Ilustrasi. Pelabuhan Batuampar. Foto: BP Batam untuk Batam Pos
batampos – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kepri terus mendalami kasus dugaan korupsi dalam proyek pembangunan dermaga utara Pelabuhan Batuampar yang dikelola Badan Pengusahaan (BP) Batam. Hingga kini, puluhan saksi telah diperiksa sejak Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) diterbitkan Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau (Kejati Kepri).
Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad, menyatakan proses penyidikan tetap berjalan intensif, dan hasil konfirmasinya dengan Dirreskrimsus Polda Kepri, Kombes Pol Silvester Simamora, menegaskan komitmennya untuk menuntaskan perkara ini secara profesional dan presisi.
“Proses penyidikan masih berlanjut. Kami berkomitmen untuk membuktikan kasus ini secara tuntas,” ujar Silvester, Selasa (8/4).
Menurutnya, pada akhir Maret 2025, lebih dari 50 orang saksi telah diperiksa. Pemeriksaan dilakukan secara bertahap sebelum penyidik mengarah pada pihak-pihak yang memiliki keterkaitan lebih jauh, termasuk mantan pejabat BP Batam.
“Saat ini masih tahap pemeriksaan saksi. Untuk mengarah ke eks pejabat BP Batam, kami harus menyelesaikan tahapan ini lebih dulu,” jelas Silvester.
SPDP yang telah dikirimkan ke Kejati Kepri mencantumkan tujuh nama terlapor. Namun, belum ada nama mantan pejabat BP Batam dalam daftar tersebut.
Ketujuh terlapor yang saat ini masih berstatus diperiksa adalah AM (PNS BP Batam), IAM (wiraswasta), IMS (wiraswasta), ASA (wiraswasta), AH (pengusaha), IS (karyawan BUMN), dan NVU (wiraswasta).
Silvester menambahkan, penyelidikan ini bermula dari laporan masyarakat terkait kegiatan revitalisasi dermaga, khususnya dalam pengerukan yang diduga tidak sesuai rencana.
Untuk memperkuat pembuktian, penyidik akan menunjuk ahli independen guna melakukan audit teknis usai libur Idulfitri.
“Ada indikasi kuat bahwa pengerjaan pengerukan tidak sesuai dengan perencanaan awal. Kami sudah siapkan ahli untuk melakukan audit lebih mendalam,” ujarnya.
Sementara itu, estimasi kerugian negara masih dalam proses perhitungan lebih lanjut. Polda Kepri menegaskan akan mengusut tuntas perkara ini dan menindak semua pihak yang terbukti terlibat sesuai hukum yang berlaku. (*)
Ilustrasi. Warga saat memilih daging ayam di Pasar Botania 2 Batamkota. Foto. Cecep Mulyana/ Batam Pos
batampos – Warga Batam berharap Pemerintah Kota (Pemko) Batam segera mengambil tindakan nyata untuk menormalkan harga kebutuhan pokok yang sempat melonjak sebelum Hari Raya Idulfitri lalu. Hingga Selasa (8/7), harga sejumlah bahan pokok masih terpantau tinggi di pasaran.
Sumarni, warga Kelurahan Buliang, Kecamatan Batuaji, mengungkapkan kekecewaannya karena harga barang belum juga kembali normal meskipun lebaran telah usai. “Sudah lewat lebaran, jadi mohon ini diperhatikan agar harga barang di pasar bisa kembali normal,” ujarnya saat ditemui usai berbelanja di pasar Aviari.
Menurut Sumarni, harga sayuran seperti sawi masih bertahan tinggi di kisaran Rp28 ribu per kilogram, jauh di atas harga normal sebelum lebaran yang berada di bawah Rp20 ribu. Kenaikan harga ini disebutnya telah terjadi sejak sebelum Idul Fitri dan belum menunjukkan tanda-tanda penurunan.
Tidak hanya sayuran, harga daging ayam pun masih tinggi. Biasanya, harga daging ayam berada di kisaran Rp32 ribu hingga Rp35 ribu per kilogram, namun kini masih bertahan di angka Rp42 ribu per kilogram. “Kami berharap harga daging ayam bisa kembali ke harga normal seperti biasanya,” kata Sumarni.
Kenaikan harga juga terjadi pada bumbu dapur seperti santan kelapa, yang saat ini dijual seharga Rp50 ribu per liter. Kondisi ini membuat para ibu rumah tangga merasa terbebani dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Hal serupa juga disampaikan oleh Anggi, ibu rumah tangga di kawasan Sagulung. Ia berharap Pemko Batam, khususnya Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam, segera mengambil langkah konkret untuk menstabilkan harga kebutuhan pokok di pasaran. “Kami butuh tindakan nyata, bukan hanya pemantauan,” tegasnya.
Warga berharap upaya konkret segera dilakukan agar harga kebutuhan pokok kembali terjangkau dan tidak terus memberatkan masyarakat pasca-lebaran. (*)
batampos – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Batam segera membuka Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Ajaran 2025/2026 untuk jenjang Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN), Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN), dan Madrasah Aliyah Negeri (MAN). Proses penerimaan dilakukan melalui sistem satu pintu yang disebut PRIMASATU (Penerimaan Peserta Didik Baru Satu Pintu).
Kepala Kantor Kemenag Batam, Budi Dermawan, mengatakan bahwa sistem ini dihadirkan untuk menyederhanakan alur pendaftaran sekaligus menjamin transparansi dan akuntabilitas dalam proses seleksi.
“Kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik dalam PPDB madrasah negeri. Dengan sistem satu pintu ini, proses seleksi menjadi lebih transparan, efisien, dan mudah diakses oleh masyarakat,” ujarnya, Selasa (8/4).
Seluruh proses pendaftaran dilakukan secara daring melalui laman resmi primasatubatam.id. Calon peserta didik hanya perlu mengunggah dokumen persyaratan sesuai jenjang yang dituju.
Untuk jenjang Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 dan MIN 2, tahap sosialisasi berlangsung sejak 17 Maret hingga 1 April 2024. Pendaftaran resmi dibuka pada 14 hingga 30 April 2025, disusul verifikasi berkas pada 1 hingga 5 Mei 2025. Masa sanggah diberikan pada 6 sampai 8 Mei 2025. Pengumuman hasil seleksi dijadwalkan pada 10 Mei 2025 dan daftar ulang dilakukan 12 hingga 15 Mei 2025.
Sementara itu, Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1, 2, dan 3 membuka sosialisasi sejak 1 Maret hingga 19 April 2025. Pendaftaran dibuka 20 April sampai 5 Mei 2025, dengan verifikasi berkas dilakukan 21 April hingga 6 Mei 2025. Masa sanggah dijadwalkan pada 6–8 Mei, dan hasil verifikasi diumumkan pada 9 Mei. Selanjutnya, seleksi CBT dilaksanakan 10–11 Mei, disusul seleksi praktek pada 11–12 Mei. Pengumuman kelulusan dijadwalkan 15 Mei, dan daftar ulang dilakukan 19–22 Mei 2025.
Adapun untuk jenjang Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 dan MAN 2 Batam, tahap sosialisasi digelar mulai 17 Maret hingga 30 April 2025. Pendaftaran berlangsung 1–31 Mei, dan verifikasi berkas dilakukan sepanjang 2–31 Mei 2025. Masa sanggah diberikan pada 1–2 Juni, dan pengumuman hasil verifikasi dijadwalkan 3 Juni. Seleksi CBT dan praktik akan berlangsung pada 9–14 Juni, dan pengumuman kelulusan pada 23 Juni 2025. Calon peserta didik yang lulus wajib melakukan daftar ulang pada 24 Juni hingga 1 Juli 2025.
Sementara itu untuk syarat pendaftaran calon peserta didik diminta menyiapkan dan mengunggah dokumen berikut dalam format PDF seperti Kartu Keluarga, Akta Kelahiran, Pas foto berwarna ukuran 3×4, Rapor/sumatif akhir (kelas 4–6 untuk MTsN; semester 1–5 untuk MAN), NISN yang terverifikasi, Sertifikat prestasi (jika melalui jalur prestasi) dan KIP/PKH/KKS (jika melalui jalur afirmasi).
“Informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui kontak resmi panitia atau langsung datang ke Kantor Kemenag Batam, ” tambahnya.
Dengan hadirnya PRIMASATU, Kemenag Batam berharap proses PPDB tahun ini berjalan lebih efektif dan memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh calon peserta didik untuk mengakses pendidikan di madrasah negeri. (*)
batampos – Program promo “Cahaya Ramadan 2025” dari PLN Batam mendapat antusiasme tinggi dari pelanggan di wilayah usahanya. Sejak diluncurkan pada 20 Februari 2025, promo diskon tambah daya hingga 99% ini telah dimanfaatkan oleh 742 pelanggan hingga 21 Maret 2025.
Direktur Utama PT PLN Batam, Kwin Fo, menyampaikan bahwa program ini dirancang untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat, terutama dalam mendukung kenyamanan beribadah selama bulan suci.
“Selama bulan suci, kebutuhan masyarakat, termasuk konsumsi listrik, cenderung meningkat. Oleh karena itu, kami berharap promo ini dapat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan listriknya agar ibadah dapat dijalankan dengan lebih nyaman,” ujar Kwin Fo.
Bagi pelanggan rumah tangga tegangan rendah 1 fasa, promo berlaku untuk daya 450 Volt Ampere (VA) hingga 5.500 VA. Sementara itu, pelanggan Sosial Rumah Ibadah fasa 1 hingga 3 bisa memperoleh promo untuk daya 450 VA hingga 53.000 VA. Promo ini berlangsung sejak 20 Februari sampai dengan 12 April 2025.
“Kami berharap promo ini dapat memberikan kemudahan serta kenyamanan bagi masyarakat dalam menjalankan ibadah di bulan Ramadan. Momentum ini akan menjadi kesempatan yang baik bagi seluruh pelanggan karena kedepannya belum tentu akan ada promo seperti ini,” tambah Kwin Fo.
Sebagai gambaran untuk golongan Rumah Tangga, misalnya terdapat pelanggan dengan daya 900 VA yang ingin melakukan naik daya ke 2.200 VA. Jika pada kondisi normal pelanggan tersebut harus menyiapkan Rp1.560.000, kini cukup membayar Rp144.600 ditambah Uang Jaminan Layanan (UJL) sebagai biaya jaminan atas penggunaan listrik selama menjadi pelanggan PLN Batam.
“Untuk mendapatkan promo ini, pelanggan hanya perlu berkunjung ke Kantor Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) yang terletak di Batam Center, Nagoya, Batu Aji, atau Tiban dengan membawa identitas diri dan bukti rekening pembayaran terakhir. Bisa juga menghubungi Contact Center PLN Batam di (0778) 5702 123, Pelayanan Virtual PLN Batam, atau media sosial PLN Batam. Petugas kami akan memberikan informasi dan membantu prosesnya dengan senang hati,” tutup Kwin Fo. (*)
Danlantamal IV Batam, Laksamana Pertama TNI Berkat Widjanarko menyerahkan tongkat komando kepada Letkol Laut (P) Harwoko Aji sebagai Danlanal Tanjungbalai karimun yang baru. f.sandi
batampos – Letkol Laut (P) Harwoko Aji, Senin (7/34) resmi menjabat sebagai Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Tanjungbalai Karimun menggantikan Letkol Laut (P) Anro Casona yang dipercyakan menjadi Komadan KRI Usman Harun 359. Proses serah terima jabatan (Sertijab) dipimpin langsung Komandan Lantamal IV Batam, Laksamana Pertama TNI Berkat Widjanarko di Aula Yos Sudarso Mako lanal tanjungbalai Karimun.
Komandan Lantamal IV Batam, Laksamana Pertama TNI Berkat Widjanarko usai memimpin prosesi Sertijab mengatakan, pejabat yang baru agar dilantik segera mengemban amanahnya dan terus menjalani silahturahmi.
“Jalan-jalan ke kampung bahari , singgah sebentar memakan kari. Walaupun pejabat tetap berganti, Tetap jalin silahturrahmi,” ujarnya diacara ramah tamah dengan sebuah pantun sebagai kata pembuka.
Sinergisitas, lanjut Danlantamal, harus terus terwujud. Dan, harus diakui upaya yang dilakukan pejabat lama telah berhasil. Jajaran Lantamal IV mengucap terima kasih atas dedikasi saudara (Letkol Laut (P) Anro Casanova, red) memimpin Lanal Tanjungbalai Karimun ini. Semoga sukses dengan jabatan baru sebagai Komandan KRI Usman Harus 359.
”Kepada pejabat Danlanal Tanjungbalai Karimun yang baru, Letkol Laut (P) Harwoko Aji, kita berharp dapat melanjutkan dan meningkatkan yang sudah ada saat ini. Semua itu dapat di wujudkan apabila ada tekad dan semangat dal;am menjalankan amanh dan tugas yang diberikan,” ungkap Jenderal bintang satu ini.
Data yang dihimpun Batam Pos, Lektol Laut (P) Harwoko Aji sebelum menjabat sebagai Danlanal Tanjungbalai Karimun bertugas di wilayah Lantamal III dengan jabatan yang cukup strategis. Pria kelahiran Provinsi Malang ini merupakan alumni AAL-49 tahun 2003. Pengalaman bertugas diantaranya pernah menjabat sebagai Wadan Detasemen III Komando Pasukan Katak (Kopaska) di wilayah Koarmada II. Kemudian, menjabat Komandan Detasemen II Kopaska. (*)
Suasana arus balik di Bandara Internasiobal Hang Nadim Batam, Senin (7/4). Foto. Cecep Mulyana/ Batam Pos
batampos – Aktivitas mudik dan arus balik Lebaran 2025 melalui Bandara Internasional Hang Nadim Batam berjalan lancar dan terkendali. Sejak dibukanya posko Lebaran pada 21 Maret hingga 7 April 2025, tercatat sebanyak 264.819 penumpang menggunakan penerbangan dari dan ke Batam.
Direktur Utama PT Bandara Internasional Batam (BIB), Pikri Ilham Kurniansyah menyampaikan jumlah ini tidak jauh berbeda dibandingkan periode Lebaran tahun 2024 yang mencatat 262.253 penumpang.
“Data yang tercatat ini sejak awal posko dibuka pada 21 Maret hingga kini, sudah ada sebanyak 264.819 penumpang, dengan rincian keberangkatan 145.516 dan kedatangan 119.303 penumpang,” jelas Pikri, Selasa (8/4).
Namun dari sisi jumlah penerbangan, terjadi penurunan sebesar 3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Tahun ini tercatat sebanyak 1.813 penerbangan selama masa mudik dan balik.
Menariknya, angkutan kargo justru mencatatkan kenaikan signifikan hingga 28 persen, mencapai 1.925 ton, jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
“Pada arus balik, khususnya pada 6 April kemarin, tercatat 18.029 penumpang. Tapi terjadi penurunan penerbangan hingga 8 persen dan penurunan jumlah penumpang sekitar 11 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu,” tambahnya.
Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang di sisa masa arus balik, pihak Bandara Hang Nadim telah mengajukan 65 penerbangan tambahan dari beberapa kota besar seperti Jakarta, Pekanbaru, Medan, Padang, dan Palembang.
Menurut Pikri, penurunan jumlah penumpang pada arus balik tahun ini dipengaruhi oleh kalender libur sekolah yang dimulai lebih awal. Hal ini membuat sebagian pemudik memilih kembali sebelum puncak arus mudik.
“Karena libur panjang, banyak pemudik yang memilih pulang sebelum 21 Maret. Ini membuat pergerakan penumpang tersebar dan tidak terkonsentrasi di masa puncak,” ujarnya.
Secara umum, proses arus mudik dan balik di Bandara Hang Nadim berjalan lancar tanpa kendala cuaca maupun gangguan teknis pesawat.
Pihak pengelola memastikan operasional bandara berjalan optimal dalam melayani penumpang selama periode Lebaran. (*)
Warga saat berfoto di Jembatan I Barelang. Foto. Polsek Sagulung untuk Batam Pos
batampos – Setelah melewati masa libur panjang Idul Fitri, suasana di kawasan wisata pantai Barelang mulai kembali normal. Arus kunjungan masyarakat yang sempat membludak selama libur Lebaran kini perlahan menurun, seiring dengan masyarakat yang kembali ke aktivitas rutin harian mereka.
Selama masa liburan, kawasan pantai di Barelang menjadi destinasi favorit warga untuk berwisata bersama keluarga. Namun kini, suasana tersebut mulai berangsur sepi. Aktivitas masyarakat sudah kembali seperti biasa, menandai berakhirnya euforia libur panjang Lebaran.
Meski demikian, aparat kepolisian tetap mengimbau masyarakat untuk terus waspada dan menaati aturan yang berlaku. Kapolsek Galang, Iptu Alex Yasral menegaskan, meskipun pengamanan di lokasi wisata mulai dilonggarkan, masyarakat tetap diminta menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), baik di tempat tinggal maupun tempat kerja.
“Kami pastikan selama libur Lebaran kemarin, situasi kawasan wisata di Barelang dikawal dengan baik. Tidak ada gangguan atau hambatan yang berarti,” ujar Iptu Alex Yasral.
Ia juga menyebut bahwa lonjakan pengunjung memang terjadi, namun kondisi tetap aman dan terkendali berkat kerja sama semua pihak. Pos pengamanan terpadu yang berada di Jembatan I Barelang juga mulai menunjukkan pelonggaran penjagaan. Meski begitu, petugas masih bersiaga untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.
Kapolsek Sagulung, Iptu Rohandi Tambunan turut mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga situasi kamtibmas di lingkungan masing-masing. Ia menegaskan bahwa tanggung jawab menjaga keamanan bukan hanya milik aparat, melainkan semua pihak.
Salah satu fokus pengamanan yang tetap dipertahankan adalah di sekitar Jembatan I Barelang. Lokasi ini dikenal rawan menjadi titik aksi bunuh diri dengan cara terjun dari jembatan. Petugas akan terus melakukan pemantauan rutin guna mencegah insiden serupa terjadi.
“Jangan lagi lah, hargai hidup ini. Kalau ada masalah, carilah jalan keluar. Jangan sampai berakhir dengan bunuh diri. Selalu ada solusi untuk setiap persoalan, ” imbau Kapolsek.
Pihak kepolisian juga membuka diri bagi masyarakat yang ingin berkonsultasi atau membutuhkan bantuan, khususnya terkait masalah psikologis. Upaya ini dilakukan sebagai bentuk pencegahan dan kepedulian terhadap kesehatan mental masyarakat.
Dengan kembalinya suasana normal di kawasan wisata dan penguatan imbauan kepada warga, diharapkan stabilitas kamtibmas dapat terus terjaga. Polisi mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terus bersinergi menjaga keamanan dan ketertiban bersama. (*)
Jalan rusak S Parman, Seibeduk. Foto. Eusebius Sara/ Batam Pos
batampos – Jalan berlubang di Kecamatan Seibeduk, Kota Batam, kembali memakan korban. Kondisi jalan yang semakin rusak membuat pengendara motor rentan mengalami kecelakaan. Kejadian terakhir terjadi pada Senin (8/4), ketika sejumlah pengendara motor mengalami kecelakaan akibat lubang yang dalam di sekitar Terminal Mukakuning.
Jalan S Parman yang membentang dari kawasan industri Mukakuning hingga pemukiman warga di Tanjungpiayu dan Kampung Bagan, kini dalam kondisi rusak parah. Lubang-lubang besar tersebar hampir di sepanjang ruas jalan tersebut, membuat perjalanan warga menjadi sangat berbahaya, terutama saat malam hari.
“Kami sangat berharap pemerintah kota maupun provinsi segera turun tangan. Sudah terlalu banyak korban kecelakaan di jalan ini. Kami yang pulang kerja malam sering ketiban sial karena jalan berlubang,” ujar Surya, warga Seibeduk yang mengaku hampir setiap hari melewati jalur itu.
Menurut pantauan warga, kerusakan paling parah berada di jalur menuju Kampung Bagan. Tidak hanya lubang besar, jalanan juga tidak memiliki pencahayaan yang memadai, memperburuk situasi di malam hari. Kecelakaan yang melibatkan kendaraan roda dua kerap terjadi, bahkan hingga menelan korban jiwa.
Syamsuddin, warga lain yang juga pengguna jalan tersebut, menyuarakan keprihatinannya. Ia menilai kondisi ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut. “Ini jalan utama yang dilalui ribuan warga setiap hari. Pemerintah harus cepat tanggap, jangan tunggu makin banyak korban,” tegasnya.
Desakan masyarakat semakin menguat, terutama ditujukan kepada Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, dan Gubernur Kepri, Ansar Ahmad. Mereka diharapkan segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki jalan S Parman agar tidak lagi membahayakan keselamatan warga.
Menanggapi keluhan masyarakat, Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam, Suhar, menyatakan bahwa pihaknya telah mulai menindaklanjuti laporan tersebut. Menurutnya, saat ini tim teknis sudah melakukan opname atau pengukuran awal terhadap kondisi jalan.
“Hasil opname nanti akan kami sampaikan kepada pimpinan, dalam hal ini Wali Kota Batam, untuk menentukan langkah perbaikan yang akan dilakukan,” kata Suhar saat dikonfirmasi pada Senin (8/4).
Ia menambahkan, rencana perbaikan menyeluruh sudah disiapkan, namun untuk saat ini masih menunggu proses pengumpulan data lapangan.
Meski demikian, masyarakat berharap pemerintah tidak terlalu lama dalam mengambil keputusan. Mengingat jalan tersebut merupakan akses vital bagi ribuan warga yang bekerja dan tinggal di kawasan Seibeduk dan sekitarnya, tindakan cepat dinilai sebagai kebutuhan mendesak.
Dengan meningkatnya tekanan dari masyarakat, diharapkan baik Pemerintah Kota Batam maupun Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dapat segera merealisasikan perbaikan jalan tersebut demi keselamatan dan kenyamanan warganya. (*)
Upaya pencarian pemancing tenggelam terus dilakukan.
batampos – Upaya pencarian terhadap Willy Pakpahan (28), pemancing yang dilaporkan hilang usai terjatuh dari speedboat di perairan sekitar Pulau Belakang Padang, Batam, masih terus dilakukan. Hingga Selasa (8/4), pencarian korban masih nihil.
Tim SAR gabungan dari Basarnas, Ditpolairud Polda Kepri, dan instansi terkait lainnya terus melakukan penyisiran di perairan barat Pulau Batam.
“Pencarian hari ini kami perluas hingga 2 sampai 3 mil laut dari lokasi awal jatuhnya korban. Kendalanya hanya cuaca yang kurang mendukung karena hujan,” ujar Kepala Basarnas Kepri, Fazzli, melalui Kepala Pos SAR Batam, Dedius.
Diketahui, Willy Pakpahan yang merupakan warga Lubuk Baja, Kota Batam, dikabarkan terjatuh dari speedboat saat memancing di wilayah perairan Belakang Padang, Rabu (2/4) sekitar pukul 18.00 WIB. Sebelum berangkat, korban sempat berpamitan kepada istrinya.
Keesokan harinya, Kamis (3/4) sekitar pukul 08.00 WIB, salah satu teman korban menghubungi keluarga dan menyampaikan bahwa Willy terjatuh ke laut saat memancing. Teman korban juga menyerahkan satu unit handphone milik Willy kepada pihak keluarga. Menindaklanjuti kabar tersebut, kakak korban, Keti Pakpahan, melaporkan kejadian ini ke Direktorat Polairud Polda Kepri.
Setelah menerima laporan, Kantor Pencarian dan Pertolongan Tanjungpinang segera melakukan koordinasi awal (precom) dan komunikasi lanjutan (excom) dengan unsur-unsur terkait, termasuk Ditpolairud Polda Kepri.
Pada hari yang sama, Kamis (3/4) pukul 07.28 WIB, tim Rescue Pos SAR Batam yang beranggotakan lima orang dikerahkan menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) 03 dari Dermaga Basarnas Sekupang menuju lokasi kejadian sejauh 5 mil laut. Selanjutnya, pada pukul 08.50 WIB, tim dari Ditpolairud Polda Kepri bergabung di lokasi pencarian.
Penyisiran difokuskan di wilayah Perairan Pulau Batu Berhenti, Pulau Nirup, serta pulau-pulau kecil di sekitar perairan barat Pulau Batam. Perluasan pencarian juga dilakukan ke arah utara dan selatan lokasi jatuhnya korban sejauh 2 hingga 3 mil laut, mengikuti arus laut dan arah angin.
Meski pencarian dilakukan secara intensif hingga pukul 18.00 WIB setiap harinya, hasilnya masih nihil.
“Kami terus melakukan evaluasi setiap hari untuk mengatur strategi pencarian berikutnya, termasuk memperhitungkan faktor cuaca dan arus laut,” tambah Dedius.
Operasi pencarian akan terus dilanjutkan, dengan harapan korban dapat segera ditemukan. (*)
Setiap tahun, setelah Hari Raya Idulfitri, masyarakat di Tanjungpinang menggelar tradisi khas yang disebut Halal Bihalal. Tradisi ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tapi juga momen sakral pemersatu warga perantauan di kampung halaman.
***
Suasana Halal Bihalal di perumahan Gang Melur Jalan Kemboja Tanjungpinang. F. Dokumentasi Pribadi Nurlailis
Tradisi Halal Bihalal penting untuk mempererat kembali hubungan yang sempat terputus oleh jarak, kesibukan, dan waktu. Terutama bagi warga perantauan, halal bihalal menjadi alasan kuat untuk pulang ke kampung halaman dan berkumpul bersama keluarga besar.
Halal bihalal merupakan tradisi yang khas Indonesia, tidak ditemukan di negara lain meskipun sama-sama merayakan Idulfitri atau Lebaran. Akar budaya ini diyakini sudah ada sejak zaman dahulu yang menyebar luas ke seluruh penjuru nusantara, termasuk Tanjungpinang.
Meskipun demikian, inti dari tradisi Halal Bihalal yang berlangsung selama satu bulan ini adalah saling memaafkan, menghapus kesalahan, dan memulai lembaran baru dalam suasana penuh kekeluargaan dan kebersamaan.
Bagi warga perantauan, momen Halal bihalal menjadi sangat spesial dan menjadi sakral. Setelah berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun merantau untuk bekerja atau menimba ilmu, momen Lebaran adalah waktu yang dinantikan untuk pulang kampung halaman dan bertemu keluarga.
Dalam acara halal bihalal, warga perantauan yang pulang ke kampung halaman, tidak hanya bersilaturahmi dengan keluarga inti. Namun juga dengan tetangga, teman masa kecil hingga tokoh masyarakat.
Halal Bihalal di kampung halaman juga menjadi ajang memperkenalkan anggota keluarga baru terutama bagi pasangan muda yang baru menikah dan memanfaatkan momen Halal Bihalal untuk memperkenalkan keluarga baru ke keluarga besar.
Tak hanya itu, pertemuan pada momen Halal Bihalal ini juga dapat saling mempertemukan kembali sahabat masa kecil yang kini telah berkeluarga sehingga menciptakan momen nostalgia yang menyenangkan dan tidak terlupakan.
Secara umum, kegiatan Halal Bihalal digelar secara kolektif di rumah keluarga besar, masjid, sekolah atau rumah tokoh masyarakat hingga kantor. Halal Bihalal juga biasanya diisi dengan sambutan, tausiah keagamaan, pembacaan doa, dan tentu saja sesi saling bersalaman dan bermaaf-maafan.
Tidak ketinggalan, sajian khas Lebaran seperti ketupat, lontong, opor ayam, rendang dan kue-kue tradisional serta makanan khas lainnya, turut memeriahkan suasana Halal Bihalal di kampung halaman.
Tidak hanya sebagai wadah untuk menyatukan kembali tali persaudaraan antarwarga yang mungkin sempat renggang, dalam beberapa kesempatan, Halal Bihalal dijadikan ajang tempat berkumpul antarwarga untuk bermusyawarah membahas berbagai kegiatan sosial.
Melalui halal bihalal, nilai-nilai toleransi, gotong royong, dan kepedulian sosial kembali diperkuat. Inilah yang menjadikan tradisi Halal Bihalal begitu spesial dan istimewa dan harus terus dilestarikan ke generasi mendatang.
Meskipun zaman terus berubah dan teknologi semakin memudahkan komunikasi, tradisi Halal bihalal di kampung halaman, harus tetap dipertahankan. Karena Halal Bihalal, menjadi sebuah bukti bahwa tradisi kearifan lokal, masih menjadi penerang dalam menjaga hubungan silaturahmi dan hubungan sosial antarmanusia.
Momen Mempererat Hubungan Sosial Semua Kalangan Salah seorang warga perantauan yakni Nurlailis, 51, mengatakan selepas gema takbir Idulfitri mereda, suasana di kampung halamannya yakni di Gang Melur Jalan Kemboja Tanjungpinang, justru semakin semarak dam meriah.
Sejak pagi hari, warga dan tetangga dari berbagai penjuru kampung berkumpul dan silaturahmi di untuk mengikuti tradisi tahunan yang sudah mendarah daging yaitu Halal Bihalal.
Pada zaman modern saat ini, kata Nurlailis, sebagian warga memilih mengirim ucapan selamat Lebaran dan saling memaafkan lewat pesan singkat atau melalui media sosial. Namun baginya, pulang ke kampung halaman dan Halal Bihalal, dapat menunjukkan momen kehangatan dan kedekatan.
“Setiap tahun kami bersama suami dan anak pasti pulang, meskipun harus cuti. Momen ini bukan cuma soal Lebaran, tapi kesempatan bertemu keluarga besar dan teman lama,” kata Nurlailis yang berprofesi sebagai guru Madrasah di Jakarta ini.
Menurutnya, tradisi Halal Bihalal bukan sekadar ajang bersalaman atau bermaaf-maafan. Bagi warga Gang Melur, Halal Bihalal adalah ajang perekat hubungan sosial yang mempertemukan semua kalangan, dari anak-anak, orang tua hingga perantau yang pulang kampung.
“Momen sakral pertemuan dengan keluarga besar, tetangga dan teman masa kecil adalah kekuatan utama dalam menjaga hubungan sosial dan tali persaudaraan,” sebut perempuan kelahiran Tanjungpinang ini.
Nurlailis menjelaskan, saat momen Halal Bihalal ini biasanya, orang tua dipersilakan untuk duduk, sementara yang muda dengan tertib menghampiri untuk mencium tangan orang tua sebagai simbol penghormatan. Tidak jarang pula momen haru kebahagiaan, mewarnai pertemuan sakral tersebut, terutama bagi keluarga yang lama tidak berjumpa.
Usai prosesi saling maaf memaafkan yang diselimuti momen bahagia dan penuh haru, acara Halal Bihalal kemudian dilanjutkan dengan prosesi makan bersama, menikmati berbagai aneka hidangan khas Lebaran.
“Dulu waktu kami kecil, kami hanya ikut-ikutan. Sekarang kami paham, ini tradisi yang penting agar kita tetap rukun. Kami ingin anak-anak kami juga tumbuh dengan nilai-nilai kebersamaan seperti ini,” tutup Nurlailis. (*)