Kamis, 23 April 2026
Beranda blog Halaman 1651

Pengendara Mobil Ngaku Dipukul OTK usai Bersenggolan dengan Pemotor di Jalan DI Panjaitan Tanjungpinang

0
Petugas Satlantas Polresta Tanjungpinang saat melakukan olah tempat kejadian kecelakaan dan pemukulan di Jalan DI Panjaitan, Minggu (25/5) dinihari. F. Satlantas untuk Batam Pos

batampos– Seorang pengendara mobil di Kota Tanjungpinang, Kepri diduga dianiaya oleh orang tidak dikenal (OTK) usai tersenggol pengendara sepeda kotor di dekat u-turn Jalan D.I Panjaitan kilometer 7, pada Minggu (25/5) dini hari.

Setelah dipukul oleh OTK, pengendara mobil soluna warna putih dengan nomor polisi BP 1714 FY tersebut menabrak pembatas jalan, karena hendak menyelamatkan diri dalam kondisi panik.

Kepala Unit Gakkum Satlantas Polresta Tanjungpinang, Ipda Werry Wilson Marbun mengatakan kecelakaan ini terjadi sekitar pukul 00.45 WIB. Pengendara mobil bernama Iwan, mengalami kecelakaan dengan sepeda motor yang belum diketahui identitasnya.

BACA JUGA: Kecelakaan Tragis di Jalan Wacopek, Pengemudi Toyota Fortuner Diamankan Polisi

Saat ini, kata dia petugas dari Satlantas masih melakukan pencarian terhadap sepeda motor dan pengendara, yang terlibat dalam insiden kecelakaan berujung pemukulan tersebut.

“Kecelakaan ini melibatkan mobil soluna warna putih dengan BP 1714 FY dengan kendaraan motor. Kendaraan motor belum diketahui identitasnya, oni masih kami dalami,” kata Marbun.

Kejadian kecelakaan berujung pemukulan ini berawal dari pengendara mobil yang melaju dari Jalan WR. Supratman hendak menuju traffic light batu 6. Setibanya di lokasi, ada sepeda motor yang sedang u-trun dan terjadi senggolan.

“Saat itu saya sudah klakson, motor tetap mutar dan terjadilah senggolan,” ujar Iwan, pengendara mobil yang menjadi korban pemukulan.

Saat melakukan penyelesaian secara kekeluargaan, menurutnya ada satu orang tidak dikenal datang dan langsung melakukan pemukulan. “Tau-tau saya dipukul orang,” tambahnya.

Dalam keadaan panik itu, Iwan pun langsung masuk ke mobilnya untuk menyelamatkan diri. Namun, mobil yang ia kendarai itu hilang kendali dan menabrak pembatas jalan hingga ringsek parah.

Iwan mengaku, aksi pemukulan tersebut yelah ia laporkan ke Polresta Tanjungpinang. Ia mengaku tidak terima dipukul oleh OTK, yang diduga rekan pengendara sepeda motor. Terlebih, ia memiliki niat untuk mengganti rugi

“Sudah saya laporkan ke polisi. Saya gak terima sampai dipukul begini,” pungkasnya. (*)

Reporter: M Ismail

Artikel Pengendara Mobil Ngaku Dipukul OTK usai Bersenggolan dengan Pemotor di Jalan DI Panjaitan Tanjungpinang pertama kali tampil pada Kepri.

Halo PLN…, Pulau Jemaja, Anambas Lumpuh Total karena Listrik Blackout Hampir 20 Jam

0
Kondisi Pulau Jemaja yang sepi usai mengalami blackout listrik dikarenakan 5 dari 6 unit mesin milik PLTD Letung alami kerusakan. Hariyadi untuk Batam Pos

batampos– Pasokan daya listrik di Pulau Jemaja, Kabupaten Anambas kian memprihatinkan. Listrik di daerah itu sempat mengalami blackout pada Jum’at, (23/5) malam pukul 20.00 WIB hingga Sabtu, (24/5) pukul 13.00 WIB.

“Ya benar sempat mati total listrik di Jemaja. Hampir 20 jam kita tak ada listrik,” ujar warga Jemaja, Hariyadi, Minggu, (25/5).

Hariyadi menuturkan dampak dari tidak adanya listrik membuat aktifitas warga terganggu bahkan jaringan telekomunikasi lumpuh.

“Mati listrik kita tidak tahu mau berbuat apa, kerja tidak bisa. Apalagi main handphone, sinyal tak ada. Kalau ada warga starlink dan genset tidak masalah buat mereka,” jelas Hariyadi.

BACA JUGA: Satu Jam Listrik PLN Blackout di Karimun, Warga Keluhkan Jadwal Pemadaman Bergilir

Sebagai pelanggan dirinya meminta PLN agar serius dalam menangani persoalan ini supaya kebutuhan penyaluran listrik bisa normal kembali.

Sementara itu, Manager PLN Anambas, Ade Listrian menyebutkan pemadaman listrik secara total dikarenakan 5 mesin milik PLTD Letung alami kerusakan.

“Saat ini, hanya satu dari enam mesin yang dalam kondisi siaga, sementara lima lainnya mengalami kerusakan,” ujar Ade.

Ia menambahkan, tim teknisi PLN terus bekerja melakukan perbaikan secara intensif. Hingga Sabtu siang kemarin, dua mesin berhasil dioperasikan kembali. Pihaknya juga tengah berupaya menyalurkan arus listrik ke beberapa tower Telkomsel guna memulihkan jaringan komunikasi warga.

Dalam kondisi terbatas ini, PLN akan memberlakukan sistem pemadaman bergilir untuk wilayah Jemaja, dengan estimasi rotasi setiap 6 jam, menyesuaikan kapasitas mesin yang tersedia.

“Belum dapat kami pastikan kapan penyaluran listrik bisa normal kembali, karena dari enam mesin, dua sudah beroperasi, satu dalam proses perbaikan, dan tiga lainnya masih rusak berat,” pungkas Ade Listrian. (*)

Reporter: Ihsan

Artikel Halo PLN…, Pulau Jemaja, Anambas Lumpuh Total karena Listrik Blackout Hampir 20 Jam pertama kali tampil pada Kepri.

Kapal Pemancing Hanyut di Perairan Bintan, 10 Orang Selamat

0
Tim SAR Tanjungpinang mengevakuasi 10 orang pemancing setelah kapal mereka hanyut dihantam badai di perairan Pulau Telang, Kijang, Bintan, Minggu (25/5/2025) dini hari. F.Kantor SAR Tanjungpinang untuk Batam Pos.

batampos– 10 orang selamat setelah kapal mereka hanyut dihantam badai di perairan Pulau Telang, Kijang, Bintan, Minggu (25/5/2025) dini hari.

Sebelum kejadian, kapal tersebut bertolak dari Dermaga Sei Enam, Kijang, Kecamatan Bintan Timur pada Minggu (25/5/2025) sekitar pukul pukul 02:30 WIB dini hari.

Kapal membawa 10 orang terdiri dari 8 orang pemancing dan 2 kru kapal, yang berangkat untuk memancing di laut.

10 korban selamat adalah Asmadi, 39, Bimo, 26, Dadanhg, 63, Duan, 41, Joyo Boyo, 53, Dani, 59, Deden, 30, Beni, 24, Hardi, 24, dan Yoyon, 40.

BACA JUGA: Kapal Tenggelam Dihantam Badai di Perairan Bintan, 9 Orang Pemancing dari Batam Ditemukan Selamat

Pada saat itu, salah satu korban, Deden menghubungi keluarganya, Indra Suryawan sekitar pukul 03:26 WIB dan meminta bantuan untuk menghubungi SAR Tanjungpinang.

Setelah melakukan panggilan tersebut, nomor Deden tidak bisa lagi dihubungi.

Kepala Kantor SAR Tanjungpinang, Fazzli mengatakan bahwa informasi awal tentang kapal hanyut setelah dihantam badai dari salah satu keluarga korban.

Setelah menerima informasi, tim rescue SAR Tanjungpinang bergerak ke lokasi dengan menggunakan Rigid Bouyancy Boat (RBB) dari Dermaga Dompak, Tanjungpinang sekitar pukul 05.45 WIB.

Tim SAR Tanjungpinang yang tiba di lokasi berhasil menghubungi salah satu korban dari kapal yang hanyut sekitar pukul 06.45 WIB.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, semua korban kapal hanyut telah berhasil menyelamatkan diri dan terombang-ambing di perairan Pulau Bunut.

Ia mengatakan, tim rescue langsung menuju ke lokasi dan berhasil mengevakuasi semua korban sekitar pukul 08.25 WIB. Semua korban yang selamat kemudian dibawa ke Dermaga Sei Enam, Kijang. (*)

Reporter: Slamet

Artikel Kapal Pemancing Hanyut di Perairan Bintan, 10 Orang Selamat pertama kali tampil pada Kepri.

BAKTI Komdigi Resmi Non Aktifkan Sinyal Internet di Tiga Wilayah, Pemkab Anambas Dorong Telkomsel Perluas Jaringan

0
Kadiskominfo Anambas, Japrizal. f.ihsan

batampos– Sinyal internet milik Badan Aksesbilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Digitalisasi (Komdigi) di tiga titik Kabupaten Anambas resmi tidak diperpanjang lagi.

Ketiga titik ini yakni Desa Tiangau, Desa Bukit Padi dan Desa Batu Belah.

“Hasil dari kunjungan Wakil Bupati ke BAKTI, kita usulkan 9 titik di perpanjang masa aktif sinyal internet. Semalam kita dapat surat balasan, ternyata tak bisa di akomodir semua, tiga titik yang di matikan,” ujar Kepala Dinas Komunikasi Informasi dan Statistik (Kadiskominfo) Anambas, Japrizal saat diwawancarai, Jum’at, (23/5).

BACA JUGA: Jaringan Telkomsel di Pulau Jemaja Hilang Akibat SKKL di KM 38 Putus

Japrizal menjelaskan alasan BAKTI Komdigi mematikan sinyal internet di daerah itu karena sudah ada jaringan tekomunikasi dari provider Telkomsel.

“Tapi khusus Tiangau, sudah disampaikan kalau sinyal reguler dari Harung Hijau tidak sampai,” ungkap Japrizal.

Atas dasar itu, BAKTI Komdigi menyarankan pihaknya untuk meminta Telkomsel agar mau memperluas sinyal dari tower yang berada di Harung Hijau.

“Dalam waktu dekat, kita akan berkordinasi dengan Telkomsel Kepri yang ada di Batam, untuk jangkauan sinyal di Harung Hijau untuk kekuatannya tambah dari Tiangau,” tutup Japrizal. (*)

Reporter: Ihsan

Artikel BAKTI Komdigi Resmi Non Aktifkan Sinyal Internet di Tiga Wilayah, Pemkab Anambas Dorong Telkomsel Perluas Jaringan pertama kali tampil pada Kepri.

Daftar Tunggu Haji di Batam Meningkat, Pendaftar Baru Harus Menanti Hingga 20 Tahun

0
Pelayanan haji di kantor Kemenang Batam

batampos – Antrean keberangkatan ibadah haji di Kota Batam kian panjang setiap tahunnya. Lonjakan jumlah pendaftar yang tidak sebanding dengan kuota keberangkatan membuat masa tunggu calon jamaah haji semakin lama. Saat ini, tercatat sekitar 17.500 warga Batam berada dalam daftar tunggu, dan pendaftar baru diperkirakan harus menunggu hingga lebih dari 20 tahun untuk bisa berangkat ke tanah suci.

Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama (Kemenag) Kota Batam, Syahbudi, mengungkapkan bahwa kuota haji yang diberikan untuk Kota Batam pada musim haji tahun 2025 hanya sebanyak 721 orang. Jumlah ini belum mampu mengimbangi tingginya minat masyarakat yang ingin menunaikan rukun Islam kelima tersebut.
“Kuota ini sangat terbatas, sementara animo masyarakat terus meningkat setiap tahun. Ini menyebabkan waktu tunggu keberangkatan menjadi sangat panjang, bisa mencapai dua dekade bagi pendaftar baru,” ujar Syahbudi, Minggu (25/5).
Syahbudi menyebutkan, tingginya minat masyarakat Batam mendaftar haji tidak lepas dari kesadaran beragama yang tinggi dan faktor ekonomi. Banyak masyarakat yang mulai mendaftarkan diri sejak usia muda agar bisa mendapatkan nomor porsi lebih awal dan memperbesar peluang berangkat di usia produktif.
“Kami melihat tren pendaftaran saat ini sudah mulai bergeser. Banyak anak muda, bahkan usia belasan tahun, yang sudah didaftarkan oleh orang tuanya untuk mengantisipasi panjangnya masa tunggu,” tambahnya.
Namun, lamanya masa tunggu juga membawa konsekuensi tersendiri. Tidak sedikit calon jamaah haji yang meninggal dunia sebelum jadwal keberangkatan tiba. Dalam kasus seperti ini, nomor porsi biasanya diwariskan kepada anggota keluarga lain yang memenuhi syarat sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Fenomena pewarisan nomor porsi memang cukup banyak terjadi. Oleh karena itu, kami terus mengimbau masyarakat agar mempersiapkan diri secara matang, baik secara administratif, mental, maupun kesehatan,” katanya.
Syahbudi menegaskan, selain kuota dan masa tunggu, tantangan lain yang harus dihadapi calon jamaah adalah kelengkapan dokumen dan kondisi kesehatan. Kemenag akan melakukan verifikasi ketat terhadap kelengkapan administrasi serta tes kesehatan bagi calon jamaah sebelum masa pelunasan biaya haji.
“Jika calon jamaah tidak memenuhi syarat administratif atau tidak lolos pemeriksaan kesehatan saat waktu pemberangkatan tiba, maka posisinya bisa digantikan oleh jamaah dari daftar cadangan,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan agar masyarakat berhati-hati terhadap praktik calo atau oknum yang menjanjikan percepatan keberangkatan. Syahbudi menegaskan bahwa satu-satunya jalur resmi untuk mendapatkan nomor porsi adalah melalui pendaftaran di Kantor Kemenag atau bank penerima setoran (BPS) yang telah ditunjuk.
“Sistem pendaftaran dan keberangkatan menggunakan sistem daring yang terintegrasi secara nasional dan diawasi langsung oleh pemerintah pusat,” tegasnya. (*)
Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel Daftar Tunggu Haji di Batam Meningkat, Pendaftar Baru Harus Menanti Hingga 20 Tahun pertama kali tampil pada Metropolis.

Bocah 3 Tahun Diduga Jadi Korban Penganiayaan, Orangtua Menghilang Usai Antar ke RS

0
Ilustrasi. Tampak Rumah Sakit Camantha Sahidiya, Mukakuning, Kecamatan Seibeduk Batam.

batampos – Seorang bocah laki-laki berusia tiga tahun terbaring lemas di Rumah Sakit Camantha Sahidiya, Mukakuning, Kecamatan Seibeduk Batam, sejak tiga hari terakhir. Bocah malang tersebut diduga menjadi korban penganiayaan, dengan luka-luka yang mengindikasikan adanya kekerasan fisik, termasuk luka akibat benda tajam di tubuhnya.

Informasi sementara menyebutkan bahwa bocah tersebut dibawa ke rumah sakit oleh orangtuanya. Namun, tak lama setelah menyerahkan anak mereka kepada pihak medis, kedua orangtua bocah itu langsung pergi tanpa kabar, diduga untuk menghindari tanggung jawab biaya pengobatan.

Petugas keamanan rumah sakit mengaku telah mencoba mencari keberadaan orangtua bocah tersebut. Hasil pencarian mengarah pada sang ayah, yang berhasil dijumpai oleh petugas. Namun, menurut keterangan pihak rumah sakit, sang ayah enggan kembali ke rumah sakit dengan alasan tidak memiliki ongkos untuk menanggung biaya perawatan anaknya.

Kondisi ini memicu perhatian dari berbagai pihak, termasuk aktivis perlindungan anak di Kepulauan Riau. Pemerhati Anak Provinsi Kepri, Erry Syahrial, menyatakan pihaknya telah menerima laporan terkait kasus ini dan tengah menelusuri kebenaran informasi dugaan kekerasan terhadap bocah tersebut.

“Informasi yang kami terima, anak ini memang diduga kuat menjadi korban kekerasan. Orangtuanya sudah dicari, tetapi tampaknya enggan bertanggung jawab. Kami akan cek lagi kebenarannya di lapangan,” ungkap Erry kepada wartawan, Sabtu (25/5).

Sementara itu, pihak kepolisian juga tidak tinggal diam. Kapolsek Seibeduk, Iptu Alex Yasral, membenarkan adanya laporan dugaan penganiayaan terhadap anak dan menyatakan bahwa timnya sudah mulai melakukan penyelidikan.

“Iya, informasinya seperti itu. Korban saat ini sedang dirawat dan kami sudah cek langsung ke rumah sakit. Kami sedang menelusuri siapa yang bertanggung jawab atas luka-luka yang diderita anak ini,” ujar Iptu Alex.

Hingga kini, identitas lengkap orangtua serta kronologi kejadian masih dalam pendalaman pihak berwajib. Polisi juga berkoordinasi dengan rumah sakit dan instansi terkait untuk memastikan keselamatan dan pemulihan bocah tersebut.

Pihak rumah sakit telah memastikan bahwa kondisi anak stabil meski masih dalam pengawasan intensif. Mereka juga menyampaikan akan terus memberikan perawatan medis sambil menunggu tindak lanjut dari pihak berwenang. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Bocah 3 Tahun Diduga Jadi Korban Penganiayaan, Orangtua Menghilang Usai Antar ke RS pertama kali tampil pada Metropolis.

Lampu Flyover Laluan Madani Berkedip Tak Menentu, Pengendara Terganggu

0
Ilustrasi flyover Laluan Madani.

batampos – Lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) di flyover Laluan Madani tampak tidak berfungsi dengan baik pada Sabtu (24/5) malam. Alih-alih menyala stabil, cahaya lampu justru berkedip-kedip tidak menentu, menimbulkan kebingungan dan keluhan dari para pengendara yang melintas.

Beberapa warga yang melewati jalan tersebut mengaku terganggu dengan kondisi tersebut, karena kedipan lampu membuat pandangan menjadi tidak nyaman, bahkan membahayakan.

“Sengaja itu vibes malam Minggu,” tulis akun Instagram @hanggoro di kolom komentar unggahan Batam Pos.“Kayaknya nyambung ke diskotik,” tambah akun @bambanghw dengan nada bercanda.

Namun di balik candaan warganet, ada kekhawatiran nyata dari pengendara. Andi, salah satu warga yang melintas malam itu, mengaku kesulitan melihat jalan ketika lampu PJU berkedip, apalagi ia memiliki gangguan penglihatan.

“Saya punya mata minus, jadi kalau lampu berkedip gitu harus ekstra pelan bawa motornya. Kalau bisa kami minta langsung diperbaiki, karena sangat mengganggu,” ujar Andi.

Keluhan serupa disampaikan Widia, pengendara lain yang merasa kondisi tersebut bisa memicu kecelakaan, terutama bagi pengguna jalan yang melaju dalam kecepatan tinggi.

Menanggapi hal ini, Kepala PJU Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Batam, Kukuk, mengatakan gangguan tersebut sudah ditangani pada malam itu juga.

“Oh, tadi malam itu. Tapi langsung bisa teratasi. Kalau kejadian seperti ini, biasanya karena jaringannya bermasalah. Jadi begitu teknisi sampai di lokasi, langsung bisa diatasi,” ujar Kukuk.

Ia memastikan kondisi lampu di flyover Laluan Madani sudah kembali normal sejak Sabtu malam. Namun Kukuk juga mengungkapkan bahwa gangguan PJU tidak hanya terjadi di kawasan tersebut. Di jalur Sukajadi, tepatnya setelah Polresta Barelang, pihaknya kerap menghadapi gangguan akibat aksi vandalisme.

“Hampir tiap malam masih dikerjain maling. Tiap malam problem. Nah, kadang cuma dipotong saja, enggak diambil. Enggak tahu motifnya apa,” ungkapnya.

DBMSDA berharap masyarakat turut menjaga fasilitas umum dan segera melapor jika menemukan adanya kerusakan atau tindakan pencurian agar bisa cepat ditindaklanjuti. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel Lampu Flyover Laluan Madani Berkedip Tak Menentu, Pengendara Terganggu pertama kali tampil pada Metropolis.

Baru 25 Persen Bayi di Batam Telah Diimunisasi Polio

0
Ilustrasi. Petugas memberikan vaksin polio kepada anak warga perumahan Cendana di Posyandu Cendana. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Baru sekitar seperempat bayi di Kota Batam yang telah mendapatkan imunisasi polio jenis Inactivated Polio Vaccine (IPV) hingga Mei 2025. Dinas Kesehatan (Dinkes) Batam mencatat, dari total target 22.988 anak usia di bawah satu tahun, baru 3.641 anak atau 25,8 persen yang telah menerima vaksin.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi, menjelaskan bahwa imunisasi IPV diberikan dalam dua tahap, yakni saat bayi berusia 4 bulan (IPV 1) dan 9 bulan (IPV 2). Vaksin ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memberikan perlindungan dini terhadap penyakit polio, yang masih menjadi ancaman di sejumlah daerah.

“Target imunisasi polio ini hanya untuk anak-anak di bawah usia satu tahun. Kami mendorong agar setiap bayi menerima dua dosis vaksin, sesuai jadwal,” ujar Didi.

Ia menegaskan bahwa pelayanan imunisasi IPV tersedia secara gratis di seluruh puskesmas yang ada di Batam. Saat ini, terdapat 21 puskesmas yang tersebar di berbagai kecamatan yang siap memberikan layanan imunisasi kepada masyarakat.

“Tidak ada pungutan biaya. Orang tua bisa datang langsung ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan imunisasi bagi anak-anaknya,” kata Didi.

Dibandingkan dengan capaian tahun sebelumnya, angka imunisasi polio tahun ini tergolong masih rendah. Pada tahun 2024, Dinas Kesehatan mencatat cakupan imunisasi IPV 1 mencapai 84,8 persen dan IPV 2 mencapai 74,6 persen dari total target sebanyak 22.908 anak.

Didi mengakui masih rendahnya capaian sementara tahun ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti kurangnya kesadaran sebagian orang tua terhadap pentingnya imunisasi, mobilitas penduduk yang tinggi, serta tantangan menjangkau daerah-daerah tertentu di Batam.

Untuk meningkatkan cakupan, Dinkes Batam terus melakukan edukasi kepada masyarakat melalui berbagai saluran, termasuk melalui Posyandu, kader kesehatan, dan kerja sama lintas sektor. Para kader Posyandu juga dikerahkan untuk mendata dan menjangkau keluarga yang anaknya belum menerima vaksin.

“Kami berharap masyarakat, terutama para orang tua, semakin sadar bahwa imunisasi bukan hanya melindungi anak mereka sendiri, tetapi juga melindungi anak-anak lain melalui kekebalan kelompok (herd immunity),” tambahnya.

Penyakit polio sendiri merupakan penyakit menular yang bisa menyebabkan kelumpuhan permanen bahkan kematian. Meski Indonesia telah dinyatakan bebas polio sejak 2014, risiko penularan tetap ada, terutama jika cakupan imunisasi rendah.

Karena itu, Didi mengingatkan agar orang tua tidak menunda atau melewatkan jadwal imunisasi anak.

“Polio ini tidak bisa disembuhkan, tapi bisa dicegah dengan imunisasi. Maka dari itu, jangan tunda, bawa anak ke puskesmas,” imbaunya. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel Baru 25 Persen Bayi di Batam Telah Diimunisasi Polio pertama kali tampil pada Metropolis.

Barantin Kepri Siaga Awasi Lalu Lintas Hewan Kurban Jelang Iduladha

0
Pengawasan Barantin Kepri terhadap hewan kurban yang masuk. (Barantin Kepri untuk Batam Pos)

batampos – Menjelang Hari Raya Iduladha, Balai Karantina (Barantin) Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Kepri, meningkatkan pengawasan terhadap lalu lintas hewan kurban.

Terdapat 12 ekor sapi asal Lampung Tengah tiba di Kepri, pada Kamis (22/5) lalu. Seluruh sapi yang masuk diperiksa oleh petugas karantina melalui dua tahapan, yaitu pemeriksaan dokumen persyaratan dan pemeriksaan fisik.

Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa seluruh sapi dalam kondisi sehat, tidak menunjukkan gejala klinis Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) maupun Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK) lainnya. Hewan-hewan tersebut juga telah divaksinasi PMK sebelum diberangkatkan.

“Jelang Iduladha, seluruh kekuatan Karantina Kepri termasuk Satuan Pelayanan (Satpel) Tanjung Uban siaga penuh. Kami ingin memberi jaminan kesehatan terhadap hewan kurban karena ini yang diharapkan masyarakat,” kata Kepala Barantin Kepri, Herwintarti, Minggu (25/5).

Sapi kurban tersebut dikirim untuk memenuhi kebutuhan hewan kurban di Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan. Menariknya, salah satu sapi berbobot lebih dari satu ton merupakan pesanan Presiden Prabowo Subianto untuk dikurbankan di Kampung Bugis Sekera, Kecamatan Bintan Utara.

Wilayah Bintan dan Tanjungpinang memang rutin mendapatkan suplai hewan kurban dari daerah lain, mengingat sebagian besar pasokan berasal dari luar pulau. Selain dari Lampung Tengah, sapi dan kambing juga didatangkan dari Kabupaten Anambas dan Natuna, dua wilayah yang dikenal surplus stok hewan kurban.

Pada Iduladha tahun 2024 lalu, Satpel Tanjung Uban mencatat telah melakukan pemeriksaan dan sertifikasi terhadap 956 ekor sapi dalam 56 kali pemasukan. Sementara untuk kambing, tercatat sebanyak 3.163 ekor dalam 43 kali pemasukan ke wilayah tersebut.

Adapun per 22 Mei 2025, Karantina Kepri telah mencatat pemasukan 459 ekor sapi dalam 29 kali pengiriman, serta 2.238 ekor kambing dalam 25 kali pengiriman. Jumlah ini diperkirakan akan terus bertambah hingga hari raya tiba.

“Kepri ini unik karena terdiri dari banyak pulau. Ada wilayah yang bisa menjadi pemasok seperti Natuna dan Anambas, yang kemudian menyuplai ke daerah lain yang kekurangan,” katanya.

Pihaknya memiliki komitmen tinggi dalam mencegah penyebaran HPHK, Hama Penyakit Ikan Karantina (HPIK), dan Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK). Masyarakat diimbau untuk berpartisipasi aktif dengan mematuhi aturan dan melaporkan setiap lalu lintas hewan yang mencurigakan melalui kanal #LaporKarantina.

“Dalam melakukan pengawasan, kami tidak bekerja sendiri. Dukungan semua pihak di pelabuhan sangat kami harapkan agar lalu lintas hewan kurban bisa berjalan sehat dan aman,” kata Herwin.

Reporter: Arjuna

Artikel Barantin Kepri Siaga Awasi Lalu Lintas Hewan Kurban Jelang Iduladha pertama kali tampil pada Metropolis.

Disdik Batam Luncurkan Aplikasi SPMB, Pendaftaran Sekolah Kini Lebih Mudah

0
Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Tri Wahyu Rubianto. F.Azis Maulana

batampos  – Menjelang dibukanya Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2025/2026, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam meluncurkan kanal khusus untuk mendukung proses pendaftaran siswa baru secara daring. Inovasi ini diwujudkan melalui kehadiran aplikasi SPMB Kota Batam yang kini sudah bisa diunduh melalui telepon pintar.

Kepala Disdik Kota Batam, Tri Wahyu Rubianto menyampaikan, aplikasi ini bertujuan memudahkan masyarakat dalam mengakses informasi seputar penerimaan siswa baru.

“Sudah bisa diunduh lewat ponsel. Orangtua bisa mengecek dan mengakses informasi dari aplikasi tersebut,” ujar Tri, Kamis (22/5) lalu.

Dalam aplikasi ini, orangtua atau wali murid dapat mulai mendaftar dengan menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK), tanggal lahir anak, serta Nomor Induk Siswa Nasional (NISN). Meski pendaftaran belum resmi dibuka, aplikasi tersebut sudah bisa digunakan untuk simulasi dan pengenalan.

“Bisa dicoba saja dulu. Karena belum dibuka resmi, jadi informasi di dalamnya belum sepenuhnya lengkap. Tapi aplikasinya sudah bisa didownload dan digunakan untuk mengenal sistemnya,” katanya.

Selain melalui aplikasi ponsel, SPMB juga dapat diakses melalui peramban internet menggunakan komputer atau laptop. Disdik memberikan dua opsi mekanisme pendaftaran demi menjangkau lebih banyak masyarakat.

“Jadi ada dua mekanisme. Bisa dari ponsel lewat aplikasi, atau dari laptop lewat browser,” katanya.

Tahun ini, SPMB Kota Batam akan menerapkan istilah baru yaitu domisili menggantikan sistem zonasi yang selama ini digunakan dalam penentuan lokasi sekolah. Mekanisme ini dinilai lebih fleksibel dan adil bagi calon peserta didik.

Menurut dia, penggunaan domisili memungkinkan siswa yang tinggal di daerah yang beririsan dengan dua atau lebih sekolah dapat mendaftar ke semua sekolah tersebut. Seleksi akhir akan ditentukan oleh panitia berdasarkan ketentuan yang berlaku.

“Selama ini banyak keluhan orangtua karena anaknya tidak bisa daftar ke sekolah A, padahal letaknya dekat. Dengan domisili, mereka bisa daftar ke sekolah A dan B sekaligus,” katanya.

Adapun jalur pendaftaran yang tersedia pada SPMB 2025/2026 meliputi jalur domisili, afirmasi, prestasi, dan mutasi. Setiap jalur memiliki kuota dan kriteria masing-masing sesuai ketentuan pemerintah pusat dan daerah.

Jalur domisili tetap memprioritaskan siswa yang tinggal dekat dengan sekolah. Untuk jenjang SD, jalur ini mendapat alokasi 70 persen dari total daya tampung, sedangkan jenjang SMP dialokasikan 40 persen.

Jalur afirmasi ditujukan bagi siswa dari keluarga tidak mampu serta penyandang disabilitas. Kuota afirmasi ditetapkan sebesar 12 persen untuk SD dan 20 persen untuk SMP.

Selanjutnya, jalur prestasi dikhususkan bagi jenjang SMP dan SMA. Penilaian didasarkan pada nilai rapor, prestasi akademik, dan non-akademik seperti seni, olahraga, hingga kepemimpinan siswa.

Jalur ini tidak berlaku untuk tingkat SD. Untuk SMP, setiap sekolah wajib mengalokasikan 25 persen dari daya tampung untuk jalur prestasi. Ini memberi ruang lebih bagi siswa berprestasi agar dapat bersaing secara sehat.

Sementara itu, jalur mutasi diperuntukkan bagi siswa yang orangtuanya mengalami perpindahan tugas. Termasuk di dalamnya anak guru yang ingin mendaftar di sekolah tempat orangtuanya mengajar.

Kuota jalur mutasi sebesar 5 persen untuk SD maupun SMP. Disdik Batam menargetkan setiap kelas di jenjang SD maksimal 28 siswa, dan jenjang SMP maksimal 32 siswa per kelas.

Berikut jadwal pendaftaran SPMB untuk jenjang SD: Jalur afirmasi dibuka mulai 2-10 Juni 2025, disusul pengumuman pada 11 Juni. Jalur domisili dan mutasi dibuka 11-15 Juni, dan pengumumannya pada 17 Juni. Daftar ulang dijadwalkan pada 17-19 Juni.

Untuk jenjang SMP: Jalur afirmasi dan prestasi dibuka 16-22 Juni 2025, dengan pengumuman pada 23 Juni. Jalur domisili dan mutasi berlangsung dari 23-30 Juni, dan pengumuman hasil pada 2 Juli. Daftar ulang dilakukan 2-4 Juli 2025. (*)

Reporter: Arjuna

Artikel Disdik Batam Luncurkan Aplikasi SPMB, Pendaftaran Sekolah Kini Lebih Mudah pertama kali tampil pada Metropolis.