Minggu, 22 Februari 2026
Beranda blog Halaman 1583

Polisi Catat Jumlah Pemudik di Anambas Capai 5.634 Orang, Dilayani Dengan Transportasi Kapal dan Pesawat

0
Kapolres Anambas, AKBP Raden Ricky Pratidiningrat saat meninjau arus balik di Pelabuhan Tarempa, Senin, (7/4) malam tadi. Polisi mencatat jumlah penumpang selama mudik lebaran 2025 tercatat 5.634 orang. f.ihsan

batampos– Kepolisian Resor (Polres) Anambas mencatat jumlah penumpang mengalami peningkatan selama periode mudik lebaran 2025.

Dari data yang diterima batampos, jumlah untuk penumpang baik yang pergi maupun datang jumlahnya mencapai 5.634 orang.

“Mereka berangkat menggunakan dua moda transportasi yakni Pesawat dan Kapal dengan berbagai tujuan,” ujar Kapolres Anambas, AKBP Raden Ricky Pratidiningrat saat meninjau arus balik bersama Bupati Anambas, Aneng di Pelabuhan Tarempa, Senin, (8/4) malam tadi.

BACA JUGA: Jumlah Penumpang Mudik Lebaran Idul Fitri 1446 Hijriah Mencapai 5.664 Orang

Ricky menguraikan jumlah penumpang yang menggunakan kapal terdapat 5.143 orang. Para penumpang ini dilayani dengan 6 unit kapal yakni MV VOC Batavia, MV Seven Star Island, KMP Bahtera Nusantara, MV Cinta Indomas, KM Bukit Raya dan KM Sabuk Nusantara.

“Sedangkan jumlah penumpang pesawat hanya 494 orang yang dilayani dua maskapai, Wings Air dan Susi Air,” kata Raden Ricky.

Selama periode mudik lebaran, pihak kepolisian telah membuka posko terpadu pengamanan di 3 pulau besar yang ada di Anambas antara lain Siantan, Jemaja dan Matak.

“Kita juga menempatkan petugas kesehatan untuk siaga agar bisa langsung melayani penumpang yang sakit atau tidak enak badan,” jelas Kapolres.

Kapolres mengapresiasi seluruh stakeholder yang telah bahu membahu menjaga kelancaran arus mudik lebaran 2025 sehingga berjalan dengan lancar.

“Kami juga menyampaikan terimakasih kepada operator kapal maupun pesawat yang dengan baik mengantarkan penumpang ke daerah tujuan dengan selamat,” pungkas Raden Ricky. (*)

Reporter : Ihsan Imaduddin

Artikel Polisi Catat Jumlah Pemudik di Anambas Capai 5.634 Orang, Dilayani Dengan Transportasi Kapal dan Pesawat pertama kali tampil pada Kepri.

Pendapatan Porter Pelabuhan SBP Berkurang saat Lebaran

0
Para porter di Pelabuhan SBP Tanjungpinang keluhkan omzet menurun, Selasa (8/4). F. Mohamad Ismail/BATAM POS

batampos– Porter atau pekerja pengangkut barang bawaan penumpang di Pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP) Kota Tanjungpinang, Kepri mengeluhkan turunnya pendapatan saat lebaran Idulfitri 2025 ini.

Per 15 Maret 2025, para porter bagian dalam Pelabuhan SBP tidak lagi boleh menerima biaya dari para penumpang, yang menggunakan jasa mereka. Porter hanya boleh menerima gaji dari Pelindo, sebagai pengelola Pelabuhan SBP.

Tarif yang diberikan oleh Pelindo ke Porter sebesar Rp120 ribu per hari. “Karena ada aturan itu, sistem pembayarannya sehari Rp120 ribu. Mau banyak atau sikit tetap segitu. Kalau ramai itu biasanya bisa lebih dari itu,” kata Hendri, seorang Porter di Pelabuhan SBP Tanjungpinang.

BACA JUGA: Musim Mudik Membawa Berkah Bagi Porter Pelabuhan

Ia menerangkan, adanya kebijakan yang dibuat oleh PT. Pelindo membuat dirinya dan porter lain merasa dirugikan. Sebab, tarif yang diberikan oleh Pelindo, dinilai berkurang jika dibandingkan dengan pendapatan sebelum adanya aturan tersebut.

“Sekarang kan makin ramai, apalagi turis luar negeri. Kalau mereka bawa koper banyak, pasti kan kami dapat lebih dari itu. Kalau sekarang sehari Rp120 ribu,” ungkapnya.

Sementara menurut porter lainnya, Bakri menyebut bahwa pendapatan yang ia peroleh bisa sampai tiga lali lipat saat lebaran Idulfitri. Namun, usai diterapkan kebijakan tersebut pendapatannya hanya 120 ribu per hari.

“Mau tidak mau lah namanya kita kerja dengan perusahaan. Tahun lalu bisa sampai Rp200 ribu lebih, bahkan Rp300 ribu,” pungkasnya. (*)

Reporter: M Ismail

Artikel Pendapatan Porter Pelabuhan SBP Berkurang saat Lebaran pertama kali tampil pada Kepri.

Amsakar-Li Claudia Sidak Pematangan Lahan Tanpa Izin di Botania 1

0
Amsakar-Li Chandra saat melihat peta lokasi pematangan lahan di belakang Botania 1. f.arjuna

batampos– Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, bersama Wakil Wali Kota yang juga Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap aktivitas pematangan lahan oleh PT Bintang Jaya Husada (BJH) di belakang kawasan Botania 1, Kelurahan Belian, Kecamatan Batamkota, Selasa (9/4).

Lahan seluas 24 hektare itu diketahui akan dijadikan lokasi pembangunan perumahan oleh pengembang Citilink Central Propertindo, dengan rencana pembangunan sekitar 600 unit rumah.

Dalam peninjauan tersebut, Amsakar mengungkapkan bahwa pihaknya menerima laporan dari masyarakat terkait aktivitas cut and fill di lokasi tanpa izin resmi yang telah diterbitkan.

BACA JUGA: Harga Santan Tembus Rp46 Ribu per Kilogram, Komisi II DPRD Batam Sidak Pasar Mitra Raya

“Hari ini kami melakukan peninjauan lokasi terkait dengan informasi yang kami peroleh dari warga mengenai aktivitas cut and fill,” ujarnya.

Ia menegaskan, seluruh aktivitas pematangan lahan wajib memenuhi standar normatif dan regulasi yang berlaku. Setelah dilakukan pengecekan di lapangan, pihaknya menemukan proses perizinan dari pengembang masih dalam tahap pengurusan.

“Kami ingin nantinya, saat orang yang mengurus izin datang, kami minta penjelasan lebih detail terkait hambatan yang mereka alami. Kami juga sampaikan, selama izin belum keluar, jangan lakukan aktivitas sepihak,” kata Amsakar.

Menurutnya, aktivitas pematangan lahan tanpa izin dapat memperparah kondisi lingkungan, terutama dalam konteks banjir yang semakin kerap melanda Batam pascahujan deras.

“Kita tidak ingin catchment area di Batam menjadi botak semua. Sekarang saja kalau hujan tiga sampai empat jam, sudah tergenang di mana-mana. Aktivitas tanpa izin ini bisa memperparah keadaan,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, pengusaha pemilik proyek, sudah hadir memberikan informasi terkait kendala dalam pengurusan izin. Pemerintah akan menindaklanjuti masalah tersebut di tingkat internal dan provinsi.

BACA JUGA: Dukungan Parpol untuk Amsakar Ahmad – Li Claudia Candra Terus Menguat

Pemerintah mendukung dunia usaha, tetapi dalam koridor aturan dan tata kelola yang baik. Bahkan, pihaknya merencanakan rapat bersama para Deputi BP Batam untuk membahas percepatan dan penyederhanaan proses perizinan.

“Kami ingin pelaku usaha di Batam bisa bergerak dalam iklim kebijakan yang familiar dan mendukung. Kita ingin memangkas proses yang duplikatif,” kata Amsakar.

Selain itu, dia mengaitkan urgensi reformasi perizinan ini dengan tantangan ekonomi global, termasuk kebijakan tarif Amerika Serikat yang berdampak pada ekspor. “Tarif 32 persen dari kebijakan Trump itu tidak sederhana. Kalau barang kita keluar kena pajak segitu, padahal FTZ kita nol persen, bisa jadi masalah serius bagi Batam,” lanjutnya.

Sementara itu, Aseng, selaku bos Citilink Central Propertindo, menyatakan akan menghentikan sementara aktivitas pematangan lahan sesuai arahan pemerintah.

“Kita setop dulu. Fatwanya nanti dikeluarkan secepatnya, sesuai arahan Ibu (Li Claudia),” kata dia.

Ia mengaku sudah mengajukan izin cut and fill serta dokumen Amdal ke BP Batam sejak enam hingga tujuh bulan lalu. Akan tetapi, izin tersebut tak kunjung keluar.

“Katanya di OSS izin bisa selesai lima hari kerja, ini sudah enam bulan belum keluar. Semua persyaratan sudah kami lengkapi,” ujarnya.

Ia menyampaikan kekhawatirannya terkait nasib para pekerja di lapangan apabila pekerjaan di setop. Saat ini terdapat sekitar 40 karyawan yang terlibat dalam pekerjaan tersebut, dan ke depannya akan ada tambahan 80 orang lagi.

“Semua juga mau makan, kalau terlalu lama berhenti, kasihan karyawan. Tapi kita tetap ikuti arahan pemerintah,” katanya. (*)

Reporter: Arjuna

Artikel Amsakar-Li Claudia Sidak Pematangan Lahan Tanpa Izin di Botania 1 pertama kali tampil pada Metropolis.

Amsakar-Li Claudia Sidak Pematangan Lahan Tanpa Izin di Botania 1

0
Amsakar-Li Chandra saat melihat peta lokasi pematangan lahan di belakang Botania 1. f.arjuna

batampos– Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, bersama Wakil Wali Kota yang juga Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap aktivitas pematangan lahan oleh PT Bintang Jaya Husada (BJH) di belakang kawasan Botania 1, Kelurahan Belian, Kecamatan Batamkota, Selasa (9/4).

Lahan seluas 24 hektare itu diketahui akan dijadikan lokasi pembangunan perumahan oleh pengembang Citilink Central Propertindo, dengan rencana pembangunan sekitar 600 unit rumah.

Dalam peninjauan tersebut, Amsakar mengungkapkan bahwa pihaknya menerima laporan dari masyarakat terkait aktivitas cut and fill di lokasi tanpa izin resmi yang telah diterbitkan.

BACA JUGA: Harga Santan Tembus Rp46 Ribu per Kilogram, Komisi II DPRD Batam Sidak Pasar Mitra Raya

“Hari ini kami melakukan peninjauan lokasi terkait dengan informasi yang kami peroleh dari warga mengenai aktivitas cut and fill,” ujarnya.

Ia menegaskan, seluruh aktivitas pematangan lahan wajib memenuhi standar normatif dan regulasi yang berlaku. Setelah dilakukan pengecekan di lapangan, pihaknya menemukan proses perizinan dari pengembang masih dalam tahap pengurusan.

“Kami ingin nantinya, saat orang yang mengurus izin datang, kami minta penjelasan lebih detail terkait hambatan yang mereka alami. Kami juga sampaikan, selama izin belum keluar, jangan lakukan aktivitas sepihak,” kata Amsakar.

Menurutnya, aktivitas pematangan lahan tanpa izin dapat memperparah kondisi lingkungan, terutama dalam konteks banjir yang semakin kerap melanda Batam pascahujan deras.

“Kita tidak ingin catchment area di Batam menjadi botak semua. Sekarang saja kalau hujan tiga sampai empat jam, sudah tergenang di mana-mana. Aktivitas tanpa izin ini bisa memperparah keadaan,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, pengusaha pemilik proyek, sudah hadir memberikan informasi terkait kendala dalam pengurusan izin. Pemerintah akan menindaklanjuti masalah tersebut di tingkat internal dan provinsi.

BACA JUGA: Dukungan Parpol untuk Amsakar Ahmad – Li Claudia Candra Terus Menguat

Pemerintah mendukung dunia usaha, tetapi dalam koridor aturan dan tata kelola yang baik. Bahkan, pihaknya merencanakan rapat bersama para Deputi BP Batam untuk membahas percepatan dan penyederhanaan proses perizinan.

“Kami ingin pelaku usaha di Batam bisa bergerak dalam iklim kebijakan yang familiar dan mendukung. Kita ingin memangkas proses yang duplikatif,” kata Amsakar.

Selain itu, dia mengaitkan urgensi reformasi perizinan ini dengan tantangan ekonomi global, termasuk kebijakan tarif Amerika Serikat yang berdampak pada ekspor. “Tarif 32 persen dari kebijakan Trump itu tidak sederhana. Kalau barang kita keluar kena pajak segitu, padahal FTZ kita nol persen, bisa jadi masalah serius bagi Batam,” lanjutnya.

Sementara itu, Aseng, selaku bos Citilink Central Propertindo, menyatakan akan menghentikan sementara aktivitas pematangan lahan sesuai arahan pemerintah.

“Kita setop dulu. Fatwanya nanti dikeluarkan secepatnya, sesuai arahan Ibu (Li Claudia),” kata dia.

Ia mengaku sudah mengajukan izin cut and fill serta dokumen Amdal ke BP Batam sejak enam hingga tujuh bulan lalu. Akan tetapi, izin tersebut tak kunjung keluar.

“Katanya di OSS izin bisa selesai lima hari kerja, ini sudah enam bulan belum keluar. Semua persyaratan sudah kami lengkapi,” ujarnya.

Ia menyampaikan kekhawatirannya terkait nasib para pekerja di lapangan apabila pekerjaan di setop. Saat ini terdapat sekitar 40 karyawan yang terlibat dalam pekerjaan tersebut, dan ke depannya akan ada tambahan 80 orang lagi.

“Semua juga mau makan, kalau terlalu lama berhenti, kasihan karyawan. Tapi kita tetap ikuti arahan pemerintah,” katanya. (*)

Reporter: Arjuna

Artikel Amsakar-Li Claudia Sidak Pematangan Lahan Tanpa Izin di Botania 1 pertama kali tampil pada Metropolis.

Amsakar-Li Claudia Sidak Pematangan Lahan Tanpa Izin di Botania 1

0
Amsakar-Li Chandra saat melihat peta lokasi pematangan lahan di belakang Botania 1. f.arjuna

batampos– Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, bersama Wakil Wali Kota yang juga Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap aktivitas pematangan lahan oleh PT Bintang Jaya Husada (BJH) di belakang kawasan Botania 1, Kelurahan Belian, Kecamatan Batamkota, Selasa (9/4).

Lahan seluas 24 hektare itu diketahui akan dijadikan lokasi pembangunan perumahan oleh pengembang Citilink Central Propertindo, dengan rencana pembangunan sekitar 600 unit rumah.

Dalam peninjauan tersebut, Amsakar mengungkapkan bahwa pihaknya menerima laporan dari masyarakat terkait aktivitas cut and fill di lokasi tanpa izin resmi yang telah diterbitkan.

BACA JUGA: Harga Santan Tembus Rp46 Ribu per Kilogram, Komisi II DPRD Batam Sidak Pasar Mitra Raya

“Hari ini kami melakukan peninjauan lokasi terkait dengan informasi yang kami peroleh dari warga mengenai aktivitas cut and fill,” ujarnya.

Ia menegaskan, seluruh aktivitas pematangan lahan wajib memenuhi standar normatif dan regulasi yang berlaku. Setelah dilakukan pengecekan di lapangan, pihaknya menemukan proses perizinan dari pengembang masih dalam tahap pengurusan.

“Kami ingin nantinya, saat orang yang mengurus izin datang, kami minta penjelasan lebih detail terkait hambatan yang mereka alami. Kami juga sampaikan, selama izin belum keluar, jangan lakukan aktivitas sepihak,” kata Amsakar.

Menurutnya, aktivitas pematangan lahan tanpa izin dapat memperparah kondisi lingkungan, terutama dalam konteks banjir yang semakin kerap melanda Batam pascahujan deras.

“Kita tidak ingin catchment area di Batam menjadi botak semua. Sekarang saja kalau hujan tiga sampai empat jam, sudah tergenang di mana-mana. Aktivitas tanpa izin ini bisa memperparah keadaan,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, pengusaha pemilik proyek, sudah hadir memberikan informasi terkait kendala dalam pengurusan izin. Pemerintah akan menindaklanjuti masalah tersebut di tingkat internal dan provinsi.

BACA JUGA: Dukungan Parpol untuk Amsakar Ahmad – Li Claudia Candra Terus Menguat

Pemerintah mendukung dunia usaha, tetapi dalam koridor aturan dan tata kelola yang baik. Bahkan, pihaknya merencanakan rapat bersama para Deputi BP Batam untuk membahas percepatan dan penyederhanaan proses perizinan.

“Kami ingin pelaku usaha di Batam bisa bergerak dalam iklim kebijakan yang familiar dan mendukung. Kita ingin memangkas proses yang duplikatif,” kata Amsakar.

Selain itu, dia mengaitkan urgensi reformasi perizinan ini dengan tantangan ekonomi global, termasuk kebijakan tarif Amerika Serikat yang berdampak pada ekspor. “Tarif 32 persen dari kebijakan Trump itu tidak sederhana. Kalau barang kita keluar kena pajak segitu, padahal FTZ kita nol persen, bisa jadi masalah serius bagi Batam,” lanjutnya.

Sementara itu, Aseng, selaku bos Citilink Central Propertindo, menyatakan akan menghentikan sementara aktivitas pematangan lahan sesuai arahan pemerintah.

“Kita setop dulu. Fatwanya nanti dikeluarkan secepatnya, sesuai arahan Ibu (Li Claudia),” kata dia.

Ia mengaku sudah mengajukan izin cut and fill serta dokumen Amdal ke BP Batam sejak enam hingga tujuh bulan lalu. Akan tetapi, izin tersebut tak kunjung keluar.

“Katanya di OSS izin bisa selesai lima hari kerja, ini sudah enam bulan belum keluar. Semua persyaratan sudah kami lengkapi,” ujarnya.

Ia menyampaikan kekhawatirannya terkait nasib para pekerja di lapangan apabila pekerjaan di setop. Saat ini terdapat sekitar 40 karyawan yang terlibat dalam pekerjaan tersebut, dan ke depannya akan ada tambahan 80 orang lagi.

“Semua juga mau makan, kalau terlalu lama berhenti, kasihan karyawan. Tapi kita tetap ikuti arahan pemerintah,” katanya. (*)

Reporter: Arjuna

Artikel Amsakar-Li Claudia Sidak Pematangan Lahan Tanpa Izin di Botania 1 pertama kali tampil pada Metropolis.

Setelah Lingga, Gubkepri dan Wagub Kepri Lanjutkan Misi Silaturahmi Idulfitri di Rempang, Batam

0

batampos– Usai melaksanakan rangkaian kegiatan halal bihalal selama dua hari di Kabupaten Lingga, Gubernur Kepulauan Riau H. Ansar Ahmad bersama Wakil Gubernur Nyanyang Haris Pratamura melanjutkan silaturahmi Idulfitri 1446 H ke Kota Batam. Kali ini, giliran masyarakat Rempang Galang yang berkesempatan berbagi momen kebersamaan dan sukacita Idulfitri bersama pimpinan daerahnya.

Kegiatan halal bihalal dilaksanakan di Masjid Sultan, Kelurahan Rempang Cate, Kecamatan Galang, Rabu (9/4), sesaat setelah rombongan Gubernur dan Wakil Gubernur tiba dari Kabupaten Lingga melalui Pelabuhan Sijantung, Jembatan V Barelang. Ratusan masyarakat Rempang Galang tampak telah memadati Masjid Sultan untuk menyambut kedatangan rombongan dengan penuh antusias dan kegembiraan.

Turut hadir dalam kegiatan ini Ketua Bidang I TP PKK Kepri Nenny Dwiyana Nyanyang, Wakil Ketua II DPRD Kepri Tengku Afrizal Dahlan, Ketua BKMT Kota Batam Hasyimah Nyat Kadir, Tim Pengendalian Pencapaian Target Pembangunan, para kepala OPD Pemprov Kepri, Ketua RW dan Ketua RT Rempang Cate, tokoh agama, serta tokoh masyarakat setempat.

BACA JUGA: Gubkepri Ansar Bagi-Bagi Jabatan, Tetapkan 17 Staf Khusus

Acara halal bihalal juga diisi dengan tausiah penuh makna dan jenaka dari Ustaz Abdil Muhadir Ritonga yang turut mendampingi rombongan Gubernur dan Wakil Gubernur Kepri dalam rangkaian safari Idulfitri kali ini.

Dalam sambutannya, Gubernur Ansar Ahmad menyampaikan bahwa momentum halal bihalal adalah sarana untuk mempererat tali silaturahmi, menjaga ukhuwah, dan memperkuat semangat kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat.

“Setiap kali kita bersilaturahmi seperti ini, bukan hanya menyambung hubungan kekeluargaan, tetapi juga mempererat sinergi kita dalam membangun daerah. Saya dan Pak Wakil Gubernur ingin memastikan bahwa kehadiran pemerintah benar-benar dirasakan hingga ke pelosok, termasuk di Rempang Galang yang sangat kita cintai ini,” ujar Gubernur Ansar.

Ia juga menekankan pentingnya kebersamaan pasca-Idulfitri sebagai modal sosial dalam membangun Provinsi Kepulauan Riau yang lebih baik.

“Mari kita jaga kekompakan dan terus bergotong royong, karena pembangunan tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah, tetapi butuh dukungan dan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat,” tambahnya.

Tak lupa, Gubernur Ansar juga mengajak seluruh masyarakat untuk memperbanyak bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW agar kehidupan masyarakat Kepri senantiasa diberkahi dan dilimpahkan ketenteraman serta kemajuan.

“Dengan memperbanyak shalawat, semoga kita semua mendapatkan syafaat Rasulullah, dan daerah kita selalu diberi keberkahan, dijauhkan dari marabahaya, serta dilimpahi kedamaian dan kesejahteraan,” pungkasnya. (*)

Artikel Setelah Lingga, Gubkepri dan Wagub Kepri Lanjutkan Misi Silaturahmi Idulfitri di Rempang, Batam pertama kali tampil pada Kepri.

Warga Buka Paksa, Dishub Tanjungpinang Kembali Tutup Persimpangan Kota Piring

0
Warga saat membuka paksa barier yang menutupi persimpangan Kota Piring Kota Tanjungpinang, Rabu (9/4). F. Mohamad Ismail/BATAM POS

batampos– Simpang empat Kota Piring, Kota Tanjungpinang, Kepri yang sempat dibuka paksa oleh warga sekitar, kini kembali ditutup oleh Dinas Perhubungan (Dishub). Penutupan itu dilakukan dengan pertimbangan mencegah kemacetan di persimpangan tersebut.

Sebelum membuka paksa barier, para warga Jalan Kota Piring sempat mengutarakan kekesalannya, dengan melakukan aksi demo di Jalan Kota Piring, arah Jalan WR Supratman Tanjungpinang, Rabu (9/4).

Kadishub Kota Tanjungpinang, Boby Wira Satria mengatakan bahwa penutupan kembali persimpangan ini berdasarkan hasil rapat dengan perwakilan masyarakat. Penutupan ini dilakukan untuk mencegah terjadinya kemacetan.

BACA JUGA: Warga Protes dan Demo Minta Simpang Kota Piring Dibuka Lagi

“Langkah tersebut sudah kami analisis, yaitu mencegah kemacetan saat jam padat,” kata Boby.

Ia menyampaikan, permintaan para warga untuk membuka persimpangan Kota Piring tersebut memang tidak bisa dipenuhi. Terlebih lagi, kata dia jalan tersebut memiliki lima persimpangan.

Masyarakat juga diminta untuk tidak membuka secara paksa atau merusak pembatas jalan yang kembali dipasang. Dishub Tanjungpinang juga akan melakukan sosialisasi, terkait adanya solusi jangka panjang.

“Kita terus sosialisasikan dan meminta masyarakat bersabar dengan penutupan ini, karena ada solusi jangka panjang yakni fly over yang masih dibahas,” pungkasnya.

Puluhan warga Kota Piring melakukan protes dengan adanya penutupan jalan simpang empat Kota Piring. Protes itu ditunjukan dengan aksi demonstrasi di bahu jalan arah menuju Jalan WR Supratman.

Aksi tersebut juga dikawal ketat oleh sejumlah petugas kepolisian. Para warga meminta, simpang empat yang menghubungkan Jalan Kota Piring ke Jalan D.I Panjaitan batu 6 dan batu 9 segera dibuka.

“Kami minta segera dibuka, mau tidak mau hari ini harus segera dibuka,” kata Imah, satu diantara warga yang melakukan aksi demo.

Mereka menilai, penutupan simpang empat tersebut membuat warga kerepotan. Terlebih lagi, ditutupnya persimpangan ini membuat warga yang hendak menuju batu 6 terpaksa memutar terlebih dahulu di u-turn Jalan WR. Supratman, yang jaraknya cukup jauh.

“Jadi kita harus perlu waktu lagi, Otomatis minyak juga lebih banyak yang terpakai. Karena simpang ini ditutup, waktu perjalanan kita jadi tambah 10 menit,” sebut imah. (*)

Reporter: M Ismail

Artikel Warga Buka Paksa, Dishub Tanjungpinang Kembali Tutup Persimpangan Kota Piring pertama kali tampil pada Kepri.

Halal Bi Halal BP Batam: Pererat Silaturahmi dan Dorong Semangat Pelayanan Publik

0

batampos – Badan Pengusahaan (BP) Batam menggelar acara Halal Bi Halal Idul Fitri sekaligus pelepasan calon jemaah haji dari kalangan pegawainya, bertempat di Balairungsari, Batam Center, pada Rabu (9/4/2025).

Dengan mengusung tema “Merajut Ukhuwah dalam Membangun Kota Batam”, suasana acara berlangsung penuh kehangatan antara Kepala BP Batam Amsakar Achmad, Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra, serta para pegawai yang hadir.

Dalam sambutannya, Amsakar Achmad menekankan pentingnya menjadikan momen Idul Fitri sebagai ajang memperkuat silaturahmi dan membangun semangat kebersamaan dalam bekerja.

Ia menyampaikan bahwa pembangunan tidak akan berhasil jika hanya bertumpu pada satu individu. Keberhasilan hanya bisa dicapai melalui kerja sama yang solid antar elemen pemerintahan, menciptakan lingkungan kerja yang harmonis dan saling mendukung.

“Kunci utama kepemimpinan saat ini adalah sinergi, kolaborasi, dan kebersamaan. Semua harus saling menopang, tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Karena itu, silaturahmi harus terus dipupuk agar tercipta suasana kerja yang lebih produktif,” ujar Amsakar.

Lebih lanjut, ia meminta seluruh jajaran untuk segera menuntaskan proyek pembangunan, terutama yang menyangkut infrastruktur jalan, serta terus meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat.

“Tidak boleh ada lagi keterlambatan. Sudah waktunya kita memberikan perhatian lebih kepada masyarakat yang sedang mengurus perizinan dan layanan lainnya,” tegasnya.

Menutup arahannya, Amsakar memberi pesan khusus kepada pegawai BP Batam yang akan menjalankan ibadah haji, agar dapat menunaikan ibadah dengan khusyuk dan kembali ke tanah air dalam keadaan sehat.

“Kami doakan semoga perjalanan haji Bapak dan Ibu berjalan lancar, ibadahnya diterima, dan kembali ke tanah air dengan selamat sebagai haji yang mabrur dan mabrurah,” tuturnya.

Sementara itu, Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, mengajak seluruh pegawai untuk terus menanamkan nilai-nilai positif dalam bekerja demi kemajuan lembaga dan kesejahteraan masyarakat Batam.

“Sebagai bagian dari BP Batam, kita memikul tanggung jawab besar untuk terus berinovasi, meningkatkan kualitas kerja, dan memberikan dampak positif bagi kota Batam,” ucapnya.

Acara diakhiri dengan tausyiah oleh Ustad Fitrizal Hambali, pemberian santunan kepada anak yatim piatu, dan sesi ramah tamah. Hadir pula Ketua dan Wakil DPRD Kota Batam, para deputi BP Batam, serta pejabat eselon II dari Pemko Batam. (*)

Artikel Halal Bi Halal BP Batam: Pererat Silaturahmi dan Dorong Semangat Pelayanan Publik pertama kali tampil pada Metropolis.

Toyota Agya dan Supra Bertabrakan, Dua Korban Terkapar di Jalan

0
Salah seorang korban kecelakaan terkapar di badan jalan. F. Satlantas Polresta Tanjungpinang

batampos– Mobil Agya BP 1451 RY dan motor Supra X BP 2439 IW saling bertabrakan di Jalan Samping Hotel Garden Tanjungpinang, Selasa (8/4) malam. Akibat tabrakan tersebut satu pengendara dan satu penumpang motor terkapar di jalan.

Kanit Gakkum Satlantas Polresta Tanjungpinang Ipda Werry Wilson Marbun, mengatakan tabrakan tersebut berawal saat mobil Agya yang dikemudikan oleh G berjalan dari arah simpang Jalan Kuantan berbelok ke kanan menuju ke jalan Samping Hotel Garden.
Saat bagian depan mobil Agya masuk ke jalan Samping Hotel Garden, melaju motor Supra X yang dikemudikan oleh E dengan membawa penumpang yakni O dari arah Jalan Ahmad Yani Tanjungpinang.
“Tabrakan tidak dapat dihindari,” kata Ipda Werry, Rabu (9/4).
Saat tabrakan, lanjut Werry, bagian depan motor berbenturan dengan bagian depan mobil. Akibat benturan itu, pengendara dan penumpang motor terpental ke badan jalan.
Akibat kejadian tersebut terhadap pengendara dan penumpang sepeda motor mengalami luka-luka dan di bawa langsung dievakuasi ke rumah sakit.
“Satu pengendara dan penumpang motor mengalami luka-luka. Sementara pengendara mobil selamat,” jelas Werry.
Menurut hasil penyelidikan, pengendara motor Supra X BP 2439 IW tidak waspada dan tidak berhati-hati saat berada di persimpangan jalan.
“Kesimpulannya pengendara motor tidak berhati-hati dalam berkendara di jalan raya,” tutup Ipda Werry.  (*)
Reporter: Yusnadi

Artikel Toyota Agya dan Supra Bertabrakan, Dua Korban Terkapar di Jalan pertama kali tampil pada Kepri.

Parah, Ternyata Maling Curi 32 Unit Kompresor AC di Gedung D Pemkab Karimun

0
Aksi pencurin kompresor AC di Gedung D Pemkab Karimun yang kehilangan 32 unit kompresor AC. f.Vandarones

batampos– Kasus pencurian yang terjadi di Gedung D (sebelumnya disebutkan Gedung E, red) milik Pemerintah Kabupaten Karimun yang berlokasi di Poros, Jalan Jenderal Soedirman cukup parah. Tidak hanya satu atau dua unit kompresos AC yang hilang. Melainkan, ada puluhan unit yang hilang.

Kabid ESDM di Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Energi Sumber Daya Mineral Kabupaten Karimun, Vandarones Purba yang dikonfirmasi Batam Pos, Selasa (8/4) mengatakan, koordinator Gedung D ini adalah Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Karimun.

BACA JUGA: Gedung E Pemkab Karimun Sering Disatroni Maling

”Namun, dari koordinator meminta saya untuk menyampaikan terkait kasus pencurian yang terjadi di Gedung D. Selama dua sampai 3 bulan terakhir, termasuk kejadian pencurian diakhir Ramadan lalu atau menjelang Hari Raya Idul Fitri 1446 H/ 2025 M memang bukan baru pertama kali. Melainkan, sudah berkali-kali. Jumlah total kehilangan kompresor AC sebanyak 32 unit,” ujarnya.

Perlu diketahui, lanjutnya, di Gedung D ini ada 3 OPD. Terdiri dari Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Energi Sumber Daya Mineral, Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu dan Dinas Sosial. Dan 32 unit kompresor AC yang hilang itu tidak hanya terjadi dinas tempatnya bekerja. Tapi, semua OPD yang menempati gedung tersebut.

”Rinciannya, 17 unit kompresor AC hilang di Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu, 6 unit kompresor AC di Dinas Sosial dan 9 unit kompresos di dinas saya. Dan, 9 unit di Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Energi Sumber Daya Mineral. Termasuk kejadian pencurian terakhir pada Selasa (25/4) di rungan bidang saya sebanyak 4 unit kompresor AC,” jelasnya.

Dikatakannya, jika dilihat dari lokasi pencurian yang terjadi di ruang bidang kerjanya pelaku memanjat tembok bagunan Gedung D dan kemudian berhasil masuk ke dalam ruangan melalui jendela. Hal ini terlihat dari bagian mesin AC di dalam sudah berhasil diturunkan ke lantai. Namun, tidak berhasil dibawa pelaku pencurian. Aksi pencurian ini juga sudah dilaporkan ke pihak kepolisian. (*)

Reporter: Sandi

Artikel Parah, Ternyata Maling Curi 32 Unit Kompresor AC di Gedung D Pemkab Karimun pertama kali tampil pada Kepri.