Rabu, 17 Juni 2026
Beranda blog Halaman 1587

Cara Bangkit dari Rasa Minder Berkepanjangan

0
Ilustrasi

batampos – Rasa minder bisa hadir kapan saja, setelah gagal berbicara di depan umum, dibandingkan dengan orang lain, atau bahkan saat diberi pujian. Perasaan tidak percaya diri yang menetap ini bukan hanya mengganggu hubungan sosial, tapi juga bisa menghambat pencapaian dan pertumbuhan pribadi dalam jangka panjang.

Namun menurut Vanessa Van Edwards, peneliti perilaku manusia dan pendiri Science of People, rasa minder sebenarnya bukan masalah karakter yang permanen. Dalam video edukatif berjudul The Psychological Tricks to Overcome Insecurity and Self-Doubt yang diunggah ke kanal YouTube resminya, ia menjelaskan bahwa minder adalah hasil dari kebiasaan berpikir yang terus dipelihara dan itu bisa dilatih ulang secara psikologis.

Vanessa menekankan pentingnya mengubah cara berbicara kepada diri sendiri, karena banyak orang secara tidak sadar mengulang kalimat yang merendahkan nilai diri. Ketika hal ini menjadi kebiasaan, otak mulai mempercayai bahwa kita memang “tidak cukup baik”, padahal realitanya tidak seperti itu.

Strategi Psikologis untuk Bangkit dari Rasa Minder:

1. Ganti Pola Self-Talk Negatif dengan Narasi Baru

Ucapan dalam hati seperti “aku bodoh” atau “aku pasti gagal” harus diubah dengan kalimat yang lebih konstruktif, misalnya “aku sedang belajar” atau “aku belum bisa, tapi akan terus mencoba.”

2. Visualisasi Diri dalam Versi Terbaik
Teknik future self visualization, yaitu membayangkan diri kita berhasil menghadapi situasi sulit. Ini membantu membentuk kepercayaan sebelum pengalaman itu benar-benar terjadi.

3. Tantang Diri dalam Skala Kecil tapi Konsisten

Misalnya, mencoba menyapa orang baru, memberikan opini dalam rapat, atau mem-posting sesuatu yang selama ini ditahan. Tindakan kecil ini memberi bukti nyata bahwa kita bisa melampaui rasa takut.

4. Jaga Bahasa Tubuh yang Terkendali dan Terbuka

Bahasa tubuh yang membungkuk atau menghindari kontak mata memperkuat rasa minder. Postur tegak, napas stabil, dan gestur terbuka bisa memberi sinyal ke otak bahwa kita cukup kuat.

5. Bangun Lingkungan yang Mendukung
Lingkungan yang suportif membantu menumbuhkan kembali rasa aman dan validasi yang sehat. Hindari terlalu lama berada dalam situasi yang membuatmu terus merasa “kurang.”

Rasa minder bukan tanda kelemahan, melainkan sinyal bahwa ada bagian dari diri yang perlu dilatih ulang. Dengan pendekatan psikologis yang tepat, seperti yang disampaikan Vanessa Van Edwards, kita bisa melatih otak untuk mengubah keraguan menjadi keyakinan, bukan dengan berpura-pura kuat, tapi dengan mengenali pola pikir lama dan membangunnya ulang secara sadar. (*)

Artikel Cara Bangkit dari Rasa Minder Berkepanjangan pertama kali tampil pada Lifestyle.

Waspadai 5 Jenis Makanan Pemicu Kanker Ini

0
Ilustrasi makanan yang dibakar bisa picu kanker, (freepik)

batampos – Kanker adalah salah satu penyakit yang paling banyak menyebabkan kematian di seluruh dunia. Data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan bahwa kanker mengakibatkan hampir 10 juta kematian setiap tahun.

Menurut informasi dari Halodoc, kanker bisa muncul hampir di semua bagian tubuh karena tubuh kita terdiri dari triliunan sel. Biasanya, sel-sel di dalam tubuh terus tumbuh dan membelah untuk mengganti sel yang sudah tua atau rusak. Sel yang lama akan mati, lalu digantikan oleh sel baru sesuai kebutuhan tubuh.

Saat kanker muncul, proses ini menjadi tidak teratur. Sel-sel yang abnormal atau tidak normal mulai menumpuk dan akhirnya membentuk yang disebut tumor. Tumor ini ada dua jenis, yaitu tumor ganas (kanker) dan tumor jinak. Tumor ganas bisa menyebar dan menyerang bagian tubuh lain, sedangkan tumor jinak tidak menyebar.

Salah satu cara paling efektif untuk menurunkan risiko kanker adalah menerapkan gaya hidup sehat, termasuk memilih pola makan yang tepat. Makanan yang bergizi dan seimbang dapat membantu tubuh melawan berbagai penyakit, termasuk kanker. Jadi, penting untuk mengetahui jenis makanan apa saja yang bisa meningkatkan risiko kanker agar bisa dihindari.

Menurut Alodokter, makanan yang dapat menyebabkan kanker umumnya mengandung zat karsinogen, yaitu zat yang memicu pertumbuhan sel kanker. Selain itu, makanan dengan kandungan lemak dan gula yang tinggi juga bisa mempercepat perkembangan sel kanker dalam tubuh.

Nah, apa saja makanan yang sebaiknya Anda batasi agar terhindar dari risiko kanker? Berikut beberapa jenis makanan yang perlu diperhatikan konsumsinya karena berpotensi meningkatkan risiko kanker. Dengan mengetahui ini, Anda bisa mulai menjaga pola makan dan gaya hidup agar tubuh tetap sehat dan terhindar dari penyakit berbahaya seperti kanker.

1. Minuman Beralkohol

Alkohol dikenal sebagai zat yang bisa mengganggu kerja organ dalam, terutama hati. Bila dikonsumsi terus-menerus, alkohol bisa melemahkan sistem kekebalan tubuh, merusak jaringan, dan memperbesar kemungkinan timbulnya sel kanker. Risiko tersebut meningkat jika dikombinasikan dengan pola makan tidak sehat dan gaya hidup pasif.

2. Makanan dengan Bahan Kimia Tambahan

Camilan kemasan yang berwarna mencolok atau memiliki rasa yang sangat kuat biasanya mengandung pewarna sintetis, pengawet buatan, dan pemanis buatan seperti aspartam. Jika dikonsumsi secara rutin dalam waktu lama, zat-zat ini dapat memicu gangguan kesehatan yang lebih serius, termasuk meningkatkan risiko tumbuhnya sel kanker di dalam tubuh.

3. Daging Olahan

Sosis, nugget, kornet, hingga ham seringkali menjadi pilihan praktis untuk lauk sehari-hari. Padahal, daging-daging ini mengandung bahan pengawet seperti nitrat dan nitrit. Ketika masuk ke tubuh, zat ini bisa berubah menjadi senyawa karsinogen atau pemicu kanker. Konsumsi jangka panjang bahkan bisa berdampak pada kesehatan tulang dan organ lainnya.

4. Makanan Tinggi Lemak Trans

Coba perhatikan kandungan dalam makanan cepat saji, gorengan, margarin, atau camilan ringan. Banyak di antaranya mengandung lemak trans, yang tidak hanya meningkatkan kadar kolesterol, tapi juga memicu peradangan di dalam tubuh. Kondisi ini dapat menciptakan lingkungan yang ideal bagi sel kanker untuk berkembang.

5. Makanan yang Dibakar atau Dipanggang Terlalu Lama

Makanan yang dimasak langsung di atas bara api atau suhu tinggi, seperti sate atau ayam bakar, memang menggoda selera. Tetapi, proses ini bisa menghasilkan senyawa berbahaya seperti HCA (heterocyclic amines) dan PAH (polycyclic aromatic hydrocarbons). Keduanya bersifat karsinogenik dan bisa merusak DNA dalam sel jika masuk ke tubuh dalam jumlah besar.(*)

 

Artikel Waspadai 5 Jenis Makanan Pemicu Kanker Ini pertama kali tampil pada Lifestyle.

Gojek Sesalkan Pengiriman Pesanan Fiktif ke Kantor Media di Batam

0
Sejumlah driver ojek online yang mendapat orderan fiktif mendatangi kantor Batampos, kamis (31/7). F.Juliana Belence

batampos— Perusahaan layanan transportasi daring Gojek menyampaikan penyesalan mendalam atas insiden pengiriman pesanan fiktif yang menimpa sejumlah kantor media di wilayah Kepulauan Riau, termasuk di Kota Batam.

Terbaru, Kamis (31/7) pagi, menimpa kantor Batam Pos. Peristiwa ini diduga dilakukan oleh pihak tak bertanggung jawab melalui aplikasi layanan pengantaran.

Gojek menilai tindakan tersebut mengganggu aktivitas jurnalistik dan kebebasan pers. “Gojek menjunjung tinggi peran penting jurnalisme dan mengecam keras segala bentuk intervensi terhadap transparansi dan kerja jurnalistik,” ujar Head of Regional Corporate Affairs Gojek, Mulawarman, dalam keterangan tertulis, Rabu (31/7).

BACA JUGA: Orderan Fiktif Gojek Menyerbu Kantor Batam Pos

Setelah menerima laporan dari para korban maupun mitra driver, Gojek langsung melakukan investigasi internal. Akun yang terindikasi melakukan order fiktif telah dinonaktifkan guna mencegah kerugian lanjutan.

Gojek juga menegaskan bahwa masyarakat yang menerima kiriman pesanan tanpa pernah memesan melalui aplikasi tidak berkewajiban untuk membayar. “Laporan bisa disampaikan melalui Mitra Driver, yang kemudian diteruskan ke sistem kami lewat aplikasi resmi Mitra Driver,” jelas Mulawarman.

Sebagai bentuk perlindungan terhadap mitra pengemudi, Gojek berkomitmen menanggung seluruh kerugian yang dialami driver akibat pesanan palsu. Langkah ini diambil agar mitra tidak terdampak secara finansial.

Selain itu, perusahaan juga memperkuat edukasi bagi mitra pengemudi, terutama dalam hal verifikasi pesanan dan prosedur saat menghadapi indikasi order fiktif. “Kami terus menegaskan pentingnya memverifikasi keabsahan pesanan sebelum pengantaran dilakukan,” tambahnya.

Gojek menyatakan siap mendukung penuh proses penyelidikan oleh aparat penegak hukum dan akan bekerja sama dengan pihak kepolisian. “Kami siap membantu proses investigasi, termasuk memberikan data yang dibutuhkan agar kejadian serupa tidak terulang,” tutup Mulawarman. (*)

Reporter: Syaban

Artikel Gojek Sesalkan Pengiriman Pesanan Fiktif ke Kantor Media di Batam pertama kali tampil pada Metropolis.

Menteri Transmigrasi Sebut Investasi di Kawasan Sembulang Tertunda, Ini Penyebabnya

0
Iftitah Sulaiman Suryanagara

batampos– Menteri Transmigrasi (Mentrans) RI, Iftitah Sulaiman Suryanagara, mengklarifikasi kabar mengenai usulan penundaan investasi di Pulau Rempang, Batam. Ternyata usulan tersebut tidak berlaku untuk seluruh wilayah Rempang, melainkan hanya di area tertentu yang masih mengalami resistensi sosial, khususnya di kawasan Sembulang.

Katanya, penundaan investasi di wilayah Sembulang merupakan langkah preventif dan responsif untuk meredam ketegangan di lapangan. Investasi di Rempang tetap berjalan, tapi perlu memperhatikan stabilitas sosial masyarakat agar tidak menimbulkan gejolak yang lebih besar.

“Yang kami sampaikan adalah penundaan terbatas. Bukan seluruh Rempang. Ini bentuk tanggung jawab kami terhadap masyarakat yang masih membutuhkan waktu untuk beradaptasi,” kata Iftitah dalam keterangan resminya.

Sembulang merupakan salah satu titik utama resistensi dalam proyek pengembangan Rempang Eco City. Wilayah ini dihuni oleh warga yang menolak relokasi dan menyuarakan hak-hak atas tanah ulayat serta keberlanjutan lingkungan.

BACA JUGA: Warga Sembulang Tolak Kebijakan Transmigrasi Lokal

Sementara itu, BP Batam menyatakan belum mendapatkan informasi resmi dari Kementerian Transmigrasi mengenai usulan penundaan investasi di wilayah Sembulang. Kepala Biro Humas dan Protokol BP Batam, Mohamad Taofan, mengatakan koordinasi dengan kementerian hingga saat ini masih fokus pada percepatan pembangunan hunian untuk warga yang direlokasi.

“Sampai sekarang kami belum terinformasi soal itu. Jika ada perkembangan dari pusat, tentu akan segera kami tindak lanjuti di tingkat daerah,” kata dia, Kamis (31/7).

Saat ini BP Batam bersama Kementerian Transmigrasi dan Kementerian PUPR tengah bekerja sama dalam pembangunan rumah hunian tetap serta fasilitas pendukung lainnya untuk warga yang direlokasi dari Rempang.

Fokus pemerintah masih pada penyediaan infrastruktur dasar seperti rumah, jalan akses, dan utilitas lainnya yang dibutuhkan masyarakat di hunian baru. Taofan pun berharap, kerja sama lintas kementerian ini dapat mempercepat proses relokasi dengan tetap mengedepankan prinsip kemanusiaan.

Hingga kini, proses relokasi warga Rempang terus berjalan meski diwarnai berbagai dinamika di lapangan. (*)

Artikel Menteri Transmigrasi Sebut Investasi di Kawasan Sembulang Tertunda, Ini Penyebabnya pertama kali tampil pada Metropolis.

Animo QRIS Turun, Dishub Batam Tetap Perluas Pembayaran Parkir Nontunai

0
Seorang warga melakukan pembayaran parkir non tunai dengan menggunakan QRIS di kawasan Palm Spring Batamcenter, Selasa (10/9). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Meski minat masyarakat dalam menggunakan metode pembayaran parkir nontunai melalui QRIS menurun, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam tetap berkomitmen memperluas titik layanan tersebut.

Kepala UPTD Pelayanan Parkir Dishub Batam, Jeskiel Alexander Banik, mengatakan saat ini sistem pembayaran QRIS sudah diterapkan di 100 titik lokasi parkir sejak September 2024 lalu. Rinciannya, 48 titik berada di wilayah Batamkota, 47 titik di Lubukbaja, dan 5 titik di Sekupang.

“Awal peluncuran antusiasme tinggi, bisa sampai 1.000 transaksi per bulan. Sekarang mulai menurun, pendapatan dari QRIS hanya sekitar 500 transaksi per bulan,” ujar Jeskiel saat ditemui, Rabu (31/7).

Meski demikian, ia mengungkapkan sebagian pengguna aktif QRIS saat ini didominasi oleh generasi muda, khususnya Gen Z. Pemerintah tetap melanjutkan skema pembayaran ini karena diyakini lebih transparan dan efisien.

“Rata-rata titik QRIS berada di depan kantor bank,” jelasnya

Menurut dia, juru parkir yang dibekali kode QR memakai seragam berbeda, yakni biru dan orange. Dimana mereka mengalungi barcode yang mana digunakan sebagai pembayaran.

“Jukir ini Outsour, digaji. Tahun depan kemungkinan ada penambahan 20 hingga 25 titik lagi, tinggal menunggu arahan pimpinan,” jelasnya.

Jeskiel juga mengingatkan masyarakat untuk selalu meminta karcis parkir kepada juru parkir. Jika tidak diberikan, pengguna berhak meminta. “Kalau tidak diberi juga, silakan laporkan,” tegasnya.

Terkait target retribusi parkir, Dishub Batam menargetkan pendapatan sebesar Rp18,5 miliar pada tahun 2025. Hingga Juni 2025, capaian retribusi sudah menembus angka Rp 6 miliar lebih.

“Tahun ini kami optimistis bisa tembus Rp12 hingga Rp13 miliar, bahkan tak menutup kemungkinan bisa sampai Rp15 miliar. Yang jelas lebih besar dari tahun lalu,” pungkasnya. (*)

Reporter: Yashinta

Artikel Animo QRIS Turun, Dishub Batam Tetap Perluas Pembayaran Parkir Nontunai pertama kali tampil pada Metropolis.

Polda Kepri Pastikan Batam Bukan Pemasok Beras Oplosan

0
Kasubdit I Indag Ditreskrimsus Polda Kepri, AKBP Ruslaeni.

batampos – Pengungkapan adanya peredaran beras oplosan di wilayah Jawa hingga Pekanbaru membuat masyarakat Kepri khususnya Batam turut was-was. Apalagi ada informasi yang menyebutkan jika beras yang dioplos berasal dari Batam.

Diana, warga Batamcenter khawatir atas banyaknya pemberitaan terkait beredarnya beras oplosan disejumlah wilayah Indonesia. Dimana beras oplosan disinyalir dapat menyebabkan penyakit serius bagi yang mengkonsumsi.

“Di Batam seperti apa. Karena warga juga butuh kepastian informasi. Jangan sampai tenang-tenang saja, ternyata banyak yang dioplos,” tegasnya.

Kasubdit I Indag Ditreskrimsus Polda Kepri, AKBP Ruslaeni menjelaskan Kota Batam bukanlah daerah penghasil, sehingga pasokan beras berasal dari luar. Untuk memastikan kualitas beras, timnya pun telah mengambil beberapa sampel beras di

Pasaran Batam. Untuk memastikan kualitas yang dijual bebas dari oplosan serta sesuai dengan spesifikasi, premium atau medium.

“Hasil resmi uji laboratorium memang belum keluar. Tapi secara kasat mata saja, kami melihat jelas perbedaan antara beras SPHP milik Bulog dengan jenis beras premium yang beredar di pasaran. Tidak ada indikasi pencampuran,” tegasnya, kemarin.

Ia juga menepis tudingan yang menyebut Batam sebagai daerah pemasok beras oplosan ke wilayah Kepri. Menurutnya, informasi itu tidak berdasar dan tidak ditemukan bukti di lapangan.

“Beras-beras yang disebut di media sosial itu juga tidak berasal dari Batam. Kami bisa lihat dari kemasan dan distribusinya,” ungkapnya.

Sampel beras yang diambil berasal dari merek-merek populer seperti Anak Ajaib (PT Rintis Sejahtera Makmur), Pohon Cemara (PT Karya Usaha Pangan), Minang Raya dan Jawa Raya Premium (PT Usaha Kiat Permata), serta beras SPHP dari Perum Bulog. Sampel tersebut telah dikirim ke PT Mutu Agung Lestari Tbk untuk diuji secara menyeluruh.

“Biasanya hasil uji keluar maksimal dua minggu. Tapi kalau bisa lebih cepat, tentu akan kami sampaikan ke publik, agar masyarakat bisa tenang,” tambahnya.

Sebelumnya, Satgas Pangan Polda Kepri telah melakukan pengecekan ke pasar tradisional, swalayan, dan distributor beras di Batam. Tak hanya di Batam, pengecekan juga dilakukan di tujuh kabupaten/kota lainnya di wilayah hukum Polda Kepri.

“Langkah ini untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat bahwa beras yang dikonsumsi di Kepri aman, sehat, dan tidak dimanipulasi,” tegas Ruslaeni.

Selain sampel baru, Ditreskrimsus Polda Kepri juga sebelumnya telah menguji sejumlah merek lain seperti Harumas, Dunia Kijang Super, Wan Lixiang, Royal Banana, dan Uni Minang. Pemeriksaan dilakukan secara berkala sebagai bagian dari pengawasan berkelanjutan terhadap pasokan pangan. (*)

Reporter: Yashinta

Artikel Polda Kepri Pastikan Batam Bukan Pemasok Beras Oplosan pertama kali tampil pada Metropolis.

Tergiur Upah Rp80 Juta, Kurir Sabu 1,9 Kg Diadii

0
Terdakwa Serianom daalam kasus peredaran narkotika menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Batam, Kamis (31/7).

batampos – Pengadilan Negeri Batam kembali menggelar sidang perkara peredaran narkotika dengan terdakwa Serianom, Kamis (31/7). Dalam sidang yang dipimpin Hakim Monalisa itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan saksi penangkap dari Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kepri, serta mendengarkan keterangan para terdakwa.

Serianom diadili atas upaya penyelundupan narkotika jenis sabu seberat 1.951,6 gram yang dibungkus dalam 12 plastik besar dan satu plastik kecil. Dalam persidangan, Serianom mengaku hanya dijanjikan upah sebesar Rp80 juta sebagai imbalan membawa sabu dari Batam ke Lombok.

“Saya tergiur karena dijanjikan uang. Saya juga belum punya pekerjaan sebelumnya. Dedi yang arahkan, dan Dedi juga diarahkan oleh Rivaldi,” ujar Serianom dalam kesaksiannya.

Serianom bukan satu-satunya terdakwa dalam perkara ini. Tiga terdakwa lainnya, yakni Dedi, M. Amzen, Tomi, dan Rivaldi dituntut dalam berkas terpisah.

Dalam dakwaan JPU, kasus ini bermula pada 20 Januari 2025 saat Serianom dihubungi oleh Dedi Sugianto alias Anto di Lombok. Dedi menawarkan pekerjaan membawa sabu dari Batam ke Lombok.

Serianom menyetujui tawaran itu dan keesokan harinya menerima tiket dan uang perjalanan sebesar Rp1,5 juta.

Pada 22 Januari 2025, Serianom berangkat dari Bandara Zainuddin Abdul Madjid di Lombok menuju Batam. Setibanya di Bandara Hang Nadim, ia dijemput oleh M. Amzen yang kemudian mengantarkannya ke Hotel Holiday Inn untuk beristirahat.

Beberapa hari kemudian, ia dipindahkan ke sebuah rumah di daerah Sungai Lekop, Sagulung, tempat koper berisi sabu disimpan.

Tiket pulang ke Lombok pun telah disiapkan. Pada 29 Januari 2025, sekitar pukul 11.00 WIB, M. Amzen menyerahkan koper biru berisi sabu dan uang tunai Rp3 juta kepada Serianom. Ia kemudian diantar menuju Bandara Hang Nadim.

Namun, sebelum berhasil naik ke pesawat, koper yang dibawanya terdeteksi mencurigakan oleh petugas X-ray. Petugas bandara Jodi Orlanda dan Ade Saldy Irawan lalu membawanya ke Posko Bea dan Cukai.

Setelah koper dibuka, ditemukan 12 bungkus besar dan satu bungkus kecil berisi sabu dengan berat total 1.951,6 gram. Serianom kemudian diserahkan ke BNN Kepri untuk diproses hukum.

Berdasarkan hasil uji laboratorium BNN, seluruh barang bukti dinyatakan positif mengandung metamfetamina, yang termasuk dalam Narkotika Golongan I sesuai Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

JPU menyatakan bahwa Serianom tidak memiliki izin dari Menteri Kesehatan RI atau otoritas lain terkait kepemilikan maupun peredaran narkotika tersebut. Perbuatan terdakwa dinilai melanggar Pasal 114 Ayat (2) juncto Pasal 132 Ayat (1) UU No. 35/2009 tentang Narkotika, dengan ancaman pidana penjara seumur hidup atau hukuman mati.

Dalam persidangan, para terdakwa menyatakan penyesalan dan berharap mendapat keringanan hukuman. (*)

Reporter: AZIS MAULANA

Artikel Tergiur Upah Rp80 Juta, Kurir Sabu 1,9 Kg Diadii pertama kali tampil pada Metropolis.

Dari Batam, Telkomsel Membangun Negeri

0
dari 2g hingga 5g, jaringan telkomsel terus berkembang dan bertumbuh
Menristek Prof. B.J Habibie melakukan percakapan telepon dari GSM Telkomsel perdana, dari Batam ke Jakarta dan London, 2 September 1994. Telkomsel GSM kemudian dikembangkan menjadi sebuah operator seluler, hingga akhirnya pada 26 Mei 1995, lahirlah PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel). Foto. Dokumentasi Telkomsel.

Tiga dekade lalu, sebuah ponsel merah menyala menjadi saksi lahirnya teknologi telekomunikasi digital pertama di Indonesia. Dari kota kecil bernama Batam, suara Prof. B.J. Habibie mengalir lewat jaringan seluler generasi kedua (2G), menembus jarak ribuan kilometer ke Jakarta dan London. Sebuah sambungan yang sederhana kala itu, tapi menandai lahirnya Telkomsel dan babak baru dalam sejarah digital bangsa.

Saat ini, dari kota yang sama, jaringan itu telah menjelma menjadi kekuatan besar bernama Hyper 5G—memampukan pabrik berpikir, mesin bergerak sendiri, bahkan dokter mengoperasi pasien dari ribuan kilometer jauhnya. Bila saat itu adalah permulaan, maka kini adalah akselerasi.

Reporter: MUHAMMAD NUR

Peristiwa bersejarah itu lahir tanggal 30 Agustus 2024. Namun, boleh jadi belum masuk kalender nasional, tapi di dunia medis dan teknologi komunikasi, hari itu tercatat sebagai penanda peradaban baru.

Di hari itu, untuk pertama kalinya di Indonesia bahkan Asia Tenggara, sebuah operasi telerobotik berhasil dilakukan tanpa keterlibatan langsung antara tangan dokter dan tubuh pasien. Tim urologi dari RS Ngoerah, Bali, yang terpaut 1.200 kilometer, mengendalikan robot bedah di RSCM Jakarta untuk mengangkat kista ginjal pasien berusia 71 tahun.

Tak ada delay. Tak ada jeda. Gerakan tangan dokter di Denpasar diikuti sempurna oleh robot di Jakarta. Semua itu dimungkinkan oleh kestabilan jaringan 5G Telkomsel dengan latensi ultra-rendah, di bawah 25 milidetik.

Keberhasilan ini adalah prestasi dan menandai lebih dari sekadar capaian teknologi. Ia membuktikan konektivitas bukan lagi sekadar penghubung antarmanusia, tapi telah menjadi jembatan untuk menyelamatkan nyawa.

Namun 5G bukan hanya untuk dunia medis. Teknologi ini juga menggeliat di jantung industri manufaktur Indonesia, terutama di tempat ia dilahirkan: Kota Batam.

Pada 24 April 2025, PT Pegaunihan Technology Indonesia—anak perusahaan raksasa global Pegatron—mengaktifkan Smart Factory pertama di Batamindo Industrial Park, didukung penuh jaringan 5G Private Network Standalone (SA) dari Telkomsel.

Di dalam pabrik itu, 1.200 kartu SIM 5G tertanam dan terhubung ribuan sensor dan perangkat otomatisasi (IoT). Setiap gerak mesin, suhu, tekanan, hingga performa produksi dimonitor dan dikendalikan secara real-time.

Otomatisasi bukan lagi mimpi. Ia bekerja siang dan malam tanpa lelah, menghapus inefisiensi, meminimalisir kesalahan, dan meningkatkan kualitas produk.

“Kolaborasi dengan Telkomsel sebagai pionir 5G di Indonesia menjadi fondasi penting dalam mewujudkan Smart Factory yang adaptif dan efisien. Ini bukan hanya soal kecepatan, tapi juga soal masa depan,” ujar Direktur PT Pegaunihan, Andy Hsieh.

Telkomsel menembus batas
Direktur Planning & Transformation Telkomsel, Wong Soon Nam, meninjau Smart Manufacturing berbasis 5G di Smart Factory PT Pegaunihan Technology Indonesia di Kawasan Industri Batamindo, Batam, 24 April 2025. Foto. Dokumentasi Telkomsel

Masa depan itu kini menjadi arus deras yang semakin tak terbendung. Kementerian Perindustrian mencatat, sepanjang 2024, sektor manufaktur menyerap investasi hingga Rp721,3 triliun—hampir setengah dari total investasi nasional. Lebih dari 2,4 juta tenaga kerja menggantungkan hidup di dalamnya.

“Langkah konkret Telkomsel dan Pegatron ini mempercepat transformasi digital industri manufaktur,” ujar Dirjen ILMATE Kemenperin, Setia Diarta, ketika hadir di peresmian smart factory PT Pegaunihan.

“Kami dari Kemenperin terus mendorong agar kemitraan seperti ini tumbuh di sektor lain, agar manfaat teknologi menyentuh semua lapisan industri,” lanjutnya.

Wong Soon Nam, selaku Direktur Planning & Transformation Telkomsel, di sela-sela peresmian pengoperasian smart factory tersebut mengungkapkan, Telkomsel melakukan langkah cepat dalam mendukung akselerasi transformasi digital sektor manufaktur di Indonesia.

“Dengan solusi 5G Private Network yang kami rancang secara khusus, PT Pegaunihan Technology Indonesia dapat meningkatkan efisiensi operasional, produktivitas, dan daya saing untuk Smart Manufacturing di era Industri 4.0. Kami berharap, inisiatif ini turut memperkuat ekosistem manufaktur nasional dan mendorong kemajuan teknologi di Indonesia,” ujarnya.

Di Batam sendiri, industri tumbuh pesat. Badan Pengusahaan (BP) Batam mencatat, ada lebih dari 30 kawasan industri di Batam dengan lebih dari 1.500 tenant, baik penanaman modal asing (PMA) maupun penanaman modal dalam negeri (PMDN). Mayoritas berorientasi ekspor.

Telkomsel sendiri mengakui bahwa investasi di Batam bukan tanpa alasan. Kota ini menjadi titik strategis bagi ekspansi Hyper 5G. Saat ini, 112 BTS 5G telah berdiri, menjadikannya wilayah dengan jaringan 5G terluas dan paling stabil di Indonesia.

Telkomsel mencatat 23 persen dari perangkat seluler di wilayah ini sudah 5G-ready, dengan konsumsi data per pengguna mencapai 24 GB per bulan.

Kecepatan unduh bisa mencapai 610 Mbps, unggah lebih dari 100 Mbps, dan latensi menyentuh angka luar biasa—hanya 10 milidetik.

“Kami sudah mengecek mulai dari kawasan Harbour Bay, Nagoya, dan sekitarnya; Batam Center dan Engkuputri; hingga area Nongsa dan Bandar Udara Internasional Hang Nadim, jaringan 5G stabil,” ujar Indra Mardiatna, Direktur Network Telkomsel, dalam perbincangan santai di gedung GrhaPARI Telkomsel Batam, 16 Juni lalu.

Perkembangan telkomsel dari masa ke masa, Batam menjadi salah satu kota bersejarah
Direktur Planning & Transformation Telkomsel, Wong Soon Nam, meninjau Smart Manufacturing berbasis 5G di Smart Factory PT Pegaunihan Technology Indonesia di Kawasan Industri Batamindo, Batam, 24 April 2025. Foto. Dokumentasi Telkomsel

Lebih dari sekadar infrastruktur, Telkomsel juga menyematkan kecerdasan buatan (AI) dalam setiap simpul jaringan. Dari pemeliharaan prediktif di pabrik hingga customer care berbasis AI seperti Veronika dan TED, semua terintegrasi dalam sistem otonom yang bekerja nyaris tanpa campur tangan manusia.

Tak heran bila Telkomsel memborong tujuh penghargaan internasional dari Ookla Speedtest Awards 2024, termasuk predikat Best 5G Gaming Experience dan Fastest Mobile Network.

“Ini bukan akhir. Ini baru permulaan. Kami akan terus menambah BTS, memperluas jangkauan, dan memastikan semua sektor—dari manufaktur, kesehatan, hingga pendidikan—terhubung dengan 5G,” ujar Indra.

Pemerintah Kota Batam menyambut ini dengan antusias. “Investor makin mudah kami yakinkan karena teknologi 5G sudah tersedia,” kata Amsakar Achmad, Kepala BP Batam sekaligus Wali Kota Batam.

“Teknologi ini adalah magnet baru Batam,” lanjutnya, 16 Juni lalu.

Senada, Ketua Apindo Batam, Rafki Rasyid menilai, sistem otomasi akan jadi keharusan di masa depan. “Industri akan bergantung pada teknologi. Dan pekerja pun harus ikut menyesuaikan, karena tenaga kerja ke depan adalah mereka yang menguasai mesin, bukan digantikan mesin,” tuturnya.

Andai Habibie masih hidup hari ini, ia mungkin akan tersenyum puas.

Dari ponsel batu bata merah yang ia genggam saat melakukan panggilan GSM pertama 30 tahun lalu, hingga ribuan sensor 5G yang kini menyatu dalam tubuh industri digital, mimpinya telah hidup dan menyala terang.

Ia pasti bangga melihat kota kelahiran Telkomsel itu tumbuh menjadi barometer teknologi nasional. Bangga bahwa Telkomsel bukan hanya membangun jaringan, tapi juga masa depan.

Dan mungkin, sambil menatap layar ponsel cerdas masa kini, ia akan berkata, seperti pesan terakhirnya untuk Telkomsel:

“Teruslah memberi yang terbaik untuk bangsa. Karena kalian adalah anak dan cucu ideologis-intelektual saya.” (***)

Artikel Dari Batam, Telkomsel Membangun Negeri pertama kali tampil pada Metropolis.

Penjualan Bendera Masih Sepi di Sekupang, Pedagang Harap Ramai Jelang Awal Agustus

0
Pedagang musiman bendera merah putih dan pernak-pernik kemerdekaan di Kecamatan Sekupang.

batampos – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia, para pedagang musiman bendera merah putih dan pernak-pernik kemerdekaan di Kecamatan Sekupang, Batam, masih mengeluhkan sepinya pembeli. Padahal perayaan kemerdekaan tinggal dua pekan lagi.

Pantauan Batam Pos, Rabu (31/7), sejumlah pedagang mulai tampak membuka lapak di pinggir jalan utama, seperti di depan Pasar Tiban Centre, kawasan Tiban Indah, hingga Jalan Gajah Mada. Bendera berbagai ukuran, umbul-umbul, hingga background kain merah putih tampak dijajakan. Namun, pembeli yang datang belum signifikan.

“Saya sudah buka sejak seminggu lalu, tapi masih sepi. Baru laku beberapa bendera kecil dan satu set background saja,” ujar Heri, pedagang bendera yang setiap tahun berjualan di Jalan Gajah Mada.

Menurutnya, situasi ini berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya. Biasanya, dua hingga tiga minggu sebelum 17 Agustus, sudah mulai banyak warga maupun perwakilan RT, RW, hingga instansi yang datang membeli. Tahun ini, lonjakan itu belum terlihat.

“Kita sudah siapkan stok banyak, tapi belum banyak yang lirik. Mungkin orang-orang masih nunggu awal Agustus,” ucapnya.

Heri menjual bendera mulai dari ukuran kecil seharga Rp10 ribu hingga bendera besar dan background kain merah putih seharga Rp150 ribu. Ia juga menyediakan paket dekorasi lengkap untuk kantor dan sekolah, namun pemesanan masih sangat minim.

Hal serupa juga disampaikan Umi, pedagang lainnya di kawasan Tiban Indah. Ia memperkirakan daya beli masyarakat masih rendah karena kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih.

“Tahun lalu akhir Juli ini orang sudah belanja ramai-ramai. Sekarang paling cuma satu dua orang yang mampir. Itu pun beli bendera kecil buat di motor atau rumah,” kata Umi.

Ia berharap, memasuki awal Agustus nanti penjualan bisa meningkat, apalagi Presiden Republik Indonesia sudah menghimbau untuk pemasangan bendera dan dekorasi kemerdekaan.

Namun kenyataannya, imbauan tersebut belum berdampak signifikan terhadap peningkatan pembelian pernak-pernik kemerdekaan di lapangan. Sebagian warga masih terlihat menunda membeli bendera, sementara sejumlah kantor dan toko belum mulai menghias lingkungan mereka. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel Penjualan Bendera Masih Sepi di Sekupang, Pedagang Harap Ramai Jelang Awal Agustus pertama kali tampil pada Metropolis.