Minggu, 22 Februari 2026
Beranda blog Halaman 1576

Resep Daging Cabai Hijau Empuk, Cocok untuk Menu Harian

0
Resep Daging Cabai Hijau yang Enak dan Empuk. (YouTube Devina Hermawan)

batampos – Bagi penggemar cabai hijau, bisa dicoba resep yang satu ini, daging cabai hijau.

Selain dagingnya yang empuk, cita rasa cabai hijau yang melimpah pedas ditambah bumbu yang member cita rasa gurih membuat daging cabai hijau ini dijamin menggugah selera makan.

Cara memasaknya yang mudah plus bahan-bahan yang mudah didapat membuat resep daging cabai hijau ini cocok dijadikan menu harian.

Baca juga: Perjalanan Cinta Luna Maya – Maxime Bouttier Menuju Pelaminan Mei Mendatang

Resep daging cabai hijau ala chef Devina Hermawan pada yang dilansir dalam akun Youtube-nya bisa dicoba.

Bahan-bahan untuk membuat daging cabai hijau:
– 600 gram daging sengkel

Bahan untuk membuat bumbu halus:
– 6 siung bawang merah
– 10 siung bawang putih
– 2 butir kemiri
– 4 cm lengkuas
– 1 ruas kunyit
– 3 cm jahe
-100 ml minyak

Bahan lainnya:
– 6 lembar daun salam
– 1 batang serai yang sudah digeprek
– 100 gram gula merah
– 2 sdm kecap manis
– 2 sdt garam
– 2 sdt kaldu bubuk atau penyedap
– 1 sdt merica
– ±1500 ml air

Baca juga: Hasil Riset, Kue Kering Ini Masih Jadi Hidangan Nomor Satu Saat Lebaran Versi Gen-Z

Bahan untuk membuat sambal cabai hijau:
5-6 siung bawang merah
10 siung bawang putih
1-2 buah atau 4-8 gram terasi
100 ml minyak
2 buah tomat hijau
20 buah cabai rawit hijau yang sudah dicincang
8 buah cabai hijau yang sudah dicincang
4 buah cabai gendot yang sudah dicincang
1-2 sdt garam
¾ sdm gula
¾ sdt penyedap
¼ sdt merica

Bahan tambahan lainnya:
8-10 buah cabai rawit hijau yang sudah diiris

Cara untuk membuat daging cabai hijau:
1. Untuk membuat bumbu halus, masukkan bawang merah, bawang putih, kemiri, lengkuas, kunyit, jahe, dan minyak ke dalam blender hingga halus.

2. Tumis bumbu halus dengan daun salam dan serai hingga kering, sisihkan.

3. Masukkan daging dan masak hingga permukaan daging berubah warna menjadi kecokelatan sambil sesekali diaduk hingga tercampur dengan merata.

Baca juga: Manfaat Air Cucian Beras Untuk Kesehatan Kulit Wajah

4. Lalu masukkan air, kecap manis, gula merah, garam, merica, dan kaldu bubuk atau penyedap. Masak hingga daging empuk selama 1 jam, apabila air mulai menyusut tambahkan dengan air secukupnya.

5. Jika daging sudah empuk, sisihkan daging dan biarkan dingin, lalu iris tipis

6. Untuk membuat sambal cabai hijau, blender bawang merah, bawang putih, terasi, tomat hijau, dan minyak hingga halus
Tumis bumbu halus hingga setengah kering dan masukkan cabai hijau yang sudah dicincang, tumis hingga kering dengan menggunakan api kecil sambil terus diaduk

7. Masukkan daging yang sudah diiris, lalu bumbui dengan garam, gula, merica, dan penyedap

8. Setelah itu, masukkan cabai rawit yang sudah diiris sesuai selera, matikan api dan pindahkan ke wadah.

9. Daging cabai hijau siap disajikan dengan nasi putih.

Selamat mencoba. (*)

Sumber: Jpgroup

Artikel Resep Daging Cabai Hijau Empuk, Cocok untuk Menu Harian pertama kali tampil pada Lifestyle.

Kominfo Lingga Bantah Sebut BKD Lingga Minta Aplikasi Dihentikan untuk Upgrade, Kasus Aplikasi SIAP-E Dinilai Buang-buang Anggaran

0

batampos– Menyikapi pemberitaan terkait Program SIAP-E yang diluncurkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lingga Tahun 2022 silam yang di nilai tidak ada manfaat dan buang-buang Anggaran, Kepala Bidang (Kabid) E-goverment TIK Dinas Kominfo Kabupaten Lingga, Ady Setiawan angkat bicara.

Kabid E-goverment TIK Kominfo Lingga, Ady Setiawan membantah jika Program SIAP-E ini dianggap tidak berfungsi dan buang-buang Anggaran. Ia mengatakan bahwa setelah peluncuran aplikasi tersebut, dari pihak BKD kabupaten Lingga meminta agar aplikasi ini dilakukan Upgrade dan penambahan fitur.

“Jika dikatakan program SIAP-E tidak berfungsi dan buang-buang Anggaran itu salah. Karena setelah peluncuran kemarin aplikasi itu sudah dapat digunakan. Namun, dari pihak BKD Lingga sebagai pemegang User dari Aplikasi ini meminta agar aplikasi dihentikan sementara untuk diupgrade dan dilakukan penambahan fitur-fitur,” ungkap Ady Setiawan saat dikonfirmasi Batampos, Rabu malam (9/4).

BACA JUGA: APH Sudah Pernah Panggil Kominfo Lingga, Terkait Aplikasi SIAP-E

Kabid E-goverment TIK Kominfo Lingga mengungkapkan Aplikasi tersebut saat ini sudah siap dilakukan Upgrade dan penambahan fitur. Pihak Kominfo sudah melakukan koordinasi dengan BKD untuk peluncuran kembali aplikasi ini.

“Aplikasi ini sudah siap dilakukan maintenance, kami masih menunggu jawaban dari BKD terkait kapan aplikasi ini bisa diterapkan kembali,” ungkap Ady.

Ady Setiawan mengatakan kemarin memang sempat dilakukan pemanggilan okeh Aparat Penegak Hukum (APH) terkait permasalahan setelah peluncuran, namun beberapa waktu kedepan aplikasi ini tidak bisa digunakan lagi.

“Kemarin memang pernah kami dipanggil oleh APH terkait permasalahan aplikasi ini. Pemanggilan ini hanya sebatas dimintai keterangan kenapa aplikasi ini setelah peluncuran malah tidak bisa digunakan, namun semua tidak ada masalah yang berarti,” tambahnya.

Namun demikian, hal ini masih menjadi tanda tanya besar bagi masyarakat Kabupaten Lingga. Aplikasi yang sudah diluncurkan dengan anggaran yang cukup besar tetapi pada kenyataannya hanya berjalan 1 bulan saja dan setelah itu tidak bisa digunakan.

Jika memang alasan untuk upgrade dan penambahan fitur di dalam aplikasi, apakah harus memakan waktu hingga 2 tahun. Jika memang sudah siap dilakukan Upgrade dan penambahan fitur kenapa tidak langsung digunakan kembali.

Tidak salah jika masyarakat beranggapan bahwa ternyata memang aplikasi ini sebenarnya belum siap untuk diluncurkan pada tahun 2022 kemarin namun dipaksakan untuk diluncurkan.

Kemana dana Rp 177,6 juta yang dianggarkan untuk menggarap aplikasi ini agar dapat digunakan tanpa kendala apapun setelah diluncurkan. Jika memang Kominfo belum siap untuk melakukan peluncuran aplikasi pada tahun 2022 kemarin seharusnya dilakukan uji coba terlebih dahulu. Jika sudah dilakukan peluncuran berarti Kominfo sudah yakin aplikasi ini tidak memiliki masalah, seharusnya kendala teknis seperti itu tidak akan menghambat penggunaan aplikasi tersebut. (*)

Reporter: Vatawari

Artikel Kominfo Lingga Bantah Sebut BKD Lingga Minta Aplikasi Dihentikan untuk Upgrade, Kasus Aplikasi SIAP-E Dinilai Buang-buang Anggaran pertama kali tampil pada Kepri.

APH Sudah Pernah Panggil Kominfo Lingga, Terkait Aplikasi SIAP-E

0

batampos– Ternyata SIAP-E yang diluncurkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lingga Tahun 2022 silam dengan pagu anggaran Rp 177,6 juta sudah pernah ditangani Aparat Penegak Hukum (APH) di Lingga. Ini karena program tersebut sampai sekarang belum bisa difungsikan.

Kabid E-goverment TIK Kominfo Lingga, Ady Setiawan saat dihubungilewat telepon mengaku bahwa pihaknya sudah pernah dipanggil APH khusus karena aplikasi ini.

Kemarin memang pernah kami dipanggil oleh APH terkait permasalahan aplikasi ini. Pemanggilan ini hanya sebatas dimintai keterangan kenapa aplikasi ini setelah peluncuran malah tidak bisa digunakan, namun semua tidak ada masalah yang berarti,” tambahnya.

Seperti diketahui Sebuah aplikasi bernama Sistem Informasi Absensi Pegawai Elektronik (SIAP-E), yang sempat diluncurkan dengan gegap gempita dan menyedot anggaran daerah hingga Rp177,6 juta, kini menjadi teka-teki sunyi. Aplikasi yang digadang-gadang bakal menjadi tulang punggung pelayanan ASN itu hanya berfungsi selama satu bulan, setelah itu lenyap begitu saja.

BACA JUGA: Jika Ingin PKG di Puskesmas, Warga Harus Isi Aplikasi

SIAP-E bersamaan dengan lima aplikasi lainnya resmi diluncurkan pada 24 Juni 2022 dalam sebuah seremoni penuh harapan. Muhammad Nizar, selaku Bupati Lingga memimpin secara langsung peluncuran aplikasi ini di hadapan para pejabat tinggi Daerah, termasuk Ketua DPRD dan Kepala Ombudsman Kepri. Di atas panggung, janji digitalisasi pelayanan publik menggema. Tapi di balik layar, bencana digital perlahan mendekat.

Salah seorang narasumber yang tidak mau namanya di, saat kami konfirmasi mengatakan, aplikasi SIAP-E ini hanya berjalan satu bulan saja pasca diluncurkan. Namun, setelah satu bulan itu aplikasi tersebut sudah tidak dapat dioperasikan lagi.

“Itu aplikasi cuma jalan sekitar sebulan, habis itu ya… mati. Sekarang tak bisa dipakai sama sekali,” ujar salah satu ASN yang meminta identitasnya disembunyikan, Selasa (8/4).

Lebih mengejutkan, aplikasi ini bahkan tidak tersedia di Play Store. Padahal proyek tersebut secara resmi tercatat dalam Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP) LKPP dengan nomor RUP 37207258 dan dibiayai oleh APBD-P Lingga tahun 2022.

Tak hanya aplikasi yang mati, sejumlah pegawai di Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Lingga dikabarkan mengundurkan diri secara diam-diam. Mereka menolak terseret lebih jauh dalam proyek yang kini diduga memiliki berbagai kejanggalan.

“Kalau memang ada yang salah dalam proyek ini, jangan kami yang malah dijadikan tumbal,” bisik seorang sumber internal Diskominfo yang enggan disebutkan namanya.

Dalam dokumen resminya, SIAP-E dirancang sebagai sistem cerdas yang mencakup HRD, Absensi Digital, serta Manajemen Admin Android dan iOS. Namun realisasi di lapangan sungguh mengecewakan. Tak ada fitur yang benar-benar berjalan. ASN, PPPK, dan tenaga honorer yang diwajibkan mengakses aplikasi ini malah kebingungan sejak minggu kedua peluncuran.

Pertanyaan paling besar yang kini bergema di kalangan publik: ke mana uang Rp177 juta itu mengalir? Siapa vendor pengembang aplikasi ini? Apakah ada audit internal terhadap proyek ini? Dan yang paling penting: mengapa tidak ada evaluasi atau sanksi setelah kegagalan fatal tersebut?

Kasus SIAP-E menjadi contoh nyata bagaimana proyek berbasis teknologi informasi di daerah seringkali menjadi panggung formalitas, tanpa perencanaan matang, tanpa pengawasan, dan tanpa akuntabilitas. Di atas kertas: canggih. Di lapangan: nihil.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak Diskominfo maupun Pemkab Lingga mengenai status aplikasi SIAP-E, sisa anggaran, dan pertanggungjawaban pihak terkait.

Tim investigasi media ini berkomitmen terus menelusuri skandal ini. Publik berhak tahu: apakah ini murni kelalaian teknis, atau sebuah skema korupsi digital yang terselubung di balik layar touchscreen. (*)

Reporter: Vatawari

Artikel APH Sudah Pernah Panggil Kominfo Lingga, Terkait Aplikasi SIAP-E pertama kali tampil pada Kepri.

Dugaan Korupsi Dermaga Utara Batu Ampar: Ditreskrimsus Panggil M Rudi, Eks Kepala BP Batam

0
Dirreskrimsus Polda Kepri, Kombes Pol Silvester Simamora.
(f. Aziz / Batam Pos)

batampos – Ditreskrimsus Polda Kepri terus menyelidiki dugaan korupsi dalam proyek revitalisasi dermaga utara Pelabuhan Batu Ampar yang dikelola BP Batam. Mantan Kepala Ex Officio BP Batam, Muhammad Rudi, turut dipanggil untuk dimintai keterangan terkait perannya dalam proyek tersebut.

Dirreskrimsus Polda Kepri, Kombes Pol Silvester Simamora, menyebut pemanggilan Rudi dilakukan untuk menggali sejauh mana pengetahuannya soal proyek itu. Sementara itu, perhitungan kerugian negara masih berlangsung.

Hingga akhir Maret 2025, lebih dari 50 saksi telah diperiksa. Pemeriksaan dilakukan untuk memperkuat pembuktian hukum sebelum penetapan tersangka. Polda Kepri menegaskan komitmennya menyelesaikan kasus ini secara profesional dan transparan.

Proyek dermaga ini menjadi sorotan karena statusnya sebagai proyek strategis nasional untuk mendukung arus logistik Batam. (*)

Reporter : AZIS MAULANA

Artikel Dugaan Korupsi Dermaga Utara Batu Ampar: Ditreskrimsus Panggil Eks Kepala BP Batam pertama kali tampil pada Metropolis.

Insiden Kebakaran Di Kecamatan Senayang Akibatkan Kerugian Ratusan Juta

0
Penyerahan bantuan kepada korban yang rumahnya hangus terbakar akibat insiden kebakaran di Kecamatan Senayang Kabupaten Lingga, Selasa (8/4). F. Oktanius Wirsal/BATAM POS

batampos– Insiden Kebakaran yang mainmpa warga Kecamatan Senayang Kabupaten Lingga pada 8 April 2025 kemarin memberikan kesan duka yang mendalam. Pasalnya, dalam beberapa hari belakangan beberapa insiden memiliki terjadi di beberapa daerah di Kabupaten Lingga.

Berdasarkan informasi yang didapat oleh pihak Batampos, insiden kebakaran yang menghanguskan tujuh buah rumah milik warga Kecamatan Senayang ini mengakibatkan kerugian hingga ratusan juta rupiah.

Kepala Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lingga, Oktanius Wirsal mengatakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lingga telah memberikan bantuan kepada korban yang rumahnya hangus terbakar akibat Insiden Kebakaran kemarin.

“BPBD menyerahkan bantuan untuk korban bencana, saat ini menyiapkan dokumen untuk pengajuan bantuan korban kebakaran dari pemerintah,” ujar Oktanius saat dikonfirmasi Batampos, Rabu (9/4).

Oktanius mengungkapkan, bagi warga yang rumahnya hangus terbakar akan diusulkan untuk mendapatkan bantuan dari pemerintah berdasarkan ketentuan yang berlaku.

“Setiap rumah akan di usulkan untuk menerima bantuan dari pemerintah sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ungkap Kepala BPBD Lingga.

Kepala BPBD Lingga menjelaskan, pihaknya bersama dengan Dinas Perkim Kabupaten Lingga telah melakukan peninjauan di Lokasi kejadian untuk melakukan perhitungan terhadap kerugian yang ditumbulkan dari insiden kebakaran.

“BPBD dan pihak Dinas Perkim sudah turun ke lokadi pasca kebakaran. Dari hasil perhitungan kami, kerugian yang dialami akibat insiden kebakaran ini mencapai hinggak 1 Milyar rupiah,” tutup Oktanius. (*)

Reporter: Vatawari

Artikel Insiden Kebakaran Di Kecamatan Senayang Akibatkan Kerugian Ratusan Juta pertama kali tampil pada Kepri.

Lapor Pak Wali, Drainase di Batuaji Dipenuhi Sampah Usai Banjir

0

Kelakuan manusia membuang sampah di sungai. 

(f. Eusebisius / Batam Pos)batampos – Usai banjir yang sempat melanda wilayah Batuaji, kondisi drainase di sejumlah titik kini dipenuhi tumpukan sampah rumah tangga. Pemandangan ini terlihat jelas di sepanjang drainase induk sekitar Simpang Taman Makam Pahlawan Bulan Gebang, Batuaji, Batam.

Drainase di kedua sisi jalan utama kawasan tersebut tampak sesak oleh berbagai jenis sampah. Sampah-sampah itu menumpuk di bibir gorong-gorong dan tersangkut pada instalasi pipa maupun kabel yang melintang di dalam drainase, sehingga menghambat aliran air.

Jenis sampah yang paling mendominasi adalah plastik, seperti botol minuman, bungkus makanan, hingga kantong plastik sekali pakai. Kondisi ini sangat memprihatinkan karena tumpukan sampah yang menyumbat drainase dapat memperparah potensi banjir saat hujan kembali turun.

Pengguna jalan menyayangkan kondisi ini. Mereka menilai tumpukan sampah yang tidak kunjung dibersihkan menjadi penyebab utama air tidak bisa mengalir dengan lancar.

Nggak cuma di jalan, di perumahan juga, bahkan di dalam drainase pun penuh dengan sampah,” ujar Imran, warga Batuaji.

Menurut warga, penumpukan sampah di dalam drainase tidak lepas dari kebiasaan membuang sampah sembarangan di lingkungan perumahan. Ketika tidak ada pengelolaan sampah yang baik, masyarakat akhirnya membuang ke luar, dan sampah pun berserakan hingga ke saluran air.

Kebayang bila hujan datang, ketika sampah dibuang ke sungai.
(f. Eusebius / Batam Pos)

Persoalan ini dinilai sangat serius oleh warga sekitar. Jika tidak segera ditangani, bukan tidak mungkin banjir yang lebih parah bisa terjadi sewaktu-waktu. Terlebih saat musim hujan, air dari hulu akan terus mengalir tanpa bisa ditampung oleh drainase yang tersumbat.

Selain masalah sampah, warga juga menyoroti keberadaan instalasi kabel dan jaringan pipa di dalam drainase. Instalasi tersebut tidak hanya mengganggu estetika, tetapi juga mempersempit ruang aliran air dan memicu penyumbatan di beberapa titik.

“Kami minta ada penertiban dan penataan ulang instalasi pipa serta kabel. Jangan sampai saluran air justru berubah fungsi dan jadi sumber masalah,” kata Arman, warga lainnya yang ditemui di lokasi.

Warga berharap pemerintah segera turun tangan untuk membersihkan dan menata ulang sistem drainase, termasuk mengatur kembali instalasi jaringan utilitas. Mereka juga meminta adanya edukasi kepada masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan. (*)

 

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Lapor Pak Wali, Drainase di Batuaji Dipenuhi Sampah Usai Banjir pertama kali tampil pada Metropolis.

Warga Kezia Baloi Desak Normalisasi Sungai Baloi yang Ditimbun

0
Segitu tuh, aliran sungai yang ditimbun.
(istimewa)

batampos – Warga Perumahan Kezia Baloi, Lubukbaja, mendesak kepastian normalisasi atas dugaan penimbunan aliran Sungai Baloi yang dinilai telah merusak lingkungan dan memicu ancaman banjir.

“Sudah dua pekan berlalu sejak kasus ini mencuat, namun warga belum mendapat kejelasan kapan proses normalisasi sungai akan dimulai,” kata Ketua RT05/RW08 Perumahan Kezia Baloi Indah, Ade, Kamis (10/4).

Ia menyampaikan, kondisi di lapangan semakin mengkhawatirkan, terutama saat hujan deras mengguyur Batam selama dua hari berturut-turut. Air sungai meluap hingga ke permukiman, padahal sebelumnya kawasan tersebut tidak pernah terdampak banjir.

“Sudah dua minggu warga menunggu dan butuh kepastian hukum. Warga tetap mendukung proses hukum yang berjalan, tapi saat ini air sudah mulai naik di belakang perumahan. Ini yang sangat kami khawatirkan,” katanya.

Menurut penuturan Ade, sebelum ditimbun, lebar Sungai Baloi mencapai 35 meter. Kini, sisa aliran sungai hanya sekitar 5 meter dan berubah fungsi menjadi drainase kecil. Penimbunan tersebut, kata warga, dilakukan secara masif dan menggunakan alat berat milik Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Batam.

Kecurigaan warga muncul saat melihat alat berat dinas berada di lokasi. Awalnya, warga mengira proyek tersebut merupakan bagian dari program normalisasi sungai. Namun, belakangan diketahui bahwa alat tersebut digunakan untuk penimbunan aliran sungai demi kepentingan pembangunan jalan.

“Karena alatnya dari dinas, kami pikir sedang ada pengerjaan normalisasi. Tapi kenyataannya, justru rumah-rumah di pinggir sungai kebanjiran. Ini belum pernah terjadi sebelumnya,” jelas Ade.

Keresahan warga semakin memuncak ketika sejumlah pejabat pemerintahan datang ke lokasi dan menunjukkan Peta Lokasi (PL) yang mengindikasikan rencana pembangunan jalan di atas lahan sungai yang telah ditimbun.

“Dari situ semuanya terbongkar. Ternyata penimbunan ini bukan untuk normalisasi, tapi untuk membangun jalan. Alat milik dinas digunakan bukan sesuai peruntukannya,” ujar Ade.

Kasus ini mendapat perhatian publik setelah viral di media sosial. Ditreskrimsus Polda Kepri pun turun tangan dan langsung melakukan penyelidikan. Sejumlah langkah cepat telah dilakukan, termasuk penghentian aktivitas penimbunan serta penarikan alat berat milik DBMSDA dari lokasi.

“Harapan kami cuma satu: sungai ini dikembalikan seperti semula agar kami bisa hidup tenang lagi,” ujarnya. (*)

 

Reporter: Azis Maulana

 

Artikel Warga Kezia Baloi Desak Normalisasi Sungai Baloi yang Ditimbun pertama kali tampil pada Metropolis.

Hari ke-5, Basarnas Fokus Sebar Informasi ke Kapal Melintas dan Koordinasi dengan SAR Malaysia-Singapura

0
Tim SAR mencari korban tenggelam.

batampos – Memasuki hari kelima pencarian Willy Pakpahan, 28, pemancing asal Lubuk Baja, Kota Batam, yang dilaporkan hilang setelah terjatuh dari speedboat di perairan sekitar Pulau Belakang Padang, upaya pencarian terus dilakukan oleh tim SAR gabungan. Hingga Kamis (10/4), korban belum juga ditemukan.

Kepala Basarnas Kepri, Fazzli, melalui Kepala Pos SAR Batam, Dedius, mengatakan bahwa pencarian akan terus dilanjutkan hingga hari ketujuh, sesuai dengan prosedur operasi SAR.

Saat ini, fokus utama pencarian adalah penyebaran informasi ke kapal-kapal yang melintas di sekitar lokasi kejadian, serta memperkuat koordinasi lintas negara dengan pihak SAR Malaysia dan Singapura.

“Operasi masih berlanjut hingga hari ketujuh. Kami fokus pada penyebaran informasi melalui siaran (broadcast) ke kapal-kapal yang melintas di wilayah perairan tersebut. Selain itu, kami juga terus berkoordinasi dengan SAR Malaysia dan Singapura, mengingat kemungkinan korban terbawa arus ke wilayah perairan negara tetangga,” ujar Dedius, Kamis (10/4).

Ia menambahkan, langkah ini diambil karena wilayah pencarian berada di jalur pelayaran internasional dan arus laut yang cukup kuat dapat menyeret korban hingga ke perairan luar negeri. Koordinasi lintas negara dilakukan untuk memperluas jangkauan pengawasan, terutama pada kapal-kapal kargo, nelayan, dan feri lintas batas yang berpotensi melintas di sekitar lokasi kejadian.

Selain penyebaran informasi, tim SAR gabungan dari Basarnas, Ditpolairud Polda Kepri, serta instansi terkait lainnya, juga masih melakukan penyisiran di perairan barat Pulau Batam. Area pencarian diperluas hingga 2 sampai 3 mil laut dari titik lokasi awal jatuhnya korban, menyesuaikan arah angin dan arus laut.

“Untuk hari ini, pencarian difokuskan ke arah utara dan selatan dari titik korban jatuh. Cuaca cukup mendukung dan sejauh ini tidak ada kendala teknis di lapangan,” tambah Dedius.

Diketahui, Willy Pakpahan dikabarkan terjatuh dari speedboat saat memancing di wilayah perairan Belakang Padang pada Rabu (2/4) sekitar pukul 18.00 WIB. Sebelum berangkat, korban sempat berpamitan kepada istrinya. (*)

 

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel Hari ke-5, Basarnas Fokus Sebar Informasi ke Kapal Melintas dan Koordinasi dengan SAR Malaysia-Singapura pertama kali tampil pada Metropolis.

Jumlah Penumpang Udara Domestik di Batam Turun 16 Persen

0
Bandara hang Nadim, Batam.
(f. Putut Ariyo / Batam Pos)

batampos   – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batam mencatat adanya penurunan jumlah penumpang angkutan udara domestik pada Februari 2025. Kepala BPS Kota Batam, Eko Aprianto, mengungkapkan bahwa penurunan ini mencapai 16,11 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

“Pada Februari 2025, jumlah penumpang domestik yang datang dan berangkat melalui Bandara Hang Nadim tercatat sebanyak 275.519 orang. Angka ini menurun cukup signifikan dibandingkan Januari yang mencapai 328.430 orang,” ujar Eko, Kamis (10/4).

Eko menjelaskan, jumlah penumpang yang datang ke Batam sebanyak 135.758 orang, turun 17,80 persen dari Januari. Sedangkan penumpang yang berangkat dari Batam tercatat 139.761 orang, atau turun 14,40 persen.

Penurunan juga terjadi pada angkutan udara internasional. Jumlah penumpang internasional tercatat sebanyak 8.476 orang, turun 4,83 persen dibandingkan Januari. Rinciannya, penumpang datang sebanyak 3.912 orang dan berangkat 4.564 orang.

Kondisi serupa terjadi pada angkutan laut. Jumlah penumpang domestik melalui pelabuhan di Batam turun 19,23 persen, dari 353.128 orang pada Januari menjadi 285.210 orang pada Februari 2025.

“Penurunan paling dalam terjadi pada penumpang yang berangkat, yakni turun 25,57 persen,” jelas Eko.

Untuk angkutan laut internasional, jumlah penumpang juga turun 16,39 persen, dari 461.595 orang menjadi 385.935 orang. Meskipun begitu, secara tahunan, keberangkatan penumpang luar negeri mengalami kenaikan 2,69 persen dibandingkan Februari 2024.

Selain data penumpang, BPS Batam juga mencatat perkembangan volume barang. Untuk angkutan udara domestik, volume kargo yang dibongkar turun drastis 52,85 persen menjadi 1.209,53 ton. Namun, kargo yang dimuat naik 8,04 persen menjadi 643,46 ton.

Sebaliknya, pada angkutan laut, volume bongkar muat barang mengalami peningkatan. Barang yang dibongkar dari angkutan laut domestik naik 17,08 persen, dan dari angkutan laut internasional naik 25,54 persen dibandingkan Januari.

“Tren ini menunjukkan dinamika yang cukup fluktuatif antara pergerakan penumpang dan logistik di Batam. Kami terus memantau perkembangannya sebagai bahan evaluasi kebijakan sektor transportasi dan ekonomi,” tutup Eko. (*)

 

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel Jumlah Penumpang Udara Domestik di Batam Turun 16 Persen pertama kali tampil pada Metropolis.

Lestarikan Budaya Melayu, ASN Wajib Kenakan Tanjak Setiap Jumat

0
Walikota Tanjungpinang, Lis Darmansyah. F. Mohamad Ismail/BATAM POS

batampos– Pegawai laki-laki di lingkungan Pemko Tanjungpinang diwajibkan mengenakan tanjak bagi setiap hari Jumat. Kebijakan ini bertujuan untuk melestarikan budaya Melayu yang merupakan identitas kental masyarakat Tanjungpinang, sekaligus mendukung pelaku usaha tanjak.

Kebijakan ini mendapat sambutan positif dari berbagai pihak, termasuk para pegawai dan ASN yang merasa bangga bisa berkontribusi dalam pelestarian budaya daerah.

Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah, mengatakan pihaknya telah mengeluarkan kebijakan baru yang mewajibkan seluruh pegawai di lingkungan Pemko Tanjungpinang untuk mengenakan tanjak setiap hari Jumat.

BACA JUGA: Kedatangan Bupati Dan Wakil Bupati Lingga Disambut dengan Penaburan Beras Kunyit dan Pemasangan Tanjak

Penggunaan tanjak atau ikat kepala khas pria Melayu, kata Lis sebagai bentuk penghormatan terhadap warisan budaya lokal yang perlu terus dijaga dan dikenalkan kepada generasi muda.

“Tanjungpinang adalah kota yang memiliki akar budaya Melayu yang kuat. Lewat pemakaian tanjak ini, kami ingin menunjukkan identitas kita sekaligus mendorong rasa bangga terhadap budaya sendiri,” kata Lis, Rabu (9/4).

Wali Kota berharap kebijakan ini tidak hanya menjadi seremonial, tetapi menjadi awal dari kesadaran kolektif untuk mencintai dan melestarikan budaya lokal di tengah arus modernisasi.

Diharapkan penggunaan tanjak tidak hanya berhenti di lingkungan pemerintah, tetapi juga dapat diterapkan di sekolah-sekolah dan lembaga lainnya untuk memperluas dampaknya.

“Pemko Tanjungpinang menunjukkan komitmennya dalam merawat budaya lokal di tengah arus modernisasi yang terus berkembang, sekaligus memajukan UMKM di Tanjungpinang,” tutup Lis.(*)

Reporter: yusnadi

Artikel Lestarikan Budaya Melayu, ASN Wajib Kenakan Tanjak Setiap Jumat pertama kali tampil pada Kepri.