Kepala BP Batam Hatanto (tengah) bersama wakil BP dan para deputi BP Batam yang baru memberikan keterangan pers di Bida Marketing BP Batam, Senin (11/4/2016). Foto: iman W/batampos.co.id
batampos.co.id – Kepala BP Batam yang baru Hatanto menegaskan, pihaknya tidak akan menghapus uang wajib tahunan otorita (UWTO). Bahkan, pembahasan teknis mengenai hal tersebut belum pernah ada.
“UWTO tak bakalan dihapus, kalau ada yang bilang itu dihapus itu tidak benar,” tegas Hatanto saat jumpa pers di Bida Marketing BP Batam, Senin (11/4/2016) sore. Ia didampingi wakil dan seluruh Deputi di BP Batam.
Hatanto menambahkan, jika UWTO dihapus, keberadaan BP Batam menjadi tidak ada gunanya. “Kalau UWTO dihapus untuk apa kami ada di sini,” ujar Hatanto.
Sebelumnya, Menteri ATR/BPN Ferry Mursyidan Baldan saat sosialisasi Pembangunan Pulau Batam di Swiuss Belhotel Harbour Bay Maret lalu mengatakan, tidak boleh ada dua (UWTO dan PBB) pungutan di Batam.
“Nanti yang berada di luar zona KEK, UWTO-nya bakal dihapus,” ujar Ferry.
Lahan-lahan di luar zona KEK juga bakal diatur oleh Pemko Batam. Sementara yang berada di zona KEK tetap dalam wilayah kerja BP Batam.
Kendati begitu, soal pengalokasian lahan, kewenangannya ada di Dewan Kawasan Batam. (iwa/eggi/nur)
Feter saat mendapat perawatan di RSBK, Seraya. Foto: Eggi/ batampos.co.id
batampos.co.di – Kepala Satuan Reskrim Polresta Barelang, Kompol Yoga Buanadipta Ilafi melakukan ekpose terkait kasus penikaman yang dilakukan oleh Andi Putra Tanjung (22) alias Gendut yang merenggut nyawa Feter warga Batu Merah Bawah RT 03 RW 01 yang tengah tidur di rumahnya pada Rabu (30/3) lalu.
“Pelaku kita tangkap setelah melakukan koordinasi dengan kepolisian Lingga, dan poelaku ditangkap di Lingga. Baru setelah itu kita jemput di Lingga,” ungkap Yoga, Senin (11/4).
Adapun alasan pelaku melakukan penusukan terhadap korban setelah sebelumnya pelaku dijanjikan pekerjaan untuk menjadi karyawan Subcont di PT Siemens oleh korban.
“Saya bayar uang sama dia sebesar 300 ribu. Setelah bayar dia bilang besoknya saya sudah bisa langsung kerja,” ungkap Andi.
Setelah membayar uang kepada korban, pekerjaan yang dinantikan pelaku pun tidak kunjung datang. Hingga akhirnya pelaku ngomong sama orang-orang bahwa korban ialah seorang penipu.
“Setelah saya bilang gitu, dia langsung mengancam saya,”
Bahkan Feter lanjut Andi, mengatakan “jangan kau urusi urusan aku dan jangan kau sebarkan ke orang, anak istrimu aja bisa aku buat tak keluar rumah,” ungkap pelaku menirukan perkataan korban pada malam sebelum pembunuhan.
Setelah mendapatkan perkataan yang kasar dari korban, pelaku pun mendatangi rumah korban keesokan paginya dengan membawa sebuah parang dan badik. Sebelum melakukan penusukan dengan korban, pelaku juga sempat kembali beradu mulut dengan korban, hingga akhirnya pelaku pun langsung menghujamkan parang yang telah dibawa sebelumnya ke tubuh korban.
“Luka yang membuat korban kehilangan nyawanya akibat luka tusukan di bagian punggung korban,” jelas Yoga.
Atas perbuatannya, pelaku diancam dengan pasal 340 KUHP dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara. (eggi)
Cover majalah.batampos.co.id edisi 10 tahun 2013 yang mengupas band lokal batam, salah sastunya Kufaku Band. Foto: batampos.co.id
batampos.co.id. Sebuah compact disc (CD) album disodorkan Bobby (Bobi) Rian, 30, di meja redaksi Majalah Batam Pos beberapa waktu lalu.
Cakram padat itu bersampul warna krim dengan gambar penyanyi solo maupun grup band di bagian depan. Ada Raisa, Tommy Kagangan, Teuku Wisnu dan Shireen Sungkar, Ran, Dewi Sandra featuring Alam Urbach, Mahirs Band, dan Ada Band.
Di antara deretan penyanyi dan grup band yang sudah tenar itu, ada juga gambar dan nama Kufaku dalam album berjudul Soundtract Terbaik 2012.
Di bagian belakang cover album kompilasi, tersusun judul lagu dan penyanyi yang mengisi album produksi Universal Music Indonesia dan MD Music itu. Ada 14 deretan lagu dan Kufaku dengan lagunyan yang berjudul Terlanjur menempati track ke-14. Album itu sudah diedarkan tiga bulan lalu.
”Sudah bisa didapatkan di toko-toko CD. Di album itu kami satu-satunya yang dari daerah dan belum begitu dikenal,” ujar Bobby Rian setengah berpromosi.
Kufaku band atau biasa disebut Kufaku saja adalah grup band asal Batam. Jadi tak salah, jika mereka belum dikenal secara nasional.
Di Batam, mereka relatif sudah dikenal, terutama komunitas band atau grup musik. Kufaku digawangi Bobby Rian (vokalis) Edo Verlantino (drum), Zulfikar (bass), dan Indra Wijaya (gitar). Proses mereka untuk menembus label nasional sudah dilalui dengan penuh perjuangan.
Sementara upaya masuk label besar seperti Universal Music Indonesia dan MD Music bisa dibilang suatu keberuntungan.
***
Suatu hari di awal Agustus 2012, tiba-tiba handphone Bobby Rian berdering. Ia lantas mengambil handphone dan melihat nama kawan lamanya saat kuliah di Bandung. Ivan Otoriadi, itu nama yang muncul di layar handphone. Ivan Oktoriadi, teman satu grup band semasa kuliah yang kini bekerja di Bangka-Belitung. Mengetahui yang menelpon sahabat lama, Bobby Rian tersenyum dan menyambut hangat. Setelah basa-basi dan saling tanya kabar, Ivan kemudian mulai berbicara sedikit serius.
”Dia bilang, MD Music mencari band indi dari daerah untuk mengisi album soundtrack 2012,” kata Bobby Rian menirukan ucapan Ivan kala itu.
Ivan kemudian melanjutnya pembicaraan dengan Bobby Rian dan bercerita panjang lewat telepon. Ia menceritakan bagaimana awal dirinya menerima informasi itu. MD Music mencari band indi untuk melengkapi grup band dan penyanyi yang sudah terpilih. Pihak MD Music lalu menghubungi Ivan yang sudah dikenal punya band indi. Ivan dan bandnya ditawari mengisi album kompilasi itu. Ivan bersedia meski ia tak siap karena bandnya sedang vakum.
”Jadi dia menghubungi saya dan bertanya apa saya punya lagu yang siap,” ungkap Bobby Rian saat bersama personel Kufaku lainnya di Mega Mall, Jumat (29/3/2013) lalu.
Bobby Rian langsung menyanggupi. Hatinya bukan main senangnya. Ia semakin semangat mengobrol dengan sahabatnya itu. Keduanya pun mengatur waktu untuk bertemu dengan pihak MD Musik di Jakarta. Satu bulan lamanya Bobby Rian harus menunggu. Sembari menunggu, ia menyiapkan demo lagu-lagunya dan video klip yang sudah pernah mereka buat.
”Kebetulan sebelumnya, waktu itu Juli kita sudah buat video klip lagu Terlanjur. Kebetulannya lagi, model di video klip itu, Imelda Lubis, pernah jadi artis MD (Entertainment) juga,” beber Bobby sembari tersenyum.
Satu bulan berlalu, tepatnya Jumat, pertengahan September, Bobby berangkat ke Jakarta. Ivan juga berangkat dari Bangka ke Jakarta. Di sana kemudian keduanya bertemu. Bobby dan Ivan lalu menuju Studio MD Music di Jakarta Selatan. Mereka menemui Anton, Produser MD Music. Ivan yang mendapat tawaran pertama belum menyampaikan bukannya bandnya yang akan mengisi album kompilasi itu. Ivan justru memperkenalkan Bobby.
”Saya diperkenalkan dengan produser MD itu dan saya kenalkan diri dari Batam. Di situlah baru Ivan berterus terang,” tutur Bobby.
Ternyata produser tersebut tidak mempermasalahkan. Bobby pun menceritakan tentang Kufaku dan menyerahkan demo lagu-lagu Kufaku, video klip, dan film pendek Kufaku. ”Dia (produser MD Music) begitu serius melihat video klip itu. Sementara saya, sangat deg-degan. Sempat terpikir, diterima apa tidak ya?” ungkap Bobby Rian.
Hari itu, pihak MD Music belum memberikan keputusan. Bobby Rian diminta menunggu tiga hari karena Anton, sang produser, harus merapatkan lebih dulu dengan atasannya. Bobby dan Ivan pun meninggalkan Studio MD Music. Keduanya kembali ke hotel. Hati Bobby tak karuan karena harus menunggu tiga hari. Tetapi belum sampai tiga hari, tepatnya Minggu pagi, Bobby sudah mendapat telepon dari MD Music. Ia diajak bertemu siang harinya di sebuah kafe.
Siangnya Bobby datang tepat waktu di kafe yang ramai artis. Bobby sedikit grogi dan jantungnya berdetak lebih kencang saat Anton memulai perbincangan. Anton tidak berpanjang lebar dan langsung menyampaikan pujian.
”Dia bilang, lagu kalian bagus-bagus. Bisa masuk album kompilasi,” tutur Bobby mengutip ucapan produser MD Music itu. Bobby pun girang dan tersenyum lebar.
Setelah menyampaikan kabar gembira, Anton meminta Bobby menyiapkan lagu Kufaku yang sudah jadi. Pembicaraan keduanya berlanjut soal kontrak. Setelah membaca isi kontrak, tanpa pikir panjang, Bobby menyetujuinya. Bobby pulang ke Batam dan menyiapkan lagu Terlanjur yang dipilih. Lagu yang direkam di studio pribadi Bobby di Seipanas, dikirim ke Jakarta untuk di-mastering dan digabung dengan lagu-lagu dari penyanyi lainnya.
Tiga pekan kemudian, kiriman lagu itu dibalas surat kontrak dari MD Music. Surat kontrak untuk Kufaku diantar tukang pos dan tiba di Boedak Dunia (BD) Studio di jalan Laksamana Bintan Kavling 77, Seipanas. Kontrak spesial itu berdurasi dua tahun. Kufaku sebagai pengisi album kompilasi, berkewajiban mempromosikan album di daerah. Sementara haknya, mendapat pembagian royalti bersama pengisi album lainnya. Untuk satu keping CD album yang terjual, Kufaku mendapat bagian tidak lebih dari Rp1500.”Kalau tak salah, seingat saya antara Rp800-Rp1500,” kata Bobby.
Dua bulan setelah menyerahkan lagu Terlanjur, lagi-lagi Bobby mendapat paket kiriman dari MD Music. Kali ini, bukan lembaran kerta, tetapi 20 keping CD album. Album berjudul Soundtrack Terbaik 2012 dan lagu Terlanjur ada di dalamnya. Bobby, Zulfikar, Indra, dan Inda melonjak kegirangan. Edo, 18, sang drummer, langsung pulang ke rumahnya dan mengabari ibunya.
”Senang banget. Ibu saya bangga. Di sekolah saya sering digodain teman-teman, serasa kayak artis,” ujar Edo tersenyum.
Selain sudah beredar lewat album kompilasi, lagu Terlanjut milik Kufaku juga bisa dinikmati lewat ring back tone (RBT). Hampir seperti proses masuk ke label MD Music, Kufaku juga difasilitasi teman untuk menembus penjualan lagu lewat RBT. Teman di jejaring sosial Facebook yang kali ini membantu Kufaku.
”Saya bertemu teman yang namanya Yuli ini di Facebook. Kebetulan dia kerja entertainment juga di Jakarta, dia lah yang memfasilitasi,” katanya.
Melalui bantuan Yuli, Bobby bertemu pihak yang menjual lagu lewat RBT. Orang tersebut ternyata Abdi Slank. Bobby bertemu pada hari yang sama ketika bertemu produser MD Music. Tidak perlu perbincangan panjang lebar karena mekanisme penjualan dan pembagian hasil penjualan sudah jelas. Kufaku tinggal menunggu hasil penjualan dengan durasi kerjasama selama satu tahun.
”April ini penjualan album dan lagu di RBT itu akan diberitahukan,” ujar Bobby yang sehar-hari bekerja di Dinas Tata Kota Batam.
***
Video klip beberapa single Kufaku sebelumnya sudah beredar di dunia maya sejak dua tahun lalu. Melalui Youtube video klip single pertama Kufaku bisa disaksikan.
”Single pertama ini judulnya Cuma Kamu. Model video klipnya itu dari Australia,” kata Bobby Rian, vokalis yang sekaligus menjadi model dalam vidoe klip Kufaku Band.
Setelah single pertama, Kufaku Band kembali membuat vidoe klip single keduanya yang berjudul Jatuh Cinta. Pembuatan vidoe klip itu dirampungkan dalam sehari. Semuanya digarap sendiri. Mulai konsepnya sampai penyebaran videonya.
”Video klip kami sudah bisa dilihat di youtube, dengarkan di radio, kami sebarkan dari ponsel teman ke ponsel teman yang lainnya, dan bisa juga didownload dalam bentuk mp3. Begitulah kami cara kami memasarkan lagu-lagu kami,” jelas Bobby lagi.
Kufaku Band beranggotakan Bobby Rian (vokal), Rachmat Suryana (drum), Zulfikar (bass), dan Indra Wijaya (gitar). Menurut Bobby, nama band mereka diambil dari kata ‘kunfayakun’. Namun bisa juga dibaca kupaku. ”Biar orang yang mendengar lagu kami jadi terpaku,” jelasnya.
Nama : Bobby Rian, TTL: Belakangpadang 17 Mei 1982, Hobi : Main bola dan futsal, Band Favorit : Radiohead dan Muse Nama : Rachmat Suryana, TTL: Batam 8 Juni 1993, Hobi : Bersepeda, Band Favorit : Slipknot Nama : Zulfikar, TTL : Batam 14 Oktober 1992Hobi : Berenang, Band Favorit : Blink 182 Nama : Indra Wijaya, TTL : Dabo Singkep 19 Juli 1991, Hobi : Traveling, ngeband, dan membaca, Band Favorit : Lamb of God, Gorillaz, dan Joe Satriani
Band yang mengusung musik pop rock ini terbentuk sejak 2009. Personelnya berasal dari band-band yang berada di bawah naungan Budak Dunia Manajemen. Awalnya, cerita Bobby, band-band dibawah naungan Budak Dunia Manajemen ini ingin membuat album kompilasi. Tapi kebanyakan personelnya sibuk, akhirnya satu-satu personel dari band itu dikumpulkan dan dibentuk menjadi satu band tersendiri.
”Kami sering tampil di mall-mall dan kebanyakan acara yang kami bikin sendiri. Acara nikahan saudara pun kami hajar,” ungkap Bobby sembari tertawa.
Festival musik tak lagi menggiurkan bagi mereka. Seperti yang sering dikemukakan band-band lainnya, Kufaku Band juga merasa festival musik tidak bisa dijadikan barometer karena kerap ada permainan juri. Akhirnya mereka lebih memilih membuat pergelaran musik atau menciptakan lagu.
”Lebih baik membuat lagu dan biarkan orang lain yang menilai, suka atau tidak suka,” timpal Zulfikar.
Kini Kufaku Band sudah memiliki 10 lagu. Sebagian besar diciptakan Bobby. Empat di antaranya bisa dinikmati di Youtube. (Ahmadi Sultan/disarikan dari majalah.batampos.co.id edisi 10 tahun 2013)
batampos.co.id – Tenaga Harian Lepas (THL) Dinas Tata Kota Batam, Bobi Rian yang membeberkan kelicikan dan kebusukan pejabat Distako Batam melalui video yang diunggah ke youtube menggunakan akun band mereka, thekufaku, juga berprofesi sebagai musisi. Bobi vokali band Kufaku.
Di youtube, lagu-lagu Band Kufaku cukup banyak. Antara lain berjudul; cuma kamu, PKI, terlanjur, dan lainnya.
Video klip lagu cuma kamu dibuat di KTM Resort Sekupang. Di video klip itu ada wanita cantik (bule) yang jadi modelnya.
Nama Band Kufaku juga sudah menasional. Majalah Batampos.co.id pernah meliput secara khusus grup band Batam yang sudah punya nama di blantika musik tanah air. Salah satunya Band Kufaku.
Video tentang kelicikan dan kebusukan pejabat Dinas Tata Kota Batam, jika meliha latarbelakangnya dibuat di studio Bobi di Sungai Panas. (nur)
Dua orang warga Batam berfoto mengambil latar belakang Welcome To Batam yang terpampang di Bukit Clara Batamkota. Foto: Cecep Mulyana/ Batam Pos
batampos.co.id – Tulisan Welcome To Batam di Bukit Clara, Batamkota selalu menjadi tujuan masyarakat untuk berfoto. Sayang, ikon Kota Batam ini tak bisa dinikmati secara gratis. Ada oknum yang meminta uang kepada siapapun yang berkunjung.
“Parkir disana, kita dimintai uang. Jumlahnya tak kecil Rp 10 ribu per motor,” ujar Gery warga Sagulung yang mengaku pernah dimintai uang dari dua orang pria berpakaian preman.
Menurutnya, salah satu pria itu juga memberinya selembar karcis parkir. Namun anehnya, karcis itu tak memiliki stempel dan seperti di foto kopi.
“Katanya wajib untuk biaya parkir, jadi karena saya bawa motor harus bayar. Karena malas ribut, saya kasih,” jelasnya lagi.
Hal yang sama juga dikatan Nila warga Bengkong. Perempuan ini juga dimintai uang oleh orang yang mengaku keamanan di lokasi Welcome To Batam. Tapi jumlah uang parkir yang diminta tak sebesar Gery. Ia hanya dimintai Rp 5000 untuk satu motor.
“Saya parkir di tanah lapangnya itu. Dan tiba-tiba didatangi dua pria tak dikenal menggunakan motor. Ia minta uang parkir,” ceritanya, kemarin.
Dikatakan Nila, saat itu bukan hanya dirinya yang dipalak dua pria tersebut. Namun juga pengendara lain yang parkir disana.
“Bukan saya yang ngasih, tapi abang saya. Abang saya malas ribut, makanya dikasih aja. Usai ambil uang, dia pergi, tak ada karcis,” beber Nila.
Sementara itu, Humas Pemko Batam, Ardi Winata menegaskan jika area Welcome To Batam bebas parkir dan biaya pungutan lainnya. Pihaknya tak pernah memberi izin pihak manapun untuk memungut uang dari masyarakat Batam dan turis.
“Tak ada biaya apapun disana, baik parkir atau keamanan. Itu ilegal,” tegas Ardi yang dihubungi, kemarin (10/4).
Menurut dia, bagi siapa saja yang dimintai uang oleh pihak yang mengaku juru parkir atau keamanan, silahkan langsung lapor ke polisi. Karena hal itu bisa dikatakan dengan pemerasan.
“Lapor polisi. Jangan dikasih uang, apalagi yang ada memberikan karcis fotokopi,” terang Ardi. (she)
batampos.co.id -Video Bobi Rian, tenaga harian lepas (THL) yang menceritakan perlakuan diskriminatif yang ia terima bersama THL lainnya di Dinas Tata Kota (Distako) Batam, dan permainan penerimaan THL yang ia unggah di youtube, langsung ditanggapi oleh Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad.
“Sedang kami lakukan investigasi,” kata Amsakar, Minggu (10/4/2016).
Meski masih diinvestigasi, namun Amsakar meyakini apa yang disampaikan Bobi dalam surat dan video tersebut bukan rekayasa.
“Kebenarannya tinggi, tak mungkin anak ini (Bobi) berbohong,” ungkapnya.
Dia juga berjanji akan menindak semua SKPD yang masih merekrut honorer. “Arahan pak wali kan sudah jelas, tak ada lagi penerimaan honorer. Kok masih diterima,” ujarnya.
Sebelumnya, Amsakar juga sudah memanggil Kepala Distako, Asril. “Tapi pak Asril, tak bisa menjelaskan secara rinci dan terang,” ucapnya. (ska/bp)
Bobi saat mengungkap kebobrokan di Dinas Tata Kota Batam terkait THL. Foto: psc youtube
batampos.co.id – Bobi Rian, tenaga harian lepas (THL) benar-benar membeberkan permainan penerimaan THL di Dinas Tata Kota Batam lewat video yang diunggah ke youtube berjudul: “kelicikan dan kebusukan pejabat dinas tatakota batam”.
Bobi menyebutkan, dari 20 THL baru yang diterima di 2016 hingga membuat THL lama dicampakkan, ada nama anak Kadistako Batam Asril dan Anak Sekretaris Distako Batam Ruslan. Juga ada dua orang yang dimasukkan Kasubbag TU UPT Pengawasan Pembangunan Dicki Diar.
“Muhammad Bayu Pratama. Siape? Die adalah anak Kepala Dinas Tata Kota Batam Asril S.Sos. Budak nih (Asril) pernah bilang bulan Januari Februari lah, bahwa kami tak ada bermain… kami tak berani main kontrak-kontrak baru… tegoklah kubuka semua… kau bilang tak berani bermain tapi 20 orang kau masukkan…haa… kau tanggungjawablah,” ujar Bobi dengan gaya teatrikalnya.
Nama lainnya, Andi Hilda Rosalinda… “Ini sedap nih… ini (Ruslan, red) biang kerok nih… ini berxk bakau yang nyangkut nih…, ini anak die… anak siape? Sebut di sini… anak dari Sekretaris Dinas Tata Kota Batam Ruslan SE MM…,” ungkap Bobi.
Berikutnya, Hamdani dan Isak. Dua nama ini dimasukkan oleh Kasubbag TU UPT Pengawasan Pembangunan Distako Batam, Dicki Diar. “Entah dari kampung mane… dusun mane die bawa nih… berxk bakau kekenyangan nih, baru jadi kasubbag dah mandai-mandai masukkan orang…,” ungkap Bobi, sambil menirukan wajah hewan yang tinggal dibakau.
Ia meminta Wali Kota Batam bisa menindaklanjuti surat keberatan THL yang diteken:
Menurutnya, surat keberatan itu telah dimasukkan ke Wali Kota Batam, Wakil Wali Kota Batam, Sekda, BKD, dan Inspektorat Kota Batam.
“Kite lihat… apakah di follow up atau tidak… kalau tidak kita gas terus…,” ancam Robi.
“Inti surat ini kami yang lame dicampak… yang baru dimasukkan,” ujar Bobi.
Bobi juga mengatakan Asril Cs telah berbohong ke publik dengan mengatakan tak berani bermain menerim tenag kontrak baru, namun kenyataanya memasukkan lebih dari 20 orang.
Sementara itu, Wakil wali Kota Batam Amsakar Achmad mengaku sudah melihat video Bobi itu. Amsakar juga sudah menerima surat pernyataan yang dilayangkan Bobi Cs pada Rabu (6/4/2016) lalu. “Sedang kami lakukan investigasi,” kata Amsakar, Minggu (10/4/2016).
Asril sendiri belum bisa dikontak. Telepon selularnya selalu sibuk. (nur)
batampos.co.id – Jumnni, 27, warga Perumahan Genta Satu, mendatangi Mapolsek Batuaji, lantaran sepeda motor Honda Beat warna biru putih dengan nomor polisi BP 3630 MG miliknya hilang, Minggu (10/4).
Jumnni mengatakan sepeda motor miliknya hilang ditempat parkiran depan rumah, dalam kondisi stang terkunci tanpa menggunakan kunci ganda.
“Setiap hari motor saya parkir di sana,” ujar karyawan PT Infineon Mukakuning, kemarin.
Jumnni mengaku, dirinya baru mengetahui sepeda motornya hilang pukul 09.00 WIB. Ketika hendak berangkat kerja ke Batamindo.
“Pas ke luar lihat sudah tidak ada lagi di parkir,” imbuhnya.
Atas peristiwa itu, Jumnni akhirnya mendatangi Mapolsek Batuaji sekitar pukul 11.00 WIB ditemani RW 04 Perumahan Genta Satu. Meminta pertolongan dan membuat laporan.”Semoga motor saya bisa ketemu,”harapnya.
Sementara itu RW 04 Sahrial Lubis, mengatakan kejadin itu baru diketahuinya setelah diberitahu oleh Jumnni sekira pukul 10. 00 WIB. “Baru saya temani ke Polsek,”kata Sahrial.
Dia mengatakan kejadin seperti ini, baru kali ini terjadi di Perumahan Genta Satu.”Biasanya aman di sini,” imbuhnya.
Sahrial kerap mengimbau warganya untuk selalu waspada, apa lagi motor penting ditambahkan kunci ganda.”Minimal jadi sekuriti diri sendiri lah,” tutupnya. (cr14)
batampos.co.id – Suasana Jalan Raya R Suprapto, Batuaji tepatnya di simpang taman makam Pahlawan (TMP) Bulang Gebang mendadak macet, Sabtu (9/4) malam sekira pukul 22.00 WIB. Pasalnya seorang pria yang mengenakan seragam sekuriti terlihat tengah memukul dan menyeret seorang wanita berbadan gempal persis di pinggir jalan.
Pria tersebut adalah Robby warga Tembesi Kibing RT09/RW01, Batuaji yang tengah menganiaya Evi seorang Sales Promotion Girl di salah satu pusat perbelanjaan di Batuaji yang tak lain ada isterinya sendiri. “Sudah tak usah kalian tengok ini masalah keluarga, selingkuh istriku ini,” teriak Robby dengan aroma minuman keras keluar dari mulutnya.
Namun upaya Robby ini tak menyurutkan niat pengendara yang semakin lama semakin banyak melihat aksi brutalnya itu. Sebagian warga pun tak tinggal diam, Robby dilerai agar tak memukul sang istri lagi. “Pak kami bawa bapak ke kantor polisi, bapak mabuk ini, kami tak bisa tinggal diam, sekali pun ini masalah keluarga,” ancam seorang warga yang berusaha melerai Robby yang terus memukul Eva.
Selang tak berapa lama dikerumuni warga, Kapolsek Sagulung AKP Chrisman Pandjaitan mendatangi lokasi tersebut. Chrisman sendiri yang turun tangan membawa Robby dan Eva ke kantornya.
Di Polsek Sagulung, Eva yang sudah dalam kondisi babak belur dengan bibir yang bengkak langsung membuat laporan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), sehingga Robby langsung ditahan dan diperiksa sebagai terlapor KDRT. “Ini KDRT, Isterinya buat laporan,” kata Chrisman.
Kepada polisi Eva mengaku, Robby memang sosok suami yang kerap ringan tangan. “Suka mabuk-mabukan pak dia. Kalau sudah mabuk begini kelakukannya,” kata Eva yang ditemani seorang pria dan wanita paruh baya yang tak lain adalah orangtuanya.
Sebelum penganiayan itu, Robby diakui Eva memang sudah mengikutinya dari daerah Simpang Basecamp. “Saya baru pulang jemput anak yang saya titipkan di rumah orangtua saya,” kata Eva.
Ditengah jalan, Robby yang merupakan sekuriti di kawasan Industri Galangan Kapal itu, berupaya menghentikan laju sepeda motor Eva, namun karena takut Eva tak berhenti hingga tiba di lokasi Eva dianiaya.
“Entah apa alasan dia tuduh saya selingkuh. Padahal saya boncengan dengan anak saya, saya dipaksa suruh berhenti. Jatuh kami dua tadi,” kata Eva.
Meskipun jatuh dari sepeda motor, Robby tetap beringas menyerang Eva dengan pukulan dan tendangan. “Kasihan ibu itu, diseret, dipukul dan ditendang. Untung saya dan pengendara lain datang lerai,” kata Jones salah seorang warga di lokasi kejadian. (eja)
Andika pelaku jambret yang kerap beraksi di jalan Brigjen Katamso dan R Suprapto Batuaji dan Sagulung terpaksa ditembak polisi karena hendak kabur saat ditangkap. Foto: Eusebius Sara/ Batam Pos
batampos.co.id – Kompolotan jambret yang selama ini menghantui jalanan di Batuaji dan Sagulung akhirnya ditangkap polisi. Andika dan Yunus dua dari empat kawanan alap-alap jalanan itu berhasil ditangkap polisi setelah betis Andika dihadiahi timas panas, Sabtu (9/4) malam sekitar pukul 22.00 WIB.
Kedua pejambret itu ditangkap di kawasan Seibinti, atas laporan dari Nu wanita 41 tahun warga Sagulung yang baru saja dijambret di jalan raya Brigjen Katamso, depan RSUD lama Batuaji.
Dalam laporannya Nu menuturkan, tas bersisi uang Rp 12,9 juta miliknya direbut dan berhasil dibawa kabur jambret, namun Nu ingat betul ciri-ciri serta sepeda motor yang digunakan dua pelaku. “Pakai motor matik juga saya, mau pulang, di depan PJB tiba-tiba dua orang dari motor Honda Beat dekati saya. Yang di belakangnya langsung tarik saya setelah yang bawa motor beri aba-aba untuk tarik tas saya,” kata Nu.
Menerima laporan itu, polisi langsung bergerak cepat mengejar pelaku. Tak butuh waktu lama, berdasarkan informasi dari korban, polisi berhasil mengetahui keberadaan dua pelaku yang masih berada di sekitar lokasi korban di jambret.
Namun saat polisi mencoba menghentikan keduanya, mereka malah mencoba kabur ke arah Seibinti menggunakan sepeda motor Honda Beat BP 2236 CO yang dipakai untuk menjambret Nu tadi. Aksi kejar-kejaran pun terjadi dan polisi terpaksa melepaskan tembakan ke betis Andika yang bertugas sebagai joki. Keduanya pun keok.
Dari tangan dua pelaku ini selain menyita sepeda motor yang digunakan keduanya, polisi juga mendapati tas milik Nu yang masih utuh isinya berupa uang tunai Rp 12,9 juta serta sejumlah dokumen pribadi Nu. “Isi tas ibu itu masih utuh, karena belum sempat pulang mereka,” kata Kapolsek Sagulung AKP Chrisman Pandjaitan, kemarin (10/4).
Kepada polisi, Andika dan Yunus mengaku, sudah berhasil jambret orang khususnya kaum wanita sudah 18 kali. “18 TKP itu semuanya di jalan Brigjen Katamso dan R Suprapto Batuaji dan Sagulung. Mereka spesialis di wilayah sini,” kata Chrisman.
Keduanya tidak beraksi sendiri. Bersama Or dan Ra dua pelaku lain yang masih buron, mereka bergantian mengintai dan menjambret korban di seputaran wilayah Batuaji dan Sagulung.”Bagi-bagi tugas mereka, pakai tiga sepeda motor. Dua motor lagi bersama dua pelaku yang masih DPO itu,” ujar Chrisman.
Or dan Ra, diduga sudah mengetahui kalau dua rekan mereka sudah ditangkap polisi, sebab saat polisi melacak ke tempat keduanya diduga berada, Or dan Ra sudah pergi. “Tapi tetap akan kami lacak mereka,” kata Chrisman.
Penangkapan dua alap-alap jalanan itu mendapat apresiasi dari warga pengguna jalan di Sagulung dan Batuaji. Saat melihat polisi membekuk Yunus dan Andika warga merasa senang. Tak sedikit warga yang mendukung agar para pelaku jambret ditembak di tempat. “Tembak di tempat saja pak, ini penyakit masyarakat yang sangat meresahkan,” ujar Heni salah satu warga yang turut menyaksikan aksi penangkapan terhadap dua penjambret tadi.
Atas perbuatan mereka itu, kedua pelaku dijerat pasal 365 KUHP tentang pencurian dan kekerasan dengan ancaman tujuh tahun penjara. (eja)