Minggu, 21 Juni 2026
Beranda blog Halaman 14444

Disidik Dua Tahun, Conti Chandra Geram Kasusnya Tak Kunjung Tuntas

0
Bareskrim Polri. Foto: dokumen JPNN.Com
Bareskrim Polri.
Foto: dokumen JPNN.Com

batampos.co.id – Korban kasus dugaan penipuan, penggelapan dan memberikan keterangan palsu akta otentik pembelian saham Batam City Condotel (BCC) Hotel and Residence, Conti Chandra geram. Sebab, kasus yang sudah disidik Dittipideksus Bareskrim Polri selama dua tahun itu tak kunjung tuntas.

Alfonso Napitupulu, kuasa hukum Conti mengatakan, kasus itu sudah terkatung-katung selama dua tahun.  Bahkan, kata dia, berkas kasus itu sudah tujuh kali bolak-balik dari penyidik kepolisian ke kejaksaan. “Ada petunjuk-petunjuk dari kejaksaan yang tidak dipenuhi oleh penyidik kepolisian,” kata Alfonso di Jakarta, Selasa (3/5).

Ia menambahkan, salah satunya ialah penyidik tak kunjung melampirkan bukti pembayaran dari tersangka pengusaha Medan, Tjipta Fudjiarta atas pembelian saham korban.

Karena tak kunjung dipenuhinya petunjuk jaksa tersebut, ia menduga perkara kliennya akan dihentikan kembali alias tidak akan disidangkan di pengadilan.

Menurutnya, penghentian penyidikan tampaknya merupakan hal yang diinginkan dan diidam-idamkan oleh penyidik Dittipideksus Bareskrim Polri.

“Maka demi mewujudkan kepastian hukum, kami menantang penyidik Dittipideksus Bareskrim Polri untuk menghentikan kembali penyidikan kasus tersebut,” tantang Alfonso.

Kasus ini sudah dua kali dipraperadilankan baik oleh tersangka maupun korban. Bahkan, Selasa (3/5), Majelis Hakim Pengadilan Negeri Batam melakukan pemeriksaan setempat, terhadap gedung BCC.

Ketua Majelis Hakim Wahyu Prasetyo Wibowo, pemeriksaan setempat dilakukan untuk melihat apakah memang ada objek sengketanya.  “Dan untuk melihat obyek itu dalam penguasaan siapa dan di mana saja batas-batasnya,” kata Wahyu.

Usai pemeriksaan setempat, Conti  mengatakan tidak pernah dilibatkan dalam pengelolaan gedung BCC. “Tidak benar kalau dikatakan saya sebagai pemegang saham, saya tidak pernah diikutkan. Gedung itu 100 persen dikuasai oleh mereka,” kata Conti.

Dijelaskannya, gedung itu sudah dikuasai Tjipta dan anak-anaknya. Padahal, kata dia, sebelumnya Tjipta tidak pernah membayar kepadanya. “Padahal gedung ini milik saya,” ujarnya.

Dalam perkara ini, Conti selaku penggugat, menggugat Tjipta sebagai tergugat 1, Rikardo Fudjiarta yang juga putra sulung Tjipta sebagai tergugat II, Jenny putri Tjipta sebagai tergugat III, Jauhari sebagai tergugat IV, Toh York Yee Winston sebagai tergugat V, Anly Cenggana sebagai tergugat VI, Syafudin sebagai tergugat VII. (jpnn)

Feby Kurnia Dicekik hingga Tewas, Bukan Dijerat Tali

0
R. Eko Agus Nugroho (26), petugas kebersihan UGM saat diamankan di Polres Sleman Yogyakarta, Selasa (3/5/2016). Foto: istimewa
R. Eko Agus Nugroho (26), petugas kebersihan UGM saat diamankan di Polres Sleman Yogyakarta, Selasa (3/5/2016). Foto: istimewa

batampos.co.id – Penyidik Polres Sleman Yogyakarta terus memeriksa R. Eko Agus Nugroho (26), pelaku yang membunuh Feby Kurnia (19), mahasiswi UGM Yogyakarta asal Batam.

Kepada polisi, Eko mengatakan ia membunuh karena terdesak kebutuhan ekonomi. Ia tak memiliki uang lagi sehingga tergiur handphone dan sepeda motor Feby.

Nah, pada Kamis petang (28/4/2016), tepatnya pukul 18.00 WIB, Eko membersihkan ruang 507 di lantai 5 gedung Pasca Sarjana FMIPA UGM.

Saat melihat Feby ke toilet, diam-diam Eko membuntutinya dan langsung mencekik Feby di toilet wanita lantai 5 tersebut. Feby sempat merontah, namun cekikan Eko jauh lebih kuat hingga Feby tak kuasa melawan. Ia meregang nyawa.

“Suasana di kampus tempat pembunuhan saat itu sudah sepi,” kata sumber Jpgrup di Polres Sleman, Selasa (3/5/2016) malam.

Setelah memastikan Feby tak bernyawa lagi, Eko membaringkan Feby di samping toilet duduk kampus dengan posisi telentang. Wajah Feby ditutup jilbab yang dikenakan Feby saat itu.

Sejurus kemudian, Eko mengambil barang-barang Feby, mulai dari dua unit hape, dompet, dan surat tanda kepemilikan kendaraan (STNK) motor Feby.

Eko kemudian menuju parkiran mengambil motor Feby lalu menggeber kuda besi itu ke salah satu terminal. Eko hendak menjual sepeda motor itu namun tak berhasil.

Polisi melacak keberadaan Eko setelah mencari tahu siapa petugas kampus yang piket saat Feby terakhir kali muncul di kampus.

Dari daftar piket diketahui Eko yang piket. Saat dicari, ternyata Eko sudah tidak berada di kampus. Polisi makin curiga lalu mempelajari CCTV lainnya yang ada di UGM. Sebagian memang tak berfungsi namun ada juga yang berfungsi.

Hasilnya, terekam kalau sosok pria yang memakai motor Feby adalah Eko.

Polisi juga melacak sinyal handphone Feby dan akhirnya berkesimpulan kalau orang yang paling dicurigai adalah Eko, sang petugas kebersihan kampus.

Eko kemudian ditangkap saat istirahat di rumahnya di Dusun Jati, Wonokromo, Pleret, Bantul, Yogyakarta. Saat ditangkap, Eko tak melakukan perlawanan. Ia pasrah. (nur/jpgrup)

Baca Juga:
> Pembunuh Mahasiswi UGM Asal Batam Feby Kurnia Ditangkap
> Selidiki Zat Beracun, Tim Forensik Uji Lab Sampel Tubuh Feby Kurnia
> Hasil Autopsi Feby Kurnia: Luka Seperti Jeratan Tali Ternyata Lipatan Leher
> Komunikasi Terakhir (Feby) dengan Ibunya
> Feby Kurnia Dalam Kenangan Batam Pos
> CCTV UGM Mati, Polisi Sulit Ungkap Pembunuh Feby Kurnia
> Saat di SMKN 1 Batam, Feby Kurnia Dijuluki Titisan Einstein
> Feby Kurnia: I’m fine here mam…
> Telepon Feby Kurnia, Mahasiswi UGM Asal Batam Sempat Diangkat Seorang Pria
> Feby Kurnia, Mahasiswi UGM Asal Batam Ternyata Dibunuh, Ada Bekas Jeratan Tali di Leher
> Feby Kurnia Ditemukan Tewas di Kamar Mandi Kampus UGM
> Feby Kurnia, Mahasiswi UGM Asal Batam Dikabarkan Hilang

Pembunuh Mahasiswi UGM Asal Batam Feby Kurnia Ditangkap

0
R. Eko Agus Nugroho (26), petugas kebersihan UGM saat diamankan di Polres Sleman Yogyakarta, Selasa (3/5/2016). Foto: istimewa
R. Eko Agus Nugroho (26), petugas kebersihan UGM saat diamankan di Polres Sleman Yogyakarta, Selasa (3/5/2016). Foto: istimewa

batampos.co.id – Tim Buser Polda DIY bersama Polres Sleman Yogyakarta akhirnya berhasil meringkus R. Eko Agus Nugroho (26), petugas kebersihan Universitas Gajah Mada (UGM) yang diduga membunuh Feby Kurnia, mahasiswi UGM asal Batam yang ditemukan tewas di toilet lantai 5 gedung pasca sarjana FMIPA, Senin (2/5/2016).

Kabar tertangkapnya pembunuh Feby ini dibenarkan oleh ayah Feby, Yusni Sabar Siregar, kepada wartawan, Selasa (3/5/2016) malam.

“Iya sudah ditangkap, kami sudah diberitahu Polres Sleman,” ujar Regar.

Regar menyebutkan, pembunuh anaknya itu petugas kebersihan kampus yang baru berusia 26 tahun dan masih berstatus bujangan.

Motif pembunuhan, kata Regar, untuk sementara karena motif ekonomi. Pelaku kehabisan uang sehingga membunuh anaknya dan merampas dua telepon genggamnya serta sempat membawa kabur sepeda motor anaknya.

Eko ditangkap saat istirahat di rumahnya di Dusun Jati, Wonokromo, Pleret, Bantul, Yogyakarta.

Saat ini Eko masih menjalani pemeriksaan intensif di Polres Sleman. Namun, seperti apa Eko membunuh Feby, masih menunggu hasil pemeriksaan. Sebab hasil pemeriksaan sementara tim forensik menyebutkan, luka seperti jeratan tali di leher Feby hanya lipatan kulit yang membengkak karena tubuh Feby sudah membusuk saat ditemukan. (eggi/nur)

Baca Juga:
> Selidiki Zat Beracun, Tim Forensik Uji Lab Sampel Tubuh Feby Kurnia
> Hasil Autopsi Feby Kurnia: Luka Seperti Jeratan Tali Ternyata Lipatan Leher
> Komunikasi Terakhir (Feby) dengan Ibunya
> Feby Kurnia Dalam Kenangan Batam Pos
> CCTV UGM Mati, Polisi Sulit Ungkap Pembunuh Feby Kurnia
> Saat di SMKN 1 Batam, Feby Kurnia Dijuluki Titisan Einstein
> Feby Kurnia: I’m fine here mam…
> Telepon Feby Kurnia, Mahasiswi UGM Asal Batam Sempat Diangkat Seorang Pria
> Feby Kurnia, Mahasiswi UGM Asal Batam Ternyata Dibunuh, Ada Bekas Jeratan Tali di Leher
> Feby Kurnia Ditemukan Tewas di Kamar Mandi Kampus UGM
> Feby Kurnia, Mahasiswi UGM Asal Batam Dikabarkan Hilang

Selidiki Zat Beracun, Tim Forensik Uji Lab Sampel Tubuh Feby Kurnia

0
Feby Kurnia bersama sang bunda. Foto: instagram
Feby Kurnia bersama sang bunda. Foto: instagram

batampos.co.id – Dugaan awal kalau Feby Kurnia (19) mahasiswi Geofisika FMIPA UGM tewas dibunuh dengan cara dijerat tali di lehernya ternyata meleset. Hasil autopsi tim forensik Rumah Sakit Sardjito yang diketuai dr. Ida Bagus Gede Surya Putra Pidada, menunjukkan kalau pola seperti jeratan di leher Feby adalah lipatan kulit leher yang membengkak akibat mayat sudah membusuk.

Namun hasil autospi itu belum menjadi acuan utama kalau Feby meninggal bukan karena dibunuh, tapi masih ada sampel organ tubuh Feby yang kini dalam proses uji laboratorium guna memastikan kematian Feby.

“Iya, untuk mengetahui kepastian penyebab kematian Feby Kurnia diperlukan pemeriksaan lanjutan meliputi toksikologi dan patologi anatomi,” ujar dr. Ida Bagus Gede Surya Putra Pidada, Selasa (3/5/2016) di Yogyakarta.

Uji toksikologi diperlukan untuk mengetahui apakah di dalam tubuh Feby mengandung zat kimia beracun dalam kadar melebihi ambang batas normal atau tidak. Jika ditemukan zat kimia beracun dalam kadar melebihi ambang batas, maka bisa jadi Feby tewas akibat keracunan atau diracun.

Sementara uji patologi juga menjadi penting untuk mengetahui apakah Feby memiliki penyakit yang mematikan selama ini atau tidak. Hasil ujilab satu ini juga menjadi penting karena jika hasil uji toksikologi tak terbukti namun uji patologi terbukti, maka bisa jadi Feby meninggal karena penyakit tertentu.

“Pemeriksaan toksikologi dan patologi anatomi memang bisa menjadi penentu kepastian kematian Feby,” ujar dr. Ida Bagus Gede Surya.

Dalam proses pemeriksaan tersebut, sang dokter dibantu empat dokter ahli forensi lainnya dan didukung peralatan canggih sehingga hasil yang akan didapat lebih akurat.

“Tapi butuh waktu kurang lebih 1 hingga 2 minggu,” kata dr. Ida Bagus Gede Surya Putra Pidada.

Kendati membutuhkan waktu 1-2 pekan, namun jenazah Feby sudah bisa dikembalikan ke Batam untuk dimakamkan. Tim Forensik sudah mengambil sampel organ tubuh untuk dua uji lab tersebut. (nur/jpgrup)

Baca Juga:
> Hasil Autopsi Feby Kurnia: Luka Seperti Jeratan Tali Ternyata Lipatan Leher
> Komunikasi Terakhir (Feby) dengan Ibunya
> Feby Kurnia Dalam Kenangan Batam Pos
> CCTV UGM Mati, Polisi Sulit Ungkap Pembunuh Feby Kurnia
> Saat di SMKN 1 Batam, Feby Kurnia Dijuluki Titisan Einstein
> Feby Kurnia: I’m fine here mam…
> Telepon Feby Kurnia, Mahasiswi UGM Asal Batam Sempat Diangkat Seorang Pria
> Feby Kurnia, Mahasiswi UGM Asal Batam Ternyata Dibunuh, Ada Bekas Jeratan Tali di Leher
> Feby Kurnia Ditemukan Tewas di Kamar Mandi Kampus UGM
> Feby Kurnia, Mahasiswi UGM Asal Batam Dikabarkan Hilang

Hasil Autopsi Feby Kurnia: Luka Seperti Jeratan Tali Ternyata Lipatan Leher

0
Feby Kurnia, mahasiswi UGM asal Batam yang ditemukan tewas di toilet perempuan lantai 5 FMIPA, Senin (2/5/2016). Foto: instagram
Feby Kurnia, mahasiswi UGM asal Batam yang ditemukan tewas di toilet perempuan lantai 5 FMIPA, Senin (2/5/2016). Foto: instagram

batampos.co.id – Hasil autopsi Jenazah Feby Kurnia (19) mahasiswi Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta asal Batam sudah selesai. Hasilnya mengejutkan, bekas jeratan tali di leher ternyata bukan jeratan, tapi lipatan leher yang membengkak karena jenazah sudah membusuk sehingga menyerupai jeratan tali.

“Kondisi jenazah yang sudah membusuk dan bengkak terlipat, sehingga tampak seperti luka jeratan,” ujar dr. Ida Bagus Gede Surya Putra Pidada, ketua tim forensik Rumah Sakit Sardjito, seperti dilansir RRI.

Dokter Ida Bagus Gede Surya Putra Pidada tak bekerja sendiri, ia dibantu oleh empat dokter lainnya dalam proses autopsi jenazah mahasiswi Geofisika angkatan 2015 itu.

“Tapi masih ada tahapan yang harus diuji laboratorium untuk memastikan kematian Feby,” kata dr Surya.

Dokter Surya juga mengatakan jenazah diperkirakan meninggal dalam kurun waktu 3 hingga 5 hari sebelum ditemukan.

Hasil autopsi langsung diserahkan kepada Polda DIY untuk kelengkapan alat bukti penyidikan.

Dugaan sementara polisi Feby dibunuh. Pasalnya, ponsel dan sepeda motornya sempat dibawa seorang pria yang hingga saat ini masih dicari.

Sebelumnya Feby Kurnia dilaporkan menghilang sejak Kamis (28/4/2016). Ia ditemukan di toilet kampusnya, Fakultas MIPA UGM pada Senin (2/5/2016) petang dalam kondisi membusuk.

Rencananya, Rabu pagi (3/5/2016), jenazah Feby dibawa ke Batam untuk dimakamkan.  (nur/RRI)

Baca Juga:
> Komunikasi Terakhir (Feby) dengan Ibunya
> Feby Kurnia Dalam Kenangan Batam Pos
> CCTV UGM Mati, Polisi Sulit Ungkap Pembunuh Feby Kurnia
> Saat di SMKN 1 Batam, Feby Kurnia Dijuluki Titisan Einstein
> Feby Kurnia: I’m fine here mam…
> Telepon Feby Kurnia, Mahasiswi UGM Asal Batam Sempat Diangkat Seorang Pria
> Feby Kurnia, Mahasiswi UGM Asal Batam Ternyata Dibunuh, Ada Bekas Jeratan Tali di Leher
> Feby Kurnia Ditemukan Tewas di Kamar Mandi Kampus UGM
> Feby Kurnia, Mahasiswi UGM Asal Batam Dikabarkan Hilang

Kenalkan Perpustakaan, TK Aisyiyah Bustanul Athfal 5 Kunjungi Perpustakaan BP Batam

0

tkbatampos.co.id – Sebanyak 75 siswa-siswi Taman Kanak-kanak Aisyiyah Bustanul Athfal 5, Perumahan Kurnia Djaja Alam, Batam Centre, dengan didampingi 6 guru pendamping melakukan kunjungan ke Perpustakaan Badan Pengusahaan (BP) Batam, Selasa (3/5). Kunjungan mereka disambut Kepala Sub Bagian Perpustakaan BP Batam beserta staf dan pustakawan Perpustakaan BP Batam.

Kepala TK Aisyiyah Bustanul Athfal 5, Siti Marfu’ah, S.Pd.AUD, yang turut serta mendampingi para siswa, menjelaskan, maksud kunjungan para siswanya ke Perpustakaan BP Batam adalah untuk memperkenalkan perpustakaan dan sebagai pembelajaran yang tepat untuk anak usia dini dengan melihat langsung pada obyek studi.

Yudi Hari Purdaya, Kepala Sub Bagian Perpustakaan BP Batam, dalam kesempatan itu mengatakan, Perpustakaan BP Batam sangat mengapresiasi kunjungan para guru dan siswa TK Aisyiyah Bustanul Athfal 5, karena hal ini merupakan upaya yang baik untuk memperkenalkan perpustakaan dan bagian dari menumbuhkembangkan minat baca sejak usia dini.

Menjelang pukul 09.00 WIB rombongan siswa TK Aisyiyah Bustanul Athfal 5 tiba di halaman parkir Gedung B Pusat Teknologi dan Informasi BP Batam, dan disambut para pegawai Perpustakaan BP Batam. Para siswa itu dibagi menjadi 2 kelompok. Kelompok pertama di lantai 1 (ruang multimedia dan audiovisual) dan kelompok kedua di lantai dua (ruang  pelayanan atau ruang baca). Hal ini dimaksudkan agar suasana lebih kondusif dan memudahkan penjelasan kepada siswa mengingat jumlah pengunjung yang cukup banyak.

Pada saat di ruang multimedia, siswa-siswi diberikan materi tentang pengenalan ruang audiovisual dan multimedia beserta fungsinya, yang dipandu oleh Zulkifli dan Deny Maulana. Kedua pegawai perpustakaan itu menjelaskan secara runut kegunaan ruangan dan peralatan yang ada.

Kemudian di lantai dua, yaitu ruang pelayanan, siswa-siswi dijelaskan materi tentang perpustakaan dan koleksinya beserta fungsi ruang pelayanan yang dipandu langsung oleh Ka. Subbag. Perpustakaan dibantu Abdul Rozak dan Wawan Darwanto. Tak hanya itu, Yudi juga memperkenalkan keanekaragaman fauna atau dunia hewan kepada para siswa TK melalui sebuah buku ensiklopedia fauna yang menjadi koleksi perpustakaan BP Batam. Tampak antusias siswa-siswi TK Aisyiyah yang sesekali tertawa mendengarkan penjelasan Yudi yang diselingi humor.

Untuk membantu memperkenalkan siswa tentang buku dan perpustakaan, serta menumbuhkan minat baca, Perpustakaan BP Batam juga menayangkan film pendek animasi yang memenangkan piala Oscar tahun 2012 di kategori Best Animated Short Film dengan judul The Fantastic Flying Books of Mr. Morris Lessmore, karya William Joyce and Brandon Oldenburg, berdurasi sekitar 15 menit, yang dipandu Deny Maulana. Film animasi ini mengisahkan buku sebagai jendela dunia dan sumber pengetahuan yang banyak tersimpan di perpustakaan.

Di akhir kunjungan, dilakukan penyerahan cindera mata dari Perpustakaan BP Batam kepada TK Aisyiyah berupa buku tentang Mengungkap Fakta Pembangunan Batam dan Buku Foto Jepret Batam Dari Laut untuk menjadi koleksi perpustakaan mini TK Aisyiyah Bustanul Athfal 5 dan berfoto bersama di halaman Gedung B Pusat Teknologi dan Informasi BP Batam.  (Yudi H. Purdaya)

Komunikasi Terakhir (Feby) dengan Ibunya

0
Adik Feby, Khadijah Dwi Mustika menunjukan foto kakaknya yang selama ini menjadi kebanggan keluarga karena sering menorehkan prestasi, , di rumahnya di Seipanas, Selasa (3/5/2016). Foto: Rezza Herdiyanto untuk Batam Pos
Adik Feby, Khadijah Dwi Mustika menunjukan foto kakaknya yang selama ini menjadi kebanggan keluarga karena sering menorehkan prestasi, , di rumahnya di Seipanas, Selasa (3/5/2016). Foto: Rezza Herdiyanto untuk Batam Pos

batampos.co.id – Duka mendalam menyelimuti kediaman Feby Kurnia (19), mahasiswi jurusan Geofisika FMIPA Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta yang ditemukan tewas di toilet lantai 5 kampus pasca sarjana UGM, Senin (2/5/2016).

Papan nama berisi ucapan duka menghiasi kediaman orangtua Feby di di Perumahan Nusa Jaya Blok A 14 Nomor 13 Seipanas, Batamkota, Selasa (3/5/2016).

“Ibu masih di Yogyakarta jemput kakak Feby. Rencananya dibawa ke Batam besok pagi (4/5/2016), mungkin pukul 10.00 WIB sudah sampai di rumah,” ujar Khadijah, adik kandung Feby.

Ya, ibu Feby, Nurcahaya Ningsih, memang langsung berangkat ke Jogja begitu mengetahui anaknya menghilang. Sementara ayah Feby, Yusni Sabar Siregar, tetap di Batam menunggu kabar dari Jogja.

Baca Juga: Feby Kurnia Dalam Kenangan Batam Pos

Pria yang akrab disapa Regar ini menceritakan, sebenarnya ia dan istrinya sudah mendapat kabar kehilangan putrinya sejak Kamis (28/4/2016) sore. Ibu kosnya mengontak istrinya, Nurcahya Ningsih, kalau Feby belum pulang. Padahal, di hari-hari lain, Feby sudah berada di tempat kosnya sekitar pukul 14.00 WIB.

Mendapat kabar itu, Ningsih mencoba mengontak putrinya, Feby, melalui layanan pesan Line, selepas salat isya. Si ibu menanyakan keberadaan Feby. Namun Feby tak kunjung menjawab pesan ibunya itu.

Kondisi  ini membuat ibunya gusar. Pasalnya, tak biasanya Feby telat membalas pesan ibunya. “Biasanya langsung dibalas,” kata Regar.

Karena curiga, kembali pesan singkat dikirim sang ibu ke Feby. Bahkan puluhan kali mencoba menelepon feby namun tidak ada jawaban.

Si ibu kemudian mengontak teman-teman Feby. Berhasil. Teman-teman Feby yang mengaku ikut mengontak Feby menceritakan ke ibu Feby kalau yang mengangkat telepon Feby seorang pria.

Kecurigaan ibu Feby makin menjadi-jadi. Ibu Febi mencoba mengirim pesan ke no ponsel Feby lainnya. Kali ini ada jawaban. “Bentar ma, lagi di rumah teman ngerjain tugas,” ujar Regar menirukan isi pesan singkat itu.

Meski ada jawaban, ibu Feby tetap curiga. Pasalnya bahasa dan kalimat di pesan berbeda dari kebiasaan Feby. Si ibu curiga kalau yang mengetik pesan itu bukan Feby.

Si ibu kemudian kembali menanyakan keberadaan Feby dan dengan siapa dia pergi. Ibu Feby juga meminta Feby mengangkat telepon, namun permintaan itu dijawab seseorang di ujung telepon dengan kalimat,”Jangan resah”.

Kalimat itu malah makin membuat ibu Feby resah. Tak biasanya Feby membalas dengan gaya tulisan seperti itu. Kecurigaan Feby membuncah saat pesan singkat dari nomor Feby masuk ke ponsel ibunya yang menanyakan kabar ibunya.

“Biasanya ibunya yang nanya duluan, kali ini kok Feby, saya dan ibunya makin curiga,” kata Regar lagi.

Keesokan harinya, Jumat (29/4/2016), Ningsih, ibu Feby kembali mengontak Feby, namun kali ini tak ada jawaban. Ia kemudian mengontak Diniati, kakak sepupu Feby, yang kebetulan tinggal sekos dengan Feby. Diniati lalu mengontak pihak senat kampusnya tentang Feby yang menghilang.

Saat pihak senat mengontak ponsel Feby, yang mengangkat pria. Di ujung telepon pria itu mengatakan kalau ia bersama Feby sedang mencari makan.

“Penerima telepon bilang tinggal di Monjali, saat ditanya persisnya dimana, handphone dimatikan,” ujar Regar.

Sejak itu, ponsel Feby sama sekali tak bisa dihubungi lagi. Namun pada Sabtu (30/4/2016), motor Feby ditemukan di terminal Yogyakarta.

Ibu Feby kemudian terbang ke Jogja. Namun pada Senin (2/5/2016) sore, Feby ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di toilet lantai 5 Gedung Pascasarjana FMIPA.

Ada bekas jeratan di leher, sehingga diduga ia dibunuh. Namun tim dokter Polda DIY masih mengidentifikasi apakah bekas jeratan di leher itu baru atau lama. Tim juga masih melakukan autopsi untuk mencari tahu penyebab pasti meninggalnya Feby. (eggi/nur)

Baca Juga:
> CCTV UGM Mati, Polisi Sulit Ungkap Pembunuh Feby Kurnia
> Saat di SMKN 1 Batam, Feby Kurnia Dijuluki Titisan Einstein
> Feby Kurnia: I’m fine here mam…
> Telepon Feby Kurnia, Mahasiswi UGM Asal Batam Sempat Diangkat Seorang Pria
> Feby Kurnia, Mahasiswi UGM Asal Batam Ternyata Dibunuh, Ada Bekas Jeratan Tali di Leher
> Feby Kurnia Ditemukan Tewas di Kamar Mandi Kampus UGM
> Feby Kurnia, Mahasiswi UGM Asal Batam Dikabarkan Hilang

CCTV UGM Mati, Polisi Sulit Ungkap Pembunuh Feby Kurnia

0
Feby Kurnia, mahasiswi UGM asal Batam yang ditemukan tewas di toilet perempuan lantai 5 FMIPA, Senin (2/5/2016). Foto: instagram
Feby Kurnia, mahasiswi UGM asal Batam yang ditemukan tewas di toilet perempuan lantai 5 FMIPA, Senin (2/5/2016). Foto: instagram

batampos.co.id – Pembunuh Feby Kurnia, mahasiswi Geofisika FMIPA UGM asal Batam yang ditemukan tewas di toilet lantai 5, Senin (2/5/2016) masih sulit diungkap oleh kepolisian DIY. Pasalnya, CCTV yang diharapkan mampu merekam jejak pembunuh ternyata tak berfungsi.

“Inilah penyakitnya di Indonesia, CCTV hanya jadi pajangan saja. Padahal kalau ada peristiwa seperti ini, bisa menjadi bukti penting,” ujar Direskrimum Polda DIY Kombes Pol Hudit Wahyudi di lokasi kejadian, Gedung Fakultas MIPA UGM, Bulaksumur, Sleman, Yogyakarta, seperti dilansir dari Facebook Divisi Humas Polri, Selasa (3/5/2016).

Hudit berharap, siapa saja yang mengetahui Feby bersama dengan siapa terakhir kali untuk segera memberitahukan kepolisian.

Baca Juga:
> Saat di SMKN 1 Batam, Feby Kurnia Dijuluki Titisan Einstein
> Feby Kurnia: I’m fine here mam…
> Telepon Feby Kurnia, Mahasiswi UGM Asal Batam Sempat Diangkat Seorang Pria
> Feby Kurnia, Mahasiswi UGM Asal Batam Ternyata Dibunuh, Ada Bekas Jeratan Tali di Leher
> Feby Kurnia Ditemukan Tewas di Kamar Mandi Kampus UGM
> Feby Kurnia, Mahasiswi UGM Asal Batam Dikabarkan Hilang

Meski tak terekam CCTV, Hudit masih yakin kepolisian DIY mampu mengungkap kasus ini. Pasalnya, masih ada harapan melacak keberadaan ponsel Feby yang sempat diangkat seorang pria saat teman-teman Feby mengontak Feby ketika masih dinyatakan hilang.

Feby dilaporkan hilang sejak Jumat (29/4/2016). Seblumnya ia pamit pada ibu kosnya pada Kamis (28/4/2016), namun tidak kunjung kembali.

Hudit mengatakan dilihat dari kondisi mayat, Feby diperkirakan meninggal sejak 3-4 hari lalu. “Kondisi jenazah sudah rusak,” ujar Hudit.

Jenazah mahasiswi yang mengambil program studi Geofisika Fakultas MIPA UGM angkatan 2015 itu masih berada di Rumah Sakit Umum Pemerintah Dr Sardjito dalam proses autopsi.

“Kita masih telusuri, namun dugaan sementara memang dibunuh karena ada bekas jeratan tali di leher,” ujar Hudit di lokasi kejadian, Sekip Utara, Bulaksumur, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. (nur/jpgrup)

Sidang Pembunuhan Dian Milenia Trisna Afiefa Kembali Digelar di PN Batam

0
Dian Milenia Trisna Afiefa semasa hidup. Foto: Ist
Dian Milenia Trisna Afiefa semasa hidup. Foto: Ist

batampos.co.id – Sidang kasus pembunuhan Dian Milenia alias Nia dengan terdakwa Wardiaman Zebua kembali digelar di pengadilan negeri (PN) Batam dengan agenda mendengar keterangan saksi, Selasa (3/5).

Adapun saksi yang dihadirkan pada sidang hari ini adalah Khairul Alrazi yang merupakan anggota tim yang di bentuk oleh Dirkrimsus Polda Kepri untuk pengungkapan kasus pembunuhan Nia.

“Kami dibentuk pada tanggal 1 Oktober sampai 31 Oktober untuk memback up penyidik Polresta Barelang dalam mengungkap kasus pembunuhan,” ungkap Khairul Alrazi.

Setelah dibentuk, Alrazi bersama anggota tim lainnya langsung melakukan pemeriksaan terhadap saksi dan melewati jalan yang sering dilewati oleh Nia untuk menuju sekolahnya.

Dari pemeriksaan terhadap saksi, didapatkan ciri-ciri pelaku dengan memakai jaket warna hitam, pakai masker, dan pakai motor Mio J warna biru.

“Setelah dibentuk kami menuju ke TKP. Kemudian kami melakukan penyisiran jalur korban berangkat sekolah sampai mengantarkan adiknya ke SMPN 26. Kemudian ciri-ciri yang kita dapatkan, memakai jaket hitam, pakai masker, dan pakai Mio J warna biru,” terang Alrazi.

Setelah mendapatkan keterangan dari saksi, akhirnya tepat pada tanggal 17 Oktober, Khairul Alrazi bersama AKP Agung Gima yang saat itu sedang menelusuri jalanan Nia pergi ke sekolah, secara tidak sengaja menemukan seseorang yang mirip dengan keterangan dari saksi.

“17 Oktober melaksanakan patroli dengan rute yang sama, Batuaji, sekolah adik korban, hingga korban di cegat. Lalu di Simpang Seiharapan kita secara gak sengaja pas belok melihat orang dengan ciri-ciri yang kita cari,” lanjut Alrazi.

Lebih lanjut Alrazi menjelaskan saat itu Wardiaman memberhentikan salah seorang wanita. Lalu setelah Wadiaman memeberhentikan perempuan tersebut, dirinya langsung berhenti didepannya.

“Ketika berhenti kita juga ikut berhenti di depannya, dia memberhentikan perempuan setelah sebelumnya ada komunikasi antara Wardiaman dan perempuan itu,” jelasnya lagi.

Setelah Alrazi ikut berhenti, kemudian ia menanyakan kepada Wardiaman alasannya memberhentikan perempuan tersebut.

“Dia bilang karena perempuan itu hanpir membuatnya terjatuh di depan KFC tiban, makanya dia mengejar perempuan itu dan memberhentikannya. Saat itu kami juga meminta SIM dan STNK Wardiaman kemudian saya memfotonya dan reaksinya Wardiaman saat itu santai saja,” lanjutnya lagi.

Setelah memfoto SIM dan STNK Wardiaman, Alrazi kemudian menyampaikan laporan kepada atasannya atas temuannya pada pagi itu sekitar pukul 07.55 WIB.

Kemudian tepat pada tanggal 20 Oktober, tim yang dibentuk oleh Dirkrimsus Polda Kepri ini mendatangi tempat kerja Wardiaman di PT Holcim yang terletak di Sekupang.

“Kami mendatangi tempat kerjanya untuk mengumpulkan data-data lainnya,” ujarnya.

Setelah mendatangi tempat kerja Wardiaman, keesokan harinya atau tanggal 21 Oktober, Wardiaman pun dijemput di tempat kerjanya untuk dibawa ke rumahnya demi mengumpulkan bukti.

“Saat dibawa ke rumahnya saya tidak ikut, karena menghadiri sidang lainnya. Kemudian saya berkoordinasi sama tim untuk langsung ke rumah Wardiaman di Fanindo,” terangnya.

Setelah sampai di rumah Wardiaman, Alrazi dan tim mulai menggeledah rumah Wardiaman dan mengumpulkan barang bukti yang terkait dengan kasus pembunuhan Nia hingga akhirnya Wardiaman di bawa ke Polresta Barelang.

“Malamnya dia kita limpahkan ke Polresta, kemudian penyidik Polres yang melanjutkan. Sedangkan kita, melanjutkan mencari petunjuk lainnya,” pungkas Alrazi. (eggi)

Tiga Bandar Judi Online Disidang

0
Tiga bandar judi online disidang di PN Batam, Senin (2/5/2016). Foto: yashinta/batampos
Tiga bandar judi online disidang di PN Batam, Senin (2/5/2016). Foto: yashinta/batampos

batampos.co.id – Tiga bandar judi online berskala internasional disidang di Pengadilan Negeri Batam, Senin (2/5/2016).

Mereka adalah Agus Limardy Alias Ahang, Yusnandy alias Yuhong dan Robyanto Darma yang didakwa dengan pasal 303 karena membandari judi sie jie dan bola secara online.

Dalam surat dakwaan yang dibacakan jaksa penuntut umum (JPU) Sigit mewakili Andi Akbar, menjelaskan ketiga terdakwa ditangkap awal Februari lalu di Perumahan Beverly Green Blok A 35, Batam Kota. Yang mana, ketiganya menjalankan bisnis judi online dengan web.

Web yang dikendalikan ini, memiliki fungsi masing-masing. Untuk judi bola menggunakan situs agent.tek789.com. Sedangkan judi togel, memakai situs www.638.com.

Dari bisnis judi tersebut, ketiga terdakwa diduga meraup untuk puluhan juta perharinya. Dengan begitu, ketiga terdakwa dinilai sengaja menawarkan atau memberi kesempatan kepada khalayak umum untuk bermain judi.

“Perbuatan terdakwa diatur dalam pasal 303 ayat (1) ke 2 KUHP tentang perjudian atau pasal 27 tentang undang-undang ITE,” terang Sigit menyelesaikan surat dakwaan.

Terhadap dakwaan, ketiga terdakwa membenarkan. Namun sidang tersebut terpaksa ditunda karena jaksa belum bisa menghadirkan saksi.

Diketahui,Polda Kepri menggrebek perumahan yang diduga menjadi sara judi online berskala internasional. Dari penggrebekan itu, polisi mengamankan tiga orang diduga bandar judi. (she)