mereka akan lebih produktif dalam bekerja,” ujar Manager Admin & General Affair BIC, Tjaw Hioeng di Wisma Batamindo Mukakuning, kemarin.
Menurut Tjaw, kegiatan itu merupakan langkah preventif dari pengelola kawasan untuk menjauhkan kalangan pekerja dari ancaman bahaya narkoba. Selain itu, kata dia, sosialisasi semacam itu juga mendukung upaya pemerintah Indonesia untuk memerangi keberadaan barang haram tersebut sehingga tidak memakan korban.
“Makanya ketika pihak Polda datang ke sini untuk menyosialisasikan bahaya narkoba, kita dukung dan juga akan kita sampaikan hal ini ke HRD (Human Resources Department) masing-masing perusahaan di kawasan Batamindo,” paparnya.
Lebih lanjut, Tjaw juga mengungkap pihak Batamindo rutin menggelar sosialisasi serupa untuk memberikan pencerahan terkait bahaya narkoba untuk kalangan pekerja dengan menggandeng pihak Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kepri.
“Setiap tiga bulan sekali, misalnya sosialisasi langsung ke dormitori (penginapan pekerja),” kata dia.
Sementara itu, Polda Kepri melalui Pawas Pengamanan Objek Vital (Pam Obvit) dari Direktorat Pam Obvit Polda Kepri, AKBP Nugroho DK yang datang ke Kawasan Industri Batamindo menyatakan sosialisasi tentang bahaya narkoba kini tak hanya dilakukan oleh jajaran Satuan Kerja (Satker) Narkoba dari Kepolisian. Melainkan, kata dia, semua jajaran dan fungsi aparat Kepolisian diturunkan untuk memberikan pembelajaran dan sosialisasi untuk mencegah serangan narkoba ke masyarakat.
“Ini kegiatan preventif (pencegahan), kalau di sini, kita bekerjasama dengan Batamindo memberikan early warning (peringatan dini) tentang bahaya narkoba agar disampaikan ke pekerja,” ujar dia.
Menurut dia, sejauh ini pihaknya belum mengidentifikasi adanya peredaran narkoba di kawasan industri tersebut. Meski begitu, sambung Nugroho, sosialisasi tentang bahaya narkoba tetap diperlukan. Terlebih, instruksi untuk waspada dan menjauhi narkoba juga telah disampaikan oleh Presiden Joko Widodo dan diteruskan oleh Kepala Polri untuk disebarkan ke semua jajaran Kepolisian di Indonesia.
“Kegiatan preventif ini dilakukan oleh semua secara sinergi dan terkoordinasi,” kata dia. (rna)
Foto Sani dan Nurdin Basirun setelah dilantik jadi Gubernur dan Wakil Gubernur Kepri 12 Februari 2016 lalu. Kini Nurdin menjadi Plt Gubernur pasca wafatnya Sani. Foto: istimewa
batampos.co.id – Pasca berpulangnya Gubernur Kepri HM Sani beberapa waktu lalu, siapa pendamping Nurdin Basirun sebagai Wakil Gubernur menjadi perbincangan hangat di media sosial maupun kedai kopi. Beberapa nama muncul, baik dari partai pengusung, tim sukses hingga dari keluarga mendiang.
Menyikapi hal tersebut, Ketua Penasehat PC GP Ansor Kota Batam Eddy Prasetyo berharap, agar semua pihak memberi kesempatan kepada Nurdin Basirun untuk menentukan wakilnya kelak. Menurut pria yang telah malang melintang di organisasi kepemudaan baik di Propinsi Kepri maupun nasional ini, tanggungjawab utama pemerintahan di provinsi ini kini sudah berada di tangan Nurdin.
“Kami keluarga Ansor Batam masih berduka dengan wafatnya M Sani. Namun menyinggung masalah kepemimpinan di Kepri, keluarga besar Ansor Batam meminta kepada seluruh pihak agar memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi Nurdin Basirun untuk menentukan siapa wakilnya. Tentu saja sesuai dengan mekanisme yang ada,” kata Eddy Prasetyo yang di dampingi oleh Sularno Menot, Wakil Ketua GP Ansor Kota Batam.
Eddy melanjutkan, bahwa untuk pergantian dan penentuan siapa wakil gubernur Kepri masih sangat panjang. “Prosesnya masih sangat panjang, ada mekanisme yang harus di lalui” ujar Eddy.
“Sebelumnya DPRD Provinsi Kepri harus melaksanakan sidang paripurna istimewa dengan agenda pemberhentian Gubernur, serta mengusulkan Gubernur baru kepada Presiden melalui Mendagri” tegas Eddy Prasetyo.
Menyikapi siapa yang paling berpeluang menjadi pendamping Nurdin kelak, Eddy menyatakan bahwa itu sepenuhnya menjadi hak Nurdin sebagai Gubernur. Sehingga tidak boleh ada satu pihakpun yang mengatur dan menekan Nurdin Basirun. “Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 104 tahun 2014 pasal 5 menyebut bawah Gubernur wajib mengajukan nama calon wakil gubernur paling lambat 15 hari sejak dilantik menjadi gubernur. Jadi, penentuan siapa yang berhak menjadi wakil gubernur adalah Nurdin sendiri sejak dia dilantik menjadi gubernur,” jelasnya.
Pada kesempatan ini Eddy berharap agar semua pihak dapat menghormati konstitusi. Sehingga semuanya dapat berjalan semestinya. “Silahkan memberi masukan tentang siapa yang layak mendampingi Bang Nurdin, tetapi hanya sebatas memberi masukan. Kita kembalikan kepada beliau siapa yang dirasa cocok dan memiliki kemampuan menjadi pendamping beliau melanjutkan cita-cita pembangunan Kepri yang telah di susun bersama mendiang pak Sani. Jangan sampai ada riak bahkan gelombang yang dapat mengganggu semua tatanan, baik ekonomi, sosial maupun politik di Kepri” kata Eddy.
Sementara itu, Wakil Ketua GP Ansor Batam, Sularno Menot meyakini, bahwa Nurdin Basirun akan sangat bijak dalam memilih wakil gubernur pendampingnya. Siapapun nanti yang dipilih, pastilah orang yang mampu diajak bekerja sama dan bekerja keras untuk mewujudkan cita-cita almarhum Sani bersama Nurdin. “Bang Nurdin sangat bijak, pasti yang dipilih nantinya adalah orang yang mampu bekerja sama untuk membangun Kepri, seperti yang dicita-citakan pak Sani” kata Sularno Menot.
Menurut pria yang akrab disapa Menot ini, bahwa yang dipilih Nurdin menjadi Wakil Gubernur bisa saja bukan dari kalangan politisi, karena PNS dengan golongan dan eselon tertentu dapat ditunjuk oleh Nurdin sebagai Wakil Gubernur. “Bisa saja bukan dari kalangan politisi, karena dalam PP Nomor 102, pasal 4 ayat 1 huruf (f) mengisyaratkan PNS dengan golongan paling rendah IV/C dan pernah atau sedang menduduki jabatan eselon IIa maka ia boleh ditunjuk sebagai calon wakil gubernur” terang Menot.
Menot menegaskan, bahwa penunjukan Wakil Gubernur ini merupakan kewenangan Gubernur dan di komunikasikan kepada partai pengusung. “Siapapun nanti yang akan ditunjuk oleh Gubernur menjadi Wakil Gubernur, tentunya akan di komunikasikan dengan partai pengusung” pungkas Menot.(rng/bpos)
Joko Irawan Mumpuni memberikan materi workshop penulisan buku yang diselenggarakan Perpustakaan BP Batam di lantai 4 Gedung B, IT Centre BP Batam, Batamcenter, Selasa (19/4). Foto: Ist
batampos.co.id – Untuk lebih mendorong dan mengembangkan kemampuan dalam menulis buku, Perpustakaan Badan Pengusahaan (BP) Batam menggelar workshop penulisan buku dengan tema “Motivasi dan Ide Kreatif Menulis Buku”, Selasa (19/4) di lantai 4 Gedung B, IT Centre BP Batam, Batamcenter. Narasumber pada workshop ini, adalah Joko Irawan Mumpuni, seorang penulis buku dan juga Direktur Andi Offset, Yogyakarta.
Kepala Biro Umum dan Sekretariat BP Batam, Teuku M Rizasyah, saat membuka workshop mengatakan, kegiatan ini diperlukan sebagai bagian dari program peningkatan minat baca dan tulis para pegawai BP Batam. Selain itu, juga upaya untuk membantu pengembangan kemampuan SDM BP Batam.
“Di BP Batam sebetulnya banyak para pegawai yang berbakat untuk menulis, namun kemungkinan ada sedikit kesulitan di dalam mengembangkannya untuk menjadi sebuah buku. Oleh karena itu, diharapkan kegiatan ini akan membantu para pagawai teknik mengembangkannya. Semoga nanti akan muncul penulis-penulis andal dari BP Batam,” ujar Teuku M. Rizasyah.
Sementara itu, Joko Irawan Mumpuni dalam pemaparannya mengatakan, ide dan gagasan untuk menulis dapat berasal dari kemampuan pancaindera yang ada pada diri seseorang, yaitu mendengar, melihat, mencium, merasakan atau mengecap, dan menyentuh. “Dari kelima indera tersebut, seseorang akan mampu memulai dan menjelaskannya dalam sebuah tulisan,” jelas Joko yang juga seorang dosen di beberapa perguruan tinggi.
Dalam workshop tiga sesi tersebut, Joko juga menjabarkan secara jelas mengenai prinsip-prinsip menulis, memahami kriteria penerbitan, cara menjadi penulis buku, dan tips menjadi writingpreneur.
Sebelumnya, Kabag Sekretariat Arsip dan Perpustakaan, Wahyu Suci Rahayu menyampaikan, workshop ini diikuti para pegawai BP Batam dari berbagai unit kerja.
Pengunjung atau pemustaka di Perpustakaan BP Batam setiap bulannya rata-rata mencapai 120 hingga 150 orang. Pada tahun 2013, jumlah pengunjung mencapai 1.535 orang dan pada 2014 mencapai 1.412 orang.
Di tahun 2015, mencapai 1.912 orang. Sedangkan pada triwulan pertama 2016 mencapai 1.348 pengunjung dari berbagai kalangan, tidak hanya para pegawai BP Batam, tetapi juga pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum di Batam. (mta)
batampos.co.id – Halo pecinta kuliner Batam, apa kabar Anda hari ini? Sudah terpikirkan akan menapakkan kaki ke restoran, kafe, atau angkringan mana sore ini?
Kini kota kita kedatangan jenis makanan baru loh. Namanya Semifreddo dari Italia. Nama yang keren bukan?
“Semifreddo ini adalah dessert tradisional dari Italia yang kalau diterjemahkan dalam bahasa Inggris berarti ‘half cold’,” ujar Thomas Mancin, Chef kebangsaan Italia ketika memperkenalkan makanan ini di Kafe Saint Cinnamon yang berlokasi di Nagoya Citywalk Batam, beberapa hari yang lalu.
Chef Italia Thomas Mancin
Dessert ini disebut semi-frozen karena memang temperaturnya ga dingin-dingin amat layaknya es krim yang kadang membuat gigi ngilu.
Saya berkesempatan mencoba semifreddo rasa coklat hazelnut. Rasanya mamma mia… enak banget! Perpaduan krim yang lembut dengan rasa coklat hazelnut menimbulkan sensasi luar biasa enak di lidah.
“Bahan-bahan yang kita gunakan seperti pistachio, hazelnut, dan lain-lain asli didatangkan dari Italia. Kami ingin menjaga kualitas dan cita rasa asli semifreddo. No extract, no artificial colour,” ujar Chef bule ini dalam berbahasa Inggris.
Nah jika tempo hari penulis pernah memperkenalkan Gelato, maka semi freddo hampir sekelas dengannya. Bedanya cuma tipis. Jika temperatur Gelato sekitar -20 derajat Celcius, Semifreddo disimpan dalam -12 derajat Celcius.
Secara tekstur, semifreddo pun lebih padat dari gelato dan bisa dibentuk menjadi cake. “Kita juga mengkombinasikannya dengan sponge cake sehingga mudah dibentuk,” ujar Sendy, pemilik Kafe Saint Cinnamon Batam.
Jadilah semifreddo dengan berbagai macam bentuk, ada yang berbentuk hati, lingkaran, setengah lingkaran, dan banyak lagi. Semifreddo ini juga bisa dipesan untuk cake ulang tahun.
Makanan ini bisa dinikmati kapan saja. Bisa di cuaca panas maupun dingin. “Bahkan di negara kami, semifreddo menjadi makanan di musim dingin,” terang Thomas.
Untuk harga, semifreddo memang agak mahal. Satu porsinya Rp 45 ribu, tapi dijamin deh, its worth it. “Untuk perkenalan kami memberi diskon khusus 20 persen sampai akhir April,” ujar Sendy. Nah tunggu apa lagi, yuk cobain si semifreddo.(Fenny)
Dua orang warga Batam berfoto mengambil latar belakang Welcome To Batam yang terpampang di Bukit Clara Batamkota. Foto: Cecep Mulyana/ Batam Pos
batampos.co,.id – Pemerintah Kota (Pemko) Batam akan memasang kamera pengintai (CCTv) di seputar sign board Welcome To Batam di Bukit Clara, Batamcenter.
Upaya itu untuk memantau keamanan di lokasi yang kerap dijadikan tempat berfoto bagi wisatawan yang datang ke kota ini. Terlebih, setelah adanya kejadian perampokan yang menimpa dua orang wisatawan mancanegara (wisman) asal Singapura, beberapa hari lalu.
“Kita memang rencana mau pasang di titik rawan, awalnya di depan bundaran Masjid Raya yang menghadap ke DPRD, tapi setelah ini kita akan ganti di dekat Bukit Clara,” ujar Kepala Badan Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Batam, Salim, kemarin.
Menurut dia, tahun ini Pemko Batam bakal memasang 60 unit CCTv yang tersebar di 40 titik di seluruh Batam. Titik-titik penempatan yang dipilih merupakan area yang dinilai rawan atau ramai lalu lalang masyarakatnya sehingga membantu memudahkan dalam pemantauan. Hanya saja, rencana pemasangan CCTv tersebut hingga saat ini baru memasuki tahap Detail Engineering Design (DED).
“Mudah-mudahan awal atau akhir Mei DED itu bisa selesai, sehingga bisa segera dipasang,” kata dia.
Nantinya, Salim menyambung, satu titik bisa dipasang lebih dari satu kamera tergantung kebutuhan dan cakupan area yang ingin dipantau.
Ia mencontohkan kawasan di seputaran Jalan Engku Putri Batamcenter, tepatnya di depan Kantor Wali Kota dan DPRD Kota Batam. Di sana nanti, akan ada satu CCTv dom yang bisa berputar beberapa arah sehingga dapat memantau gerbang masuk menuju ke Kantor Wali Kota maupun ke DPRD Kota Batam.
“Sedangkan di simpang lampu merah depan masjid raya juga ada satu menghadap ke sini (Kantor Wali Kota), dan di depan Kantor Bank Indonesia juga ada satu menghadap ke sini,” paparnya.
Meski begitu, Salim mengatakan masih terbuka peluang untuk mengubah titik rencana pemasangan CCTv asalkan berdasarkan kajian atau pertimbangan tertentu.
“Misalnya di lokasi rawan tadi, itu bisa jadi perhitungan tersendiri,” katanya. (rna)
Wardiaman Zebua, terdakwa pembunuh Nia saat sidang di Pengadilan Negeri Batam, Selasa (19/4). Foto: Rezza Herdiyanto/ Untuk Batam Pos
batampos.co.id – Jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Batam menghadirkan empat saksi dalam sidang lanjutan kasus pembunuhan Nia di Pengadilan Negeri Batam, Selasa (19/4). Tiga di antaranya memberikan keterangan yang menguatkan dakwaan terhadap Wardiaman Zebua, terdakwa pembunuh Nia.
Para saksi yang dihadirkan kemarin memberikan keterangan yang memojokkan Wardiaman. Sebab mereka menyebutkan ciri-ciri dan penjelasan yang mengarah kepada Wardiaman.
Nadia merupakan orang pertama yang bersaksi dalam sidang kemarin. Dia menceritakan, pada 5 September 2015 lalu seorang pria mencegatnya di Baloi. Pria itu bertubuh tegap, mengenakan jaket kulit hitam, celana bahan, mengenakan helm dan menutup wajahnya dengan masker.
“Saya dipepet pria membawa motor Mio J biru. Saya tak bisa melihat plat nomornya, karena posisi sepeda motor dia sebelah kanan saya dan agak maju kedepan dari motor saya,” kata guru di sekolah swasta tersebut.
Tanpa memperkenalkan siapa dirinya, pria itu langsung mengatakan jika plat nomor Nadia melanggar aturan. Sebab tak dikeluarkan secara resmi oleh Samsat. Pria tersebut langsung memintanya menunjukan STNK sepeda motor.
Nadia semakin ketakutan, karena ia tahu jika plat nomor sepeda motornya bukan asli dari Samsat. Meski dengan rasa takut, Nadia masih sempat menanyakan pria itu siapa. Namun pria itu marah dan mengancamnya akan mendenda atau menyelesaikan di pos.
“Kamu berani nanya itu sama saya. Sudah tahu salah. Ya udah kita ke pos, kamu mau di denda atau bagaimana,” ujar Nadia menirukan perkataan lelaki yang ia yakini memiliki postur mirip dengan Wardiaman itu.
Nadia mengaku saat itu ia langsung memberikan STNK-nya. Setelah beberapa saat mengecek STNK Nadia, pria itu kemudian mengajukan pertanyaan yang aneh. Pria itu menanyakan apakah Nadia rajin salat.
“Saya jawab Insha Allah iya. Lalu dia balikin STNK saya dan suruh saya pergi. Disitu saya baru sadar dia bukan polisi. Tapi jujur saat itu saya takut sekali,” jelas Nadia.
Nadia melanjutkan, pada 26 September 2015 sekitar pukul 07.10 WIB, secara kebetulan dia kembali melihat pria tersebut di Seitemiang. Saat itu, pria tersebut menghentikan pengendara sepeda motor yang mengenakan seragam olahraga SMAN 1 Batam. Dan hari itu merupakan hari dimana Nia dikabarkan hilang pada sore harinya.
Nadia yakin, pria tersebut adalah pria yang menghentikannya pada 5 September silam. Itu jika dilihat dari sepeda motornya, jaket kulit, sepatu, dan helm yang dikenakan pria tersebut.
“Sebenarnya saya sempat ingin menolong siswi itu, karena saya yakin anak itu akan mengalami hal yang sama dengan saya. Namun saya takut,” jelas Nadia.
Saksi kedua adalah Siti Bilqis, guru SMA Negeri 1 Batam. Senada dengan Nadia, Siti yang saat itu hendak berangkat ke sekolahnya mengaku melihat seorang siswi SMAN 1 Batam tengah ngobrol dengan seorang pria di Seitemiang pada 26 September 2015 pagi.
“Saya lihat mereka berdiri di tepi jalan di dekat Tiban Housing. Ada dua sepeda motor, motor siswi itu dan motor Mio J pria itu,” ujar Siti.
Namun saat itu Siti mengaku tak menaruh curiga. Sebab siswi (yang diduga Nia) dan pria itu terlihat berbincang dengan akrab. Namun dia kaget ketika sora harinya mendapat kabar ada siswinya yang dilaporkan hilang.
Saksi kunci ketiga adalah Ferry yang merupakan rekan kerja Wardiaman. Ferry mengaku pernah melihat Wardiaman menunjukkan pisau kepadanya, pada Agustus 2015 silam.
“Pisaunya seperti samurai, tapi ukurannya pendek,” kata Ferry.
Senada dengan dua saksi lainnya, Ferry juga mengaku melihat Wardiaman ngobrol dengan seorang siswi SMAN 1 Batam pada Sabtu, 26 September 2015 pagi di pinggir jalan Seitemiang.
“Saya tanda dia karena lihat ciri sepeda motor Yamaha Mio J dan plat nomornya BP 5981 MD. Dia juga memakai helm dan jaket hitam kulit,” katanya.
Ferry menambahkan, hari itu Wardiaman terlambat datang ke kantor. “Dia masuk siang, dilihat dari CCTv,” katanya lagi.
Namun semua keterangan saksi tersebut dibantah Wardiaman. Dia juga menyangkal pernah memberhentikan Nadia.
“Semua keterangannya itu tidak benar yang mulia. Saya tidak pernah ketemu dia,” kata Wardiaman.
Kemudian saksi keempat adalah Mustika, yang merupakan tante dari Nia. Dalam kesaksiannya Mustika lebih banyak menceritakan proses pencarian Nia pada Sabtu, 26 September 2015 lalu hingga akhirnya Nia ditemukan dalam keadaan meninggal dunia pada Minggu, 27 September 2015.
Sidang ini akan kembali dilanjutkan pada Kamis (21/4) besok. Agendanya masih sama, yakni mendengarkan keterangan para saksi. (she)
Kios liar di Simpang Kara tepatnya di depan Perumahan Eden Park, Batamkota. Foto: Cecep Mulyana/ Batam Pos
batampos.co.id – Surat Peringatan (SP) 3 dari tim terpadu untuk para pemilik kios liar di Simpang Kara, Batamcentre ternyata tak ditanggapi serius. Sampai dengan batas pembongkaran yang jatuh kemarin (19/4), situasi disana berjalan seperti biasa. Tidak terlihat adanya tanda-tanda pembongkaran.
Pantauan koran Batam Pos (grup batampos.co.id), kegiatan perniagaan disana berjalan lancar. Bahkan sejumlah pemilik kios liar terlihat melakukan sejumlah renovasi.
“Kami tahu sudah deadline. Tapi lihat yang di Pasir Putih saja tidak dibongkar, padahal SP mereka sudah SP Bongkar, dan janjinya kemarin Jumat akan dirubuhkan, tapi nyatanya tak ada penertiban sama sekali,” ucap Syaiful, salah seorang pemilik kios liar.
Sebelumnya, pada SP 3 yang diberikan pada 15 April lalu tertera peringatan pengosongan kios liar di dalamnya. Dan jika tidak diindahkan, maka tim terpadu akan langsung melaksanakan pembongkaran setelah jadwal deadline berakhir.
Ketua tim terpadu, Syuzaeri yang dikonfirmasi mengatakan timnya akan segera melakukan penertiban dalam waktu dekat ini, namun tidak memberitahu di titik mana tim terpadu akan melakukan penertiban.”Kita akan segera melakukan penertiban dalam waktu dekat ini,” tuturnya singkat. (leo)
Danlanud Tanjungpinang Kolonel Pnb Wahyu Anggono berbincang dengan warga di sela-sela pengobatan gratis dan baksos. Foto: Ist
batampos.co.id – Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) memberikan pelayanan dan pengobatan gratis bagi tujuh panti asuhan dan masyarakat sekitar Batubesar, Nongsa, Selasa (19/4).
Acara yang diadakan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-70 TNI AU ini digelar di asrama Lanud Tanjungpinang di Batubesar, Kecamatan Nongsa Batam dengan melibatkan sekitar 200 orang anak panti asuhan dan masyarakat setempat.
”Acara ini digelar selama lima hari. Di beberapa tempat sudah kami gelar acara serupa, seperti di Tanjungpinang kami adakan donor darah. Lumayan dapat 150 kantong,” kata Danlanud Tanjungpinang, Kolonel Pnb Wahyu Anggono, kemarin.
Ia mengatakan acara ini tak hanya dilaksanakan sekali saja. Pemberian bantuan ke masyarakat ini, merupakan kegiatan yang berkelanjutan yang dilaksanakan oleh Angkatan Udara. ”Kontinyu, jadi tak berhenti di sini saja,” ucapnya.
Dia mengatakan, acara sengaja dilaksanakan secara terus menerus karena cuaca Kepri yang mulai tak bersahabat. Dimana suhu pada siang hari begitu menyengat, sehingga ditakutkan dapat menurunkan imunitas warga. Untuk itu, TNI AU melakukan penyuluhan dan pengobatan gratis agar dapat mencegah hal-hal yang tak diinginkan.
”Petugasnya semua dari kita, baik dokter maupun perawat. Ini bakti TNI untuk negeri,” ungkapnya.
Pengobatan gratis yang diberikan oleh TNI AU itu, seperti pengecekan tensi, gula darah, dan lainnya. Selain itu, pada acara yang digelar Selasa pagi tersebut, pihak TNI AU juga membagikan ratusan bingkisan untuk pengunjung yang datang. Bingkisan tersebut ada berupa buku, pensil, dan mi instan. (ska)