Salah seorang korban kecelakaan terkapar di badan jalan. F. Satlantas Polresta Tanjungpinang
batampos– Mobil Agya BP 1451 RY dan motor Supra X BP 2439 IW saling bertabrakan di Jalan Samping Hotel Garden Tanjungpinang, Selasa (8/4) malam. Akibat tabrakan tersebut satu pengendara dan satu penumpang motor terkapar di jalan.
Kanit Gakkum Satlantas Polresta Tanjungpinang Ipda Werry Wilson Marbun, mengatakan tabrakan tersebut berawal saat mobil Agya yang dikemudikan oleh G berjalan dari arah simpang Jalan Kuantan berbelok ke kanan menuju ke jalan Samping Hotel Garden.
Saat bagian depan mobil Agya masuk ke jalan Samping Hotel Garden, melaju motor Supra X yang dikemudikan oleh E dengan membawa penumpang yakni O dari arah Jalan Ahmad Yani Tanjungpinang.
“Tabrakan tidak dapat dihindari,” kata Ipda Werry, Rabu (9/4).
Saat tabrakan, lanjut Werry, bagian depan motor berbenturan dengan bagian depan mobil. Akibat benturan itu, pengendara dan penumpang motor terpental ke badan jalan.
Akibat kejadian tersebut terhadap pengendara dan penumpang sepeda motor mengalami luka-luka dan di bawa langsung dievakuasi ke rumah sakit.
“Satu pengendara dan penumpang motor mengalami luka-luka. Sementara pengendara mobil selamat,” jelas Werry.
Menurut hasil penyelidikan, pengendara motor Supra X BP 2439 IW tidak waspada dan tidak berhati-hati saat berada di persimpangan jalan.
“Kesimpulannya pengendara motor tidak berhati-hati dalam berkendara di jalan raya,” tutup Ipda Werry. (*)
Aksi pencurin kompresor AC di Gedung D Pemkab Karimun yang kehilangan 32 unit kompresor AC. f.Vandarones
batampos– Kasus pencurian yang terjadi di Gedung D (sebelumnya disebutkan Gedung E, red) milik Pemerintah Kabupaten Karimun yang berlokasi di Poros, Jalan Jenderal Soedirman cukup parah. Tidak hanya satu atau dua unit kompresos AC yang hilang. Melainkan, ada puluhan unit yang hilang.
Kabid ESDM di Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Energi Sumber Daya Mineral Kabupaten Karimun, Vandarones Purba yang dikonfirmasi Batam Pos, Selasa (8/4) mengatakan, koordinator Gedung D ini adalah Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Karimun.
”Namun, dari koordinator meminta saya untuk menyampaikan terkait kasus pencurian yang terjadi di Gedung D. Selama dua sampai 3 bulan terakhir, termasuk kejadian pencurian diakhir Ramadan lalu atau menjelang Hari Raya Idul Fitri 1446 H/ 2025 M memang bukan baru pertama kali. Melainkan, sudah berkali-kali. Jumlah total kehilangan kompresor AC sebanyak 32 unit,” ujarnya.
Perlu diketahui, lanjutnya, di Gedung D ini ada 3 OPD. Terdiri dari Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Energi Sumber Daya Mineral, Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu dan Dinas Sosial. Dan 32 unit kompresor AC yang hilang itu tidak hanya terjadi dinas tempatnya bekerja. Tapi, semua OPD yang menempati gedung tersebut.
”Rinciannya, 17 unit kompresor AC hilang di Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu, 6 unit kompresor AC di Dinas Sosial dan 9 unit kompresos di dinas saya. Dan, 9 unit di Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Energi Sumber Daya Mineral. Termasuk kejadian pencurian terakhir pada Selasa (25/4) di rungan bidang saya sebanyak 4 unit kompresor AC,” jelasnya.
Dikatakannya, jika dilihat dari lokasi pencurian yang terjadi di ruang bidang kerjanya pelaku memanjat tembok bagunan Gedung D dan kemudian berhasil masuk ke dalam ruangan melalui jendela. Hal ini terlihat dari bagian mesin AC di dalam sudah berhasil diturunkan ke lantai. Namun, tidak berhasil dibawa pelaku pencurian. Aksi pencurian ini juga sudah dilaporkan ke pihak kepolisian. (*)
batampos – Harapan masyarakat Batam Kota terhadap rampungnya proyek pelebaran Jalan Raja M. Saleh, atau yang dikenal dengan Simpang Cikitsu, kian mendesak. Sejak awal tahun 2025, proyek ini telah dimulai dengan pembongkaran jalan, namun hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda penyelesaian.
Kondisi ini menuai keluhan dari para pengguna jalan yang setiap hari melintas di ruas jalan vital tersebut.
Pantauan langsung di lapangan menunjukkan kondisi jalan yang memprihatinkan. Lubang-lubang besar tampak di berbagai titik, dan lebar jalan yang terbatas menyulitkan pengendara, baik roda dua maupun roda empat.
Tak jarang pengendara harus memperlambat laju kendaraannya demi menghindari kecelakaan. Beberapa insiden bahkan dilaporkan terjadi akibat kondisi jalan yang tidak layak.
Menanggapi keluhan masyarakat, Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Batam, Suhar, menjelaskan bahwa proyek pelebaran jalan tersebut saat ini sedang dalam tahap proses lelang elektronik (LPSE).
“Proses lelang paling tidak memakan waktu dua minggu, karena ada tahapan masa sanggah dan evaluasi lainnya,” jelas Suhar.
Lebih lanjut, Suhar menerangkan bahwa setelah masa sanggah selesai, pihaknya akan menetapkan pemenang lelang sesuai dengan kualifikasi yang telah ditentukan. (*)
batampos – PT Capella Dinamik Nusantara selaku Main Dealer sepeda motor Honda untuk wilayah Kepulauan Riau siap menghadirkan gebrakan baru dalam dunia elektrifikasi kendaraan roda dua melalui peluncuran dua unit motor listrik terbaru Honda, yaitu Honda ICON e: dan Honda CUV e:. Peluncuran ini akan digelar selama dua hari, pada 12 hingga 13 April 2025, berlokasi di Batam City Square Mall, Batam.
Kegiatan peluncuran ini dikemas secara meriah dengan berbagai aktivitas menarik yang bertujuan memberikan edukasi sekaligus hiburan kepada masyarakat. Dalam acara ini, pengunjung akan disuguhkan penampilan Authentic Band, kuis berhadiah, lomba fotografi bertema listrik, pameran Honda EV, hingga uji coba berkendara unit EV terbaru. Tak hanya itu, acara juga akan dimeriahkan dengan kompetisi cosplay Eco-Verse, peragaan busana Power Up, serta pertunjukan tari E-Motion Battle Dance, yang menambah semarak suasana dan memicu minat kalangan muda untuk lebih mengenal teknologi ramah lingkungan dari Honda.
Honda ICON e: dan Honda CUV e: hadir untuk menjawab tantangan mobilitas masa depan.
Honda ICON e: hadir sebagai sepeda motor listrik yang gesit dan praktis dengan konsep Advance – Compact, menjadikannya pilihan ideal untuk aktivitas harian di perkotaan. Ditenagai motor listrik dengan daya maksimum 1,81 kW, ICON e: mampu menempuh kecepatan hingga 55 km/jam. Motor ini juga dilengkapi dengan bagasi luas berkapasitas 26 liter dan desain roda yang ergonomis—ban 12 inci di depan dan 10 inci di belakang—serta pijakan kaki yang nyaman.
Sementara itu, Honda CUV e: dirancang untuk mereka yang membutuhkan sepeda motor listrik berkapasitas besar dan siap untuk mobilitas tinggi. Mengusung sistem swappable battery, Honda CUV e: memungkinkan penggunanya untuk menukar baterai dengan mudah sehingga tetap produktif tanpa perlu menunggu pengisian daya. Dengan tampilan yang tangguh dan daya tahan tinggi, CUV e: menjadi jawaban bagi konsumen yang membutuhkan kendaraan ramah lingkungan namun tetap bertenaga.
Menurut Duri Yanto, Sales Manager PT Capella Dinamik Nusantara – Kepulauan Riau, kehadiran dua produk listrik ini merupakan komitmen Honda dalam mendukung transisi menuju kendaraan yang lebih bersih dan berkelanjutan.
“Kami sangat antusias memperkenalkan Honda ICON e: dan Honda CUV e: kepada masyarakat Batam dan Kepulauan Riau. Ini merupakan bagian dari langkah Honda untuk terus berinovasi menghadirkan teknologi ramah lingkungan sekaligus tetap fungsional dan stylish. Kami mengajak masyarakat untuk datang langsung dan merasakan pengalaman baru bersama motor listrik Honda,” ujar Duri Yanto.
Honda CUV e: yang memiliki konsep Premium-Futuristic menawarkan pengalaman berkendara yang membanggakan dengan kualitas yang tak diragukan, serta keamanan terjamin khas Honda. Mengusung gaya premium futuristik dengan sudut tajam di beberapa bagian, lalu dipadukan dengan velg berukuran 12 inci. Model ini semakin spesial dengan disematkannya Honda RoadSync Duo, sistem konektivitas dengan ponsel pada tipe tertinggi yang semakin memberikan kemudahan, kenyamanan, dan ketenangan saat berkendara dengan mobilitas tinggi. Honda CUV e: ditenagai motor listrik dengan tenaga maksimal 6 kW, yang dapat membawanya melaju hingga kecepatan 83 km/jam dengan jarak tempuh maksimal 80,7 km.
Dengan menggabungkan edukasi teknologi ramah lingkungan, hiburan kreatif, dan peluncuran produk terbaru, acara ini diharapkan mampu menjadi magnet bagi masyarakat dan generasi muda untuk semakin dekat dengan kendaraan listrik. Honda optimistis bahwa kehadiran Honda ICON e: dan CUV e: akan menjadi titik awal transformasi menuju gaya hidup mobilitas yang lebih hijau dan efisien di wilayah Kepulauan Riau. (*)
Proses pemindahan mesin pembangkit PLTD Siantan ke unit PLTD Palmatak. Pemindahan mesin ini untuk atasi defisit daya di Pulau Matak. f.pln anambas
batampos– Satu unit mesin pembangkit listrik milik PLTD Siantan dipindahkan oleh PLN ke unit PLTD Palmatak.
Pemindahan mesin pembangkit ini dilakukan untuk mengatasi permasalahan defisit daya di Pulau Matak.
“Kita pindahkan satu unit mesin dengan kapasitas daya 400 Kw. Dipindahkan pada tanggal 28 Maret lalu,” ujar Kepala PLN Anambas, Ade Listrian kepada batampos, Selasa, (8/4).
Ade menjelaskan defisit daya yang terjadi di Pulau Matak kemarin, disebabkan adanya kerusakan mesin pembangkit. Akibat rusaknya mesin membuat petugas melakukan pemadaman bergilir di Pulau Matak.
“Mesin itu sudah dicoba diperbaiki tidak bisa, jadi harus overhaul mesinnya,” kata dia.
Mengingat overhaul mesin memakan waktu yang lama, maka pihaknya membuat kebijakan memindahkan satu unit mesin di PLTD Siantan ke unit PLTD Palmatak.
“Dengan dipindahkan satu mesin ke PLTD Palmatak tidak akan mempengaruhi distribusi listrik di Tarempa Siantan. Saat ini ada 4 mesin yang masih aktif. Insya allah cukup,” pungkas Ade Listrian. (*)
batampos – Kebijakan Tarif Trump yang diberlakukan terhadap Indonesia diprediksi akan memberi tekanan besar terhadap sektor industri manufaktur di Batam. Tiga sektor utama yang akan terdampak secara signifikan adalah industri elektronik, otomotif, dan solar panel.
Koordinator HKI Wilayah Batam dan Karimun, Adhy Wibowo, menyebut barang ekspor dari ketiga sektor tersebut kini masuk dalam daftar produk yang dikenai tarif bea masuk sebesar 32 persen oleh Amerika Serikat.
“Kebijakan tarif resiprokal ini membuat banyak investor yang sudah eksis memilih untuk wait and see,” katanya, Rabu (9/4).
Ia mengungkapkan, ada perusahaan manufaktur besar di Batam yang awalnya berencana melakukan ekspansi tahun ini. Namun, karena adanya kebijakan tarif baru tersebut, perusahaan memilih menunda rencana tersebut.
Empat kawasan industri terbesar di Batam; Batamindo, Panbil, Tunas, dan Kabil, sangat mengandalkan ketiga sektor industri yang terkena imbas dari kebijakan baru tersebut.
Pada era awal perang dagang antara Amerika dan Tiongkok, kawasan Tunas dan Panbil sempat menjadi tujuan relokasi investasi dari Tiongkok. Tetapi, kini diprediksi akan turut terdampak oleh kebijakan tarif yang baru.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) Batam mencatat bahwa ekspor utama dari Batam masih didominasi oleh produk industri manufaktur. Mesin/peralatan listrik (HS 85) mencatatkan nilai ekspor sebesar US$ 627,71 juta pada Januari 2025, berkontribusi sebesar 36,87 persen terhadap total ekspor.
Selain itu, mesin-mesin/pesawat mekanik (HS 84) mencatatkan nilai ekspor sebesar US$ 86,87 juta, sedangkan benda-benda dari besi dan baja (HS 73) menyumbang ekspor senilai US$ 147,74 juta.
Kenaikan drastis tarif bea masuk oleh Amerika Serikat akan meningkatkan biaya produksi secara signifikan bagi perusahaan-perusahaan manufaktur di Batam.
Untuk menyiasati peningkatan biaya ini, perusahaan kemungkinan besar akan melakukan langkah efisiensi, salah satunya dengan pengurangan tenaga kerja atau PHK.
Kawasan Industri Batamindo, yang merupakan kawasan industri terbesar di Batam, saat ini menampung 72 perusahaan aktif dengan jumlah karyawan antara 45 ribu hingga 52 ribu orang.
Jika digabungkan dengan tiga kawasan industri besar lainnya, total jumlah pekerja dapat mencapai 300 ribu orang. Jumlah ini belum termasuk sekitar 20 kawasan industri lainnya yang tersebar di Batam.
Melihat ancaman tersebut, lanjut Adhy, pihaknya telah mendorong BP Batam untuk segera meminta United States Trade Representative (USTR) agar mengecualikan Batam dari pengenaan Tarif Trump. Batam memiliki kekhususan sebagai kawasan perdagangan bebas atau Free Trade Zone (FTZ) yang tidak mengenakan tarif bea masuk atas barang impor dari luar negeri.
“Pemerintah harus merespons cepat kebijakan ini agar bisa melindungi iklim industri Indonesia sebagai negara berbasis ekspor,” katanya.
Amerika Serikat masih menjadi salah satu negara tujuan utama ekspor dari Batam, selain Singapura dan Tiongkok. Pada Januari 2025, nilai ekspor Batam ke Amerika mencapai US$ 308,90 juta atau sekitar seperempat dari total ekspor Batam. Angka ini mengalami kenaikan 13,59 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Barang elektronik masih menjadi komoditas utama ekspor Batam ke Amerika. Kenaikan ini mulai terlihat sejak awal perang dagang Amerika dan China sebelum pandemi COVID-19.
Saat itu, pengenaan tarif bea masuk yang tinggi terhadap barang asal China mendorong relokasi industri ke kawasan Asia Tenggara, termasuk Vietnam, Thailand, Myanmar, dan Indonesia. Dengan relokasi tersebut, barang ekspor tercatat berasal dari Indonesia dan terbebas dari tarif bea masuk tinggi ke Amerika saat itu.
Namun, jika tidak diantisipasi, volume ekspor Batam dikhawatirkan akan menurun, sehingga dapat menyebabkan kontraksi ekonomi di wilayah ini. Sebagai catatan, sekitar 50 persen pertumbuhan ekonomi Batam disumbang oleh sektor industri pengolahan, yang kini tengah menghadapi tekanan berat.
Adhy juga menyoroti kemungkinan investor memindahkan operasional pabrik ke Malaysia, mengingat nilai logistik yang lebih murah serta bea masuk Tarif Trump yang lebih rendah, yakni hanya 24 persen.
Ia menekankan bahwa Indonesia perlu mengembangkan industri rantai pasok atau supply chain agar tidak terus bergantung pada negara lain dan menjadi lebih mandiri. (*)
batampos – Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kepri, Achmad Ma’ruf Maulana, menyampaikan kekhawatirannya terkait dampak serius dari kebijakan Tarif Trump terhadap industri solar panel di Batam. Tarif tersebut menjadi ancaman besar bagi kelangsungan 26 perusahaan manufaktur panel surya yang beroperasi di kawasan tersebut.
Menurutnya, khusus untuk produk solar panel asal Indonesia, Amerika Serikat mengenakan tarif masuk sebesar 32 persen. Angka ini jauh lebih tinggi dibanding tarif yang dikenakan pada Malaysia, yakni hanya 6,43 persen. Perbedaan yang begitu mencolok ini, lanjutnya, sangat mempengaruhi daya saing produk Indonesia di pasar ekspor, khususnya ke Amerika Serikat.
“Ini ancaman serius. Kalau kondisi ini dibiarkan tanpa solusi, investor tentu lebih memilih Malaysia sebagai lokasi produksi. Apalagi bagi perusahaan yang memang orientasinya ekspor ke AS,” katanya, Rabu (9/4).
Dampak dari potensi relokasi investasi ini sangat besar terhadap tenaga kerja lokal di Batam. Ia menjelaskan, satu perusahaan solar panel bisa mempekerjakan 300 hingga 500 orang. Dengan total 26 perusahaan yang ada, jumlah pekerja yang bergantung pada sektor ini mencapai lebih dari 10 ribu orang.
“Kalau perusahaan-perusahaan ini terpaksa hengkang atau mengurangi produksi, maka gelombang PHK tak bisa dihindari. Banyak orang bisa kehilangan pekerjaan,” kata Ma’ruf.
Ia pun mendorong pemerintah Indonesia untuk segera mengambil langkah diplomatik. Salah satunya dengan melakukan lobi intensif ke pihak Amerika Serikat agar tarif tersebut bisa ditinjau ulang. Terlebih, Batam selama ini tidak memberlakukan bea masuk bagi negara manapun, termasuk Amerika.
“Kami berharap pemerintah pusat melihat ini sebagai isu yang sangat mendesak. Batam punya potensi besar sebagai pusat industri hijau, dan jangan sampai potensi ini malah tergerus akibat kebijakan dagang sepihak,” ujar dia.
Sebelumnya, Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, mengambil langkah cepat untuk melindungi iklim investasi dan sektor usaha di Batam.
Dia menyebut, kebijakan tarif yang diberlakukan AS berpotensi menghambat ekspor dari kawasan industri Batam, terutama dari perusahaan-perusahaan yang telah masuk dalam Program Strategis Nasional (PSN) maupun Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).
“Kalau ini kita gesa, mudah-mudahan bisa menjadi kebijakan penyeimbang terhadap kebijakan yang dilakukan oleh pemerintahan baru Amerika,” katanya, Selasa (8/4).
Langkah pertama yang disiapkan adalah percepatan proses pengurusan perizinan. Menurutnya, percepatan ini penting agar pelaku usaha tidak terhambat oleh birokrasi dan dapat segera menyesuaikan diri dengan dinamika global.
Selain itu, ia turut mendorong pemberian insentif kepada pelaku usaha. Insentif yang dimaksud tidak hanya berupa keringanan biaya, tetapi juga kemudahan dalam pelayanan perizinan dan pemangkasan rentang kendali birokrasi.
“Selama ini urusan seperti reklamasi wilayah laut dan Amdal untuk PMA (Penanaman Modal Asing) masih berada di Jakarta. Kita berikhtiar agar pelayanan ini bisa lebih dekat. Kalau bisa di-take over oleh BP Batam, tentu akan lebih baik,” ujar Amsakar.
BP Batam sebagai perpanjangan tangan pemerintah pusat di daerah, memiliki kapasitas untuk menangani kewenangan teknis tersebut. Untuk itu, ia menyatakan kesiapan BP Batam dalam menyiapkan tenaga teknis yang dibutuhkan.
Langkah ketiga yang akan dilakukan adalah menggelar pertemuan dengan para pelaku usaha di Batam. Ia telah menginstruksikan jajarannya untuk menyiapkan rapat koordinasi pada Rabu mendatang.
Dalam pertemuan tersebut, BP Batam akan menggandeng berbagai asosiasi dunia usaha seperti Kadin, HKTI, Apindo, dan lainnya. Tujuannya adalah menggali keluhan pelaku usaha secara langsung serta menjaring masukan yang dapat dijadikan dasar pengambilan kebijakan.
“Kita ingin dengarkan langsung dari para pelaku usaha, apa saja kendala mereka di lapangan. Dengan begitu, pemerintah bisa menyusun langkah-langkah yang tepat sasaran,” kata dia. (*)
Jalan rusak S Parman, Seibeduk. Foto. Eusebius Sara/ Batam Pos
batampos – Keluhan masyarakat terkait kondisi jalan rusak di Jalan S. Parman, Kecamatan Sei Beduk, Kota Batam, mendapat tanggapan dari Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Batam. Jalan tersebut dikeluhkan warga karena sering memicu kecelakaan, terutama bagi pengendara sepeda motor.
Beberapa pengendara yang melintas mengaku pernah mengalami insiden jatuh akibat permukaan jalan yang tidak rata dan berlubang. Kondisi ini dinilai sangat membahayakan, terlebih di saat hujan yang membuat lubang jalan tidak terlihat. Warga berharap agar pemerintah segera mengambil tindakan konkret.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam, Suhar, menyatakan pihaknya telah mengerahkan tim pemeliharaan rutin untuk pengecekan langsung ke lokasi. “Tim sudah kami arahkan ke sana untuk opname,” ujar Suhar saat dikonfirmasi, Selasa (9/4).
Dikatakannya, langkah awal yang mungkin dilakukan adalah perbaikan minor melalui kegiatan pemeliharaan rutin jalan. “Kemungkinan besar kita coba perbaikan minor dulu dengan pemeliharaan rutin jalan,” jelasnya.
Meski demikian, Suhar menambahkan bahwa hasil pengecekan di lapangan akan terlebih dahulu dilaporkan kepada pimpinan. “Hasil opname kami laporkan dulu ke pimpinan, karena kabarnya pimpinan juga akan meninjau langsung ke lokasi tersebut,” kata dia.
Saat ini, pihaknya masih menunggu jadwal dari pimpinan untuk peninjauan lapangan. Peninjauan tersebut akan menentukan langkah lebih lanjut terkait skema perbaikan yang akan diambil, apakah bersifat sementara atau membutuhkan penanganan lebih besar.
Suhar juga mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati saat melintas di area tersebut, sambil menunggu proses perbaikan berjalan. “Keselamatan pengendara tetap yang utama, kami mohon pengertian masyarakat atas situasi yang ada,” ucapnya.
Dengan adanya perhatian dari pemerintah kota, warga berharap perbaikan jalan bisa segera dilakukan guna mencegah jatuhnya korban lebih banyak akibat jalan rusak. Pemerintah pun diminta lebih tanggap dan cepat merespons keluhan serupa di wilayah lainnya. (*)
batampos – Proses pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BIPIH) Tahap II bagi calon jamaah haji reguler tahun 1446 H/2025 M di Kota Batam masih menyisakan pekerjaan rumah. Berdasarkan data terbaru dari Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Batam per Selasa, 8 April 2025, tercatat masih ada 177 calon jamaah yang belum menyelesaikan kewajiban pelunasan biaya haji.
Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Batam, Syahbudi, menjelaskan bahwa pelunasan BIPIH Tahap II ini telah dibuka sejak 24 Maret 2025 dan akan ditutup pada 17 April 2025 mendatang. Proses pelunasan dilayani setiap hari kerja mulai pukul 08.00 hingga 15.00 WIB.
“Kuota pelunasan tahap kedua untuk Kota Batam sebanyak 293 orang. Hingga hari ini, baru 116 orang yang telah melakukan pelunasan. Sisanya, sebanyak 177 orang masih belum menyelesaikan prosesnya,” ujar Syahbudi, Rabu (9/4).
Syahbudi merinci, kuota tahap kedua ini terdiri atas beberapa kategori, yakni jamaah yang mengalami kegagalan sistem saat pelunasan tahap pertama sebanyak 11 orang, pendamping jamaah haji lanjut usia dan disabilitas sebanyak 28 orang, serta jamaah cadangan sebanyak 254 orang.
“Kategori jamaah cadangan adalah yang paling banyak. Mereka akan masuk sebagai calon jamaah haji jika masih tersedia kuota setelah pelunasan dari kategori utama,” ungkapnya.
Untuk jamaah cadangan, Syahbudi menegaskan bahwa ada beberapa prosedur yang harus dijalani sebelum bisa melakukan pelunasan. Salah satunya adalah memastikan status istitha’ah atau kemampuan kesehatan terlebih dahulu.
“Setelah istitha’ah, jamaah cadangan wajib melapor ke Kemenag untuk membuka blokir data di sistem Siskohat dan menandatangani surat pernyataan. Setelah pelunasan selesai, mereka juga diminta menyerahkan bukti pelunasan ke kantor Kemenag Kota Batam,” jelasnya.
Ia juga mengimbau seluruh calon jamaah haji yang masuk dalam daftar tahap kedua untuk tidak menunda proses pelunasan. Menurutnya, waktu yang tersisa sudah semakin pendek, sementara data menunjukkan bahwa aktivitas pelunasan mulai melambat sejak awal April.
“Data grafik kami menunjukkan tren pelunasan tertinggi terjadi pada 25 Maret lalu, yaitu sebanyak 44 orang dalam satu hari. Namun, sejak 9 April hingga hari ini, belum ada lagi penambahan jamaah yang melakukan pelunasan,” kata Syahbudi. (*)
Pelabuhan ASDP Telagapunggur. Foto. Aziz Maulana/ Batam Pos
batampos – PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Batam mencatat adanya peningkatan signifikan pada jumlah penumpang selama masa angkutan Lebaran 2025, meskipun terjadi penurunan pada jumlah kendaraan yang menyeberang dibandingkan tahun sebelumnya.
General Manager PT ASDP Cabang Batam, Hermin Welkis, mengungkapkan bahwa jumlah penumpang pejalan kaki meningkat sebesar 10 persen secara keseluruhan.
Sebaliknya, kendaraan roda dua tercatat menurun 9 persen, roda empat turun 12 persen, dan kendaraan angkutan muatan mengalami penurunan paling tajam sebesar 20 persen.
“Tren mudik tahun ini menunjukkan adanya pergeseran pola. Masyarakat memanfaatkan libur panjang sebelum puncak mudik untuk bepergian lebih awal, sehingga arus penumpang lebih terurai dan tidak menumpuk pada hari-hari mendekati puncak mudik maupun arus balik,” ujar Hermin, Rabu (9/4).
ASDP mencatat bahwa rute favorit pemudik masih didominasi oleh jalur Telagapunggur – Tanjunguban, Bintan. Sementara untuk lintasan jarak jauh seperti Tanjung Buton, Riau dan Kuala Tungkal, Jambi, lonjakan penumpang terjadi pada H-3 dan H+3 Lebaran.
“Kami melihat pola baru dari perilaku pemudik yang lebih memilih keberangkatan lebih awal dan kepulangan lebih lambat, ini membantu kami dalam pengelolaan operasional pelabuhan,” tambah Hermin.
Hermin turut mengapresiasi kerja sama lintas sektor, khususnya dengan Dinas Perhubungan Provinsi Kepulauan Riau serta aparat penegak hukum, yang telah bersinergi dalam menjaga kelancaran dan keamanan selama arus mudik dan balik Lebaran tahun ini.
Dengan pola baru mudik yang lebih terdistribusi, ASDP optimistis dapat terus meningkatkan pelayanan dan efisiensi operasional di masa-masa mendatang.
“Tanpa dukungan penuh dari instansi terkait, tentu kelancaran arus mudik yang minim kendala ini tidak akan bisa tercapai,” ujarnya. (*)