Sabtu, 21 Februari 2026
Beranda blog Halaman 1581

ASDP Batam Catat Jumlah Penumpang Meningkat Selama Lebaran, Kendaraan Angkutan Turun Hingga 20 Persen

0
Pelabuhan ASDP Telagapunggur. Foto. Aziz Maulana/ Batam Pos

batampos – PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Batam mencatat adanya peningkatan signifikan pada jumlah penumpang selama masa angkutan Lebaran 2025, meskipun terjadi penurunan pada jumlah kendaraan yang menyeberang dibandingkan tahun sebelumnya.

General Manager PT ASDP Cabang Batam, Hermin Welkis, mengungkapkan bahwa jumlah penumpang pejalan kaki meningkat sebesar 10 persen secara keseluruhan.

Sebaliknya, kendaraan roda dua tercatat menurun 9 persen, roda empat turun 12 persen, dan kendaraan angkutan muatan mengalami penurunan paling tajam sebesar 20 persen.

“Tren mudik tahun ini menunjukkan adanya pergeseran pola. Masyarakat memanfaatkan libur panjang sebelum puncak mudik untuk bepergian lebih awal, sehingga arus penumpang lebih terurai dan tidak menumpuk pada hari-hari mendekati puncak mudik maupun arus balik,” ujar Hermin, Rabu (9/4).

ASDP mencatat bahwa rute favorit pemudik masih didominasi oleh jalur Telagapunggur – Tanjunguban, Bintan. Sementara untuk lintasan jarak jauh seperti Tanjung Buton, Riau dan Kuala Tungkal, Jambi, lonjakan penumpang terjadi pada H-3 dan H+3 Lebaran.

“Kami melihat pola baru dari perilaku pemudik yang lebih memilih keberangkatan lebih awal dan kepulangan lebih lambat, ini membantu kami dalam pengelolaan operasional pelabuhan,” tambah Hermin.

Hermin turut mengapresiasi kerja sama lintas sektor, khususnya dengan Dinas Perhubungan Provinsi Kepulauan Riau serta aparat penegak hukum, yang telah bersinergi dalam menjaga kelancaran dan keamanan selama arus mudik dan balik Lebaran tahun ini.

Dengan pola baru mudik yang lebih terdistribusi, ASDP optimistis dapat terus meningkatkan pelayanan dan efisiensi operasional di masa-masa mendatang.

“Tanpa dukungan penuh dari instansi terkait, tentu kelancaran arus mudik yang minim kendala ini tidak akan bisa tercapai,” ujarnya. (*)

Reporter: Aziz Maulana

Artikel ASDP Batam Catat Jumlah Penumpang Meningkat Selama Lebaran, Kendaraan Angkutan Turun Hingga 20 Persen pertama kali tampil pada Metropolis.

Merasa Dirugikan, Warga Marok Tua Minta PT Hermina Jaya Bayar Konpensasi dan Kembalikan Surat Tanah

0
Audiensi warga Marok Tua dengan PT Hermina Jaya dan beberapa Stakeholder yang bersangkutan di kantor UPP Dabo Singkep, Selasa (8/4). F. Vatawari/BATAM POS

batampos– Warga Desa Marok Tua, Kecamatan Singkep Barat, Kabupaten Lingga, menggelar audiensi dengan pihak PT Hermina Jaya (HJ) dan Kepala Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Dabo Singkep, Selasa (8/4). Masyarakat Marok Tua merasa pihak PT Hermina Jaya tidak konsisten dengan kesepakatan yang sudah di tandatangani antara kedua belah pihak terkait kompensasi atas pinjam lahan.

Audiensi yang dilakukan di ruang rapat Kantor UPP Dabo Singkep ini merupakan buntut dari aksi penyetopan aktivitas loading bauksit oleh sejumlah elemen masyarakat dan organisasi kemasyarakatan.

Tindakan penyetopan yang dilakukan oleh Organisasi Masyarakat (Ormas) Melayu Raya Kabupaten Lingga bersama Ormas Elang Laut dan Laskar Merah Putih, yang menyoroti aktivitas bongkar muat bauksit PT Hermina Jaya di Desa Marok Tua.

BACA JUGA: Lakukan Aktivitas Loading Bauksit, PT Hermina Jaya Dianggap Tidak Menghargai Putusan Persidangan

Padahal, perusahaan tersebut tengah bersengketa hukum dengan PT Karya Raya Adi Pratama (KRAP) yang pada hasil putusan di Pengadilan Negeri Batam, Pihak PT KRAP dinyatakan sebagai pihak yang menjadi pemilik atas Stok Bauksit yang ada di Desa Marok Tua dan perkara ini masih dalam proses banding di Pengadilan Tinggi Kepulauan Riau.

Ketua Melayu Raya Lingga, Zuhardi, dalam pernyataannya menegaskan bahwa masyarakat meminta PT Hermina Jaya untuk menyelesaikan hak-hak masyarakat yang telah terabaikan selama hampir 15 tahun, termasuk pengembalian surat tanah dan pembayaran kompensasi yang belum ditunaikan.

“Kami tidak ingin satu butir pun bauksit diangkut keluar dari wilayah kami sebelum hak masyarakat diselesaikan. Jika tetap dilakukan, kami siap menggalang mosi tidak percaya terhadap UPP, Pemerintah Kecamatan, dan aparat kepolisian. Bahkan kami akan membawa persoalan ini ke pemerintah pusat,” tegas Zuhardi, Selasa (8/4)

Selanjutnya, salah satu perwakilan dari warga Marok Tua yang ikut dalam audiensi itu menyampaikan agar pihak PT Hermina Jaya untuk menyelesaikan pembayaran terhadap uang pinjam lahan dan segera memulangkan sertifikat tanah milik mereka yang saat ini masih ada pada pihak PT HJ.

“Saat melakukan loading bauksit berarti pihak PT HJ telah melakukan aktivitas penambangan. Di dalam surat perjanjian yang kami tandatangani ketika pihak PT sudah melakukan aktivitas penambangan mereka hari membayar penuh uang pinjaman lahan kepada masyarakat,” ungkap salah seorang warga Marok Tua.

Diketahui, PT Hermina Jaya tetap menjalankan aktivitas pemuatan terhadap sekitar 180.000 ton stok bauksit di lokasi yang disengketakan, meskipun putusan Pengadilan Negeri Batam dalam perkara Nomor 319/Pdt.G/2024/PN Batam telah mengabulkan gugatan PT KRAP.

Situasi ini menuai berbagai reaksi keras dari masyarakat yang menilai PT Hermina Jaya tidak menghormati proses hukum yang sedang berjalan dan tidak konsisten dengan apa yang sudah disepakati.

Warga dan organisasi yang terlibat mendesak pihak terkait untuk bersikap tegas dan mengedepankan kepentingan serta hak masyarakat lokal. (*)

Reporter: Vatawari

Artikel Merasa Dirugikan, Warga Marok Tua Minta PT Hermina Jaya Bayar Konpensasi dan Kembalikan Surat Tanah pertama kali tampil pada Kepri.

10 Grup J-Pop yang Siap Mengguncang Industri Musik Global

0
Ilustrasi BE:FIRST, salah satu grup Jepang yang sedang bersinar. (Antara)

batampos – Kendati saat ini musik K-pop asal Korea Selatan terlihat mendominasi industri musik global, namun musik pop Jepang tak kalah agresifnya mulai memasuki industri musik global.

Musik pop Jepang dipandang lambat memasuki pasar global. Awalnya musik pop Jepang sempat terisolasi karena distribusi yang terbatas serta hanya berfokus pada pasar domestik.

Pandemi covid-19 membalikkan situasi ini. Sejak dimulainya era Reiwa ini seperti membuka pintu bagi bintang-bintang baru di Jepang untuk meraih popularitas global melalui musik pop Jepang.

Baca juga: Film Mickey 17 Cetak Rekor Box Office di Korea

Hal ini memicu banyaknya gelombang boy group dan girl group baru yang kompetitif serta menandai potensi pertumbuhan J-pop untuk mendunia.

Dilansir dari laman Grammy pada Senin (7/4), ada 10 boy group dan girl group di Jepang yang saat ini dinilai tengah bersinar serta akan mewarnai lahirnya era baru pada dunia permusikan Jepang.

Ini daftar 10 boy group dan girl group yang sedang bersinar di Jepang menurut Grammy.

1. SixTONES
SixTONES merupakan grup asal Jepang dari agensi Starto Entertaiment yang debut pada tahun 2020 melalui single “Imitation Rain” yang digubah oleh Yoshiki.

Grup ini menonjolkan kekuatan vokal grup serta gaya mereka yang cenderung teatrikal. Hal ini membuat mereka menjadi salah satu grup idola pria yang paling terkemuka di Jepang.

Saat ini, grup SixTONES sedang menjalani tur konser di lima kota besar di Jepang. Menunjukkan bahwa mereka memiliki popularitas yang berkelanjutan.

2. JO1
JO1 merupakan grup beranggotakan 11 orang yang terbentuk melalui ajang kontes “Produce 101 Japan” pada tahun 2019. Meskipun begitu, mereka debut di tahun 2020 dan berhasil mencapai popularitas yang sukses.

Untuk merayakan tahun kelima debut mereka, JO1 merilis album “Be Classic” dan saat ini sedang aktif menjalani tur global.

Baca juga: Tips Atasi Migrain di Rumah

3. NiziU
NiziU merupakan grup hasil bentukan JYP Entertaiment melalui program “Nizi Project”.

Grup satu ini merupakan bagian dari strategi globalisasi K-pop melalui pasar Jepang. Meskipun begitu, NiziU berhasil meraih popularitas mereka dengan lagu pra-debut “Make You Happy”.
Selain itu, NiziU juga sukses merambah pasar Korea Selatan dan menjadi grup asing pertama yang menang di acara musik Korea.

4. BE:FIRST
BE:FIRST merupakan grup yang debut pada tahun 2021 melalui program “THE FIRST”. Grup ini sendiri merupakan bagian dari agensi BMSG yang dibentuk oleh rapper terkenal asal Jepang, Mitsuhiro Hidaka atau yang dikenal sebagai SKY-HI.

Sejak debut dengan lagu “Gifted”, BE:FIRST telah berkembang pesat hingga berhasil sukses menjalani tur dome di Jepang. Saat ini, mereka juga bersiap untuk tur internasional pertama mereka, dimulai di Los Ageles pada 22 April 2025.

5. INI
INI merupakan grup Jepang bentukan Produce 101 Japan, sama seperti JO1. Grup ini menampilkan beragam bakat, mulai dari rap hingga vokal yang kuat serta penampilan serba bisa. Saat ini, grup INI berhasil sukses dengan mencapai puncak melalui
konser di Kyocera Dome serta penjualan jutaan kopi melalui EP “THE FRAME”.

6. Naniwa Danshi
Grup ini merupakan bentukan dari Starto Entertaiment, di mana semua anggota mereka berasal dari area Jepang bagian barat atau area Kansai. Untuk itulah mereka dinamai “Naniwa Danshi” yang berarti “anak laki-laki dari Naniwa atau Osaka”.

Grup Naniwa Danshi terkenal dengan musik mereka yang ceria seperti dalam lagu debut mereka “Ubu Love”. Selain itu, keaktifan dan kreatifitas mereka membuat grup ini menjadi
salah satu pemain utama di industri J-pop dengan popularitas
konsisten.

7. XG
Grup XG dikenal dengan gaya busana mereka yang unik dan juga ikonik. Apalagi, mereka juga memperluas jangkauan dan target pasar mereka di internasional, seperti melakukan tur internasional pertama hingga ke Amerika Latin sampai puncaknya tampil di Tokyo Dome pada 14 Mei mendatang. Selain itu, grup ini akan menjadi satu-satunya artis Jepang yang tampil di Coachella 2025.

8. Fruit Zipper
Grup satu ini menampilkan perpaduan gaya Jepang yang unik serta budaya Harajuku yang ikonik. Fruit Zipper sendiri merupakan grup dari agensi KAWAII LAB yang debut pada
bulan April 2022.

Baca juga: Kebiasaan yang Dilakukan Orang Agar Bangun Pagi dengan Segar dan Bugar

Lagu mereka seperti “Watashi no Ichiban Kawaii Tokoro” berhasil viral di TikTok dan membuat mereka berhasil memenangkan penghargaan Best New Artist pada menyelenggaraan Japan Record Awards 2023.

9. Number_i
Grup satu ini merupakan bentukan dari mantan anggota King and Prince, yaitu Sho Hirano, Yuta Jinguji, dan Yuta Kishi yang memulai babak baru di bawah agensi Tobe setelah meninggalkan Starto Entertaiment. Number_i memulai debut mereka dengan lagu “GOAT” pada awal tahun 2024 dan langsung meraih sukses di tangga lagu Jepang.

Selain itu, tahun 2024 juga mereka berhasil tampil di Coachella 2024. Saat ini, Number_i akan kembali menjalani penampilan global mereka pada Mei mendatang di Head in The Clouds Festival yang akan diselenggarakan di Los Angeles, Amerika Serikat.

10. ME:I
Sama seperti JO1 dan INI, grup ME:I merupakan grup perempuan yang terbentuk dari acara “Produce 101 Japan” musim ketiga. Grup ini beranggotakan 11 orang dan berhasil
memikat audiens melalui musik mereka yang ceria dan enerjik. Setelah merilis dua EP, mereka berhasil memenangkan penghargaan Best New Artist di Japan Record Awards 2024 dan tampil pada cara bergengsi Kouhaku Uta Gassen. (*)

Sumber: Jpgroup

Artikel 10 Grup J-Pop yang Siap Mengguncang Industri Musik Global pertama kali tampil pada Lifestyle.

Amsakar Instruksikan Eksekusi 5 Kebijakan Prioritas di Triwulan Kedua

0
Amsakar Achmad. Foto. Humas BP Batam

batampos – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memerintahkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk segera mengeksekusi lima kebijakan publik pada triwulan kedua tahun ini.

Langkah tersebut diambil untuk memastikan pelayanan publik berjalan maksimal dan manfaat kebijakan dapat segera dirasakan oleh masyarakat.

“Karena sudah triwulan pertama, kita minta di triwulan kedua ini sudah dieksekusi. Jadi kalau diperlukan peraturan wali kota atau peraturan kepala dinas, ya segera itu diformulasikan,” kata Amsakar, Selasa (8/4).

Kelima kebijakan publik tersebut meliputi program Batam Bersih, pemberian pakaian sekolah gratis, pinjaman tanpa bunga untuk pelaku UMKM hingga Rp20 juta, peningkatan pelayanan air bersih, serta penanganan banjir. Kebijakan-kebijakan ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap kebutuhan dasar masyarakat.

Selain lima kebijakan utama, Pemko Batam juga akan memberikan perhatian khusus terhadap sektor ketenagakerjaan, terutama dalam mendukung pelaku usaha lokal. Pemerintah akan mendorong percepatan perizinan usaha bagi pelaku usaha di daerah.

Amsakar menyampaikan, pelaku usaha akan diberikan insentif berupa kemudahan layanan perizinan, pengurangan biaya administrasi, serta penyederhanaan birokrasi.

“Kita akan memperpendek rentang kendali pelayanan agar lebih efisien dan bersahabat bagi dunia usaha,” katanya.

Amsakar yang juga menjabat sebagai Kepala BP Batam, menyoroti sejumlah persoalan perizinan yang selama ini masih harus ditangani di Jakarta, seperti urusan reklamasi, hingga AMDAL. Menurutnya, bila proses itu dapat diambil alih oleh BP Batam, pelayanan akan lebih cepat karena BP Batam merupakan representasi pemerintah pusat di daerah.

Untuk mendukung hal ini, Amsakar meminta para deputi di BP Batam agar mulai mempersiapkan forum dialog dengan para pelaku usaha. Dialog ini diharapkan menjadi wadah untuk menyerap aspirasi dan masukan yang konstruktif.

Sejumlah organisasi pelaku usaha juga akan dilibatkan dalam forum tersebut, di antaranya Kadin, APINDO, TIER, SITIAK, IDA, DESOA, IBERINDU, HKI, serta perwakilan kawasan industri lainnya. Pemko Batam bertekad menciptakan ekosistem usaha yang lebih sehat, kompetitif, dan inklusif.

“InsyaAllah kita akan persiapkan pertemuan ini sebaik mungkin untuk menggali saran dan masukan dari pelaku usaha. Kita ingin memastikan bahwa kebijakan yang dilahirkan benar-benar efektif dan sesuai dengan kebutuhan mereka,” katanya. (*)

Reporter: Arjuna

Artikel Amsakar Instruksikan Eksekusi 5 Kebijakan Prioritas di Triwulan Kedua pertama kali tampil pada Metropolis.

Bupati Bintan: Tak Bisa Ikut Lajunya Kereta, Kepala OPD Bintan akan Dievaluasi

0
Bupati Bintan, Roby Kurniawan saat memimpin rapat perdana hari pertama kerja usai libur lebaran di kantor Bupati Bintan, Bintan Buyu, Selasa (8/4/2025). F.Slamet Nofasusanto/Batam Pos.

batampos– Bupati Bintan, Roby Kurniawan memberikan sinyal kepada kepala organisasi perangkat daerah (OPD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan untuk dievaluasi.

“Kalau sudah tidak bisa mengikuti ibaratnya lajunya kereta Bintan ini, kita akan evaluasi,” ungkap Roby usai memimpin rapat perdana hari pertama kerja usai libur lebaran di kantor Bupati Bintan, Bintan Buyu, Selasa (8/4/2025).

Menurutnya, evaluasi bisa berupa pembinaan dan mendorong kepala OPD untuk berinovasi.

BACA JUGA: 9 Pimpinan OPD Lingga Resmi Dimutasi: Rotasi Jabatan Didukung Rekomendasi KASN dan Kemendagri

Masih menurutnya, evaluasi dilakukan untuk meningkatkan komunikasi dan kerja sama antar OPD guna mendukung visi pemerintahan “Bintan Juara.”

Selain itu, ia berharap agar seluruh kepala OPD hendaknya dapat saling mendukung dan menghasilkan terobosan yang bermanfaat bagi masyarakat Kabupaten Bintan.

Evaluasi kinerja akan dilakukan secara menyeluruh kepada seluruh Kepala OPD Bintan guna memaksimalkan efektivitas kerja dan inovasi yang diberikan apakah sudah sesuai dengan target dan harapan masyarakat.

Selain evaluasi kinerja, menurut rencana akan digelar retreat yang terinspirasi dari retret kepala daerah di Magelang beberapa waktu lalu.

Tujuannya adalah untuk membangun semangat kerja sama timantar OPD di Kabupaten Bintan.

Namun, konsep di Bintan kali ini disederhanakan dan tidak akan menggunakan anggaran APBD.

“Nanti akan ada pembekalan juga bersama narasumber dan wajib diikuti seluruh kepala OPD,” pungkasnya. (*)

Reporter: Slamet

Artikel Bupati Bintan: Tak Bisa Ikut Lajunya Kereta, Kepala OPD Bintan akan Dievaluasi pertama kali tampil pada Kepri.

Hujan di Batuaji, Sagulung dan Marina, Banjir Ganggu Aktivitas Warga

0
Pengendara menerobos genangan air di jalan akibat hujan. f.eusebius sara

batampos– Hujan deras yang mengguyur wilayah Batam pada Rabu (9/4) siang menyebabkan banjir di sejumlah titik, terutama di kawasan Batuaji dan Marina, Kelurahan Tanjungriau, Kecamatan Sekupang. Banjir ini tak hanya merendam jalan raya, tetapi juga menyusup ke pemukiman warga, membuat aktivitas harian masyarakat terganggu.

Pantauan di lapangan menunjukkan titik banjir paling parah terjadi di ruas Jalan R. Suprapto, tepatnya di kawasan simpang Taman Makam Pahlawan (TMP) Bulan Gebang, Batuaji. Air menggenangi seluruh ruas jalan dua jalur ini, membuat pengendara kesulitan melintas. Panjang ruas jalan yang terendam banjir mencapai setengah kilometer, mulai dari depan Perumahan Buana Raya hingga ke simpang TMP atau simpang Aviari.

Saking derasnya genangan, air di Simpang Tiga Aviari sudah menyatu dengan median jalan. Drainase yang ada tidak lagi terlihat fungsinya, karena seluruh permukaan jalan digenangi air. Pengendara terpaksa melaju perlahan, sementara pengendara sepeda motor harus mendorong kendaraan mereka agar tak mogok.

BACA JUGA: Hari Kedua Pencarian Pemancing Hilang di Belakangpadang, Cuaca Hujan Jadi Kendala

Beberapa sepeda motor yang nekat menerobos banjir akhirnya mengalami mogok. Situasi ini semakin memperparah kemacetan lalu lintas yang terjadi di wilayah tersebut. Warga sekitar, Indra, mengungkapkan kekesalannya atas kondisi ini yang menurutnya selalu terjadi setiap kali hujan deras mengguyur daerah Batuaji.

“Parah betul memang lokasi ini. Setiap hujan pasti banjir. Drainase memang lebar tapi tidak berfungsi normal. Lihat saja, air tak bisa keluar kemana-mana dan akhirnya naik ke jalan,” ujar Indra di lokasi kejadian.

Menurut warga, titik banjir ini merupakan jalur utama aliran air dari wilayah Batuaji menuju Sagulung, untuk selanjutnya bermuara ke perairan Sagulung. Namun, sistem drainase dan gorong-gorong yang tidak berfungsi dengan baik menyebabkan air tersumbat, menjadikan persimpangan ini sebagai titik rawan banjir setiap musim hujan.

Warga lainnya, Ardi, berharap pemerintah segera melakukan penanganan menyeluruh terhadap sistem drainase di kawasan Batuaji dan Sagulung. Menurutnya, penanganan yang parsial hanya akan memperpanjang persoalan karena aliran air tidak bisa lancar dari hulu ke hilir.

“Kalau Batuaji saja yang dibenahi, dan Sagulung bermasalah, ya sama saja. Air tetap tak bisa mengalir juga,” kata Ardi menambahkan.

Selain Batuaji, kawasan Marina juga mengalami hal serupa. Jalan Raya Marina City dan sejumlah pemukiman di sekitarnya ikut terendam banjir. Tak hanya membuat kendaraan sulit melintas, warga yang tinggal di pemukiman pun harus berjibaku menjaga rumah mereka dari genangan air.

Warga berharap agar permasalahan ini tidak dibiarkan berlarut-larut, mengingat banjir telah menjadi langganan tahunan yang selalu menyulitkan aktivitas masyarakat dan merusak infrastruktur jalan. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Hujan di Batuaji, Sagulung dan Marina, Banjir Ganggu Aktivitas Warga pertama kali tampil pada Metropolis.

Tarif Listrik Jadi Penyumbang Inflasi Batam

0
Lampu

batampos – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batam mencatat laju inflasi tahun ke tahun (year on year/yoy) pada Maret 2025 sebesar 2,53 persen, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 108,80. Angka ini menurun dibanding Maret 2024 yang mencatat inflasi sebesar 3,56 persen dan Maret 2023 sebesar 4,83 persen.

Kepala BPS Kota Batam, Eko Aprianto, mengatakan bahwa inflasi ini disebabkan oleh kenaikan harga pada delapan kelompok pengeluaran. Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya menjadi penyumbang inflasi tertinggi dengan kenaikan sebesar 11,23 persen.

“Inflasi Maret 2025 didorong oleh beberapa komoditas utama, seperti emas perhiasan, tarif listrik, sewa rumah, dan bahan makanan seperti minyak goreng, bayam, serta mie. Kenaikan juga terjadi pada kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 3,39 persen,” ujar Eko, Rabu (9/4).

Secara bulanan (month to month/m-to-m), inflasi Batam pada Maret 2025 tercatat sebesar 0,11 persen. Angka ini naik tipis dari Februari 2025 yang tercatat sebesar 108,68, menjadi 108,80 pada Maret. Sementara itu, secara tahunan (year to date/ytd), inflasi Batam mencapai 1,01 persen.

Eko menjelaskan, dari sisi kelompok pengeluaran, selain kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang menyumbang inflasi sebesar 0,66 persen, kelompok lainnya yang turut mendorong inflasi adalah makanan, minuman, dan tembakau (0,77 persen), perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga (0,55 persen), serta penyediaan makanan dan minuman/restoran (0,31 persen).

“Kelompok transportasi juga memberi andil sebesar 0,22 persen. Ini menunjukkan bahwa biaya logistik dan transportasi masih memengaruhi tekanan inflasi, khususnya dari angkutan udara dan pengiriman barang,” ungkapnya.

Meski sebagian besar kelompok mengalami kenaikan harga, terdapat kelompok yang mengalami penurunan indeks harga. Kelompok pendidikan mengalami deflasi sebesar 1,45 persen dengan andil 0,11 persen terhadap penurunan inflasi. Kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rumah tangga juga mengalami deflasi sebesar 0,20 persen.

“Komoditas yang menyumbang deflasi antara lain cabai merah, telur ayam ras, daging ayam ras, tomat, bawang merah, dan beberapa jenis ikan segar,” lanjut Eko.

Dibandingkan dua tahun sebelumnya, inflasi pada Maret 2025 tergolong terkendali. Hal ini menunjukkan stabilitas harga di Batam cukup terjaga, meskipun tekanan dari beberapa komoditas musiman dan harga global masih terasa.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap bijak dalam berbelanja, dan pemerintah daerah dapat terus memperkuat pengawasan serta menjaga distribusi komoditas agar inflasi tidak melonjak,” tutup Eko. (*)

Artikel Tarif Listrik Jadi Penyumbang Inflasi Batam pertama kali tampil pada Metropolis.

Akibat Tanah Terkikis, Rumah di Raden Saleh Tarempa Tertimpa Pohon Tumbang

0
Petugas gabungan sedang mengevakuasi pohon tumbang yang menimpa rumah Yuli di Jalan Raden Saleh, Kelurahan Tarempa, Anambas. f.Syamsir untuk Batam Pos

batampos– Hujan dengan intesitas tinggi yang terjadi pada Selasa, (8/4) sore lalu, membuat satu unit rumah di Jalan Raden Saleh, Kelurahan Tarempa tertimpa pohon tumbang.

Informasi yang didapat, rumah yang tertimpa pohon ini ditempati oleh Yuli bersama keluarganya.

Lurah Tarempa, Syamir mengatakan saat kejadian terdapat 3 orang yang sedang bersantai di dalam rumah.

BACA JUGA: Pohon di Tanjungpinang Tumbang Akibat Tersangkut Truk

“Mereka sadarnya pas ada suara dentuman, lalu Yuli keluar rumah dan melihat pohon menimpa rumahnya,” ujar Syamsir saat dikonfirmasi, Rabu, (9/4).

Korban, kata dia, sempat panik karena kalau tidak langsung ditangani kemungkinan rumah akan ambruk.

“Korban langsung hubungi saya selalu Lurah. Langsung saya turun bersama tim BPBD dan Damkar untuk membantu evakuasi pohon tumbang,” jelas Syamsir.

Berdasarkan analisanya, pohon tumbang dikarenakan tanah dibagian akar terkikis sehingga tidak mampu menahan pohon tersebut.

“Tumbang dari bawah, akarnya. Bukan tumbang tengah. Karena terkikis tanahnya itu ya karena curah hujan tinggi,” ujar Syamsir.

Dari peristiwa ini, korban mengalami kerugian 3 keping seng atau atap yang rusak. Kerugian ditaksir dibawah Rp 1 juta.

“Kita minta harga untuk berhati-hati jika cuaca sedang hujan lebat. Harus siaga dan jangan lengah,” kata Syamsir. (*)

Reporter : Ihsan Imaduddin

Artikel Akibat Tanah Terkikis, Rumah di Raden Saleh Tarempa Tertimpa Pohon Tumbang pertama kali tampil pada Kepri.

Anak SD Meninggal Usai Main di Gorong-gorong Tanjungpinang

0
Keluarga saat menunggu korban tenggelam di RSUP Raja Ahmad Tabib, Rabu (9/4). F. Mohamad Ismail/BATAM POS

batampos – Seorang bocah berinisial MO (12) dinyatakan meninggal dunia, usai tenggelam karena terbawa arus di gorong-gorong kawasan Jalan Batu Naga, Kota Tanjungpinang, Kepri pada Rabu (9/4).

Kejadian tersebut diketahui terjadi saat berlangsungnya hujan deras. Awalnya, BPBD dan Dinas Pemadam Kebakaran Tanjungpinang menerima informasi, terkait korban yang hanyut dan sempat nyangkut di dalam gorong-gorong.

Di lokasi kejadian, tim penyelamatan berhasil menahan kaki korban. Sementara bagian tubuh korban masih berada di dalam dan terendam air gorong-gorong yang atasnya tertutup.

BACA JUGA: Beri Edukasi Tentang Perlindungan Satwa, SD Negeri 004 Jemaja Lepas 200 Ekor Anak Penyu

“Kita datang, kaki korban sudah ditahan oleh petugas damkar. Agar korban tidak hanyut lebih jauh ke dalam,” kata Kepala BPBD Tanjungpinang, M. Yamin.

Setelah itu, petugas berusaha menyelamatkan korban dengan memecahkan tutup gorong-gorong, yang terbuat dari semen. Proses penyelamatan itu berlangsung selama lebih kurang 15 menit.

Setelah itu, korban dibawa ke Rumah Sakit terdekat untuk diberikan pertolongan. Kendati demikian, saat itu kondisi korban sudah tidak bergerak dan meninggal dunia saat perjalanan ke RSUP Raja Ahmad Tabib Tanjungpinang.

“Korban 15 menit di dalam air. Kondisi korban sudah tidak bernafas saat di perjalanan ke Rumah Sakit,” sebutnya.

Ia menambahkan, bahwa saat kejadian gorong-gorong di Jalan Batu Naga dalam kondisi deras. “Karena hujan deras. Kondisi airnya berwarna keruh dan bercampur pasir,” pungkasnya. (*)

Reporter: M Ismail

Artikel Anak SD Meninggal Usai Main di Gorong-gorong Tanjungpinang pertama kali tampil pada Kepri.

Aplikasi dengan Anggaran Rp 177 Juta Hanya Bertahan Sebulan, Kini Menghilang Bak Ditelan Bumi

0
Tangkap layar tampilan aplikasi SIAP-E yang hilang bak ditelan bumi, Selasa (8/4). F. Vatawari/BATAM POS

batampos– Sebuah aplikasi bernama Sistem Informasi Absensi Pegawai Elektronik (SIAP-E), yang sempat diluncurkan dengan gegap gempita dan menyedot anggaran daerah hingga Rp177,6 juta, kini menjadi teka-teki sunyi. Aplikasi yang digadang-gadang bakal menjadi tulang punggung pelayanan ASN itu hanya berfungsi selama satu bulan, setelah itu lenyap begitu saja.

SIAP-E bersamaan dengan lima aplikasi lainnya resmi diluncurkan pada 24 Juni 2022 dalam sebuah seremoni penuh harapan. Muhammad Nizar, selaku Bupati Lingga memimpin secara langsung peluncuran aplikasi ini di hadapan para pejabat tinggi Daerah, termasuk Ketua DPRD dan Kepala Ombudsman Kepri. Di atas panggung, janji digitalisasi pelayanan publik menggema. Tapi di balik layar, bencana digital perlahan mendekat.

Salah seorang narasumber yang tidak mau namanya di, saat kami konfirmasi mengatakan, aplikasi SIAP-E ini hanya berjalan satu bulan saja pasca diluncurkan. Namun, setelah satu bulan itu aplikasi tersebut sudah tidak dapat dioperasikan lagi.

“Itu aplikasi cuma jalan sekitar sebulan, habis itu ya… mati. Sekarang tak bisa dipakai sama sekali,” ujar salah satu ASN yang meminta identitasnya disembunyikan, Selasa (8/4).

BACA JUGA: Dukung Ekosistem Berkelanjutan, UMRAH Kenalkan Aplikasi Pengenalan Mangrove ke Siswa SDN 005 di Bintan

Lebih mengejutkan, aplikasi ini bahkan tidak tersedia di Play Store. Padahal proyek tersebut secara resmi tercatat dalam Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP) LKPP dengan nomor RUP 37207258 dan dibiayai oleh APBD-P Lingga tahun 2022.

Tak hanya aplikasi yang mati, sejumlah pegawai di Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Lingga dikabarkan mengundurkan diri secara diam-diam. Mereka menolak terseret lebih jauh dalam proyek yang kini diduga memiliki berbagai kejanggalan.

“Kalau memang ada yang salah dalam proyek ini, jangan kami yang malah dijadikan tumbal,” bisik seorang sumber internal Diskominfo yang enggan disebutkan namanya.

Dalam dokumen resminya, SIAP-E dirancang sebagai sistem cerdas yang mencakup HRD, Absensi Digital, serta Manajemen Admin Android dan iOS. Namun realisasi di lapangan sungguh mengecewakan. Tak ada fitur yang benar-benar berjalan. ASN, PPPK, dan tenaga honorer yang diwajibkan mengakses aplikasi ini malah kebingungan sejak minggu kedua peluncuran.

Pertanyaan paling besar yang kini bergema di kalangan publik: ke mana uang Rp177 juta itu mengalir? Siapa vendor pengembang aplikasi ini? Apakah ada audit internal terhadap proyek ini? Dan yang paling penting: mengapa tidak ada evaluasi atau sanksi setelah kegagalan fatal tersebut?

Kasus SIAP-E menjadi contoh nyata bagaimana proyek berbasis teknologi informasi di daerah seringkali menjadi panggung formalitas, tanpa perencanaan matang, tanpa pengawasan, dan tanpa akuntabilitas. Di atas kertas: canggih. Di lapangan: nihil.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak Diskominfo maupun Pemkab Lingga mengenai status aplikasi SIAP-E, sisa anggaran, dan pertanggungjawaban pihak terkait.

Tim investigasi media ini berkomitmen terus menelusuri skandal ini. Publik berhak tahu: apakah ini murni kelalaian teknis, atau sebuah skema korupsi digital yang terselubung di balik layar touchscreen. (*)

Reporter: Vatawari

 

 

Artikel Aplikasi dengan Anggaran Rp 177 Juta Hanya Bertahan Sebulan, Kini Menghilang Bak Ditelan Bumi pertama kali tampil pada Kepri.