Senin, 15 Juni 2026
Beranda blog Halaman 1586

Mulai Lakban Kuning dan Alat Kontrasepsi, Barang Bukti Kasus Kematian Diplomat Kemlu Arya Daru Pangayunan

0
Deretan barang bukti kematian diplomat Kemlu, Arya Daru Pangayunan, dijejer di Gedug Ditreskrimum Polda Metro Jaya pada Selasa (29/7). (Syahrul Yunizar/JawaPos.com)

batampos – Polda Metro Jaya bakal mengumumkan hasil penyelidikan kematian diplomat Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Arya Daru Pangayunan, hari ini (29/7). Meski belum dimulai, sejumlah barang bukti sudah tampak di Aula Satya Haprabu, Gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya. Termasuk lakban kuning dan alat kontrasepsi.

Barang bukti tersebut dijejer di atas meja barang bukti. Selain lakban kuning dan alat kontrasepsi, ada telepon genggam, DVR Closed Circuit Television (CCTV), flashdisk, laptop, hingga peralatan mandi. Lakban kuning yang ditunjukkan adalah benda yang melilit wajah Daru saat ditemukan oleh penjaga tempat kos di bilangan Menteng, Jakarta Pusat (Jakpus).

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi sudah menjelaskan ihwal lakban kuning tersebut. Menurut dia, pihaknya sudah memeriksa rekan kerja dan istri Daru berkaitan dengan lakban kuning tersebut. Ade Ary menyebut, lakban kuning itu merupakan barang yang biasa digunakan oleh para pegawai Kemlu saat bepergian.

”Terkait dengan Lakban kuning, berdasarkan keterangan istri korban, bahwa lakban tersebut dibeli pada akhir bulan Juni di Toko Merah, Gedong Kuning, Jogjakarta. Lakban itu pun ada juga di rumah korban di Jogjakarta dan segera akan diserahkan kepada penyidik sebagai pembanding,” terang dia.

Sementara dari keterangan rekan kerja Daru, lakban kuning tersebut biasa dipakai oleh pegawai Kemlu yang bepergian ke luar negeri. Gunanya sebagai penanda barang bawaan seperti koper. Sehingga lebih mudah ditemukan karena warna lakban kuning itu menyala dan mencolok.

”Menurut keterangan rekan kerja ADP, bahwa lakban tersebut biasa digunakan pegawai kemenlu yg berpergian keluar negeri, guna mempermudah mencari barang saat di bandara, mengingat fungsinya sebagai penanda,” ujarnya.

Jenazah Arya Daru Pangayunan pertama kali ditemukan pada Selasa pagi (8/7). Dia ditemukan dalam keadaan kepala terlilit lakban kuning. Di balik lakban kuning tersebut juga ada plastik yang menutup kepala Daru. Sebelum ditemukan tewas mengenaskan, Daru sempat bepergian ke salah satu pusat perbelanjaan dan berdiam diri di rooftop Gedung Kemlu selama nyaris 1,5 jam. (*)

Sumber: JP Group

Artikel Mulai Lakban Kuning dan Alat Kontrasepsi, Barang Bukti Kasus Kematian Diplomat Kemlu Arya Daru Pangayunan pertama kali tampil pada News.

ASN Digerebek Istri Sah Saat Bersama Rekan Kerja di Kamar Kos, Ini Kata Sekda Lingga

0
Ilustrasi selingkuh
Ilustrasi. F. JPNN

batampos – Dua oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Lingga menjadi sorotan publik setelah diduga kepergok berselingkuh di sebuah kamar kos.

Salah satu di antaranya adalah IA, ASN yang bertugas di Sekretariat Daerah, yang digerebek langsung oleh istrinya sendiri saat berada di kamar bersama seorang perempuan berinisial F.

F diketahui juga merupakan ASN aktif yang bertugas di lingkungan Sekretariat DPRD Lingga. Peristiwa memalukan itu terjadi beberapa hari lalu dan sontak menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat dan lingkungan pemerintahan.

Menurut informasi yang dihimpun, penggerebekan dilakukan oleh istri IA di salah satu kamar kos milik F, yang disebut-sebut sebagai selingkuhan suaminya. Momen dramatis itu menjadi viral dan memicu keprihatinan masyarakat terhadap perilaku ASN yang seharusnya menjadi panutan.

“Iya benar, ini terjadi beberapa hari yang lalu,” kata Sekretaris Daerah Kabupaten Lingga, Armia, saat dikonfirmasi pada Selasa (29/7).

Meski begitu, ia menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada laporan resmi yang disampaikan oleh pasangan masing-masing kepada instansi.

“Untuk sanksi kepegawaian, kami tetap menunggu laporan tertulis dari istri IA maupun suami F. Selama belum ada pengaduan resmi, kami tidak bisa mengambil tindakan lebih lanjut,” ujar Armia.

Dari informasi yang beredar, istri IA memilih untuk menyelesaikan persoalan ini secara kekeluargaan tanpa membawa kasus tersebut ke ranah hukum atau ke instansi tempat suaminya bekerja. Sementara itu, suami dari F diketahui sedang berada di luar daerah saat insiden terjadi.

Hingga berita ini diturunkan, baik IA maupun F belum memberikan klarifikasi atau pernyataan resmi terkait dugaan perselingkuhan yang telah mencoreng nama baik lembaga tempat mereka bekerja. (*)

Reporter: Vatawari 

Artikel ASN Digerebek Istri Sah Saat Bersama Rekan Kerja di Kamar Kos, Ini Kata Sekda Lingga pertama kali tampil pada Kepri.

Retribusi Parkir Batam Tak Pernah Capai Target

0
Ilustrasi. Juru parkir saat mengatur kendaraan yang akan meninggalkan area parkir di Batamcentre. Foto: Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos– Kinerja Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam kembali menjadi sorotan tajam dari legislatif. Wakil Ketua I DPRD Batam, Aweng Kurniawan, menilai kinerja pengelolaan retribusi parkir oleh Dishub masih jauh dari ekspektasi, bahkan menunjukkan pola kegagalan yang terus berulang setiap tahun.

Sejak beberapa tahun terakhir, penerimaan retribusi parkir tidak pernah mencapai target yang ditetapkan. Padahal, tarif parkir telah mengalami kenaikan, yang seharusnya diiringi dengan lonjakan penerimaan. Tapi faktanya, kebocoran penerimaan justru tetap tinggi.

“Tarif sudah naik, harusnya penerimaan bisa dua kali lipat. Tapi tidak, tetap gagal. Mereka tidak mampu menambal potensi hilangnya penerimaan yang terjadi setiap tahun,” kata Aweng, Selasa (29/7).

BACA JUGA: Pemko Batam Siapkan Aturan Baru, Pengelolaan Parkir Akan Diserahkan ke Pihak Ketiga

Ia menyebut, persoalan ini bukan hal baru dan sudah menjadi pembahasan dalam berbagai rapat bersama. Dalam rapat terakhir Badan Anggaran (Banggar) DPRD Batam, Aweng bahkan meminta penjelasan khusus soal retribusi parkir yang tak kunjung membaik.

Pemerintah, kata dia, juga telah menyadari adanya kebocoran dalam pengelolaan parkir, dan masyarakat pun merasakannya. “Potensi loss sangat tinggi, sementara penerimaan tidak pernah maksimal. Maka ini menjadi catatan serius dan kritik dari kami sebagai mitra kerja,” tambahnya.

Melihat stagnasi ini, Banggar DPRD Batam mengusulkan agar penarikan retribusi parkir dibebaskan selama tiga bulan ke depan. Usulan ini muncul sebagai bentuk evaluasi total terhadap sistem yang berjalan saat ini.

“Parkir ini salah satu yang sedang jadi perhatian Pak Wali dan Bu Wakil Wali Kota. Makanya kami pertimbangkan pembebasan sementara sebagai langkah untuk memperbaiki sistem ke depannya,” ujar Aweng.

Menurut perhitungan tim Banggar, potensi penerimaan dari parkir di Batam seharusnya bisa mencapai lebih dari Rp40 miliar per tahun. Namun kenyataannya, yang masuk ke kas daerah hanya sekitar Rp5 miliar.

“Selisihnya kemana? Ini yang perlu kita selidiki bersama. Ada Rp35 miliar lebih yang hilang potensinya. Jika ini bisa dioptimalkan, tentu sangat besar dampaknya terhadap PAD kita,” ujarnya.

DPRD pun mendesak Dishub Batam untuk segera melakukan pembenahan sistem pengelolaan parkir, termasuk mempertimbangkan digitalisasi dan pengawasan ketat agar kebocoran bisa ditekan. (*)

Reporter: Arjuna

Artikel Retribusi Parkir Batam Tak Pernah Capai Target pertama kali tampil pada Metropolis.

Pengabdian Kepada Masyarakat Perihal Pengenalan Teknologi Mesin dan Elektro ke Pelajar SMK N 1 Padang

0
Polibatam
Pengabdian kepada masyarakat Politeknik Negeri Batam kenalkan teknologi mesin dan elektro ke pelajar SMK Negeri 1 Padang. F. Istimewa untuk Batam Pos.

batampos – Politeknik Negeri Batam (Polibatam) kembali menunjukkan perannya dalam pengabdian kepada masyarakat melalui kegiatan edukatif yang menyasar pelajar SMK.

Bertempat di kampus Polibatam, kegiatan pengenalan teknologi terkini di bidang Teknik Mesin dan Teknik Elektro ini digelar pada 8 Juli 2025, dengan melibatkan 15 pelajar dari SMK N 1 Padang.

Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat.

Tujuannya adalah memberikan pemahaman kepada pelajar dan guru tentang perkembangan teknologi terbaru yang kini menjadi tulang punggung dunia industri 4.0.

Para peserta mendapatkan materi tentang Teknologi Mesin CNC, Seperti CNC Milling, CNC Turning, CNC Wire Cutting, CNC Wire Drill, dsb yang disampaikan secara interaktif oleh Kms M Avrieldi, S.Pd., M.Pd.T. dan Laboran Teknik Mesin Polibatam.

Tidak hanya perihal teknologi mesin, namun para peserta juga dikenalkan dengan teknologi robotika. “Proses Pembelajaran yang kami berikan adalah ilmu dasar saja. melalui Ilmu dasar tersebut kami menstimulus mahasiswa untuk bisa berkembang dan mengasah kreativitasnya,” jelas Hendawan Soebhakti, S.T., M.T., salah satu pembimbing kegiatan pengenalan teknologi robotika dengan sistem otomasi berbasis sensor.

Dalam sesi diskusi dan kunjungan laboratorium, antusiasme pelajar terlihat tinggi. Mereka aktif bertanya dan berdiskusi, terutama terkait praktik perakitan alat teknologi IoT dan robotika.

Pihak SMK N 1 Padang juga menyambut baik kegiatan ini karena mampu menumbuhkan minat belajar siswa, meningkatkan kesiapan mereka menghadapi dunia kerja, dan mempererat kolaborasi antara lembaga pendidikan menengah dan perguruan tinggi.

Evaluasi dari kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan praktis dan demonstratif sangat efektif dalam membangun pemahaman. Materi yang diberikan dinilai relevan dan sesuai dengan kebutuhan pelajar.

Kegiatan ini diharapkan menjadi awal dari sinergi berkelanjutan antara Polibatam dan sekolah kejuruan lainnya di Indonesia, sebagai upaya mencetak sumber daya manusia yang adaptif terhadap kemajuan teknologi. (*)

Penulis: KMS M. Avrieldi

Artikel Pengabdian Kepada Masyarakat Perihal Pengenalan Teknologi Mesin dan Elektro ke Pelajar SMK N 1 Padang pertama kali tampil pada Metropolis.

Lubang Besar di Jalan S Parman Seibeduk Picu Kecelakaan, Pemotor Terjungkal

0
Jalan berlubang Seibeduk
Lubang menganga di Jalan S. Parman, Seibeduk kembali memakan korban. Warga desak perbaikan. F. Eusebius Sara/Batam Pos.

batampos – Kondisi jalan rusak di ruas Jalan S. Parman, Kecamatan Seibeduk, Batam, kembali memakan korban. Seorang pengendara motor terjungkal saat melintasi lubang besar yang menganga di badan jalan, Senin (29/7) malam.

Insiden terjadi saat korban melaju dari arah Mukakuning menuju Seibeduk, tepatnya di dekat pintu IV kawasan industri Batamindo. Warga menyebut, korban merupakan pekerja yang tengah pulang malam setelah shift kerja.

“Dia tidak sempat menghindar karena gelap. Lubangnya besar dan dalam, langsung jatuh,” kata Halim, warga sekitar yang ikut menolong korban.

Beruntung, korban hanya mengalami luka ringan. Namun, sepeda motornya mengalami kerusakan cukup parah di bagian depan.

Lubang besar itu, menurut warga, terbentuk akibat kebocoran pipa air di sisi jalan. Air yang terus mengalir menggerus aspal hingga membentuk lubang besar.

Dengan arus lalu lintas yang padat, terutama kendaraan berat seperti truk, kondisi lubang semakin memburuk.

“Ini bukan pertama kali. Sudah beberapa pekan terakhir sering makan korban,” ujar Sumardi, warga lainnya.

Warga mengaku sudah berulang kali melaporkan kondisi jalan tersebut ke pihak berwenang. Namun hingga kini belum ada perbaikan berarti. Saat ini, lubang di jalan hanya ditandai seadanya menggunakan ranting dan batu.

“Kami minta perbaikan total, bukan tambal sulam. Ini jalur utama ke Seibeduk, setiap hari ramai dilewati pekerja,” tegas Sumardi.

Warga mendesak Pemko Batam agar segera turun tangan. Mengingat Jalan S Parman merupakan akses vital yang tak bisa terus dibiarkan rusak dan membahayakan pengguna jalan. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Lubang Besar di Jalan S Parman Seibeduk Picu Kecelakaan, Pemotor Terjungkal pertama kali tampil pada Metropolis.

Chandra, Pimpinan Jaringan Judi Online Dituntut Denda Rp 2 M

0
suasana sidang kasus judi online di PN Batam. f.azis

batampos– Pengadilan Negeri (PN) Batam kembali menggelar persidangan perkara perjudian online yang menyeret 12 orang terdakwa dalam jaringan operasional tiga situs daring—Hamsawin, Forwin87, dan Botakwin. Dalam sidang yang digelar Senin (29/7), jaksa penuntut umum (JPU) membacakan tuntutan hukuman pidana penjara terhadap para terdakwa yang diduga terlibat aktif dalam praktik perjudian tersebut.

Terdakwa utama, Chandra Wijaya yang disebut sebagai pimpinan operasional jaringan, dituntut pidana penjara selama delapan tahun serta denda sebesar Rp 2 miliar dengan ketentuan apabila tidak dibayar maka akan diganti dengan kurungan enam bulan.

Dalam tuntutannya, JPU Izhar menyebut bahwa Chandra terbukti melanggar Pasal 45 ayat (3) juncto Pasal 27 ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) yang mengatur tentang distribusi dan/atau akses informasi elektronik yang memuat muatan perjudian.

BACA JUGA: Sidang Moritius Umbu Rider: Modus Rekrut 40 Orang, 500 Rekening Palsu untuk Judi dan Penipuan Online

“Chandra berperan sebagai koordinator utama yang mengelola jalannya aktivitas situs judi tersebut dari dua lokasi berbeda, yakni Apartemen Aston dan Apartemen Formosa,” ujar Izhar saat membacakan tuntutan.

Terdakwa lain, Linda yang bertugas membantu Chandra dalam memantau laporan harian serta mengelola database transaksi situs, juga mendapat tuntutan berat. Ia dituntut lima tahun penjara dan denda Rp 2 miliar subsider enam bulan kurungan.

“Linda telah bekerja selama tujuh bulan dan secara langsung menerima instruksi dari Chandra melalui komunikasi daring,” kata JPU.

Sembilan terdakwa lain yang seluruhnya berasal dari Jambi, masing-masing Zidan, Andi Ismail, Feri Julianda, Aldi Baharuddin, Arif Fadillah, Anji Darmawan, Wawan Firmansyah, dan Syahrul Firmansyah dituntut tiga tahun penjara dengan denda Rp 1 miliar subsider empat bulan kurungan.

Dalam keterangan persidangan, para terdakwa mengaku direkrut untuk menjadi telemarketing situs judi dan ditempatkan di dua apartemen tersebut. Empat orang bertugas di Aston, sementara lima lainnya bekerja di Formosa.

“Tugas kami adalah merekrut lima hingga delapan pemain baru setiap hari melalui pesan instan dan media sosial. Kami bekerja menggunakan dua unit ponsel dan komputer,” ungkap salah satu terdakwa.

Para telemarketing ini diwajibkan mengirimkan laporan hasil kerja harian pada pukul 00.00 WIB melalui grup Telegram yang dikendalikan oleh seseorang berinisial Rendi yang hingga kini masih buron (DPO).

Dalam pengungkapan kasus ini, disebutkan bahwa saat aparat kepolisian hendak melakukan penangkapan, Rendi sempat menyuruh anak buahnya turun ke lobi apartemen. Saat itulah polisi melakukan penangkapan terhadap 12 orang yang kini menjadi terdakwa.

Namun, Rendi berhasil meloloskan diri dan saat ini masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) pihak kepolisian.

“Kami ditawari pekerjaan sebagai marketing situs online. Sebagian dari kami bahkan baru bekerja selama 15 hari,” ujar seorang terdakwa.

Atas tuntutan yang diajukan oleh JPU, tim kuasa hukum terdakwa Chandra dan Linda menyatakan keberatan dan akan menyampaikan nota pembelaan (pledoi) pada sidang berikutnya.

Hal serupa juga disampaikan oleh para terdakwa lainnya yang akan mengajukan pembelaan secara tertulis.

Sidang lanjutan dijadwalkan dalam waktu dekat dengan agenda pembacaan pledoi dari masing-masing terdakwa dan penasihat hukumnya.

Perkara ini menjadi sorotan publik mengingat maraknya praktik judi online yang merambah ke berbagai wilayah, dengan modus digital marketing yang menargetkan masyarakat secara daring. (*)

Reporter: Azis

 

Artikel Chandra, Pimpinan Jaringan Judi Online Dituntut Denda Rp 2 M pertama kali tampil pada Metropolis.

Ini 7 Cara Mengatasi Perut Buncit Supaya Tidak Menimbulkan Masalah Kesehatan

0
Ilustrasi lemak perut yang menggangu. (Sumber: freepik.com/drobotdean)

batampos – Perut buncit adalah masalah yang sering dialami banyak orang dan bisa memengaruhi kesehatan secara keseluruhan. Kamu perlu tahu cara mengatasi perut buncit.

Salah satu penyebab utama perut buncit, yaitu penumpukan lemak, terutama lemak visceral yang berbahaya jika menumpuk berlebihan.

Mengutip dari laman Cleveland Clinic, lemak visceral berada di sekitar organ dalam, seperti hati, usus, dan perut.

Lemak visceral berbeda dengan lemak subkutan (subcutaneous fat) yang hanya berada di bawah kulit dan bisa dicubit.

Terlalu banyak lemak visceral dapat meningkatkan risiko penyakit serius seperti diabetes, penyakit jantung, dan stroke.

Oleh karena itu, penting untuk mengetahui cara mengatasi perut buncit agar tidak menimbulkan masalah kesehatan lebih lanjut.

Berikut ini cara mengatasinya, seperti dirangkum dari laman Hopkins Medicine dan Health:

1. Kurangi Konsumsi Karbohidrat, Bukan Lemak

Penelitian dari Johns Hopkins menunjukkan, diet rendah karbohidrat lebih efektif menurunkan berat badan dibandingkan diet rendah lemak dengan jumlah kalori yang sama.

Orang-orang yang menjalani diet rendah karbohidrat kehilangan rata-rata 4 kg lebih banyak dibandingkan yang diet rendah lemak.

Selain itu, diet rendah karbohidrat membantu mempertahankan massa otot lebih baik, sehingga penurunan berat badan lebih berkualitas.

Jadi, fokuslah mengurangi asupan karbohidrat olahan dan gula untuk mengatasi perut buncit.

2. Rutin Bergerak dan Berolahraga

Aktivitas fisik sangat penting untuk membakar lemak perut, terutama lemak visceral. Olahraga dapat membantu menurunkan kadar insulin dalam tubuh yang memicu penumpukan lemak.

Selain itu, olahraga baik latihan aerobik maupun latihan kekuatan, dapat merangsang liver untuk menggunakan asam lemak sebagai energi.

Untuk hasil optimal, lakukan olahraga dengan intensitas sedang hingga berat selama 30-60 menit hampir setiap hari.

3. Pelajari Label Makanan

Menjadi pembaca label makanan yang cermat membantumu memilih produk makanan kemasan yang tepat.

Contohnya, beberapa yogurt yang mengeklaim rendah lemak, ternyata mengandung karbohidrat dan gula tambahan yang tinggi.

Begitu juga dengan saus dan mayones yang sering mengandung kalori dan lemak tersembunyi.

Dengan memahami kandungan makanan, kamu bisa mengurangi asupan kalori berlebih yang menyebabkan perut buncit.

4. Tambahkan Latihan Kekuatan

Selain olahraga kardio, latihan kekuatan sangat penting untuk meningkatkan massa otot yang membantu membakar lebih banyak kalori.

Latihan kekuatan juga terbukti efektif menurunkan massa lemak tubuh, persentase lemak, dan lemak visceral.

Disarankan untuk melakukan latihan kekuatan minimal dua kali seminggu, selain memenuhi target 150 menit olahraga aerobik per minggu.

5. Konsumsi Lebih Banyak Makanan Berbasis Tumbuhan

Diet berbasis tumbuhan, seperti buah, sayur, dan biji-bijian sangat membantu mengurangi lemak perut.

Banyak dari makanan ini kaya akan polifenol, antioksidan yang memiliki sifat anti-inflamasi.

Studi menunjukkan, diet Mediterania yang fokus pada makanan nabati dan membatasi produk hewani dapat menurunkan berat badan dan lingkar pinggang lebih efektif.

6. Kelola Stres

Stres dapat memicu penumpukan lemak di perut karena meningkatkan hormon kortisol yang membuat tubuh menyimpan lemak lebih banyak dan memperbesar sel lemak.

Saat stres, kamu mungkin juga cenderung mengonsumsi makanan tinggi lemak, gula, dan kalori.

Untuk mengatasi stres, lakukan aktivitas yang membuat rileks seperti berinteraksi dengan keluarga, berolahraga, mendengarkan musik, atau meditasi.

7. Tidur yang Cukup

Kurang tidur berkaitan erat dengan peningkatan risiko obesitas dan penumpukan lemak perut. Orang dewasa umumnya membutuhkan minimal 7 jam tidur berkualitas setiap malam.

Tidur yang cukup dan teratur membantu menjaga keseimbangan hormon yang mengatur nafsu makan dan metabolisme.

Pastikan kamu menciptakan lingkungan tidur yang nyaman dan jadwal tidur yang konsisten untuk mendapatkan manfaat optimal.

Perut buncit bukan hanya masalah estetika, tetapi juga bisa menjadi tanda penumpukan lemak visceral yang berbahaya bagi kesehatan.

Dengan menerapkan cara mengatasi perut buncit di atas, kamu dapat mengurangi risiko penyakit serius.

Mulailah perubahan gaya hidup sehat sekarang juga agar perut buncit tidak menjadi masalah kesehatan di masa depan! (*)

Artikel Ini 7 Cara Mengatasi Perut Buncit Supaya Tidak Menimbulkan Masalah Kesehatan pertama kali tampil pada Lifestyle.

Angka Pernikahan di Batam Turun Signifikan, Analisis Kemenag Ungkap Alasannya

0
Ilustrasi. jawapos.com

batampos – Angka pernikahan di Kota Batam mengalami penurunan signifikan sepanjang paruh pertama tahun 2025. Berdasarkan data Kementerian Agama (Kemenag) Batam, tercatat hanya 2.768 peristiwa nikah terjadi dari Januari hingga Juni 2025. Angka ini lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun-tahun sebelumnya.

Penurunan ini salah satunya disebabkan oleh perubahan regulasi batas usia minimal menikah. Kepala Kemenag Batam, Budi Dermawan, menyebut aturan terbaru menaikkan batas usia menikah dari 16 menjadi 19 tahun untuk perempuan, sesuai Undang-Undang (UU) Nomor 16 Tahun 2019.

“Kan ada perubahan usia dari 16 tahun menjadi 19 tahun. Sudah pasti ini mempengaruhi, karena mereka harus menunda pernikahan mereka sampai pada usia yang sudah ditetapkan negara,” katanya, Senin (28/7).

Perubahan ini membawa dampak signifikan, terutama di kalangan remaja yang sebelumnya menikah dini. Kini, mereka harus menunggu hingga usia yang telah ditetapkan pemerintah.

Baca Juga: Jawab Isu Peredaran Beras Oplosan, Beberapa Jenis Beras di Batam Diuji di Laboratorium

Namun, bukan hanya soal usia. Faktor kesiapan finansial dan mental juga turut memengaruhi turunnya angka pernikahan. Kata Budi, banyak pasangan muda memilih menunda pernikahan demi mempersiapkan kehidupan rumah tangga yang lebih stabil.

“Karena kebutuhan bertambah usai menikah itu. Jadi banyak pasangan yang memilih mempersiapkan pernikahan mereka dengan matang. Meskipun sudah memasuki usia menikah, namun banyak yang menunda pernikahan karena faktor ini,” ujarnya.

Faktor kesiapan mental pun tak bisa diabaikan. Menurutnya, banyak perceraian terjadi karena pasangan belum matang secara psikologis.

“Banyak persoalan yang muncul, tentu dibutuhkan mental yang kuat untuk menjaga agar pernikahan itu bertahan. Kesiapan mental ini juga bisa mencegah terjadinya perceraian pada pernikahan,” ujar dia.

Sebagai langkah antisipasi, Kemenag Batam memperkuat edukasi pranikah melalui program bimbingan selama dua hari bagi calon pengantin. Bimbingan ini dilakukan di Kantor Urusan Agama (KUA) dan menyasar semua pasangan yang hendak menikah.

“Nanti petugas KUA akan memberikan pengetahuan bagaimana membina rumah tangga yang baik, sehingga bisa membuat pernikahan itu berjalan baik,” kata Budi.

Materi yang diberikan mencakup pemahaman agama, komunikasi keluarga, pengelolaan konflik, serta manajemen keuangan rumah tangga.

Baca Juga: Jalanan dari Simpang Panbil Menuju ke Kepri Mall Macet Parah di Jam Sibuk

Tak hanya berhenti di situ, Kemenag juga menjalankan program Bimbingan Remaja Usia Sekolah (Brus) di berbagai sekolah di Batam. Program ini bertujuan membentuk kesadaran dini akan pentingnya kesiapan menikah.

“Kami ingin anak remaja ini berpikir dengan matang dan memahami pernikahan itu seperti apa. Sehingga mereka bisa mempersiapkan dengan baik,” katanya.

Data internal Kemenag menunjukkan mayoritas pasangan yang bercerai berasal dari kelompok usia muda. Karena itu, edukasi sejak dini menjadi penting untuk membangun keluarga yang lebih tangguh.

Sebagai perbandingan, pada bulan Desember 2024 lalu, tercatat 650 peristiwa nikah terjadi di seluruh wilayah Batam. Angka ini mencerminkan tren yang cukup tinggi dibandingkan bulan-bulan di semester awal 2025, yang rata-rata hanya sekitar 450-550 pernikahan per bulan.

Dari sisi wilayah, kecamatan dengan jumlah pernikahan tertinggi selama semester pertama 2025 adalah Sagulung dan Nongsa, masing-masing mencatat ratusan peristiwa nikah. (*)

 

Reporter: Arjuna

Artikel Angka Pernikahan di Batam Turun Signifikan, Analisis Kemenag Ungkap Alasannya pertama kali tampil pada Metropolis.

Mahasiswa Demo Polresta Tanjungpinang Desak Tuntaskan Kasus Pengeroyokan

0
Demo mahasiswa polresta Tanjungpinang
Sejumlah mahasiswa saat menggeruduk Mapolresta Tanjungpinang Jalan Ahmad Yani, Selasa (29/7). F. Mohamad Ismail/Batam Pos.

batampos – Sejumlah mahasiswa mendatangi Mapolresta Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Selasa (29/7/2025), untuk menggelar aksi unjuk rasa terkait dugaan mandeknya penanganan kasus pengeroyokan.

Mereka mendesak aparat penegak hukum segera menindaklanjuti laporan korban yang disebut-sebut belum mendapatkan kejelasan sejak dilaporkan pada Maret lalu.

Pantauan Batam Pos, aksi berjalan tertib dan dikawal ketat puluhan anggota kepolisian. Para mahasiswa menyuarakan orasi secara bergantian di depan halaman Polresta.

“Kami mendesak Polresta menindaklanjuti laporan korban pengeroyokan. Terakhir kami mendapat informasi, kasus ini belum diproses lebih lanjut sejak Maret,” ujar Yogi, koordinator aksi.

Yogi menyoroti kasus pengeroyokan yang terjadi di salah satu Tempat Hiburan Malam (THM) bernama Majestik. Ironisnya, menurut dia, korban pengeroyokan justru kini telah ditetapkan sebagai tersangka dan telah ditahan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjungpinang.

“Ini yang kami nilai janggal. Korban sudah jadi tersangka, padahal ia juga melapor atas dugaan pengeroyokan. Kami akan terus kawal kasus ini sampai jelas,” tegasnya.

Menanggapi aksi tersebut, Kasat Reskrim Polresta Tanjungpinang, AKP Agung Tri Poernowo, menegaskan bahwa kasus ini tetap ditangani dengan serius oleh penyidik. Ia menjelaskan, sejauh ini sudah enam orang saksi dimintai keterangan.

“Masih ada beberapa pihak yang belum memenuhi panggilan penyidik, tapi kami tetap lanjutkan proses penyelidikan. Rekonstruksi juga akan segera dilakukan di lokasi kejadian,” jelas Agung.

Terkait penetapan tersangka, Agung menegaskan hal itu dilakukan setelah penyidik mengantongi alat bukti yang dinilai cukup. “Kasus ini terus berlanjut. Kami pastikan penanganannya sampai tuntas dan ada kepastian hukum bagi semua pihak yang terlibat,” pungkasnya. (*)

Reporter: M. Ismail 

Artikel Mahasiswa Demo Polresta Tanjungpinang Desak Tuntaskan Kasus Pengeroyokan pertama kali tampil pada Kepri.

Mantan Menko Ekonomi Kwik Kian Gie Meninggal Dunia di Usia 90 Tahun

0
Mantan Menteri Ekonomi Kwik Kian Gie( tengah berkacamata) semasa hidupnya. (Dok.JawaPos.com).

batampos – Kwik Kian Gie yang merupakan mantan Menteri Koordinator (Menko) Ekonomi era Presiden Ke-4 RI, Abdurrahman Wahid alias Gusdur yang meninggal dunia, pada Senin (28/7) pukul 22.00 WIB di Rumah Sakit Medistra, Jakarta Selatan.

Kabar meninggalnya Kwik Kian Gie disampaikan Sandiaga Uno melalui unggahan Instagram pribadinya pada Senin (28/7) malam.

“Selamat jalan, Pak Kwik Kian Gie. Ekonom, pendidik, nasionalis sejati. Mentor yang tak pernah lelah memperjuangkan kebenaran. Yang berdiri tegak di tengah badai, demi kepentingan rakyat dan negeri. Indonesia berduka,” demikian unggahan Sandiaga Uno.

Kwik Kian Gie lahir di Juwana, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, pada 11 Januari 1935. Eks Menko sekaligus Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional dan Ketua Bappenas (2001 hingga 2004) era Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarno Putri meninggal di usia ke 90 tahun.

Tak hanya dikenal sebagai pejabat negara. Kwik merupakan sosok ekonom dan politikus senior dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. Sebelum terjun sebagai praktisi, Kwik tercatat pernah melanjutkan studi di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia selama satu tahun untuk tahap persiapan sebelum terbang ke Rotterdam, Belanda, untuk melanjutkan studi di Nederlandsche Economische Hogeschool pada tahun 1963.

Setelah selesai studi di Belanda, Kwik Kian Gie tak langsung pulang ke Indonesia. Kwik bekerja dulu sebagai asisten atase kebudayaan dan penerangan Kedutaan Besar RI di Den Haag, selama satu tahun.

Kemudian, ia menjadi direktur perusahaan perkebunan NV Handelsonderneming IPILO, Amsterdam. Saat di Belanda itu pula, Kwik melangsungkan pernikahan hingga memiliki tiga anak.

Kwik tercatat baru pulang ke Indonesia setelah 7 tahun tinggal di Belanda. Tepatnya pada 1970, Kwik Kian terjun ke dunia bisnis dengan memimpin lembaga keuangan nonbank, yaitu Indonesia Financing & Investment Company selama tiga tahun.

Berpengalaman di bidang perkebunan, Kwik Kian pun membuka usaha pengelolaan perkebunan di bawah PT Jasa Dharma Utama hingga mendirikan PT Altron Panorama Electronics. Tak berhenti jadi pengusaha, Kwik akhirnya terjun total ke dunia pendidikan dan politik.

Dari sisi pendidikan, Kwik Kian bersama dua rekannya, Kaharudin Ongko dan Djoenaedi Joesoef, ia mendirikan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Institut Bisnis Indonesia (STIE IBII). Sedangkan untuk dunia politik, Kwik bergabung dengan PDI.

Karier di dunia politiknya pun moncer, Kwik Kian berhasil melenggang ke Senayan sebagai anggota DPR RI hingga dipercaya menjadi Wakil Ketua MPR RI. Bahkan, ia pun tercatat pernah menjadi salah satu penasihat ekonomi dari pasangan calon No. Urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, pada Pemilu Presiden 2019. (*)

Artikel Mantan Menko Ekonomi Kwik Kian Gie Meninggal Dunia di Usia 90 Tahun pertama kali tampil pada News.