Kamis, 5 Maret 2026
Beranda blog Halaman 1609

Terkait Kasus Dana Hibah Pokmas di Jatim, Rumah La Nyalla Digeledah Selama 2 Jam

0
KPK menggeledah rumah mantan Ketua DPD RI La Nyalla terkait kasus dugaan korupsi dana hibah Pokmas Jatim, Senin (14/4). (Novia Herawati/ JawaPos.com)

batampos – Rumah milik mantan Ketua DPD RI Periode 2019-2024, AA La Nyalla Mahmud Mattalitti digeledah oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (14/4).

Penggeledahan ini berkaitan dengan kasus dana hibah untuk kelompok masyarakat (pokmas) Jawa Timur.

Kediaman La Nyalla di Jalan Wisma Permai Barat 1 Blok LL Nomor 39, Kecamatan Mulyorejo, Kota Surabaya itu tampak dijaga ketat oleh puluhan anggota dari ormas Pemuda Pancasila (PP).

Kabar penggeledahan ini dibenarkan oleh Ketua Bidang LPPH Pemuda Pancasila Surabaya, Rohmad Amrullah. Ia menuturkan, ada sekitar 15 orang dari KPK dengan 3 mobil yang datang menggeledah rumah La Nyalla.

“Memang benar ada penggeledahan dari KPK, yang berkaitan dengan kasus dana hibah Pak Kusnadi (Politikus PDIP dan Mantan Ketua DPRD Jawa Timur),” tutur Rohmad, ditemui di kediaman La Nyalla, Senin (14/4).

Lebih lanjut, Rohmad menuturkan bahwa saat penyidik KPK datang sekitar pukul 10.00 WIB, hanya ada asisten rumah tangga dan satpam yang ada di rumah La Nyalla. Penggeledahan berlangsung sekitar 2 jam.

“Ruang apa saja yang digeledah, kita tidak bisa masuk karena tidak masuk dalam kuasa Pak Nyala, sehingga yang bisa mendampingi (penyidik KPK) asisten rumah tangga dan sekuriti,” imbuhnya.

Selama 2 jam menggeledah rumah dua lantai milik La Nyalla, Rohmad mengklaim KPK keluar dengan tangan kosong. Artinya, tak ada temuan bukti yang menunjukkan La Nyalla terlibat dalam kasus dugaan korupsi hibah Pokmas.

“Setelah dilakukan penggeledahan, baik di rumah LL 39 dan rumah yang di belakang, tidak ditemukan sama sekali barang-barang yang berkaitan dengan kasus Pak Kusnadi, tidak ditemukan dan tidak ada,” seru Rohmad.

Ia mengatakan bahwa selama penggeledahan, pihak La Nyalla bersikap kooperatif. Hasilnya, memang tak ada satupun barang yang disita penyidik KPK untuk dibawa ke gedung Merah Putih, Jakarta.

“Kita pada prinsipnya adalah orang yang taat, kooperatif terhadap hukum. Kalau KPK-nya datang dengan surat tugas yang ditunjukkan, biarkan mereka menjalankan tugasnya,” tukasnya. (*)

Sumber: JP Group

Artikel Terkait Kasus Dana Hibah Pokmas di Jatim, Rumah La Nyalla Digeledah Selama 2 Jam pertama kali tampil pada News.

Jaksa Tahan Jon Kampar, Tersangka Korupsi Pembangunan Dermaga IC Kundur

0
Jhon Kampar, tersangka dugaan korupsi pembangunan dermaga Islamic Center (IC) Kundur resmi ditahan kejari Karimun. f,.sandi

batampos– Penyidik kejaksaan di bidang tindak pidana khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri Karimun, Senin (14/4) pukul 17.00 WIB resmi menahan Rusmadi atau yang biasa dipanggil Jhon Kampar. Penahanan sesuai dengan surat Nomor : PRINT-515/L.10.12/Ft.1/04/2025 dan dengan nomor perkara Nomor : PRINT-01/L.10.12/Fd.2/01/2025.

Jhon Kampar ditahan penyidik kejaksaan terkait dugaan tindak pidana korupsi pembangunan dermaga Islamic Center (IC) Kundur di Kecamatan Kundur pada 2024 lalu. Hal ini berawal dari yang muka yang diterima sebesar Rp294.800.000 atau 30 persen dari nilai proyek sebesar Rp900 juta lebih yang bersumber dari APBD 2024. Uang muka sudah diterima tapi proyek yang berasal dari Dinas Perhubungan Kabupaten Karimun tidak dikerjakan.

”Setelah dilakukan pemeriksaan para saksi dan juga kita lakukan gelar perkara. Selain itu, sudah cukup alat bukti, maka penyidik di Pidsus yang dikomandoi oleh Priandi Firdaus melakukan upaya selanjutnya. Yakni menetapkan R (Rusmadi, red) alias Jhon Kampar sebagai tersangka tindak pidana korupsi,” ujar Kepala Kejaksaan Negeri Karimun, Priyambudi.

BACA JUGA: Mencegah Praktik Korupsi, Kejari Lingga Perketat Pengawasan Terhadap Efesiensi Anggaran

Perlu diketahui, lanjutnya, perusahaan yang memenangkan proyek pembangunan dermaga IC adalah CV Rafanda Al Razak. Hasil pemeriksaan penyidik diketahui bahwa tersangka dalam hal ini bukan bagian dari perusahaan yang memenangkan pekerjaan dermaga IC. Dengan kata lain pinjam bendera atau perusahaan.

”Kronologisnya, ketika uang muka 30 persen telah diterima perusahaan, kemudian semua uang muka tersebut diserahkan pihak perusahaan kepada tersangka. Karena, tersangka meminjam perusahaan dan berjanji akan memberikan fee atau keuntungan sebesar 7 persen dari nilai kontrak kerja. Kenyataan di lapangan sampai dengan penyidik kejaksaan turun ke lapangan tidak dikerjakan,” papar Priyambudi.

Dikatakan Priyambudi, dalam hal ini tersangka Jhon Kampar tidak memiliki legal standing, karena tidak ada dalam struktur perusahaan. Dan hasil perhitungan dari ahli konstruksi yang turun ke lapangan progres pekerjaan pembangunan dermaga IC di Kundur hanya 0,2 persen. Dalam perkara ini tersangka ditahan untuk 20 hari dan dititipkan ke Rutan Kelas II Tanjungbalai Karimun.

”Dari kejadian ini juga saya mengingatkan kepada pemilik perusahaan agar kejadian ini dapat menjadi pelajaran. Sehingga, ke depannya tidak terjadi hal yang sama,” ungkapnya. (*)

Reporter: Sandi

Artikel Jaksa Tahan Jon Kampar, Tersangka Korupsi Pembangunan Dermaga IC Kundur pertama kali tampil pada Kepri.

Rekan Sejawat Tak Percaya Hafiz Pelaku Bullying: “Dia Terlalu Baik untuk Menyakiti”

0
lokasi penikaman honorer. f. rengga/Batam Pos

batampos – Kematian tragis Hafiz Rinanda, 29, pegawai honorer di Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Batam, menyisakan luka mendalam bagi orang-orang terdekatnya. Hafiz meregang nyawa usai diduga digorok oleh rekan kerjanya sendiri, Faras Kausar, 26, yang juga merupakan teman satu kampusnya semasa kuliah.

Hafiz dikenal sebagai pribadi yang hangat, bersahaja, dan penuh canda. Teman-temannya, baik semasa kuliah maupun di lingkungan kerja, tak pernah melihat sisi gelap dari pria asal Kampar, Riau, tersebut. Kabar kematiannya yang disertai narasi dugaan perundungan terhadap pelaku, sangat sulit dipercaya oleh rekan-rekannya.

“Saya dan istri sama-sama kenal Hafiz sejak kuliah. Kami satu jurusan, satu kelas di UIN, jurusan Hukum. Sampai detik ini kami masih tidak percaya dengan tudingan bahwa dia membuli. Dia terlalu baik untuk itu,” ujar F, rekan dekat korban saat di temui di Kamar Jenazah RSBP Batam, Senin (14/4).

Menurut F, Hafiz adalah sosok yang tidak hanya cerdas secara akademik, tapi juga memiliki empati tinggi kepada orang-orang di sekitarnya. Ia dikenal sebagai pribadi yang mudah bergaul, suka memulai percakapan, dan selalu memperlakukan teman sebagai keluarga.

“Orangnya care banget. Dia kalau bercanda itu nggak pernah nyakitin, nggak pernah pakai kata-kata kasar. Bercandanya wajar, malah sering bikin suasana jadi cair,” kenang F.

F terakhir kali bertemu dengan Hafiz dua tahun lalu, saat Hafiz baru saja menikah. Karena kesibukan masing-masing, komunikasi sempat terputus, namun F selalu mendengar kabar baik tentang Hafiz, termasuk soal keluarganya yang harmonis dan anak pertamanya yang kini berusia sekitar 1,5 tahun.

Anak laki-laki Hafiz saat ini berada di kampung halaman, dibawa pulang usai lebaran lalu. Hafiz dan istrinya sepakat membawa anak ke Kampar karena keduanya sibuk bekerja di Batam. Kabar duka ini menjadi pukulan berat bagi sang istri.

“Istrinya sempat pingsan di RSBP begitu tahu kabar suaminya meninggal. Sampai sekarang masih trauma berat,” ucap F lirih.

Menurutnya, sejak kuliah hingga bekerja, Hafiz tak pernah menunjukkan sikap yang bisa menyinggung orang lain. Ia dikenal sebagai pribadi yang menyenangkan, jauh dari kesan kasar atau arogan.

“Kalau soal ngebully, rasanya gak masuk akal. Karena selama saya kenal dia dari kuliah sampai sekarang, gak ada catatan buruk tentang dia, termasuk kepada teman-teman yang lain. Dia bukan tipe orang yang suka menyakiti, malah sebaliknya, selalu berusaha buat orang nyaman,” ujarnya.

Jenazah Hafiz rencananya akan dipulangkan ke kampung halamannya di Kampar, Riau, untuk dimakamkan. Pihak keluarga tengah mempersiapkan proses pemulangan tersebut. Rekan-rekan korban di lingkungan kerja dan kuliah turut memberikan penghormatan terakhir.

“Kami tidak membela siapa-siapa, tapi kami hanya ingin menyampaikan bahwa Hafiz yang kami kenal bukan seperti yang diberitakan. Dia terlalu baik untuk berbuat sejauh itu,” tutur F.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa konflik pribadi, sekecil apapun, jika tak diselesaikan dengan bijak, bisa berujung tragis. Kepergian Hafiz bukan hanya kehilangan bagi keluarga, tapi juga duka mendalam bagi mereka yang pernah mengenalnya sebagai sahabat, rekan kerja, dan saudara. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel Rekan Sejawat Tak Percaya Hafiz Pelaku Bullying: “Dia Terlalu Baik untuk Menyakiti” pertama kali tampil pada Metropolis.

Alasan Jumlah Penumpang Sedikit, Kapal MV Superjet Tiadakan Rute Penjemputan Penumpang di Desa Mensanak

0
Kapal MV Superjet yang sampai saat ini tidak lagi masuk ke Desa Mensanak, Minggu (13/4). F. Vatawari/BATAM POS

batampos– Warga Desa Mensanak, Kecamatan Katang Bidare Kabupaten Lingga keluhkan Kapal Ferry MV Superjet yang tidak lagi masuk menjemput penumpang yang ingin berangkat di Desa mereka. Berdasarkan keterangan dari salah seorang warga Desa Mensanak, Kapal MV Superjet ini dikabarkan mulai tidak lagi masuk menjemput warga Mensanak pada tanggal 7 April 2025.

Berdasarkan keterangan dari Heri, salah seorang warga yang dikonfirmasi Batampos, alasan kenapa Kapal MV Superjet tidak lagi masuk ke Desa Mensanak untuk menjemput para penumpang adalah jumlah penumpang yang ada di Desa Mensanak tidak banyak.

“Saya hari ini sudah bertanya kepada pihak Kapal MV Superjet alasan mereka mengapa tidak masuk ke Desa kami lagi mengangkut penumpang. Pihak MV Superjet mengatakan mereka tidak masuk lagi ke Desa Mensanak karena jumlah penumpang yang ada di sana sedikit,” ungkap Heri, salah seorang warga Mensanak, Minggu (13/4).

BACA JUGA: Salah Naik Kapal, Dua Penumpang RoRo Tujuan Batam Terangkut RoRo ke Matak, Natuna

Heri mengatakan, akibat hal ini warga menjadi kewalahan jika ingin berangkat ke Tanjungpinang karena kapal yang biasanya masuk ke Desa mereka saat ini sudah tidak lagi masuk untuk mengangkut penumpang di Desa mereka.

“Wara di sini sudah pada sibuk karena kapal MV Superjet yang biasanya masuk ke Desa untuk mengangkut penumpang yang ingin berangkat ke Tanjungpinang mulai dari tanggal 7 April 2025 hingga saat ini sudah tidak lagi masuk ke Desa Mensanak,” ungkapnya.

Selanjutnya, Heri menambahkan, saat ini warga yang ingin berangkat harus menyebrang dulu ke pelabuhan Desa Benan karena Kapal MV Superjet hanya masuk ke sana dan tidak masuk ke Desa mereka.

“Saat ini kami warga Desa Mensanak jika ingin berangkat harus menyebrang dulu ke pelabuhan yang ada di Desa Benan, karena Kapal MV Superjet hanya masuk ke Desa Benan. Kami harus mengeluarkan lebih banyak uang untuk berangkat karena bagi warga yang tidak memiliki pompong atau speed hari mencatat dulu dengan mengeluarkan uanga Rp 250 ribu hingga Rp 300 ribu dalam satu kali catat,” tambahnya.

Warga sangat berharap kepada Pemerintah Kabupaten Lingga dan perusahaan kapal agar memperhatikan masalah kapal MV Superjet yang tidak masuk lagi ke Desa mereka dengan alasan jumlah penumpang tidak banyak. Hal ini menjadikan warga semakin sulit karena harus mengeluarkan banyak uang untuk dapat berangkat ke Tanjungpinang. (*)

Reporter: Vatawari

Artikel Alasan Jumlah Penumpang Sedikit, Kapal MV Superjet Tiadakan Rute Penjemputan Penumpang di Desa Mensanak pertama kali tampil pada Kepri.

Video Penjemputan 44 Bungkus Sabu Ditayangkan, Eks Polisi Akui Ikut Operasi di Perairan Nongsa

0
Sidang lanjutan perkara narkoba yang melibatkan 10 mantan anggota Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polresta Barelang kembali digelar di Pengadilan Negeri Batam, Senin (14/4).

batampos – Sidang lanjutan perkara dugaan keterlibatan jaringan narkoba yang melibatkan 10 mantan anggota Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polresta Barelang kembali digelar di Pengadilan Negeri Batam, Senin (14/4).

Dua saksi, Rheno dan Veridian yang keduanya mantan anggota Subnit 2 Satresnarkoba Polresta Barelang—memberikan kesaksian secara virtual.

Sidang ini mengadili 12 terdakwa, terdiri dari 10 mantan polisi dan 2 terdakwa sipil, yakni Aziz Martua Siregar dan Zulkifli Simanjuntak yang duduk di kursi terdakwa, didampingi penasihat hukum masing-masing.

Majelis hakim yang diketuai oleh Hakim Tiwik menayangkan sebuah video penting sebagai bukti petunjuk . Video tersebut memperlihatkan momen penjemputan narkotika jenis sabu sebanyak 44 bungkus di perairan Nongsa, menggunakan kapal.

Rheno mengaku ikut dalam rombongan kapal itu pada Juni 2024. Menurutnya, mereka diminta membackup Subnit 1 Satresnarkoba atas perintah langsung dari Kanit.

“Kami dikumpulkan lebih dulu, lalu malam harinya kami berangkat ke pantai Nongsa mengikuti mobil opsnal,” ujarnya.

Setibanya di lokasi, kapal mereka didekati oleh sebuah speedboat dari arah perairan Malaysia. Dari kapal asing itu, dua tas dilempar ke kapal mereka.

“Isinya 44 bungkus sabu. Kami kembali ke kantor lewat pintu samping agar tidak terekam CCTV,” beber Rheno.

Barang bukti itu kemudian diletakkan di ruang Subnit 1 dan langsung digelar. Ia menyebut, tidak ada briefing sebelumnya dari pimpinan dan perintah yang diterima hanya sebatas backup kegiatan penjemputan.

Sebelumya pada Jumat (11/4) saksi lainnya, Budi Setiawan, yang juga mantan anggota Subnit 2, mengungkapkan diminta oleh Kanit untuk mengantarnya ke Bandara Hang Nadim guna bertemu Kasat Narkoba.

“Saya hanya menyupiri dan menunggu di mobil. Tidak ikut masuk,” katanya.

Namun, hal mengejutkan terungkap dalam perjalanannya kembali ke kantor. Ia mendengar percakapan di mobil yang menyebutkan hanya 35 bungkus sabu yang dilaporkan, sementara 9 bungkus lainnya diduga “disisihkan”.

Budi juga mengaku mengalami intimidasi setelah kasus ini mencuat dan para anggota Subnit 1, termasuk Kasat Satria Nanda dan Kanit Sigit, ditahan di Polda Kepri. Ia diminta mencari uang hingga Rp1 miliar untuk “menyelesaikan perkara” serta Rp300 juta untuk biaya praperadilan.

“Kalau tidak dipenuhi, saya juga diancam akan dijebloskan ke penjara,” ujar Budi di hadapan majelis hakim.

Perkara ini mencuat setelah dugaan penyalahgunaan wewenang dan keterlibatan dalam penggelapan barang bukti narkoba menyeret belasan nama dari institusi kepolisian. Sidang masih akan berlanjut dengan menghadirkan saksi-saksi lainnya dalam waktu dekat. (*)

Reporter : AZIS MAULANA

Artikel Video Penjemputan 44 Bungkus Sabu Ditayangkan, Eks Polisi Akui Ikut Operasi di Perairan Nongsa pertama kali tampil pada Metropolis.

Puluhan Pati dan Pamen Kena Mutasi, Kapolda Jabar Jadi Astamaops

0

 

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo memimpin serah terima jabatan pati Polri di Mabes Polri pada Senin (14/4). (Polri).

batampos – Gerbang perwira tinggi (pati) dan perwira menengah (pamen) Polri kembali bergerak. Tidak kurang dari 49 pati dan pamen kena mutasi dan promosi yang dilakukan oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. Secara keseluruhan ada 49 pati dan pamen yang pindah tugas. Termasuk diantaranya Kapolda Jawa Barat (Jabar) Irjen Akhmad Wiyagus.

Melalui Surat Telegram Nomor: ST/688/IV/KEP./2025 tertanggal 13 April 2025, Jenderal Sigit menunjuk Irjan Wiyagus untuk menjadi Asisten Utama Operasi (Astamaops) Kapolri. Dengan jabatan baru tersebut, secara otomatis Wiyagus akan mendapat kenaikan pangkat menjadi komisaris jenderal atau komjen.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko menjelaskan bahwa mutasi tersebut merupakan bagian dari dinamika organisasi dan upaya penyegaran serta pengembangan karier personel Polri.

”Mutasi dan promosi jabatan adalah hal yang rutin dalam tubuh Polri sebagai bentuk regenerasi dan penyesuaian kebutuhan organisasi. Dalam ST mutasi kali ini, terdapat 49 personel yang seluruhnya mendapat promosi jabatan, termasuk beberapa jabatan di tingkat pusat maupun kewilayahan,” terang dia pada Senin (14/4).

selain Irjen Wiyagus, beberapa pati yang masuk dalam mutasi dan promosi tersebut adalah Irjen Pol Rudi Setiawan yang ditunjuk menjadi kapolda Jabar. Kemudian ada tiga pati bintang dua, 10 pati bintang satu, dan 7 pamen berpangkat kombes yang mendapat promosi.

Mabes Polri menegaskan bahwa mutasi dan promosi jabatan tersebut dilakukan tidak lain dengan maksud untuk meningkatkan kinerja organisasi, juga sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan capaian kinerja para personel yang mendapatkan promosi. (*)

Sumber: JP Group

Artikel Puluhan Pati dan Pamen Kena Mutasi, Kapolda Jabar Jadi Astamaops pertama kali tampil pada News.

Psikolog: Pelaku Kekerasan Seringkali Tak Punya Jalan Keluar

0
Pelaku saat diamankan anggota Polsek Sekupang. Foto. Rengga Yuliandra/ Batam Pos

batampos – Tindakan kekerasan, termasuk penikaman, kerap muncul bukan tanpa sebab. Psikolog, Irfan Aulia, menyebut, dalam banyak kasus, pelaku kekerasan tidak memiliki jalan keluar atas persoalan yang dihadapi. Ketika tekanan tak tersalurkan, agresi menjadi pelampiasan.

“Penikaman atau tindakan kekerasan lainnya sering kali terjadi karena pelaku merasa tidak punya solusi lain. Mereka tidak memiliki jalan keluar selain melakukan agresi,” kata Irfan.

Irfan mengatakan, agresi bisa muncul dari pengalaman sosial yang salah. Seorang pelaku bully misalnya, berpotensi menjadi agresif apabila tak memiliki ruang lain untuk menyalurkan emosinya.

“Apalagi jika dia tidak punya tempat lain. Mereka belajar bahwa salah satu cara untuk menghadapi masalah adalah dengan berperilaku agresif,” ujarnya.

Irfan menyebut, sejumlah riset juga telah membuktikan hal tersebut. Saat individu mengalami tekanan terus-menerus dan tak menemukan kenyamanan, maka bentuk ketidaknyamanan itu bisa berubah menjadi tindakan kekerasan.

“Kenyamanan yang tidak ada atau terus terganggu bisa memicu agresi. Ini semacam pelarian atau bentuk ekspresi dari kondisi psikis yang tertekan,” ujarnya. (*)

Reporter: Fiska Juanda

 

Artikel Psikolog: Pelaku Kekerasan Seringkali Tak Punya Jalan Keluar pertama kali tampil pada Metropolis.

BP Batam Pastikan Perizinan Proyek Cut and Fill Lengkap

0
Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam damn Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol BP Batam, Ariastuty Sirait.

batampos – BP Batam memastikan seluruh dokumen perizinan sejumlah proyek cut and fill yang sempat menjadi sorotan publik telah dinyatakan lengkap. Langkah ini diambil menyusul adanya tudingan dari seorang aktivis di Batam yang menyebut beberapa perusahaan melakukan aktivitas cut and fill tanpa izin resmi.

Pernyataan tersebut mencuat saat Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, bersama Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke salah satu lokasi proyek cut and fill di kawasan Botania 1. Dalam kesempatan tersebut, aktivis yang turut hadir mengungkapkan dugaan pelanggaran izin, yang kemudian viral di media sosial.
Menanggapi hal itu, BP Batam segera memanggil perusahaan-perusahaan yang disebutkan. “Pemanggilan ini merupakan bentuk komitmen kami dalam memastikan seluruh investasi berjalan sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku,” ujar Ariastuty Sirait, Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam sekaligus Kepala Biro Humas, Promosi dan Protokol BP Batam, Senin (14/4).
Ia menyebut, proyek-proyek yang dimaksud berada di dekat Hotel Vista dan Pulau Setokok. Setelah dilakukan pemeriksaan dokumen, BP Batam menyatakan bahwa seluruh perizinan proyek tersebut telah lengkap dan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Pengusaha yang bersangkutan telah datang dan menyerahkan seluruh dokumen yang kami minta. Setelah kami teliti, ternyata semuanya lengkap,” ujar dia.
BP Batam mengimbau masyarakat agar tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, terutama di media sosial.
“Investasi adalah angin segar bagi pertumbuhan ekonomi daerah. Maka dari itu, suasana yang nyaman dan aman bagi investor adalah hal utama yang harus dijaga,” kata Tuty.
Ia juga memastikan bahwa BP Batam bersama Pemerintah Kota (Pemko) Batam akan terus memberikan kemudahan perizinan dan pelayanan optimal kepada setiap pelaku usaha.
Selama seluruh prosedur hukum dipatuhi, BP Batam berkomitmen menjadi mitra strategis bagi investor untuk bersama-sama membangun Kota Batam yang berdaya saing dan berkelanjutan. (*)
Reporter: Arjuna

Artikel BP Batam Pastikan Perizinan Proyek Cut and Fill Lengkap pertama kali tampil pada Metropolis.

BP Batam Pastikan Perizinan Proyek Cut and Fill Lengkap

0
Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam damn Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol BP Batam, Ariastuty Sirait.

batampos – BP Batam memastikan seluruh dokumen perizinan sejumlah proyek cut and fill yang sempat menjadi sorotan publik telah dinyatakan lengkap. Langkah ini diambil menyusul adanya tudingan dari seorang aktivis di Batam yang menyebut beberapa perusahaan melakukan aktivitas cut and fill tanpa izin resmi.

Pernyataan tersebut mencuat saat Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, bersama Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke salah satu lokasi proyek cut and fill di kawasan Botania 1. Dalam kesempatan tersebut, aktivis yang turut hadir mengungkapkan dugaan pelanggaran izin, yang kemudian viral di media sosial.
Menanggapi hal itu, BP Batam segera memanggil perusahaan-perusahaan yang disebutkan. “Pemanggilan ini merupakan bentuk komitmen kami dalam memastikan seluruh investasi berjalan sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku,” ujar Ariastuty Sirait, Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam sekaligus Kepala Biro Humas, Promosi dan Protokol BP Batam, Senin (14/4).
Ia menyebut, proyek-proyek yang dimaksud berada di dekat Hotel Vista dan Pulau Setokok. Setelah dilakukan pemeriksaan dokumen, BP Batam menyatakan bahwa seluruh perizinan proyek tersebut telah lengkap dan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Pengusaha yang bersangkutan telah datang dan menyerahkan seluruh dokumen yang kami minta. Setelah kami teliti, ternyata semuanya lengkap,” ujar dia.
BP Batam mengimbau masyarakat agar tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, terutama di media sosial.
“Investasi adalah angin segar bagi pertumbuhan ekonomi daerah. Maka dari itu, suasana yang nyaman dan aman bagi investor adalah hal utama yang harus dijaga,” kata Tuty.
Ia juga memastikan bahwa BP Batam bersama Pemerintah Kota (Pemko) Batam akan terus memberikan kemudahan perizinan dan pelayanan optimal kepada setiap pelaku usaha.
Selama seluruh prosedur hukum dipatuhi, BP Batam berkomitmen menjadi mitra strategis bagi investor untuk bersama-sama membangun Kota Batam yang berdaya saing dan berkelanjutan. (*)
Reporter: Arjuna

Artikel BP Batam Pastikan Perizinan Proyek Cut and Fill Lengkap pertama kali tampil pada Metropolis.

Peresmian Gold Coast Ferry Terminal, Pemerintah Pusat Kompak Dukung Batam Maju

0
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad dan Direktur PT Aneka Sarana Sentosa, Abie saat meresmikan Gold Coast International Ferry Terminal yang terletak di Bengkong. Foto. Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos – Gold Coast International Ferry Terminal yang terletak di Bengkong, Batam, resmi dibuka pada Senin (14/4). Terminal internasional ini dikelola oleh PT Aneka Sarana Sentosa, menjadi motor baru bagi peningkatan investasi dan pariwisata.

Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo, menyampaikan apresiasi kepada PT Aneka Sarana Sentosa atas semangat dan keberanian berinvestasi dalam proyek strategis tersebut. Ia menyebut kehadiran pelabuhan ini sebagai wujud optimisme dari para pelaku usaha dalam mendukung Indonesia maju.

“Ini harus kita dukung. Saya senang mendengar bahwa Batam saat ini memiliki iklim pembangunan yang positif. Okupansi hotel pun terus meningkat. Ini pertanda baik untuk iklim investasi yang harus terus dijaga,” katanya.

Ia juga memberikan ucapan selamat kepada Direktur PT Aneka Sarana Sentosa, Abie, atas peresmian terminal ini. Kapolri menegaskan komitmennya untuk mengawal seluruh rencana program investasi di Batam agar berjalan lancar dan aman.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), turut hadir dalam peresmian dan menekankan pentingnya konektivitas di daerah kepulauan seperti Kepri. Menurutnya, transportasi laut menjadi kunci penting dalam efisiensi biaya logistik dan pergerakan manusia.

“Kepri punya kekhasan tersendiri. Bila konektivitas tidak diperbaiki, maka biaya akan tetap tinggi dan membuat kita tidak kompetitif,” kata dia.

Ia menyebut Batam sebagai etalase ekonomi Indonesia yang menghadap langsung ke Singapura dan sangat strategis untuk investasi.

AHY juga menyampaikan apresiasinya kepada pihak pengelola terminal. Ia berharap dermaga baru ini mampu mendatangkan investor dan wisatawan yang pada akhirnya akan mendorong kemajuan Batam.

Sementara itu, Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, mengatakan bahwa pemerintah provinsi mendukung sepenuhnya pembangunan infrastruktur perhubungan seperti Gold Coast International Ferry Terminal.

“Infrastruktur sangat penting untuk menopang pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.

Dia yakin, kehadiran terminal ini akan memberikan dampak positif terhadap perekonomian Kepri secara keseluruhan, terutama dalam memperlancar arus logistik dan manusia.

Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menyampaikan harapannya agar kehadiran pelabuhan ini membawa kemaslahatan bagi Batam. Menurutnya, Batam memang ditakdirkan sebagai Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) yang fokus pada investasi dan logistik.

“Batam sangat bergantung pada lalu lintas orang, sehingga aksesibilitas menjadi faktor kunci. Kehadiran Gold Coast ini akan menjadi pintu pembuka arus kedatangan,” ujar dia.

Ia juga memaparkan bahwa pada 2024, kunjungan wisatawan mancanegara ke Batam mencapai 1,3 juta orang, naik 11 persen dari tahun sebelumnya. Pemerintah menargetkan angka ini meningkat menjadi 1,7 juta kunjungan pada tahun 2025.

Dengan dibukanya Gold Coast International Ferry Terminal, pemerintah daerah berharap dapat mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan konektivitas, serta memperkuat posisi Batam sebagai pusat pertumbuhan baru di wilayah barat Indonesia. (*)

Reporter: Arjuna

Artikel Peresmian Gold Coast Ferry Terminal, Pemerintah Pusat Kompak Dukung Batam Maju pertama kali tampil pada Metropolis.