Selasa, 7 April 2026
Beranda blog Halaman 1603

Daihatsu Kumpul Sahabat 2025 Hadir di Tangerang: Hiburan Seru, Kuliner Nusantara, dan Konvoi Otomotif Gratis untuk Semua!

0

batampos – Daihatsu kembali menghadirkan acara tahunan yang selalu dinantikan, Daihatsu Kumpul Sahabat, dan tahun ini untuk pertama kalinya menggelar event spektakuler di Tangerang. Bertempat di Alun-alun Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, acara ini siap memeriahkan akhir pekan masyarakat pada Minggu, 18 Mei 2025, dengan serangkaian hiburan dan aktivitas seru yang bisa dinikmati seluruh keluarga secara GRATIS.

Mengusung tema “Bahagia Sejak Pertama”, Daihatsu ingin mengajak masyarakat merayakan kebersamaan dan berbagi kebahagiaan sejak awal dalam suasana yang hangat, ceria, dan penuh semangat kekeluargaan. Acara yang berlangsung dari pagi hingga sore hari ini bukan hanya hiburan biasa, tapi juga wadah bagi masyarakat untuk bertemu, bersilaturahmi, dan menikmati momen berharga bersama sahabat dan keluarga.

Salah satu daya tarik utama adalah Rolling Thunder, konvoi bersama komunitas mobil dan roda dua Daihatsu yang menampilkan semangat persatuan, solidaritas, dan kekompakan antar pecinta otomotif. Para pengunjung juga dapat menjelajahi pameran modifikasi mobil dari komunitas yang menampilkan karya-karya kreatif dan inovatif, memberikan inspirasi bagi penggemar otomotif.

Selain otomotif, acara ini menghadirkan beragam aktivitas menarik lainnya. Para pengunjung dapat mengikuti senam Zumba dengan hadiah menarik bagi peserta dengan kostum terbaik dan paling energik, serta berbagai lomba seru untuk anak-anak dan dewasa dengan kesempatan memenangkan doorprize total puluhan juta rupiah.

Bagi pencinta kuliner, tersedia bazar yang menyajikan aneka hidangan khas nusantara yang menggugah selera. Tidak hanya itu, pengunjung juga dapat berbelanja produk kreatif dan kerajinan tangan dari UMKM lokal Tangerang, mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif di daerah.

Puncak acara akan semakin meriah dengan penampilan spesial dari band papan atas Indonesia, D’Masiv. Band ini akan menghibur dengan lagu-lagu hitsnya di Panggung Bahagia, memberikan energi positif dan hiburan berkualitas bagi seluruh pengunjung.

Tidak hanya sekadar hiburan, Daihatsu juga menunjukkan kepedulian sosialnya dengan menyediakan fasilitas donor darah dan layanan cek kesehatan gratis bagi masyarakat yang ingin berbagi dan menjaga kesehatan. Ini menjadi bagian dari komitmen Daihatsu dalam memberikan kontribusi positif kepada komunitas sekitar.

Daihatsu Kumpul Sahabat Tangerang menjadi ajang yang tidak hanya menghibur, tapi juga mempererat hubungan sosial dan mendorong semangat kebersamaan antarwarga. Jangan lewatkan kesempatan untuk bergabung dan merasakan serunya acara ini bersama keluarga dan sahabat. (*)

Artikel Daihatsu Kumpul Sahabat 2025 Hadir di Tangerang: Hiburan Seru, Kuliner Nusantara, dan Konvoi Otomotif Gratis untuk Semua! pertama kali tampil pada Lifestyle.

Hyundai Perlihatkan Ekosistem EV Lokal Terlengkap Lewat EV Ecosystem Tour 2025

0

batampos – Hyundai kembali mengukir sejarah dalam perjalanan elektrifikasi otomotif Indonesia melalui Hyundai EV Ecosystem Tour 2025. Dalam rangkaian kegiatan ini, Hyundai mengajak publik menjelajahi langsung jantung produksi kendaraan listriknya di Indonesia — sebuah ekosistem EV yang bukan hanya pertama, tapi juga paling lengkap dan terintegrasi di Tanah Air.

Dimulai dari pabrik perakitan mobil listrik Hyundai di PT Hyundai Motor Manufacturing Indonesia (HMMI), dilanjutkan ke HLI Green Power yang memproduksi sel baterai, hingga ke Hyundai Energy Indonesia (HEI) yang menyusun dan menguji modul serta sistem baterai — seluruh fasilitas ini berdiri kokoh di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, menjadikan kawasan tersebut sebagai pusat produksi kendaraan listrik masa depan Indonesia.

Hyundai Buka Pintu Ekosistem EV Lokal: Rantai Produksi dari Hulu ke Hilir

Pada tahun 2020, Hyundai menjadi merek otomotif pertama yang menghadirkan kendaraan listrik murni (EV) di Indonesia. Namun komitmennya tak berhenti di peluncuran produk semata. Hyundai membangun fondasi kuat melalui investasi berkelanjutan dalam ekosistem produksi yang kini terlihat nyata dalam tur EV Ecosystem 2025.

“All-new KONA Electric bukan hanya sekadar EV terbaru kami, tapi juga simbol pencapaian besar Hyundai dalam membangun industri EV berbasis lokal, mulai dari kendaraan, baterai, hingga sistem pengujian yang seluruhnya dilakukan di Indonesia,” ujar Bong Kyu Lee, President Director PT Hyundai Motor Manufacturing Indonesia.

HMMI: Fasilitas Perakitan Berteknologi Tinggi dan Ramah Lingkungan

Pabrik HMMI memiliki kapasitas produksi awal 150.000 unit per tahun dan akan ditingkatkan hingga 250.000 unit. Mengusung prinsip manufaktur ramah lingkungan dan efisiensi tinggi, HMMI menerapkan lini produksi canggih yang mencakup press shop, body shop, paint shop, engine shop, dan assembly shop.

Selain itu, HMMI juga memiliki proving ground atau area pengujian kendaraan yang merepresentasikan kondisi jalan Indonesia, memastikan kendaraan seperti All-new KONA Electric siap menghadapi medan sesungguhnya.

HLI Green Power: Produksi Sel Baterai Lokal dengan Standar Global

Langkah strategis Hyundai berikutnya adalah membangun pabrik sel baterai melalui HLI Green Power, hasil kerja sama Hyundai Motor Group dan LG Energy Solution. Di sinilah bahan baku baterai diramu menjadi electrode, disusun menjadi cell, lalu distabilkan dalam tahap formation yang mencakup pengisian dan pelepasan daya, serta pengujian kualitas secara menyeluruh.

“Kualitas kendaraan listrik sangat ditentukan oleh baterainya. HLI Green Power hadir untuk memastikan setiap sel baterai yang digunakan pada EV Hyundai memenuhi standar global dan siap bersaing di pasar ekspor,” jelas Ki Chul Hong, CEO PT HLI Green Power.

Hyundai Energy Indonesia: Menyusun dan Menguji Jantung EV dengan Teliti

Setelah sel baterai diproduksi, tahap berikutnya ditangani oleh Hyundai Energy Indonesia (HEI). Di sinilah sel-sel baterai disusun menjadi modul dan akhirnya menjadi sistem baterai utuh untuk digunakan pada kendaraan listrik.

Menurut Chang Oug Hong, President Director HEI, “Setiap baterai yang dirakit di HEI telah melalui berbagai pengujian, mulai dari efisiensi pengisian, kestabilan daya, hingga uji ketahanan, untuk memastikan kualitas dan keamanan maksimal saat digunakan konsumen.”

All-new KONA Electric: Produk Lokal, Teknologi Global

All-new KONA Electric menjadi simbol keberhasilan dari kolaborasi ketiga fasilitas tersebut. Mobil listrik ini diproduksi 100% di Indonesia dan memiliki TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) mencapai 80%, menjadikannya mobil listrik paling lokal sekaligus paling canggih yang lahir dari tangan talenta Indonesia.

Mobil ini dibekali fitur Hyundai Bluelink yang memungkinkan kontrol kendaraan dari smartphone, serta kemampuan Over-the-Air (OTA) Updates yang memungkinkan pembaruan sistem tanpa harus ke bengkel — pengalaman khas digital native yang dihadirkan langsung oleh pabrikan otomotif global.

Lebih dari Sekadar Mobil, Hyundai Bangun Ekosistem EV yang Menyeluruh

Kehadiran All-new KONA Electric melengkapi lini kendaraan listrik Hyundai di Indonesia yang juga mencakup IONIQ 5, IONIQ 6, IONIQ 5 N, hingga KONA Electric N Line. Semua model didukung dengan 130 lebih jaringan dealer serta 600 titik pengisian daya di seluruh Indonesia.

Ekosistem ini menunjukkan keseriusan Hyundai dalam memastikan pengalaman pengguna EV yang bebas rasa khawatir, baik dari sisi produk, servis, hingga infrastruktur.

Hyundai Tancapkan Akar Investasi di Indonesia untuk Masa Depan Otomotif

Total investasi Hyundai untuk mengembangkan fasilitas produksi di Indonesia mencapai USD 1,55 miliar hingga 2030. Tak hanya memenuhi kebutuhan pasar domestik, fasilitas ini juga menjadi basis ekspor ke berbagai kawasan seperti Asia Pasifik, Timur Tengah, hingga Amerika Latin.

Dengan tur ini, Hyundai tak hanya memamerkan teknologi, tetapi juga menunjukkan bahwa masa depan kendaraan listrik Indonesia telah dimulai — dan Hyundai menjadi ujung tombaknya. (*)

Artikel Hyundai Perlihatkan Ekosistem EV Lokal Terlengkap Lewat EV Ecosystem Tour 2025 pertama kali tampil pada Lifestyle.

Pengusaha Keluhkan Izin Berlapis Amdal, Wakil Gubernur Akan Diskusikan dengan Dinas Terkait, Jangan Sampai Ganggu Investasi

0
Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Haris Pratamura. Foto. Arjuna/ Batam Pos

batampos – Sejumlah pengusaha di Batam mengeluhkan proses perizinan yang berlapis dalam melaksanakan pematangan lahan atau cut n fill. Akibatnya banyak pengusaha yang tetap melakukan aktifitas pematangan lahan, dengan dalih izin masih dalam proses pengurusan di berbagai level pemerintahan.

Diketahui, izin yang harus dikantongi oleh pelaku usaha melibatkan berbagai instansi, mulai dari Pemerintah Kota Batam, Badan Pengusahaan (BP) Batam, hingga Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau. Kompleksitas alur perizinan tersebut disebut-sebut menjadi alasan mengapa sejumlah pengusaha tetap melanjutkan pekerjaan di lapangan meski belum memegang dokumen resmi.

Seperti baru-baru ini, kasus pematangan lahan atau cut n fill yang terjadi di belakang pasar Botania. Yang mana aktifitas pematangan lahan tetap berjalan meski tanpa izin.

Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Haris Pratamura tak menapik untuk pengurusan izin Amdal ada di tingkat kota hingga tingkat Provinsi. “Untuk pengurusan Amdal ada di kota dan provinsi,” kata Nyanyang.

Untuk pengurusan amdal di tingkat provinsi, menurutnya akan didiskusikan dengan dinas lingkungan hidup. Termasuk terkait banyaknya keluhan terkait ribetnya pengurusan Amdal.

“Untuk keluhan itu, nanti saya diskusikan dulu dengan dinas lingkungan,” tegas Nyanyang.

Tak hanya itu, Nyanyang juga memastikan agar pengurusan Amdal tidak menganggu investasi di Kepri, terutama Batam. Sehingga dapat meningkatkan roda perekonomian.

“Yang jelas, terkait perizinan saya sampaikan ,jangan sampai menganggu investasi,” tegasnya.

Meski menyadari pentingnya investasi, Nyanyang menegaskan bahwa pihaknya tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian agar pelaksanaan pembangunan tidak melanggar aturan lingkungan yang berlaku.

“Investasi penting, tapi jangan abaikan aturan. Kami tetap kawal prosesnya agar sesuai regulasi,” katanya. (*)

Reporter: Yashinta

Artikel Pengusaha Keluhkan Izin Berlapis Amdal, Wakil Gubernur Akan Diskusikan dengan Dinas Terkait, Jangan Sampai Ganggu Investasi pertama kali tampil pada Metropolis.

Warga Serbu “Eazy 1000 Passport” di Grand Batam Mall, Rela Antre Berjam-jam

0
Wakil Gubernur Kepulauan Riau Nyanyang Haris Pratamura yang turut hadir pada layanan paspor massal bertajuk “Eazy 1000 Passport”, menyambut baik inisiatif ini. Ia berharap kebijakan tersebut membawa angin segar bagi sektor pariwisata dan ekonomi daerah. Foto. Yashinta/

batampos – Layanan paspor massal bertajuk “Eazy 1000 Passport” yang digelar Direktorat Jenderal Imigrasi di Grand Batam Mall sejak Sabtu (17/5) langsung diserbu masyarakat. Baru dibuka pukul 10.00 WIB, antrean sudah mengular hingga ke luar area pelayanan. Kondisi yang sempat tidak tertib membuat petugas harus memberikan imbauan agar masyarakat duduk sesuai nomor antrean dan menunggu giliran dipanggil.

Kegiatan ini merupakan bagian dari transformasi pelayanan publik yang digagas Direktorat Jenderal Imigrasi bekerja sama dengan Kantor Wilayah Kemenkumham Kepulauan Riau. Program ini ditujukan untuk mempermudah masyarakat yang telah mendaftar secara daring dalam mengurus paspor. Proses yang dilakukan di Grand Batam meliputi wawancara, pengambilan foto, dan verifikasi dokumen. Paspor dapat diambil 3 hingga 4 hari setelah proses pembayaran selesai.

Ana salah satu pengantre mengaku sudah datang sejak pukul 10.00 WIB, namun nomor antrean yang ia dapat sudah di nomor ratusan. Alhasil, ia pun harus menunggu giliran antre hingga beberapa jam.

“Sudah datang ke lokasi, ya mau tak mau harus menunggu meski berjam-jam. Karena memang di hari biasa tak sempat juga ngurus, jadi cukup membantulah layanan ini,” sebutnya.

Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Kepri, Ujo Sujoto, mengatakan bahwa program ini digelar selama dua hari, yakni Sabtu (17/5) dan Minggu (18/5), dengan kuota masing-masing 500 pemohon setiap harinya. Total, ada 1000 paspor yang ditargetkan selesai diproses dalam dua hari pelaksanaan.

“Kami melihat bahwa banyak masyarakat yang tidak bisa mengurus paspor di hari kerja karena aktivitas kerja. Maka, akhir pekan adalah waktu yang tepat. Inilah kenapa kami beri nama Eazy Passport, agar masyarakat mudah mendapat layanan,” ujar Ujo saat meninjau langsung kegiatan tersebut.

Ia menegaskan, program ini merupakan implementasi dari arahan Presiden Republik Indonesia serta kebijakan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) untuk menciptakan pelayanan publik yang menyentuh langsung masyarakat dan adaptif terhadap kebutuhan.

Ia menyampaikan layanan imigrasi kini bergerak menuju digitalisasi dan transparansi. Masyarakat diminta ikut mengawasi dan memberi masukan jika menemukan kekurangan dalam proses pelayanan.

“Kami terbuka dan siap melayani secara terbuka pula. Ini sejalan dengan arahan Menteri Hukum dan HAM serta Dirjen Imigrasi, bahwa pelayanan imigrasi ke depan harus digital, transparan, dan tidak lagi bergantung pada kuota-kuota manual,” tegasnya.

Pihaknya juga memastikan bahwa layanan paspor akan diperluas ke lima Unit Layanan Paspor (ULP) di berbagai wilayah di Batam, yakni Sagulung, Bengkong, Batam Center, Harbour Bay, dan Batuaji. Hal ini diharapkan dapat memangkas jarak tempuh dan memudahkan warga mengakses layanan tanpa harus datang ke pusat kota.

“Warga di Barelang atau Batuaji misalnya, cukup datang ke ULP Sagulung. Tak perlu lagi ke Batam Center. Ini adalah bentuk nyata kehadiran negara,” imbuh Ujo.

Dalam kesempatan yang sama, turut diresmikan regulasi baru berupa empat skema pengembangan bebas visa bagi warga negara Singapura. Peresmian yang dilakukan di Batam pada Sabtu (17/5) tersebut dinilai strategis untuk mendongkrak jumlah wisatawan mancanegara ke Kepulauan Riau, khususnya dari Singapura.

Wakil Gubernur Kepulauan Riau Nyanyang Haris Pratamura yang turut hadir, menyambut baik inisiatif ini. Ia berharap kebijakan tersebut membawa angin segar bagi sektor pariwisata dan ekonomi daerah.

“Ini adalah bukti bahwa negara hadir. Mudah-mudahan pelabuhan-pelabuhan baru seperti yang akan dibuka nanti bisa menambah akses terbaik setelah Sekupang dan Batam Center,” ujar Nyanyang.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras menyukseskan layanan Eazy Passport dan pembukaan akses bebas visa tersebut. “Ini untuk kita semua, masyarakat Kepri. Terima kasih atas kontribusinya. Semoga ke depan, pelayanan publik semakin baik dan menyentuh semua lapisan,” tutupnya. (*)

Reporter: Yashinta

Artikel Warga Serbu “Eazy 1000 Passport” di Grand Batam Mall, Rela Antre Berjam-jam pertama kali tampil pada Metropolis.

Tim Macan Polresta Barelang Bongkar Jaringan Prostitusi Berkedok Agensi Ladies Company

0
Kasat Reskrim AKP M. Debby Tri Andrestian, saat menjelaskan pengungkapan kasus praktik prostitusi terselubung dengan modus agensi Ladies Company di Batam. Foto. Yashinta/ Batam Pos

batampos – Praktik prostitusi terselubung dengan modus agensi Ladies Company di Batam diungkap Polresta Barelang. Dalam penggerebekan di kawasan Batuampar, polisi menemukan dua wanita dalam kondisi tanpa busana serta mengamankan dua pria yang diduga kuat sebagai mucikari.

Kasat Reskrim AKP M. Debby Tri Andrestian, menjelaskan pengungkapan kasus berawal dari laporan masyarakat tertanggal 10 Mei 2025. Setelah dilakukan penyelidikan, penggerebekan dilakukan pada Jumat malam, 9 Mei 2025 sekitar pukul 23.00 WIB di sebuah kamar hotel di wilayah Batuampar, Kota Batam.

“Dalam penggerebekan itu, kami menemukan dua wanita dengan inisial N dan R dalam keadaan tanpa busana serta satu bungkus kondom. Keduanya langsung kami amankan untuk dimintai keterangan,” ujar Debby, Sabtu (17/5).

Dalam operasi tersebut, polisi turut mengamankan dua pria yang kini ditetapkan sebagai tersangka, yakni IF 26, dan HB ,30. IF berperan sebagai koordinator lapangan yang menyebarkan informasi kepada para Ladies Companion (LC) di bawah agensi “Y”, sementara HB berprofesi sebagai hairstylist dan merupakan pemilik rekening yang diduga digunakan untuk transaksi prostitusi daring (open booking atau “open BO”).

Modus operandi yang digunakan pelaku adalah menyebarkan tawaran jasa seksual melalui grup WhatsApp internal agensi, menggunakan istilah sandi “CD3” untuk menyamarkan aktivitas. Tarif yang ditawarkan mencapai Rp3.500.000 untuk satu kali pertemuan.

“HB ini kami duga sebagai fasilitator transaksi. Rekening atas namanya kami sita, bersamaan dengan empat unit ponsel dari pelaku dan korban, satu unit mobil Mitsubishi Expander warna putih, serta satu buku tabungan BCA,” tambah Kasat Reskrim.

Pengungkapan kasus ini merupakan hasil dari penyelidikan mendalam yang dilakukan oleh tim Satreskrim setelah menerima informasi dari masyarakat. Polisi melakukan penyamaran dan berpura-pura sebagai pengguna jasa, hingga akhirnya pelaku tergiur dan mengatur pertemuan. Di lokasi yang disepakati, tim langsung melakukan penangkapan dan penggeledahan.

Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat dengan Pasal 296 KUHP dan/atau Pasal 506 KUHP tentang perbuatan cabul yang dijadikan kebiasaan atau sumber penghidupan. Mereka terancam hukuman penjara maksimal 1 tahun 4 bulan penjara. (*)

Reporter: Yashinta

Artikel Tim Macan Polresta Barelang Bongkar Jaringan Prostitusi Berkedok Agensi Ladies Company pertama kali tampil pada Metropolis.

Perca Batam Bahas Implikasi Hukum Warisan dan Harta dalam Perkawinan Campuran

0
Perkawinan Campuran Indonesia (Perca) Perwakilan Kota Batam saat menggelar diskusi hukum bertema “Implikasi Hukum Akibat Kematian atau Perceraian terhadap Harta dan Warisan dalam Keluarga Perkawinan Campur” di I Hotel Baloi, Lubukbaja. Foto. Aziz Maulana/ Batam Pos

batampos – Perkawinan Campuran Indonesia (Perca) Perwakilan Kota Batam menggelar diskusi hukum bertema “Implikasi Hukum Akibat Kematian atau Perceraian terhadap Harta dan Warisan dalam Keluarga Perkawinan Campur” di I Hotel Baloi, Lubukbaja, Sabtu (17/5).

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman para anggota terhadap aturan hukum yang berlaku bagi pasangan suami istri beda kewarganegaraan, khususnya dalam hal kepemilikan aset dan warisan.

Ketua Perca Batam, Adryana Sea, mengungkapkan bahwa organisasi yang sudah berdiri selama 12 tahun ini kini memiliki 105 anggota aktif.

Diskusi ini menghadirkan narasumber dari Perca Indonesia dan praktisi hukum, serta dirangkai dengan nuansa kebudayaan Indonesia.

“Kami ingin para anggota memahami seluk beluk hukum tentang kepemilikan harta dan warisan, terutama jika terjadi perceraian atau kematian dalam keluarga perkawinan campur,” ujar Adryana.

Ia menambahkan, kegiatan ini juga disemarakkan dengan parade busana daerah sebagai bentuk cinta terhadap tanah air, meskipun para anggota menikah dengan Warga Negara Asing (WNA).

“Ini adalah wujud kecintaan kami terhadap Indonesia dengan menampilkan busana tradisional dari berbagai daerah,” lanjutnya.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari peringatan Hari Kartini yang sempat digelar bulan lalu, yang diisi dengan lomba busana dan penampilan artis tamu dari Brunei Darussalam.

Ketua Umum Perca Indonesia, Rulita Anggraini, menjelaskan bahwa banyak pasangan WNI-WNA yang belum memahami ketentuan hukum terkait keimigrasian, kewarganegaraan, ketenagakerjaan, dan terutama kepemilikan properti.

“Contohnya, WNI bisa memiliki properti dengan status hak milik, sementara WNA hanya bisa memiliki hak pakai. Dalam perkawinan campuran, ini sering menjadi persoalan jika tidak dipahami sejak awal,” jelasnya.

Menurut Rulita, edukasi hukum ini penting agar anggota memahami hak dan kewajiban mereka, terutama dalam hal pewarisan.

Dalam keluarga campuran, anak bisa memiliki dua kewarganegaraan, dan status tersebut dapat mempengaruhi proses waris dan pembagian aset.

“Kami ingin mencegah timbulnya persoalan hukum yang dapat merugikan keluarga, karena pada dasarnya pernikahan itu untuk kebaikan masa depan,” tegasnya.

Batam, menurut Rulita, menjadi salah satu wilayah yang istimewa karena berbatasan langsung dengan negara tetangga dan memiliki jumlah keluarga perkawinan campur yang cukup tinggi. Banyak di antaranya adalah pendatang dengan pasangan yang bekerja di luar negeri.

“Karena itu, kami menaruh perhatian khusus pada Batam. Apalagi pengurus Perca Batam memiliki relasi baik dengan pemerintah daerah dan lintas sektor,” imbuhnya.

Kegiatan ini turut dihadiri Nenny Dwiyanna Nyangnyang, istri Wakil Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), yang memberikan apresiasi atas pelaksanaan diskusi hukum ini.

Ia berharap Perca Batam dan Perca Indonesia tetap solid dalam memberikan edukasi dan perlindungan kepada anggotanya. (*)

Reporter: Aziz Maulana

Artikel Perca Batam Bahas Implikasi Hukum Warisan dan Harta dalam Perkawinan Campuran pertama kali tampil pada Metropolis.

20 Persen DD Harus jadi Modal ke BUMDes untuk Ketahanan Pangan

0
Jackie Stewart Touw

batampos- Desa-desa di Kabupaten Karimun yang jumlahnya sebanyak 42 desa saat ini sedang mempersiapkan usaha untuk mendukung swasembada pangan. Sehingga, dana desa (DD) tahun ini yang diterima desa wajib untuk menyetorkan modalnya ke Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk membuat usaha ketahanan pangan.

”Kewajiban penyertaan modal pemerintah desa yang berasal dari DD ke BUMDes Sesuai Keputusan Menteri Desa dan Daerah Tertinggal Nomor 3 tahun 2025 tentang panduan penggunaan DD. Minimal penyertaan modal ke BUMDes untuk program ketahanan pangan sebesar 20 persen,” ujar Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Karimun Jackie Stewart Touw kepada Batam Pos, Jumat (16/5).

BACA JUGA: Mendes Yandri: Tidak Boleh Kurang, 20 Persen Dana Desa Digunakan untuk Ketahanan Pangan

Jadi, katanya, berapa jumlah total DD yang diterima pemerintah desa tahun ini, maka 20 persen wajib dijadikan penyertaan modal ke BUMDes untuk menjalankan kegiatan usaha yang berhubungan dengan ketahanan pangan.

Dan, usaha ketahanan pangan yang akan dijalankan oleh BUMDes tersebut tentunya harus mendapatkan persetujuan dari pemerintah desa.

”Saat ini, dari 42 desa di Kabupaten Karimun, BUMDes yang aktif hanya 30 dan sisanya 12 belum aktif. Tahapannya sebelum pemerintah desa menyertakan modalnya sebesar 20 persen, manajemen BUMDes terlebih dulu menyerahkan atau mengajukan proposal ke pemerintah desa apa usaha ketahanan pangan yang akan dijalankan. Sebelum disetujui, pihak pemerintah desa terlebih dulu melakukan uji kelayakan usaha yang akan dijalankan,” paparnya.

Saat ini, tambah Jackie, uji kelayakan usaha yang diajukan melalui proposal sedang dijalankan oleh masing-masing pemerintah desa. Untuk jenis usaha ketahanan pangan mayoritas tentang pertanian. Seperti pertanian sayur mayur. Ada juga jenis usaha perikanan seperti tambak ikan atau udang. Dan dalam pelaksanaanya nanti akan dibantu OPD dari dinas terkait sebagai penyuluh. Yakni, Dinas Pangan dan Pertanian serta Dinas Kelautan dan Perikanan.

”Sebagai tambahan terkait program ketahanan pangan pada tahun-tahun sebelumnya juga sebesar 20 persen yang diambil dari DD. Namun, itu dikelola langsung oleh pemerintah desa. Namun, mulai tahun ini DD sebesar 20 persen tersebut dialokasikan menjadi penyertaan modal ke BUMDes. Sehingga, BUMDes bisa lebih maju dan berkembang usahanya,” jelasnya. (*)

Reporter: Sandi P

Artikel 20 Persen DD Harus jadi Modal ke BUMDes untuk Ketahanan Pangan pertama kali tampil pada Kepri.

Polisi Gagalkan Pengiriman Lima Calon PMI Ilegal di Batam

0
Lima calon PMI yang diamankan Tim Patroli Kapal Polisi (KP) Antasena-7006 Baharkam Polri yakni Muh Guntur, Muhammad Amin, Saypudin, Abenkuswara, dan Didi Septian Dino. Foto. Aziz Maulana/ Batam Pos

batampos – Tim Patroli Kapal Polisi (KP) Antasena-7006 Baharkam Polri berhasil menggagalkan upaya pengiriman lima calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal ke Malaysia melalui Pelabuhan Sekupang, Batam, Kepulauan Riau, Jumat (16/5).

Dalam operasi penegakan hukum yang dipimpin langsung oleh Komandan KP Antasena-7006, AKBP Samsudin, aparat berhasil mengamankan dua orang terduga pelaku, masing-masing berinisial Mardian Sori (38) dan Nyamidi (50). Keduanya diduga kuat berperan sebagai sopir dan calo yang mengurus keberangkatan secara ilegal.

“Kami mendapat informasi dari masyarakat tentang adanya pengiriman PMI ilegal. Setelah penyelidikan, kami mendapati sebuah mobil taksi yang membawa lima orang calon PMI di kawasan Pelabuhan Sekupang. Tim langsung melakukan pemeriksaan dan pengamanan di tempat,” jelas AKBP Samsudin, Sabtu (17/5).

Kelima calon PMI yang diamankan adalah Muh Guntur, Muhammad Amin, Saypudin, Abenkuswara, dan Didi Septian Dino. Kepada petugas, mereka mengaku hendak diberangkatkan ke Malaysia melalui jalur tidak resmi dengan iming-iming pekerjaan.

Dari hasil pemeriksaan, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain dua unit telepon genggam, uang tunai senilai Rp7 juta, satu unit mobil Toyota Calya berwarna biru dengan nomor polisi BP 1351 GU, satu unit sepeda motor Jupiter MX hitam BP 5263 PM, serta tiga tiket pesawat atas nama calon PMI dari Lombok ke Batam.

“Berdasarkan keterangan para korban, mereka direkrut melalui jalur tidak resmi. Ini jelas membahayakan keselamatan mereka dan melanggar hukum. Kami akan tindak tegas,” tegas Samsudin.

Atas perbuatannya, kedua pelaku dijerat dengan Pasal 81 Jo Pasal 69 Jo Pasal 83 Jo Pasal 68 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, serta Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Setelah dilakukan gelar perkara bersama Subdit Gakkum Ditpolair Polda Kepri, kasus ini telah dinaikkan ke tahap penyidikan. Para tersangka beserta barang bukti telah diserahkan ke Ditpolair untuk proses hukum lebih lanjut.

Dirpolair Korpolairud Baharkam Polri, Brigjen Pol Idil Tabranayah, menegaskan bahwa pengiriman PMI secara ilegal menjadi salah satu prioritas utama dalam upaya penegakan hukum, selain kasus narkotika dan penyelundupan.

“Penanganan kasus PMI ilegal, narkoba, dan penyelundupan merupakan fokus utama patroli laut kami. Setiap pelanggaran akan ditindak secara tegas sesuai hukum yang berlaku. Ini adalah bentuk komitmen Polri dalam melindungi warga negara dari praktik ilegal yang merugikan dan berisiko tinggi,” ujar Brigjen Idil.

Upaya ini sekaligus memperkuat pengawasan lintas batas di wilayah perairan Indonesia, khususnya kawasan perbatasan seperti Batam yang kerap menjadi jalur perlintasan ke negara tetangga. (*)

Reporter: Aziz Maulana

Artikel Polisi Gagalkan Pengiriman Lima Calon PMI Ilegal di Batam pertama kali tampil pada Metropolis.

Gagal Kerjakan Proyek Rp 10 Miliar di Tarempa, CV Tapak Anak Bintan Tak Kunjung Kembalikan Uang Muka

0
Kadis PUPR Anambas, Syarif Ahmad. f. ihsan

batampos– Proses pengembalian uang muka proyek Sodetan Air di Tarempa, Kabupaten Anambas hingga saat ini masih terus diupayakan.

Sebelumnya proyek bernilai Rp 10 Miliar ini gagal dikerjakan oleh CV Tapak Anak Bintan pada tahun lalu. Meski gagal dikerjakann, kontraktor telah menerima uang muka sebesar 30 persen dari nilai kontrak atau Rp 3 Miliar.

“Kita masih terus melakukan proses pengembalian uang muka di Asuransi Videi yang memiliki kantor di Batam dan Jakarta,” ujar Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Anambas, Syarif Ahmad, Jum’at, (16/5).

BACA JUGA: Proyek Rp 10 Miliar Tak Kunjung Dikerjakan, Pemkab Anambas Putus Kontrak CV Tapak Anak Bintan

Seharusnya pihak Asuransi Videi harus menntransfer pengembalian uang jaminan pelaksanaan proyek ke kas daerah pada Februari lalu. Hingga kini, uang tersebut belum diterima.

“Laporan yang kami terima, Asuransu Videi telah menyita aset milik kontraktor sebagai jaminan dalam pengembalian uang muka,” ungkap Syarif Ahmad.

Aset milik kontraktor yang telah disita berupa dua truck mixer, satu dam truck, kemudian pasir dan batu yang rencana semula akan dikirim ke Anambas.

“Untuk nilai semuanya saya kurang tahu pasti berapa total yang disita. Yang jelas sampai saat ini kontraktor belum ada itikad baik dalam mengembalikan uang jaminan,” terang Syarif.

Pihak asuransi juga telah membuat surat pernyataan yang ditandatanganu oleh kontraktor. Dalam isi surat itu dijelaskan apabila nilai sita jaminan belum mencukupi maka akan dilunasi oleh pihak kontraktor.

“Surat pernyataan antara asuransi dan pihak kontarktor sudah ada, hasil sitaan aset akan digunakan untuk membayar dan apabila masih kurang akan dilunasi oleh pihak kontraktor, begitu,” kata dia.

Meski telah dilakukan penyitaan aset dan keluarnya surat pernyataan, namun hingga saat ini belum ada pertanggungan pembayaran jaminan uang muka diterima Pemkab Kepulauan Anambas.

Sebelumnya, CV Tapak Anak Bintan sebagai pemenang tender pengerjaan pembangunan Sodetan Air yang menghubungkan Sungai Sugi dengan Tarempa Beach tidak koperatif dalam pelaksanaan pekerjaan.

Padahal proses pengerjaan yang tertuang dalam kontrak dimulai sejak April lalu tak kunjung dikerja hingga November. Hal ini membuat Dinas PUPR langsung memutus kontrak serta memasukkan nama perusahaan tersebut ke dalam daftar hitam. (*)

Reporter: Ihsan

Artikel Gagal Kerjakan Proyek Rp 10 Miliar di Tarempa, CV Tapak Anak Bintan Tak Kunjung Kembalikan Uang Muka pertama kali tampil pada Kepri.

Presiden Prabowo Tugaskan Fary Francis Hadiri Pelantikan Paus Leo XIV di Vatikan

0
Fary Djemy Francis (kanan) bersama Presiden Prabowo

batampos — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menunjuk Deputi Bidang Investasi dan Promosi BP Batam, Fary Djemy Francis, sebagai salah satu utusan resmi Indonesia untuk menghadiri pelantikan Paus Leo XIV di Lapangan Santo Petrus, Vatikan, pada Minggu (18/5/2025).

Fary Francis bertolak ke Vatikan bersama Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, dan Menteri Koperasi dan UKM, Budi Arie Setiadi, yang juga mewakili Presiden Prabowo dalam acara bersejarah tersebut.

“Ini adalah momentum penuh berkat bagi saya. Terima kasih atas kepercayaan Bapak Presiden. Kami membawa pesan Presiden yang turut berbahagia dan bersukacita atas terpilihnya Paus Leo XIV dua pekan lalu,” ujar Fary, yang juga menjabat sebagai Komisaris PT Asabri (Persero) dan pernah memimpin Komisi V DPR RI periode 2014–2019.

Paus Leo XIV terpilih menggantikan Paus Fransiskus yang wafat pada 21 April 2025. Indonesia mengirimkan utusan resmi sebagai bentuk penghormatan sekaligus wujud diplomasi lintas agama.

Melalui kehadiran Fary, Presiden Prabowo menyampaikan harapan agar hubungan bilateral Indonesia–Vatikan semakin erat dalam semangat persaudaraan dan solidaritas global.

“Paus Leo XIV adalah sosok sederhana dan visioner. Moto beliau, ‘In Illo Uno Unum’ — dalam Dia yang satu, kita menjadi satu — sangat relevan dalam membangun persatuan dunia,” tutup Fary. (*)

Artikel Presiden Prabowo Tugaskan Fary Francis Hadiri Pelantikan Paus Leo XIV di Vatikan pertama kali tampil pada Metropolis.