Kondisi kabel di tiang lampu penerangan jalan umum di Batam.
f. Eusebius Sara / Batam Pos
batampos – Aksi pencurian kabel lampu penerangan jalan umum (PJU) kembali meresahkan masyarakat. Kejadian ini menjadi penyebab utama padamnya lampu jalan di sejumlah titik, termasuk di sepanjang Jalan S Parman, Kecamatan Sei Beduk, Kota Batam.
Kepala Seksi Penanganan PJU Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam, Gatot Marwanto, menyampaikan bahwa hasil penelusuran tim di lapangan menemukan indikasi pencurian kabel pada sejumlah tiang. “Dari pengecekan kami, ada setidaknya dua tiang yang kabelnya sudah rusak akibat dicuri,” ujar Gatot.
Ia menjelaskan bahwa perbaikan segera dilakukan. Namun, pihaknya mengimbau agar masyarakat turut membantu dalam pengawasan. “Kami minta warga, terutama perangkat RT dan RW, untuk ikut memantau. Jika melihat orang mencurigakan, segera tanyakan identitasnya atau laporkan,” tegasnya.
Dinas Bina Marga menyatakan komitmennya untuk menuntaskan persoalan padamnya PJU. Meski demikian, Gatot menegaskan bahwa peran serta warga sangat penting dalam menjaga keamanan fasilitas publik agar tidak kembali menjadi sasaran pencurian.
Menurutnya, perbaikan sudah mulai dilakukan, terutama pada tiang-tiang yang mengalami kerusakan akibat korsleting. “Saat ini kami tangani dengan jaringan sementara. Namun, saat hujan turun, beberapa titik mengalami gangguan arus pendek yang menyebabkan MCB di panel utama trip,” jelasnya.
Kondisi gelap di Jalan S Parman menjadi keluhan serius warga, terutama para pengguna jalan pada malam hari. Banyak lampu PJU tidak berfungsi, dan kondisi ini sudah berlangsung cukup lama, sekitar dua bulan terakhir.
Keadaan ini tidak hanya membuat warga merasa tidak nyaman, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas. Jalan yang gelap memperburuk kondisi permukaan jalan yang memang sudah rusak, berlubang, dan bergelombang.
Linda, seorang pekerja yang setiap malam melewati Jalan S Parman, mengaku sangat khawatir dengan situasi ini. “Paling parah itu ke arah Piayu Laut, nyaris tidak ada lampu yang menyala. Dari Mukakuning ke Pintu I Bida Ayu masih lumayan terang, tapi setelah itu gelap total,” ungkapnya. (*)
Orangtua saat sibuk mengantre untuk mendapatkan formulir PPDB di MIN Tanjungpinang, Rabu (14/5). F. Mohamad Ismail/BATAM POS
batampos– Orang tua dan calon murid mulai mendatangi Sekolah Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Kota Tanjungpinang, Kepri, untuk melalukan Pendaftaran Penerima Peserta Didik Baru (PPDB) di pada Rabu (14/5). Para orang tua terlihat sudah mengantre di meja pengambilan formulir sejak pukul 07.00 WIB.
Kepala MIN Tanjungpinang, Suriyati mengatakan bahwa tahun ini sekolahnya membuka kuota PPDB sebanyak 120 murid. Angka tersebut berbeda dari tahun sebelumnya, dengan total murid kurang lebih sebanyak 150 orang.
“Tahun ini 120 orang, atau empat kelas. Per kelasnya sekitar 30 orang murid. Tahun lalu berbeda, karena kita punya gedung baru jadi bisa membuka lima kelas,” kata Suriyati.
Ia menerangkan, pengambilan dan dan pengembalian formulir PPDB di MIN Tanjungpinang akan berlangsung sejak 14-17 Mei 2025 mendatang. Para calon murid yang sudah mendaftar nantinya akan menjalani tes mengaji.
Sehingga, calon murid tersebut setidaknya harus menguasai bacaan iqro satu hingga tiba. Sehingga, MIN Tanjungpinang tidak memberlakukan PPDB dengan sistem zonasi, maupun afirmasi.
“Jadi PPDB di MIN Tanjungpinang tidak ada sistem zonasi. Kami hanya berpatokan kepada juknis dari pemerintah, yakni usia tidak lebih dari enam tahun,” tambahnya.
Menurutnya, nantinya bakal ada banyak murid yang tereleminasi dalam seleksi mengaji tersebut. Sebab, MIN Tanjungpinang mengklaim hanya mencari siswa-siswi yang berkualitas dalam agama.
“Kekhawatirannya memang banyak yang tidak terima. Karena kami mencari kualitas murid, yakni yang bisa mengaji,” sebutnya.
Kendati demikian, kata dia calon murid yang tidak diterima menempuh pendidikan di MIN Tanjungpinang, bisa mendaftar di sekolah lain. Baik di sekolah serupa namun swasta, maupun sekolah SD dibawah naungan Dinas Pendidikan.
“Untuk biaya pendaftaran tidak ada. Hanya biaya seragam sekolah madrasah saja. Karena seragam kita kan berbeda,” pungkasnya. (*)
Pasien di RSUD Batam. f. Eusebius Sara / Batam Pos
batampos – Hari pertama dibukanya kembali layanan poliklinik di RSUD Embung Fatimah Batam, Rabu (14/5), langsung diserbu pasien. Pantauan di lokasi menunjukkan bahwa lima loket pendaftaran mencatat antrean mendekati 150 pasien masing-masing, menyebabkan antrean mengular hingga ke lantai dua, tempat berbagai poli melayani pemeriksaan.
Hampir semua poliklinik mengalami kepadatan pasien. Poli Jantung, Poli Penyakit Dalam, hingga Poli Anak penuh dengan antrean sejak pagi. Marta, salah satu pasien, mengaku tetap datang meski antrean sudah padat karena pemeriksaannya telah dijadwalkan. “Harusnya Senin kemarin, tapi karena libur Waisak, baru hari ini bisa. Makanya saya tetap antre meskipun sudah banyak pasien,” ujarnya.
Nurdin, pasien lainnya, juga tampak menunggu giliran. Ia mengaku sudah dua hari mengalami gangguan pencernaan dan baru bisa memeriksakan diri hari ini. “Saya dapat antrean nomor 120, tapi tetap tunggu karena memang sakit di bagian perut saya,” katanya.
Pihak rumah sakit mengakui lonjakan pasien ini sudah diprediksi sebelumnya. Menurut Humas RSUD Embung Fatimah, Ellin Sumarni, pihaknya telah menyiagakan seluruh tenaga medis untuk memberikan pelayanan maksimal. “Setiap kali layanan poli dibuka setelah libur panjang, memang pasti ramai. Kami sudah siapkan petugas untuk melayani seluruh pasien,” ujarnya.
Tidak hanya di dalam gedung, kepadatan juga terlihat di halaman parkir RSUD Embung Fatimah. Area parkir penuh dengan kendaraan pengantar pasien, menandakan besarnya animo masyarakat terhadap layanan rumah sakit tersebut.
RSUD Embung Fatimah Batam menyediakan berbagai layanan rawat jalan melalui poliklinik seperti Poli Anak, Poli Bedah, Poli Gigi dan Mulut, Poli Jantung, Poli Penyakit Dalam, serta Poli Kebidanan dan Kandungan. Layanan spesialis lainnya juga tersedia, seperti Poli Rehabilitasi Medik, Poli Jiwa, Poli THT, hingga Poli Geriatri untuk pasien lanjut usia.
Selain itu, rumah sakit ini juga memiliki fasilitas rawat inap yang terbagi berdasarkan jenis layanan. Terdapat Ruang Tulip untuk pasien infeksius dan noninfeksius kelas VIP, Ruang Anggrek untuk pasien noninfeksius, serta Ruang Flamboyan untuk perawatan bedah. Fasilitas penunjang lainnya termasuk IGD 24 jam, laboratorium patologi, instalasi radiologi, farmasi, hemodialisis, kemoterapi, dan cath lab untuk kateterisasi jantung. (*)
Anggota PSDKP Batam saat melakukan penyegelan terhadapt Tersus PT TBJ di Desa Tanjung Irat, Selasa (6/5). F. Istimewa.
batampos– PT Telaga Bintan Jaya (TBJ) pemilik Terminal Khusus (Tersus) di Desa Tanjung Irat, Kecamatan Singkep Barat, Kabupaten Lingga, melayangkan surat peringatan kepada PT Hermina Jaya (HJ) terkait aktivitas Loading Stock Bauksit yang dilakukan oleh PT HJ di Tersus miliknya.
Hal ini dikarenakan saat ini Tersus milik PT TBJ sedang dalam penyegelan oleh PSDKP Kota Batam karena Tersus milik PT TBJ belum mengantongi izin resmi karena perizinan mereka masih belum diperpanjang.
Surat bernomor 023/TBJ/V/2025 itu dikeluarkan menyusul penggunaan fasilitas pelabuhan milik PT TBJ oleh PT Hermina Jaya, padahal izin Terminal Khusus (Tersus) yang dimiliki TBJ belum diperpanjang oleh Kementerian Perhubungan sejak masa berlaku terakhirnya tahun 2019.
Dalam surat resmi tersebut, PT TBJ mengatakan bahwa aktivitas Loading Stock Bauksit yang dilakukan oleh PT Hermina Jaya sebagai tindakan ilegal yang melanggar peraturan perundang-undangan karena dilakukan pada Tersus yang belum memiliki Perizinan.
Surat tersebut juga ditembuskan ke sejumlah lembaga tinggi nasional seperti Kominfo Polhukam RI, Ombudsman RI, Dirjen Perhubungan Laut, hingga Kejaksaan Tinggi Kepri yang menunjukkan bahwa persoalan ini kini telah masuk pengawasan tingkat nasional.
Ironisnya, aktivitas di Tersus tersebut diduga masih terus berlangsung. Sumber internal yang kami miliki menyebut bahwa kapal tongkang milik perusahaan belum melakukan pemuatan, tetapi masih bertahan di area Tersus.
“Tongkang itu memang belum loading, tapi masih ‘bersandar’ di pelabuhan. Akses masuk dijaga ketat. Warga pun tidak bisa mendekat,” kata Ketua Masyarakat Peduli Kabupaten Lingga (MPKL) Ruslan, Senin (12/5).
Yang lebih mengejutkan lagi, disebutkan bahwa garis polisi (police line) yang sebelumnya dipasang oleh PSDKP Kota Batam di lokasi Tersus telah dilepas. Namun, Kepala PSDKP Batam Samuel Sandi Rundupadang membantah hal tersebut.
“Segel belum kita lepas, masih terpasang,” kata Samuel.
Ketika ditanya soal kemungkinan aktivitas pemuatan bauksit masih berjalan, Samuel mengaku pihaknya belum mendapat laporan resmi.
“Kami belum tahu pasti. Kami akan melakukan pengecekan kembali,” ujarnya, menjelaskan.
Sementara itu, Salah satu rekanan PT Hermina Jaya Afdhal, mengatakan bahwa mereka akan mempelajari isi surat yang dikirimkan PT TBJ dan menelaah klausul yang disebutkan.
“Nanti kita pelajari suratnya, apa klausulnya,” ujar Afdhal singkat.
Ia juga menegaskan bahwa PT Hermina Jaya telah memenuhi seluruh kewajiban administratifnya terhadap negara.
“Perizinan sudah kita urus semua, kewajiban terhadap negara juga sudah dilaksanakan,” katanya, mengakhiri. (*)
Para jukir liar usai sidang di Pengadilan Negeri Batam, Jumat (9/5). Foto. Aziz Maulana/ Batam Pos
batampos – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Barelang kembali mengamankan 15 juru parkir (jukir) liar di beberapa kawasan, Senin (12/5) malam. Para jukir ini melakukan pungutan diluar jam operasional resmi.
Kasat Reskrim Polresta Barelang, AKP Debby Tri Andrestian mengatakan kegiatan ini termasuk dalam Operasi Pekat Seligi 2025. Adapun jukir tersebut diamankan di wilayah hukum Lubuk Baja, Batu Ampar, Sagulung, Bengkong, Sekupang, Kawasan Khusus Pelabuhan (KKP), dan Nongsa.
Kegiatan ini merupakan komitmen Polresta Barelang dalam menjaga ketertiban umum, khususnya dalam hal pengelolaan parkir.
Dari pemeriksaan polisi, beberapa jukir tersebut berstatus sebagai juru parkir tetap. Sementara lainnya merupakan karyawan swasta dan wiraswasta yang melakukan aktivitas parkir tanpa izin atau di luar waktu yang ditentukan.
“Ini juga sebagai langkah nyata dalam mendukung Kota Batam yang tertib dan aman dari praktik pungli,” kata Debby.
Selain jukir, polisi turut mengamankan barang bukti berupa Uang tunai sebesar Rp659 ribu, 189 lembar karcis motor, 303 lembar karcis mobil, dan 8 buah rompi parkir.
“Seluruh jukir beserta barang bukti akan diserahkan kepada Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam guna penanganan lebih lanjut sesuai kewenangan yang berlaku,” ungkap Debby.
Sementara Kepala Dinas Perhubungan Kota Batam, Salim mengatakan seluruh jukir tersebut didata dan dibina.
“Kita juga melakukan edukasi lebih lanjut,” ujarnya singkat. (*)
Itulah kenapa penting bagi kita untuk tau makanan mana yang aman dan mana yang harus dijauhi kucing kita.
Yuk kenali makanan dan minuman yang nggak boleh diberikan ke anabul! Supaya anabuk tetap sehat, lincah, dan makin aktif menggemaskan.
1. Produk susu sapi
Kita sering lihat kalau kucing suka digambarkan menyukai minuman susu? Kenyataanya, susu sapi bisa membuat para kucing diare.
Dilansir dari Alodokter, sebagian kucing yang nggak bisa mencerna gula laktosa yang ada di susu, sehingga tidak hanya menyebabkan diare, tetapi juga muntah, gangguan pencernaan, hingga obesitas. Jadi, buat kamu yang nggak pengen kucing kesayangan sampai diare, pastikan untuk tidak memberikan produk olahan susu, ya!
2. Anggur dan kismis
Siapa sangka jika memberikan anggur dan kismis bisa menyebabkan mereka terkena gagal ginjal akut dan anemia. Kedua makanan ini mengandung zat beracun sehingga bahaya
bagi kesehatannya. Gejala yang dapat dilihat yaitu muntah dan lesu.
Jadi, jangan berikan mereka anggur dan kismis meskipun hanya satu biji kalau tidak ingin mereka kenapa-kenapa!
Siapa sih yang tidak suka dengan cokelat? Tapi rupanya, kucing dan cokelat adalah kombinasi yang bahaya.
Dilansir dari Alodokter, cokelat mengandung kafein dan theobromine yang sangat berbahaya bagi kucing. Jika mereka mengkonsumsi makanan ini, efeknya bisa muntah, diare, sulit bernapas, hingga gagal jantung.
Mengerikan ya? Makanan yang kita suka ternyata menjadi makanan yang wajib kita jauhkan dari anabul!
4. Tulang dan ikan
Tulang dan ikan rupanya juga menjadi makanan yang berbahaya bagi kucing. Padahal, banyak dari kita yang masih suka memberikan tulang dan ikan sebagai makanannya. Ternyata, tulang bisa merobek mulut, tenggorokan, hingga usus kucing.
Tulang dan ikan di sini yang tidak dianjurkan adalah yang matang, karena teksturnya menjadi keras dan mudah rapuh, sehingga akan gampang tersedak.
Dilansir dari Hello sehat, anabul boleh saja mengkonsumsi kedua makanan ini dalam kondisi masih mentah. Hal ini dikarenakan mudah dicerna dan lebih lembut.
Kita bisa tau ciri-ciri mereka tersedak, ditandai dengan kesulitan bernafas, keluar air liur berlebihan, batuk, menggaruk-garukkan mulut, hingga pingsan. Maka, cara yang bisa kamu lakukan adalah dengan mengambil sisa makanan yang ada di mulutnya
atau bisa dengan membawanya ke dokter hewan.
Agar tidak terjadi, lebih baik hindari memberikan tulang dan ikan atau kamu bisa berikan secara mentah saja.
Telur mentah terutama bagian putih telur berisiko bakteri seperti salmonella dan e coli, sehingga bahaya bagi kesehatan mereka.
Tidak hanya itu, di dalam putih telur terdapat zat seperti avidin dan protein yang membuat penyerapan vitamin pada kucing menjadi terganggu.
Jadi, alangkah baiknya jika ingin memberikan telur pada kucing, pastikan kamu masak terlebih dahulu dan jangan berikan dengan jumlah yang banyak!
6. Daging mentah
Daging mentah bisa mengandung bakteri seperti salmonella atau e coli yang berbahaya bagi anabul.
Risikonya juga gak main-main, mereka karena bisa menyebabkan pengeroposan tulang.
Dikutip dari IAMS, ada beberapa alternatif makanan yang bisa diberikan. Kamu bisa memberikan makanan basah yang mengandung air tinggi maupun pelet kucing.
7. Hati ayam
Meskipun hati ayam terlihat lezat dan sehat, ternyata jika kita terlalu sering memberikannya pada kucing akan membuat mereka kelebihan vitamin A.
Terlalu banyak memberikan hati ayam akan mengakibatkan terjadinya pengeroposan tulang dan kelainan tulang pada kucing.
Dilansir dari Pet Meal Box, kamu cukup memberi dalam jumlah sedikit dengan merebusnya terlebih dahulu. Ingat, jangan jadikan sebagai makanan utama! Kamu harus mengkombinasikannya dengan makanan lain agar lebih
seimbang.
Ingat ya, sayangi anabulmu dengan memperhatikan makanannya dan perhatikan kesehatannya. (*)
Pada pagi hari yang tenang di Pulau Penyengat, Pak Ahmad, seorang nelayan tua, memeriksa jaringnya sebelum melaut. Sementara itu, di Tanjungpinang, Ibu Siti, seorang guru sekolah dasar, bersiap mengajar anak-anaknya yang penuh semangat. Meski mereka hidup di pulau yang berbeda, harapan mereka sama: hadirnya pemerintah yang lebih dekat dan pembangunan yang merata.
Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) adalah salah satu wilayah dengan karakteristik geografis yang unik: lebih dari 2.000 pulau tersebar di lautan luas. Kondisi ini membuat tantangan dalam pelayanan publik menjadi kompleks. Tidak semua pulau memiliki akses jalan, sinyal komunikasi, atau fasilitas kesehatan yang memadai. Di sinilah pentingnya desentralisasi.
Desentralisasi, sesuai amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, memberikan kewenangan kepada pemerintah daerah untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan berdasarkan kebutuhan dan potensi masing-masing. Bagi Kepri, ini adalah peluang untuk membuat kebijakan publik yang sesuai dengan realitas lokal, bukan sekadar mengikuti arus dari pusat.
Dalam RPJMD Kepri 2025–2029, pemerintah provinsi menetapkan visi: “Kepulauan Riau Maju, Makmur, dan Merata.” Fokus utamanya adalah pembangunan berbasis maritim, peningkatan kualitas SDM, dan pemerataan infrastruktur antardaerah. Hal ini menunjukkan komitmen bahwa desentralisasi bukan hanya sekadar pembagian urusan, tetapi jalan menuju keadilan wilayah.
Apakah kenyataan di lapangan sudah sejalan? Masih banyak daerah yang belum merasakan dampak nyata kebijakan publik. Beberapa pulau kecil bahkan belum memiliki fasilitas dasar seperti air bersih dan layanan kesehatan. Di sisi lain, lemahnya kapasitas birokrasi dan minimnya partisipasi warga membuat desentralisasi berjalan lambat.
Namun demikian, desentralisasi tidak serta-merta menyelesaikan semua masalah. Kapasitas aparatur pemerintahan, kualitas perencanaan, serta partisipasi publik menjadi kunci keberhasilan. Tanpa tata kelola yang baik, desentralisasi justru berpotensi memperlebar kesenjangan antardaerah.
Di sinilah peran masyarakat menjadi penting. Keterlibatan warga dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), pengawasan anggaran, dan evaluasi kebijakan harus diperkuat. Ketika masyarakat dilibatkan, keputusan publik akan lebih inklusif dan relevan.
Desentralisasi bukan semata pembagian kewenangan administratif. Ia adalah cermin dari demokrasi yang hidup, yang memberi ruang bagi warga seperti Pak Ahmad dan Ibu Siti untuk didengar. Ketika kebijakan dirancang dari bawah, dan bukan hanya dari atas, maka pembangunan akan lebih adil dan merata.
Kepri memiliki potensi besar untuk menjadi contoh sukses pelaksanaan desentralisasi di wilayah kepulauan Indonesia. Dengan niat baik, partisipasi aktif, dan pemerintahan yang bersih, desentralisasi bisa menyatukan pulau-pulau, dan yang lebih penting lagi, mendekatkan harapan rakyat kepada kenyataan.
Oleh: Andriana Nala Mahasiswa Pascasarjana Program Studi Ilmu Pemerintahan Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH)
Pelaku mengenakan masker diamankan Unit Intelijen Kodim 0315/Tanjungpinang karena mengedarkan sabu. F.Unit Intelijen Kodim 0315/Tanjungpinang untuk Batam Pos.
batampos– Seorang pria berinisial US, 45, diamankan oleh Unit Intelijen Kodim 0315/Tanjungpinang saat akan mengedarkan sabu di tempat hiburan malam Starpoll Billiard Cafe di Kijang, Kecamatan Bintan Timur.
Warga Tekojo, Kijang ini diamankan di hall tempat hiburan malam tersebut pada Selasa (13/5/2025) dini hari.
Dandim 0315/Tanjungpinang, Letkol Inf Abdul Hamid melalui Dan Unit Intelijen Kodim 0315/Tanjungpinang, Kapten Inf Maswendra menerangkan, pengungkapan kasus ini berawal dari informasi masyarakat terkait akan adanya transaksi narkoba di salah satu tempat hiburan malam di Kijang.
Selanjutnya, pihaknya melakukan penyelidikan dengan mengintai di tempat hiburan malam tersebut.
Dari pengintaian, pihaknya menangkap pelaku di hall tempat hiburan yang berada di Kelurahan Kijang Kota tersebut.
Dari pelaku diamankan barang bukti tiga paket kecil sabu dengan berat sekitar 3 gram.
Hasil interogasi, pihaknya kembali menemukan barang bukti lainnya dengan berat sekitar 7,85 gram.
Barang bukti terakhir disimpan pelaku di kamar kosnya di Kijang.
Maswendra mengatakan, total barang bukti yang diamankan sekitar 10,85 gram dalam tiga paket sabu, dimana satu paket berisikan tiga paket kecil.
Selain narkoba, pihaknya juga mengamankan barang bukti lainnya diantaranya alat isap, timbangan, kaca virex, korek api, tiga unit handphone, jam tangan dan mobil Nisaan March BP 1232 FR.
Dari hasil interogasi juga terungkap bahwa pelaku merupakan residivis kasus narkoba. Pelaku pernah menjalani 7 tahun kurungan penjara.
Maswendra mengatakan, pelaku dan barang bukti akan diserahkan ke BNN Kepri untuk proses lebih lanjut. (*)
Pemadam menangkap ular Cincin Emas yang melingkar di pohon Mangga di Perumahan Alamanda, Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara pada Minggu (11/5/2025). F.Damkar Tanjunguban untuk Batam Pos.
batampos– Seekor ular Cincin Emas berusaha melarikan diri saat akan ditangkap salah satu pemadam kebakaran (Damkar) di atas pohon Mangga yang berada di Perumahan Alamanda, Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara pada Minggu (11/5/2025) sore.
Setelah mencoba kabur dari salah satu pemadam, ular sepanjang kurang lebih 1,5 meter itu akhirnya berhasil ditangkap oleh pemadam lainnya.
Kepala UPT Damkar Tanjunguban, Panyodi mengatakan, awalnya Jun, 50, warga Tanjunguban sedang bersih-bersih halaman rumah.
Ketika menyapu di bawah pohon Mangga, Jun tidak sengaja menoleh ke atas pohon dan melihat seekor ular di ranting.
Menyadari ular yang melingkar di ranting pohon merupakan ular berjenis agresif pada malam hari dan dikhawatirkan masuk ke dalam rumahnya, ia pun melaporkan ke pemadam.
“Istrinya khawatir kalau ularnya masuk ke rumah, karena sebelumnya pernah terjadi, makanya mereka meminta tolong ke Damkar,” kata Panyodi.
Tim Damkar yang menerima laporan segera ke lokasi.
Setiba di lokasi, salah satu pemadam memanjat pohon untuk menangkap ular tersebut.
Ketika akan ditangkap oleh salah satu pemadam, ular tersebut mencoba kabur dengan menjatuhkan badannya dari ranting pohon ke tanah.
Beruntung pemadam lainnya yang menunggu di bawah pohon, dalam posisi siaga.
“Langsunglah dijepit biar ularnya tidak lari dan sembunyi,” kata Panyodi.
Setelah ditangkap, ular sempat dibawa ke markas Damkar Tanjunguban sebelum akhirnya dilepaskan ke habitatnya. (*)
Batampos – Paus Leo XIV secara resmi memilih untuktetap aktif di media sosialmelalui akun resmi kepausan di platform X (sebelumnya Twitter) dan Instagram. Informasi ini dilaporkan langsung Dicastery for Communication atau Tim Komunikasi Kepausan seperti dikutip dari Vatican News, Selasa (13/5/2025) malam.
Tangkapan layar unggahan pertama Paus Leo XIV di akun Instagramnya, @pontifex. F Vatican News
Ada pun unggahan perdana Paus Leo XIV di Instagram diambil daripidato publik pertamanya saat menyampaikan berkat Urbi et Orbisesaat setelah terpilih sebagai pemimpin tertinggi Gereja Katolik pada 8 Mei 2025 lalu.
Dalam unggahan tersebut juga disertakan sejumlah foto saat ia muncul perdana di balkon Basilika Santo Petrus usai Habemus Papam diumumkan.
” Damai sejahtera bagi kalian semua. Ini adalah salam pertama yang diucapkan Yesus Kristus yang bangkit, Sang Gembala Baik. Saya ingin salam damai ini bergema di dalam hati kalian, dalam keluarga kalian, dan di antara semua orang di manapun mereka berada, di setiap bangsa dan di seluruh dunia,” tulisnya dalam caption.
Akun XTwitter Paus ini dinamai @Pontifex dengan lebih dari 52 juta pengikut dan Instagramnya juga dengan akun yang sama @Pontifex Pope Leo XIV. Belum sehari diluncurkan, sampai pagi ini, Rabu (14/5/2025) terpantau sudah diikuti lebih dari 1,5 juta pengikut. Ini menjadi akun kepausan resmi yang sudah terverifikasi oleh Meta.
Sementara itu, akun sosial media paus Fransiskus @Franciscus, akan diarsipkan. “Akun milik mendiang Paus Fransiskus, akan tetap tersedia sebagai arsip kenangan,” tulis tim komunikasi Kepausan.
Selama masa jabatannya, Paus Fransiskus dikenal aktif di media sosial dengansekitar 50.000 unggahan, yang sebagian besar berisi kutipan pidato dan dokumentasi kegiatan publiknya. Siaran pers menyebut bahwa unggahan-unggahan tersebut memberikanpendampingan spiritual harian melalui pesan Injili, seruan damai, keadilan sosial, dan kepedulian terhadap ciptaan.
Tercatat pada 2020 saja,konten media sosial Paus Fransiskus ditonton lebih dari 27 miliar kalidi seluruh dunia.
Jejak Digital Kepausan
Perlu diketahui, Paus Benediktus XVI adalah Paus pertama yang membuka akun media sosial. Ia mengirimkan kicauan pertamanya pada 12 Desember 2012, saat usianya 84 tahun, melalui platform Twitter kala itu.
“Para sahabat terkasih, saya senang bisa menyapa kalian lewat Twitter. Terima kasih atas respons yang luar biasa. Saya memberkati kalian semua dari lubuk hati saya,” tulis Paus asal Jerman itu.
Jejak digital inilah yang kemudian dilanjutkan oleh Paus Fransiskus saat terpilih sebagai Paus ke-266. Kicauan pertamanya adalah:
“Sahabat-sahabat terkasih, saya mengucapkan terima kasih dari hati dan memohon agar kalian terus mendoakan saya.”
Tak berhenti di Twitter, Paus Fransiskus punmemperluas kehadiran digital Vatikan dengan membuka akun Instagram pada 19 Maret 2016, bertepatan dengan Hari Raya Santo Yosef. Unggahan pertamanya menampilkan dirinya sedang berdoa, dengan keterangan “Pray for me” dalam berbagai bahasa.
Kini, jejak itu pun diikuti Paus Leo XIV. Dengan memanfaatkan media sosial modern, umat Katolik dan institusi Gereja di seluruh dunia diharapkan dapat meneladani bagaimana bersikap dan berkomunikasi secara bijak di ruang digital.
Akun media sosial Paus Leo ke-14 ini, setiap unggahannya akan hadir dalam sembilan bahasa, termasuk bahasa Inggris, Italia, Latin, Poland, dan Prancis, serta lainnya. (*)