Technical meeting Universitas Terbuka Batam Go School Futsal Championship 2025 yang akan digelar pada 1 hingga 3 Agustus mendatang di Sport Hall Temenggung Abdul Jamal, Batam. Foto. Rengga Yuliandra/ Batam Pos
batampos – Sebanyak 32 tim dari berbagai SMA, SMK, dan MA se-Kepri akan berlaga dalam ajang UT Batam Go School Futsal Championship 2025 yang digelar pada 1 hingga 3 Agustus mendatang di Sport Hall Temenggung Abdul Jamal, Batam.
Turnamen tahunan ini memasuki tahun keempat pelaksanaan dan menjadi agenda rutin Universitas Terbuka (UT) Batam sebagai bentuk komitmen dalam mendukung pengembangan minat dan bakat pelajar di bidang olahraga, khususnya futsal.
Direktur UT Batam, Angga Sucitra Hendrayana, mengatakan turnamen ini tak hanya menjadi sarana kompetisi, tapi juga wadah silaturahmi antarsekolah serta upaya mengenalkan UT lebih dekat kepada siswa-siswi.
“Kami tetap membuka kesempatan kepada 32 sekolah, baik dari Batam maupun luar kota. Target kami seluruh SMA, SMK, dan MA se-Kepri bisa ikut serta. Tujuannya, selain mengenalkan UT Batam, kami juga ingin mewadahi bakat dan minat adik-adik semua di olahraga futsal,” ujar Angga dalam kegiatan technical meeting, Selasa (22/7).
Selain melakukan drawing pertandingan, technical meeting ini juga menjadi momentum pembuka menuju gelaran utama turnamen pada awal Agustus nanti. Angga mengapresiasi antusiasme tinggi para peserta maupun penonton dari tahun ke tahun.
“Event ini selalu dinantikan. Bahkan tahun ini tetap diikuti 32 tim seperti tahun lalu. Antusias sekolah luar biasa, terutama karena timing-nya pas di awal tahun ajaran baru, jadi rasa solidaritas antarsiswa masih sangat tinggi,” tambahnya.
Angga juga berpesan agar seluruh peserta menjunjung tinggi sportivitas, kejujuran, dan semangat kebersamaan selama turnamen berlangsung. Menurutnya, nilai-nilai ini sejalan dengan semangat yang ditanamkan UT kepada mahasiswanya, yaitu kemandirian, kejujuran, dan semangat belajar yang tinggi.
“Kami di UT belajar secara mandiri, dan itu menuntut kejujuran. Nilai itu yang ingin kami tanamkan juga ke adik-adik lewat turnamen ini. Semoga dengan kegiatan ini, adik-adik semakin mengenal UT Batam dan menjadikan UT sebagai pilihan kuliah di masa depan,” ujarnya.
Ia juga berharap, ke depan UT Batam Go School Futsal Championship bisa lebih besar, dengan jumlah tim yang bertambah dan adanya kategori tim putri. Tak lupa, ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya turnamen ini.
“Terima kasih kepada Batam Pos, Asosiasi Futsal Kota (AFK), perwakilan wasit, serta bapak-ibu kepala sekolah. Kami berharap ini bisa menjadi event tahunan yang lebih besar ke depannya,” tutup Angga.
UT Batam sendiri berdiri sejak 4 September 1984 dan kini telah menginjak usia 41 tahun sebagai perguruan tinggi negeri yang terus berkembang di Kota Batam. (*)
Penyanyi dangdut Lesti Kejora tak kuasa menahan tangis saat memberikan kesaksian terkait gugatan UU Hak Cipta di Gedung MK, Jakarta, Selasa (22/7). (YouTube Mahkamah Konstitusi)
batampos – Suasana haru menyelimuti ruang sidang Mahkamah Konstitusi (MK) saat penyanyi dangdut ternama, Lesti Kejora memberikan kesaksian terkait persoalan hak cipta dalam sidang uji materi Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta.
Selain Lesti, penyanyi Sammy Simorangkir juga dihadirkan sebagai saksi dalam gugatan yang diajukan oleh Nazril Irham (Ariel Noah) bersama 28 musisi lainnya, dengan nomor perkara 28/PUU-XXIII/2025.
Lesti tak kuasa menahan air mata saat menceritakan pengalamannya yang harus berhadapan dengan somasi dan laporan pidana, hanya karena menyanyikan lagu milik seorang pencipta lagu saat tampil di acara pernikahan.
“Sekitar tahun 2016 hingga 2018, saya pernah membawakan lagu yang berjudul Bagai Ranting yang Kering ciptaan Bapak Yoni Mulyono alias Yoni Dores, salah satunya dalam satu acara pernikahan di Subang, Jawa Barat. Lagu itu saya nyanyikan atas permintaan pihak penyelenggara sebagai bagian dari daftar lagu yang telah disepakati,” kata Lesti dengan suara bergetar di hadapan majelis hakim konstitusi di Gedung MK, Jakarta, Selasa (22/7).
Ia menjelaskan, video pertunjukan tersebut diunggah ke media sosial oleh pihak lain, bukan dirinya maupun manajemennya.
“Video-video dari pertunjukan tersebut kemudian diunggah oleh penonton atau penyelenggara ke media sosial seperti YouTube, bahkan ada yang menggunakan foto saya sebagai thumbnail atau cover. Saya tidak pernah menyetujui ataupun mengetahui proses unggahan itu,” ungkapnya.
Namun, kejadian yang telah berlalu selama delapan tahun itu ternyata berujung pada somasi. Ia mengaku menerima somasi dari Yoni Dores pada 1 Maret 2025, dituduh menampilkan karya cipta orang lain tanpa seizin penciptanya.
“Tanggal 1 Maret 2025, saya menerima surat somasi dari kuasa hukum Bapak Yoni Dores. Di sana saya disebut telah mempertunjukkan karya cipta tersebut tanpa izin langsung dari pencipta, bahkan saya dituding melanggar hukum pidana berdasarkan UU Hak Cipta,” tutur Lesti dengan mata berkaca-kaca.
Selain itu, Lesti juga terkejut karena belum lama ini, pada 18 Mei 2025, ia mendapat kabar bahwa laporan polisi telah dilayangkan terhadapnya.
“Saya sangat kaget dan terpukul ketika mendengar bahwa saya resmi dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh Bapak Yoni Dores. Seolah-olah saya ini pelanggar hukum, padahal saya hanya menyanyi secara profesional sesuai permintaan penyelenggara,” urainya.
Sebagai penyanyi profesional, Lesti mengaku hanya menjalankan tugasnya. Ia mengakui, separuh lagu yang dinyanyikan biasanya ciptaannya sendiri dan separuh lainnya ciptaan orang lain.
“Saya sering diundang untuk tampil di pernikahan, konser, atau acara publik lainnya. Daftar lagu disusun oleh penyelenggara, bahkan kadang berubah mendadak. Separuh lagu biasanya milik saya, separuh lagi lagu lain. Saya hanya menyanyi, tidak pernah urus izin atau royalti karena itu bukan domain saya,” tuturnya.
Lebih lanjut, Lesti menyoroti ketimpangan hukum yang ia alami. Menurutnya, somasi dan laporan pidana ini menggambarkan betapa lemahnya perlindungan hukum bagi pelaku pertunjukan.
“Saya merasa sangat dirugikan secara mental dan profesional, padahal saya hanya menjalankan pekerjaan saya berdasarkan kontrak,” ujar pelantun Kejora itu.
Lebih lanjut, Lesti memohon MK untuk bisa memperbaiki aturan soal hak cipta, dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta.
“Kalau penyanyi bisa dianggap melanggar hukum hanya karena menyanyikan lagu populer di panggung, lalu bagaimana masa depan dunia hiburan kita? Dan bahkan sampai saat ini, izin Yang Mulia, saya masih berstatus sebagai terlapor, dan itu sangat berdampak negatif sekali kepada saya selaku seorang profesional,” pungkas Lesti. (*)
SMPN 20 Tiban saat menjalani program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Program ini menyasar seluruh siswa aktif, dimulai dari SMP Negeri 20 Batam di Tiban, Sekupang, sebagai pilot project pada tahap awal. Foto. Rengga Yuliandra/ Batam Pos
batampos – Pemerintah Kota Batam melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) mulai melaksanakan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi pelajar di seluruh jenjang pendidikan. Program ini menyasar seluruh siswa aktif, dimulai dari SMP Negeri 20 Batam di Tiban, Sekupang, sebagai pilot project pada tahap awal.
Kepala Dinkes Batam, dr. Didi Kusmarjadi, mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya promotif dan preventif untuk meningkatkan derajat kesehatan peserta didik, sekaligus implementasi dari program prioritas Asta Cita Presiden RI dalam memperkuat layanan kesehatan dasar.
“Kami berharap kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam mendukung tumbuh kembang generasi muda yang sehat, cerdas, dan siap menghadapi masa depan,” ujar Didi, Selasa (22/7).
Ia menjelaskan, pelaksanaan dilakukan secara bertahap dengan menggandeng Dinas Pendidikan dan seluruh puskesmas di kecamatan. Pemeriksaan ini tidak hanya untuk siswa baru, tapi juga seluruh siswa aktif yang terdaftar.
“Fokus kami adalah skrining awal terhadap potensi gangguan kesehatan siswa, baik fisik maupun mental. Ini penting sebagai dasar penanganan lebih lanjut,” tambahnya.
Berdasarkan pantauan Batam Pos di SMPN 20 Batam, pemeriksaan yang dilakukan meliputi skrining kesehatan jiwa, perilaku merokok, skrining resiko anemia, skrining resiko gula darah, pengukuran tinggi dan berat badan, pemeriksaan tekanan darah, pemeriksaan mata, telinga, gigi dan mulut, tes hemoglobin (Hb) dan gula darah hingga pengecekan kebersihan diri seperti kondisi kulit, rambut, dan kuku.
“Fokus kita pada status gizi, kebersihan pribadi, dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Ini sifatnya promotif dan preventif,” jelasnya.
Dinkes Batam menargetkan program ini menjangkau seluruh pelajar di Batam yang jumlahnya mencapai lebih dari 200 ribu siswa. Untuk merealisasikan target tersebut, Dinkes mengandalkan sinergi lintas sektor dan dukungan tenaga kesehatan dari seluruh puskesmas.
Kepala Puskesmas Tiban Baru, dr Hilda Insyafri, menyebutkan CKG dimulai di SMPN 20 Batam karena jumlah siswanya paling banyak di wilayah kerjanya. Sekolah ini memiliki 10 kelas di masing-masing jenjang yang akan dibagi menjadi dua tahap pemeriksaan.
“Yang kami periksa antara lain tinggi badan, berat badan, skrining jiwa, anemia, gigi, mata, pendengaran, riwayat gula, dan perilaku seperti kebiasaan merokok,” jelasnya.
Ia mengungkapkan, skrining bertujuan untuk deteksi dini masalah kesehatan yang bisa segera ditangani, misalnya anemia akan diarahkan untuk mendapatkan suplemen di puskesmas, sedangkan skrining jiwa yang bermasalah akan ditindaklanjuti dengan layanan lanjutan.
“Hari pertama ini cukup banyak kami temukan siswa yang coba-coba merokok. Ini akan menjadi perhatian kami,” ujarnya.
Program ini akan dilanjutkan ke jenjang SD dan SMA mulai bulan depan. Di wilayah kerja Puskesmas Tiban Baru sendiri terdapat sembilan SD, lima SMP, dan satu SMA, dengan total ribuan siswa.
Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan SMPN 20 Batam Musriadi kurniawan mengapresiasi program ini. Menurutnya, kegiatan ini sangat membantu guru dalam memahami kondisi siswa, terutama dalam hal kesehatan penglihatan, kebersihan diri, dan status gizi.
“Kami bisa menempatkan siswa dengan gangguan penglihatan di tempat duduk yang sesuai. Pemeriksaan ini juga membuka mata kami dan orang tua terhadap perhatian kesehatan anak, termasuk perilaku merokok,” ujarnya.
Ia berharap program ini bisa mendorong kesadaran bersama antara sekolah, orang tua, dan pemerintah dalam menjaga kesehatan dan masa depan anak-anak. (*)
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad. Foto. Cecep Mulyana/ Batam Pos
batampos – Rencana pelantikan pejabat eselon II di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Batam kembali mengalami penundaan. Padahal sebelumnya, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad sempat menyebut pelantikan akan digelar pada pekan lalu. Namun hingga kini, proses tersebut belum juga terlaksana.
Dikonfirmasi lagi, ia menyebut proses administrasi yang harus dilalui ternyata lebih panjang dari yang diperkirakan. Meski persetujuan dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) telah diperoleh, langkah berikutnya justru membutuhkan surat rekomendasi dari Gubernur Kepri untuk diteruskan ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
“Persetujuan dari BKN sudah selesai hari Kamis kemarin. Tapi setelah itu, saya harus kirim surat ke Pak Gubernur (Ansar Ahmad) untuk minta persetujuan sekaligus rekomendasi ke Kemendagri,” katanya, Senin (21/7).
Gubernur pun telah menyampaikan surat tersebut ke Kemendagri, dan saat ini dokumen terkait juga sudah dimasukkan ke dalam sistem aplikasi BKN dan Kemendagri. Akan tetapi, proses di tingkat kementerian masih berlangsung dan belum ada keputusan final.
“Saya kira kemarin setelah keluar dari BKN, sudah oke. Tapi ternyata kita harus masuk lagi ke Kemendagri. Ini bahasanya permohonan sedang diproses. Kita tunggu proses ini selesai,” ujar Amsakar.
Ia mengaku tidak bisa memastikan waktu pasti pelantikan akan dilakukan. Ia memilih menunggu keputusan dari Kemendagri untuk menghindari spekulasi lebih lanjut. “Saya tak berani lagi menyebutkannya (kapan persisnya pelantikan itu dilakukan),” tambahnya.
Meski begitu, ia memastikan draf pergeseran pejabat sudah disiapkan. Rencana rotasi akan menyasar lebih dari lima pejabat eselon II, meski jumlahnya tidak mencapai sepuluh orang. Amsakar pun berharap proses di Kemendagri segera rampung agar pelantikan dapat dilakukan dalam waktu dekat.
“Insyaallah ada beberapa pejabat yang akan kita lakukan rotasi. Lebih dari lima orang, tapi tidak sampai sepuluh,” kata Amsakar. (*)
Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Fary Djemy Francis.
batampos – Rencana investasi Apple di Batam untuk membuat pabrik Air Tag mulai menunjukkan kemajuan. Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Fary Djemy Francis, mengungkapkan bahwa proyek tahap pertama kini segera masuk proses pembangunan.
Ia menjelaskan, tahap pertama dari investasi tersebut ditargetkan mulai berjalan tahun ini. Sementara itu, tahap kedua masih dalam proses perencanaan dan tengah disusun dalam kerangka business plan investor.
“Sekarang sedang terus bergerak, terus membangun,” katanya, pekan lalu.
Dia menyampaikan, investor tetap menunjukkan komitmen kuat terhadap proyek ini meskipun sempat mengalami perlambatan akibat kebijakan tarif impor yang diberlakukan oleh pemerintahan mantan Presiden AS, Donald Trump.
“Kemarin memang agak sedikit tertahan-tahan karena tarif Trump itu. Sekarang sudah, progresnya positif,” ujarnya.
Meski belum merinci nilai pasti dari total investasi yang akan digelontorkan, Fary menyebut pihaknya sedang melakukan pengecekan ulang terhadap rincian angkanya. “Nilai investasinya akan saya cek lagi berapa. Detailnya akan saya cek lagi. Nanti saya sampaikan lebih detail,” tambah dia.
Investasi Apple di Batam ini disebut-sebut sebagai bagian dari upaya perusahaan teknologi global itu untuk memperkuat rantai pasoknya di kawasan Asia Tenggara, sekaligus merespons dinamika geopolitik dan kebutuhan diversifikasi manufaktur dari Tiongkok ke negara lain.
Hingga kini, lokasi pembangunan tahap pertama proyek tersebut belum diumumkan secara resmi ke publik. Namun, sejumlah sumber menyebut kawasan industri Nongsa dan Batamindo menjadi kandidat kuat lokasi investasi Apple.
BP Batam menyambut baik kehadiran investasi ini sebagai salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi kawasan, khususnya dalam sektor industri berbasis teknologi tinggi. Pemerintah pusat juga memberikan dukungan terhadap masuknya investasi ini.
Jika berhasil direalisasikan secara penuh, proyek Apple di Batam diyakini akan menciptakan lapangan kerja baru dan membuka peluang bagi pelaku usaha lokal dalam rantai suplai teknologi global. (*)
Bhabinkamtibmas Desa Pongkar, Kecamatan Tebing Aiptu Andi Susilo melakukan pendampingan terhadap keluarga korban ketuika di RSUD Muhammad Sani yang mengalami tindak pidana. f. Dokumen Pribadi untuk Batam Pos
batampos– Aiptu Andi Susilo SH, Bhabinkamtibmas Desa Pongkar, Polsek Tebing, Kecamatan Tebing, Karimun bergerak cepat menjalankan tugasnya. Yakni, melakukan pendampingan terhadap pihak keluarga Mardiana alias Ana yang menjadi korban pembunuhan pada Minggu (20/7).
”Sesuai dengan tugas saya sebagai Bhabinkamtibmas di Desa Pongkar dan mengacu Perpol Nomor 1 tahun 2021 tentang Polmas dan Perkap Nomor 7 Tahun 2021 tentang Bhabinkamtibmas, maka sudah menjadi tugas kita untuk membantu masyarakat yang dalam sedang membutuhkan bantuan,” ujar Aiptu Andi Susilo kepada Batam Pos, Selasa (22/7).
Ketika mendapatkan laporan, lanjutnya, ada warga asal di Desa Pongkar yang menjadi korban tindak pidana, maka dia langsung mendatangi keluarga korban. Tujuannya, untuk melakukan pendampingan. Tujuannya, untuk menekan rasa trauma, syok dan ketakutan. Bahkan, mencegah agar tidak terjadi bahkan depresi.
”Melalui pendampingan Bhabinkamtibmas, maka dapat memberikan dukungan moril dan psikologis awal terhadap keluarga korban. Selain itu, kita juga mendengarkan keluh kesah atau pertanyaan yang disampaikan keluarga korban kepada kita. Sehingga, keluarga korban itu tidak merasa sendiri, tapi ada Bhabinkamtibmas. Selain itu, kita juga memberikan informasi dan penjelasan terkait masalah yang sedang dihadapi,” ungkap Andi.
Bhabinkamtibmas Desa Pongkar, Kecamatan Tebing Aiptu Andi Susilo melakukan pendampingan terhadap keluarga korban ketuika di RSUD Muhammad Sani yang mengalami tindak pidana.
Dikatakannya, pendampingan terhadap keluarga yang menjadi tindak pidana dia lakukan mulai dari rumah sampai dengan ke pemakaman korban. Termasuk pendampingan di rumah sakit ketika proses pemeriksaan oleh petugas kesehatan di rumah sakit dan juga proses pemeriksaan Tim Inafis Polres Karimun selesai.
”Kita dampingi sampai selesai dan mengantarkan ke pemakaman. Seperti proses pemulangan jenazah dari RSUD Muhammad Sani yang juga dihadiri Kades dan Sekretaris Pongkar dan Ibu PKK Desa Pongkar sampai ke ke rumah duka di Pelambung, Desa Pongkar. Kemudian, menyolatkan dan selanjutnya dikebumikan. Dengan dilakukan pendampingan ini terjalinnya
sinergitas antara perangkat desa dan Bhabinkamtibmas Desa Pongkar serta keluarga korban,” terang Andi. (*)
Komisioner Kompolnas Choirul Anam menunjukkan kunci ganda pada pintu kamar kos diplomat Kemlu Arya Daru Pangayunan di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (22/7/2025). (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com)
batampos – Misteri kematian diplomat Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Arya Daru Pangayunan alias ADP, mulai sedikit terbuka.
Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Choirul Anam mengungkap sejumlah fakta baru usai melakukan pengecekan langsung ke lokasi rumah kos Arya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (22/7).
Anam menegaskan pengecekan ini dilakukan untuk mendalami berbagai kejanggalan berdasarkan informasi yang sebelumnya ia dapatkan dari keluarga korban di Yogyakarta.
“Kami tadi melakukan ngecek TKP cukup detail. Ada beberapa hal yang penting, termasuk membandingkan apa yang kami dapat sebelumnya dengan penjaga kos-kosan ini,” ujar Anam di lokasi.
CCTV Hidup dan Lengkap, tapi Kunci Kamar Jadi Sorotan
Menurut Anam, satu hal paling mencurigakan adalah kondisi kunci kamar korban. Ia mengungkap kondisi pintu yang memiliki kunci ganda. Yakni, kunci menggunakan kartu akses yang bisa dibuka dari luar dan dalam, serta kunci jenis slot yang hanya bisa dikunci dari dalam kamar.
Anam memastikan temuan ini sudah dikonfirmasi langsung kepada penjaga kos yang pertama kali membuka kamar. “Kami cek secara fisik dan kami konfirmasi kepada penjaga kos-kosan ini, karena beliaulah yang membuka pertama kali,” ucapnya.
Tidak Ada Kerusakan Plafon dan Tidak Terdengar Suara Mencurigakan
Pemeriksaan juga dilakukan terhadap seluruh bagian kamar, termasuk plafon dan saluran air. Anam memastikan tidak terdapat kerusakan pada plafon kamar korban.
“Posisi plafon, baik posisi plafon kamar maupun plafon kamar mandi tidak ada yang rusak sama sekali. Mungkin itu yang penting,” jelasnya.
Kompolnas Dapat Informasi Baru Usai Temui Keluarga Arya Daru
Diketahui, Anam sebelumnya menemui keluarga Arya Daru di Yogyakarta pada Minggu (20/7) lalu.
Usai pertemuan itu, Anam mengaku mendapatkan informasi baru yang saat ini belum diperbincangkan oleh publik. Informasi itu penting untuk mengungkap penyebab kematian Arya Daru yang hingga kini masih misterius.
“Yang tak kalah penting kami juga diberi informasi terkait sesuatu yang sifatnya baru yang belum ada dalam perdebatan, yang itu memang perlu kami telusuri, kami perdalam dengan cek TKP, termasuk juga Polda Metro,” jelas Anam.
Untuk itu, pihaknya akan kembali memastikan terkait timeline waktu sebelum Arya Daru meninggal ia ditemukan tak bernyawa dalam kondisi kepala terlilit lakban.
“Salah satu yang paling penting adalah kita mempertegas waktu soal kronologi waktunya, soal apa yang terjadi di waktu-waktu tersebut, dan bagaimana interaksi aktivitas dalam constraint waktu tersebut, sehingga tidak hanya menjadi kronologi tetapi jadi struktur peristiwa,” kata Anam. (*)
batampos— Sebanyak 238.608 keluarga di seluruh Kepri akan dimutakhirkan datanya dalam Pemutakhiran Pendataan Keluarga Tahun 2025 (PK-25). Kick-off PK-25 telah dilakukan oleh Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN yang diselenggarakan secara hybrid, pada hari Senin (21/07/2025). BKKBN Kepri beserta jajaran dan mitra kerja lainnya mengikuti acara melalui zoom atau kanal youtube.
Kepala BKKBN Kepri Rohina menjelaskan bahwa proses pendataan keluarga akan dilaksanakan secara serentak mulai 22 Juli 2025 hingga 21 Agustus 2025. Saat ini jumlah keluarga yang sudah didata di seluruh Indonesia adalah 75,7 Juta Keluarga, dan data tersebut akan dimutakhirkan.” ungkap Rohina
Rohina juga menjelaskan bahwa data yang dihasilkan PK-25 mampu menjawab tantangan pembangunan manusia yang semakin kompleks, seperti penanggulangan kemiskinan ekstrem, percepatan penurunan stunting, dan peningkatan kualitas SDM nasional. Menurutnya, kualitas data keluarga akan menentukan ketepatan intervensi program-program nasional, terutama quick wins Kemendukbangga/BKKBN.
“Harapan kami, hasil Pemutakhiran PK-25 ini dapat digunakan oleh pemerintah di tingkat pusat dan daerah untuk perencanaan, penentuan kebijakan, intervensi, pemantauan dan evaluasi program pembangunan”, jelasnya.
Ia juga mengatakan bahwa penandatanganan perjanjian kerja sama antara Kemendukbangga/BKKBN dengan Kemenko PMK dalam acara Kick Off PK-25 kemarin merupakan langkah konkret dalam membangun sinergi antar lembaga, untuk merealisasikan harapan dan keinginan keduanya.
PK-25 merupakan salah satu di antara tiga komponen utama dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Yaitu, Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek), dan Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE), sejalan dengan amanat Inpres No. 4 Tahun 2022.
“Mayoritas P3KE yang sebenarnya basisnya adalah data hasil Pendataan Keluarga,” ungkap Rohina.
Ia juga mengingatkan agar pendataan benar-benar dilakukan secara langsung kepada sampel yg sudah ditentukan. Dan data yg dihasilkan berintegritas. Tidak ada data yg double atau tumpeng tindih sehingga memenuhi syarat yg diperlukan oleh Kementerian/Lembaga (K/L) sebagai pengguna data.
Dalam rangka memperkuat arah kebijakan kependudukan dan pembangunan keluarga berbasis bukti (evidence-based policy), Kemendukbangga/BKKBN secara resmi meluncurkan pemutakhiran PK-25 dengan target 12,9 juta keluarga di seluruh Indonesia.
“Pendataan Keluarga dilakukan dengan metode sensus, sedangkan pemutakhiran dengan metode survei. Pemutakhiran dilakukan dengan cara melengkapi, memperbaiki, memperbaharui, mencatat migrasi dan mendata keluarga yang belum ada dalam Basis Data Keluarga Indonesia”, terang Rohina
Pendataan Keluarga dan pemutakhirannya dilakukan oleh kader pendata melalui metode wawancara dan/atau observasi keluarga. Pemutakhiran PK-25 dilaksanakan di wilayah yang ditetapkan sebagai sampel, dimulai dari tahap persiapan, pengumpulan, pengolahan, analisis, hingga penyebarluasan dan pemanfaatan data.
Data keluarga Kepri sejumlah 238.608 siap dimutakhirkan bersama 1.409 kader pendata. Pemutakhiran Pendataan Keluarga (PK-25) akan dimulai sejak hari ini, Selasa 22 Juli 2025 sampai dengan bulan depan yaitu 21 Agustus 2025. Adapun lokus yang menjadi sampel PK-25 tersebar di 7 (tujuh) kabupaten/kota. Pemutakhiran PK-25 di 56 dari 290 desa/kelurahan masih menggunakan formulir karena keterbatasan sinyal di wilayah tersebut. Sedangkan lokus lainnya sudah menggunakan smartphone.
Rohina menghimbau semua elemen masyarakat dapat membantu kelancaran pelaksanaan pendataan ini, berpartisipasi aktif agar seluruh warga Kepri menyukseskan PK-25 dengan cara memberikan data atau informasi yang akurat kepada kader pendata. “Mari kita sukseskan bersama PK-25 di wilayah kepri, dari keluarga untuk indonesia maju dan data adalah awal perencanaan pembangunan”, tutupnya. ***
Ketua Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Kepri, Rosliani berbincang dengan warga yang sedang menunggu persidangan di Pengadilan Agama Tarempa. F. Ihsan Imaduddin/Batam Pos.
batampos – Ketua Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Kepulauan Riau, Rosliani, melakukan kunjungan kerja ke Pengadilan Agama (PA) Tarempa, Kabupaten Kepulauan Anambas, Selasa (22/7).
Kunjungan ini tak hanya menjadi ajang peninjauan pelayanan publik, tapi juga menjadi sorotan atas sejumlah inovasi yang dilakukan PA Tarempa dalam mendekatkan layanan hukum ke masyarakat kepulauan.
Salah satu inovasi yang menarik perhatian Rosliani adalah pelaksanaan sidang keliling atau sidang luar kantor yang rutin dilakukan PA Tarempa di Pulau Jemaja dan Pulau Matak.
“Ini langkah luar biasa. Dalam kondisi geografis seperti Anambas, PA Tarempa mampu menjawab tantangan akses hukum dengan sidang langsung di lokasi warga. Ini sangat memudahkan masyarakat,” ujar Rosliani usai berdialog dengan warga di ruang tunggu sidang.
Rosliani juga mengapresiasi layanan antar jemput warga dari Pelabuhan Tarempa ke kantor pengadilan. Menurutnya, hal ini menunjukkan komitmen PA Tarempa untuk menghadirkan pelayanan hukum yang inklusif dan humanis.
Selain meninjau pelayanan, Rosliani juga memberikan pembinaan kepada seluruh aparatur PA Tarempa, mulai dari hakim hingga staf administrasi.
Ia menekankan pentingnya menjaga mutu layanan dan integritas sebagai pondasi menuju Zona Integritas (ZI) dan meraih predikat Wilayah Bebas Korupsi (WBK).
“Kepercayaan publik terhadap lembaga peradilan sangat bergantung pada integritas dan komitmen aparatur. PA Tarempa sudah berada di jalur yang tepat, tinggal memperkuat sinergi dan konsistensi,” tegas Rosliani.
Kunjungan ini disambut antusias oleh Ketua PA Tarempa beserta jajaran. Semangat untuk terus meningkatkan layanan dan menjaga budaya kerja bersih, transparan, dan akuntabel pun kembali diperkuat. (*)
Muhammad Avib (kiri) saat berfoto bersama Rio Risky, atlet peraih medali emas di Asian Games 2018. F. Dokumentasi Pribadi Muhammad Avib
batampos – Di balik kemegahan gelaran pesta olahraga internasional Asian Games di Jakarta dan Palembang 2018 lalu, terselip cerita inspiratif dari seorang ahli terapi profesional yang berdomisili di Tanjungpinang.
Ahli terapi atau terapis olahraga itu adalah Muhammad Avib Rudal Kurniawan. Ia pernah dipercaya menjadi bagian dari tim medis untuk mendukung perjuangan para atlet nasional meraih medali di ajang bergengsi tingkat Asia tersebut.
Lelaki ramah yang akrab disapa Mas Avib oleh para pasiennya di Tanjungpinang maupun atlet nasional ini, tidak pernah menyangka perjalanannya sebagai ahli terapi akan membawanya hingga ke panggung Asian Games.
Kepada BatamPos, Avib mengungkap perjalananya menuju panggung internasional itu. Ia awalnya mendapat informasi pendaftaran dari rekannya yang menjadi anggota tim medis Asian Games di Palembang.
Avib pun kemudian tertarik bergabung. Dengan tekat kuat, ia kemudian mendaftar untuk menjadi tim medis Asian Games yang melibatkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).
“Setelah mendaftar, saya dapat panggilan untuk tes masuk tim medis,” kata Avib, baru-baru ini.
Dari Kota Gurindam Tanjungpinang, Avib kemudian terbang menuju ke Bumi Sriwijaya, Palembang. Dengan keahliannya, ia mengikuti tes dengan penuh keyakinan untuk bergabung menjadi bagian dari tim medis Asian Games.
Kemampuan dan pengalaman Avib dalam menangani dislokasi, cedera otot, pemulihan pasca cedera serta peningkatan stamina atlet, membuat namanya cukup dikenal di kalangan tenaga medis nasional hingga pelatih nasional.
Saat pengumuman resmi tim medis Asian Games 2018, Avib pun terpilih. Ia menjadi salah satu dari sedikit terapis daerah yang bergabung menjadi anggota tim medis Asian Games 2018.
“Alhamdulillah saya lolos menjadi bagian dari terapis Asian Games 2018,” kata lelaki kelahiran Kediri, Jawa Timur 41 tahun silam ini.
Berkat kemampuannya, Avib mendapat kepercayaan untuk menangani cedera atlet-atlet nasional dari berbagai cabang olahraga (cabor). Mulai dari atlet sepak bola, bola voli pantai, dayung dan climbing.
Selama satu bulan berada di Palembang sebagai tim medis, Avib fokus menangani cedera dislokasi dan pemulihan cedera para atlet nasional yang berlaga di Asian Games 2018.
“Pada umumnya saya menangani atlet semua cabor. Karena waktu Asian Games itu, kami dari tim medis, standby di Clinic Center Asian Games,” ujarnya.
Meskipun bertugas di tengah kemeriahan ajang internasional bergengsi itu, Avib tetap berada di belakang layar tanpa sorot kamera. Ia menjadi penyambung harapan bagi perjuangan para atlet nasional untuk meraih medali.
“Itu pengalaman yang luar biasa. Melihat mereka (atlet) bisa kembali bertanding setelah saya terapi, rasanya tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata,” kenang Avib.
Kini, setelah Asian Games berlalu, Avib kembali ke Tanjungpinang dengan membawa pengalaman berharga. Ia aktif membagikan ilmu dan pengalamannya kepada generasi muda, menjadi pembicara di berbagai seminar olahraga, serta melatih para terapis muda di Tanjungpinang.
“Kalau ada yang mau belajar, saya akan latih jadi terapis,” ajak Avib.
Pengalaman Avib sebagai terapis profesional di panggung internasional, menjadi bukti bahwa dedikasi dan keahlian yang dimiliki, dapat membuka jalan mencapai prestasi.
Tidak hanya bagi atlet yang bertanding meraih medali, tetapi juga prestasi para anggota tim tenaga medis olahraga yang kerap berada di balik layar dan tanpa sorotan kamera.
Berkat dedikasi dan ketekunannya sebagai anggota tim medis Asian Games Jakarta dan Palembang 2018, Avib menerima pin kehormatan dari Kementerian Kesehatan.
“Alhamdulillah semua berkat ketekunan, disiplin dan keinginan untuk terus belajar,” jelas Avib.
Terapis Berpengalaman di Kediri hingga Hijrah ke Tanjungpinang
Perjalanan Avib sebagai terapis profesional dimulai dari kelas-kelas terapi di Kediri, belasan tahun silam. Berkat bimbingan dan tunjuk ajar dari dosennya yaitu Dr. Slamet Junaidi (almarhum), Avib menjadi terbiasa saat menekan titik-titik cedera dan panyakit yang dialami pasien.
Sejak 2008, Avib telah mengabdikan diri sebagai terapis di tempat kelahirannya di Kediri dan aktif menangani berbagai kasus cedera atlet lokal dan berbagai keluhan penyakit pasien.
Namun sejak 2017, dengan alasan yang tidak bisa ia ungkapkan, akhirnya Avib dan keluarga kecilnya, memutuskan hijrah ke Kota Gurindam Tanjungpinang.
“Awalnya main saja ke sini (Tanjungpinang). Ngopi di sini. Tapi namanya perjalanan hidup yang penuh dengan teka teki, akhirnya saya tinggal di Tanjungpinang,” ungkap ayah lima anak ini.
Di Tanjungpinang, Avib tetap mengabdikan diri sebagai terapis. Sejak hijrah, ia membuka klinik pelayanan Sport Massage, Massage Cedera Olahraga (MCO) dan Terapi Otot di rumah sederhana tempatnya menetap.
Tempat tinggal Avib yang menjadi klinik terapi itu berada di kawasan perumahan Pesona Alam Mutiara, Blok D Nomor 1 Jalan Radar Tanjungpinang Timur.
Di klinik itu, Avib melayani berbagai macam pengobatan. Melayani pasien dengan keluhan keseleo, capek, syaraf terjepit, pegal-pegal, sakit pinggang, otot tegang, sakit tulang belakang hingga patah tulang.
Selain itu, Avib juga melayani pengobatan lainnya seperti bekam kesehatan, pengobatan kolesterol, asam urat, hipertensi, migrain, vertigo dan masuk angin.
Semua pelayanan pengobatan ini, dilakukan dengan cara profesional dan tingkat keahlian yang tinggi demi memastikan pasiennya bisa benar-benar pulih dari penyakit.
Saat melayani pasien, Avib tidak bekerja sendiri. Ia ditemani oleh dua orang asisten yaitu Syaifullah dan Muhammad Farhan Naufal. Dua pemuda ini sehari-harinya, membantu menjalani klinik terapi.
“Keduanya bukan hanya sekadar pembantu terapi, melainkan murid, sahabat, sekaligus generasi penerus terapis di Tanjungpinang,” ucap terapis yang telah mengantongi sertifikasi dan pengakuan keahlian.
Sebagai bentuk ibadah dan pengabdian sebagai terapis, Avib mengaku tidak pernah memasang tarif yang tetap kepada pasien yang datang berobat ke kliniknya.
“Seikhlasnya saja saya terima. Saya nggak pernah pasang tarif. Siapa pun yang datang, saya bantu sebisanya. Kecuali paket pengobatan hingga sembuh total,” kata Sarjana Olahraga lulusan Universitas Nusantara PGRI (UNP) Kediri ini.
Di ruang terapi sederhana dan dengan izin Yang Maha Kuasa, Avib berhasil mengobati pasien dengan berbagai keluhan. Bahkan, beberapa dokter juga terkadang merujuk para pasien-pasien tertentu, untuk datang klinik Avib.
“Melalui pengobatan ini, saya juga sambil berikhtiar karena sesungguhnya sehat itu datangnya hanya dari Allah,” jelas Avib.