Minuman berakohol (mikol) yang dibungkus dengan plastik hitam untuk mengelabui petugas tiba di Tarempa usai di kirim dari Kijang. F. Ihsan Imaduddin/Batam Pos.
batampos – Peredaran minuman beralkohol (mikol) ilegal di Kabupaten Kepulauan Anambas kian meresahkan. Minuman keras ini diduga masuk tanpa izin resmi dan beredar luas di warung-warung kawasan Tarempa.
Pantauan Batam Pos di Pelabuhan Tarempa, Senin (21/7), menunjukkan mikol tersebut diduga dikirim dari Kijang, Kabupaten Bintan.
Modusnya, botol-botol mikol yang dikemas dalam kardus ini dibungkus dengan plastik hitam agar lolos dari pemeriksaan petugas Bea Cukai.
Setibanya di Anambas, mikol itu disebar ke sejumlah warung dan dijual secara diam-diam. Beberapa titik penjualan yang dicurigai antara lain warung di Jalan Raden Saleh, warung dekat Cafe Iwan, serta warung Pelabuhan Sri Siantan.
Praktik ilegal ini bukan hanya merugikan negara karena tidak menyumbang pajak, tetapi juga mengurangi potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Anambas. Belum lagi dampak sosial yang ditimbulkan.
Sekretaris Lembaga Adat Melayu (LAM) Anambas, Hari Novanto, menyayangkan maraknya mikol ilegal di wilayah kepulauan tersebut. Ia menilai peredaran mikol yang tidak terkendali bisa merusak moral generasi muda.
“Saya pikir minuman itu masuk secara resmi. Ternyata ilegal. Ini sangat merugikan semua pihak,” kata Hari dalam diskusi bersama Sekda Anambas belum lama ini.
Menurut Hari, mikol itu dijual di warung-warung yang beroperasi 24 jam dan kerap dikonsumsi di tempat umum seperti pelabuhan. Selain mengganggu ketertiban, situasi ini mencoreng citra Anambas sebagai daerah berbudaya Melayu.
Ia mendesak pemerintah daerah dan aparat terkait agar segera bertindak. “Pemerintah jangan tutup mata. Ini soal moral dan kerugian ekonomi daerah,” tegasnya.
Masyarakat berharap ada razia rutin dan penindakan tegas untuk mencegah Anambas menjadi pasar bebas mikol ilegal. (*)
batampos – Tim peneliti Berdikari Politeknik Negeri Batam (Polibatam), bekerja sama dengan PT Sumitomo Wiring Systems, dengan bangga mengumumkan keberhasilan implementasi sistem otomatisasi pemilih kabel (Wire Selection System) berbasis kecerdasan buatan (AI) yang inovatif.
“Sistem ini dirancang khusus untuk lini produksi otomotif PT Sumitomo dan telah disetujui secara resmi pada 25 Juni 2025, setelah melewati serangkaian pengujian di lantai produksi,” ujar Ketua Tim Berdikari Polibatam, Ika Karlina Laila Nur Suciningtyas, S.Si., M.Si.
Untuk menjawab tantangan di lini produksi, Tim Berdikari mengembangkan sistem Wire Selection yang mampu mengurangi kesalahan produksi hingga mendekati nol persen, sekaligus meningkatkan produktivitas secara signifikan di lingkungan PT Sumitomo. Sistem ini diperkaya dengan teknologi canggih yang dirancang untuk efisiensi maksimal.
Sistem ini didukung oleh teknologi AI mutakhir yang memungkinkan pengenalan gestur tangan melalui kamera, bahkan saat operator menggunakan kedua tangan. Teknologi ini juga merekam gerakan untuk mendeteksi potensi kesalahan. Pengoperasian sistem semakin mudah dengan antarmuka layar sentuh yang ramah pengguna.
Dirancang untuk bekerja 24 jam nonstop pada suhu kamar hingga 70°C, sistem ini mampu memproduksi hingga 50 unit wire harness dalam satu kali proses, serta mendukung dua Assy Number per rak.
Lebih dari itu, sistem ini mendukung visi Industri 4.0, dengan kapabilitas integrasi penuh ke sistem IT milik PT Sumitomo Wiring Systems. Ini memungkinkan pemanfaatan Internet of Things (IoT) dan monitoring jarak jauh untuk peningkatan efisiensi dan kendali operasional.
Secara konstruksi, struktur utama sistem dibangun dari material kuat seperti besi baja, aluminium, dan pipa berukuran 4 dim sebagai tempat kabel. Beberapa komponen pendukung lainnya diproduksi dengan teknologi pencetakan 3D (3D printing).
Keberhasilan implementasi ini disambut antusias oleh tim. Inovasi tersebut tidak hanya menyelesaikan masalah krusial dalam perakitan kabel—yang berisiko menyebabkan kerugian hingga ratusan juta rupiah—tetapi juga menunjukkan bagaimana riset kolaboratif dapat memberikan dampak nyata bagi dunia industri, selaras dengan semangat transformasi digital dan efisiensi manufaktur.
“Kami yakin sistem ini akan menjadi solusi berkelanjutan untuk mengurangi dan menghilangkan cacat produksi, sekaligus meningkatkan produktivitas PT Sumitomo,” lanjut Ika.
Tak hanya bermanfaat untuk industri, sistem ini juga diarahkan sebagai modul pembelajaran di SMK serta sekolah-sekolah kejuruan yang terkait dengan bidang teknik elektro dan manufaktur. Harapannya, sistem ini dapat meningkatkan kapasitas peneliti dan kualitas pendidikan vokasi di Indonesia.
Tim Berdikari sendiri merupakan kelompok peneliti Polibatam yang fokus pada pengembangan solusi otomasi industri dan teknologi, dengan tujuan meningkatkan efisiensi dan produktivitas sektor industri di Tanah Air. (adv)
Timnas Voli Indonesia berhasil menjuarai Leg 2 SEA V League 2025. (Dok: PBVSI)
batampos – Timnas Voli Indonesia kembali merebut status raja ASEAN usai mengalahkan Thailand di laga pamungkas Leg 2 SEA V League 2025. Rivan Nurmulki dan kolega berhasil meraih gelar juara kembali setelah sempat kehilangan pada leg satu.
Timnas Voli Indonesia sukses mengalahkan Thailand dalam laga penentuan sekaligus pertandingan terakhir leg dua SEA V League 2025. Mereka menang dengan skor 3-2 (27-29, 25-15, 25-23, 22-25, 15-13) di Jakarta International Velodrome, Minggu (20/7) malam.
Kepastian juara ini sebenarnya sudah diperoleh Timnas Voli Indonesia sejak set ketiga. Mereka sempat unggul 2-1 sebelum akhirnya menang 3-2. Sebab keberhasilan meraih dua set berarti Indonesia sudah mengunci satu poin untuk mengunci gelar.
Ini menjadi kemenangan keempat yang diraih Timnas Voli Indonesia di leg 2 SEA V League 2025. Tim Merah Putih sekaligus menutup perjuangan dengan menyapu bersih semua laga di pekan ini.
Timnas Voli Indonesia pun berhak keluar sebagai juara dengan status sempurna tanpa kekalahan. Mereka memuncaki klasemen leg 2 dengan mengoleksi 10 poin dari empat pertandingan yang dijalani.
Sementara bagi Thailand, kekalahan ini membuat mereka harus turun ke posisi ketiga klasemen akhir leg 2 SEA V League 2025. Thailand cuma punya nilai tujuh dari empat laga.
Tim Thailand ditikung Vietnam, yang berhasil menjadi runner-up berkat koleksi delapan poin dalam empat pertandingan di leg 2 SEA V League 2025. Mereka langsung anjlok padahal saat leg 1 keluar sebagai juara.
Filipina menempati posisi keempat. Tuan rumah leg 1 itu harus puas di dua terbawah karena cuma mengemas lima poin dari empat laga yang dijalani.
Sementara Kamboja, kembali dipastikan finis sebagai juru kunci klasemen akhir leg 2 SEA V League 2025. Mereka untuk kedua kalinya gagal meraih satupun kemenangan, dan kali ini tanpa poin dari empat laga yang dilakoni.
Bagi Timnas Voli Indonesia, ini menjadi gelar ketiga yang mereka raih di SEA V League. Sejak pertama kali digelar pada 2023, tim Merah Putih berhasil meraihnya pada edisi tersebut di leg 1 dan 2.
Timnas Voli Indonesia kemudian sempat kecolongan gelar SEA V League baik leg 1 maupun 2 pada edisi 2024. Begitu pula pada leg 1 2025 alias pekan lalu. Artinya, pasukan Merah Putih kini berhasil menyabet status raja Asia Tenggara. (*)
Suasana instalasi pemulasaraan jenazah RSUD Muhammad Sani Karimun usai jenazah Ana dievakuasi. F. Sandi Pramosinto/Batam Pos
batampos – Warga RT 004/RW 001, Kelurahan Kapling, Kecamatan Tebing, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, digegerkan oleh penemuan jasad seorang perempuan dengan luka parah di wajah dan tangan, Senin (21/7) pagi.
Korban ditemukan sekitar pukul 06.30 WIB di jalan setapak oleh warga setempat. Kapolsek Tebing, AKP S Kaban, membenarkan adanya temuan mayat tersebut.
“Benar, telah ditemukan mayat perempuan dengan sejumlah luka di wajah dan tangan. Saat ini kami masih menunggu hasil visum untuk mengetahui penyebab pasti kematian,” ujar Kaban.
Korban diketahui bernama Mardiana alias Ana, 19 tahun. Polisi menduga pelaku pembunuhan adalah suami korban sendiri. Identitas pelaku telah dikantongi dan saat ini tengah dalam pengejaran petugas.
Sementara itu, Anto, ayah kandung pelaku sekaligus mertua korban, mengaku mendapat pengakuan langsung dari anaknya.
“Pada Minggu malam sekitar pukul 20.40 WIB, anak saya, AR, datang ke rumah dan mengaku telah menikam Ana. Saya langsung suruh dia menyerahkan diri ke polisi. Tapi sampai sekarang saya tidak tahu di mana dia berada,” kata Anto saat ditemui di RSUD Muhammad Sani.
Setelah mendengar pengakuan itu, Anto bersama istrinya dan seorang teman langsung melapor ke Polres Karimun.
“Saya tidak tinggal serumah dengan mereka, jadi tidak tahu ada masalah rumah tangga atau tidak. Anak saya juga tidak bilang di mana tepatnya dia menikam Ana. Dia cuma bilang, ‘Pak, saya tikam Ana.’ Saya langsung syok dan lapor polisi,” ujarnya.
Informasi yang dihimpun BatamPos, korban mengalami luka tusuk di wajah yang menyebabkan tulang wajah patah.
Luka parah juga ditemukan di leher bagian belakang, sementara telinga korban nyaris putus. Luka di tangan diduga akibat korban menangkis serangan.
Kasus ini kini ditangani oleh Polsek Tebing dan Polres Karimun. (*)
Kawasan perkebunan agrowisata Marina saat ramai pengunjung.
batampos – Kawasan agrowisata yang membentang dari Marina hingga Seitemiang, Kecamatan Sekupang, akan diperluas seiring rencana BP Batam mengembangkan lahan eks pembangunan Masjid Mohammed bin Salman (MBS) menjadi pusat agrobisnis terpadu. Kawasan ini kian diminati warga Batam yang mencari suasana pedesaan di tengah kota.
Di sepanjang Jalan Ahmad Dahlan, warga bisa menikmati wisata alam khas perdesaan seperti kebun jambu, sawah percontohan, kolam pemancingan, serta lokasi penangkaran hewan. Lokasi ini juga menjadi tempat edukasi anak-anak mengenal pertanian dan peternakan secara langsung. Udara sejuk dan suasana hijau alami menjadikan tempat ini favorit untuk wisata keluarga.
“Kalau rindu suasana kampung, ke sini saja. Anak-anak juga bisa tahu bentuk sawah itu seperti apa,” ujar Nirmala, warga Batamcenter, saat bertamasya ke kebun jambu Marina, Minggu (20/7). Ia mengaku rutin membawa keluarganya ke lokasi tersebut untuk melepas penat sekaligus mengenalkan alam kepada anak-anaknya.
Tak hanya ramai dikunjungi wisatawan lokal, kawasan ini juga menjadi ladang ekonomi bagi warga sekitar. Petani di Marina dan Seitemiang mengelola lahan pertanian, kebun jagung, kolam ikan, hingga kandang ternak sapi dan kambing. Aktivitas ini sudah berlangsung sejak lama dan kini mulai mendapat perhatian pemerintah.
BP Batam melalui kebijakan pengelolaan aset negara berencana mengintegrasikan kawasan agrowisata yang sudah eksis ini dengan lahan eks Masjid MBS yang akan difungsikan sebagai zona pertanian dan peternakan terpadu. Langkah ini bertujuan mengembangkan kawasan agribisnis yang modern, produktif, dan berorientasi wisata.
“Kami sangat mendukung kalau lahan ini dijadikan agrowisata dan agrobisnis. Karena kami memang sudah lama bertani di sini, dan ini bisa jadi daya tarik wisata juga,” ujar Hasim, seorang petani Seitemiang yang sudah lebih dari satu dekade mengelola kebun di kawasan tersebut.
Sementara Amir, peternak di Seitemiang, juga menyambut baik rencana tersebut karena selama ini warga kerap dihantui kekhawatiran penggusuran. “Kalau sudah ditetapkan jadi kawasan agrobisnis, kami bisa beternak dan bertani dengan tenang. Ini kabar baik,” katanya.
Rencana pengembangan ini dinilai mampu mendongkrak sektor wisata alternatif di Batam yang selama ini didominasi wisata belanja dan bahari. Konsep wisata berbasis pertanian dan lingkungan diyakini bisa menjadi daya tarik baru, sekaligus memperkuat ketahanan pangan lokal.
BP Batam juga menyebut kawasan tersebut akan dilengkapi dengan fasilitas pendukung seperti jalan akses, area edukasi, serta tata kelola zonasi yang jelas. Dengan perluasan kawasan ini, masyarakat bisa menikmati wisata ala pedesaan yang lebih luas, rapi, dan terintegrasi.
“Kami ingin suasana alami ini tetap terjaga. Kalau dikelola dengan baik, ini bisa jadi kebanggaan Batam dan tempat belajar yang menyenangkan bagi anak-anak,” tutup Nirmala. (*)
Barang milik kontraktor CV Tapak Anak Bintan (TAB) yang disita oleh penyidik Satreskrim Polres Anambas imbas dari penyidikan kasus dugaan korupsi sodetan air senilai Rp 10 miliar. F. Ihsan Imaduddin/Batam Pos.
batampos – Polres Kepulauan Anambas tengah menyelidiki dugaan korupsi dalam proyek pembangunan sodetan air di Tarempa, Kabupaten Kepulauan Anambas, yang bersumber dari APBD 2024. Proyek bernilai Rp10 miliar itu dikerjakan oleh CV Tapak Anak Bintan (TAB), namun hingga kini tak kunjung rampung.
Ironisnya, meski pekerjaan tak diselesaikan sesuai kontrak, pihak rekanan telah menerima uang muka sebesar 30 persen atau sekitar Rp3 miliar. Kontrak pun akhirnya diputus oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Anambas.
Padahal, proyek sodetan air tersebut termasuk dalam daftar prioritas pembangunan strategis daerah yang bertujuan mengatasi banjir musiman di kawasan Tarempa. Harapan masyarakat terhadap proyek ini pun pupus setelah pengerjaan mangkrak di tengah jalan.
Kasat Reskrim Polres Anambas, Iptu Alfajri, membenarkan adanya penyidikan yang tengah berjalan. Sejumlah barang milik kontraktor yang disimpan di kawasan Tanjung Momong, Desa Tarempa Timur, telah disita sebagai barang bukti.
“Benar, kami tengah melakukan penyidikan terkait dugaan korupsi proyek sodetan air di Tarempa. Beberapa barang bukti milik kontraktor sudah kami amankan,” kata Alfajri, Senin (21/7).
Dari informasi yang dihimpun, penyidik Polres Anambas telah melayangkan tiga Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Anambas.
Ketiga SPDP tersebut memuat nama calon tersangka berbeda, yang mengindikasikan dugaan keterlibatan lebih dari satu pihak.
Pihak kepolisian masih terus mendalami peran masing-masing pihak dalam proyek tersebut dengan mengumpulkan alat bukti dan keterangan saksi. Alfajri memastikan penyidikan dilakukan secara profesional dan transparan.
“Penyidikan terus berjalan. Kami serius menangani kasus ini demi penegakan hukum dan menjaga kepercayaan masyarakat,” tegasnya. (*)
batampos – Manfaat bawang putih tunggal telah dikenal luas dalam dunia pengobatan tradisional karena kandungan senyawa aktifnya yang tinggi.
Jenis bawang ini hanya terdiri dari satu siung dan sering disebut bawang lanang di berbagai daerah.
Meskipun bentuknya berbeda dari bawang putih biasa, khasiat bawang putih tunggal untuk kesehatan tak kalah mengesankan.
Dibandingkan bawang putih majemuk, bawang putih tunggal memiliki kadar allicin, flavonoid, dan senyawa aktif lainnya yang lebih tinggi. Oleh karena itu, tidak heran jika manfaatnya begitu banyak.
Berikut adalah deretan manfaat bawang putih tunggal untuk kesehatan yang penting kamu ketahui seperti dirangkum dari laman Puskesmas Meninting Kabupaten Lombok Barat dan Siloam Hospital.
1. Mencegah Infeksi Bakteri
Berkat kandungan allicin yang bersifat antibakteri, khasiat bawang putih tunggal dapat membantu tubuh melawan infeksi dari bakteri seperti Escherichia coli dan Pseudomonas aeruginosa.
Mengonsumsi satu siung bawang putih tunggal setiap hari dipercaya dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh secara alami.
2. Meningkatkan Kesuburan Pria
Salah satu manfaat bawang putih tunggal yang menarik perhatian adalah kemampuannya dalam meningkatkan kualitas sperma.
Penelitian pada hewan menunjukkan peningkatan kesuburan berkat konsumsi bawang putih tunggal, meski penelitian lanjutan pada manusia masih diperlukan.
Namun, konsumsi rutin bersama makanan bergizi lainnya bisa membantu menjaga kesehatan reproduksi pria.
3. Menurunkan Tekanan Darah Tinggi
Allicin yang terkandung dalam bawang putih tunggal mampu melemaskan pembuluh darah sehingga membantu melancarkan aliran darah.
Inilah sebabnya manfaat bawang putih tunggal untuk kesehatan salah satunya adalah menurunkan tekanan darah tinggi. Kombinasikan dengan gaya hidup sehat untuk hasil optimal.
4. Menurunkan Kadar Kolesterol
Salah satu manfaat bawang putih tunggal yang telah diteliti adalah kemampuannya dalam menurunkan kolesterol jahat (LDL) dalam tubuh.
Konsumsi secara rutin bisa membantu menjaga profil lipid darah tetap seimbang, meski tetap perlu didampingi dengan pola makan rendah lemak jenuh.
5. Mencegah Diabetes
Kandungan flavonoid dalam bawang putih tunggal berfungsi sebagai antidiabetes alami. Flavonoid dapat membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil, terutama bagi penderita pradiabetes.
Ini membuat khasiat bawang putih tunggal sangat penting dalam pencegahan penyakit metabolik ini.
6. Menangkal Radikal Bebas
Antioksidan dalam bawang putih tunggal berperan penting dalam menetralisir radikal bebas yang merusak sel.
Radikal bebas merupakan pemicu berbagai penyakit kronis seperti kanker dan penuaan dini. Jadi, konsumsi rutin bawang putih tunggal bisa memperkuat perlindungan tubuh dari kerusakan sel.
7. Menurunkan Risiko Kanker
Manfaat bawang putih tunggal lainnya yang patut diperhitungkan adalah efek antikankernya.
Allicin bekerja sebagai senyawa antikanker dan antioksidan yang mencegah pertumbuhan serta penyebaran sel kanker, termasuk kanker usus besar, pankreas, dan payudara.
8. Menjaga Kesehatan Otak
Senyawa aktif dalam bawang putih, seperti FruArg, mampu menjaga sel-sel otak dari stres oksidatif dan peradangan.
Hal ini penting dalam mencegah kerusakan sel saraf yang berujung pada penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer dan demensia.
9. Meningkatkan Imunitas Tubuh
Berkat kandungan vitamin C, selenium, dan antioksidan lainnya, bawang putih tunggal sangat baik untuk meningkatkan daya tahan tubuh.
Konsumsi secara rutin terbukti membantu mengurangi frekuensi sakit seperti flu, batuk, dan pilek.
10. Membantu Mengatasi Jerawat
Sifat antibakteri dan antiinflamasi dari allicin sangat berguna untuk mengatasi jerawat membandel.
Selain dikonsumsi, bawang putih tunggal juga bisa dioleskan pada kulit sebagai perawatan alami, meskipun harus digunakan dengan hati-hati untuk menghindari iritasi.
Agar manfaat bawang putih tunggal bisa diperoleh secara maksimal, konsumsi dalam kondisi mentah lebih disarankan.
Mengunyah 1 siung setiap hari dapat memberi dampak positif, tetapi jangan berlebihan agar terhindar dari efek samping seperti perut kembung atau bau mulut.
Bawang putih tunggal juga tersedia dalam bentuk suplemen, namun sebaiknya konsultasikan dulu dengan dokter, terutama jika kamu sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu. (*)
Ilustrasi: Truk pengangkut tanah saat melintas di Jalan R Suprapto, persisnya depan SPBU Coco, Sagulung. Foto: Dok.Batam Pos
batampos – Harapan masyarakat Batuaji dan Sagulung terhadap penertiban kendaraan berat dan kendaraan proyek semakin menguat. Sebab mobilitas kendaraan proyek dan angkutan perusahaan di kawasan ini kerap mengabaikan keselamatan pengguna jalan lainnya.
Warga berharap pihak kepolisian dan instansi terkait lebih aktif mengawasi operasional kendaraan berat, terutama tronton dan truk tanah yang sering terlihat melaju dengan kecepatan tinggi, membawa muatan berlebih, hingga meninggalkan ceceran tanah di jalan.
“Jalanan jadi licin kalau hujan dan berdebu saat panas. Belum lagi kalau mereka ngebut, kita yang pakai motor bisa tergelincir,” ujar Anita, seorang warga Batuaji.
Menurut Rizky, warga lainnya, sejumlah kecelakaan lalu lintas di Batuaji kerap dipicu oleh kondisi kendaraan proyek yang tidak layak jalan.
“Kadang bannya botak, remnya gak jelas, tapi tetap dipaksa jalan. Bahaya buat kita semua,” ujarnya. Ia berharap agar pengawasan lebih menyentuh ke wilayah-wilayah padat penduduk yang tiap hari dilalui kendaraan berat tersebut.
Kapolresta Barelang Kombes Pol Zaenal Arifin menegaskan bahwa saat ini pihaknya tengah gencar melaksanakan Operasi Patuh Seligi 2025, dengan sasaran peningkatan kepatuhan berlalu lintas. “Kami akan awasi kendaraan berat ini. Jangan sampai mereka melanggar aturan, apalagi sampai membahayakan pengguna jalan lainnya,” ujarnya.
Dalam operasi tersebut, pihak kepolisian menekankan pentingnya pemenuhan kelengkapan kendaraan dan pengemudi. Mulai dari SIM sesuai golongan, surat kendaraan, kondisi kendaraan seperti rem, roda, lampu hingga sistem kemudi harus diperiksa sebelum kendaraan dijalankan, khususnya untuk kendaraan angkutan umum dan barang.
Zaenal menambahkan, kendaraan proyek dan kendaraan berat wajib menjalani pemeriksaan kelayakan rutin, mengingat bobot dan ukuran mereka yang jauh di atas rata-rata. “Kalau tidak layak, bisa fatal akibatnya. Keselamatan harus jadi prioritas. Jangan sampai karena satu kendaraan, nyawa orang lain terancam,” tegasnya.
Selain itu, pihak kepolisian juga mengimbau agar kendaraan berat tidak melaju ugal-ugalan, melawan arus, atau tidak menggunakan pengawalan yang sesuai saat melewati jalur padat penduduk. Sikap tertib berlalu lintas sangat penting untuk menjaga keselamatan bersama.
Pihak kepolisian pun membuka pintu pengaduan bagi masyarakat yang menemukan kendaraan berat tidak tertib atau membahayakan di jalan. “Kami butuh kerja sama semua pihak. Laporkan jika ada yang melanggar,” tutup Kombes Pol Zaenal Arifin.
Dengan meningkatnya pengawasan terhadap kendaraan berat dan proyek, diharapkan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan di kawasan Batuaji dan sekitarnya dapat lebih terjamin ke depan. (*)
Warga saat menunjukan lokasi dapur yang terbakar akibat selang gas yang bocor, Senin (21/7). F. Mohamad Ismail/Batam Pos.
batampos – Dua karyawan sebuah rumah makan di Jalan Adi Sucipto, Kelurahan Batu 9, Tanjungpinang, mengalami luka bakar setelah tersambar api yang diduga berasal dari kebocoran selang gas elpiji. Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (21/7) sekira pukul 07.30 WIB.
Seorang saksi mata, Nasir, pemilik warung yang berada di sebelah lokasi kejadian, mengaku sempat mendengar teriakan sebelum melihat kobaran api muncul dari dapur rumah makan tersebut.
“Kaget ada suara teriak. Saya keluar dan melihat api membakar bagian dapur rumah makan yang berada di samping warung saya,” kata Nasir.
Ia menyebut, salah satu juru masak rumah makan tersebut terlihat dalam kondisi terbakar saat mencoba memadamkan api. Dua orang kemudian dilarikan ke rumah sakit, salah satunya mengalami luka bakar cukup parah.
“Cuma satu orang yang paling parah. Mungkin apinya padam setelah gasnya habis,” ujarnya.
Nasir juga sempat mengamankan barang-barang berharga dari dalam tokonya untuk menghindari kemungkinan kebakaran meluas.
“Untung apinya cepat padam, jadi barang yang tadi dikeluarin bisa dimasukin lagi,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Seksi Pencegahan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Tanjungpinang, Dery Ambari, membenarkan kejadian tersebut.
“Benar, kami menerima laporan pukul 07.30 WIB dan langsung turun ke lokasi. Diduga api berasal dari kebocoran selang gas elpiji. Dua korban sudah dibawa ke rumah sakit,” jelas Dery. (*)
Setiap tanggal 12 Juli, Indonesia memperingati Hari Koperasi Nasional. Peringatan ini berdenotasi langsung pada gagasan Bapak Koperasi Indonesia sekaligus Proklamator Kemerdekaan Indonesia, Mohammad Hatta, yang meletakan koperasi sebagai sokoguru pembangunan ekonomi bangsa. Dalam anggapan Hatta, koperasi merupakan representasi watak dan karakter dari masyarakat Indonesia yang digali dari falsafah dan laku hidup masyarakat nusantara.
Jauh sebelum istilah koperasi dikenal secara formal, masyarakat nusantara telah lama hidup di dalam tradisionalitas gotong royong, tolong-menolong, dan kebersamaan dalam mengelola sumber daya. Jauh sebelum konsep ekonomi modern diperkenalkan, sistem lumbung padi, arisan, hingga rembug desa merupakan koperasi tradisional yang telah dipraktikan turun-temurun di dalam budaya masyarakat kita. Artinya, koperasi sebagai sebuah norma dan nilai bukanlah ‘barang impor’ dari luar indonesia, melainkan prinsip pokok yang telah lama hidup di bumi pertiwi dan diwariskan dari generasi ke generasi.
Menurut Hatta, koperasi tidaklah berlandaskan pada sistem ekonomi kapitalisme maupun sosialisme. Koperasi menjadi jalan tengah yang merujuk kepada prinsip dan falsafah hidup masyarakat Indonesia, yaitu ekonomi kerakyatan. Dalam momen tertentu, koperasi memilki daya protektif terhadap praktik kolonialisme ekonomi yang mengesampingkan rakyat kecil. Kala dimana akses modal, pasar, dan sumber daya menjadi begitu terbatas, koperasi menyediakan ruang alternatif untuk membangun basis ekonomi masyarakat yang mandiri. Dengan koperasi, masyarakat dapat mengonsolidasikan kekuatan ekonomi secara kolektif tanpa harus bergantung pada aktor-aktor pemilik modal besar.
Senada dengan Hatta, begawan ekonomi Indonesia, Soemitro Djojohadikusumo, menganggap koperasi bukan sekadar unit usaha berbadan hukum, tetapi merupakan alat strategis untuk membangun ekonomi dari bawah, dengan rakyat sebagai subjek utama, bukan sebagai objek pembangunan. Kerangka pemikiran Soemitros memberikan visi yang lebih holistik kepada kita bahwa ekonomi rakyat harus dibangun melalui partisipasi rakyat itu sendiri, dengan kelembagaan yang demokratis, dan berakar pada moralitas hidup yang telah mengakar sejak lama. Visi holistik ekonomi rakyat tersebut menubuh dalam koperasi.
Menumbuhkan ekonomi dari bawah adalah masterpiece gagasan Soemitro, yang percaya bahwa kekuatan sebuah bangsa bukan diukur dari seberapa besar investasi yang masuk, melainkan dari seberapa kuat rakyatnya mampu berdiri di atas kakinya sendiri. Dalam koperasi, harapan itu hidup dimana rakyat bergotong royong, mengelola sumber daya secara kolektif, dan menikmati hasil secara adil yang berujung pada kedaulatan ekonomi rakyat.
Kita dapat melihat bagaimana gagasan Hatta dan Soemitro tentang koperasi tersebut dipraktikan hingga saat ini, dan menjadikan koperasi sebagai menjadi tulang punggung ekonomi rakyat. Apalagi, di tengah situasi ekonomi yang kian kompleks, monopoli pasar dilakukan oleh koroporasi besar serta ketergantungan negara yang begitu besar terhadap investasi asing, koperasi menjasi semakin relevan sebagai jalan mewujudkan kedaulatan ekonomi rakyat.
Laporan dari Kementerian Koperasi dan UKM pada tahun 2023 menunjukan, bahwa koperasi memiliki kontribusi besar terhadap PDB Indonesia, yaitu mencapai 5,1% pada tahun 2022. Angka ini menegaskan bahwa koperasi memainkan peran penting dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia. Terdapat 127 ribu koperasi aktif yang tersebar di seluruh Indonesia bekerja secara diam-diam dalam mendongkrak ekonomi.
Menariknya, kontribusi koperasi tersebut tidak lahir dari suntikan modal besar atau proteksi kebijakan yang istimewa. Sebaliknya, koperasi tetap bertahan dan berkembang justru dari kekuatan partisipasi anggota, dari semangat kolektif gotong royong, serta dari ketahanan sosial yang tumbuh karena rasa memiliki. Koperasi menghidupkan berbagai lini kehidupan, mulai dari koperasi pertanian yang menjaga stabilitas harga hasil tani, koperasi nelayan yang membuat harga jual hasil laut tak bergantung sepenuhnya pada tengkulak, hingga koperasi konsumen yang menyediakan akses barang dan jasa dengan harga terjangkau bagi masyarakat bawah.
Survei Sosial Ekonomi Nasional tahun 2021 semakin meneguhkan kontribusi koperasi terhadap perekonomian Indonesia. Sebanyak 4,25% rumah tangga di Indonesia mendapatkan bantuan pembiayaan melalui lembaga koperasi rakyat. Angka ini nyaris melampaui dukungan akses pembiayaan yang diberikan oleh layanan produk perbankan umum non-KUR (Kredit Usaha Rakyat), yaitu sebesar 4,95%.
Meskipun demikian, koperasi mempunyai tantangan besar di tengah gejolak ekonomi global dan masifnya digitalisasi ekonomi. Saya mencatat, terdapat empat tantangan koperasi agar senantiasa relevan dengan perkembanga zaman.
Empat Aral Koperasi
Jika dulu persoalan utama koperasi berkutat pada permodalan, manajemen dan kepercayaan anggota, saat ini muncul tantangan-tantangan baru yang mengharuskan koperasi untuk melakukan pembenahan secara fundamental.
Pertama, persoalan tata kelola kelembagaan. Tidak sedikit koperasi berdiri sebagai formalitas demi memenuhi syarat administratif program. Dengan kata lain, koperasi dibuat berdasarkan project, yang terus bergantung pada bantuan pemerintah atau pihak luar, bukan mengandalkan kekuatan anggota sendiri. Dampaknya adalah struktur organisasi yang rapuh, kepemimpinan yang kurang profesional, dan kualitas sumber daya manusia yang belum memadai. Oleh sebab itu, jumlah koperasi aktif di Indonesia mengalami penurunan yang drastis, yaitu turun 79.328 unit, dari 209.448 unit pada 2014 menjadi 130.119 unit pada 2023.
Pada aspek lain, tata kelola koperasi masih mempraktikkan cara-cara lama yang tertutup dan konvensional. Padahal perkembangan zaman menuntut kecepatan dan transparansi serta adaptasi teknologi, dimana penggunaan sistem manajemen digital seharusnya menjadi kebutuhan dasar.
Kedua, digitalisasi koperasi. Tidak sedikit koperasi yang kesulitan memanfaatkan teknologi akibat keterbatasan infrastruktur, rendahnya kemampuan digital para pengurus dan anggota, serta belum terbentuknya ekosistem digital yang mendukung kebutuhan koperasi. Jika digitalisasi tidak dipercepat, koperasi akan makin tertinggal dibandingkan model usaha baru yang serba terkoneksi dan adaptif serta agile terhadap perubahan. Padahal, nilai ekonomi digital Indonesia sangatlah besar, yaitu berpotensi tembus US$ 130 Miliar pada 2025.
Ketiga, koperasi di Indonesia didominasi oleh koperasi simpan pinjam ketimbang koperasi sektor riil. Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UMKM pada 2024, 70% koperasi di Indonesia bergerak di usaha simpan pinjam, sementara di sektor riil masih di bawah 30%. Angka ini menjadi semakin tragis ketika melihat realitas di lapangan dimana koperasi simpan pinjam tak ubahnya rentenir yang justru menghisap ekonomi rakyat dengan memberlakukan bunga pinjaman tinggi, alih-alih memberdayakan ekonomi rakyat.
Keempat, konektivitas koperasi dengan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Di tengah fragmentasi UMKM, koperasi sebetulnya memiliki peluang untuk berperan sebagai wadah yang mengagregasikan produk, mempermudah akses pembiayaan, menghubungkan ke pasar, sekaligus memperkuat posisi tawar bagi pengusaha kecil. Sayangnya, peran ini sering terbentur cara pandang lama yang memposisikan koperasi hanya sebatas lembaga simpan pinjam. Tanpa pembaruan model bisnis, koperasi sulit untuk mengambil peran strategis sebagai motor penggerak ekonomi rakyat.
Padahal, koperasi dan UMKM tidak bisa dipisahkan karena keduanya saling menopang sebagai tulang punggung ekonomi rakyat. UMKM bergerak di level usaha mikro, kecil, dan menengah yang umumnya memiliki modal terbatas, akses pasar sempit, dan posisi tawar yang lemah jika berjalan sendiri-sendiri. Di sinilah koperasi hadir sebagai pengikat dan penggerak. Mengorganisir para pengusaha UMKM agar bisa berproduksi, bernegosiasi, dan memasarkan produk secara kolektif. Melalui koperasi, UMKM dapat memperoleh pembiayaan yang lebih terjangkau, pelatihan manajemen usaha, serta akses pasar yang lebih luas.
Sebaliknya, koperasi pun hanya akan tumbuh sehat jika didukung oleh UMKM yang produktif dan aktif berpartisipasi. Dengan kata lain, UMKM adalah jantung ekonomi rakyat, sedangkan koperasi adalah wadah untuk memastikan denyut nadi ekonomi rakyat tetap kuat dan berdaulat di tengah penetrasi pasar bebas yang begitu agresif.
Transformasi Koperasi
Mengingat beragam tantangan tersebut, dibutuhkan langkah nyata agar koperasi tidak sekadar bertahan, tetapi mampu bertransformasi menjadi sokoguru ekonomi bangsa, sebagaimana dicita-citakan oleh Hatta, lalu dilanjutkan oleh Soemitro. Tata kelola kelembagaan koperasi perlu direvitalisasi melalui perbaikan organisasi yang profesional, penguatan kapasitas sumber daya manusia, dan pembentukan ekosistem pendukung yang berbasis teknologi. Digitalisasi koperasi menjadi keharusan agar koperasi terintegrasi dengan ekosistem ekonomi digital di Indonesia.
Selain itu, koperasi harus beranjak dari sekadar usaha simpan pinjam menjadi usaha sektor riil yang dikelola secara gotong royong oleh rakyat. Sehingga, koperasi terintegrasi dengan ekonomi rakyat yang mewujud dalam UMKM. Di sinilah pentingnya negara hadir sebagai bentuk nyata keperbihakan terhadap sokoguru ekonomi bangsa ini dengan kebijakan transformatif dan regulasi yang menjadi solusi.
Peluang Strategis Koperasi sebagai Jembatan Industri–UMKM
Walaupun dengan tantangan struktural seperti keterbatasan kapasitas manajerial, akses teknologi yang belum merata, serta rendahnya literasi pasar di kalangan pelaku UMKM, koperasi tetap memiliki peluang besar untuk mengambil peran sentral lainnya.
Koperasi memiliki potensi strategis sebagai jembatan penghubung antara sektor industri dengan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Peran tersebut semakin relevan dalam konteks industrialisasi saat ini yang menuntut keterpaduan rantai pasok, standar mutu yang seragam, serta pasokan yang terjamin secara kuantitas dan kontinuitas. Melalui kelembagaan koperasi yang solid, UMKM dapat dihimpun dan dikelola secara kolektif untuk memenuhi kebutuhan industri, mulai dari penyediaan bahan baku, komponen pendukung, hingga produk setengah jadi yang sesuai dengan spesifikasi pasar.
Artinya, koperasi berfungsi sebagai agregator dan penjamin mutu yang menjawab keterbatasan skala usaha UMKM, sekaligus membuka akses kemitraan yang lebih setara dengan korporasi berskala besar. Koperasi memiliki posisi tawar untuk bertindak sebagai penjamin kualitas dan stabilitas suplai.
Dengan tata kelola yang profesional, koperasi dapat memfasilitasi proses standarisasi produk, sertifikasi, hingga pemenuhan persyaratan teknis yang sering kali menjadi hambatan utama UMKM menembus pasar industri. Dalam hal ini, koperasi tidak hanya berperan sebagai wadah administrasi, tetapi juga sebagai agen penguatan kapasitas melalui pelatihan, pendampingan teknis, dan transfer teknologi yang terstruktur.
Di sisi lain, koperasi juga memainkan peran penting sebagai negosiator harga bagi anggotanya. Skala produksi yang terpadu melalui koperasi memperkuat posisi tawar UMKM, yang pada praktiknya seringkali tersubordinasi dalam struktur rantai pasok konvensional. Dengan adanya koperasi, hubungan antara industri besar dan UMKM dapat dibangun di atas prinsip kemitraan yang lebih adil, transparan, dan saling menguntungkan.
Bagi pihak industri, keberadaan koperasi sebagai mitra agregator memberikan jaminan pasokan yang stabil dan terkoordinasi, sedangkan bagi UMKM, koperasi memastikan harga jual yang wajar serta mekanisme pengembalian nilai tambah yang lebih merata.
Lebih dari sekadar perantara transaksi, koperasi dapat berperan sebagai katalis integrasi pengetahuan dan teknologi dari industri ke sektor UMKM. Melalui mekanisme kolektif, koperasi mampu menjembatani pelatihan, adopsi teknologi produksi, dan inovasi proses bisnis agar UMKM mampu beradaptasi dengan tuntutan pasar yang dinamis.
Dalam perspektif yang lebih luas, koperasi menjadi penghubung ekosistem industri–UMKM yang adaptif dan resilien di tengah disrupsi ekonomi global. Dengan demikian, koperasi tidak hanya relevan sebagai lembaga simpan pinjam atau penyedia modal kerja semata, tetapi bertransformasi menjadi simpul penggerak rantai nilai yang memampukan UMKM naik kelas dari skala subsisten menuju orientasi pasar nasional maupun internasional.
Keberadaan koperasi yang kokoh memastikan bahwa manfaat ekonomi tetap mengalir ke basis anggotanya, memperkuat posisi tawar kolektif di tengah kompetisi pasar terbuka, sekaligus mewujudkan peran sejati koperasi sebagai soko guru ekonomi rakyat yang inklusif dan berdaulat
Jalan pulang Menuju Ekonomi Rakyat
Momentum Hari Koperasi Nasional seharusnya tidak sekadar menjadi acara tahunan yang berakhir di panggung seremoni. Lebih dari itu, ia adalah penanda sejarah yang mengingatkan kita pada pondasi ekonomi bangsa yang berakar pada kekuatan rakyat sendiri. Di tengah gempuran kapitalisme global dan semakin terpusatnya kendali ekonomi di tangan segelintir elite, koperasi justru menjadi jalan pulang untuk mewujudkan ekonomi yang lebih adil, demokratis, dan berdaulat.
Sejak awal, pemikiran Bung Hatta dan Soemitro telah menekankan bahwa pembangunan sejati tidak hanya bergantung pada derasnya investasi asing, melainkan pada kemampuan rakyat untuk berdikari mengelola sumber dayanya. Koperasi hadir bukan semata-mata sebagai alternatif bisnis, tetapi sebagai manifestasi nyata dari ekonomi bernilai kebersamaan, partisipasi, dan gotong royong. Oleh karena itu, upaya merevitalisasi koperasi bukan pilihan opsional, melainkan kebutuhan mendesak untuk memperkuat kembali struktur ekonomi nasional dari akar rumput.
Koperasi bukan hanya sekadar bagian dari buku sejarah, tetapi jalan panjang untuk mewujudkan cita-cita ekonomi rakyat yang tak pernah padam. Koperasi bertumbuh perlahan namun pasti — berakar dari kampung, pasar, tambak, ladang, hingga kini merambah ke ruang-ruang digital yang makin mendominasi kehidupan kita.
Di situlah koperasi menemukan bentuk idealnya: bukan hanya lembaga simpan pinjam, tetapi rumah bersama yang menjaga semangat demokrasi ekonomi, keadilan sosial, dan kedaulatan rakyat di tengah arus kapitalisme global.
Pada akhirnya, sehebat apa pun teknologi dan sekuat apa pun dominasi pasar, kedaulatan ekonomi tetap di tangan mereka yang mau bergotong royong, saling menguatkan, dan berani merebut ruang hidupnya. Koperasi menjadi bukti nyata bahwa harapan itu masih ada — dan terus bergerak untuk semua orang. ***
Oleh: Ilham Akbar Mustofa (Wakil Ketua Umum PP AMPG / Fungsionaris BPP HIMPI)