
batampos – Ratusan remaja dilaporkan membubarkan sebuah acara karnaval di New Jersey setelah pertemuan yang awalnya direncanakan melalui TikTok menjadi kacau dan meluas hingga ke area pusat perbelanjaan terdekat.
Insiden ini mirip dengan kejadian sebelumnya di pusat perbelanjaan lain, di mana keributan serupa melukai seorang petugas kepolisian pekan lalu.
Dilansir dari RLS Media, pihak kepolisian Woodbridge menyebutkan bahwa sekitar 300 remaja berkumpul di Karnaval Woodbridge Center pada Sabtu malam (17/5) sekitar pukul 21.00 waktu setempat.
Para remaja tersebut diduga tergerak oleh serangkaian unggahan di TikTok, yang menyerukan pertemuan dadakan di karnaval.
Menurut situs web karnaval tersebut, pengunjung yang berusia di bawah 18 tahun harus didampingi oleh orang tua atau wali.
Semua peserta dewasa, juga diharuskan menunjukkan identitas yang sah agar diizinkan masuk.
Akan tetapi, kerumunan anak muda di karnaval itu semakin tidak terkendali sehingga polisi Woodbridge, harus memanggil departemen tetangga untuk meminta bantuan.
Akhirnya, kekacauan menyebar ke Woodbridge Center Mall, memaksa banyak toko tutup lebih awal dan bahkan melindungi pembeli di dalam, saat para remaja berlarian dengan tidak menentu.
Pada hari Minggu (18/5), banyak pengunjung karnaval yang mengunggah kompilasi video saat mereka mengamati atau berpartisipasi, dalam kekacauan di Woodbridge.
Beberapa remaja memisahkan diri dari Woodbridge, dan mulai berjalan kaki menuju Menlo Park Mall di Edison lokasi pertemuan terakhir.
Polisi Edison tiba di mal, sebelum kelompok itu datang untuk memastikan tidak ada lagi perkelahian seperti minggu lalu.
Sabtu lalu, postingan serupa tentang pertemuan di Menlo Park Mall memicu massa besar yang mengakibatkan, penangkapan tujuh anak di bawah umur dari kota-kota terdekat, termasuk Woodbridge.
Woodbridge Center Mall dan tempat karnaval itu diselenggarakan, hanya berjarak 2,5 mil dari Menlo Park Mall.
Wali Kota Edison Sam Joshi menyerukan peningkatan keamanan, dan bahkan jam malam di Menlo Park Mall setelah kerusuhan minggu lalu, yang menyebabkan seorang polisi mengalami patah pergelangan kaki.
Menurut My Central Jersey, ia berharap peraturan baru akan diterapkan dalam beberapa minggu.
Joshi juga menegaskan, bahwa orang tua harus bertanggung jawab atas tindakan anak-anak mereka.
Terutama karena beberapa dari mereka menempuh perjalanan hampir satu jam jauhnya, di tengah malam untuk bertemu.
“Orang tua perlu fokus pada anak-anak mereka, memastikan mereka tidak menyebabkan keributan seperti ini di kota-kota lain,” katanya.
Tidak jelas apakah ada remaja yang ikut serta ditangkap setelah karnaval, atau apakah ada yang terluka. The New York Post masih mencoba menghubungi Departemen Kepolisian Woodbridge dan Edison untuk klarifikasi. (*)
Sumber: JP Group
Artikel Digagas Lewat TikTok, Pertemuan Ratusan Remaja Berujung Ricuh hingga Bubarkan Karnaval di New Jersey pertama kali tampil pada News.


batampos– Pondok Pesantren (Ponpes) Mambaus Sholihin di Tanjunguban, Bintan menjadi perbincangan setelah seorang pelajarnya diduga dianiaya oleh kakak kelasnya.





