Kamis, 11 Juni 2026
Beranda blog Halaman 1576

Kemenag Batam Fasilitasi Pernikahan Resmi Lewat Program Nikah Massal

0
Kepala Kemenag Batam Budi Dermawan.

batampos  – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Batam berencana menggelar program nikah massal dalam waktu dekat. Program ini disebut menjadi solusi bagi pasangan yang belum menikah atau pun yang sudah menikah secara siri namun belum tercatat secara resmi di Kantor Urusan Agama (KUA).

Kepala Kemenag Batam, Budi Dermawan, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan lanjutan dari program nasional yang sudah digelar sebelumnya oleh Kementerian Agama RI di Masjid Istiqlal, Jakarta.

“Lewat program nikah massal ini bagian dari upaya menyadarkan masyarakat akan pentingnya pencatatan pernikahan,” ujar Budi, Senin (28/7).

Menurutnya, nikah massal menjadi bentuk pelayanan publik yang inklusif karena menyasar kelompok masyarakat yang menghadapi kendala legalitas akibat keterbatasan ekonomi atau administratif. Ia menambahkan, banyak masyarakat yang tidak melanjutkan proses pencatatan nikah resmi karena terkendala biaya atau akses.

“Nikah massal ini bisa sangat membantu, terutama bagi warga kurang mampu. Legalitasnya terjamin, dan tidak perlu biaya besar seperti pernikahan pribadi,” jelasnya.

Saat ini, Kemenag Batam masih dalam tahap pembentukan panitia pelaksana. Setelah itu, jadwal dan teknis pelaksanaan akan diumumkan. Lokasi kegiatan direncanakan dipusatkan di Kecamatan Batamkota. Bagi peserta dari kecamatan lain, akan disiapkan mekanisme numpang nikah.

“Nanti peserta dari kecamatan lain cukup membawa surat pengantar numpang nikah ke lokasi pelaksanaan di Batamkota,” sebut Budi.

Kemenag Batam akan membuka kuota untuk 100 pasangan yang ingin menikah. Pendaftaran akan dibuka setelah semua persiapan rampung.

“Terbuka untuk umum. Siapa pun bisa mendaftar, baik pasangan baru maupun yang ingin melegalkan pernikahan sebelumnya,” ujarnya.

Mengenai fasilitas tambahan seperti mahar atau souvenir, Budi mengatakan hal itu belum bisa dipastikan. “Yang penting legalitasnya. Kalau yang lain-lain kami lihat nanti, karena perlu efisiensi juga,” katanya.

Ia berharap kegiatan ini tak hanya mempermudah urusan administrasi, tetapi juga memberikan kepastian hukum bagi keluarga dan anak-anak dari pasangan yang selama ini belum memiliki dokumen resmi.

“Ketika pernikahan tercatat, otomatis anak bisa mendapatkan akta kelahiran, kartu keluarga, dan perlindungan hukum lainnya,” tutup Budi. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel Kemenag Batam Fasilitasi Pernikahan Resmi Lewat Program Nikah Massal pertama kali tampil pada Metropolis.

PUPP Kepri Anggarkan Rp3,2 Miliar untuk Perbaikan Jalan Rusak di Tanjungpinang

0
Kadis PUPP Kepri
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPP) Provinsi Kepri, Rodi Yantari. F. Mohamad Ismail/Batam Pos.

batampos – Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPP) Provinsi Kepulauan Riau memastikan sejumlah ruas jalan rusak di Kota Tanjungpinang segera diperbaiki pada 2025 ini.

Anggaran senilai Rp3,2 miliar telah disiapkan untuk membenahi beberapa titik jalan utama yang kondisinya dikeluhkan warga.

Kepala Dinas PUPP Kepri, Rodi Yantari mengatakan, titik-titik jalan yang akan diperbaiki meliputi Jalan Brigjen Katamso Kilometer 2, Jalan MT Haryono, Jalan D.I. Panjaitan Kilometer 6, serta Jalan Nusantara yang merupakan batas wilayah antara Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan.

“Perbaikan dilakukan tahun ini, anggaran yang disiapkan seluruhnya sekitar Rp3,2 miliar,” kata Rodi saat dikonfirmasi pada Senin (28/7).

Saat ini, pengerjaan perbaikan sudah dimulai di Jalan Brigjen Katamso. Setelahnya, Dinas PUPP Kepri akan bergeser ke titik-titik lain seperti Jalan Nusantara Kilometer 13. Rodi menyebut pihaknya akan memprioritaskan pengerjaan jalan di lokasi tersebut.

“Minggu depan kami sudah mulai kerjaan di kilometer 3, kilometer 6, dan kilometer 13. Kami prioritaskan kilometer 13 terlebih dahulu,” ujarnya.

Kerusakan jalan di beberapa ruas Kota Tanjungpinang sudah lama dikeluhkan pengendara. Di Jalan MT Haryono, tepatnya di depan Mapolsek Bukit Bestari, lubang besar di badan jalan masih terlihat menganga.

Meski sempat ditambal dengan beton, tambalan tidak rata dan justru menciptakan potensi bahaya baru.

“Sudah kurang lebih lima bulan jalan ini rusak. Saya yang sering melintas harus ekstra hati-hati karena lubangnya hampir penuh di jalur kiri,” keluh Dani, warga sekitar, Minggu (27/7).

Menurutnya, risiko kecelakaan meningkat pada malam hari karena lubang sulit terlihat. “Kalau malam hari lebih bahaya, karena enggak kelihatan jelas. Kalau enggak hati-hati, bisa jatuh,” tambahnya. (*)

Reporter: M. Ismail 

Artikel PUPP Kepri Anggarkan Rp3,2 Miliar untuk Perbaikan Jalan Rusak di Tanjungpinang pertama kali tampil pada Kepri.

BPS Kepri: Penduduk Miskin di Desa Lebih Banyak Turun Dibanding Kota

0
BPS Tanjungpinang
Gedung Badan Pusat Statistik (BPS) Kepri yang terletak di Jalan Ahmad Yani Tanjungpinang. F. Mohamad Ismail/Batam Pos

batampos – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mencatat penurunan jumlah penduduk miskin di wilayah tersebut. Per Maret 2025, jumlah penduduk miskin tercatat sebanyak 109,98 ribu orang, turun dari 117,28 ribu orang pada September 2024.

Penurunan ini terjadi baik di kawasan perkotaan maupun perdesaan. Penduduk miskin di perkotaan berkurang dari 102,23 ribu menjadi 101,34 ribu, sementara di perdesaan menurun lebih signifikan dari 22,72 ribu menjadi 15,94 ribu.

“Penduduk miskin di daerah perdesaan juga turun, yaitu dari 22,72 ribu orang pada September 2024 menjadi 15,94 ribu orang pada Maret 2025,” ujar Kepala BPS Kepri, Margaretha Ari Anggorowati, Senin (28/7).

Menurut Margaretha, penurunan angka kemiskinan ini dipengaruhi oleh sejumlah faktor, antara lain program bantuan sosial dari pemerintah pusat seperti Bantuan Pangan Nontunai (BPNT) dan Program Keluarga Harapan (PKH).

Selain itu, pertumbuhan ekonomi juga memberikan kontribusi. Ekonomi Kepri tumbuh sebesar 5,16 persen pada triwulan I 2025 dibandingkan dengan triwulan yang sama tahun sebelumnya. Rata-rata upah buruh juga meningkat 6,73 persen, dan proporsi pekerja formal naik sebesar 0,74 persen poin.

“Tingkat pengangguran terbuka (TPT) juga mengalami penurunan dari 6,94 persen menjadi 6,89 persen,” tambah Margaretha.

Sementara itu, pengeluaran konsumsi rumah tangga di triwulan I 2025 naik sebesar 1,51 persen dibandingkan triwulan sebelumnya.

Namun, garis kemiskinan di Kepri mengalami kenaikan sebesar 3,07 persen, yakni dari Rp807.602 per kapita per bulan pada September 2024 menjadi Rp832.410 pada Maret 2025.

“Penduduk miskin adalah mereka yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan,” tutupnya. (*)

Reporter: M. Ismail 

Artikel BPS Kepri: Penduduk Miskin di Desa Lebih Banyak Turun Dibanding Kota pertama kali tampil pada Kepri.

Sukur Terima Bantuan Usai Rumahnya Disapu Puting Beliung di Lingga

0
Korban puting beliung
Penyaluran bantuan kepada korban angin puting beliung di Desa Penuba, Kecamatan Selayar, Kabupaten Lingga oleh BPBD Lingga, Senin (28/7). F. Oktanius untuk Batam Pos.

batampos – Sukur, warga RT 001 Dusun 3, Desa Penuba, Kecamatan Selayar, Kabupaten Lingga yang rumahnya luluh lantak dihantam angin puting beliung pada Sabtu (26/7), akhirnya mendapat bantuan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lingga.

Bantuan disalurkan untuk meringankan beban Sukur yang kehilangan tempat tinggal usai bencana alam melanda wilayah tersebut.

Penyaluran bantuan dilakukan langsung oleh BPBD Lingga pada Senin (28/7), disaksikan perwakilan dari Polres Lingga dan pihak Kecamatan Selayar.

“Iya benar bang, hari ini kita sudah menyalurkan bantuan untuk bapak Sukur. Tidak hanya kami, dari pihak Polres Lingga dan Kecamatan Selayar juga sudah memberikan bantuan,” ujar Kepala BPBD Lingga, Oktanius Wirsal.

Meski bantuan yang diberikan berupa sembako, BPBD berharap hal tersebut bisa mengurangi beban korban. “Walaupun bantuan ini tidak dapat menutup seluruh kerugian, kami berharap bisa sedikit meringankan penderitaan beliau,” tambahnya.

Tak hanya itu, BPBD juga menggandeng Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Lingga untuk meninjau kondisi rumah yang rusak. Bantuan renovasi rumah masih menunggu pengajuan proposal dari pihak keluarga korban.

“Hari ini kita juga sudah turun ke lapangan bersama tim Disperkim untuk melihat langsung kondisi rumah. Kita menunggu proposal dari keluarga agar bisa segera dibantu untuk renovasi,” jelas Oktanius.

Sementara itu, Kabid Perumahan dan Permukiman Disperkim Kabupaten Lingga, Amir, menyebutkan proses bantuan akan ditentukan dari hasil verifikasi tim gabungan BPBD dan Disperkim.

“Kalau hasil verifikasi masuk kategori Belanja Tak Terduga (BTT), maka akan ditangani tahun ini melalui BPBD. Tapi kalau masuk kategori bantuan sosial (Bansos), maka baru bisa direalisasikan tahun depan lewat Disperkim,” ungkap Amir.

Amir berharap keluarga segera melengkapi administrasi agar proses bantuan bisa berjalan cepat. “Kami harap proposal bisa disampaikan secepatnya agar proses bantuan untuk renovasi rumah bisa segera direalisasikan dan korban bisa kembali tinggal dengan layak,” tutupnya. (*)

Reporter: Vatawari 

Artikel Sukur Terima Bantuan Usai Rumahnya Disapu Puting Beliung di Lingga pertama kali tampil pada Kepri.

Polisi Ungkap Kronologi Lengkap Keributan di Saguba, Tiga Peristiwa di 2 Lokasi

0
Kanit Reskrim Polsek Sagulung Iptu Anwar Aris

batampos — Polsek Sagulung terus mendalami kasus keributan yang menghebohkan warga di kawasan Saguba, akhir pekan lalu. Dari hasil pemeriksaan sementara, polisi mulai mendapatkan gambaran kronologis yang lebih jelas terkait insiden yang melibatkan dua kelompok remaja tersebut.

Kapolsek Sagulung Iptu Husnul melalui Kanit Reskrim Polsek Sagulung Iptu Anwar Aris menjelaskan bahwa terdapat dua Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan tiga rangkaian peristiwa yang saling berkaitan dalam kasus ini.

“Kami terus lakukan pendalaman. Dari dua laporan yang masuk, sudah mulai terlihat urutan kejadiannya,” ujar Aris, Senin (28/7).

Peristiwa pertama terjadi di kawasan Blok J, saat Yasin dan Fransisco, dua remaja dari salah satu pihak, baru pulang dari pasar kaget. Di tengah jalan, mereka berpapasan dengan Rama, yang kemudian disebut sebagai pemicu keributan. “Waktu itu Fransisco mengendarai motor sambil standing, nyaris mengenai Rama. Terjadi cekcok, lalu perkelahian antara Yasin dan Rama sempat terjadi sebelum akhirnya dilerai Fransisco,” jelas Aris.

Merasa tidak terima dengan kejadian tersebut, Rama kemudian mengajak lima orang rekannya untuk mendatangi rumah Yasin di Blok P. Di sinilah peristiwa kedua terjadi. “Kejadian ini memancing perhatian warga sekitar, termasuk ayah Yasin. Rama sempat diamankan warga, tapi kemudian dilepaskan,” katanya.

Namun konflik tak berhenti sampai di situ. Rama yang masih menyimpan emosi kemudian memanggil lebih banyak teman, bahkan beberapa di antaranya datang sambil membawa senjata tajam. Kelompok ini kembali mendatangi rumah Yasin, yang rupanya juga sudah bersiap dengan sejumlah rekan mereka. “Keributan pun tak terhindarkan. Kl, salah satu rekan Rama, mengalami luka di tangan akibat sabetan benda tajam,” tambah Aris.

Dari kejadian tersebut, kedua pihak sama-sama mengajukan laporan polisi dengan tuduhan penganiayaan. Aris menyebutkan bahwa saat ini pihaknya telah memeriksa delapan orang saksi, terdiri dari satu anak remaja dan tujuh orang dewasa. Keterangan mereka masih didalami untuk mengungkap kejadian sebenarnya.

“Ini kasus sensitif yang melibatkan dua kelompok pemuda. Kami proses secara profesional. Prinsip kami, kasus ini akan diusut secara adil dan transparan sesuai bukti-bukti dan fakta di lapangan,” tegas Aris.

Ia juga menambahkan bahwa penanganan cepat di lapangan telah dilakukan begitu polisi menerima informasi tentang bentrokan tersebut. Anggota Polsek Sagulung segera turun ke lokasi untuk mengamankan situasi dan mencegah kerusuhan meluas. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Polisi Ungkap Kronologi Lengkap Keributan di Saguba, Tiga Peristiwa di 2 Lokasi pertama kali tampil pada Metropolis.

Sesal Pria Uzur di Bintan Pencabul Keponakan

0
Paman Cabul
Peng Hoa digelandang ke ruang Unit IV PPA Satuan Reskrim Polres Bintan, Senin (28/7) siang. F. Slamet Nofasusanto/Batam Pos.

batampos – Peng Hoa alias Oti, 60, pelaku asusila terhadap bocah perempuan berusia 8 tahun mengaku menyesal atas perbuatannya.

Ia mengaku khilaf atas perbuatannya. Buruh tani ini kemudian meminta maaf kepada keluarga korban dan semua orang.

“Menyesal, saya menyesal,” ungkap Peng Hoa di ruangan Unit IV PPA Satuan Reskrim Polres Bintan, Senin (28/7/2025).

Pria lansia tersebut tidak ingat dengan pasti berapa kali ia telah mencabuli korban.

Peng Hoa mengaku telah mencabuli korban sebanyak 10 kali, namun kemudian ia mengubah pernyataannya menjadi 5 kali.

Plt Kanit IV PPA Satuan Reskrim Polres Bintan, Ipda Rofi Akbar mengatakan, Peng Hoa telah ditetapkan sebagai tersangka kasus ini dan ditahan di Polres Bintan.

“Korban biasanya memanggil pelaku dengan sebutan Oom,” ujarnya.

Kepada penyidik, pelaku mengakui perbuatannya dan perbuatan tersebut dilakukan oleh pelaku sejak korban masih duduk di kelas 1 sekolah dasar (SD).

“Kejadian itu terjadi lebih kurang sudah 10 kali,” katanya.

Peng Hoa dijerat Pasal 82 Ayat 1 junto Pasal 76e dan atau Pasal 81 Ayat 1 junto Pasal 76d Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak dengan ancaman kurungan penjara 5 sampai 15 tahun.

Diberitakan sebelumnya, kasus ini terbongkar setelah teman sekelas korban bercerita kepada gurunya pada Selasa (22/7).

Guru tersebut kemudian memanggil korban dan kakak kelasnya terpisah untuk memastikan kebenaran kabar tersebut.

Setelah mengetahui kejadian itu, guru itu melaporkannya kepada kepala sekolah yang kemudian memanggil orangtua korban dan menyarankan untuk melaporkannya ke kantor polisi.

Ia mengatakan, pihaknya telah memeriksa PH dan korban secara terpisah. Diketahui, pelaku adalah paman dari korban. (*)

Reporter: Slamet Nofasusanto 

 

Artikel Sesal Pria Uzur di Bintan Pencabul Keponakan pertama kali tampil pada Kepri.

Sesal Pria Uzur di Bintan Usai Cabuli Keponakan

0
Paman Cabul
Peng Hoa digelandang ke ruang Unit IV PPA Satuan Reskrim Polres Bintan, Senin (28/7) siang. F. Slamet Nofasusanto/Batam Pos.

batampos – Peng Hoa alias Oti, 60, pelaku asusila terhadap bocah perempuan berusia 8 tahun mengaku menyesal atas perbuatannya.

Ia mengaku khilaf atas perbuatannya. Buruh tani ini kemudian meminta maaf kepada keluarga korban dan semua orang.

“Menyesal, saya menyesal,” ungkap Peng Hoa di ruangan Unit IV PPA Satuan Reskrim Polres Bintan, Senin (28/7/2025).

Pria lansia tersebut tidak ingat dengan pasti berapa kali ia telah mencabuli korban.

Peng Hoa mengaku telah mencabuli korban sebanyak 10 kali, namun kemudian ia mengubah pernyataannya menjadi 5 kali.

Plt Kanit IV PPA Satuan Reskrim Polres Bintan, Ipda Rofi Akbar mengatakan, Peng Hoa telah ditetapkan sebagai tersangka kasus ini dan ditahan di Polres Bintan.

“Korban biasanya memanggil pelaku dengan sebutan Oom,” ujarnya.

Kepada penyidik, pelaku mengakui perbuatannya dan perbuatan tersebut dilakukan oleh pelaku sejak korban masih duduk di kelas 1 sekolah dasar (SD).

“Kejadian itu terjadi lebih kurang sudah 10 kali,” katanya.

Peng Hoa dijerat Pasal 82 Ayat 1 junto Pasal 76e dan atau Pasal 81 Ayat 1 junto Pasal 76d Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak dengan ancaman kurungan penjara 5 sampai 15 tahun.

Diberitakan sebelumnya, kasus ini terbongkar setelah teman sekelas korban bercerita kepada gurunya pada Selasa (22/7).

Guru tersebut kemudian memanggil korban dan kakak kelasnya terpisah untuk memastikan kebenaran kabar tersebut.

Setelah mengetahui kejadian itu, guru itu melaporkannya kepada kepala sekolah yang kemudian memanggil orangtua korban dan menyarankan untuk melaporkannya ke kantor polisi.

Ia mengatakan, pihaknya telah memeriksa PH dan korban secara terpisah. Diketahui, pelaku adalah paman dari korban. (*)

Reporter: Slamet Nofasusanto 

 

Artikel Sesal Pria Uzur di Bintan Usai Cabuli Keponakan pertama kali tampil pada Kepri.

Orang Ikan: Kisah Mistis di Tengah Perang Dunia II Kini Bisa Ditonton di Netflix

0
Poster Orang Ikan
Poster film ‘Orang Ikan’. F. YouTube @asianmovietrailer

batampos – Film Orang Ikan karya Mike Wiluan resmi tayang di platform streaming Netflix dan langsung menyita perhatian publik. Film bergenre horor ini menampilkan perpaduan antara kisah bertahan hidup di era Perang Dunia II dan kemunculan makhluk mitos yang menyeramkan dari legenda lokal.

Dengan durasi 85 menit, Orang Ikan mengikuti kisah seorang tentara Jepang dan tawanan perang asal Inggris yang terdampar di sebuah pulau terpencil. Di sana, mereka harus berjuang melawan makhluk misterius bernama Orang Ikan.

Film ini tidak hanya menyajikan ketegangan khas film horor, tetapi juga berhasil menembus panggung internasional. Orang Ikan telah ditayangkan di berbagai festival film ternama seperti International Film Festival 2024, Singapore International Film Festival 2024, dan Neuchâtel International Fantastic Film Festival 2025.

Berikut 5 fakta menarik tentang Film Orang Ikan:

1. Latar Cerita di Masa Perang Dunia II

Film ini mengambil latar tahun 1942, tepatnya di masa Perang Dunia II. Kisah berpusat pada interaksi intens antara tentara Jepang dan tawanan perang Inggris yang harus bersatu menghadapi ancaman dari makhluk mitos penghuni pulau.

2. Kolaborasi Empat Negara

Orang Ikan merupakan hasil kerja sama produksi dari Indonesia, Singapura, Jepang, dan Inggris. Perpaduan mitologi lokal, sejarah global, serta teknik sinematik monster khas Asia Tenggara menjadi daya tarik utama film ini.

3. Syuting di Lokasi Alam Indonesia

Proses pengambilan gambar dilakukan di sejumlah lokasi di Indonesia, seperti Curug Sodong, Sukabumi, dan Studio Infinite Batam. Nama-nama perfilman Indonesia seperti Asep Kalila (Director of Photography), Ernaka Puspita Dewi (Make Up Designer), serta Fajrul Fadillah (VFX Artist) turut berkontribusi besar dalam proyek ini.

4. Tanpa CGI, Makhluk Orang Ikan Gunakan Efek Praktis

Berbeda dari kebanyakan film horor modern, makhluk “Orang Ikan” dalam film ini dibuat menggunakan kostum nyata (tanpa CGI). Rancangannya dibuat oleh Allan Holt, creature designer asal Amerika yang dikenal lewat penggunaan prostetik dan teknik efek praktis klasik.

5. Diproduseri Nama-Nama Besar Industri Film

Film ini diproduseri oleh sederet nama ternama, di antaranya Eric Khoo, Freddie Yeo, Tan Fong Cheng, Fumie Suzuki Lancaster, James Khoo, Darryl Yeo, Ninin Musa, Alexandra Gottardo, Yutaka Tachibana, Takahiro Yamashita, dan Anthony Kho. (*)

Reporter: Juliana Belence 

Artikel Orang Ikan: Kisah Mistis di Tengah Perang Dunia II Kini Bisa Ditonton di Netflix pertama kali tampil pada Lifestyle.

1.100 Napi ‘High Risk’ Rampung Dipindah ke Nusakambangan

0
Super ketat: 37 Narapidana asal Jawa Timur sampai di pulau Nusakambangan, Minggu (27/7).

batampos – Dinilai menjadi pengganggu keamanan serta berpotensi merusak program pembinaan bagi warga binaan lainnya, sebanyak 37 narapidana kategori risiko tinggi asal Jawa Timur dipindahkan ke Lapas Super Maksimum Security Nusakambangan, Minggu (27/7). Para warga binaan tersebut berasal dari Lapas Kelas I Surabaya, Lapas Kelas I Madiun, Lapas Lamongan, dan Lapas Pamekasan.

Puluhan warga binaan yang menjalani proses pemindahan ini, merupakan bagian dari daftar panjang proses pemindahan napi yang masuk dalam high risk. Total, sudah ada 1.100 napi yang pindah ke lapas super maksimum itu. Untuk pemindahan kali ini, dilakukan oleh tim gabungan dari pengamanan intelijen dan kepatuhan internal Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas), Kanwil Kemenkumham Jawa Timur, serta jajaran Polda Jawa Timur.

“Mereka adalah warga binaan yang berdasarkan asesmen, penyidikan, dan penyelidikan termasuk dalam kategori berisiko tinggi. Ini bagian dari komitmen kami menzerokan lapas dan rutan dari narkoba dan HP ilegal,” kata Kadiono, Kepala Kanwil Ditjenpas Jatim.

Menurut Kadiono, upaya pemindahan ini juga menjadi bentuk pencegahan agar perilaku menyimpang tidak menular ke narapidana lainnya. Dia memastikan, tindakan ini dilakukan secara terukur dan sesuai standar pengamanan serta pembinaan khusus.

Setelah tiba di Nusakambangan, para narapidana langsung ditempatkan di sejumlah lapas berkeamanan tinggi seperti Lapas Karang Anyar, Lapas Gladakan, Lapas Ngaseman, dan Lapas Besi. Proses pembinaan akan dilakukan sesuai tingkat risiko dengan pengawasan ketat.

“Pembinaan dan pengamanan dilakukan berdasarkan hasil asesmen, dan kami bekerja sama dengan Balai Pemasyarakatan Nusakambangan untuk memantau perubahan perilaku warga binaan,” ujar Irfan, Kepala Lapas Batu sekaligus Koordinator Wilayah Nusakambangan.

Irfan menambahkan, redistribusi napi berisiko tinggi merupakan bagian dari program akselerasi reformasi pemasyarakatan oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto dan Direktur Jenderal Pemasyarakatan Mashudi. Hingga saat ini, terdapat 1.100 narapidana kategori high risk dari berbagai wilayah di Indonesia dipindahkan ke Nusakambangan. Sebagian besar di antaranya merupakan napi kasus narkoba, terorisme, dan tindak pidana berat lainnya. (*)

Sumber: JP Group

Artikel 1.100 Napi ‘High Risk’ Rampung Dipindah ke Nusakambangan pertama kali tampil pada News.

IMOX 2025, Ajang Adu Gagasan dan Inovasi Industri Maritim di Batam

0
Konferensi Pers pagelaran IMOX 2025 di BP Batam. f.Arjuna

batampos– Pameran tahunan Indonesia Marine & Offshore Expo (IMOX) 2025 resmi digelar di Radisson Golf & Convention Center, Batam. Pameran yang berlangsung selama tiga hari ini menjadi ajang adu gagasan, kolaborasi bisnis, serta pertukaran inovasi di sektor maritim dan perkapalan Indonesia.

Dalam edisi kedelapannya ini, IMOX diikuti lebih dari 150 peserta dari berbagai negara, termasuk Singapura, Malaysia, Thailand, Kanada, India, Korea, dan Tiongkok. Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperluas pasar industri galangan kapal nasional.

“IMOX tahun ini diperkirakan akan menarik sekitar 4.000 pengunjung selama tiga hari penyelenggaraan,” kata Group CEO Fireworks Trade Media, Kenny Wong, selaku penyelenggara IMOX 2025, Senin (28/7).

BACA JUGA: Sudirman Saad Ajak Mahasiswa Kolaborasi Kembangkan Industri Maritim

Salah satu acara utama dalam pameran ini adalah konferensi bertajuk Empowering Batam as the Shipbuilding and Offshore Nexus of Southeast Asia yang dijadwalkan berlangsung pada 6 Agustus mendatang. Konferensi ini akan menghadirkan sejumlah asosiasi industri maritim terkemuka seperti INSA, ABUPI, INAMPA, dan IPERINDO untuk membahas strategi penguatan ekonomi biru di Indonesia.

Pada hari kedua, 7 Agustus, agenda dilanjutkan dengan Indonesia Maritime Technology Seminar & Workshop yang menghadirkan presentasi dari berbagai perusahaan ternama, di antaranya Pertamina Maritime Training Center, Roxtec Singapore Pte Ltd, dan PT Han Indo Millennium. Seminar ini akan berlangsung dari pukul 10.00 hingga 14.30 WIB.

Masih di hari yang sama, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia juga akan menggelar Asia Connect 2025 Conference sebagai bagian dari IMOX, mulai pukul 14.00 hingga 17.00 WIB di lantai dasar.

Sementara itu, hari terakhir, 8 Agustus, akan difokuskan sepenuhnya pada sesi tur pameran. Peserta dan pengunjung diberi kesempatan penuh untuk melakukan networking, menjelajahi produk-produk terkini, dan mendiskusikan peluang kerja sama bisnis di area pameran.

“Sebagai penyelenggara IMOX, tujuan kami adalah memfasilitasi pertukaran pengetahuan yang bermanfaat, membangun koneksi yang berarti, dan mendorong kemajuan industri maritim dan offshore Indonesia menuju masa depan yang lebih sejahtera dan berkelanjutan,” ujar Kenny.

Ketua Kadin Batam, Jadi Rajagukguk, menyebut IMOX 2025 hadir dengan skala yang lebih besar dan lebih beragam dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Area pameran diperluas hingga 80 persen dari luas sebelumnya.

“Ini memberikan lebih banyak ruang bagi para peserta untuk menampilkan inovasi dan teknologi terkini dalam sektor maritim dan offshore,” katanya. (*)

Reporter: Arjuna

 

Artikel IMOX 2025, Ajang Adu Gagasan dan Inovasi Industri Maritim di Batam pertama kali tampil pada Metropolis.