Senin, 11 Mei 2026
Beranda blog Halaman 1628

Bunda PAUD Provinsi Dorong Sinergi Lintas Sektor Wujudkan Wajib Belajar 1 Tahun Pra Sekolah

0
Rapat Koordinasi Bunda PAUD Kabupaten/Kota se-Kepri Tahun 2025 di Gedung Dekranasda, Tanjungpinang.

batampos-Bunda PAUD Provinsi Kepulauan Riau Hj. Dewi Kumalasari Ansar menjadi narasumber utama dalam Rapat Koordinasi Bunda PAUD Kabupaten/Kota se-Kepri Tahun 2025 yang digelar di Gedung Dekranasda, Tanjungpinang, Senin (16/6).

Rakor ini bertujuan memperkuat peran strategis Bunda PAUD dalam mendukung kebijakan nasional Wajib Belajar 1 Tahun Pra Sekolah. Kegiatan ini juga menghadirkan Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Kepri Warsita sebagai Narasumber.

Dalam paparannya, Dewi Ansar menekankan bahwa masa usia dini adalah periode emas dalam pembentukan karakter dan kecerdasan anak. Menurutnya, setiap anak harus mendapatkan akses terhadap layanan PAUD berkualitas sebagai bentuk persiapan sebelum masuk jenjang pendidikan dasar.

BACA JUGA: Bunda PAUD Kepri Dewi Ansar Lantik Bunda PAUD Kabupaten/Kota se-Kepri Periode 2025–2030

“Kita perlu memastikan bahwa pendidikan anak usia dini tidak dipandang sebagai tempat bermain semata, tapi sebagai wadah pembentukan karakter,” tegasnya.

Dewi Ansar juga memperkenalkan empat strategi utama untuk memperkuat layanan PAUD, yaitu: advokasi dan sosialisasi, pemetaan data, penguatan kelembagaan, serta kemitraan lintas sektor.

Dewi Ansar menambahkan bahwa program “Gerakan Sadar 1 Tahun Pra Sekolah” akan menjadi tonggak penting dalam percepatan pemerataan layanan PAUD di seluruh wilayah Kepri, termasuk daerah 3T.

“Saya mengajak seluruh elemen, baik pemerintah, DPRD, organisasi wanita, hingga masyarakat, untuk menyatukan langkah demi membentuk generasi emas Kepri yang unggul, berkarakter dan siap menghadapi tantangan masa depan,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala BPMP Kepri Warsita menyoroti pentingnya keterlibatan lintas sektor dalam menyukseskan program Wajib Belajar 13 Tahun yang kini mencakup pendidikan PAUD sebagai tahapan awal.

“Tetapi masih terdapat 51 desa di Kepri yang belum memiliki satuan PAUD, dengan potensi 778 anak usia 5–6 tahun tidak mendapatkan akses pendidikan prasekolah pada tahun 2026,” ungkapnya.

Menurut Warsita, angka partisipasi PAUD masih timpang antarwilayah. Kabupaten Lingga mencatat angka partisipasi kasar (APK) tertinggi dengan 88,55 persen, sedangkan Kota Batam masih terendah di angka 48,29 persen.

“Data ini menunjukkan perlunya intervensi cepat dan tepat, serta keterlibatan aktif seluruh pemangku kebijakan daerah,” ujarnya.

Warsita menekankan bahwa peran Bunda PAUD sangat krusial dalam mendorong kesadaran masyarakat tentang pentingnya pendidikan usia dini.

“Bunda PAUD harus menjadi motor penggerak advokasi dan fasilitasi di lapangan agar layanan PAUD tidak hanya tersedia, tapi juga merata dan berkualitas,” imbuhnya

Diakhir paparannya, Warsita sebagai kepala BPMP Kepri juga mengajak semua pihak untuk bersama-sama menyukseskan gerakan “WAJAR 1 Tahun Prasekolah, Indonesia Cerdas” sebagai bagian dari visi besar Indonesia Emas 2045.

“Mari kita jadikan PAUD sebagai fondasi kuat pendidikan nasional demi mencetak generasi masa depan yang unggul,” tutupnya. (*)

Artikel Bunda PAUD Provinsi Dorong Sinergi Lintas Sektor Wujudkan Wajib Belajar 1 Tahun Pra Sekolah pertama kali tampil pada Kepri.

Penguatan Kerja Sama Ekonomi Indonesia-Singapura dalam Forum 6WG

0

batampos – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, membuka The 15th Indonesia-Singapore Six Bilateral Economic Working Groups Ministerial Meeting dengan bertemu langsung Deputy Prime Minister sekaligus Menteri Perdagangan dan Industri Singapura, Gan Kim Yong. Pertemuan tersebut membahas berbagai bidang penting, termasuk penguatan ekonomi regional, kerja sama dalam Six Working Group (6WG), serta kolaborasi kedua negara dalam skala global.

Mereka juga mengevaluasi inisiatif ekonomi baru, seperti kerja sama pendanaan energi bersih, pembangunan pusat data, dan integrasi logistik digital yang bertujuan meningkatkan efisiensi perdagangan bilateral.

“ASEAN harus mengambil langkah strategis dengan menyelaraskan standar perdagangan, mengintegrasikan sistem keuangan, serta memperkuat konektivitas di kawasan,” ujar Airlangga di Jakarta pada 17 Juni lalu.

Indonesia dan Singapura sepakat untuk memperkuat posisi ASEAN sebagai organisasi regional yang memiliki pengaruh penting di tengah ketidakpastian ekonomi dunia, guna mewujudkan visi ekonomi ASEAN 2045.

Dalam 6WG, diskusi intensif berfokus pada sektor pertanian, energi, dan investasi, mengingat pentingnya ketahanan pangan bagi pertumbuhan ekonomi. Kedua negara ingin memanfaatkan keunggulan teknologi Singapura dan kapasitas produksi Indonesia untuk tujuan tersebut.

“Kolaborasi dalam teknologi pangan serta program petani muda menjadi alat penting untuk memperkuat ketahanan pangan kedua negara,” jelas Airlangga.

Dalam hal investasi, Singapura dipandang sebagai mitra kunci yang berperan dalam pembangunan kawasan industri dan infrastruktur di Indonesia. “Kami berharap Singapura meningkatkan investasinya hingga mencapai 30-40 miliar dolar AS,” tambah Airlangga.

Sementara itu, Menteri Gan memberikan dukungan bagi Indonesia untuk bergabung dengan perjanjian perdagangan internasional seperti CPTPP dan keanggotaan OECD, karena keduanya dianggap sebagai platform yang kuat untuk meningkatkan kontribusi dalam ekonomi global. (*)

Artikel Penguatan Kerja Sama Ekonomi Indonesia-Singapura dalam Forum 6WG pertama kali tampil pada News.

Penguatan Perlindungan Kawasan Industri Melalui Penetapan Objek Vital Nasional Industri (OVNI)

0
Geliat pembangunan di Pulau Batam. Sebuah pulau yang memiliki berbagai kawasan industri.
f. Putut Ariyo / Batam Pos

batampos – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat upaya perlindungan industri nasional dengan menginisiasi penetapan kawasan industri sebagai Objek Vital Nasional Industri (OVNI). Inisiatif ini dianggap penting untuk menciptakan kondisi investasi yang stabil dan menjaga kelangsungan operasional industri di tengah tantangan keamanan.

Direktur Jenderal Ketahanan Perwilayahan dan Akses Industri Internasional (KPAII) Kemenperin, Tri Supondy, menyatakan bahwa pengakuan sebagai OVNI memberikan jaminan keamanan strategis tanpa melibatkan aspek fiskal. “Status OVNI memastikan standar pengamanan yang lebih terstruktur, yang pada akhirnya mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen selama 2025–2029,” jelasnya.

Saat ini, baru 31 dari 170 kawasan industri yang telah memperoleh status OVNI. Padahal, berbagai ancaman seperti perebutan limbah bernilai tinggi, gangguan dari pihak vendor, serta intervensi eksternal kerap mengganggu aktivitas industri. Oleh karena itu, Kemenperin memperkuat sosialisasi terkait kebijakan ini, terutama di kawasan industri prioritas seperti Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Banten.

Di sisi lain, Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri (HKI), Sanny Iskandar, menilai OVNI sebagai bukti keterlibatan negara dalam memastikan keberlangsungan usaha. “Kami menekankan pentingnya dukungan pengamanan dari aparat kepolisian untuk mengurangi kerugian ekonomi akibat gangguan keamanan,” katanya.

Direktur Utama PT Jababeka Infrastruktur, Didik Purbadi, menambahkan bahwa pendekatan keamanan harus komprehensif. “Keamanan memang penting, tetapi harus diimbangi dengan strategi sosial agar kawasan industri dapat harmonis berdampingan dengan komunitas sekitar,” tuturnya. (*)

Artikel Penguatan Perlindungan Kawasan Industri Melalui Penetapan Objek Vital Nasional Industri (OVNI) pertama kali tampil pada News.

PT Pertamina Hulu Energi Capai Produksi Migas Lebih dari 1 Juta Barell per Hari

0
ilustrasi

batampos – PT Pertamina Hulu Energi (PHE) berhasil membukukan produksi migas melebihi 1 juta barel setara minyak per hari, tepatnya 1.045 juta barel setara minyak per hari (MBOEPD). Dari total produksi nasional tahun 2024, PHE menyumbang 69 persen produksi minyak dan 37 persen produksi gas. Pencapaian ini didorong oleh terbentuknya subholding upstream yang mengalami pertumbuhan rata-rata 5 persen selama tiga tahun terakhir.

Direktur Utama PHE, Chalid Said Salim, menyatakan bahwa perusahaan terus berupaya melaksanakan rencana kerja dengan optimal sekaligus meningkatkan produksi.

Selain itu, PHE juga mencatat penyelesaian 22 pengeboran sumur eksplorasi, 821 sumur pengembangan, 981 kegiatan workover, dan 36.860 kegiatan layanan sumur (well services), dengan peningkatan dua digit di setiap kategori. Chalid menyampaikan bahwa keberhasilan ini diraih meskipun dihadapkan pada tantangan berupa fluktuasi harga minyak dan kondisi geopolitik sepanjang tahun 2024.

Dari sisi keuangan, PHE mencatat laba bersih sebesar USD 3,12 miliar pada tahun 2024, naik 14,51 persen atau setara USD 395,5 juta dibandingkan dengan USD 2,73 miliar pada periode yang sama tahun 2023. Kinerja ini didukung oleh kontribusi dari seluruh entitas afiliasi PHE, termasuk Regional-1 Sumatera, Regional-2 Jawa, Regional-3 Kalimantan, Regional-4 Indonesia Timur, Regional-5 Internasional, Elnusa, Badak LNG, dan Pertamina Drilling Service Indonesia.

Selain itu, PHE menemukan potensi besar dalam eksplorasi selama dua tahun terakhir di tiga blok kerja, salah satunya adalah Blok SK510 di lepas pantai Sarawak, Malaysia. Estimasi sumber daya dari ketiga wilayah eksplorasi baru tersebut mencapai 3,02 miliar barel setara minyak (BBOE), jelas Chalid. (*)

Artikel PT Pertamina Hulu Energi Capai Produksi Migas Lebih dari 1 Juta Barell per Hari pertama kali tampil pada News.

STQH XI Kepri Siap Digelar, Wagub Nyanyang: Momentum Syiar Qur’an dan Kebangkitan Ekonomi Tanjungpinang

0
Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang saat memimpin Rapat persiapan pelaksanaan Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadis (STQH) ke-XI tingkat Provinsi Kepri di Gedung Daeng Celak, Kantor Gubernur.

batampos-Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura, memastikan kesiapan pelaksanaan Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadis (STQH) ke-XI tingkat Provinsi Kepri sudah hampir sempurna. Tak hanya sebagai ajang syiar Al-Qur’an, STQH kali ini juga diharapkan membawa angin segar bagi perekonomian Kota Tanjungpinang.

“Seluruh persiapan sudah dilakukan dengan sangat matang oleh OPD, tinggal finalisasi lewat gladi pembukaan nanti. Insyaallah pelaksanaan STQH akan berjalan lancar dan membawa berkah untuk semua,” ujar Nyanyang saat memimpin rapat persiapan di Gedung Daeng Celak, Kantor Gubernur, Selasa (17/6).

Ajang yang akan berlangsung pada 21–25 Juni 2025 ini bakal diikuti oleh kurang lebih 450 peserta dari 7 kabupaten/kota se-Kepri. Ribuan pendamping dan pengunjung diperkirakan turut hadir, menciptakan lonjakan okupansi hotel dan geliat ekonomi lokal, terutama sektor UMKM.

BACA JUGA: Lingga Undur Diri Jadi Tuan Rumah, Pelaksanaan STQH ke-XI Tetap Diadakan Tapi jadi di Tanjungpinang

“Bayangkan, ratusan peserta dan tamu akan menginap di berbagai hotel di Tanjungpinang. UMKM kita juga terlibat langsung lewat bazar yang bekerja sama dengan BI Perwakilan Kepri. Ini akan menghidupkan ekonomi rakyat,” jelasnya.

Menurut Nyanyang, penyelenggaraan STQH bukan hanya soal lomba tilawah atau hafalan hadis, tetapi juga menjadi momen strategis untuk mendorong perputaran uang di Tanjungpinang. STQH XI Kepri 2025 bukan sekadar panggung lomba religi, tapi juga menjadi lokomotif kebangkitan ekonomi daerah.

“Hotel-hotel akan penuh, rumah makan ramai, transportasi lokal bergeliat, dan pelaku UMKM bisa merasakan langsung dampaknya. Ini momentum yang tidak boleh disia-siakan,” imbuhnya.

Untuk mematangkan pelaksanaan, gladi pembukaan akan digelar di Tugu Sirih, Tanjungpinang, pada Jumat, 20 Juni 2025. Kegiatan pembukaan hingga penutupan telah dipersiapkan secara menyeluruh, mulai dari astaka utama, pawai defile, malam ta’aruf, hingga pelantikan dewan hakim.

Rapat persiapan tersebut juga dihadiri oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra TS Arif Fadillah, Asisten Ekbang Luki Zaiman, Asisten Administrasi Umum Misni, serta para kepala OPD yang menjadi penanggung jawab acara. (*)

Artikel STQH XI Kepri Siap Digelar, Wagub Nyanyang: Momentum Syiar Qur’an dan Kebangkitan Ekonomi Tanjungpinang pertama kali tampil pada Kepri.

Kejahatan Jalanan Marak, Masyarakat Diminta Waspada

0
Ilustrasi. Jambret. Foto: JawaPos.com

batampos – Kejahatan jalanan, seperti jambret dan begal kembali marak. Dalam 2 pekan ini, polisi berhasil mengungkap 3 kasus dengan jumlah pelaku sebanyak 7 orang.

Modus kejahatan ni beragam. Seperti mencari target dari aplikasi kencan, melalui transaksi Cash On Delivery (COD), serta mengincar pengendara motor wanita.

Kapolresta Barelang, Kombes Zaenal Arifin mengimbau masyarakat untuk tetap waspada. Ia meminta pengendara wanita tidak meletakkan barang di stang motor atau menggunakan tas selempang

“Itu akan mengundang niat (pelaku). Jangan digunakan atau diletakkan di stang,” ujarnya

Menurut dia, untuk mengantisipasinya, pengendara wanita bisa menggunakan tas ransel. Serta menyimpan barang berharganya di dalam jok motor.

“Kalau tas ransel, pastinya tidak akan bisa ditarik pelaku,” katanya.

Selain itu, antisipasi kejahatan jalanan ini masyarakat diminta untuk tidak menggunakan barang berharga atau perhiasan yang mencolok. Serta menghindari perjalanan seorang diri pada malam hari.

Kemudian bagi masyarakat yang melakukan transaksi dengan sistem Cash On Delivery (COD) untuk tetap berhati-hati. Seperti melakukan pertemuan di tempat ramai atau aman.

“Jangan pertemuannya itu di titik-titik yang rawan,” ungkapnya.

Zaenal juga meminta masyarakat untuk melihat gerak-gerik para penjual atau pembeli dalam transaksi tersebut.

“Pastikan dulu. Jika tidak memungkinkan untuk transaksi, jangan lakukan,” tutupnya. (*)

Reporter: YOFI YUHENDRI

Artikel Kejahatan Jalanan Marak, Masyarakat Diminta Waspada pertama kali tampil pada Metropolis.

Sinergi Atasi Defisit, Pemko Tanjungpinang Teken Akad Pembiayaan dengan BRK Syariah

0
Momen penandatanganan akad pembiayaan antara Pemko Tanjungpinang dan BRK Syariah yang disaksikan oleh jajaran pemerintah daerah dan manajemen BRK Syariah.
f. BRK untuk Batam Pos

batampos – Evaluasi atas realisasi anggaran kas pendapatan daerah menunjukkan terjadinya defisit anggaran, yang berdampak terhadap operasional dan belanja rutin Pemerintah Kota Tanjungpinang. Untuk mengatasi hal tersebut, Pemko Tanjungpinang mengajukan pembiayaan daerah kepada Bank Riau Kepri (BRK) Syariah sebesar Rp36 miliar dengan jangka waktu selama 6 bulan, atau hingga Desember 2025.

Akad pembiayaan ini ditandatangani oleh Wali Kota Tanjungpinang, H. Lis Darmansyah, bersama Branch Manager BRK Syariah Tanjungpinang, Baharuddin, disaksikan oleh Ketua DPRD Kota Tanjungpinang, Agus Djurianto, Wakil Wali Kota Tanjungpinang, H. Raja Ariza, Plt. Direktur Utama BRK Syariah, Helwin Yunus, dan Pemimpin Divisi Komersial BRK Syariah, Indra Gunawan, di Tanjungpinang, Selasa (17/6/2025).

Dalam sambutannya, Wali Kota Lis Darmansyah menjelaskan mekanisme pengajuan dan manfaat dari pembiayaan daerah tersebut.

“Pinjaman daerah ini tidak hanya untuk TPP, tetapi juga untuk mendukung beberapa kegiatan yang rutin, yang sebelumnya belum tercukupi. Insya Allah pembiayaan ini harus selesai tahun ini,” ujar Lis.

Lis juga menyampaikan apresiasinya atas terlaksananya akad pembiayaan ini.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan dari BRK Syariah. Alhamdulillah, komunikasi kita cukup intens. Mudah-mudahan kerja sama ini bisa terus kita lanjutkan di masa yang akan datang dalam rangka membangun Kota Tanjungpinang,” tutupnya.

Sementara itu, Plt. Direktur Utama BRK Syariah, Helwin Yunus, mengatakan bahwa akad pembiayaan ini telah melalui mekanisme sesuai aturan yang berlaku.

“Hari ini kita melaksanakan akad. Proses sebelumnya sudah dilakukan, termasuk pelengkapan dokumen. Insya Allah, hari ini kita eksekusi dalam bentuk penandatanganan akad sekaligus realisasi. Teman-teman di Cabang Tanjungpinang juga siap melaksanakannya,” ujar Helwin.

Lebih lanjut, Helwin memaparkan bahwa BRK Syariah sebagai Bank Pembangunan Daerah berbasis syariah memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan daerah, sebagaimana tercantum dalam roadmap dan rencana kerja jangka pendek, menengah, dan panjang.

“BPD ini memiliki roadmap kerja, pertama dalam pengembangan perbankan syariah karena kita sudah full syariah. Kedua, roadmap pengembangan perbankan BPD se-Indonesia, yang menuntut peran aktif dalam pembangunan daerah. Ini juga dituangkan dalam rencana bisnis dan visi-misi kami,” jelasnya.

Helwin juga menambahkan bahwa pembiayaan ini diharapkan mampu mendorong perputaran ekonomi daerah, khususnya di sektor UMKM, dan mengajak Pemko Tanjungpinang untuk terus bersinergi.

“Tentunya kita harus menjaga tata kelola yang baik secara administratif. Alhamdulillah, Bapak Wali Kota sangat mendukung. Ini semua tentang komunikasi dan sinergi untuk kebaikan daerah. Semoga tercapai visi dan misi BRK Syariah,” pungkasnya.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut dari BRK Syariah: Pinbag Bisnis Komersial, Herman Dahlan; Branch Manager BRK Syariah Pamedan, Abdul Rohim; Pincapem Bintan Center, Desrian; serta Pinbag Operasional, Syaiful Andi.

Hadir pula anggota DPRD Kota Tanjungpinang, Kepala BPKAD Kota Tanjungpinang, Djasman; Kepala BPRD Kota Tanjungpinang, Said Alvie; dan Inspektur Kota Tanjungpinang, H. Surjad. (*)

Artikel Sinergi Atasi Defisit, Pemko Tanjungpinang Teken Akad Pembiayaan dengan BRK Syariah pertama kali tampil pada Kepri.

Ini Penampakan Uang Tunai Rp 2 Triliun, Bagian Rp 11, 8 Triliun Sitaan Kejagung dari 5 Perusahaan Kasus Dugaan Korupsi CPO

0
Penampakan uang sitaan dari Wilmar Group senilai Rp. 11.8 Triliun saat ditampilkan oleh Kejaksaan Agung, Jakarta, Selasa (17/6/2025). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

batampos – Kejaksaan Agung (Kejagung) melakukan upaya pengembalian kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi crude palm oil (CPO).

Korps Adhyaksa baru saja menyita uang senilai Rp 11,8 triliun dari lima perusahaan yang kasusnya sempat diputus onslag atau lepas karena adanya suap terhadap hakim.

Tidak hanya menyita uang tunai sebesar Rp 11,8 triliun, Kejagung juga tengah mengajukan kasasi dalam kasus tersebut.

Pantauan di lokasi, uang sitaan bernilai triliunan dipamerkan di Kejagung. Uang tersebut ditumpuk mengitari sejumlah pejabat Kejagung.

Saking banyaknya, tumpukan uang itu bisa mencapai tinggi dua meter. Padahal, yang dipamerkan itu ‘hanya’ Rp 2 triliun, bagian dari Rp 11,8 triliun sitaan dari lima perusahaan.

Direktur Penuntutan Jampidsus Kejagung Sutikno menjelaskan, tim Penuntut Umum dari Direktorat Penuntutan pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) telah melakukan penyitaan pada tingkat penuntutan terhadap uang senilai Rp 11.880.351.802.619.

Uang itu terkait perkara tindak pidana korupsi fasilitas ekspor Crude Palm Oil (CPO) dan turunannya pada industri kelapa sawit tahun 2022.

“Perkara tersebut melibatkan lima terdakwa korporasi yaitu, PT Multimas Nabati Asahan, PT Multi Nabati Sulawesi, PT Sinar Alam Permai, PT Wilmar Bioenergi Indonesia, dan PT Wilmar Nabati Indonesia,” paparnya.

Saat ini kelima terdakwa korporasi tersebut telah diputus oleh Hakim dengan putusan lepas dari segala tuntutan hukum atau onslag van alle rechtsvervolging di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

“Sehingga Penuntut Umum melakukan upaya hukum kasasi yang hingga saat ini perkaranya masih dalam tahap pemeriksaan kasasi,” jelasnya.

Berdasarkan perhitungan hasil audit oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) serta Laporan Kajian Analisis Keuntungan Ilegal dan Kerugian Perekonomian Negara dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM, terdapat kerugian negara sebesar Rp 11.880.351.802.619.

“Dalam perkembangannya, kelima Terdakwa Korporasi tersebut pada tanggal 23 dan 26 Mei 2025 mengembalikan uang sejumlah kerugian negara yang ditimbulkan sebesar Rp 11.880.351.802.619 pada Rekening Penampungan Lainnya (RPL) JAM PIDSUS pada Bank Mandiri,” ujarnya.

Selanjutnya terhadap uang yang dikembalikan tersebut, Penuntut Umum telah melakukan penyitaan berdasarkan Penetapan Izin Penyitaan dari Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Nomor 40/Pid.Sus-TPK/2025/PN.Jkt.Pst tanggal 04 Juni 2025.

“Penyitaan tersebut dilakukan pada tingkat penuntutan dengan mendasarkan ketentuan Pasal 39 ayat (1) huruf a Jo. Pasal 38 ayat (1) KUHAP untuk kepentingan pemeriksaan kasasi,” jelasnya.

Dia mengatakan, setelah dilakukan penyitaan, tim penuntut umum mengajukan tambahan memori kasasi. Yakni, memasukkan uang yang telah disita menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari memori kasasi.

“Ini agar menjadi bahan pertimbangan oleh Hakim Agung yang memeriksa Kasasi, khususnya terkait sejumlah uang tersebut “dikompensasikan” untuk membayar seluruh kerugian negara yang ditimbulkan,” urainya.

Setelah uang Rp 11,8 triliun disita, lanjutnya, nantinya hakim yang akan menentukan untuk apa uang tersebut.

Apakah akan dikembalikan ke negara untuk mengembalikan kerusakan lingkungan yang terjadi atau tujuan lainnya. “Itu nanti hakim yang memutuskan,” paparnya.

Dalam konferensi pers tersebut, juga diputar video Marcela Santoso yang meminta maaf terkait konten-konten negatif yang dibuat bersama dengan Direktur JAK TV berinisial TB.

Dalam video tersebut Marcela mengaku tidak mengecek konten-konten tersebut hingga mengusik kehidupan pribadi Jaksa Agung, Jampidsus, dan Dirdik.

“Saya sangat menyesali dan sangat menyadari bahwa apapun dan bagaimanapun ceritanya, baik itu kelalaian saya, saya tidak mengecek ulang isi konten, ataupun kelalaian dan luputnya saya, mengecek dan meneliti kembali dan fokus terhadap apa yang disampaikan. Saya menyadari bahwa konten-konten tersebut memberikan rasa sakit bagi pihak-pihak yang terkait dan terdampak,” ujarnya.

Dalam video Marcela mengatakan, dari hati yang paling dalam meminta maaf. “Saya sampaikan penyesalan dan saya meminta maaf kepada bapak-bapak dan mungkin pihak lain yang terkait dan terdampak,” paparnya.

Sementara, Direktur Penyidikan (Dirdik) Jampidsus Abdul Qohar mengatakan, informasi dalam konten-konten negatif yang ditujukan kepada institusi Kejagung, Jaksa Agung, Jampidsus, direktur penyidikan, bahkan terhadap institusi lain yang telah disebut tadi adalah tidak benar.

“Ini klarifikasi secara nyata dan tidak ada unsur paksaan, atas kemauannya sendiri. Sehingga masyarakat, kami harap menjadi paham bahwa yang selama ini dibangun narasi negatif adalah tidak benar,” ujarnya. (*)

Sumber: JP Group

Artikel Ini Penampakan Uang Tunai Rp 2 Triliun, Bagian Rp 11, 8 Triliun Sitaan Kejagung dari 5 Perusahaan Kasus Dugaan Korupsi CPO pertama kali tampil pada News.

Terlalu Sering Terjadi Kecelakaan, Warga Desak Penutupan Permanen U-Turn Tiban Kampung

0
Ilustrasi. Jalan Gajah Mada Tiban Kampung.

batampos – Warga Tiban Kampung, Kecamatan Sekupang, meminta pemerintah segera menutup permanen U-turn atau putar balik di depan Institut Teknologi Batam (Iteba). Titik ini dinilai sangat membahayakan karena kerap digunakan pengendara motor untuk melawan arah, yang telah menyebabkan banyak kecelakaan.

Yudi, salah satu warga yang tinggal di sekitar lokasi, menyebutkan bahwa pelanggaran lalu lintas di kawasan itu sudah menjadi pemandangan sehari-hari. Tak sedikit pengendara yang nekat memotong jalan demi menghindari putaran resmi yang lebih jauh.

“Setiap hari pasti ada yang lawan arah. Sudah beberapa kali juga terjadi kecelakaan karena mereka potong dari arah berlawanan. Harusnya U-turn ini ditutup saja permanen. Sangat berbahaya,” ujar Yudi, Selasa (17/6).

Ia menambahkan, pengendara yang melawan arah biasanya terburu-buru dan tidak mempertimbangkan keselamatan pengguna jalan lain. “Sering yang ngebut tiba-tiba potong dari depan, bikin kaget dan bahaya banget,” tambahnya.

Senada dengan itu, Fitri, warga lainnya, juga menyatakan keresahannya. Ia mengaku merasa tidak nyaman setiap kali melintasi jalan tersebut.

“Kalau lewat situ rasanya deg-degan terus. Takut tiba-tiba ada yang muncul dari arah berlawanan. Udah sering lihat motor jatuh karena kaget,” tuturnya.

Warga lainnya, Budi, bahkan menyebut U-turn itu sebagai titik maut. Menurutnya, kecelakaan di lokasi itu seharusnya sudah cukup jadi alasan bagi pihak berwenang untuk segera bertindak.

“Namanya jalan umum, harus aman. Kalau dibiarkan terus, korban akan terus bertambah. Jangan nunggu ada yang meninggal dulu baru ditindak,” ujarnya dengan nada kesal.

Warga berharap pihak Dinas Perhubungan Kota Batam atau kepolisian setempat segera meninjau kembali keberadaan U-turn tersebut. Penutupan permanen dinilai sebagai solusi paling efektif untuk menghentikan pelanggaran dan mencegah jatuhnya korban lebih banyak.

Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam, Salim, menegaskan bahwa seluruh kebijakan rekayasa lalu lintas di sejumlah titik, termasuk penutupan dan pengaturan putar balik (u-turn), telah melalui kajian mendalam. Langkah ini diambil demi meningkatkan keselamatan pengendara dan mengurangi kemacetan di wilayah-wilayah rawan kecelakaan.

“Dulu, titik rawan seperti di tanjakan Soutlink arah Sekupang sering terjadi kecelakaan, karena pengendara dari arah RS Sekupang memotong jalur ke arah jembatan. Itu sangat berbahaya, makanya kami tutup. Semua sudah melalui pertimbangan,” ujar Salim.

Salim mengungkapkan, selain faktor kecelakaan, lokasi-lokasi yang diputuskan untuk ditata ulang juga merupakan sumber kemacetan, apalagi di jam-jam sibuk. Desain jalur u-turn pun telah disesuaikan agar tidak membahayakan pengguna jalan lain.

Dishub Batam mengakui, beberapa titik u-turn yang sebelumnya sempat ditutup kini dibuka kembali karena banyaknya permintaan dari masyarakat, termasuk dari kalangan mahasiswa dan warga perumahan.

“Contohnya di daerah Tiban Ayu itu, ada dua perguruan tinggi dan perumahan padat penduduk. Kita pertimbangkan aksesibilitas mereka juga. Jadi kami desain ulang agar bisa u-turn dengan aman,” tambah Salim.

Namun, ia menegaskan bahwa kepatuhan masyarakat terhadap rambu dan marka jalan masih menjadi tantangan besar. Ia mengaku masih sering melihat pengendara melawan arah, termasuk dari SPBU yang langsung belok kanan meski dilarang.

“Masalahnya bukan desain jalan, tapi kesadaran pengendara. Kalau masyarakat patuh, lalu lintas akan jauh lebih aman,” pungkasnya. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel Terlalu Sering Terjadi Kecelakaan, Warga Desak Penutupan Permanen U-Turn Tiban Kampung pertama kali tampil pada Metropolis.

IBI Lingga Rayakan HUT ke-74 dengan Cinta dan Pengabdian, Bidan Bukan Sekadar Profesi Tapi Panggilan Jiwa

0

batampos-Derap langkah dan semangat pengabdian menyatu dalam suasana hangat yang menyelimuti Gedung Nasional Dabo Singkep, Minggu (15/6/2025), saat ratusan bidan berkumpul memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-74 Ikatan Bidan Indonesia (IBI).

Bukan sekadar seremoni, perayaan ini menjadi panggung pengakuan atas dedikasi, profesionalisme, dan komitmen para bidan dalam memastikan hak-hak kesehatan seksual dan reproduksi perempuan di Kabupaten Lingga terpenuhi secara merata, bahkan hingga ke pelosok negeri.

Mewakili Bupati Lingga, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lingga, dr. Bukit Tua Rayanto Gultom, hadir langsung dan menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para bidan yang telah berperan sebagai penjaga pertama dan terakhir dalam menjaga nyawa ibu dan anak.

Dalam sambutannya yang disambut riuh tepuk tangan, dr. Bukit menegaskan pentingnya peran bidan, terutama di wilayah terpencil yang seringkali kekurangan akses tenaga kesehatan.

BACA JUGA: Kanwil Kemenkum Kepri Ikuti Apel Bersama Menko Bidang Hukum, Ham, Imigrasi Dan Pas

“Tanpa peran bidan, angka kematian ibu dan bayi bisa jauh lebih tinggi. Mereka adalah garda terdepan dan sering kali satu-satunya harapan di daerah-daerah yang sulit dijangkau. Pemerintah Kabupaten Lingga sangat menghargai dedikasi ini dan akan terus mendukung IBI dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan,” ujar dr. Bukit dengan penuh penekanan, Minggu 15 Juni 2025.

Mengangkat tema nasional “Peran Strategis Bidan dalam Memenuhi Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi Perempuan di Setiap Kondisi Kritis, Menuju Indonesia Emas 2045”, IBI Lingga menghidupkan semangat pengabdian melalui serangkaian kegiatan sosial yang telah dilaksanakan sejak 23 April hingga 31 Mei 2025.

Kegiatan tersebut ditunjukkan dengan aksi nyata melalui penyelenggaraan imunisasi massal, layanan kesehatan gratis, penyuluhan KB, serta kegiatan jalan santai yang melibatkan seluruh bidan di wilayah tersebut.

Seluruh rangkaian kegiatan dirancang untuk mendekatkan bidan dengan masyarakat dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap layanan kesehatan primer pada

Ketua IBI Kabupaten Lingga, Susi Yenty, menuturkan bahwa HUT IBI tahun ini adalah momentum untuk menegaskan kembali peran bidan bukan hanya sebagai tenaga medis, tetapi sebagai sahabat dan pelindung perempuan.

“Bidan adalah sahabat perempuan. Kami hadir tak hanya untuk membantu persalinan, tetapi juga menjadi pendamping dalam setiap fase kehidupan perempuan. Edukasi, pelayanan KB, imunisasi, hingga penyuluhan kesehatan reproduksi, semua kami lakukan langsung di tengah masyarakat,” tutur Susi dengan mata berbinar.

Tak hanya itu, dalam perayaan puncak HUT ke-74 IBI yang berlangsung semarak, berbagai kegiatan edukatif dan hiburan juga digelar. Acara ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat daerah, pengurus IBI Cabang Lingga, serta perwakilan organisasi profesi kesehatan lainnya, mempertegas kolaborasi lintas sektor demi mewujudkan pelayanan kesehatan yang merata dan berkeadilan.

Momentum ini menjadi saksi betapa Ikatan Bidan Indonesia bukan sekadar organisasi profesi, melainkan jiwa yang terus menyala dalam dedikasi tanpa batas. Mereka hadir bukan karena tugas semata, tetapi karena panggilan hati untuk memastikan setiap ibu melahirkan dengan selamat, setiap anak tumbuh dengan sehat, dan setiap perempuan merasa terlindungi dalam hak-hak kesehatannya.

Pemerintah Kabupaten Lingga, melalui Dinas Kesehatan, menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan IBI, memberikan dukungan penuh, baik melalui pelatihan, peningkatan kompetensi, hingga pengadaan fasilitas kesehatan. Karena mereka percaya, masa depan bangsa terletak pada kualitas generasi yang lahir dan bidan adalah penentu utama di garis awal kehidupan itu.

HUT ke-74 IBI di Lingga bukan hanya tentang peringatan usia organisasi, melainkan tentang merayakan nyawa-nyawa yang telah diselamatkan, air mata yang telah dihapus, dan harapan-harapan baru yang lahir dari tangan-tangan penuh kasih para bidan. (*)

Reporter: Vatawari

Artikel IBI Lingga Rayakan HUT ke-74 dengan Cinta dan Pengabdian, Bidan Bukan Sekadar Profesi Tapi Panggilan Jiwa pertama kali tampil pada Kepri.