Jumat, 20 Februari 2026
Beranda blog Halaman 1577

Ini Penjelasan Plt Kadis PUTR Lingga Terkait Proyek Pembangunan Jembatan Yang Belum Selesai

0
PLT Kepala Dinas PUTR Kabupaten Lingga, Yusdiandri. F. Vatawari/BATAM POS

batampos– PLT Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Lingga angkat bicara terhadap berita yang beredar terkait proyek pembangunan jembatan penghubung yang berada di Desa Marok Kecil Kecamatan Singkep Selatan Kabupaten Lingga yang terkesan mangkrak.

Berita yang beredar ini bukan tidak beralasan, pasalnya pengerjaan proyek pembangunan jembatan ini sudah dimulai pada tahun 2022 kemarin hingga saat ini yang sudah 3 kali di anggarkan namun tak kunjung selesai.

PLT Kadis PUTR, Yusdiandri menjelaskan, penyebab pembangunan jembatan penghubung yang berada di Desa Marok Kecil ini tak kunjung selesai dikarenakan memang untuk pengerjaan dibagi menjadi beberapa tahap pengerjaan.

BACA JUGA: Proyek Pembangunan Jembatan Penghubung Dinas PUTR Lingga di Desa Marok Kecil Sudah 3 Tahun Mangkrak

“Jadi, rencana awal pembangunan ini akan dilakukan satu kali saja. Namun pada kenyataannya untuk pengerjaan pembangunan jembatan ini dibagi menjadi beberapa tahapan kare keterbatasan Anggaran yang dimiliki Pemkab Lingga,” jelas Yusdiandri Saat dikonfirmasi Batampos pada Selasa (8/4).

Yusdiandri mengatakan, pada tahun 2025 ini, kemungkinan untuk pengerjaan belum bisa dilanjutkan kerena adanya efesiensi anggaran dari pemerintah pusat dan Dinas PUTR Lingga sendiri mengalami pemangkasan anggaran hingga 80%.

“Rencananya memang di tahun 2025 ini akan dituntaskan pengerjaan pembangunan jembatan penghubung yang ada di Desa Marok Kecil. Namun, karena tahun ini ada efesiensi anggaran dari pemerintah pusat dan kami dari Dinas PUTR mengalami pemangkasan anggaran hingga 80%, jadi tahun ini untuk pengerjaan belum bisa dilanjutkan,” ujarnya.

Yusdiandri mengungkapan, jika nanti pada APBD-P ada peningkatan jumlah Anggaran pada Dinas PUTR Lingga, kami akan usahakan pada tahun ini akan dilanjutkan proses pengerjaan hingga tuntas.

“Saat ini kami dari Dinas PUTR masih menunggu APBD-P. Semoga nanti di Dinas PUTR Lingga sendiri ada tambahan Anggaran hingga pengerjaan pembangunan jembatan penghubung tersebut dapat kita lanjutkan hingga rampung pada tahun ini juga,” ungkapnya.

Selanjutnya, PLT Kadis PUTR menambahkan terkait pemanggilan warga setempat dan beberapa petinggi PUTR Lingga oleh Kejari Lingga adalah untuk meminta keterangan terkait kenapa pengerjaan pembangunan jembatan tersebut belum kunjung selesai.

“Untuk pemanggilan warga setempat dan beberapa pejabat PUTR oleh Kejari Lingga pada pertengahan bulan Ramadan 1446 Hijriah Tahun 2025 kemarin adalah untuk meminta keterangan terkait kenapa pengerjaan pembangunan jembatan penghubung tersebut belum kunjung selesai hingga saat ini,” tutup Yusdiandri.

Harapannya agar pengerjaan jembatan penghubung ini dapat segera di selesaikan secepatnya agar masyarakat setempat dapat menikmati dan akses jalan bagi masyarakat semakin lancar sehingga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat setempat. (*)

Reporter: Vatawari

Artikel Ini Penjelasan Plt Kadis PUTR Lingga Terkait Proyek Pembangunan Jembatan Yang Belum Selesai pertama kali tampil pada Kepri.

Investigasi Penimbunan Sungai Baloi Dimulai, Ahli ITB Turun ke Lokasi

0
Sungai Baloi Indah yang ditimbun. Foto. Aziz Maulana/ Batam Pos

batampos – Dugaan pengrusakan lingkungan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Baloi, Lubukbaja, kini tengah diselidiki oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kepri. Sejumlah pihak telah dipanggil untuk dimintai keterangan, dimulai dari jajaran RT/RW setempat.

Ketua RT05/RW08 Perumahan Kezia Baloi Indah, Ade, membenarkan bahwa dirinya telah memenuhi panggilan Ditreskrimsus untuk memberikan keterangan awal terkait penimbunan yang terjadi di kawasan DAS Baloi.

“Ada beberapa pertanyaan, tapi fokusnya pada kronologi kejadian. Saya sampaikan sesuai pengetahuan saya,” ujarnya, Selasa (8/4).

Baca Juga: Proses Kasus Penimbunan DAS Baloi Berlanjut, Warga Cemas Bisa Timbulkan Banjir

Pemanggilan ini, lanjut Ade, merupakan bagian awal dari proses penyelidikan yang kemudian dilanjutkan oleh Subdit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Polda Kepri.

Sementara itu, tim ahli lingkungan dari Institut Teknologi Bandung (ITB) turut turun langsung ke lokasi pada Selasa sore untuk mengambil sampel dan menilai dampak lingkungan akibat aktivitas penimbunan tersebut.

“Warga berharap perkara ini bisa dituntaskan, dan pihak yang bertanggung jawab segera menormalisasi kembali aliran sungai,” kata Ade.

Ia menyampaikan kekhawatiran warga setempat, terutama ketika hujan deras mengguyur dan aliran sungai tak lagi berfungsi sebagaimana mestinya.

Baca Juga: Penataan Sungai Baloi Tunggu Proses Hukum, Li Claudia: Sungai Baloi Akan Ditata Jadi RTH, Proses Hukum Tetap Jalan

Kasubdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Kepri, AKBP Zamrul Aini, mengonfirmasi penyidik masih dalam tahap pengumpulan bukti dugaan pengrusakan lingkungan yang terjadi di DAS Baloi.

“Kami sedang mengumpulkan data dan akan dibantu oleh ahli lingkungan dari ITB untuk meninjau langsung kondisi di lapangan serta menilai sejauh mana kerusakan yang terjadi,” ujar Zamrul.

Polda Kepri memastikan proses penyelidikan akan dilakukan secara menyeluruh dan transparan. Masyarakat diimbau tetap tenang dan menyerahkan penanganan perkara kepada pihak berwenang. (*)

 

 

Reporter: Azis Maulana

Artikel Investigasi Penimbunan Sungai Baloi Dimulai, Ahli ITB Turun ke Lokasi pertama kali tampil pada Metropolis.

Rencana Manchester United Jual Alejandro Garnacho dan Kobbie Mainoo Terkuak

0
Alejandro Garnacho. (Dok. MUFC)

batampos – Legenda Manchester United, Paul Scholes, baru-baru ini mengungkapkan bahwa klub mungkin akan melakukan pengorbanan besar di musim panas ini. Menurutnya, penjualan Alejandro Garnacho dan Kobbie Mainoo bisa menjadi langkah yang diambil untuk membantu memperkuat keuangan tim. Hal ini bertujuan untuk mendukung pelatih baru, Ruben Amorim, dalam membangun ulang skuad yang ada.

Sepanjang musim ini, performa Manchester United mengalami penurunan yang signifikan. Dalam laga terakhir mereka, tim yang bermarkas di Old Trafford tersebut hanya mampu meraih hasil imbang 0-0 melawan Manchester City pada Minggu (6/4). Dengan hasil tersebut, Setan Merah kini terjebak di peringkat ke-13 klasemen Liga Inggris.

Melihat kondisi saat ini, jelas bahwa penurunan performa Manchester United di musim ini merupakan yang terburuk sejak Liga Inggris dimulai. Para pemain juga tampak kesulitan dalam beradaptasi dengan sistem permainan baru yang diterapkan oleh Amorim, yang menggunakan formasi 3-4-2-1 di setiap pertandingan.

Setelah mengeluarkan sekitar GBP 180 juta pada jendela transfer musim panas 2024 dan mendatangkan Patrick Dorgu pada bulan Januari, diperkirakan dana yang tersedia di Old Trafford kini sangat terbatas. Hal ini diperparah dengan pernyataan Sir Jim Ratcliffe yang mengungkapkan bahwa klub sedang menghadapi masalah keuangan dan berusaha untuk tidak melanggar Aturan Keuntungan dan Keberlanjutan Liga Inggris.

Akibatnya, Manchester United mungkin perlu melepas beberapa aset berharga mereka sebelum melakukan pembelian pemain di musim panas mendatang. Menurut laporan dari TEAMtalk, Scholes percaya bahwa dua pemain muda, Kobbie Mainoo dan Alejandro Garnacho, kemungkinan besar akan dijual kepada penawar tertinggi.

“Yang menjadi perhatian utama adalah dari mana mereka akan mendapatkan uang untuk pemain baru? Dari wawancara Sir Jim, tampaknya Ruben Amorim tidak akan mendapatkan dana yang cukup untuk mendatangkan pemain sesuai harapannya,” ungkap Scholes kepada Premier League Productions.

Ia melanjutkan, “Saya bisa saja salah, tetapi saya rasa mereka (Manchester United) mungkin akan menjual kedua pemain muda itu, Mainoo dan Garnacho. Penjualan keduanya tentu akan merugikan. Garnacho didatangkan dari Atletico Madrid, sedangkan Mainoo telah berada di klub ini sejak kecil.”

Scholes menambahkan, “Keduanya memiliki musim yang cemerlang tahun lalu, dan akan sangat disayangkan jika akademi tidak dapat mempertahankan pemain-pemain berbakat ini.” Ia juga berharap bahwa prediksinya salah dan kedua pemain tersebut tidak jadi dijual, meski suara-suara yang ia dengar cukup mengkhawatirkan untuk masa depan tim.

Garnacho, yang merupakan salah satu aset berharga, diperkirakan dapat dijual dengan harga sekitar GBP 50 juta. Ini akan menjadi keuntungan bagi United, terutama jika mereka berhasil menjual pemain yang sebelumnya ingin mereka lepaskan di bursa transfer musim dingin. Sementara itu, Mainoo saat ini tengah dalam pembicaraan untuk perpanjangan kontrak di Old Trafford, dengan keinginannya untuk tetap bertahan di klub masa kecilnya.

Namun, tuntutan gaji Mainoo sebesar GBP 150 ribu per minggu telah ditolak oleh Ratcliffe, yang kini memegang kendali lebih ketat dalam negosiasi kontrak pemain. Beberapa kabar beredar bahwa Chelsea menunjukkan ketertarikan untuk merekrut Mainoo, yang semakin memperkuat spekulasi mengenai kemungkinan penjualannya.

Scholes pun mengungkapkan keprihatinannya terhadap masa depan tim di musim panas mendatang. Ia merasa simpati terhadap Amorim, yang harus menghadapi tantangan besar akibat kesalahan transfer yang dilakukan klub dalam beberapa tahun terakhir.

“Ruben Amorim saat ini tidak memiliki amunisi untuk mencetak gol. Ia memiliki Bruno yang mampu melakukan banyak hal, tetapi pemain lainnya tidak konsisten dalam mencetak gol,” ujarnya.

Ia menambahkan, “Melihat perekrutan selama beberapa tahun terakhir, sangat mengejutkan bahwa United hanya memiliki satu penyerang tengah yang tidak mampu mencetak gol. Ini luar biasa,” sambung Paul Scholes.

Scholes juga menunjukkan bahwa kurangnya persaingan dalam perekrutan pemain menjadi masalah, di mana United tidak bersaing untuk mendapatkan pemain yang diinginkan oleh tim lain.

Dengan situasi yang semakin rumit, Manchester United harus segera menemukan solusi untuk memperbaiki performa tim dan keuangan mereka. Tanpa langkah yang tepat, masa depan klub bisa menjadi semakin suram. (*)

Artikel Rencana Manchester United Jual Alejandro Garnacho dan Kobbie Mainoo Terkuak pertama kali tampil pada Olahraga.

Susanti, PMI di Arab Saudi Harus Bayar Diyat Rp 40 Miliar Hari Ini AgarTak Dieksekusi Mati

0
Susanti, PMI asal Karawang yang terancam dieksekusi mati karena dituduh membunuh majikan. (Istimewa)

batampos – Susanti binti Mahfudz, Pekerja migran Indonesia (PMI) asal Karawang, Jawa Barat, terancam dieksekusi mati di Arab Saudi Rabu (9/4), meskipun dia tak pernah melakukan apa yang dituduhkan terhadapnya.

Untuk menyelamatkan Susanti agar tak dieksekusi mati, menurut Ketua Umum Federasi Buminu Sarbumusi, Ali Nurdin, pihak Susanti minimal harus membayar diyat (uang ganti rugi) sebesar Rp 40 miliar dari awalnya Rp 120 miliar. Adapun tenggat waktunya adanya Rabu (9/4).

Menurut Ali Nurdin, Susanti bukan sekadar terdakwa, tapi korban dari sistem penempatan tenaga kerja yang amburadul. Susanti diberangkatkan ke Arab Saudi saat masih berusia 16 tahun, tanpa pendampingan hukum, tanpa kemampuan bahasa, dan hanya bekerja tiga bulan sebelum akhirnya dipaksa mengakui pembunuhan yang tidak dia lakukan.

“Bagaimana mungkin seorang anak di bawah umur bisa lolos sistem dan dikirim ke luar negeri? Lalu saat dituduh, dia dipaksa mengaku bersalah dan menjalani persidangan tanpa pendampingan hukum. Ini bukan hanya cacat hukum, ini kejahatan sistemik,” tegas Ali Nurdin, dalam siaran pers pada Selasa (8/4).

Ali Nurdin pun menyoroti lemahnya perjanjian bilateral antara Indonesia dan Arab Saudi, serta ketiadaan nota diplomatik yang tegas dalam memberikan perlindungan hukum kepada pekerja migran yang tersangkut kasus pidana. “Kalau tidak ada sistem perlindungan yang jelas, maka pemerintah hanya sedang mengirim anak bangsa ke ladang pembantaian,” sindirnya.

Menurut Ali Nurdin, kegagalan diplomasi Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) dalam menyelamatkan Susanti harus dikritisi secara serius. Ia menyayangkan bahwa hingga batas waktu tinggal sehari lagi, pemerintah masih belum bisa menggalang dana tebusan minimal Rp 40 miliar hasil negosiasi.

“Jangan bandingkan nyawa Susanti dengan uang. Bandingkan dengan betapa banyaknya uang negara yang menguap akibat korupsi. Triliunan bisa digelontorkan untuk proyek mercusuar dan insentif politik, tapi menyelamatkan satu nyawa tak bisa?” katanya geram.

Ali juga mengutip Undang-Undang No. 18 Tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, yang menyatakan bahwa negara bertanggung jawab memberikan perlindungan menyeluruh, termasuk bantuan hukum, diplomatik, hingga kepulangan. “Negara tidak boleh menyerah. Jangan biarkan Susanti tewas,” tukasnya.

Untuk diketahui, Susanti, yang sudah mendekam di penjara sejak 2009 atas tuduhan membunuh anak majikannya di Dawadmi. Kini, dia menghadapi tenggat pembayaran diyat (uang ganti rugi) sebesar 30 juta Riyal Saudi, sekitar Rp 120 miliar. Uang tersebut harus dilunasi paling lambat (9/4).

Menurut Ali Nurdin, hingga kemarin, dana yang berhasil dikumpulkan baru sekitar 2,27 juta Riyal.

“Jika Susanti sampai dieksekusi besok, maka itu adalah kegagalan telanjang negara dalam menjalankan amanat konstitusi. Ini bukan lagi soal hukum, ini soal moralitas negara dalam melindungi nyawa warganya,” tegas Ali Nurdin dalam pernyataan resminya, Selasa (9/4). (*)

Artikel Susanti, PMI di Arab Saudi Harus Bayar Diyat Rp 40 Miliar Hari Ini AgarTak Dieksekusi Mati pertama kali tampil pada News.

Prabowo Targetkan 200 Sekolah Rakyat, Batam Siap Dukung Rencana Nasional

0
Wali Kota batam dan Kepala BP Batam, Amsakar Achmad. (F.Arjuna)

batampos – Presiden Prabowo Subianto menargetkan pembangunan 200 Sekolah Rakyat pada tahun 2025 ini. Sebagai langkah awal, pemerintah akan meresmikan 53 Sekolah Rakyat yang mengusung konsep pendidikan berasrama untuk jenjang SD, SMP, hingga SMA.

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (PM), Muhaimin Iskandar mengatakan, pembangunan Sekolah Rakyat akan mulai dilakukan pada tahun ajaran 2025–2026. Pada periode itu, sekolah-sekolah tersebut diharapkan sudah bisa menerima siswa dari jenjang dasar hingga menengah atas.

“Anggaran tergantung perkembangan. Tergantung kebutuhan masing-masing lokasi. Rata-rata sekitar Rp100 miliar per sekolah,” katanya.

Rencana ambisius ini mendapat sambutan positif dari berbagai daerah, termasuk Batam. Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menyatakan bahwa pihaknya siap mendukung penuh program nasional tersebut.

Baca Juga: Enam Dapur MBG Sudah Beroperasi, 17 Ribu Siswa di Batam Terima Makanan Bergizi Gratis

“Kami masih menunggu Peraturan Menteri Sosial yang akan menjadi landasan kebijakan, yang akan diikuti dengan regulasi turunannya,” ujarnya, Selasa (8/4).

Meski begitu, ia menegaskan bahwa tidak ada hambatan berarti di Batam untuk mempersiapkan fasilitas pendidikan yang dibutuhkan.

Menurutnya, Batam bahkan telah memiliki rencana pengembangan kawasan Rempang-Galang yang digadang-gadang menjadi salah satu lokasi Sekolah Rakyat. Wilayah tersebut dinilai strategis untuk membangun fasilitas pendidikan terpadu.

“Kami sedang berproses untuk mempersiapkan fasilitas pendidikan yang sesuai dengan standar Sekolah Rakyat. Jadi saya minta juga agar DED-nya (Detail Engineering Design) untuk pembangunan SD dan SMP di Tanjungbanon segera diselesaikan,” kata Amsakar.

Pemanfaatan bangunan yang sudah ada juga menjadi salah satu opsi efisien untuk mempercepat realisasi sekolah-sekolah baru. Apabila sekolah yang ada di Tanjungbanon memenuhi syarat Sekolah Rakyat, maka gedung itu bisa langsung digunakan.

Baca Juga: Pemko Batam Siapkan Bantuan SPP untuk Siswa Swasta, Prioritaskan Keluarga Tidak Mampu

Dengan pendekatan itu, Batam berupaya menjadi salah satu daerah percontohan dalam pelaksanaan program Sekolah Rakyat. Selain efisiensi, kesiapan infrastruktur menjadi faktor utama keberhasilan program ini.

Program Sekolah Rakyat sendiri dirancang untuk memberikan akses pendidikan berkualitas kepada masyarakat kurang mampu, dengan sistem pendidikan terpadu dan berasrama.(*)

 

 

Reporter: Arjuna

Artikel Prabowo Targetkan 200 Sekolah Rakyat, Batam Siap Dukung Rencana Nasional pertama kali tampil pada Metropolis.

Dikaitkan dengan Persebaya Surabaya, Shin Tae-yong Blak-blakan Soal Masa Depannya

0
Keluarga Justin Hubner bertemu mantan pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong. (Dok. Brigitte Hubner)

batampos – Shin Tae-yong akhirnya angkat suara soal masa depannya setelah resmi tak lagi menangani Timnas Indonesia. Pelatih asal Korea Selatan itu dipecat oleh PSSI pada Januari 2025 usai menjalani kontrak selama lebih dari tiga tahun.

Sebagai pengganti Shin, PSSI menunjuk Patrick Kluivert untuk menangani skuad Garuda di babak Kualifikasi Piala Dunia 2026. Penunjukan Kluivert menjadi babak baru bagi Timnas, sekaligus menutup era Shin yang penuh dinamika.

Hingga awal April 2025, Shin Tae-yong belum memutuskan untuk bergabung dengan klub atau tim nasional manapun. Ia masih menganggur dan menikmati masa rehatnya usai diberhentikan dari kursi pelatih Indonesia.

Meski tak lagi menangani tim, Shin masih aktif hadir di berbagai acara sepak bola di Indonesia. Ia beberapa kali terlihat di acara nonton bareng pertandingan Timnas Indonesia saat menghadapi Australia dan Bahrain.

Kehadiran Shin dalam acara tersebut memicu berbagai spekulasi tentang masa depannya. Rumor pun mulai berembus Shin akan tetap berkarier di Indonesia.

Beberapa media lokal menyebutkan Shin Tae-yong menjadi kandidat pelatih untuk dua tim besar Liga 1. Persija Jakarta dan Persebaya Surabaya disebut-sebut sebagai calon pelabuhan barunya.

Rumor itu langsung menyedot perhatian pencinta sepak bola nasional, terutama suporter dua klub besar tersebut. Namun, hingga kini belum ada langkah konkret dari kedua manajemen klub.

Manajemen Persebaya Surabaya menjadi pihak pertama yang merespons isu yang beredar. Mereka menyatakan fokus utama klub saat ini adalah menyelesaikan musim kompetisi dengan hasil terbaik.

Candra Wahyudi selaku Direktur Operasional Persebaya Surabaya menyatakan masa depan pelatih Paul Munster belum ditentukan. Manajemen akan mengevaluasi performa tim hingga akhir musim sebelum membuat keputusan apapun.

“Manajemen belum mengambil keputusan soal kontrak Munster, masih ingin melihat performa tim hingga musim berakhir,” ujar Candra pada 26 Maret 2025 malam. Ia menambahkan, keputusan soal pelatih baru akan sangat bergantung pada hasil tim di sisa kompetisi.

Candra juga menyebut seluruh fokus klub saat ini tertuju pada mendukung tim untuk meraih kemenangan. Evaluasi menyeluruh akan dilakukan terhadap pemain dan pelatih seiring berjalannya waktu.

“Fokus manajemen sekarang adalah mensupport tim ini, meraih hasil maksimal sampai akhir musim,” jelasnya. Ia juga menekankan evaluasi terhadap tim akan berlangsung terus hingga musim usai.

“Untuk posisi pelatih juga akan kami lihat bagaimana hasil maksimalnya di akhir kompetisi nanti,” sambung Candra. Komentar ini juga membantah rumor Persebaya Surabaya telah menjalin komunikasi dengan Shin.

Sementara itu, manajemen Persija Jakarta belum memberikan pernyataan resmi terkait isu Shin Tae-yong. Tidak ada tanggapan atau klarifikasi yang dikeluarkan oleh pihak klub ibu kota hingga saat ini.

Situasi ini akhirnya membuat Shin Tae-yong sendiri buka suara menanggapi berbagai rumor tersebut. Ia membantah keras dirinya telah mendapat tawaran melatih klub Liga 1 Indonesia.

Dalam wawancara yang dikutip dari media Korea Selatan, New Daily, Shin menyebut kabar tersebut tidak berdasar. Ia menegaskan hingga saat ini belum ada satu pun klub Indonesia yang memberikan tawaran resmi kepadanya.

“Itu tidak berdasar,” kata Shin dalam wawancara dengan New Daily. “Padahal, tidak ada tawaran dari Indonesia,” lanjutnya dengan tegas.

Shin juga menyebut dirinya belum menerima informasi apapun secara langsung dari pihak manapun. Semua rumor yang beredar menurutnya hanyalah spekulasi semata yang tidak bisa dibuktikan.

“Tidak ada tawaran nyata, dan saya tidak mendengar apa pun secara langsung,” ujarnya. Ia tampak tegas dalam membantah segala spekulasi soal dirinya yang akan melatih klub Indonesia.

Soal masa depan kariernya, Shin menyebut belum ingin kembali ke lapangan hijau dalam waktu dekat. Ia memilih untuk istirahat dan menjauh sejenak dari hiruk pikuk dunia kepelatihan.

“Tidak ada rencana,” kata pelatih 54 tahun itu. “Saya berencana untuk beristirahat dari peran saya sebagai manajer selama sekitar satu tahun,” jelasnya.

Shin menuturkan masa rehat ini akan digunakannya untuk belajar dan merenung lebih dalam tentang sepak bola. Ia tidak ingin terburu-buru mengambil pekerjaan hanya karena tekanan eksternal.

“Saya berencana untuk lebih banyak belajar sepak bola selama saya beristirahat,” tambahnya. Ia menyiratkan keinginan untuk memperluas wawasannya sebelum kembali terjun ke dunia pelatih.

“Saya tidak punya rencana untuk posisi manajerial saya berikutnya saat ini,” tegas Shin. Menurutnya, masa depan tidak bisa ditebak dan semua bisa terjadi di waktu yang tak terduga.

“Tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi di masa depan,” ucapnya. Ia membuka kemungkinan kembali ke dunia kepelatihan jika memang waktunya tepat.

Meski begitu, Shin menolak sikap serakah dalam menentukan langkah selanjutnya. Ia memilih untuk bersikap realistis dan menerima kenyataan tanpa memaksakan kehendak.

“Tentu saja, akan menyenangkan jika saya mendapat tawaran dari tim yang bagus,” akunya. Namun, ia tidak mau tergoda oleh ambisi berlebihan dalam memilih tempat baru.

“Tetapi saya tidak akan terlalu serakah dan hanya beristirahat,” ujar Shin dengan kalimat penutup yang menohok. Pernyataan itu menjadi pesan kuat ia memilih jeda sebagai bentuk penghormatan terhadap kariernya sendiri.

Sejak menangani Timnas Indonesia, Shin memang dikenal sebagai pelatih yang berani membawa perubahan. Ia membawa sistem latihan modern, kedisiplinan tinggi, dan mempercayai pemain muda.

Namun tak semua keputusannya berjalan mulus. Kritik keras datang saat Timnas gagal lolos dari fase grup di Piala Asia 2023 dan tak menunjukkan konsistensi di Kualifikasi Piala Dunia.

Terlepas dari itu, Shin tetap mendapat tempat spesial di hati sebagian suporter Timnas Indonesia. Ia dianggap membawa harapan baru dan memperbaiki fondasi sepak bola Tanah Air.

Kini setelah tidak lagi menjabat sebagai pelatih, publik sepak bola Indonesia tetap mengikuti kabar tentang dirinya. Setiap langkah Shin selalu ditunggu, termasuk jika suatu saat ia benar-benar kembali ke Indonesia.

Apakah Shin Tae-yong akan kembali ke Liga 1 di masa depan? Ataukah ia akan menerima tantangan baru di negara lain dengan atmosfer berbeda?

Semua kemungkinan itu terbuka, namun yang pasti saat ini Shin memilih diam dan fokus pada dirinya sendiri. Ia ingin memastikan ketika kembali nanti, ia benar-benar siap secara fisik dan mental.

Shin Tae-yong telah menunjukkan dalam dunia sepak bola, terkadang jeda adalah bagian dari proses. Dan untuk sekarang, ia ingin menghargai proses itu tanpa tekanan apapun.

Publik Indonesia mungkin harus bersabar lebih lama jika ingin melihat Shin kembali aktif di pinggir lapangan. Karena bagi pelatih sekelas Shin, memilih waktu yang tepat lebih penting daripada sekadar mengisi posisi.

Sikap tenang dan rendah hati Shin dalam menghadapi rumor ini menunjukkan kelasnya sebagai pelatih. Ia tidak terpancing emosi dan justru memilih jalur yang bijak dan elegan.

Masa depan Shin Tae-yong masih misterius, namun jelas satu hal: ia tidak akan gegabah mengambil keputusan. Dengan pengalaman yang ia miliki, tawaran pasti akan datang dengan sendirinya saat waktu tepat tiba.

Dan ketika saat itu tiba, dunia sepak bola akan kembali menyaksikan sosok Shin Tae-yong memimpin di garis pinggir lapangan dengan karisma dan ketegasannya. (*)

Artikel Dikaitkan dengan Persebaya Surabaya, Shin Tae-yong Blak-blakan Soal Masa Depannya pertama kali tampil pada Olahraga.

Truk Bermuatan Buah Terguling, Muatan Sempat Dijarah Warga, Ini Kata Polisi

0
Truk angkut mangga terguling (kiri), nak pria bertopi itu diduga datang untuk mungut mangga tercecer. Dia marah saat dicegah.

batampos – Satu unit truk bermuatan buah dijarah warga di jalan R Suprapto tepatnya di Kavling Lama, Batuaji beredar di media sosial (medsos). Bak truk tersebut patah hingga muatannya berserakan di jalan.

Kasat Lantas Polresta Barelang, AKP Afiditya Arief Wibowo membenarkan adanya peristiwa ini dan terjadi pada Sabtu (5/4) kemarin.

“Peristiwa itu benar. Tapi bukanlah laka lantas, tetapi faktor jalan, beban muatan. Akhirnya saat menikung baknya patah mengakibatkan buah tumpah ke jalan,” ujarnya di Mapolresta Barelang, Selasa (8/4).

Baca Juga: Truk Angkut Mangga Terbalik, Warga Datang Ambil Mangga, Kok Bisa?!

Dalam peristiwa ini, Afid mengaku pihaknya melakukan penyelidikan dan memeriksa saksi di sekitar lokasi. Dari keterangan saksi, memang terjadi penjarahan yang dilakukan warga dan pengendara yang melintas.

“Warga secara spontan berupaya mengambil, penjarahan. Sudah ada yang mengambil dan terjadi keributan, dan buahnya dikembalikan. Bahkan, pihak driver malah memberikan ke warga yang membantu ngembalikan buah tersebut,” katanya.

Menurut Afid, hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan adanya laka lantas dan penjarahan atau pencurian.

“Pada saat kejadian belum ada laporan ke Satlantas. Karena bukan peristiwa laka lantas dan tidak ada korban jiwa,” ungkapnya.

Baca Juga: Enam Dapur MBG Sudah Beroperasi, 17 Ribu Siswa di Batam Terima Makanan Bergizi Gratis

Dengan adanya peristiwa ini, Afid mengimbau seluruh driver untuk mengangkut muatan sesuai kapasitas truk.

“Driver yang membawa muatan, agar tidak memuat melebihi muatan atau melanggar ODOL (Over Dimension Over Load),” tutupnya. (*)

 

 

Reporter: Yofi Yuhendri

Artikel Truk Bermuatan Buah Terguling, Muatan Sempat Dijarah Warga, Ini Kata Polisi pertama kali tampil pada Metropolis.

Baterai Tower Rusak, Jadi Penyebab Sinyal di Berbagai Daerah Anambas Gangguan

0
Seorang warga Tarempa Selatan sedang berselancar di dunia maya. Baru-baru ini, sinyal telekomunikasi mengalami gangguan karena baterai tower soak. f.ihsan

batampos– Warga Desa Tarempa Selatan mengeluhkan sinyal jaringan telekomunikasi milik provider Telkomsel yang mengalami gangguan.

Warga setempat, Prengky Tanjung mengatakan kondisi ini sudah berlangsung sejak dua minggu belakangan.

“Sinyal ada sih, tapi hilang timbul. Susah kita mau nelfon orang kalau ada hal penting. Kalau pun mau nelfon terpaksa turun ke bawah (Tarempa Kota),” ujar Prengky Tanjung, Selasa, (8/4).

BACA JUGA: Warga Dabo Keluhkan Gangguan Sinyal Internet

Selain itu, sinyal kerap hilang saat kondisi sedang mati listrik. Seharusnya, kondisi ini tidak akan terjadi karena di setiap tower pemancar sinyal terdapat baterai yang menghandle ketika listrik padam.

“Kalau kondisi listrik mati sinyal hilang itu sudah lama. Belum ada perbaikan, kita minta pihak yang berwenang untuk memperbaiki lah,” tutur Prengky.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi Informasi dan Statistik (Dismominfotik) Anambas, Jeprizal mengatakan kondisi sinyal di Desa Tarempa Selatan sudah ia laporkan ke Telkomsel untuk ditindaklanjuti.

Dari hasil koordinasi dengan provider, diketahui bahwa ada kerusakan pada baterai tower. Hal ini menjadi penyebab distribusi sinyal jadi terhambat.

“Kita akan follow up lagi ke provider agar segera dilakukan pergantian baterai. Biar kondisi ini tidak terus terjadi,” ujar Jeprizal.

Dia menjelaskan kondisi ini tidak hanya terjadi di Tarempa Selatan saja. Melainkan di daerah lain seperti Tiangau, Letung dan Nyamuk juga terjadi.

“Kemarin di Arung Hijau (Tiangau) juga begitu saya dapat laporan dari warga. Saya rasa akan kumpulkan data dimana saja yang kondisinya gangguan. Nanti kita minta provider untuk memperbaiki semuanya,” pungkas Jeprizal. (*)

Reporter : Ihsan Imaduddin

Artikel Baterai Tower Rusak, Jadi Penyebab Sinyal di Berbagai Daerah Anambas Gangguan pertama kali tampil pada Kepri.

Marak PMI Dijual sebagai PSK di Dubai, Ini Tanggapan Kemlu

0
Ilustrasi PSK.

batampos – Modus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang menargetkan pekerja migran Indonesia (PMI) di luar negeri kian mengerikan. Kali ini, modusnya iming-iming gaji tinggi lalu dijadikan pekerja seks komersial (PSK).

Nasib naas tersebut dialami sejumlah PMI di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA). Hal ini terungkap dari video salah seorang PMI di Dubai bernama Eni Rohaiti. Dalam video yang viral, ia memohon pertolongan pada Presiden Prabowo Subianto dan Pemerintah Indonesia untuk menyelamatkan PMI-PMI yang menjadi korban eksploitasi seksual sebagai PSK ini.

Dia menyebut, teman-temannya dijual oleh sesama orang Indonesia kepada orang Banggali atau orang luar negeri lainnya. Mereka dipaksa menjadi PSK. “Untuk itu, tolong, tolong dengan sangat untuk pertolongannya untuk teman-teman saya yang sudah kena jual pak. Tolong sekali kepada pemerintah Indonesia untuk mengirim bantuannya, karena KJRI Dubai sangat low, low, bantuannya,” ujarnya dalam video tersebut.

Merespon hal ini, Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Judha Nugraha menegaskan, bahwa pihaknya dan KJRI Dubai telah memonitor dan menaruh perhatian khusus terhadap kasus TPPO ini. Dimana, sejumlah PMI perempuan dieksploitasi secara seksual sebagai PSK di Dubai.

Menurutnya, selama periode Januari-Maret 2025, KJRI Dubai telah menerima dan menindaklajuti 19 kasus PMI yang dieksploitasi sebagai PSK di sana. “Dari 19 korban tersebut, 7 telah berhasil dipulangkan ke Indonesia, sedangkan 12 lainnya masih berproses penegakan hukumnya. Saat ini, mereka ditampung di shelter KJRI Dubai,” jelasnya, di Jakarta, Selasa (8/4).

Judha melanjutkan, modus yang sering oleh oknum terkait adalah mengiming-imingi para PMI yang telah bekerja sebagai penata laksana rumah tangga (PLRT) gaji tinggi agar mau kabur dan pindah pekerjaan. Namun sayangnya, mereka kemudian dibawa ke mucikari dan dipekerjakan di tempat prostitusi sebagai PSK.

“Merespon berbagai kasus TPPO tersebut, KJRI Dubai telah bekerja sama dengan Criminal Investigation Division Kepolisian Dubai untuk proses penyelamatan dan penegakan hukum,” tegasnya.

Selain itu, KJRI juga telah siagakan nomor hotline dan shelter untuk respons cepat atas setiap pengaduan. Para WNI ataupun PMI yang mengalami masalah terkait modus serupa diimbau untuk menghubungi hotline Pelindungan WNI KJRI Dubai di nomor +971 56 332 2611.

Selanjutnya, sebagai langkah preventif, KJRI Dubai aktif melakukan sosialisasi dan awareness campaign terkait modus dan bahaya TPPO kepada kelompok PMI, tadbeer (agensi), dan komunitas masyarakat Indonesia di sana. KJRI Dubai bersama KBRI Abu Dhabi juga bekerja sama erat dengan para tokoh masyarakat di 7 Emirat di PEA melalui pembentukan Tim Pendamping PMI.

“Kemlu dan Perwakilan RI di PEA senantiasa mengimbau agar para PMI tidak mudah tergiur iming-iming gaji tinggi dan kemudian kabur dari majikan resminya. Status ilegal akan menempatkan mereka menjadi rentan tereksploitasi, termasuk eksploitasi seksual,” jelasnya.

Selain itu, Judha turut mengingatkan, bahwa sesuai Permenaker No. 260 Tahun 2015, Persatuan Emirat Arab termasuk negara yang masih terlarang untuk penempatan PMI sektor domestik (PLRT) hingga saat ini.

Sementara, terkait video dari PMI Eni, Judha mengatakan, KJRI Dubai telah berhasil berkomunikasi dengan yang bersangkutan. Eni sendiri disebutnya tidak memiliki masalah di Dubai. Sedangkan, kasus yang menimpa teman-temannya telah ditindaklanjuti dan dilaporkan ke kepolisian setempat. (*)

Artikel Marak PMI Dijual sebagai PSK di Dubai, Ini Tanggapan Kemlu pertama kali tampil pada News.

Sempat Alami Gangguan Mesin di Perairan Kabil, KMP Citra Mandala Abadi Lanjutkan Pelayaran

0
KMP Citra Mandala saat merapat di dermaga Pelabuhan roro Telaga Punggur. Foto: Jn Ferry untuk Batam Pos

batampos – Kapal penumpang jenis roro KMP Citra Mandala Abadi mengalami gangguan mesin saat berlayar menuju Mengkapan Tanjung Buton, Riau, Senin malam (7/4). Kapal dilaporkan mengalami insiden mati mesin sekitar pukul 20.00 WIB, tak lama setelah meninggalkan Pelabuhan Punggur, Batam.

“Insiden terjadi di perairan Kabil, Batam, sekitar setengah jam setelah kapal lepas dari dermaga. Kapal diperkirakan akan tiba di Pelabuhan Tanjung Buton pada pukul 15.00 WIB, Selasa waktu setempat sesuai jadwal setelah gangguan tertangani,” ujar Branch Manager PT JN Ferry Batam, Beringin Mega, saat dikonfirmasi Selasa (8/4).

Menurut Beringin, penyebab gangguan mesin masih dalam proses penyelidikan. Namun, diduga ada rembesan air ke dalam tangki bahan bakar yang menyebabkan mesin kapal mati.

Baca Juga: Lakukan Verifikasi Ketat, Pemko Batam Tanggung Iuran BPJS untuk Ribuan Pengemudi Online

“Biasanya, kalau air sudah tercampur di sistem bahan bakar, mesin bisa langsung mati,” katanya.

Proses perbaikan berlangsung sekitar satu jam dan berhasil diselesaikan sekitar pukul 21.00 WIB. Kapal kemudian melanjutkan pelayaran menuju Tanjung Buton setelah tim teknis mengganti filter bahan bakar dan menguras tangki.

Selama proses perbaikan, KMP Citra Mandala Abadi mendapat pendampingan dari kapal KMP Satria untuk memastikan keselamatan para penumpang.

Tercatat, kapal tersebut mengangkut sekitar 179 penumpang. “Tidak penuh, tapi cukup ramai,” kata Beringin.

Baca Juga: Jasad Perempuan Membusuk Dalam Kamar Kos di Lubukbaja

Ia menambahkan, tidak ada gangguan serius atau korban dalam peristiwa ini.

“ABK sedang membersihkan tangki, kemungkinan besar saat itulah air masuk. Tapi situasi tetap terkendali,” jelasnya. (*)

 

 

Reporter: Azis Maulana

Artikel Sempat Alami Gangguan Mesin di Perairan Kabil, KMP Citra Mandala Abadi Lanjutkan Pelayaran pertama kali tampil pada Metropolis.