Sabtu, 13 Juni 2026
Beranda blog Halaman 1648

Harga Daging Beku Naik Tajam, Batam Tunggu Kebijakan Pusat

0
Seorang ibu tengah memilih daging sapi beku yang ditawarkan di pasar Botania 2, Batamcentre. Foto. Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Harga daging sapi beku di Kota Batam meroket hingga mencapai Rp120 ribu per kilogram dalam beberapa pekan terakhir. Pemerintah Kota (Pemko) Batam pun langsung melakukan rapat koordinasi dengan sejumlah pihak terkait pada 15 Juli kemarin.

Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Batam, Wahyu Daryatin, menyebut lonjakan harga ini bukan hanya terjadi di Batam. Fenomena serupa juga ditemukan di berbagai daerah lain di Indonesia.

“Memang terjadi lonjakan harga ini bukan hanya di Batam. Semua daerah itu naik harga dagingnya, terutama daging sapi. Kalau daging ayam masih normal,” katanya, Rabu (16/7).

Selisih harga antara daging sapi segar dan beku sebenarnya cukup signifikan. Normalnya, daging sapi segar dijual sekitar Rp150 ribu per kilogram, sementara daging beku biasanya berada di kisaran Rp70 ribu hingga Rp85 ribu per kilogram.

Sementara itu, kebutuhan daging sapi di Batam, baik beku maupun segar, diperkirakan mencapai 100 ton per bulan. Jumlah ini mencerminkan permintaan yang cukup tinggi di tengah pasokan yang kian terbatas.

Kata Wahyu, harga daging sapi beku yang melambung tak lepas dari terbatasnya pasokan. “Ketersediaannya memang tidak banyak lagi karena asalnya impor. Impor yang masuk ke Batam selama ini dipegang BP Batam,” tambahnya.

Daging sapi beku yang masuk ke Batam mayoritas berasal dari Australia. Akan tetapi, tingginya harga dari negara asal menyebabkan harga akhir di pasar lokal juga melambung tinggi.

“Daging itu sampai di Batam sudah tinggi harganya. Makanya itulah salah satu penyebabnya,” ujar dia.

Untuk menanggulangi persoalan ini, Pemko Batam telah menggelar pertemuan dengan BP Batam, Bea Cukai, dan Balai Karantina. Salah satu pembahasan utamanya adalah kemungkinan mendatangkan daging beku dari negara lain seperti India dan Brazil.

“Daging dari India dan Brazil relatif lebih terjangkau. Tapi masalahnya, impornya itu masuknya dari Jakarta. Kalau lewat Jakarta, harga sampai Batam tetap tinggi karena biaya distribusi,” ujarnya.

Meski begitu, hingga saat ini belum ada kepastian terkait pembukaan jalur impor alternatif selain dari Australia. Pemerintah daerah juga belum mendapatkan sinyal kebijakan dari pemerintah pusat.

“Kebijakan itu masih di kementerian. Di daerah ini kita hanya bisa menunggu. Bulog pun masih menunggu arahan dari pusat terkait dengan impor daging ini,” ujarnya.

Disperindag Batam mengusulkan agar daging impor yang ada di Jakarta bisa disalurkan ke Batam dengan harga lebih terjangkau. Tetapi, hal ini bergantung pada keputusan pusat dan kesiapan distribusi antar wilayah.

“Langkah konkret dari kami adalah terus melakukan koordinasi. Kami juga akan bersurat ke kementerian untuk menyampaikan kondisi ini,” kata Wahyu. (*)

Reporter: Arjuna

Artikel Harga Daging Beku Naik Tajam, Batam Tunggu Kebijakan Pusat pertama kali tampil pada Metropolis.

MAKI Minta Kejagung Terbitkan Red Notice Interpol untuk Jurist Tan, Mantan Staf Khusus Nadiem Makarim yang Masuk DPO

0
Koordinator MAKI Boyamin Saiman. ANTARA Jatim/Dok Pribadi

batampos – Mantan staf khusus (stafsus) Nadiem Makarim, Jurist Tan, kini menjadi tersangka dan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejaksaan Agung (Kejagung). Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) menduga yang bersangkutan berada di Australia. Karena itu, MAKI mendorong Kejagung memasukkan nama Jurist Tan dalam red notice Interpol.

Menurut Koordinator MAKI Boyamin Saiman, sangat tidak adil bila Kejagung tidak berusaha menangkap dan menahan Jurist Tan. Sebab, tersangka lain sudah ditahan oleh penyidik. Berdasar penelusuran yang dilakukan oleh MAKI, Boyamin menyebut, Jurist Tan diduga berada di Australia.

“Kami telah melakukan penelusuran keberadaan Jurist Tan dan diperoleh informasi dia telah tinggal di negara Australia dalam kurun waktu sekitar dua bulan terakhir. Jurist Tan diduga pernah terlihat di kota Sydney, Australia dan terdapat jejak di sekitar kota pedalaman Alice Spring,” kata Boyamin Saiman kepada awak media di Jakarta pada Rabu (16/7).

Boyamin menyampaikan bahwa dalam sistem pergaulan internasional, untuk memulangkan tersangka ke dalam negeri, dibutuhkan kerja sama dengan Interpol. Untuk itu, MAKI mendorong dan mendesak Kejagung segera memasukkan nama Jurist Tan ke dalam daftar red notice Interpol di kantor pusat Interpol, Lyon, Prancis.

”Dengan masuknya Jurist Tan dalam red notice Interpol, maka menjadi kewajiban polisi negara manapun termasuk Australia, untuk menangkap dan memulangkan Jurist Tan ke Indonesia,” imbuhnya.

MAKI secara inisiatif berniat segera menyampaikan data dan informasi mengenai keberadaan Jurist Tan kepada penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (JAM Pidsus) Kejagung. Tujuannya untuk membantu proses pengejaran dan pemulangan Jurist Tan ke Indonesia.

”Semoga dengan data dan informasi tersebut menjadikan Jurist Tan dapat dipulangkan ke Indonesia, dilakukan penahanan, dan selanjutnya proses persidangan di PN Tipikor Jakarta Pusat,” tutup Boyamin. (*)

Sumber: JP Group

Artikel MAKI Minta Kejagung Terbitkan Red Notice Interpol untuk Jurist Tan, Mantan Staf Khusus Nadiem Makarim yang Masuk DPO pertama kali tampil pada News.

AKBP I Gusti Ngurah Agung, Eks Ajudan Anies Baswedan Resmi Jabat Kapolres Anambas

0
Sertijab Kapolres Anambas
AKBP I Gusti Ngurah Agung Budianaloka menandatangani berita acara pelantikan Kapolres Anambas disaksikan langsung oleh Kapolda Kepri, Irjen Pol Asep Safruddin. F. Polres Anambas untuk Batam Pos.

batampos – AKBP I Gusti Ngurah Agung Budianaloka resmi menjabat sebagai Kapolres Kepulauan Anambas. Pelantikan dipimpin langsung oleh Kapolda Kepulauan Riau, Irjen Pol Asep Safruddin dalam upacara serah terima jabatan yang digelar di Mapolda Kepri, Rabu (16/7).

AKBP Ngurah Agung sebelumnya dikenal sebagai ajudan dari mantan Calon Presiden (Capres) Anies Baswedan. Lulusan Akademi Kepolisian 2005 ini kini dipercaya untuk memimpin Polres Anambas, wilayah strategis di perbatasan utara Indonesia yang berbatasan langsung dengan Laut China Selatan.

Dalam arahannya, Kapolda Kepri menekankan pentingnya menjaga stabilitas keamanan di wilayah perbatasan serta membangun sinergi lintas sektor dengan pemerintah daerah, TNI, tokoh masyarakat, dan tokoh agama.

“Wilayah Anambas adalah beranda terdepan NKRI. Jaga sinergitas lintas sektor agar keamanan dan pelayanan masyarakat tetap optimal. Perkuat pendekatan humanis kepada masyarakat,” ujar Irjen Asep Safruddin.

Ia juga meminta agar kapolres baru dapat melanjutkan program-program positif dari pejabat sebelumnya serta meningkatkan komunikasi dengan masyarakat.

Sementara itu, AKBP I Gusti Ngurah Agung Budianaloka menyatakan kesiapannya dalam mengemban amanah baru. Ia berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik dan menjaga keamanan di daerah perbatasan.

“Saya siap melanjutkan tugas-tugas kepolisian dan membangun hubungan harmonis dengan seluruh elemen masyarakat. Keamanan wilayah perbatasan menjadi prioritas utama,” tegasnya usai pelantikan.

Pelantikan ini sekaligus menandai berakhirnya masa tugas AKBP Raden Ricky Pratidiningrat sebagai Kapolres Anambas. Ia kini menempati posisi baru sebagai Kapolres Kuantan Singingi, Polda Riau. (*)

Reporter: Ihsan Imaduddin 

 

Artikel AKBP I Gusti Ngurah Agung, Eks Ajudan Anies Baswedan Resmi Jabat Kapolres Anambas pertama kali tampil pada Kepri.

Pencaker Membludak, Simnaker Jadi Jalur Cepat Dapat Kerja

0
Ilustrasi. Pencari kerja di Batam sedang mengurus kartu kuning di Disnaker Batam. Foto. Dalil Harahap/ Batam Pos

batampos – Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Batam mencatat sebanyak 15.886 pencari kerja (pencaker) terdaftar sepanjang Januari hingga Juni 2025. Dari jumlah tersebut, 8.162 merupakan laki-laki dan 7.724 perempuan. Bulan Mei menjadi periode dengan jumlah pencaker terbanyak, yakni 4.231 orang, sementara Maret tercatat paling rendah dengan 1.540 orang.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disnaker Batam, Nurul Iswahyuni menyampaikan, sepanjang semester pertama 2025, tercatat ada 9.013 lowongan kerja yang tersedia di Batam, terdiri dari 4.148 posisi untuk laki-laki dan 4.565 untuk perempuan. Dari total tersebut, sebanyak 7.123 pencaker telah berhasil ditempatkan di berbagai sektor, baik formal maupun informal.

“Ini menunjukkan angka penempatan cukup tinggi,” kata Nurul, Rabu (16/7).

Ia menyebutkan, peningkatan penempatan kerja tak lepas dari peran aplikasi Sistem Informasi Ketenagakerjaan (Simnaker) yang telah menjadi sarana digital andalan bagi pencari kerja dan perusahaan di Batam. Sejak peluncurannya pada Maret 2024 hingga Juni 2025, aplikasi ini telah digunakan oleh 13.637 pencari kerja.

“Simnaker memberikan akses informasi yang cepat dan akurat, baik bagi perusahaan maupun pencari kerja. Efektivitas aplikasi ini terlihat dari pertumbuhan jumlah pengguna yang meningkat lebih dari dua kali lipat hanya dalam beberapa bulan terakhir,” ungkapnya.

Disnaker juga mencatat peningkatan jumlah perusahaan yang terdaftar di Simnaker, dari 242 perusahaan pada Februari menjadi 274 perusahaan pada Juni 2025. Kenaikan ini dinilai sebagai hasil dari gencarnya sosialisasi yang dilakukan pihaknya sepanjang tahun.

Secara keseluruhan, sepanjang triwulan II 2025, dari total 9.210 lowongan kerja yang masuk ke sistem, sebanyak 7.119 orang telah berhasil ditempatkan. Tingkat penempatan mencapai 77,3 persen, dan sebagian besar melalui sistem Simnaker.

“Ini menunjukkan sistem Simnaker berjalan dengan baik dalam mempertemukan kebutuhan tenaga kerja dengan pencari kerja,” ujarnya.

Ke depan, Disnaker Batam menargetkan 18 ribu penempatan kerja dan 20 ribu lowongan kerja yang masuk ke dalam sistem sepanjang 2025. Penguatan layanan digital, lanjut Nurul, akan menjadi prioritas.

“Kami ingin layanan penempatan kerja ini menjangkau lebih banyak masyarakat. Melalui Simnaker, prosesnya jadi lebih cepat, transparan, dan efisien,” tutupnya. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel Pencaker Membludak, Simnaker Jadi Jalur Cepat Dapat Kerja pertama kali tampil pada Metropolis.

Kejari Lingga Beri Edukasi Hukum Kades soal Dana Desa

0
Pendampingan hukum penggunaan dana des
Sosialisasi Kejari Lingga soal pendampingan hukum penggunaan dana desa di Singkep. F. Vatawari/Batam Pos.

batampos – Kejaksaan Negeri (Kejari) Lingga mulai menggencarkan pendampingan hukum terhadap pengelolaan Dana Desa (DD) di wilayah Kabupaten Lingga.

Langkah ini dimulai dari Kecamatan Singkep, melalui kegiatan sosialisasi yang digelar di Sanggar Praja Kecamatan Singkep, Rabu (16/7).

Sosialisasi ini merupakan kelanjutan dari forum diskusi “Jaga Desa” yang sebelumnya digelar Kejari Lingga di Aula Kantor Bupati Lingga pada awal Februari lalu. Dalam kegiatan tersebut, para kepala desa mendapat pemahaman langsung dari Jaksa Pengacara Negara tentang aturan dan prosedur hukum dalam mengelola Dana Desa.

“Kita ingin para kepala desa paham dan yakin bahwa pengelolaan Dana Desa bisa dilakukan secara benar dan transparan. Sosialisasi ini bentuk pencegahan agar tidak terjadi penyimpangan,” ujar Kepala Kejari Lingga, Amriyata.

Ia menyebut, kegiatan di Singkep menjadi titik awal dari agenda pendampingan hukum yang rencananya akan digelar di seluruh kecamatan di Lingga. “Kecamatan Singkep jadi yang pertama, dan nanti akan kami lanjutkan ke kecamatan lain,” tambahnya.

Melalui Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun), para jaksa memberikan materi tentang regulasi pengelolaan keuangan desa, mekanisme pertanggungjawaban, serta langkah hukum yang bisa diambil jika terjadi sengketa administratif.

Sejumlah kepala desa yang hadir menilai kegiatan ini sangat bermanfaat. Mereka berharap pendampingan hukum bisa menjadi program rutin agar para perangkat desa merasa lebih aman dan percaya diri dalam menggunakan Dana Desa secara akuntabel.

Kejari Lingga berharap, dengan penguatan pemahaman hukum, desa-desa di Lingga mampu mewujudkan tata kelola anggaran yang profesional, bersih, dan berpihak pada kepentingan masyarakat. (*)

Artikel Kejari Lingga Beri Edukasi Hukum Kades soal Dana Desa pertama kali tampil pada Kepri.

Jalan Menuju Kantor Camat Sagulung Kini Dua Jalur, Lalin Lebih Lancar

0
Proyek jalan dua jalur di Sagulung sudah memasuki tahap akhir. Akses jalan yang dilebarkan sudah bisa digunakan. Foto. Eusebius Sara/ Batam Pos

batampos – Proyek pelebaran jalan menuju Kantor Kecamatan Sagulung dan kawasan Perumahan Puteri Hijau kini sudah memasuki tahap akhir. Jalan dua jalur yang dibangun melalui proyek Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam ini telah bisa digunakan oleh pengguna jalan sejak dua hari terakhir ini.

Jalur dari arah Simpang Puteri Hijau menuju Kantor Kecamatan Sagulung yang sebelumnya hanya satu jalur untuk dua lajur, kini sudah jadi dua jalur. Row jalan yang baru dibuka dari simpang Puteri Hijau ke arah kantor kecamatan Sagulung, kini sudah dibuka dan bisa dilintasi dengan lancar. Arus lalu lintas di kawasan tersebut terpantau lebih tertib dan lancar, terlebih setelah pelebaran membuat jalur terasa lebih lapang.

Meski sudah digunakan, kondisi jalan masih berdebu karena belum dilakukan pengaspalan. Seluruh row jalan yang baru dibuka telah selesai disemenisasi, dan akan segera dilapisi aspal sebagai tahap akhir pekerjaan. Tidak hanya jalan baru, jalur lama dari arah kantor kecamatan ke Simpang Puteri Hijau juga akan ikut diperbaiki dan diaspal ulang.

“Alhamdulillah, sekarang jalan jauh lebih luas. Kami tidak lagi khawatir macet apalagi kalau hujan,” ujar Nurdin, warga Perumahan Puteri Hijau, Rabu (16/7). Ia menyambut baik pelebaran jalan yang menurutnya juga membuat lingkungan jadi lebih tertata.

Proyek ini sekaligus mencakup normalisasi saluran drainase utama di sepanjang jalan tersebut. Drainase yang sebelumnya kerap tersumbat kini telah diperlebar dan disemenisasi, diharapkan mampu mengalirkan air dengan baik dan mencegah banjir yang kerap terjadi saat musim hujan.

Kondisi kontur jalan baru yang lebih tinggi dari badan jalan lama juga menjadi bagian dari solusi teknis untuk mempercepat aliran air ke saluran pembuangan. Warga pun berharap proyek ini benar-benar tuntas hingga tahap pengaspalan dan dilengkapi dengan fasilitas jalan.

“Semoga segera dilengkapi dengan lampu PJU, marka jalan, dan rambu lalu lintas agar tidak membahayakan pengguna jalan, terutama di malam hari,” tambah Nurdin. Ia juga berharap pemerintah melakukan pemeliharaan rutin agar jalan tidak cepat rusak kembali.

Dengan jalan dua jalur yang kini sudah terbuka, mobilitas masyarakat di kawasan Sagulung dan sekitarnya dipastikan lebih nyaman. Pemerintah Kota Batam berharap infrastruktur ini bisa mendorong pertumbuhan kawasan dan memberikan manfaat langsung bagi warga. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Jalan Menuju Kantor Camat Sagulung Kini Dua Jalur, Lalin Lebih Lancar pertama kali tampil pada Metropolis.

Pria di Sekupang Ditemukan Tewas di Kamar Mandi, Diduga Bunuh Diri

0
Warga saat menemukan korban di rumahnya. f.rengga

batampos – Warga Perumahan Villa Sempurna 1, Sekupang, digegerkan dengan penemuan jasad seorang pria di dalam kamar mandi rumahnya, Selasa (15/7) malam. Korban diketahui bernama Ahmad Musmanto (37), yang tinggal seorang diri di rumah tersebut.

Korban ditemukan dalam kondisi terlentang dengan luka sayatan pada pergelangan tangan kiri. Temuan ini bermula saat keluarga yang khawatir karena tidak bisa menghubungi korban selama beberapa hari, meminta warga sekitar untuk mengecek ke rumah. Setelah pintu dibuka, Ahmad ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa.

“Iya tadi ramai warga, saya kira ada apa. Ternyata ada yang meninggal. Kaget juga,” ujar Riko, warga sekitar.

Warga langsung melaporkan kejadian tersebut ke Bhabinkamtibmas sekitar pukul 20.30 WIB. Petugas dari Polsek Sekupang bersama Tim Inafis Polresta Barelang langsung turun ke lokasi, memasang garis polisi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Tim Inafis juga mengamankan sejumlah barang bukti dan melakukan dokumentasi terhadap kondisi jenazah dan lokasi rumah.

Ahmad diketahui belum menikah dan tinggal seorang diri. Ia disebut-sebut telah lama menderita sakit yang tak kunjung sembuh. “Dapat informasi dari keluarga, korban katanya sudah lama sakit, ” tambahnya.

Kanit Reskrim Polsek Sekupang, Iptu Ridho Lubis, membenarkan penemuan jenazah tersebut. Menurutnya, dari hasil pemeriksaan sementara, korban diduga kuat meninggal karena bunuh diri.

“Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan lain di tubuh korban. Dugaan sementara korban menyayat pergelangan tangannya sendiri,” ujar Ridho, Rabu (16/7).

Jenazah Ahmad kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri untuk dilakukan visum dan pemeriksaan lebih lanjut. Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih mendalami keterangan para saksi dan keluarga guna memastikan penyebab pasti kematian. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel Pria di Sekupang Ditemukan Tewas di Kamar Mandi, Diduga Bunuh Diri pertama kali tampil pada Metropolis.

Ahmad Ditemukan Tak Bernyawa di Kamar Mandi Rumahnya dengan Luka Sayatan di Tangan Kiri

0
Warga saat menemukan korban di rumahnya. f.rengga

batampos– Warga Perumahan Villa Sempurna 1, Sekupang, digegerkan dengan penemuan jasad seorang pria di dalam kamar mandi rumahnya, Selasa (15/7) malam. Korban diketahui bernama Ahmad Musmanto (37), yang tinggal seorang diri di rumah tersebut.

Korban ditemukan dalam kondisi terlentang dengan luka sayatan pada pergelangan tangan kiri. Temuan ini bermula saat keluarga yang khawatir karena tidak bisa menghubungi korban selama beberapa hari, meminta warga sekitar untuk mengecek ke rumah. Setelah pintu dibuka, Ahmad ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa.

“Iya tadi ramai warga, saya kira ada apa. Ternyata ada yang meninggal. Kaget juga,” ujar Riko, warga sekitar.

Warga langsung melaporkan kejadian tersebut ke bhabinkamtibmas sekitar pukul 20.30 WIB. Petugas dari Polsek Sekupang bersama Tim Inafis Polresta Barelang langsung turun ke lokasi, memasang garis polisi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Tim Inafis juga mengamankan sejumlah barang bukti dan melakukan dokumentasi terhadap kondisi jenazah dan lokasi rumah.

BACA JUGA: Warga Menangis Lihat Kamar Mandi Tanpa Aliran Air 6 Hari

Ahmad diketahui belum menikah dan tinggal seorang diri. Ia disebut-sebut telah lama menderita sakit yang tak kunjung sembuh. “Dapat informasi dari keluarga, korban katanya sudah lama sakit, ” tambahnya.

Kanit Reskrim Polsek Sekupang, Iptu Ridho Lubis, membenarkan penemuan jenazah tersebut. Menurutnya, dari hasil pemeriksaan sementara, korban diduga kuat meninggal karena bunuh diri.

“Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan lain di tubuh korban. Dugaan sementara korban menyayat pergelangan tangannya sendiri,” ujar Ridho, Rabu (16/7).

Jenazah Ahmad kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri untuk dilakukan visum dan pemeriksaan lebih lanjut. Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih mendalami keterangan para saksi dan keluarga guna memastikan penyebab pasti kematian. (*)

Reporter: Rengga

Artikel Ahmad Ditemukan Tak Bernyawa di Kamar Mandi Rumahnya dengan Luka Sayatan di Tangan Kiri pertama kali tampil pada Metropolis.

Kaveling Bodong Sagulung Telan Miliaran Rupiah, Pelaku Masih Berkeliaran

0
Korban kaveling bodong memasang plang bertuliskan status lahan sengketa di lokasi tapak kaveling yang dijanjikan oleh PT Erracipta Karya Sejati. Foto. Eusebius Sara/ Batam Pos

batampos – Ratusan korban penipuan kaveling bodong di wilayah Sagulung kini menantikan kelanjutan proses hukum setelah melaporkan kasus tersebut ke Mapolresta Barelang. Para korban berharap pihak kepolisian segera melakukan penangkapan terhadap pelaku yang telah menjual lahan ilegal tanpa kejelasan status hukum.

Nurbaiti Lubis, salah satu korban, mengatakan laporan gelombang pertama yang mewakili sekitar seratusan orang telah diterima dan tengah diproses oleh penyidik Polresta. Ia berharap pengusutan kasus ini tidak berlarut-larut dan segera membuahkan hasil. “Kami sangat berharap pak Restu Joko Widodo segera ditangkap agar bertanggung jawab atas uang kami yang sudah masuk,” tegasnya, Kamis (16/7).

Harapan serupa juga disampaikan Ardi, korban lainnya. Ia mengaku telah kehilangan puluhan juta rupiah akibat membeli kaveling dari pihak yang mengatasnamakan PT Erracipta Karya Sejati. “Kami semua hanya ingin kejelasan dan pertanggungjawaban. Jangan sampai pelaku lolos begitu saja,” ujarnya.

Baca Juga: Korban Kaveling Bodong Melapor ke Polresta Barelang, Minta Joko Widodo Ditangkap

Camat Sagulung, Muhammad Hafis, turut angkat bicara dan memberikan imbauan keras kepada seluruh masyarakat di wilayahnya agar tidak lagi terjebak dalam praktik jual beli kaveling ilegal yang kini kembali marak. Ia meminta warga lebih waspada terhadap tawaran harga murah dan iming-iming pembangunan cepat.

Hafis menegaskan pentingnya memverifikasi legalitas lahan sebelum membeli. Ia menyarankan masyarakat untuk datang langsung ke BP Batam atau jika kesulitan, bisa meminta bantuan pihak kelurahan maupun kecamatan. “Kami siap bantu fasilitasi pengecekan. Jangan ragu bertanya sebelum membeli,” katanya.

Ia juga mengungkapkan bahwa pihak kecamatan telah menerima banyak laporan dan keluhan terkait praktik penjualan kavling tanpa izin resmi. Ia menyayangkan masih banyak warga yang tertipu karena percaya pada dokumen abal-abal dan janji dari oknum penjual. “Jangan hanya tergiur harga, cek dulu legalitasnya,” tegas Hafis.

Dalam laporan warga, disebutkan bahwa pelaku menjual lebih dari 300 bidang lahan yang diklaim sebagai kaveling dan ruko di beberapa lokasi seperti Sei Binti, Tembesi, dan belakang SP Plaza. Dari jumlah tersebut, lebih dari 180 orang diketahui telah menjadi korban, dengan kerugian mencapai miliaran rupiah.

Menanggapi laporan warga, Hafis menyatakan dukungannya terhadap proses hukum yang kini sedang berjalan. Ia berharap aparat penegak hukum dapat mengusut tuntas kasus ini hingga ke akarnya. “Para korban berhak mendapat keadilan, dan pelaku harus diproses sesuai aturan,” ucapnya.

Pihak kecamatan juga akan meningkatkan koordinasi dengan kelurahan serta BP Batam guna mencegah kasus serupa terjadi kembali. Pengawasan terhadap aktivitas pembangunan dan penjualan lahan di lapangan akan diperketat, terutama di wilayah-wilayah yang rawan terjadi penipuan.

“Ini jadi pelajaran bersama. Jangan hanya pegang kwitansi atau janji marketing. Legalitas lahan harus jelas. Saya harap warga bisa lebih kritis dan tak ragu menolak jika ada tawaran kavling yang tak punya dasar hukum,” tutup Hafis. Ia berharap kesadaran masyarakat meningkat agar tak ada korban baru dalam kasus serupa. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Kaveling Bodong Sagulung Telan Miliaran Rupiah, Pelaku Masih Berkeliaran pertama kali tampil pada Metropolis.

Korban Kaveling Bodong di Sagulung Berharap Pelaku Segera Ditangkap

0
Korban jual beli kaveling bodong di Sagulung datangi kantor kelurahan seibinti, Minggu (6/7). Mereka sepakat untuk segera buat laporan ke Polresta Barelang. F. Eusebius Sara

batampos— Ratusan korban penipuan kaveling bodong di wilayah Sagulung kini menantikan kelanjutan proses hukum setelah melaporkan kasus tersebut ke Mapolresta Barelang.

Para korban berharap pihak kepolisian segera melakukan penangkapan terhadap pelaku yang telah menjual lahan ilegal tanpa kejelasan status hukum.

Nurbaiti Lubis, salah satu korban, mengatakan laporan gelombang pertama yang mewakili sekitar seratusan orang telah diterima dan tengah diproses oleh penyidik Polresta. Ia berharap pengusutan kasus ini tidak berlarut-larut dan segera membuahkan hasil.

“Kami sangat berharap pak Restu Joko Widodo segera ditangkap agar bertanggung jawab atas uang kami yang sudah masuk,” tegasnya, Kamis (16/7).

BACA JUGA: Camat Sagulung Imbau Warga Tak Lagi Jadi Korban Kaveling Bodong

Harapan serupa juga disampaikan Ardi, korban lainnya. Ia mengaku telah kehilangan puluhan juta rupiah akibat membeli kaveling dari pihak yang mengatasnamakan PT Erracipta Karya Sejati. “Kami semua hanya ingin kejelasan dan pertanggungjawaban. Jangan sampai pelaku lolos begitu saja,” ujarnya.

Camat Sagulung, Muhammad Hafis, turut angkat bicara dan memberikan imbauan keras kepada seluruh masyarakat di wilayahnya agar tidak lagi terjebak dalam praktik jual beli kaveling ilegal yang kini kembali marak. Ia meminta warga lebih waspada terhadap tawaran harga murah dan iming-iming pembangunan cepat.

Hafis menegaskan pentingnya memverifikasi legalitas lahan sebelum membeli. Ia menyarankan masyarakat untuk datang langsung ke BP Batam atau jika kesulitan, bisa meminta bantuan pihak kelurahan maupun kecamatan. “Kami siap bantu fasilitasi pengecekan. Jangan ragu bertanya sebelum membeli,” katanya.

Ia juga mengungkapkan bahwa pihak kecamatan telah menerima banyak laporan dan keluhan terkait praktik penjualan kavling tanpa izin resmi. Ia menyayangkan masih banyak warga yang tertipu karena percaya pada dokumen abal-abal dan janji dari oknum penjual. “Jangan hanya tergiur harga, cek dulu legalitasnya,” tegas Hafis.

Dalam laporan warga, disebutkan bahwa pelaku menjual lebih dari 300 bidang lahan yang diklaim sebagai kavling dan ruko di beberapa lokasi seperti Sei Binti, Tembesi, dan belakang SP Plaza. Dari jumlah tersebut, lebih dari 180 orang diketahui telah menjadi korban, dengan kerugian mencapai miliaran rupiah.

Menanggapi laporan warga, Hafis menyatakan dukungannya terhadap proses hukum yang kini sedang berjalan. Ia berharap aparat penegak hukum dapat mengusut tuntas kasus ini hingga ke akarnya. “Para korban berhak mendapat keadilan, dan pelaku harus diproses sesuai aturan,” ucapnya.

Pihak kecamatan juga akan meningkatkan koordinasi dengan kelurahan serta BP Batam guna mencegah kasus serupa terjadi kembali. Pengawasan terhadap aktivitas pembangunan dan penjualan lahan di lapangan akan diperketat, terutama di wilayah-wilayah yang rawan terjadi penipuan.

“Ini jadi pelajaran bersama. Jangan hanya pegang kwitansi atau janji marketing. Legalitas lahan harus jelas. Saya harap warga bisa lebih kritis dan tak ragu menolak jika ada tawaran kavling yang tak punya dasar hukum,” tutup Hafis. Ia berharap kesadaran masyarakat meningkat agar tak ada korban baru dalam kasus serupa. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Korban Kaveling Bodong di Sagulung Berharap Pelaku Segera Ditangkap pertama kali tampil pada Metropolis.