Rabu, 10 Juni 2026
Beranda blog Halaman 14348

DPRD Kepri Setuju PLN Batam Naikkan Tarif, Ini Syaratnya

0
Tower PLN tegangan tinggi. Foto: PLN
Tower PLN tegangan tinggi. Foto: PLN

batampos.co.id – Anggota Komisi II DPRD Kepri, Rudy Chua meminta PLN Batam melakukan kajian kenaikan tarif listrik ini lebih mendalam.

“Yang tidak boleh lupa, mereka harus benar-benar transparan. Jangan ada dusta antara kita,” katanya, Kamis (26/5).

Tak dipungkiri Rudy, kajian kenaikan tarif bakal sangat berat. Lantaran mesti menimbang tarif baru ini begitu membebani ekonomi masyarakat Batam atau tidak.

Baca Juga: PLN Batam akan Cabut Subsidi Pelanggan Rumah Tangga Menengah

Rudy memberikan gambaran, misalnya kenaikan total dalam pengeluaran sebulan hanya Rp 200 ribu menjadi sangat kecil bagi mereka yang biasa membayar tagihan tinggi. Namun, lain cerita bilamana melibatkan ekonomi kecil.

“Kalau mereka biasa sebulan Rp 400 ribu dan tiba-tiba diminta membayar Rp 600 ribu tentu jadi tinggi hitungannya,” papar Rudy.

Sudah seharusnya, kata Rudy, pihak PLN Batam bisa melihat kondisi-kondisi semacam ini. Khususnya menyangkut konsumen rumah tangga sebesar 30 persen yang ada di Batam.

Baca Juga: Biaya Beban Listrik Batam Sudah Naik, Ini Daftarnya

Yang dipikirkan oleh jajaran DPRD Provinsi Kepri adalah pertimbangan mengenai kondisi ekonomi mutakhir masyarakat yang sedang sulit-sulitnya.

“Tentu kondisi ini bakal berdampak pada pengeluaran rumah tangga,” ucapnya.

Memang simalakama karena di sisi lain, DPRD Kepri tidak menginginkan kondisi listrik di Kota Batam menjadi merorsot atau kolaps lantaran tidak ada kenaikan tarif yang lebih ke arah investasi.

“Karena ini demi kebaikan bersama, sudah semestinya tidak ada dusta antara kita. PLN Batam mesti benar-benar transparan,” kata Rudy lagi. Bila memang kenaikan ini demi kebaikan bersama, kata Rudy, itu sah-sah saja.

Berbeda bila memang kenaikan tarif ini disengaja lantaran berorientasi pada keuntungan semata. Rudy menegaskan, DPRD Kepri bisa dengan tegas bakal menolaknya. Hanya, kepastian ini tetap masih menunggu kajian-kajian yang sedang dilakukan.

Rudy menambahkan, sementara ini yang sudah dipaparkan oleh PLN Batam pada pembahasan sebelumnya menyangkut kondisi bisnis dan industri yang memang sudah tidak tertolong lagi bilamana tetap menggunakan tarif lama dan tidak mungkin lagi bisa dilakukan kompromi.

Karena itu, DPRD Kepri hingga kini masih menunggu hasil dari kajian kenaikan tarif yang masih terus dilakukan pihak PLN Batam. Hasil kajian itu, kata Rudy, bakal menentukan langkah-langkah kebijakan selanjutnya.

“Secara pribadi usulan itu terlalu tinggi. Itu pendapat pribadi. Saya kira akan sulit untuk melewati DPRD Kepri, bahkan ini juga masih belum tahu sikap kawan-kawan DPRD yang lain bagaimana,” ungkapnya.

Bahkan, Rudy menyangka, teman-temannya di kursi legislatif bakal sepemikiran dengannya. Lantaran ada momentum yang tidak tepat yang berbarengan dengan jelang masuknya bulan puasa dan lebaran yang bisa berdampak pada kondisi perekonomian Kota Batam dengan peningkatan inflasi.

“Jadi sifatnya seperti untuk mencari keuntungan demi masa depan yang lebih baik. Saya kira seperti itu bahasanya. Untuk kondisi pelayanan yang lebih baik,” kata Rudy tanpa menyebut persentase kenaikan tarif yang diajukan PLN Batam.

Terpisah, Kepala Bidang Listrik dan Pemanfaatan Energi Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Kepri, Mangara Simarmata, mengatakan kenaikan tarif yang diajukan PLN Batam bersifat penyesuaian tarif.

“Bahasanya bukan kenaikan, tetapi hanya penyesuaian tarif. Makanya sampai sekarang masih dipelajari lebih lanjut,” ujar Mangara melalui sambungan telepon, kemarin.

Senada dengan Rudy, Mangara juga enggan menyebut besaran kenaikan tarif yang diinginkan PLN Batam. Dia bedalih sedang berada di luar kota.

“Mohon maaf saya belum bisa sampaikan. Nanti kalau sudah pulang, akan kami jelaskan. Apalagi dalam waktu dekat ini, akan ada pembahasan lanjutan terkait persoalan ini,” jelas Mangara.

Mangara mengakui, pembahasan lintas komisi di DPRD Kepri yang sudah digelar dua kali, memang masih dilakukan secara tertutup. Menurut Mangara, apabila sudah ada keputusan atau hasil, tentu akan disampaikan kepada publik.

“Sekarang kan kita masih mencari jalan terbaik. Artinya jangan sampai membebankan masyarakat, sebaliknya juga menjaga eksistensi PLN dalam memberikan pelayanan listrik kepada masyarakat,” jelasnya.

Dijelaskan, sejak Oktober 2014 lalu, kewenangan persetujuan kenaikan tarif listrik ada di tangan pemerintah provinsi, bukan lagi jadi kewenangan pemko-pemkab. Aturan ini tertuang dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah.

“UU ini telah mengatur secara rinci, mana yang menjadi kewenangan kota dan mana yang menjadi kewenangan provinsi,” katanya. (aya/jpg)

PLN Batam akan Cabut Subsidi Pelanggan Rumah Tangga Menengah

0
Pembangkit listrik. Foto: istimewa
Pembangkit listrik. Foto: istimewa

batampos.co.id – PT Pelayanan Listrik Nasional (PLN) Batam tetap akan menaikkan tarif listrik Batam (TLB) khusus untuk pelanggan rumah tangga.

Ini sebagai konsekuensi atas rencana PLN Batam mencabut subsidi silang untuk pelanggan rumah tangga golongan menengah. Nantinya, TLB akan sejajar dengan tarif listrik PLN Persero.

“(Karena) harga gas dan dolar sama se-Indonesia,” kata Sekretaris Perusahaan (Sekper) PLN Batam, Agus Subekti, Kamis (26/5/2016).

Baca Juga: Biaya Beban Listrik Batam Sudah Naik, Ini Daftarnya

Agus mengatakan, tarif PLN Batam, terutama golongan rumah tangga, lebih murah ketimbang PLN Persero. Bahkan angkanya masih jauh di bawah Biaya Pokok Produksi (BPP) PLN Batam.

“BPP (biaya pokok produksi) rumah tangga di Batam tak jauh beda dengan tarif yang diberlakukan (PLN) Persero Rp 1.345 per Kilo Watt Hours (kWh),” ungkap mantan Corporate Communication bright PLN Batam ini.

Namun saat ini PLN Batam masih menjual dengan harga Rp 941 per kWh untuk pelanggan rumah tangga. Artinya, PLN Batam menurut Agus harus menanggung kerugian dari pelanggan rumah tangga sebesar Rp 404 rupiah per kWh.

“Setahun lebih dari Rp 200 miliar,” katanya lagi.

Selama ini, kerugian tersebut ditutupi dengan sistem disubsidi silang dari pelanggan industri. Namun, jumlah pelanggan industri PLN Batam jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan pelanggan rumah tangga. Sehingga nilai keuntungan PLN Batam masih tergolong kecil.

Agus menyebutkan, sampai bulan Maret 2016, pelanggan PLN Batam berjumlah 287.337. Dari jumlah tersebut sebanyak 191.476 merupakan pelanggan rumah tangga. Sisanya pelanggan industri.

“Memang masih ada margin (keuntungan), kalau gak ada untung (PLN Batam) sudah tutup, tapi gak bisa investasi. Kecil marginnya, mendekati break event point (BEP),” tuturnya.

Bila mengandalkan subsidi silang dari sektor industri saja, Agus khawatir keandalan PLN Batam akan terganggu. Karena itu, PLN Batam mengajukan kenaikan Tarif Listrik Batam (TLB) ke Gubernur Provinsi Kepri. Pengajuan kenaikan tarif itu kini masih dibahas di Komisi II dan Komisi III DPRD Provinsi Kepri.

Agus membantah pihaknya telah mengajukan kenaikan tarif secara diam-diam. Yang terjadi adalah rencana pencabutan subsidi bagi pelanggan rumah tangga kalangan menengah.

“Tak ada kenaikan diam-diam, rekening pelanggan tetap sama angkanya. Namun PLN Batam telah mengusulkan pencabutan subsidi listrik. Tarif dasar listrik pasti naik, karena kita perlu penyesuaian,” kata Agus.

Sampai dengan saat ini, PLN Batam mengaku telah mensubsidi sendiri tarif listrik untuk pelanggan listrik kelas menengah yang menggunakan daya mulai dari 6 Ampere ke atas atau 1300 KwH di Batam. Dana subsidi ini dihimpun dari keuntungan PLN dari tarif listrik dunia industri dan bisnis di Batam dan juga efisiensi dalam internal PLN Batam.

Menurut Kepala Departemen Komersil Tata Niaga Penjualan Tenaga Listrik PLN Batam, Solider Sinaga, agar PLN sehat dan bisa berinvestasi, subsidi silang yang selama ini diberlakukan PLN harus dicabut. Sehingga konsekuensinya adalah kenaikan tarif untuk pelanggan rumah tangga.

Namun kenaikan tarif pelanggan rumah tangga ini hanya berlaku bagi pelanggan yang menggunakan daya 3.500 Volt Amper (VA) ke atas serta sektor sosial yang menggunakan daya di atas 1.300 VA.

“Sektor rumah tangga dan sosial di bawah itu tidak akan dinaikkan,” katanya.

Dia menegaskan, PLN tidak akan mencabut subsidi untuk pelanggan listrik rumah tangga kecil dengan penggunaan daya listrik antara 2 dan 4 Ampere. Begitu juga dengan pelanggan sosial kecil dengan daya hingga 2.200 VA.

“Subsidi ini akan dialihkan untuk membangun pembangkit listrik tenaga gas (PLTG) di Tanjunguncang dan PLT Batubara di Rempang-Galang. Dana tersebut juga akan dipakai guna merampungkan kabel interkoneksi ke Nongsa,” katanya lagi.

Sedangkan sektor industri yang kini harga per kWh nya mencapai Rp 1.291 dipastikan takkan dinaikkan bila pengajuan kenaikan tarif rumah tangga diterima Gubernur Kepri.
“Kelompok industri dan bisnis takan ada kenaikan,” bebernya.

Kebijakan ini, kata Solider, sebagai bentuk komitmen PLN Batam mendorong kemajuan industri di Batam. “Industri imbasnya bisa multiplier effect, ekonomi bisa terus menggeliat, karyawan bisa tetap bekerja,” ungkapnya.

Terkait penentuan tarif di Provinsi dianggap menyalahi aturan dan ketentuan yang berlaku, Solider enggan menanggapi hal itu. “Kurang pas kalau membicarakan regulasi, ada ahlinya,” tuturnya.

Namun terkait hal tersebut, pihaknya telah melakukan konsultasi dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) serta Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). “Penentuan tarif dilakukan Gubernur,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu Solider menyampaikan, biaya abodemen yang diatur Dalam Peraturan Gubernur (Pergub) tidak mengalami kenaikan. Meskipun angkanya bertambah, hal tersebut berdasarkan penggabungan antara tarif TLB dengan PTLB. “Bila sebelumnya dipisahkan, sekarang digabungkan,” terangnya. (hgt/leo)

Dua Pemalak Tak Berkutik Dihadang Warga yang Mengerahkan Anjing

0
Dua pemeras alias pemalak tak berkutik saat diringkus warga yang mengerahkan anjing. Foto:  Ratna Hariyanto/FB
Dua pemeras alias pemalak tak berkutik saat diringkus warga yang mengerahkan anjing. Foto: Ratna Hariyanto/FB

batampos.co.id – Dua orang pelaku tindak pidana pencurian dengan kekerasan (Curas) di tangkap dan dihakimi warga hingga babak belur di pantai yang tak jauh dari Perumahan Tiban Berlian, Sekupang, Kamis (26/5/2016) malam, sekitar pukul 22.00 WIB.

Dua orang pelaku yang berhasil diamankan warga tersebut, yakni Adi Ismail dan Alfian. Selain mengamankan pelaku, warga juga mengamankan barang bukti satu unit sepeda motor jenis Jupiter Z warna merah BP 4282 IO yang digunakan pelaku.
Doni (23) yang merupakan korban pemerasan dari dua orang pelaku ini, menjelaskan  kejadiannya saat itu bermula saat ia sedang duduk di tepi pantai sembari melepaskan lelahnya setelah pulang dari bekerja.
“Saat itu saya sedang duduk di tepi pantai, tiba-tiba didatangi sama dua orang yang memintak rokok dan uang kepada saya,” ungkap Doni, saat ditemui di Polsek Sekupang.
Setelah saya berikan uang dan rokok, kedua orang pelaku itu merasa tidak puas, hingga mengambil Handphone korban dan memberikan Sim Card yang berada dalam Handphone itu kepada korban.
Setelah di peras oleh dua orang pelaku tersebut, Doni kemudian pergi ke Perumahan Tiban Berlian untuk meminta pertolongan kepada warga, hingga warga langsung mengamankan dua orang pelaku.
Wahyu yang merupakan salah seorang warga Tiban Berlian menjelaskan penangkapan pelaku saat itu setelah adanya laporan dari Doni.
Waktu korban meminta pertolongan sama warga, ada salah satu warga yang membawa anjing. Warga itu langsung datang dan menghadang pelaku dengan anjing yang dibawanya.
“Kalau kamu lari, ini anjing akan langsung menggigitmu,” ungkap Wahyu sambil meniru ucapan warga yang membawa anjing itu.
“Tidak lama setelah dia ngomong gitu, langsung warga lainnya datang dan langsung menghajar pelaku,” ujar Doni lagi.
Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Sekupang Ipda Buhedi Sinaga membenarkan adanya pelaku curas yang diamankan oleh warga.
“Tadi anggota mendapat laporan dari warga adanya pelaku curas ditangkap. Kemudian anggota kita mendatangi lokasi dan langsung mengamankan pelaku di Polsek,” ungkap Buhedi Sinaga. (eggi)

Lagi, Polsek Sekupang Bekuk Tiga Pelaku Curanmor dan Dua Penadah

0
Kapolsek Sekupang, Kompol Fery Afrizon
Kapolsek Sekupang, Kompol Fery Afrizon

batampos.co.id – Jajaran Polsek Sekupang berhasil meringkus pencuri kendaraan bermotor berinisial DV, 16, Kar, 26, serta dua orang penadah AD, 21, SP, 20, Senin (23/5).

Kapolsek Sekupang, Kompol Fery Afrijon melalui Kanit Reskrim Polsek Sekupang, Ipda Buhedi Sinaga mengatakan penangkapan pelaku berawal dari tertangkapnya SP di kosannya yang berada di Happy Garden, Batamcentre, Sabtu (21/5) lalu.

Dari keterangan polisi, polisi berhasil mengamankan tiga pelaku lainnya di Batuaji dan Tanjunguma.

Menurut pengakuan DV yang berperan sebagai pemetik kendaraan bermotor, motor hasil curian dijual kepada penadah SP seharga Rp 1 juta. Aksinya dilakukan karena tidak memiliki pekerjaan. Atas perbuatannya, pelaku dikenakan pasal 363 dengan hukuman maksimal 7 tahun penjara dan denda Rp 250 ribu.

Dihari yang sama anggota Polsek Sekupang juga berhasil mengamankan Az ,51, pelaku pencurian sepeda motor yang beraksi di kosan yang berada di Perumahan Kartini 6, Seiharapan, Sekupang, Senin (23/5). Az yang sebelumnya pernah bekerja sebagai penjaga kosan tersebut, nekat mencuri kendaraan itu lantaran sudah berhenti dari pekerjaannya. Aksi Az juga sempat tertangkap kamera CCTv yang berada di kosan tersebut.

“Dulu, sebelum berhenti bekerja, dia sering pinjam kendaraan anak kos, jadi kuncinya diduplikat,” jelas Ipda Buhedi Sinaga, Rabu (25/5).

Dari tangan AZ, polisi berhasil mengamankan satu unit sepeda motor Honda Beat warna orange dan hitam BP 3093 BC.

“Atas perbuatannya, pelaku dikenakan pasal 363 dengan hukuman maksimal 7 tahun penjara,” kata Buhedi. (cr17)

Rayakan Ulang Tahun ke-21, Telkomsel Jadikan Indonesia Lebih Keren

0
Suasana perayaan Ulang Tahun Telkomsel ke-21 di grhaPARI Batam Centre, Kamis (26/5/2016). Foto: Uspim Varadilla/batamtv
Suasana perayaan Ulang Tahun Telkomsel ke-21 di grhaPARI Batam Centre, Kamis (26/5/2016). Foto: Uspim Varadilla/batamtv

batampos.co.id – Operator selular Telkomsel yang lahir di Batam kini berusia 21 tahun pada 26 Mei 2016.

Serangkaian kegiatan pun digelar serentak di seluruh Indonesia, termasuk di GrhaPARI Telkomsel di Batam Centre.

Mengusung tema: ‘Bikin Keren Indonesia’, HUT Telkomsel itu berlangsung meriah yang ditandai dengan pemotongan tumpeng.

Telkomsel mengawali hari dengan memberikan pelayanan ke pengunjung pertama graPARI yang langsung dilayani oleh Manager Branch Telkomsel Batam, Rudi Sitompul.

“Kita juga memberikan bingkisan berupa voucher senilai Rp 100 ribu kepada pengunjung pertama,” ujar Rudi.

Selanjutnya, tim Telkomsel juga melakukan kunjungan ke ikon Kota Batam (Welcome to Batam), dengan berlari membawa balon udara dari grhaPARI ke lokasi tersebut.

“Disana (Welcome to Batam) balon-balon udara dilepaskan sebagai bentuk pelepasan harapan kita,” kata Rudi  lagi.

Kegiatan ini juga memecahkan rekor MURI karena serentak dilakukan Telkomsel se-Indonesia, tepat dimulai pukul 16.00 WIB dan menyesuaikan untuk wilayah Indonesia bagian lainnya.

Telkomsel yang berfilosofi seperti Mercusuar dalam membuat program-program terbarunya ini, terus mengepakkan sayap hingga pelosok negeri, sehingga masyarakat terpencil sampai metropolitan tetap bisa melihat dunia melalui kelancaran jaringan Telkomsel yang disediakan.

“Kita optimis, Telkomsel bisa mewujudkan hal itu untuk menjadikan Indonesia makin keren,” pungkas Rudi. (cr15/nur)

Hadapi Lebaran, Pelni Batam Tambah Satu Armada

0
KM Umsini
KM Umsini

batampos.co.id – Antisipasi lonjakan penumpang jelang mudik lebaran 6 Juli 2016 mendatang, PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) cabang Batam akan menambah satu armada KM Umsini untuk melayani tujuan Kijang dan Batam, Provinsi Kepulauan Riau.

“Ya, ini kita siapkan untuk menghadapi lonjakan penumpang lebaran nanti,” kata Kepala PT Pelni Cabang Batam, Ending W, Rabu (25/5).

KM Umsini yang berkapasitas 3 ribu penumpang ini diharapkan bisa membantu KM Kelud yang telah beroperasi sebelumnya dengan tujuan Belawan, Karimun dan Tanjungpriok.

Selain itu Pelni juga menambah rute keberangkatan dari dua kali menjadi empat kali seminggu. Untuk tiket kapal mudik lebaran, saat ini penjualannya sudah mencapai 90 persen. Penumpang bisa membeli tiket di loket dan agen Pelni, selain itu juga bisa melalui online dengan mengunjungi website resmi pelni.co.id.

“Semua sudah mobile, ini akan lebih memudahkan penumpang,” ujar dia.

Dia menambahkan, untuk harga tiket masih normal dan tidak ada kenaikan menjelang mudik lebaran. Untuk tiket tujuan Belawan dijual dengan harga Rp 231 ribu dan Tanjungpriok Rp 327 ribu. (cr17)

Janda Dua Anak Ditemukan Tewas di Tembesi

0
Warga berkerumun di rumah kontrakan Sri di Tembesi. Sri ditemukan tewas membusuk, Kamis (26/5/2016) pagi. Foto: Faisal Azaa/facebook/Wajah Batam
Warga berkerumun di rumah kontrakan Sri di Tembesi. Sri ditemukan tewas membusuk, Kamis (26/5/2016) pagi. Foto: Faisal Azaa/facebook/Wajah Batam

batampos.co.id – Warga Tembesi Lestari RT03/RW13, tepatnya di belakang Mall Top 100, Sagulung, dikejutkan penemuan mayat perempuan dengan kondisi sudah membusuk, Kamis pagi (26/5/2016).

Bekalangan mayat perempuan ini diketahui bernama Sri Rahayu (42). Janda beranak dua ini ditemukan tak bernyaea di kamar kontrakan nomor 7 di perumahan warga di Tembesi.

Warga yang mengetahui ada mayat langsung menghubungi polisi. Tak lama tim Inafis Polrest Barelang datang untuk olah tempat kejadian perkara (TKP).

Meski belum bisa disimpulkan penyebab kematian Sri, namun kuat dugaan Sri dibunuh karena ada luka memar dan robek di bagian kepala akibat hantaman benda tumpul.

Sosro pemilik rumah kontrakan mengatakan, korban empat tak kelihatan, sementara pintu rumahnya tertutup.

Meski begitu, Sosro mengaku tak curiga. Ia baru curiga setelah teman Sri yang jualan di Top 100 datang menanyakan Sri yang sudah empat hari tak jualan.

“Kata ibu-ibu itu hape Sri juga tak aktif sementara mereka mau ambil uang hasil penjualan kue yang dititip di warung Sri,” kata Sosro.

Sosro bersama warga kemudian mendobrak pintu jendela kontrakan Sri. Sebelum dibuka paksa pintu jendela itu, dari dalam sudah tercium bau bangkai.

“Begitu terbuka, ternyata Bu Sri meninggal dan sudah membusuk,” kata Sosro lagi.

Kapolsek AKP Chrisman Panjaitan bersama Kasat Reskrim Kompol Memo Ardian bersama anggotanya terlihat di TKP.

“Ada yang janggal, ada luka akibat benda tumpul di kepala korban. Tapi penyebab pastinya kita tunggu hasil visum dan autopsi di RSOB,” ujar Memo. (eggi)

Jual Sabu ke Pasien, Perawat RSBK Disidang

0

sabu-sabu-1-1batampos.co.id – Aktifitas sampingan Prima Parulian Saragih alias Ucok yang berprofesi sebagai perawat di Rumah Sakit Budi Kemuliaan (RSBK) Batam ini, sangat beresiko. Pasalnya, ia terpaksa menggandeng status terdakwa setelah aktifitas sampingannya sebagai kurir sabu, tercium oleh pihak kepolisian Batam.

Dalam persidangan yang beragendakan mendengar keterangan saksi, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Frihesti Putri Gina menghadirkan dua saksi penangkap yakni, Afip Firmansyah dan Rio Ardian, untuk mengungkap peristiwa yang menjerat terdakwa Prima.

“Kami mendapat laporan dari masyarakat, bahwa terdakwa sering melakukan transaksi narkotika baik untuk pemesan dari masyarakat luar maupun pasien dari tempat ia bekerja (RSBK),” ujar saksi Afip.

Menanggapi laporan tesebut, Afip melakukan penyamaran sebagai pembeli sabu ke terdakwa. “Terdakwa menyanggupi untuk mengantarkan barang sesuai pesanan di daerah Bengkong Jaya, yang tidak jauh dari tempat kos terdakwa,” terang Afip lagi.

Dengan mudahnya, saat terdakwa menunjukkan sabu yang hendak dijual ke polisi penyamar, terdakwa langsung ditangkap dan dimintai keterangan lebih lanjut.

“Melalui pengakuan terdakwa juga, kami melakukan penggeledahan di tempat kos terdakwa dan ditemukan sejumlah sabu lainnya yang sudah berbentuk paket dalam plastik bening berukuran kecil,” sambung saksi Rio menambahkan.

Ditotalkan, sebanyak 5,26 gram sabu menjadi barang bukti yang dibawa ke persidangan. “Dalam pemeriksaan penyidik, terdakwa juga mengaku telah sering melakukan jual-beli sabu ini, dan selalu menyediakan sabu sesuai pesanan,” tegas Rio.

Setelah mendengar pemaparan saksi, terdakwa membenarkan semua keterangan saksi-saksi tersebut. Selanjutnya, sidang terhadap terdakwa Prima Parulian Saragih alias Ucok kembali dijadwalkan pada pekan depan, masih dengan agenda mendengar keterangan saksi. (cr15)

Dua Perampok Mini Market Biza Mart Dibekuk Polisi

0
Ilustrasi perampokan mini market. Foto: istimewa
Ilustrasi perampokan mini market. Foto: istimewa

batampos.co.id – Tim Buser Polsek Batamkota berhasil membekuk dua dari tiga orang pelaku perampokan di Mini Market Biza Mart di Ruko Purimas Blok A No. 38 pada Rabu (24/5/2016) sekitar pukul 22.30 WIB.

Dua pelaku memiliki peran masing-masing. Bakti Sulaiman (23) berperan menunggu di atas motor di luar mini Market sambil melihat situasi sekitar.
Sementara rekannya Al Fahri (23) dan satu orang lagi masuk ke dalam mini Market dan mengambil barang-barang berupa rokok berbagai mereka serta uang yang berada di laci meja kasir.
Kapolsek Batamkota, Kompol Arif Budi menjelaskan curas tersebut terjadi berawal saat pelaku berpura-pura mau membeli rokok di mini market tersebut pada Rabu (25/5/2016) pukul 22.25 WIB.
Fahri membeli minuman mineral dan sebungkus rokok seharga Rp 21.500. Saat itu pelaku menyerahkan uang Rp 20.000 sehingga pelapor meminta kekurangan uang kemudian pelaku menyerahkan uang 2000.
Saat kasir mengembalikan uang pelaku, pelaku langsung menarik tangan kasir sambil menodongkan pisau ke perut kasir, kemudian pelaku lainnya memukul kepala pelapor hingga terjatuh. Kepalanya terbentur besi.
“Saat itu pelaku mengatakan ‘berangkasmu mana? Jangan bergerak kalau bergerak kubunuh nanti, kunci motormu mana, tas, dompet semua’,” ungkap Arif menirukan perkataan pelaku saat itu.
Salah satu pelaku langsung mengambil uang yang berada di laci meja kasir. Setelah itu pelaku langsung kabur melarikan diri bersama temannya yang telah menunggu di depan mini market.
Korban sempat keluar dari mini Market untuk mengejar pelaku sambil berteriak minta tolong, tidak lama kemudian warga yg berada di sekitar lokasi langsung melakukan pengejaran pelaku dan berhasil mengamankan dua pelaku.
“Namun salah satu pelaku berhasil kabur dengan membawa motor milik kasir tadi,” kata Arif lagi.
Arif Budi mengatakan pihaknya saat ini masih terus melakukan pengejaran terhadap pelaku yang berhasil kabur.
“Pelaku yang berhasil melarikan diri merupakan orang yang menodongkan pisau dan meninju kepala pelapor kemudian mengambil dompet pelapor,” pungkas Arif. (eggi)

Malam Ini, Division Tampil di F1 Club

0
Divison.
Division.

batampos.co.id – F1 Club, Hotel Planet Holiday, Batam, kembali menggelar acara spesial, Kamis (26/5) malam ini. Event yang dinamai “Glow in the Dark” ini menampilkan bintang tamu asal Jakarta, Divison.

Division yang digawangi tiga cewek cantik, Delizious Devina, Amelly Lathisha, dan Putri Zairah, akan menyemarakkan special ladies nite yang dimulai pukul 21.00 WIB ini.

“Glow in the Dark ini diawali dengan penampilan resident DJ, DJ Tee Flow, DJ Leon Gibz, dan DJ Zee Flano. Selain itu, acara ini juga akan dimeriahkan oleh Spectrum Band, Z’ll Star Prof Creative Team & Talent, dan F1 Sexy Angels,” ujar Manajer F1, Zlo Pratama.

Acara ini, kata Zlo, bisa dinikmati siapa saja, tanpa dipungut biaya masuk (free entry). “Ayo, bagi clubbers Batam yang ingin menikmati suasana party se-party party-nya, jangan sampai ketingalan untuk hadir di F1. Division akan tampil heboh untuk menghibur Anda semua,” tegas Zlo. (suc)