Senin, 4 Mei 2026
Beranda blog Halaman 14180

Warga Seibeduk Keluhkan Jalan yang Dirusak untuk Lintasan Pipa Air ke Ruli

0
Selang dan pipa air yang berada di lintasan jalan S Parman, Seibeduk. Foto: Adiansyah/ Batam Pos
Selang dan pipa air yang berada di lintasan jalan S Parman, Seibeduk. Foto: Adiansyah/ Batam Pos

batampos.co.id – Keberadaan belasan pipa penyaluran air ke Ruli seberang Kavling Pancurbaru, Seibeduk dikeluhkan warga. Pasalnya untuk lintasan pipa tersebut, jalan S Parman sekitar ruli dirusak.

”Jalan jadi rusak, dibolong-bolongi untuk ambil air, kan merugikan,” kata ketua RW 14 Tanjungpiayu, A. Zaini.

Menurutnya selain merusak jalan kondisi yang demikian dapat memperburuk keadaan, apalagi jalan tersebut menuju daerah wisata kuliner seafood Piayu Laut. ”Merusak pandangan, kan lewat ini kalau ke tempat wisata (Piayu Laut, red). Selang air itu dari kavling atas (Kavling Pancur Baru),” katanya lagi.

Selain soal jalan yang rusak karena pipa air, dia mendukung jika pemerintah menertibkan ruli-ruli tersebut. ”Kalau bisa ditertibkan kami sebagai RW mendukung tentang hal itu,” ucapnya.

Pengguna jalan, Aryan, 24, mengaku sesalkan pengrusakan jalan tersebut. Menurut pekerja di salah satu perusahaan di Batamindo Industrial Park ini, air bisa saja diambil dari kavling yang ada di belakang ruli-ruli itu tanpa merusak jalan. “Jelas tak bagus lah, jadinya jalan ini kan lama-lama besar rusaknya,” tuturnya.

Pantauan koran Batam Pos (grup batampos.co.id), belasan selang melintas di jalan, sekaligus jalannya dirusak. Sementara terkait akses air yang mengalir ke ruli dan merusak jalan, pihak ATB akan turun ke lokasi dalam waktu dekat.

”Kita akan follow up dan koordinasikan dengan departemen terkait,” ucap Coorporate Communication Manager PT ATB, Enriqo Moreno Ginting saat dikonfirmasi.

Dia menegaskan jika ruli sebenarnya diberi kesempatan mendapat akses air bersih melalui kios air dengan beberapa ketentuan. ”Lewat kios air. Dengan catatan si pengelola ditunjuk warga, pengelolaan mendapat izin buffer zone serta diketahui lurah setempat,” tutup Enriqo. (cr13)

Pertunjukkan Beladiri dan Tari-tarian Warnai Pelepasan Siswa Hang Tuah Angkatan 12

0
Pertunjukan seni bela diri tapak suci disuguhkan untuk hadirin saat pelepasan siswa Hang Tuah angkatan 12. Foto: facebook Must Adies
Pertunjukan seni bela diri tapak suci disuguhkan untuk hadirin saat pelepasan siswa Hang Tuah angkatan 12. Foto: facebook Must Adies

batampos.co.id – Sekolah Islam Hang Tuah Batam resmi melepas para siswa angkatan 12 tahun ajaran 2015-2016 di gedung serbaguna, Rabu (4/5). Pembukaan acara dimulai pembacaan ayat suci Alquran dan sari tilawah oleh siswa. Kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Kepala Sekolah Islam Hang Tuah, Jogie Suaduon dalam sambutannya menyampaikan selamat kepada siswa yang telah menyelesaikan pendidikannya kurang lebih tiga tahun. ”Kita sama-sama berdoa agar semua siswa lulus dengan hasil yang memuaskan,” ucapnya.

Pelepasan SMA ini merupakan angkatan yang ke-12, sementara itu untuk SMK yang ke-5. ”Untuk SMK yang lulus itu jurusan multimedia, teknik listrik, akuntansi dan keperawatan,” ucap Jogie.

Ia berharap kedepannya anak didiknya bisa berguna bagi bangsa, negara dan agama. ”Bisa membawa nama baik sekolah dan dapat mengaplikasikan ilmu di sekolah untuk kehidupan nyata,” ungkapnya.

Sementara itu perwakilan wali murid, Ahmad menyampaikan rasa terima kasih karena telah membekali anak-anak tidak hanya ilmu namun juga ketakwaan dan keimanan. ”Anak-anak saya harapkan tetap melanjutkan silaturahim kepada gurunya,” ucap Ahmad.

Acara mengusung tema ”Memadu budaya nusantara, wujudkan pendidikan yang santun dan berkualitas untuk menyongsong Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2016”.

Acara tersebut berlangsung layaknya pentas siswa, tari-tarian hingga pertunjukan seni bela diri tapak suci disuguhkan untuk hadirin. Acara ini juga dihadiri Pendiri Yayasan Hang Tuah Batam, Imbalo Iman Sakti, Perwakilan Camat Bengkong, Kemenag Batam Sudarto, Perwakilan Diknas, Yahya dan Kasi Trantip Bengkong, Hardiansyah. (cr18)

Polsek Bengkong Ciduk Spesialis Pembobol Rumah di Hotel

0
Kapolsek Bengkong, AKP Hendrianto. Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos
Kapolsek Bengkong, AKP Hendrianto. Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos

batampos.co.id – Jajaran Polsek Bengkong menangkap dua orang pencuri spesialis rumah dan kos-kosan, Selasa (3/5) lalu. Kedua pelaku yakni Amir Sultan, 27, dan Ades Edwardo, 33, diringkus di sebuah kamar hotel di kawasan Lubukbaja. Dari tangan mereka, polisi mengamankan barang bukti 22 unit handphone (hape) dan empat kartu ATM.

Kapolsek Bengkong, AKP Hendrianto yang dikonfirmasi membenarkan penangkapan ini. Menurutnya, awal mula kejadian ketika Yafika Syafrianri Sitianto, warga Jalan Nenas Blok II 2 Nomor 2 Lubukbaja kehilangan hape yang sedang ia cas di dalam kamarnya. Polisi yang mendapat laporan tersebut langsung mengecek lokasi kejadian. ”TKP-nya (tempat kejadian perkara) di Lubukbaja, kebetulan korban buat laporan di Mapolsek Bengkong,” ujar Hendri, Kamis (5/5).

Usai diringkus, kedua pelaku langsung dibawa ke Mapolsek Bengkong. Pengakuannya kepada polisi, aksinya tersebut bukan yang pertama kali dilakukan, melainkan sudah 17 kali di 17 lokasi yang berbeda, di antaranya perumahan depan BCS Mall, Kampung Utama, Tanjunguma, Baloicenter, Nagoya, Pelita, Perumahan Happy Garden, dan kawasan Lubukbaja. ”Satu orang pelaku lainnya masih DPO,” ungkap Hendri lagi.

Hendri menambahkan, setiap kali beraksi, pelaku mengambil apa saja yang dinilainya berharga, mulai dari hape, emas, notebook, dan bahkan tabung gas elpiji 3 kilogram. Atas perbuatannya, kini kedua pelaku diancam pasal 363 KUHP tentang pencurian pemberatan dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara. (rng)

Minuman Beralkohol Marak Beredar di Batuaji

0
Minuman beralkohol banyak dijual bebas di kios-kios sepanjang jalan arah menuju jembatan Barelang.
Minuman beralkohol banyak dijual bebas di kios-kios sepanjang jalan arah menuju jembatan Barelang.

batampos.co.id – Minuman beralkohol (mikol) masih banyak beredar bebas di sejumlah lokasi di Batam, bahkan di warung-warung kecil. Padahal sudah jelas tertuang dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) perihal larangan menjual mikol di kios dan minimarket.

Pantauan koran Batam Pos (grup batampos.co.id) di beberapa lokasi di Batam terlihat beberapa kios masih menjual mikol kategori A. Begitupun dengan minuman keras tradisional di kedai-kedai kawasan Perumahan Puskopkar, Batuaji dijual bebas. Bahkan, penjualnya tak memilah-milah konsumennya.

Penikmat Mikol di sini tergolong cukup tinggi. Tidak hanya dari kalangan dewasa, remaja, dan bahkan anak usia sekolah tak jarang menjadi konsumen minuman memabukkan ini. Hal ini tentunya akan sangat mengkhawatirkan, mengingat kejahatan banyak bermula dari mikol ini. ”Tak ada larangan, siapa yang beli kita layani,” ujar Mureno, penjual mikol di Puskopkar.

Ia juga membenarkan banyak anak usia sekolah yang membeli mikol di kiosnya. Hal senada juga disampaikan Lukman, pemilik minuman tradisional jenis tuak di kawasan Puskopkar. Selain pria dewasa, pembeli tuak di warungnya juga dari kalangan remaja usia sekolah. ”Paling sering malam minggu, banyak yang beli di sini,” tuturnya.

Keberadaan kedai penjual mikol di sini ternyata pernah ditentang warga sekitar. Namun penolakan itu tak berjalan lama, setelah itu kedai dan kios kembali menjual mikol serta tuak. ”Sudah buka lagi. Mereka jual ke anak sekolah juga,” ujar Lukman, warga sekitar.

Menurutnya, selain memberi contoh yang tidak baik khususnya bagi anak-anak. Mikol ini juga sangat meresahkan masyarakat. ”Setiap kali mereka kumpul-kumpul, kerap terjadi pertengkaran. Baik sesama mereka ataupun sesama pengunjung warung lainnya,” lanjutnya.

Kepada pemerintah, ia berharap bisa menimimalisir penjualan minuman beralkohol itu. Meminta surat izin resmi dan merazia minuman yang memiliki kadar alkohol. ”Apalagi sekarang banyak di berita, kriminal akibat pelakunya mabuk,” tuturnya lagi. (rng)

Ruli Permananen Menjamur di Daerah Resapan Air

0
Ruli menjamur di daerah resapan air sekitar Dam Mukamkuning. Tampak hutan dirambah padahal kawasan tersebut berfungsi sebagai resapan air. Foto: alfian/batampos.co.id
Ruli menjamur di daerah resapan air sekitar Dam Mukamkuning. Tampak hutan dirambah padahal kawasan tersebut berfungsi sebagai resapan air. Foto: alfian/batampos

batampos.co.id – Pembangunan rumah liar (Ruli) di Batam terus berlanjut. Ruli yang biasanya hanya semi permanen, kini dibangun permanen bahkan ada yang terkesan mewah.

Tak hanya di lahan milik pegembang, ruli juga terus menjamur di daerah resapan air. Warga berani membangun ruli permanen karena yakin tak bakalan digusur.

“Kami tak ada larangan buat ruli di sini. Itu di atas juga sudah semakin banyak,” kata Elis, warga Ruli depan rusun Muka Kuning, Kamis (5/5/2016).

Ia mengatakan perambahan hutan di sekitar dam mukakuning tersebut terus terjadi. Dibakar dulu, kemudian didirikan bangunan.

“Katanya ini belum akan digusur, masih lama lagilah. Kami tidak ada bayar kesiapa-siapa,” katanya.

Di sana ada ratusan ruli yang tiap pekan terus bertambah. Bahkan bukit sudah gundul. Berpotensi longsor dan membahayakan warga yang ada di lereng bukit.

Ruli di sana rata-rata berukuran 5 x 7 meter. Ruli baru banyak yang permanen.

Firdaus, Ketua RT 2 /RW 8 Kelurahan Muka Kuning mengaku sudah memperingatkan warga untuk tidak membabat hutan di atas bukit. Selain berbahaya juga mengganggu hutan. Di kawasan tersebut ada sekitar 160 kepala keluarga bermukim.

“Kalau hujan terus, akan terjadi erosi. Longsor mengancam warga yang ada di kaki bukit. Kami juga berharap tidak ada ruli di atas bukit itu,” katanya.

Haripinto, anggota DPD RI dapil Kepri menyayangkan jumlah ruli yang kian bertambah. Seolah tidak ada pengawasan dari pemerintah. Apalagi yang ada di sekitar dam atau waduk sebagai sumber air minum.

“Kalau sudah permenent, maka akan semakin susah ditertibkan. Kalau tidak segera ditertibkan sekarang, maka hutan lindung di sekitaran itu akan habis,” katanya.

Menurutnya, ruli di Batam harus terus dipantau perkembangannya. Ini sangat mengganggu investasi dan estetika Kota.

“Kita minta petugas terkait untuk menertibkan. Jangan hanya ruli yang di atas lahan pengusaha yang dibongkar. Tetapi yang di hutan lindung yang paling utama,” katanya.

Ketika tidak dilakukan upaya pencegahan, maka keberadaan waduk akan terancam. “Kita butuh air, kenapa tidak dilestarikan,” katanya.

Saat ini ada puluhan ribu ruli yang ada di Batam. Tersebar di berbagai kecamatan. Bahkan beberapa ruli itu sudah menjelma seperti perumahan dengan legalitas lengkap. Sudah ada yang berlantai keramik, dan beratapkan spandek.

Direktur Pengamanan BP Batam Cecep Rusmana hanya bisa berjanji seperti sebelum-sebelumnya. Ia mengatakan BP Batam akan menertibkan ruli tersebut tetapi akan dilakukan secara bertahap.

“Kalau ruli dari dulu, selalu kita tertibkan. Yang di sekitaran dam Duriangkang sudah kita bersihkan. Itu juga nanti akan kita tertibkan juga,” katanya. (ian/bp)

Tak Laik Jalan, Angkot Harus Minggir, Ngotot Sikat

0
Angkutan umum yang ngetem di Simpang Panbil, Mukakuning membuat jalan jadi macet. Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos
Angkutan umum yang ngetem di Simpang Panbil, Mukakuning membuat jalan jadi macet.
Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos

batampos.co.id – DPRD Kota Batam meminta agar Dinas Perhubungan Kota Batam lebih tegas lagi terhadap angkutan kota yang tidak layak jalan. Terutama angkutan plat hitam yang dijadikan menjadi sarana transportasi.

“Sudah jelas itu tidak boleh, kenapa tidak ada penindakan. Ini bukan masalah senang atau tidak senang. Ini untuk menciptakan rasa kenyamanan bagi masyarakat,” kata Werton Panggabean, anggota komisi III DPRD Kota Batam.

Menurut Werton, dari tahun ke tahun, Dishub hanya mengagendakan penertiban saja. Tetapi sangat jarang terdengar ada angkot yang dihentikan operasionalnya di jalan raya.

“Padahal anggarannya ratusan juta. Tetapi tak pernah kita dengar ada angkot yang ditindak,” katanya.

Ia juga meminta Dishub Pemko Batam tegas terhadap angkutan kota (angkot) yang ugal-ugalan di jalan raya.

Dishub juga diminta harus sering melakukan razia. Dengan demikian, para sopir angkutan pelan-pelan akan memperbaiki administrasi dan kelengkapan dalam mengemudi.

“Termasuk fisik dari kendaraan juga harus sesuai ketentuan, tak layak, minggir, bandel tindak tegas,” katanya.

Kepada sopir angkutan, Werton juga berpesan untuk tidak takut kalau trans Batam atau taksi beroperasi. Menurutnya, jika angkot memberikan pelayanan yang nyaman juga, maka akan tetap menjadi pilihan bagi warga.

“Batam ini daerah pariwisata, angkutan yang aman dan nyaman menjadi keharusan. Kalau angkot bagu dan nyaman, maka akan tetap dipilih warga,” katanya.

Sementara itu, Faisal Reza, kabid lalu lintas dan angkutan Jalan Dishub Kota Batam mengatakan kebanyakan dari angkutan umum tak layak jalan karena sudah berumur tua. Ini menjadi pekerjaan berat dari Dinas Perhubungan untuk melakukan penertiban. Makanya sekali seminggu, Dishub akan melakukan penertiban.

“Kita sudah mulai melakukan penertiban kok. Dan akan terus kita lakukan. Kita agendakan tahun ini akan menggelar sekitar 48 kali penertiban. Atau sekitar sekali seminggu,Ini menjadi pekerjaan berat buat kita. Sasaran kita adalah angkutan umum dan angkutan barang,” katanya. (ian/bp)

Seluruh Tambang Pasir di Batam Akan Ditertibkan

0
Penambang pasir liar di belakang Perumahan Arira, Batu Besar, Nongsa. Foto: Dalil Harahap/Batam Pos
Penambang pasir liar di belakang Perumahan Arira, Batu Besar, Nongsa. Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Pemerintah Kota (Pemko) Batam menyatakan seluruh tambang pasir yang tersebar di wilayah Kota Batam tak berizin dan terlarang. ”Tidak ada (dibolehkan) tambang pasir di Batam, semuanya ilegal,” kata Ketua Tim Penertiban Tambang Pasir yang juga Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam, Agussahiman kemarin.

Karena itu, kata dia, tim tersebut tengah bekerja untuk mengumpulkan data dan menginventarisir jumlah tambang ilegal itu di Batam. Jika sudah mendapatkan data yang dibutuhkan, akan segera menggelar rapat untuk keputusan selanjutnya, termasuk untuk menertibkan tambang pasir tersebut. ”Kita upayakan secepatnya,” kata dia.

Menurut Agussahiman, pihaknya belum mendapat data lengkap terkait jumlah dan sebaran lokasi yang dijadikan area tambang pasir di seluruh Batam. Karena itu, pihaknya juga mengaku belum dapat mengungkap berapa banyak area tambang yang akan ditertibkan. ”Kita rapat dulu, setelah itu baru diputuskan,” ujarnya.

Sebelumnya, Wali Kota Batam, Muhammad Rudi juga menegaskan bakal menertibkan seluruh tambang pasir di Batam. Terlebih, kebijakan itu juga diklaim selaras dengan instruksi dari pemerintah pusat. ”Kita sudah ada arahan untuk menertibkan,” kata Rudi.

Terpisah, Kepala Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah (Bapedalda) Kota Batam, Dendi Purnomo mengatakan pihaknya pernah berupaya menghentikan tambang pasir ilegal tersebut. Di antaranya dengan menyita beberapa mesin untuk menyedot pasir, termasuk truk dan escavator. Namun sayangnya, proses penyidikan yang panjang membuat para pelaku tambang menghilang. ”Jadi setelah beberapa waktu balik lagi, ternyata yang punya tambang itu sudah berganti orang,” papar Kepala Dinas.

Dendi menyebut selama 3 tahun terakhir dalam 27 kali sidak, pihaknya menyita 104 mesin, 24 truk dan 14 escavator. Tak hanya itu, pihak Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah (Bapedalda) juga telah menetapkan penambang maupun pemilik tambang sebagai tersangka. ”Ada sembilan orang telah ditetapkan sebagai tersangka,” sebutnya.

Namun lagi-lagi, sambung Dendi, hal itu tak membuat para penambang jera. Sehingga, hingga kini proses penambangan ilegal itu masih berlanjut, baik secara diam-diam maupun terbuka. Meski begitu, Dendi menegaskan masih akan menunggu keputusan resmi Pemko Batam sebelum kembali mengambil tindakan tegas. ”Kita rapat dulu bersama tim, nanti diputuskan langkah pastinya,” ujar dia lagi. (rna)

Objek Wisata di Batam Banjir Pengunjung

0
Suasana hari pertama liburan di Jembatan Barelang, Kamis (5/5/2016). Foto: cecep mulyana/batampos
Suasana hari pertama liburan di Jembatan Barelang, Kamis (5/5/2016). Foto: cecep mulyana/batampos

batampos.co.id – Libur panjang yang dimulai sejak Kamis (5/5/2016), semua objek wisata di Batam, Rempang, dan galang (Barelang) dipadati ribuan wisatawan lokal dan mancanegara.

Namun tak sedikit juga warga Batam yang memanfaatkan waktu liburan ini dengan melancong ke Singapura dan Malaysia. Bahkan, warga dari berbagai daerah di Indonesia menjadikan Batam sebagai tempoat transit. Tujuan mereka Singapura dan Malaysia.

“Saya di Batam transit saja, besok mau jalan-jalan ke Singapure bawa anak liburan,” kata Rudi penumpang kapal asal Tanjungbalai, Karimun, Kamis (5/5/2016).

Kepala Syahbandar Pelabuhan Sekupang, Komaruddin mengatakan liburan hari pertama terjadi peningkatan penumpang hingga 30 persen.

“1000 lebih lah yang masuk, tapi jumlah pastinya besoklah,” kata dia.

Pihaknya juga memastikan tidak ada masalah saat keberangkatan termasuk cuaca dan kelebihan penumpang.

“Saat ini cuaca masih aman, kita terus berkoordinasi dengan kapten kapal dan pihak pelabuhan di daerah lain seperti tanjugbatu,” jelasnya.

Meskipun hari pertama libur belum banyak penumpang yang bepergian ke luar Batam, pihakny tetap menyediakan tiga kapal cadangan.

Peningkatan volume wisatawan juga terjadi di Pelabuhan Internasional Sekupang. Ratusan wisatawan asing sudah mulai terlihat ramai sejak pukul 10.00 WIB.

“Internasional kita meningkat hingga 50 persen,” ujar Komaruddin.

Pantauan Batam Pos di lapangan, puluhan bus sudah antri menunggu wisatawan dari Singapura.

“Hari ini kita ada tiga trip jemputan,” ujar Doni salah seorang sopir travel yang sedang menunggu tamu. (cr17/bp)

Di Batam 230 Warnet, 130 Tak Berizin

0

batampos.co.id – Kepala Badan Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Batam, Salim mengatakan ada sekitar 130 warung internet tidak berizin di Batam.

“Total ada sekitar 230-an warnet di Batam, dan 100 diantaranya berizin,” kata Salim, kemarin (5/5).

Salim menjelaskan untuk warnet, hanya izin usaha yang didaftarkan, namun belum ada peraturan yang mengatur izin usaha warnet.

Sedangkan Peraturan Walikota Nomor 3 Tahun 2015 hanya mengatur tentang jam buka dan tutup warnet.

“Kalau hari libur bisa buka sampai pukul 22.00 WIB, namun hari biasa hanya sampai pukul 21.00 WIB,” jelasnya.

Sampai sat ini, Kominfo Batam telah menyegel sejumlah warnet yang tidak berizin setelah sebelumnya diberi surat peringatan 1 sampai dengan 3.

“Warnet harus menaati peraturan, seperti dari tata ruang, tidak boleh membelakangi dinding,” jelasnya.

Salim meminta jika ada warnet yang melanggar ketentuan tersebut segera dilapor ke pihaknya.”Tim pengawas kami terbatas, makanya segera diinformasikan ke kami,” jelasnya.

Fenomena para pelajar muda yang lebih sering menghabiskan waktunya di warnet sampai lewat pukul 21.00 WIB malam memang sangat meresahkan, sehingga Pemko Batam harus lebih tegas lagi mengawasi warnet.

“Kita juga harapkan peran orang tua, karena kami tidak bisa sendiri melakukannya,” tutup Salim. (leo)

Kabar Duka untuk PNS Pemko Batam terkait Asuransi Bumi Asih Jaya

0

batampos.co.id – Harapan PNS Pemko Batam untuk menggenggam sekerat lembaran rupiah hasil menanam uang di asuransi Bumi Asih Jaya (BAJ) kembali buyar.

Ibarat sawah, gagal panen. Asuransi BAJ ogah membayar kewajiban kepada nasabahnya.

Pemilik asuransi yang telah dinyatakan pailit oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ini akan melakukan Peninjauan Kembali (PK) ke mahkamah agung terkait putusan terakhir kasus ini.

“Saya sudah berjumpa dengan bos BAJ di Jakarta dan membahas masalah ini dengan menceritakan harapan-harapan PNS di Pemko Batam,” ujar Wakil Walikota Batam, Amsakar Achmad, belum lama ini.

Putusan Pengadilan Negeri Batam yang mewajibkan BAJ untuk membayar premi tunjangan hari tua (THT) kepada PNS dan honore Pemko Batam sebesar Rp 80 miliar belum bisa dipenuhi oleh asuransi pailit tersebut.

“Bos BAJ tersebut mengatakan hanya sanggup Rp 54 miliar, dan tidak bisa mencari dana lagi karena BAJ sudah dinyatakan pailit,” jelas Amsakar.

Amsakar meminta agar jumlah tersebut dibayarkan namun pemilik BAJ tersebut ingin melakukan PK ke Mahkamah Agung dengan alasan yang tidak jelas.

“Kalau menunggu PK, tentu saja bisa lama karena banyak berkas yang masuk ke sana,” katanya lagi.

Orang nomor dua kota Batam ini hanya meminta agar proses pencairan dana itu jangan diperlambat lagi karena banyak PNS atau honorer Pemko Batam berharap dari THT tersebut.

“Dia hanya diam ketika saya sebutkan harapan anggota kami. Saya harap dia segera mencairkannya,” tutup Amsakar.(leo)

 

baca juga:

Jalan Berliku Asuransi PNS Batam

Putusan MA Sudah Diterima Pemko Batam, Premi Asuransi Pegawai Segera Cair

Rp 80 Miliar Premi Asurasi Pegawai Pemko Batam Belum Dicairkan Bumi Asih Jaya